Berita Terbaru
Dorong Transformasi Digital Pengumpulan ZIS, BAZNAS Kota Ambon Ikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026
Ambon, 31 Juli 2026 – BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan dan memperkuat strategi penghimpunan zakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (31/7/2026) mulai pukul 08.00 WIT atau 06.00 WIB hingga selesai.
Forum nasional yang terbuka bagi seluruh BAZNAS, LAZ, serta pegiat filantropi di Indonesia ini mengangkat tema "Membangun Ekosistem Digital Fundraising Hub Nasional untuk Meningkatkan Pengumpulan ZIS Nasional."Kegiatan menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi dalam pengembangan strategi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis digital guna menjawab tantangan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat.
Dalam forum tersebut, peserta memperoleh materi dari Fahrudin, S.Sos., M.M., CDM., Kepala Divisi Digital BAZNAS RI, yang memaparkan arah pengembangan ekosistem digital fundraising nasional. Kegiatan diawali dengan pengantar dari H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI, serta dimoderatori oleh Donny Fajar Ramadhan, S.Hum., M.A., Praktisi Senior Fundraising BAZNAS RI. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam forum ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya amil, memperkuat strategi penghimpunan dana ZIS, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kepada muzaki. Melalui forum tersebut, berbagai praktik baik dan inovasi fundraising digital dibagikan sebagai referensi bagi BAZNAS daerah dalam mengembangkan sistem penghimpunan yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan zakat modern. Menurutnya, penguatan ekosistem digital akan memperluas akses masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat.
"BAZNAS Fundraising Forum 2026 memberikan wawasan yang sangat berharga mengenai pentingnya membangun ekosistem digital fundraising yang terintegrasi. BAZNAS Kota Ambon terus berkomitmen mengikuti perkembangan teknologi agar pelayanan kepada para muzaki semakin mudah, cepat, transparan, dan akuntabel. Inovasi digital merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan pengumpulan ZIS secara berkelanjutan," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa berbagai materi dan pengalaman yang diperoleh selama forum akan menjadi referensi dalam memperkuat strategi penghimpunan zakat di Kota Ambon.
"Kami berharap hasil dari forum ini dapat diimplementasikan dalam pengembangan layanan digital BAZNAS Kota Ambon sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, memperkuat literasi zakat digital, dan meningkatkan penghimpunan dana ZIS demi kesejahteraan umat," tambahnya.
Sementara itu, Jihan Abbas, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menyampaikan bahwa forum tersebut memberikan banyak inspirasi mengenai pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana membangun hubungan yang lebih baik dengan muzaki.
"Digital fundraising bukan sekadar memanfaatkan media teknologi, tetapi juga membangun ekosistem pelayanan yang lebih cepat, aman, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Materi yang disampaikan dalam forum ini memberikan banyak ide dan strategi baru yang dapat kami terapkan untuk memperkuat pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kota Ambon," ungkap Jihan Abbas.
Ia menambahkan bahwa penguatan digitalisasi akan terus menjadi salah satu fokus BAZNAS Kota Ambon dalam mendukung modernisasi pengelolaan zakat dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Melalui partisipasi dalam BAZNAS Fundraising Forum 2026, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta menghadirkan inovasi dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah. Dengan semangat kolaborasi dan transformasi digital, BAZNAS Kota Ambon optimistis dapat meningkatkan penghimpunan ZIS secara berkelanjutan sekaligus memperluas manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan umat di Kota Ambon.
BERITA31/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Perkuat Perencanaan Berbasis Data, BAZNAS Kota Ambon Ikuti Pra-Bimtek Perencanaan Zakat Nasional Tahun 2027
Ambon, 30 Juli 2026 – BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil dengan mengikuti Pra-Bimbingan Teknis (Pra-Bimtek) Perencanaan Zakat Nasional Tahun 2027 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 11.00–14.00 WIT atau 09.00–12.00 WIB, dan diikuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Pra-Bimtek ini merupakan tahapan awal dalam proses penyusunan Dokumen Perencanaan Pengelolaan Zakat Nasional Tahun 2027. Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI memberikan arahan strategis mengenai penyusunan target pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, serta penguatan tata kelola kelembagaan agar seluruh dokumen perencanaan di tingkat daerah selaras dengan arah kebijakan nasional dan pembangunan daerah.
Dari BAZNAS Kota Ambon, kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan dan amil yang membidangi perencanaan sebagai bentuk keseriusan dalam menyusun program kerja Tahun 2027 yang lebih terukur, berbasis data, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Selain mengikuti pemaparan materi, peserta juga memperoleh penjelasan teknis mengenai penyusunan indikator kinerja, target pengelolaan zakat, serta sinkronisasi dokumen perencanaan dengan RPJMD 2025–2029 dan RKPD Tahun 2026.
Sebelum pelaksanaan Pra-Bimtek, setiap BAZNAS daerah diwajibkan memenuhi sejumlah prasyarat, di antaranya mengisi Form Perencanaan Pengelolaan Zakat Nasional Tahun 2027, menyiapkan laporan realisasi kinerja dan anggaran pengelolaan zakat Semester I Tahun 2026, serta melengkapi berbagai dokumen pendukung yang menjadi dasar penyusunan rencana strategis tahun berikutnya.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa proses perencanaan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Menurutnya, setiap program harus dirancang berdasarkan data yang valid agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam Pra-Bimtek Perencanaan Zakat Nasional Tahun 2027 merupakan bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola lembaga. Perencanaan yang baik akan menjadi dasar lahirnya program-program yang tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat yang luas bagi para mustahik maupun masyarakat Kota Ambon secara umum," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa penyusunan dokumen perencanaan tidak hanya berorientasi pada target pengumpulan zakat, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi program pemberdayaan yang berdampak dan selaras dengan visi pembangunan nasional.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dirancang pada Tahun 2027 memiliki arah yang jelas, indikator yang terukur, serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan umat. Oleh karena itu, seluruh hasil dari Pra-Bimtek ini akan menjadi pedoman penting dalam penyusunan dokumen perencanaan BAZNAS Kota Ambon," tambahnya.
Sementara itu, Jihan Abbas, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dan pengelolaan data menjadi aspek yang sangat penting dalam proses penyusunan perencanaan.
"Data pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang terdokumentasi secara digital menjadi landasan dalam menyusun target yang realistis dan strategi yang tepat. Melalui Pra-Bimtek ini kami memperoleh pemahaman yang semakin kuat mengenai pentingnya integrasi data digital dalam mendukung perencanaan yang akurat dan berkualitas," ungkap Jihan Abbas.
Di sisi lain, Intan, Staf Bidang Pelaporan dan Perencanaan BAZNAS Kota Ambon, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman teknis yang komprehensif mengenai penyusunan dokumen perencanaan sesuai standar yang ditetapkan BAZNAS RI.
"Pra-Bimtek ini memberikan arahan yang sangat jelas mulai dari penyusunan target, analisis capaian kinerja, penyelarasan dengan RPJMD dan RKPD, hingga penyusunan indikator keberhasilan program. Bekal ini akan kami implementasikan dalam penyusunan Dokumen Perencanaan BAZNAS Kota Ambon Tahun 2027 agar semakin sistematis, akuntabel, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," tutur Intan.
Melalui partisipasi aktif dalam Pra-Bimtek Perencanaan Zakat Nasional Tahun 2027, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan kelembagaan melalui pendekatan berbasis data, kolaboratif, dan selaras dengan kebijakan BAZNAS RI. Dengan perencanaan yang matang, BAZNAS Kota Ambon optimistis dapat menghadirkan program-program zakat yang semakin inovatif, efektif, dan berkelanjutan dalam mewujudkan kesejahteraan umat serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
BERITA31/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Semangat Gotong Royong Warnai Kerja Bakti BAZNAS Kota Ambon, Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Profesional
Ambon, 30 Juli 2026 – Suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat di lingkungan Kantor BAZNAS Kota Ambon pada Kamis (30/7/2026). Seluruh pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon melaksanakan kegiatan kerja bakti sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, nyaman, dan representatif dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pembagian tugas di berbagai titik lingkungan kantor. Pimpinan dan staf bersama-sama membersihkan halaman kantor, merapikan taman, mencabut rumput, membersihkan saluran air, menyapu area sekitar kantor, hingga menata kembali fasilitas kerja agar lebih rapi dan tertata. Suasana kekeluargaan tampak begitu erat ketika seluruh unsur lembaga bekerja, menunjukkan bahwa budaya kerja sama merupakan salah satu nilai yang terus dijaga di lingkungan BAZNAS Kota Ambon.
Kerja bakti tersebut tidak hanya menjadi agenda kebersihan semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap kantor sebagai tempat menjalankan amanah pelayanan umat. Melalui kegiatan sederhana ini, BAZNAS Kota Ambon ingin menanamkan budaya kerja yang disiplin, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menciptakan suasana kerja yang produktif dan harmonis.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, memberikan apresiasi atas kekompakan dan semangat seluruh pimpinan serta staf yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kekompakan yang ditunjukkan menjadi modal penting dalam membangun lembaga yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat.
"Saya sangat mengapresiasi semangat kebersamaan seluruh pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon yang dengan penuh keikhlasan mengikuti kerja bakti ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya membersihkan lingkungan kantor, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap tempat kita mengabdi. Sebagaimana ajaran Islam menyebutkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, maka menjaga kebersihan lingkungan kerja merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa kegiatan kerja bakti akan dijadikan sebagai agenda rutin BAZNAS Kota Ambon sehingga budaya hidup bersih dan sehat dapat terus terpelihara.
"Insya Allah kegiatan kerja bakti ini akan kita laksanakan secara rutin. Dengan lingkungan kantor yang bersih, rapi, dan nyaman, pelayanan kepada para muzaki, mustahik, serta seluruh masyarakat akan semakin optimal. Semangat gotong royong ini juga menjadi cerminan budaya kerja yang ingin terus kita bangun di BAZNAS Kota Ambon," tambahnya.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kerja bakti merupakan wujud nyata kebersamaan seluruh keluarga besar BAZNAS Kota Ambon dalam menjaga lingkungan kerja yang sehat sekaligus memperkuat budaya organisasi.
"Kerja bakti hari ini menunjukkan bahwa seluruh pimpinan dan staf memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan kerja. Tidak ada sekat antara pimpinan dan staf karena semuanya turun langsung bekerja bersama. Kekompakan seperti ini menjadi energi positif yang akan terus mendukung peningkatan kinerja lembaga serta pelayanan kepada masyarakat," ungkap Jihan Abbas.
Ia juga berharap budaya gotong royong tersebut dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari karakter organisasi yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan pelayanan.
Melalui kegiatan kerja bakti ini, BAZNAS Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya untuk membangun lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman sebagai pondasi dalam memberikan pelayanan zakat, infak, dan sedekah yang semakin profesional, amanah, transparan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Ambon. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh pimpinan dan staf diharapkan menjadi budaya positif yang terus tumbuh dan menginspirasi dalam setiap aktivitas kelembagaan BAZNAS Kota Ambon.
BERITA31/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon dan PNM Cabang Ambon Jajaki Kolaborasi Pemberdayaan Mustahik, Perkuat Ekonomi Umat melalui Program Produktif
Ambon, Selasa, 28 Juli 2026 – BAZNAS Kota Ambon terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi. Sebagai wujud komitmen tersebut, BAZNAS Kota Ambon melaksanakan audiensi dengan jajaran pimpinan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Ambon, Selasa (28/7/2026), guna membahas peluang kerja sama dalam mendukung pengembangan usaha produktif bagi para mustahik binaan BAZNAS Kota Ambon.
Audiensi tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Ambon, Hendra Abubakar, didampingi Staf Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Ahmad Wijaya. Kehadiran keduanya mewakili jajaran pimpinan BAZNAS Kota Ambon untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merupakan anak perusahaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan memiliki fokus pada layanan pembiayaan, pendampingan, serta pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro, mikro, dan kecil di Indonesia.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaboratif. Kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan dalam mendukung peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat, khususnya para mustahik yang telah menjadi binaan BAZNAS Kota Ambon.
Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon menyampaikan sebuah proposal program pemberdayaan yang dirancang khusus bagi para mustahik binaan. Proposal tersebut memuat konsep pengembangan usaha produktif yang tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga mengedepankan pembinaan, pendampingan, peningkatan kapasitas usaha, hingga penguatan kemandirian ekonomi mustahik agar mampu berkembang menjadi pelaku usaha yang berdaya saing.
Proposal tersebut diterima dengan baik oleh jajaran pimpinan PT PNM Cabang Ambon. Pihak PNM menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Kota Ambon dalam menghadirkan program pemberdayaan yang terarah dan berkelanjutan. Mereka juga menyatakan akan mempelajari secara mendalam isi proposal tersebut sebagai dasar untuk menyusun bentuk kolaborasi yang dapat direalisasikan pada tahap berikutnya.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus utama BAZNAS dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat agar memberikan dampak jangka panjang bagi para penerima manfaat.
"Kami ingin zakat tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih mandiri. Karena itu, BAZNAS Kota Ambon terus membangun sinergi dengan berbagai lembaga, termasuk PT PNM Cabang Ambon, agar program-program pemberdayaan yang kami jalankan memiliki pendampingan yang kuat, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik binaan secara nyata," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah strategis dalam memperluas manfaat zakat serta memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Kami berharap proposal yang telah kami sampaikan dapat menjadi awal dari kerja sama yang produktif. Dengan dukungan PT PNM, kami optimistis para mustahik binaan BAZNAS Kota Ambon akan memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya mampu bertransformasi menjadi pribadi yang mandiri bahkan menjadi muzaki di masa depan," tambahnya.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menilai bahwa sinergi antara BAZNAS dan PT PNM memiliki potensi besar dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
"Respons positif dari PT PNM Cabang Ambon menjadi motivasi bagi kami untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai mitra. Program pemberdayaan yang dirancang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada proses pendampingan dan penguatan kapasitas usaha mustahik. Kami berharap kerja sama ini dapat segera diwujudkan sehingga semakin banyak mustahik binaan BAZNAS Kota Ambon yang memperoleh manfaat dan mampu meningkatkan taraf perekonomiannya," ungkap Jihan Abbas.
Audiensi tersebut diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi dalam menindaklanjuti proposal yang telah disampaikan. BAZNAS Kota Ambon optimistis bahwa sinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Ambon akan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan program-program pemberdayaan ekonomi yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan bagi para mustahik di Kota Ambon.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kota Ambon berharap pengelolaan zakat tidak hanya berfokus pada aspek penyaluran bantuan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya pelaku-pelaku usaha baru yang tangguh, mandiri, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kota Ambon.
BERITA28/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Perkuat Sinergi dengan Pemkot, Sekkot Apresiasi Kinerja dan Siap Dorong Optimalisasi ZIS
Ambon, Selasa, 28 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Ambon dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon, jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Ambon melaksanakan audiensi dengan Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, di Balai Kota Ambon, Selasa (28/7/2026). Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi sekaligus membahas penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat di Kota Ambon.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, didampingi seluruh unsur pimpinan, yaitu para Wakil Ketua BAZNAS Kota Ambon beserta staf. Pertemuan juga dihadiri oleh Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Kota Ambon, Aulia Waliulu berserta Kasubag Bina Mental Spiritual, Usman Bugis.
Dalam audiensi tersebut, Pimpinan BAZNAS Kota Ambon terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Robby Sapulette atas dilantiknya sebagai Sekretaris Kota Ambon definitif. Selain sebagai bentuk silaturahmi, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk melaporkan perkembangan berbagai program dan capaian BAZNAS Kota Ambon, baik pada aspek pengumpulan, pendistribusian, maupun pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang telah berjalan selama ini.
Ketua BAZNAS Kota Ambon memaparkan bahwa hingga saat ini BAZNAS terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi mustahik. Berbagai inovasi juga terus dilakukan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel.
Menanggapi laporan tersebut, Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, memberikan apresiasi yang tinggi atas berbagai pencapaian yang berhasil diraih BAZNAS Kota Ambon. Menurutnya, peningkatan penghimpunan zakat serta penyaluran bantuan kepada masyarakat merupakan bukti nyata bahwa BAZNAS telah menjalankan amanah dengan baik dan memberikan kontribusi positif dalam mendukung program Pemerintah Kota Ambon dan berharap agar BAZNAS Kota Ambon terus meningkatkan kinerja, memperluas jangkauan pelayanan, serta menghadirkan program-program yang semakin berdampak bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Robby Sapulette juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Pemerintah Kota Ambon. Didampingi Plt. Kabag Kesra, ia menegaskan akan terus mengimbau seluruh pegawai Muslim di lingkungan Pemerintah Kota Ambon, termasuk para guru dan kepala desa, agar aktif menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Ambon sebagai lembaga resmi pengelola zakat.
Dalam keterangannya Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan dukungan penuh yang diberikan oleh Pemerintah Kota Ambon terhadap berbagai program BAZNAS.
"Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Robby Sapulette atas amanah sebagai Sekretaris Kota Ambon definitif. Audiensi ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan perkembangan program dan capaian BAZNAS Kota Ambon. Alhamdulillah, kami mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari Pemerintah Kota Ambon. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, baik dalam pengumpulan maupun pendistribusian zakat agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa dukungan Pemerintah Kota Ambon dalam mendorong ASN Muslim, para guru, dan kepala desa untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi zakat di Kota Ambon.
"Komitmen Bapak Sekretaris Kota Ambon untuk terus mengimbau pegawai Muslim, guru, dan kepala desa agar menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Ambon merupakan bentuk sinergi yang sangat kami apresiasi. Insya Allah, dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan BAZNAS, pengelolaan zakat akan semakin optimal sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pembangunan sosial di Kota Ambon," tambahnya.
Audiensi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Pertemuan tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama antara Pemerintah Kota Ambon dan BAZNAS Kota Ambon untuk terus memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan dukungan pemerintah daerah, BAZNAS Kota Ambon optimistis dapat terus meningkatkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta memperluas jangkauan program-program kemaslahatan bagi masyarakat, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan umat dan penguatan kesejahteraan masyarakat Kota Ambon.
BERITA28/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Perkuat Sinergi Antar Daerah, BAZNAS Kota Ambon Terima Kunjungan BAZNAS Kota Tual Bahas Berbagai Program
Ambon, 24 Juli 2026 — BAZNAS Kota Ambon menerima kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi dari jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Tual pada Jumat (24/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Ketua BAZNAS Kota Ambon ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan serta memperkuat sinergi antar BAZNAS di Provinsi Maluku dalam menghadapi berbagai agenda strategis nasional, termasuk persiapan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tahun 2027.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Tual, Moksen Hatim, bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Tual, Hesty Andriyani Fadirubun, S.E. Kehadiran rombongan disambut oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, yang didampingi oleh Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan produktif. Berbagai isu strategis dibahas sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Provinsi Maluku. Salah satu agenda utama yang menjadi fokus pembahasan adalah kesiapan menghadapi Rakornas BAZNAS Tahun 2027, yang diharapkan menjadi forum untuk menyatukan arah kebijakan, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kolaborasi antarlembaga BAZNAS di seluruh Indonesia.
Selain membahas persiapan Rakornas, kedua pimpinan BAZNAS daerah juga berdiskusi mengenai berbagai program unggulan yang dinilai telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, muncul harapan agar sejumlah program yang telah berjalan dengan baik pada periode kepemimpinan sebelumnya tetap dipertahankan dan dikembangkan, di antaranya BAZNAS Award sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pengelolaan zakat serta program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang telah membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak.
Kedua belah pihak juga sepakat bahwa penguatan komunikasi dan koordinasi antarpimpinan BAZNAS di wilayah Provinsi Maluku perlu terus ditingkatkan. Sinergi yang baik diyakini akan memperkuat efektivitas penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan zakat, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi program yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan oleh BAZNAS Kota Tual. Menurutnya, silaturahmi antarlembaga merupakan modal penting dalam membangun kekompakan dan memperkuat peran BAZNAS di daerah.
"Kami menyambut baik kunjungan Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS Kota Tual sebagai bentuk silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antarpimpinan BAZNAS di Provinsi Maluku. Pertemuan seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi, bertukar pengalaman, dan membangun strategi bersama dalam meningkatkan pelayanan kepada umat," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa berbagai program unggulan yang telah memberikan manfaat nyata kepada masyarakat diharapkan tetap menjadi perhatian dalam kebijakan BAZNAS ke depan.
"Kami berharap program-program yang terbukti memberikan dampak positif, seperti BAZNAS Award dan Rumah Layak Huni BAZNAS, dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan. Program-program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan," tambahnya.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menilai pertemuan tersebut menjadi ruang yang sangat baik untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi pengalaman antar BAZNAS daerah.
"Pertemuan ini menjadi momentum yang sangat positif untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarpimpinan BAZNAS di Maluku. Melalui diskusi yang terbuka, kami dapat saling berbagi pengalaman, strategi, serta inovasi dalam pengelolaan zakat sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ungkap Jihan Abbas.
Menurutnya, koordinasi yang berkelanjutan akan menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat di masa mendatang.
"Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus terjalin, tidak hanya dalam persiapan Rakornas Tahun 2027, tetapi juga dalam pelaksanaan berbagai program bersama yang mampu memperkuat penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat di seluruh wilayah Provinsi Maluku," tutupnya.
Melalui pertemuan ini, BAZNAS Kota Ambon dan BAZNAS Kota Tual menegaskan komitmen untuk terus mempererat koordinasi, meningkatkan kolaborasi, serta saling mendukung dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Diharapkan sinergi yang terbangun dapat memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang terpercaya dan semakin dirasakan manfaatnya oleh umat.
BERITA27/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Optimistis Raih Target Pengumpulan, Ikuti Penginputan RKAT Tahun 2027
Ambon, 24 Juli 2026 — Pimpinan BAZNAS Kota Ambon mengikuti Kegiatan Pengisian dan Penginputan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2027 yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan dalam proses penyusunan RKAT BAZNAS Tahun 2027 sebagai upaya menyelaraskan perencanaan program, anggaran, serta target kinerja seluruh BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.
Kegiatan penginputan RKAT dilaksanakan secara online dan diikuti oleh seluruh pimpinan BAZNAS daerah melalui sistem yang telah disiapkan oleh BAZNAS RI. Pelaksanaan kegiatan diikuti oleh BAZNAS Kota Ambon dalam Waktu Indonesia Timur (WIT) sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Melalui proses ini, setiap BAZNAS daerah melakukan pengisian data target penghimpunan, rencana program pendistribusian dan pendayagunaan, serta kebutuhan anggaran operasional sebagai dasar penyusunan RKAT Tahun 2027.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon menetapkan target penghimpunan dana zakat on balance sebesar Rp1,5 miliar pada tahun 2027. Target tersebut disusun berdasarkan hasil evaluasi kinerja tahun sebelumnya, potensi zakat di Kota Ambon, serta berbagai strategi yang akan diimplementasikan guna meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Selain menetapkan target on balance, BAZNAS Kota Ambon juga optimistis mampu meningkatkan capaian off balancemelalui penguatan sinergi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), instansi pemerintah, masjid, lembaga pendidikan, dunia usaha, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya. Optimalisasi digitalisasi layanan zakat, edukasi kepada masyarakat, dan perluasan jejaring kerja sama akan menjadi fokus utama dalam mendukung pencapaian target tersebut.
Tidak hanya berorientasi pada peningkatan penghimpunan, penyusunan RKAT Tahun 2027 juga diarahkan untuk memperkuat efektivitas pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Seluruh potensi yang dimiliki BAZNAS Kota Ambon akan dimaksimalkan agar dana zakat yang dihimpun dapat disalurkan secara tepat sasaran melalui berbagai program di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dakwah, dan advokasi.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa penyusunan dan penginputan RKAT merupakan langkah strategis dalam memastikan seluruh program kerja tahun 2027 memiliki arah yang jelas dan terukur.
"Target penghimpunan on balance sebesar Rp1,5 miliar merupakan komitmen yang ingin kami capai melalui kerja sama seluruh pihak. Kami optimistis target on balance maupun off balance dapat direalisasikan dengan memaksimalkan seluruh potensi zakat yang ada di Kota Ambon, memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada para muzaki," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa peningkatan penghimpunan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendistribusian agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Seluruh potensi yang kami miliki akan dioptimalkan, baik dari sisi penghimpunan maupun pendistribusian. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan program-program yang benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan mustahik dan memperkuat pemberdayaan ekonomi umat di Kota Ambon," tambahnya.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan penginputan RKAT menjadi momentum penting untuk menyusun strategi penghimpunan yang lebih terukur dan berbasis data.
"Melalui kegiatan pengisian dan penginputan RKAT Tahun 2027 ini, kami dapat menyusun perencanaan yang lebih sistematis dan terintegrasi. Target yang ditetapkan bukan hanya menjadi angka, tetapi menjadi motivasi untuk menghadirkan inovasi dalam penghimpunan zakat melalui penguatan digitalisasi, publikasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak," ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menegaskan bahwa transformasi digital akan terus menjadi salah satu instrumen utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.
"Kami akan terus mengembangkan layanan digital dan memperkuat komunikasi publik agar masyarakat semakin mudah menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Ambon. Dengan transparansi dan akuntabilitas yang terus ditingkatkan, kami optimistis target penghimpunan tahun 2027 dapat tercapai sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat," tutupnya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan Pengisian dan Penginputan RKAT Tahun 2027, BAZNAS Kota Ambon semakin menegaskan komitmennya untuk membangun perencanaan yang matang, memperkuat strategi penghimpunan zakat, serta mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS. Dengan semangat profesionalisme, inovasi, dan kolaborasi, BAZNAS Kota Ambon optimistis mampu mencapai target penghimpunan on balance sebesar Rp1,5 miliarsekaligus meningkatkan capaian off balance pada tahun 2027 demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kota Ambon.
BERITA27/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Perdalam Tata Kelola Wakaf melalui NGOPI ZAWA 2026 Bahas Implementasi Isbat Wakaf di Peradilan Agama
Ambon, 24 Juli 2026 — Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan zakat dan wakaf, BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan NGOPI ZAWA (Ngobrol Pintar Zakat dan Wakaf) 2026 segmen Ziswaf Pro yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–11.00 WIB atau 10.00–12.00 WIT ini mengangkat tema "Implementasi Isbat Wakaf di Lingkungan Peradilan Agama". Forum tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para pengelola zakat dan wakaf untuk memahami pentingnya isbat wakaf sebagai instrumen yang memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf sehingga pengelolaannya dapat berlangsung secara tertib, aman, dan berkelanjutan.
Acara menghadirkan Daud Al Wadud, S.E., M.M., Kasubdit Syariah Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, serta Achmad Soleh, S.Pd.I., M.M., Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Agama RI, sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Hanif, Penata Kelola Zakat dan Wakaf, yang mengarahkan jalannya pemaparan materi sekaligus sesi tanya jawab secara interaktif.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa isbat wakaf merupakan salah satu mekanisme hukum yang sangat penting untuk memberikan pengakuan dan kepastian terhadap status harta wakaf, khususnya pada aset yang belum memiliki legalitas yang memadai. Kepastian hukum tersebut akan memperkuat perlindungan terhadap aset wakaf, meminimalkan potensi sengketa, serta mendukung optimalisasi pemanfaatannya bagi kepentingan ibadah dan kesejahteraan masyarakat.
Forum ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pengelola zakat dan wakaf, nazir, serta lembaga peradilan agama dalam mewujudkan tata kelola wakaf yang profesional, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Melalui sesi diskusi, para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait implementasi isbat wakaf di berbagai daerah serta tantangan yang dihadapi dalam proses administrasi dan legalisasi aset wakaf.
Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk terus memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam mendukung penguatan ekosistem zakat dan wakaf di Indonesia. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kota Ambon.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan dalam NGOPI ZAWA memberikan pemahaman yang sangat bermanfaat mengenai aspek hukum pengelolaan wakaf.
"Kegiatan NGOPI ZAWA 2026 memberikan wawasan yang sangat penting mengenai implementasi isbat wakaf sebagai upaya memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf. Pengetahuan ini menjadi bekal yang berharga bagi kami untuk semakin memahami tata kelola wakaf yang profesional, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku," ujar Jihan Abbas.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas melalui forum edukatif seperti NGOPI ZAWA menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan BAZNAS kepada masyarakat.
"Kami berharap ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi referensi dalam membangun sinergi dengan berbagai pihak, sekaligus mendukung pengembangan pengelolaan zakat dan wakaf yang lebih tertib, transparan, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat. BAZNAS Kota Ambon akan terus mengikuti berbagai forum peningkatan kapasitas sebagai bentuk komitmen terhadap transformasi kelembagaan yang profesional," tambahnya.
Melalui partisipasi dalam NGOPI ZAWA 2026, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang zakat dan wakaf. Dengan pemahaman yang semakin baik mengenai aspek hukum dan tata kelola wakaf, diharapkan pengelolaan aset wakaf di Indonesia dapat semakin optimal, memberikan kepastian hukum, serta menjadi instrumen pemberdayaan umat yang berkelanjutan.
BERITA27/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Perkuat Inovasi Penghimpunan Zakat, BAZNAS Kota Ambon Ikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026 Bahas Peran Strategis Perempuan
Ambon, 24 Juli 2026 — BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan di bidang penghimpunan zakat dengan mengikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (24/7/2026).
Mengusung tema "Peran Strategis Perempuan dalam Inovasi Fundraising Zakat", forum ini menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan strategi dalam mengembangkan metode penghimpunan zakat yang inovatif, adaptif, serta berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai atau 07.00 WIT hingga selesai, dan diikuti oleh insan BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta pegiat filantropi dari berbagai daerah di Indonesia.
Forum menghadirkan Dr. Nina Mariani Noor, S.S., M.A., Akademisi Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, sebagai narasumber utama. Kegiatan turut dihadiri oleh H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI, sementara jalannya diskusi dipandu oleh Halimatussa'diah, S.Akun., Praktisi Senior Digital Fundraising BAZNAS RI.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membangun budaya berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Peran tersebut tidak hanya sebagai muzaki maupun relawan, tetapi juga sebagai penggerak inovasi dalam merancang strategi fundraising yang lebih kreatif, inklusif, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat melalui pendekatan digital maupun pemberdayaan komunitas.
Selain penyampaian materi, forum juga menghadirkan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertukar gagasan mengenai tantangan serta peluang pengembangan fundraising zakat di era digital. Berbagai pengalaman dari daerah menjadi referensi penting dalam memperkuat strategi penghimpunan zakat yang berdampak luas bagi peningkatan kesejahteraan umat.
BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam mengembangkan inovasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang selaras dengan perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan masyarakat.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa forum ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya kolaborasi dan pemberdayaan perempuan dalam memperkuat gerakan filantropi Islam.
"BAZNAS Fundraising Forum 2026 memberikan banyak wawasan mengenai bagaimana perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi fundraising zakat. Materi yang disampaikan menjadi inspirasi bagi kami untuk terus mengembangkan pendekatan penghimpunan yang lebih kreatif, inklusif, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital," ujar Jihan Abbas.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas melalui forum nasional menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pengelolaan zakat di daerah.
"Kami berkomitmen mengimplementasikan berbagai pengetahuan yang diperoleh dalam forum ini untuk memperkuat strategi penghimpunan zakat di Kota Ambon. Sinergi, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan kunci agar pengelolaan zakat semakin profesional, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi mustahik maupun para muzaki," tambahnya.
Melalui partisipasi dalam BAZNAS Fundraising Forum 2026, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat terus memperkuat kualitas penghimpunan zakat melalui berbagai inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Forum ini juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring kolaborasi antar pengelola zakat di seluruh Indonesia dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang modern, profesional, dan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan umat.
BERITA27/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Perkuat Kualitas Publikasi Digital Melalui Evaluasi JZC September dan Monitoring Pengelolaan Website Daerah
Ambon, 23 Juli 2026 — BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola informasi dan publikasi digital dengan mengikuti kegiatan Evaluasi Jaringan Zakat Community (JZC) September, Monitoring, dan Pengisian Naskah Website BAZNAS Daerah yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui platform Google Meet pada Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–10.30 WIB (10.00–11.30 WIT) ini menjadi forum penting bagi seluruh pengelola website dan tim publikasi BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas pengelolaan website daerah, memperkuat koordinasi jaringan komunikasi, sekaligus meningkatkan standar penulisan naskah berita yang informatif, akurat, dan sesuai dengan pedoman publikasi BAZNAS RI.
Dalam sesi evaluasi tersebut, peserta memperoleh berbagai masukan mengenai konsistensi penyajian informasi, kelengkapan konten, optimalisasi publikasi program-program zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta strategi meningkatkan jangkauan informasi kepada masyarakat melalui media digital. Selain itu, kegiatan monitoring juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pengelola website daerah sekaligus mencari solusi bersama agar penyampaian informasi kepada publik semakin efektif dan profesional.
BAZNAS Kota Ambon secara aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital kelembagaan. Melalui peningkatan kualitas website, BAZNAS Kota Ambon berupaya menghadirkan informasi yang cepat, transparan, terpercaya, serta mampu mendokumentasikan seluruh program penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat kepada masyarakat.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi ini memiliki peran penting dalam menjaga kualitas publikasi digital agar tetap mengikuti standar nasional yang telah ditetapkan BAZNAS RI.
"Kegiatan evaluasi ini menjadi sarana yang sangat bermanfaat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan website BAZNAS Kota Ambon. Melalui monitoring dan pendampingan dari BAZNAS RI, kami memperoleh berbagai masukan yang dapat diterapkan dalam penyusunan berita, pengelolaan konten, serta penyajian informasi yang lebih informatif, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat," ujar Jihan Abbas.
Ia menambahkan bahwa website merupakan salah satu media strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan akuntabel.
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan publikasi yang berkualitas sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat. Website bukan hanya menjadi media informasi, tetapi juga wajah lembaga dalam menunjukkan berbagai program dan capaian BAZNAS Kota Ambon sehingga kepercayaan muzaki maupun masyarakat dapat terus meningkat," tambahnya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan Evaluasi JZC September, Monitoring, dan Pengisian Naskah Website BAZNAS Daerah ini, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang digitalisasi dan kehumasan, sehingga seluruh informasi mengenai program-program zakat dapat tersampaikan secara luas, cepat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan upaya BAZNAS Kota Ambon dalam mewujudkan tata kelola informasi yang modern, transparan, dan akuntabel sebagai bagian dari penguatan transformasi digital BAZNAS di tingkat daerah.
BERITA27/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ucapkan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Robert Sapulette sebagai Sekretaris Kota Ambon
Ambon, 21 Juli 2026 – Segenap Pimpinan dan Staf Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Roberd Sapulette, ST., MT. sebagai Sekretaris Kota Ambon. Ucapan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap amanah baru yang diemban dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat Kota Ambon.
Pelantikan Sekretaris Kota Ambon diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sebagai pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kota Ambon, Sekretaris Kota memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan penyelenggaraan administrasi pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan publik.
BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat memiliki arti penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan harapannya agar amanah yang diemban oleh Robert Sapulette dapat dijalankan dengan penuh integritas dan dedikasi untuk kemajuan Kota Ambon.
"Atas nama pribadi, pimpinan, dan seluruh keluarga besar BAZNAS Kota Ambon, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Roberd Sapulette, ST., MT. atas pelantikannya sebagai Sekretaris Kota Ambon. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian untuk mewujudkan pemerintahan yang semakin baik serta pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kota Ambon," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Ambon siap terus membangun komunikasi dan kolaborasi bersama Pemerintah Kota Ambon dalam mendukung berbagai program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan umat.
"Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kota Ambon dan BAZNAS Kota Ambon akan semakin erat. Kolaborasi yang baik akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta pemberdayaan ekonomi umat di Kota Ambon,"tambahnya.
Ucapan selamat tersebut juga menjadi wujud komitmen BAZNAS Kota Ambon untuk terus mendukung setiap langkah pemerintah daerah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, BAZNAS Kota Ambon berharap kepemimpinan administrasi di bawah Sekretaris Kota yang baru dapat semakin memperkuat pelaksanaan program-program pembangunan serta membuka ruang kerja sama yang lebih luas demi kemajuan Kota Ambon dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA21/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Sesi 11, Dalami Program Magang ke Jepang Bersama BAZNAS RI dan Kemenaker
Ambon, 21 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dengan mengikuti BAZNAS Knowledge Sharing Sesi 11 Tahun 2026yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 21 Juli 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema "Program Fasilitasi Magang ke Jepang Kerja Sama BAZNAS RI dan Kementerian Ketenagakerjaan" ini berlangsung mulai pukul 09.30–11.00 WIT, menyesuaikan perbedaan waktu dari jadwal nasional 07.30–09.00 WIB. Sesi ini menghadirkan Marwan Hadid, Staf Senior Divisi Pendidikan dan Vokasional BAZNAS RI, sebagai narasumber, dengan dipandu oleh Randi Swandaru, Ph.D. selaku host.
Kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan mengenai salah satu program strategis BAZNAS RI yang berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam membuka peluang peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia melalui program fasilitasi magang ke Jepang. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan kerja, tetapi juga diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang profesional, berdaya saing global, serta memiliki karakter dan etos kerja yang unggul.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa kerja sama antara BAZNAS RI dan Kementerian Ketenagakerjaan merupakan bentuk pemanfaatan dana zakat yang produktif melalui pengembangan kualitas sumber daya manusia. Peserta memperoleh pemahaman mengenai mekanisme program, proses seleksi, pembinaan calon peserta magang, hingga manfaat jangka panjang yang dapat dirasakan setelah kembali ke Indonesia.
Sebagai bagian dari jaringan BAZNAS di daerah, BAZNAS Kota Ambon memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan terkait program-program pemberdayaan yang dapat menjadi inspirasi dalam merancang inovasi pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, pelatihan vokasional, dan pemberdayaan ekonomi.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Knowledge Sharing merupakan sarana penting untuk memperkaya pengetahuan serta memperkuat kapasitas amil dalam menghadirkan program-program yang berdampak bagi masyarakat.
"Materi yang disampaikan pada Knowledge Sharing kali ini memberikan perspektif baru mengenai bagaimana zakat dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program fasilitasi magang ke Jepang menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong lahirnya generasi yang kompeten, mandiri, dan memiliki daya saing internasional. BAZNAS Kota Ambon akan terus mengikuti berbagai forum pembelajaran seperti ini sebagai bekal untuk menghadirkan inovasi pelayanan dan pemberdayaan yang lebih baik bagi masyarakat," ujar Jihan Abbas.
Menurutnya, kegiatan Knowledge Sharing yang rutin diselenggarakan setiap hari Selasa oleh Pusdiklat BAZNAS RI telah menjadi media pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi seluruh amil zakat di Indonesia. Melalui forum tersebut, berbagai praktik baik (best practice), inovasi program, hingga strategi pengelolaan zakat dapat dipelajari dan diadaptasi sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing.
BAZNAS Kota Ambon menilai bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor utama dalam mewujudkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, keikutsertaan dalam berbagai kegiatan pelatihan dan Knowledge Sharing akan terus menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi seluruh amil.
Melalui partisipasi aktif dalam BAZNAS Knowledge Sharing Sesi 11 Tahun 2026, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik, sekaligus memperluas wawasan mengenai berbagai program pemberdayaan yang dapat diimplementasikan di daerah. Semangat berbagi ilmu dan pengalaman yang diusung BAZNAS RI diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antar-BAZNAS se-Indonesia dalam menghadirkan manfaat zakat yang semakin luas dan berkelanjutan bagi umat.
BERITA21/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Salurkan 25 Paket Sembako untuk Mustahik di Waiheru, Dorong Pembentukan UPZ Perkuat Pengelolaan Zakat
Ambon, 16 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat melalui kegiatan penyaluran bantuan sembako kepada para mustahik. Sebanyak 25 paket sembako disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat di Masjid Baiturrahman, Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, pada Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon Muhammad Zulkifly Fakaubun, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan H. Achmad Salim, Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hendra Abubakar, S.Sos, jajaran staf BAZNAS Kota Ambon, serta tokoh masyarakat dan pengurus Masjid Baiturrahman Waiheru.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kota Ambon dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok mustahik sekaligus mempererat hubungan antara BAZNAS dengan masyarakat di tingkat desa.
Suasana kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Para penerima manfaat menyambut dengan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Selain menyerahkan paket sembako, jajaran pimpinan BAZNAS Kota Ambon juga berdialog dengan tokoh masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dan membahas potensi pengembangan pengelolaan zakat di Desa Waiheru.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa penyaluran bantuan sembako merupakan amanah dari para muzaki yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Alhamdulillah, hari ini kami dapat bersilaturahmi sekaligus menyalurkan 25 paket sembako kepada para mustahik di Desa Waiheru. Bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Kota Ambon. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan keluarga penerima dan menjadi penyemangat untuk terus saling peduli dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa Desa Waiheru memiliki potensi ekonomi yang cukup besar untuk mendukung optimalisasi penghimpunan zakat. Keberadaan pasar tradisional dan berbagai aktivitas perdagangan dinilai menjadi peluang strategis untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai perpanjangan tangan BAZNAS di tingkat desa.
"Kami melihat Desa Waiheru memiliki potensi ekonomi yang sangat baik. Adanya pasar serta aktivitas perdagangan yang berkembang menjadi peluang besar untuk meningkatkan penghimpunan zakat. Karena itu, kami berharap ke depan dapat dibentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Desa Waiheru agar pengelolaan zakat semakin dekat dengan masyarakat, penghimpunannya lebih optimal, dan manfaatnya dapat kembali dirasakan oleh masyarakat Waiheru sendiri," tambahnya.
Menurutnya, pembentukan UPZ tidak hanya akan mempermudah penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dengan adanya UPZ, pelayanan zakat dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan menjangkau lebih banyak mustahik.
BAZNAS Kota Ambon terus mendorong terbentuknya UPZ di berbagai masjid, instansi, lembaga, maupun desa sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan penghimpunan zakat. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat diharapkan mampu memperkuat tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan umat.
Tokoh masyarakat Desa Waiheru yang hadir dalam kegiatan tersebut turut mengapresiasi perhatian BAZNAS Kota Ambon terhadap masyarakat. Mereka menyambut baik gagasan pembentukan UPZ di Desa Waiheru sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat sekaligus memperluas manfaatnya bagi warga yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan para muzaki dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, BAZNAS Kota Ambon optimistis dapat memperluas jangkauan pelayanan zakat sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat Kota Ambon.
BERITA21/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026, Perkuat Layanan Prima dan Strategi Fundraising Berkelanjutan
Ambon, 17 Juli 2026 – Pimpinan dan Staf Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon mengikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh BAZNAS RI melalui Zoom Meeting pada Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema "Service Excellent dan VVIP Handling" ini berlangsung mulai pukul 06.00 WIB atau 07.00 WIT hingga selesai dan terbuka bagi seluruh BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta para pegiat filantropi di Indonesia.
Forum menghadirkan Decyantini Lompatan, S.P., Direktur Operasional TAHA Institute, sebagai narasumber, dengan dipandu oleh Abdul Halim Hadi, S.Hum., Staf BAZNAS RI. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman serta memperdalam pemahaman mengenai strategi pelayanan dan pengelolaan hubungan dengan muzaki.
BAZNAS Fundraising Forum merupakan agenda rutin BAZNAS RI sebagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya amil dalam mengembangkan strategi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang lebih efektif, profesional, dan berkelanjutan. Melalui tema yang diangkat tahun ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya membangun budaya service excellent serta kemampuan VVIP handling sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada para muzaki dan mitra strategis.
Pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Materi yang disampaikan dinilai sangat relevan dengan tantangan pengelolaan zakat di era modern, di mana pelayanan yang cepat, ramah, responsif, dan terpercaya menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI atas terselenggaranya forum yang memberikan penguatan kapasitas bagi seluruh insan pengelola zakat di Indonesia.
"Kami mengapresiasi BAZNAS RI yang secara konsisten menghadirkan BAZNAS Fundraising Forum sebagai ruang belajar bersama bagi seluruh BAZNAS di Indonesia. Tema Service Excellent dan VVIP Handling sangat relevan dengan kebutuhan saat ini, karena keberhasilan penghimpunan zakat tidak hanya ditentukan oleh strategi, tetapi juga oleh kualitas pelayanan, komunikasi, dan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan para muzaki serta para mitra. BAZNAS Kota Ambon siap menerapkan berbagai ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus menjadi budaya kerja seluruh amil zakat agar kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS semakin meningkat.
"Pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan muzaki merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan pengelolaan zakat. Kami optimistis dengan peningkatan kapasitas SDM, target penghimpunan zakat dapat terus meningkat sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," tambahnya.
Sementara itu, Jihan Abbas, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, mengatakan bahwa materi yang disampaikan memberikan banyak pembelajaran mengenai pentingnya membangun pengalaman pelayanan terbaik bagi setiap muzaki.
"Forum ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan profesional, tetapi juga mampu membangun hubungan jangka panjang dengan muzaki. Di era digital saat ini, kualitas pelayanan harus berjalan beriringan dengan inovasi teknologi agar penghimpunan zakat semakin efektif, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Ilmu yang kami peroleh akan menjadi bekal untuk terus meningkatkan kualitas layanan digital dan fundraising di BAZNAS Kota Ambon," ungkap Jihan Abbas.
Melalui keikutsertaan dalam BAZNAS Fundraising Forum 2026, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat transformasi digital, mengembangkan strategi penghimpunan zakat yang inovatif, serta menghadirkan pelayanan prima kepada seluruh muzaki dan masyarakat.
BAZNAS Kota Ambon meyakini bahwa peningkatan kualitas pelayanan merupakan salah satu kunci utama dalam memperluas penghimpunan zakat, infak, dan sedekah sehingga dapat mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan sosial yang berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA20/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Pra-RAKORNAS BAZNAS RI 2026, Optimistis Wujudkan Target Nasional dan Perkuat Program Pemberdayaan Umat
Ambon, 16 Juli 2026 – Pimpinan dan seluruh staf Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon mengikuti Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh BAZNAS RI melalui Zoom Meeting, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–12.00 WIB (10.00–13.00 WIT) tersebut diikuti oleh Ketua BAZNAS Provinsi serta Ketua BAZNAS Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia. Pra-RAKORNAS menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah bersama dalam mendukung arah kebijakan BAZNAS RI periode 2026–2031.
Agenda Pra-RAKORNAS meliputi perkenalan Pimpinan BAZNAS RI Periode 2026–2031, sosialisasi Asta Strategis dan kebijakan umum BAZNAS periode 2026–2031, sosialisasi 13 Program Prioritas Nasional, serta evaluasi kinerja Semester I dan persiapan pelaksanaan program Semester II Tahun 2026.
Pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias sebagai bentuk komitmen dalam mendukung penguatan tata kelola zakat nasional yang profesional, transparan, akuntabel, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pemaparan yang disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI beserta jajaran Wakil Ketua. Menurutnya, arah kebijakan yang dipaparkan memberikan optimisme baru bagi seluruh BAZNAS daerah dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial dan pemberdayaan umat.
"Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua BAZNAS RI beserta seluruh jajaran Wakil Ketua atas paparan yang sangat komprehensif mengenai visi, misi, arah kebijakan, dan strategi pengelolaan zakat nasional periode 2026–2031. Materi yang disampaikan menjadi motivasi bagi kami di daerah untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat secara lebih profesional dan berdampak,"ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kota Ambon siap mendukung penuh pencapaian target nasional yang telah ditetapkan oleh BAZNAS RI melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"Kami optimistis visi, misi, serta target program BAZNAS RI periode 2026–2031 dapat diwujudkan melalui sinergi seluruh BAZNAS di Indonesia. Kami juga berharap berbagai program unggulan yang telah memberikan manfaat besar selama ini, seperti BAZNAS Award dan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), tetap menjadi bagian dari agenda nasional karena terbukti memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat," tambahnya.
Menurut Zulkifly, kesinambungan program-program unggulan tersebut akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS sekaligus menjadi motivasi bagi daerah untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan terbaik kepada para mustahik dan muzaki.
Sementara itu, Jihan Abbas, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menilai bahwa Pra-RAKORNAS merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan transformasi kelembagaan di lingkungan BAZNAS.
"Pra-RAKORNAS memberikan gambaran yang jelas mengenai arah pembangunan BAZNAS lima tahun ke depan. Bagi kami, ini menjadi pedoman dalam menyusun strategi penghimpunan, penguatan digitalisasi layanan zakat, serta peningkatan kualitas pelaporan dan tata kelola kelembagaan agar selaras dengan kebijakan nasional. Kami optimistis sinergi antara BAZNAS RI dan BAZNAS daerah akan semakin kuat sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan digitalisasi menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan efektivitas pelayanan kepada muzaki maupun mustahik, sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat.
Melalui keikutsertaan dalam Pra-RAKORNAS ini, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola kelembagaan, mengembangkan inovasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, serta mengoptimalkan program-program pendistribusian dan pendayagunaan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Kota Ambon juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung implementasi seluruh kebijakan strategis BAZNAS RI periode 2026–2031 melalui kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan pengelolaan zakat yang semakin modern, terpercaya, dan menyejahterakan umat.
BERITA20/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Ketua BAZNAS Kota Ambon Resmi Dikukuhkan sebagai Pembina IPSI Kota Ambon 2026–2030, Perkuat Sinergi Membangun Prestasi dan Karakter Bangsa
Ambon, 11 Juli 2026 – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menghadiri acara Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Ambon Masa Bakti 2026–2030yang berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Sabtu (11/7/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Ambon, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Ambon, insan olahraga, perguruan pencak silat, serta berbagai unsur masyarakat yang memberikan dukungan terhadap kemajuan olahraga pencak silat di Kota Ambon.
Pada kesempatan tersebut, kepengurusan IPSI Kota Ambon periode 2026–2030 secara resmi dilantik dengan Fenly Masawoy, Staf Ahli Bidang Hukum dan Aparatur Pemerintah Kota Ambon, sebagai Ketua IPSI Kota Ambon.
Momen pelantikan ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar BAZNAS Kota Ambon. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, bersama Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hendra Abubakar, secara resmi dipercaya dan diangkat sebagai Pembina IPSI Kota Ambon untuk masa bakti 2026–2030.
Pengangkatan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi keduanya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, penguatan karakter, serta pengembangan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat Kota Ambon.
Dalam sambutannya usai pelantikan, Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya sebagai Pembina IPSI Kota Ambon. Menurutnya, pencak silat bukan hanya sekadar cabang olahraga, tetapi juga merupakan warisan budaya bangsa yang mengajarkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, persaudaraan, serta akhlak yang mulia.
"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Pembina IPSI Kota Ambon. Amanah ini tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk mendukung kemajuan organisasi, membina generasi muda, serta menjadikan pencak silat sebagai media pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai moral, sportivitas, dan persatuan," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Ambon siap membangun kolaborasi dengan IPSI dalam berbagai kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat yang memberikan dampak positif bagi generasi muda.
"BAZNAS tidak hanya berfokus pada pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga mendukung pembangunan manusia yang berkarakter. Kami percaya bahwa organisasi olahraga seperti IPSI memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang sehat, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Ambon," tambahnya.
Pelantikan kepengurusan IPSI Kota Ambon menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan prestasi pencak silat di tingkat daerah maupun nasional. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, Forkopimda, dan tokoh masyarakat menunjukkan dukungan nyata terhadap kemajuan olahraga sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Sementara itu, Jihan Abbas, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menilai bahwa kepercayaan yang diberikan kepada pimpinan BAZNAS sebagai Pembina IPSI merupakan bentuk pengakuan atas komitmen BAZNAS dalam membangun kolaborasi lintas sektor.
"Pengangkatan Ketua BAZNAS Kota Ambon dan Wakil Ketua Bidang Pendistribusian sebagai Pembina IPSI Kota Ambon menjadi bukti bahwa BAZNAS hadir tidak hanya dalam bidang sosial dan kemanusiaan, tetapi juga mendukung pembangunan karakter, olahraga, dan pemberdayaan masyarakat melalui sinergi dengan berbagai organisasi. Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan generasi muda Kota Ambon," ungkap Jihan Abbas.
Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam membangun masyarakat yang kuat, produktif, dan berdaya saing.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru IPSI Kota Ambon periode 2026–2030, diharapkan organisasi ini semakin solid dalam menjalankan program pembinaan atlet, meningkatkan prestasi olahraga pencak silat, serta menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa kepada generasi muda.
BAZNAS Kota Ambon menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus IPSI Kota Ambon yang baru dilantik. Semoga kepengurusan yang baru mampu membawa IPSI Kota Ambon semakin maju, berprestasi, dan menjadi mitra strategis dalam membangun masyarakat yang sehat, berkarakter, serta menjunjung tinggi semangat persatuan dan kebersamaan.
BERITA20/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Ketua BAZNAS Kota Ambon Hadiri Pertemuan Tokoh Masyarakat dan Lintas Agama FKUB, Perkuat Sinergi Menjaga Kerukunan di Kota Ambon
Ambon, 7 Juli 2026 – Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, bersama Wakil Ketua Bidang Pengumpulan menghadiri Pertemuan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Ambon di Hotel Grand Palace Ambon, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai paguyuban, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai lembaga di Kota Ambon. Pertemuan ini menjadi wadah strategis untuk mempererat koordinasi, membangun komunikasi yang harmonis, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga toleransi dan kerukunan hidup di tengah keberagaman masyarakat Kota Ambon.
Dalam suasana yang penuh keakraban dan semangat persaudaraan, para peserta berdiskusi mengenai pentingnya menjaga stabilitas sosial melalui kolaborasi lintas sektor. Kota Ambon yang dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan diharapkan terus menjadi contoh kehidupan masyarakat yang damai, saling menghargai, dan menghormati perbedaan.
Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen lembaga untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memandang bahwa pembangunan kesejahteraan umat harus berjalan beriringan dengan terciptanya kerukunan dan persatuan masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa forum seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antarumat beragama sekaligus membangun kesepahaman untuk bersama-sama menjaga persatuan di Kota Ambon.
"Kerukunan merupakan modal utama dalam membangun masyarakat yang sejahtera. BAZNAS Kota Ambon mendukung penuh berbagai upaya yang dilakukan FKUB dalam memperkuat komunikasi lintas agama dan lintas masyarakat. Ketika masyarakat hidup rukun dan saling menghormati, maka program-program sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS akan semakin mudah dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai zakat sejatinya tidak hanya berbicara tentang membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga membangun solidaritas, kepedulian sosial, serta memperkuat persaudaraan antarwarga.
"BAZNAS akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk FKUB dan seluruh elemen masyarakat, karena keberhasilan pembangunan sosial tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan semangat kebersamaan," tambahnya.
Sementara itu, Jihan Abbas, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menilai bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring kolaborasi serta memperkuat peran BAZNAS di tengah masyarakat yang majemuk.
"Pertemuan ini menunjukkan bahwa komunikasi yang baik antar tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama merupakan fondasi penting dalam menjaga keharmonisan Kota Ambon. BAZNAS Kota Ambon siap mendukung berbagai program yang mendorong persatuan, kepedulian sosial, dan penguatan nilai-nilai toleransi melalui berbagai program penghimpunan dan pendayagunaan zakat,"ungkap Jihan Abbas.
Menurutnya, sinergi antar lembaga akan semakin memperkuat efektivitas program sosial yang dijalankan, sehingga manfaat zakat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang.
Melalui kehadiran dalam forum tersebut, BAZNAS Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif, damai, dan sejahtera.
Pertemuan yang berlangsung di Hotel Grand Palace Ambon ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mempererat hubungan antar tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama, sehingga semangat toleransi dan persaudaraan yang telah menjadi identitas Kota Ambon dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
BERITA20/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Sesi ke-10, Bahas Solusi Pembiayaan BPJS Kesehatan Lansia Miskin Melalui Dana Zakat
Ambon, Selasa, 14 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali mengikuti kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing Sesi ke-10 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang mengangkat tema "Model Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Lansia Miskin melalui Zakat atas Imbal Hasil Deposito Syariah" ini menjadi ruang berbagi ilmu sekaligus diskusi strategis mengenai optimalisasi pengelolaan zakat untuk mendukung perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok lanjut usia (lansia) kurang mampu.
Kegiatan berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026, pukul 07.30–09.00 WIB atau 09.30–11.00 WIT, dan diikuti secara gratis oleh seluruh insan BAZNAS di Indonesia, akademisi, praktisi, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi syariah dan pengelolaan zakat.
Pada sesi ini, hadir sebagai narasumber Prof. Dr. H. Abduurohman Kasdi, Lc., M.Si., selaku Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kudus, Dr. H. Murtadho Ridwan, Lc., M.Sh., selaku Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kudus, serta Iqbal Faza, M.E., Mahasiswa Program Doktor Studi Islam UIN Sunan Kudus. Jalannya diskusi dipandu oleh Randi Swandaru, Ph.D. sebagai host.
Melalui forum ini, para narasumber memaparkan berbagai kajian akademik dan implementasi pemanfaatan dana zakat, khususnya yang berasal dari imbal hasil deposito syariah, sebagai alternatif pembiayaan iuran BPJS Kesehatan bagi lansia miskin. Gagasan tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat zakat dalam mendukung program perlindungan sosial, sekaligus menjadi salah satu inovasi pengelolaan dana umat yang tetap berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan dunia akademik dalam menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap persoalan kesehatan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan konsumtif, tetapi juga mampu memberikan perlindungan sosial yang berdampak jangka panjang bagi mustahik.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa Knowledge Sharing merupakan sarana yang sangat penting untuk memperkaya wawasan serta meningkatkan kapasitas amil zakat dalam menghadirkan program-program yang lebih inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Tema yang diangkat pada sesi kali ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana zakat dapat berkontribusi dalam memperkuat sistem perlindungan sosial, khususnya bagi lansia miskin. BAZNAS RI terus menghadirkan inovasi dan kajian yang sangat bermanfaat, sehingga menjadi referensi bagi BAZNAS daerah untuk mengembangkan program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan Knowledge Sharing menjadi media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia BAZNAS, khususnya di bidang pengelolaan zakat berbasis inovasi dan transformasi digital.
"Knowledge Sharing yang diselenggarakan BAZNAS RI secara rutin setiap pekan memberikan banyak wawasan baru bagi kami di daerah. Materi mengenai pemanfaatan zakat untuk mendukung pembiayaan BPJS Kesehatan lansia miskin menjadi salah satu contoh bagaimana zakat dapat terus dikembangkan secara inovatif untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Harapannya, berbagai gagasan yang diperoleh dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat pelayanan, penghimpunan, dan pendayagunaan zakat di BAZNAS Kota Ambon," ungkap Jihan Abbas.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat kompetensi amil, serta mendukung berbagai inovasi yang digagas BAZNAS RI. Dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengelolaan zakat yang profesional, diharapkan pelayanan kepada para muzaki dan mustahik dapat terus berkembang serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing sendiri merupakan agenda rutin BAZNAS RI yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan terbuka secara gratis bagi seluruh peserta melalui platform Zoom Meeting. Program ini menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, serta pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia.
BERITA14/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS RI Perkuat Kolaborasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi untuk Mendorong Ekonomi Umat Berbasis Masjid
Ambon, 14 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka mengembangkan pemberdayaan ekonomi umat. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui audiensi antara Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Sodik Mudjahid, M.Sc, dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, B.A., M.B.A., yang berlangsung di Ruang Bandung, Kantor BKPM, Jakarta, pada Jumat (10/7/2026).
Pertemuan yang difasilitasi oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan program-program yang lebih inovatif, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan umat.
Audiensi dihadiri langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Harian MES Dr. Ferry Joko Juliantono, S.E., Ak., M.Si., Sekretaris Jenderal MES Ari Permana, Direktur Eksekutif Sekretariat MES Herry Aslam Wahid, beserta jajaran Danantara. Sementara itu, delegasi BAZNAS RI dipimpin oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., didampingi Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis guna memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah pengembangan koperasi berbasis masjid sebagai sarana penguatan ekonomi masyarakat. Dengan konsep tersebut, masjid diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan jamaah dan masyarakat di sekitarnya.
Selain penguatan koperasi berbasis masjid, BAZNAS RI dan Danantara juga membahas upaya meningkatkan penghimpunan dana zakat melalui penerbitan surat edaran yang mendorong penyaluran zakat dan infak karyawan Danantara melalui BAZNAS RI. Langkah ini dipandang sebagai strategi untuk mengoptimalkan penghimpunan dana ZIS sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak mustahik di berbagai daerah.
Pembahasan juga mencakup pengembangan platform digital yang terintegrasi sebagai media penghimpunan zakat. Inovasi tersebut dirancang untuk mendukung berbagai skema pembiayaan pembangunan dan investasi sosial sehingga program pemberdayaan mustahik dapat berjalan secara berkelanjutan, transparan, dan memiliki dampak ekonomi yang lebih luas.
Tidak hanya itu, kedua institusi turut membahas pemanfaatan dana ZIS pada delapan strata prioritas pemberdayaan, rencana penandatanganan nota kesepahaman antara BAZNAS RI dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dalam memperkuat ekonomi mikro berbasis masjid, hingga penyusunan skema co-financing antara Danantara dan BAZNAS RI dalam pengembangan koperasi pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) juga menjadi salah satu fokus pembahasan. Program ini diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha produktif yang berbasis potensi lokal, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasinya atas langkah strategis yang dilakukan BAZNAS RI dalam membangun kemitraan dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi umat di seluruh Indonesia.
"Sinergi yang dibangun BAZNAS RI bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi merupakan langkah strategis dalam memperluas dampak pengelolaan zakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi mikro, serta menjadi inspirasi bagi BAZNAS di daerah untuk terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan kepada umat," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menilai bahwa penguatan transformasi digital dalam penghimpunan zakat akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas jangkauan layanan BAZNAS.
"Kolaborasi yang dibangun BAZNAS RI menunjukkan bahwa pengelolaan zakat saat ini terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Integrasi teknologi digital dengan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid menjadi langkah yang sangat positif untuk memperluas penghimpunan zakat sekaligus memastikan penyalurannya semakin efektif, transparan, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi mustahik," ungkap Jihan Abbas.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS RI optimistis pengelolaan zakat nasional akan semakin berkontribusi dalam memperkuat ekonomi umat, mengurangi angka kemiskinan, memperluas akses pemberdayaan masyarakat, serta mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi melalui pengembangan masjid sebagai pusat pemberdayaan dan pertumbuhan ekonomi berbasis syariah.
BERITA14/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Perkuat Literasi Zakat melalui Knowledge Sharing Nasional Bahas Revitalisasi Peran Organisasi Pengelola Zakat
Ambon, Selasa, 7 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat tata kelola pengelolaan zakat dengan mengikuti BAZNAS Knowledge Sharing Sesi 09 Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh BAZNAS RI melalui platform Zoom.
Kegiatan yang mengangkat tema "Revitalisasi Peran Organisasi Pengelola Zakat dalam Meningkatkan Literasi Zakat Masyarakat: Studi Kasus Peran BAZNAS Kabupaten Kampar" ini menghadirkan Aldin Susilo, S.Ag., M.A., Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Kampar Periode 2021–2026, sebagai narasumber. Jalannya diskusi dipandu oleh Randi Swandaru, Ph.D. selaku host.
Webinar dilaksanakan pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 07.30–09.00 WIB atau 09.30–11.00 WIT, dan diikuti oleh jajaran pimpinan, amil, serta pengelola zakat dari berbagai BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa peningkatan literasi zakat merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) dituntut tidak hanya menjalankan fungsi penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, tetapi juga menjadi agen edukasi yang aktif membangun pemahaman masyarakat mengenai manfaat zakat bagi kesejahteraan umat.
Melalui studi kasus yang diterapkan oleh BAZNAS Kabupaten Kampar, peserta memperoleh berbagai praktik baik mengenai strategi sosialisasi, pemanfaatan media digital, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta penguatan komunikasi publik yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat.
Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi amil sekaligus mengembangkan inovasi dalam pelaksanaan program edukasi dan literasi zakat di Kota Ambon. Materi yang diperoleh diharapkan dapat diadaptasi dan diimplementasikan dalam berbagai program penghimpunan, pelayanan muzaki, edukasi kepada masyarakat, hingga penguatan transformasi digital yang tengah dikembangkan oleh BAZNAS Kota Ambon.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa kegiatan Knowledge Sharing menjadi ruang belajar yang sangat bermanfaat bagi seluruh insan BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Knowledge Sharing seperti ini memberikan banyak wawasan baru mengenai strategi membangun literasi zakat yang efektif. Kami belajar bahwa penguatan edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan yang inovatif, kolaboratif, dan memanfaatkan teknologi digital. Materi yang kami peroleh hari ini akan menjadi referensi penting dalam memperkuat program sosialisasi zakat serta meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS Kota Ambon," ujar Jihan Abbas.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peningkatan literasi zakat merupakan fondasi penting dalam membangun kesadaran masyarakat sehingga penghimpunan zakat, infak, dan sedekah dapat terus meningkat serta memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan mustahik.
Melalui keikutsertaan dalam setiap sesi BAZNAS Knowledge Sharing, BAZNAS Kota Ambon terus berupaya menghadirkan budaya belajar yang berkesinambungan sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme amil. Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia, diharapkan pelayanan kepada muzaki dan mustahik semakin optimal serta mampu menghadirkan inovasi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Ambon.
BAZNAS Kota Ambon juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung gerakan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaan zakat semakin amanah, transparan, profesional, dan mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan.
BERITA13/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.
Lihat Daftar Rekening →