WhatsApp Icon

Kontroversi Iklan IM3 Berujung Permintaan Maaf, BAZNAS Kota Ambon Tegaskan Pentingnya Kepercayaan Publik terhadap Zakat

14/04/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Kota Ambon

Bagikan:URL telah tercopy
Kontroversi Iklan IM3 Berujung Permintaan Maaf, BAZNAS Kota Ambon Tegaskan Pentingnya Kepercayaan Publik terhadap Zakat

BAZNAS Ambon respons iklan IM3, tekankan pentingnya kepercayaan zakat

Ambon – Polemik terkait kampanye iklan layanan IM3 dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang menyinggung ajakan zakat akhirnya mendapat respons serius dari berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon. Setelah menuai kritik dari publik dan lembaga zakat, pihak IOH telah menyampaikan permohonan maaf serta menarik seluruh materi kampanye yang dianggap kontroversial.

Iklan yang sempat beredar luas itu memuat pesan bernada peringatan terhadap potensi penipuan digital, khususnya di bulan Ramadhan. Namun, penggunaan narasi seperti “Telpon Ngajak Zakat, Jangan Diangkat! Jangan-jangan Scammer” dinilai berpotensi menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pihaknya telah mencermati klarifikasi dan permohonan maaf dari IOH. Ia menegaskan bahwa perlindungan masyarakat dari penipuan digital memang penting, tetapi harus disampaikan dengan cara yang tidak merusak kepercayaan publik terhadap lembaga zakat resmi.

“Kami memahami tujuan kampanye tersebut untuk melindungi masyarakat dari penipuan. Namun, narasi yang digunakan perlu lebih bijak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman terhadap aktivitas zakat yang sah dan telah diatur secara resmi,” ujar Zulkifly.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa zakat merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Islam dan dikelola berdasarkan regulasi yang jelas, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Oleh karena itu, kepercayaan masyarakat harus dijaga bersama.

Wakil Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, H. Achmad Salim, juga menyoroti dampak komunikasi publik yang kurang tepat terhadap kinerja lembaga zakat.

“Kepercayaan adalah fondasi utama dalam pengelolaan zakat. Jika masyarakat menjadi ragu karena pesan yang ambigu, maka hal ini bisa berdampak langsung pada penyaluran zakat kepada para mustahik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara seimbang, yakni mengingatkan tentang potensi penipuan tanpa mendiskreditkan pihak-pihak yang menjalankan tugas secara legal dan profesional.

Sementara itu, staf pengumpulan dan digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menilai bahwa era digital memang menghadirkan tantangan baru dalam pengelolaan zakat, terutama terkait keamanan transaksi dan komunikasi.

“Digitalisasi zakat harus dibarengi dengan literasi digital yang kuat. Masyarakat perlu tahu mana lembaga resmi dan mana yang patut dicurigai, tanpa harus merasa takut terhadap semua bentuk ajakan zakat,” ungkap Jihan.

Di sisi lain, IOH melalui pernyataan resminya menegaskan bahwa kampanye tersebut merupakan bagian dari fitur Anti Spam dan Anti Scam yang bertujuan melindungi pelanggan dari maraknya penipuan digital. Berdasarkan data internal perusahaan, kasus penipuan meningkat signifikan selama Ramadhan, dengan mayoritas terjadi melalui pesan instan dan panggilan telepon.

Sebagai bentuk tanggung jawab, IOH telah menarik seluruh materi kampanye tersebut dari berbagai kanal dan menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan lembaga pengelola zakat dalam memberikan edukasi yang lebih tepat kepada masyarakat.

 

BAZNAS Kota Ambon pun menyambut baik langkah tersebut dan berharap ke depan kolaborasi antara sektor korporasi dan lembaga zakat dapat memperkuat kepercayaan publik, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat secara aman dan terpercaya.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.

Lihat Daftar Rekening →