Kick Off penetapan Kota Ambon sebagai Kota Wakaf
BAZNAS Kota Ambon Dukung Peluncuran Ambon sebagai Kota Wakaf
18/12/2025 | Humas BAZNAS Kota AmbonAmbon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon turut ambil bagian dalam kegiatan Kick Off penetapan Kota Ambon sebagai Kota Wakaf yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamis (18/12/2025), di Taman Budaya Maluku, Karang Panjang, Ambon.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, sebagai upaya awal pengembangan wakaf yang lebih optimal dan berdaya guna. Program Kota Wakaf diharapkan mampu menjadikan wakaf sebagai sarana penguatan ekonomi umat sekaligus memperkokoh harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam.
BAZNAS Kota Ambon dalam kesempatan tersebut diwakili langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, bersama Wakil Ketua I H. Achmad Salim dan Wakil Ketua III Hj. Sumiyati Kiat, serta didampingi jajaran staf BAZNAS Kota Ambon.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Kota Wakaf merupakan bagian dari transformasi pengelolaan wakaf agar lebih produktif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pengelolaan wakaf ke depan harus dilakukan secara profesional dan berorientasi pada manfaat. Melalui Kota Wakaf, aset wakaf diharapkan tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi serta memperkuat peran sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Abu Rokhmad, pengembangan Kota Wakaf merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjadikan wakaf sebagai modal sosial untuk mendorong pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Muhibuddin, yang menekankan pentingnya penguatan lembaga nazhir serta sinergi berbagai pihak dalam menjalankan program Kota Wakaf.
“Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf terus mendorong pengembangan wakaf produktif berbasis potensi lokal. Di Kota Ambon, wakaf diharapkan dapat mendukung sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga layanan sosial yang manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas,” jelasnya.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyampaikan apresiasinya atas penetapan Ambon sebagai Kota Wakaf. Ia menilai wakaf memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai moderasi dan kebersamaan di Kota Ambon.
“Sebagai kota yang majemuk, Ambon membutuhkan program yang mampu menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan. Kota Wakaf sejalan dengan upaya kami membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” ujar Bodewin.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, menegaskan bahwa program Kota Wakaf memiliki makna strategis dalam memperkuat persatuan dan kohesi sosial di Maluku.
“Wakaf bukan hanya soal aset, tetapi juga sarana merajut kebersamaan. Kota Wakaf diharapkan menjadi perekat sosial yang mendorong terciptanya kehidupan yang damai, aman, dan berkeadilan,” tuturnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama RI, H. Muhammad Fuat Nasar, S.Sos., M.Sc., Sekretaris Badan Wakaf Indonesia, para pejabat Kementerian Agama RI, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku dan Kementerian Agama Kota Ambon. Hadir pula unsur Forkopimda Kota Ambon dan tokoh lintas agama.
Sebagai wujud dukungan konkret, BAZNAS Kota Ambon menyerahkan bantuan secara simbolis berupa modal usaha dan bantuan pendidikan dengan total nilai 10 juta rupiah, serta puluhan paket sembako yang direncanakan akan disalurkan kepada masyarakat setelah kegiatan kick off.
Peluncuran Kota Ambon sebagai Kota Wakaf ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai program wakaf produktif yang berkelanjutan. Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI menargetkan Ambon menjadi contoh Kota Wakaf yang mengedepankan moderasi, kolaborasi, dan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas.