WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Ambon Hadiri Buka Puasa Bersama Kemenag Kota Ambon dalam Kegiatan Ramadan Berbagi

AmbonBAZNAS Kota Ambon menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan program “Ramadan Berbagi” yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Ambon pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Ambon tersebut menjadi momentum kebersamaan di bulan suci Ramadan sekaligus wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bagi BAZNAS Kota Ambon, kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar lembaga, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial yang menjadi bagian penting dari semangat Ramadan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat melalui penyaluran bantuan kepada para penerima manfaat.

Kegiatan Ramadan Berbagi ini merupakan bentuk kepedulian aparatur sipil negara di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon terhadap masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Ambon. Bantuan yang dihimpun kemudian diserahkan secara simbolis kepada penerima manfaat dalam suasana penuh kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon H. R. A. Fachrurrazy Hassannusi, S.Fil.I., M.Si menyampaikan bahwa ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap sesama.

Menurutnya, kegiatan Ramadan Berbagi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan Ramadan yang dapat dirasakan tidak hanya oleh pegawai di lingkungan kantor, tetapi juga oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dalam perspektif BAZNAS Kota Ambon, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting dalam memperkuat hubungan antara lembaga pemerintah dan masyarakat serta menumbuhkan semangat berbagi di tengah kehidupan sosial.

Kehadiran unsur pimpinan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama dalam mendukung berbagai kegiatan sosial keagamaan di daerah. Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Ambon Hj. Rabea Kiat turut mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap program-program sosial yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Kota Ambon.

BAZNAS Kota Ambon menilai bahwa kolaborasi antara lembaga zakat dan Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan program sosial kepada masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, berbagai program berbasis zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain penyaluran bantuan sosial, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan tausiyah singkat yang memberikan penguatan spiritual kepada para peserta. Tausiyah tersebut mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh peserta kemudian melaksanakan buka puasa bersama dalam suasana yang sederhana dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan serta pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon.

BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan berbagi yang dilaksanakan pada bulan Ramadan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan karena tidak hanya mempererat hubungan antar lembaga, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui momentum Ramadan, BAZNAS Kota Ambon juga terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan umat di Kota Ambon.

14/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
Kolaborasi Teras Zawa Ramadan 1447 H di Ambon, BAZNAS Kota Ambon Tegaskan Komitmen Tebar Manfaat bagi Masyarakat

AmbonKegiatan Teras Zawa Ramadan 1447 Hijriah yang mengusung tema Tebar Manfaat, Ruang Literasi & Sharing Zakat Wakaf” kembali digelar di Kota Ambon sebagai bagian dari program tahunan di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi berbagai pihak dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program Tebar Harapan Ramadan (THR).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga ruang literasi serta edukasi mengenai zakat dan wakaf bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Teras Zawa melibatkan berbagai unsur di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, lembaga zakat, hingga mitra strategis lainnya.

Ketua panitia kegiatan Teras Zawa, Nur Patima, S.Ag., M.Pd, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara berbagai lembaga dan unit kerja di lingkungan Kementerian Agama Kota Ambon.

Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan menyalurkan paket santunan atau bingkisan Ramadan kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Seluruh paket santunan yang terkumpul kemudian disetorkan melalui Kantor Kementerian Agama Kota Ambon untuk selanjutnya didistribusikan kepada para penerima manfaat. Bantuan tersebut dihimpun dari kontribusi Aparatur Sipil Negara (ASN), madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta berbagai lembaga zakat dan mitra lainnya.

Dalam kegiatan kolaboratif ini, BAZNAS Kota Ambon turut mengambil bagian dengan memberikan kontribusi sebanyak 20 paket santunan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memperluas jangkauan manfaat zakat kepada masyarakat.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa partisipasi BAZNAS dalam kegiatan Teras Zawa merupakan bentuk komitmen lembaga dalam memperkuat kolaborasi program sosial dan keumatan, khususnya di momentum Ramadan.

BAZNAS Kota Ambon sangat mengapresiasi kegiatan Teras Zawa Ramadan ini karena menjadi ruang kolaborasi yang baik antara pemerintah, lembaga zakat, serta masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan melalui program ini dapat memberikan manfaat nyata dan membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, khususnya para guru TPQ, janda, fakir miskin, dan anak yatim piatu di Kota Ambon,ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.

Ia juga menambahkan bahwa Ramadan merupakan momentum terbaik untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial.

Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin memahami pentingnya zakat sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan. Ketika zakat dikelola secara baik dan kolaboratif, maka manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,tambahnya.

Selain BAZNAS Kota Ambon, sejumlah lembaga dan unsur lainnya juga turut memberikan kontribusi dalam kegiatan ini. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kota Ambon menyalurkan 20 paket santunan, sementara UPZ Kemenag Kota Ambon memberikan 80 paket santunan yang berasal dari partisipasi para pegawai.

Seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Ambon juga berpartisipasi dengan menyumbangkan 50 paket santunan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan berbagi di bulan Ramadan.

Kontribusi terbesar dalam kegiatan ini berasal dari para Kepala Madrasah se-Kota Ambon yang berhasil menghimpun 1.008 paket santunan untuk disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Kolaborasi lintas unsur juga terlihat dari keterlibatan Penyelenggara Katolik yang turut memberikan 4 paket santunan, serta para Penyuluh Agama yang menyumbangkan 100 paket santunan dalam kegiatan sosial tersebut.

Secara keseluruhan, jumlah paket santunan yang berhasil dihimpun dalam kegiatan Teras Zawa Ramadan 1447 H ini mencapai 1.282 paket. Paket-paket tersebut kemudian disalurkan kepada guru-guru TPQ di Kota Ambon, para janda, fakir miskin, serta anak yatim piatu.

Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi seperti ini sangat penting dalam memperkuat ekosistem pengelolaan zakat di daerah.

Kegiatan Teras Zawa ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara berbagai pihak dapat memperluas jangkauan manfaat zakat dan sedekah. BAZNAS Kota Ambon selalu mendukung kegiatan yang mendorong literasi zakat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat secara terorganisir dan transparan,jelas Jihan Abbas.

Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Kota Ambon terus mengembangkan sistem pengumpulan dan digitalisasi zakat agar proses penghimpunan dana sosial keagamaan dapat dilakukan secara lebih efektif dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, H. R. A. Fachrurrazy Hassannusi, S.Fil.I., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan tersebut.

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperkuat kepedulian sosial serta menunaikan kewajiban zakat sebagai bentuk pembersihan harta sebagaimana yang diperintahkan dalam Al-Qur’an.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan Teras Zawa merupakan program dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melalui Direktorat Zakat dan Wakaf yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun dengan berbagai bentuk kegiatan sosial dan edukatif.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa zakat memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban agama, zakat juga menjadi instrumen sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dalam konsep zakat, terdapat dua istilah penting yang perlu dipahami, yakni haul dan nisab. Haul merupakan masa kepemilikan harta selama satu tahun, sedangkan nisab adalah batas minimal harta yang dimiliki seseorang sehingga diwajibkan untuk mengeluarkan zakat.

Menariknya, kegiatan ini juga menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dan toleransi di Kota Ambon. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan berbagai unsur lintas lembaga bahkan lintas agama yang bersama-sama mendukung kegiatan sosial kemanusiaan ini.

Sebagai penutup, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon secara resmi membuka kegiatan Teras Zawa Ramadan 1447 H dan berharap program ini dapat terus berlanjut setiap tahun.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menebar kebaikan, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

 

Dengan semangat kolaborasi yang kuat, BAZNAS Kota Ambon berharap program-program berbasis zakat, infak, dan sedekah dapat terus berkembang sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.

14/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Perkuat Peran Zakat dalam Momentum Selasar Hangat Lintas Agama Joyful Ramadan 1447 H

AmbonBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon terus memperkuat perannya dalam mendukung berbagai program sosial dan keagamaan di bulan suci Ramadan. Salah satunya melalui partisipasi dalam kegiatan Selasar Hangat Lintas Agama x Joyful Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dilaksanakan di Aula Hamadi B Husain Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian program nasional Joyful Ramadan 1447 H ini diinisiasi oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dengan mengusung tema Indonesia Berdaya, Pulih Bersama, Bangkit Berdaya.”

Bagi BAZNAS Kota Ambon, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga pemerintah, lembaga pengelola zakat, serta berbagai elemen masyarakat dalam mendorong program pemberdayaan umat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I yang menekankan pentingnya menghadirkan program Kementerian Agama yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Maluku H. Djumadi Wali, S.Ag, pimpinan tokoh lintas agama, pimpinan organisasi masyarakat Islam, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Maluku Ny. Wulida Tamher Yamin, serta sejumlah pejabat eselon III di lingkungan Kementerian Agama.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon juga turut ambil bagian sebagai bentuk dukungan terhadap program-program sosial dan pemberdayaan umat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama. Kehadiran unsur pimpinan BAZNAS Kota Ambon menunjukkan komitmen lembaga dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat di daerah.

Kegiatan ini diikuti langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon Muhammad Zulkifly Fakaubun bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Ambon Hj. Rabea Kiat serta Ayu sebagai bagian dari unsur BAZNAS Kota Ambon yang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan Kementerian Agama, khususnya dalam mengembangkan berbagai program sosial yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian kegiatan Selasar Hangat Lintas Agama x Joyful Ramadan juga dirangkaikan dengan penyerahan paket sembako kepada keluarga Indonesia yang membutuhkan. Bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai kebersamaan yang menjadi semangat utama dalam program Joyful Ramadan.

Selain kegiatan sosial, acara ini juga diisi dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Ustadz H. Abdurrahman Tuanaya, Lc. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pesan tersebut selaras dengan semangat yang terus didorong oleh BAZNAS Kota Ambon dalam memaksimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui pengelolaan zakat yang profesional dan akuntabel, BAZNAS berupaya memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Program Joyful Ramadan 1447 H sendiri merupakan rangkaian kegiatan nasional Kementerian Agama yang berlangsung sejak fase tarhib Ramadan hingga takbir akbar. Program ini dirancang untuk memperkuat harmoni sosial, meningkatkan kualitas layanan keagamaan, serta menghadirkan program pemberdayaan umat yang berdampak nyata bagi masyarakat.

BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat gerakan zakat di daerah. Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif dalam menunaikan zakat serta memperluas manfaatnya bagi kesejahteraan umat.

 

Melalui momentum Ramadan, BAZNAS Kota Ambon terus mendorong semangat berbagi dan kepedulian sosial agar nilai-nilai keagamaan tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata membantu sesama.

14/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Gelar Talkshow Ramadhan Kareem, Bahas Perencanaan Keuangan Syariah untuk Masa Depan Keluarga

AMBON – Dalam rangka memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan sebagai waktu untuk memperkuat pemahaman keuangan berbasis syariah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar kegiatan Talkshow Ramadhan Kareem: Solusi Cerdas untuk Hidup Berkah Bersyariah dengan tema Ingin Masa Depan Keluarga Lebih Tenang dan Berkah?”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (11/3/2026) pukul 13.00–15.00 WIB ini berlangsung secara hybrid, yakni melalui platform Zoom serta secara langsung di Aula Achmad Subianto, Lantai 5 Kantor BAZNAS. Talkshow ini menghadirkan pembahasan seputar pentingnya perencanaan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah agar masyarakat dapat memiliki masa depan yang lebih aman, terencana, dan penuh keberkahan.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bagaimana mengelola keuangan keluarga secara bijak, mulai dari perencanaan finansial, perlindungan keuangan berbasis syariah, hingga optimalisasi ibadah sosial seperti zakat, infak, dan sedekah.

Staf Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan talkshow ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang selaras dengan nilai-nilai syariah.

Ramadan adalah momentum terbaik bagi kita untuk menata kembali niat, termasuk dalam mengatur dan merencanakan keuangan keluarga. Melalui talkshow ini, masyarakat dapat memperoleh pemahaman bagaimana mengelola keuangan secara bijak dan sesuai prinsip syariah agar kehidupan menjadi lebih tenang dan berkah,” ujar Jihan Abbas.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga membuka ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami keterkaitan antara pengelolaan keuangan yang baik dengan kewajiban sosial keagamaan seperti zakat.

Perencanaan keuangan yang baik tidak hanya berfokus pada kebutuhan duniawi, tetapi juga memperhatikan kewajiban kita sebagai umat Muslim, seperti menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Dengan begitu, keuangan yang kita miliki tidak hanya kuat secara finansial tetapi juga membawa keberkahan,” tambahnya.

Talkshow ini turut menghadirkan berbagai pembahasan menarik mengenai solusi cerdas dalam mengelola keuangan keluarga secara syariah, termasuk strategi menghadapi tantangan ekonomi serta membangun perencanaan masa depan yang lebih stabil dan terarah.

Selain memberikan edukasi keuangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab, terutama di bulan Ramadan yang identik dengan peningkatan aktivitas ibadah dan kepedulian sosial.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini baik secara langsung maupun daring tampak antusias menyimak berbagai materi yang disampaikan. Mereka juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi serta mengajukan pertanyaan terkait pengelolaan keuangan keluarga berbasis syariah.

Melalui kegiatan Talkshow Ramadhan Kareem ini, BAZNAS berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan yang baik, tidak hanya untuk kesejahteraan keluarga di masa depan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meraih keberkahan dalam kehidupan.

 

Dengan pengelolaan keuangan yang tepat dan sesuai prinsip syariah, diharapkan masyarakat dapat mewujudkan kondisi finansial yang kuat di dunia sekaligus bernilai ibadah dan membawa keberkahan di akhirat.

12/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Perkuat Digitalisasi, Operator SIMBA Ikuti Konsultasi Nasional Bahas Template Kas Harian

 

AMBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan zakat melalui optimalisasi penggunaan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA). Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan konsultasi online bersama Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI yang diikuti operator SIMBA dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Ambon.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/3/2026) pukul 10.00–12.00 WIB atau 12.00–14.00 WIT ini dilaksanakan secara daring dan menjadi ruang diskusi bagi para operator SIMBA untuk menyampaikan berbagai kendala teknis serta mendapatkan penjelasan langsung dari tim layanan aplikasi nasional.

Dalam agenda tersebut, Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI yang diwakili oleh Muhammad Sulthan Rafi memberikan pemaparan terkait penggunaan template data kas harian pada aplikasi SIMBA serta penjelasan mengenai proses migrasi kas masuk. Materi ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan akurasi dan efisiensi pencatatan keuangan pada sistem digital yang digunakan oleh BAZNAS di seluruh Indonesia.

Melalui kegiatan ini, para operator SIMBA mendapatkan pemahaman teknis mengenai cara pengisian dan pengelolaan data kas harian secara lebih sistematis, sehingga proses pelaporan dan pengelolaan keuangan dapat berjalan lebih tertib dan transparan.

Staf Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan konsultasi ini sangat membantu para operator SIMBA di daerah dalam memahami berbagai pembaruan fitur serta teknis penggunaan aplikasi yang terus dikembangkan oleh BAZNAS.

Kegiatan konsultasi online ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai operator SIMBA di daerah, karena kami dapat memperoleh penjelasan langsung dari tim layanan aplikasi nasional terkait penggunaan template data kas harian dan proses migrasi kas masuk pada sistem SIMBA,” ujar Jihan Abbas.

Menurutnya, penguatan kapasitas operator menjadi hal penting agar sistem digital yang digunakan dalam pengelolaan zakat dapat berjalan dengan optimal.

Dengan adanya penjelasan teknis seperti ini, kami bisa lebih memahami cara penginputan data yang benar sehingga laporan keuangan yang dihasilkan melalui SIMBA dapat lebih akurat, tertib, dan transparan,” tambahnya.

Ia juga menilai bahwa kegiatan konsultasi semacam ini membuka ruang komunikasi yang sangat baik antara operator di daerah dengan tim pengembang aplikasi di tingkat nasional.

Kami juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang mungkin ditemui dalam penggunaan aplikasi di daerah. Dengan begitu, solusi bisa langsung diberikan oleh tim layanan aplikasi nasional,” jelas Jihan.

SIMBA sendiri merupakan sistem digital yang dikembangkan oleh BAZNAS untuk mendukung pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terintegrasi, mulai dari proses penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan keuangan.

Melalui penguatan penggunaan SIMBA, BAZNAS berupaya memastikan bahwa pengelolaan dana umat dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan konsultasi online ini dapat terus dilakukan secara berkala agar para operator SIMBA di daerah dapat terus meningkatkan kapasitas serta mengikuti perkembangan fitur terbaru dalam sistem digital yang digunakan.

Dengan pemanfaatan teknologi informasi yang semakin optimal, pengelolaan zakat diharapkan dapat menjadi lebih efektif, terpercaya, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan para muzakki di seluruh Indonesia.

 
12/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon

Berita Terbaru

Safari Ramadan 1447 H di Wara: BAZNAS Ambon dan Pemkot Ambon Perkuat Persatuan
Safari Ramadan 1447 H di Wara: BAZNAS Ambon dan Pemkot Ambon Perkuat Persatuan
Ambon – Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi kembali menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Bertempat di Masjid Al Rauf, Wara Kolam Sembilan, Kamis (26/2/2026), kegiatan ini diwarnai dengan penyaluran bantuan sosial serta pesan kuat tentang pentingnya persatuan dan stabilitas daerah. Kegiatan tersebut merupakan titik kedua Safari Ramadan yang diikuti BAZNAS Kota Ambon bersama Pemerintah Kota Ambon. Pada kesempatan itu, BAZNAS menyalurkan 25 paket sembako kepada warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan suci. “Kegiatan Safari Ramadan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat. Penyaluran bantuan di titik kedua ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga selama menjalankan ibadah puasa,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Ia menambahkan, kolaborasi antara BAZNAS dan Pemerintah Kota Ambon menjadi kekuatan penting dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi bersama pemerintah kota adalah langkah strategis agar distribusi zakat, infak, dan sedekah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas dan Ayu, yang bersama jajaran memastikan proses penyaluran berjalan tertib dan lancar. Sementara itu, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam sambutannya di hadapan jamaah menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keamanan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Ia mengingatkan bahwa stabilitas keamanan merupakan syarat mutlak bagi tumbuhnya investasi dan terciptanya lapangan kerja di Kota Ambon. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila terjadi persoalan sosial di lingkungan masing-masing. “Keamanan adalah fondasi bagi investasi dan pembukaan lapangan kerja. Jika ada persoalan, jangan bertindak sendiri. Percayakan kepada aparat dan pemerintah untuk menyelesaikannya,” tegasnya. Selain isu keamanan, Wali Kota juga menyoroti persoalan kedisiplinan dalam pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan, terutama di kawasan padat penduduk. Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sebagai bentuk kepedulian nyata, Pemerintah Kota Ambon juga membagikan paket sembako kepada warga terdata guna membantu meringankan beban ekonomi selama bulan Ramadan. Safari Ramadan di Masjid Al Rauf ini diharapkan semakin mempererat hubungan harmonis antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat. Kolaborasi antara BAZNAS dan Pemerintah Kota Ambon menjadi simbol bahwa semangat berbagi dan persatuan tetap terjaga di Kota Ambon, khususnya di bulan penuh berkah. Dengan berlanjutnya rangkaian Safari Ramadan di berbagai titik, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat langsung dari program sosial dan pesan-pesan pembangunan yang disampaikan pemerintah daerah.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti “Ngaji Bareng BAZNAS”, Bahas Makna Pernikahan dan Jawab Keraguan Generasi Muda
BAZNAS Kota Ambon Ikuti “Ngaji Bareng BAZNAS”, Bahas Makna Pernikahan dan Jawab Keraguan Generasi Muda
Ambon, Rabu (25/2/2026) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon mengikuti kegiatan nasional “Ngaji Bareng BAZNAS” bertajuk “Memahami Pernikahan, Mencari Jawaban Atas Ketakutan” yang diselenggarakan secara daring, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Utama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA, serta Muhammad Zidni Ilmi, Lc, Penghulu Ahli Muda KUA Setiabudi. Acara dilaksanakan pukul 16.00 WIB hingga selesai atau pukul 18.00 WIT dan diikuti secara virtual oleh jajaran BAZNAS daerah, termasuk BAZNAS Kota Ambon, melalui tautan resmi yang disediakan panitia. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka untuk menjawab berbagai pertanyaan dan keraguan seputar pernikahan, sekaligus menggali makna sakral dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga yang kokoh secara spiritual dan sosial. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan literasi keislaman dan pembinaan mental spiritual. "Kegiatan Ngaji Bareng BAZNAS ini sangat positif karena membahas persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Kami di BAZNAS Kota Ambon mendukung penuh edukasi keagamaan seperti ini agar masyarakat tidak ragu dalam melangkah menuju pernikahan yang sakinah," ujarnya. Ia menambahkan, selain fokus pada pengelolaan zakat, BAZNAS juga memiliki peran dalam mendukung program edukasi dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami pernikahan tidak hanya sebagai ikatan formal, tetapi juga sebagai ibadah dan tanggung jawab sosial yang besar.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
ZIS Kemenag Ambon Melonjak di Ramadan 2026, BAZNAS: Bukti Nyata Semangat Berbagi
ZIS Kemenag Ambon Melonjak di Ramadan 2026, BAZNAS: Bukti Nyata Semangat Berbagi
Ambon, Rabu (25/2/2026) – Momentum Ramadan 1447 H/2026 M membawa peningkatan signifikan terhadap setoran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari jajaran Kementerian Agama Kota Ambon. Kenaikan ini menjadi bukti nyata tumbuhnya semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan aparatur sipil negara. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon, tren setoran ZIS menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kota Ambon secara aktif mengoordinasikan pengumpulan dana dan memastikan penyetoran berjalan lancar selama Ramadan. Proses pengambilan setoran dilakukan langsung oleh Jihan Abbas, staf pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, yang menerima setoran ZIS dari Bendahara UPZ Kementerian Agama Kota Ambon, Anshar Sahiri, di Kantor Kementerian Agama Kota Ambon. Layanan jemput zakat ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi penghimpunan sekaligus memastikan administrasi berjalan tertib dan akuntabel. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi atas peningkatan tersebut. "Peningkatan setoran ZIS dari Kementerian Agama Kota Ambon di bulan Ramadan ini merupakan bukti nyata semangat berbagi dan kepedulian ASN terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kami sangat mengapresiasi komitmen dan konsistensi UPZ dalam mendukung penguatan penghimpunan zakat melalui BAZNAS," ujarnya, Rabu (25/2/2026). Ia menegaskan bahwa dana yang terkumpul akan segera disalurkan kepada para mustahik melalui program-program Ramadan, seperti santunan dhuafa, bantuan paket kebutuhan pokok, dukungan pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi umat di Kota Ambon. "Kami memastikan setiap dana yang dihimpun dikelola secara transparan dan disalurkan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerima," tambah Muhammad Zulkifly Fakaubun. Dengan capaian ini, diharapkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan terus meningkat dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat Kota Ambon.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikut Safari Ramadan Perdana Pemkot Ambon, Salurkan Paket Sembako
BAZNAS Kota Ambon Ikut Safari Ramadan Perdana Pemkot Ambon, Salurkan Paket Sembako
Ambon, 24 Februari 2026 (WIT) — BAZNAS Kota Ambon aktif berpartisipasi dalam Safari Ramadan perdana Pemerintah Kota Ambon 1447 Hijriyah/2026 M yang diselenggarakan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Ambon. Kegiatan pembuka ini berlangsung di halaman Masjid At-Taubah, Waihaong, Selasa (24/2/2026), sekaligus dirangkaikan dengan pembagian paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan. Acara diawali dengan sambutan ucapan selamat datang dari Lurah Waihaong, Muhammad Azhary Pelupessy, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Walikota Ambon, Elly Toisuta. Kedua sambutan ini menutup sesi pembukaan sebelum kegiatan inti dimulai. Fokus BAZNAS Kota Ambon Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, maju menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat. Setelah acara resmi selesai, staf BAZNAS Kota Ambon, termasuk Jihan Abbas, Ayu, dan Wandi Kiat, mengatur penyaluran paket agar tepat sasaran dan tertib. “BAZNAS Kota Ambon hadir bukan sekadar mengikuti kegiatan, tapi memastikan bantuan sosial sampai kepada yang membutuhkan. Kami berkomitmen untuk terus berpartisipasi di titik-titik Safari Ramadan berikutnya,” ujar Zulkifly. Tausiyah Habib Rifqi Al Hamid Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Habib Rifqi Al Hamid. Dalam tausiyahnya, Habib Rifqi menekankan pentingnya sabar, syukur, kepedulian terhadap tetangga, menjaga kedamaian dan kerukunan, serta menjaga kebersihan lingkungan. Sinergi BAZNAS dan Pemkot Ambon Safari Ramadan perdana 1447 H ini akan berlangsung di lima titik berbeda di Kota Ambon. BAZNAS Kota Ambon menegaskan kesiapan untuk berperan aktif di setiap titik, menyalurkan paket sembako, dan mendukung program sosial Pemerintah Kota Ambon. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa BAZNAS bukan hanya lembaga pengelola zakat, tapi juga mitra pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat dan nilai-nilai spiritual di bulan suci,” tutup Muhammad Zulkifly Fakaubun. Dengan keterlibatan aktif di Safari Ramadan perdana Pemkot Ambon, BAZNAS Kota Ambon memastikan setiap paket bantuan tersalurkan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Ambon.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Provinsi Maluku Tetapkan Zakat Fitrah Rp40.000 dan Fidyah Rp54.000, BAZNAS Kota Ambon Siap Sosialisasikan
BAZNAS Provinsi Maluku Tetapkan Zakat Fitrah Rp40.000 dan Fidyah Rp54.000, BAZNAS Kota Ambon Siap Sosialisasikan
Ambon, 24 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Maluku resmi menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah untuk wilayah Maluku tahun 1447 H/2026 M. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Ketua Nomor 01 Tahun 2026 yang ditetapkan di Ambon pada Selasa (24/2/2026), berdasarkan hasil Rapat Pleno Pimpinan. Dalam keputusan yang ditandatangani Ketua BAZNAS Provinsi Maluku, Saiful Almaskaty, Lc., S.HI., M.Si., ditetapkan bahwa kadar zakat fitrah adalah sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras/makanan pokok per jiwa, atau dapat dikonversikan dalam bentuk uang senilai Rp40.000 per jiwa. Sementara itu, nilai fidyah tahun 1447 H/2026 M ditetapkan sebesar Rp54.000 per jiwa. Keputusan tersebut mengacu pada berbagai regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, serta Peraturan Menteri Agama dan Peraturan BAZNAS terkait pengelolaan zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Dalam ketetapannya juga dijelaskan bahwa zakat fitrah dapat ditunaikan sejak awal Ramadan hingga sebelum khatib turun dari mimbar pada khutbah Idulfitri 1 Syawal. BAZNAS Kota Ambon Siap Tindak Lanjut dan Sosialisasi Menanggapi keputusan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti dan menyosialisasikan ketetapan tersebut kepada masyarakat Kota Ambon. “Kami menyambut baik keputusan BAZNAS Provinsi Maluku terkait penetapan zakat fitrah dan fidyah tahun 1447 Hijriah. Ini menjadi pedoman resmi bagi kami dalam pelaksanaan penghimpunan zakat di Kota Ambon,” ujar Zulkifly. Ia menegaskan bahwa penetapan nilai dalam bentuk uang memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajibannya, tanpa menghilangkan ketentuan syariat terkait kadar zakat fitrah dalam bentuk beras atau makanan pokok. “Dengan adanya nilai konversi Rp40.000 per jiwa, masyarakat memiliki kemudahan dalam pembayaran. Namun esensinya tetap sama, yakni menunaikan kewajiban zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya. Strategi Penguatan Pengumpulan Zakat Sementara itu, Staf Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan sosialisasi melalui berbagai kanal informasi, termasuk masjid, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan media sosial resmi. “Kami akan segera menyampaikan informasi ini ke seluruh UPZ dan mitra masjid agar masyarakat mengetahui besaran resmi zakat fitrah dan fidyah tahun ini,” jelas Jihan. Ia menambahkan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi. “Harapannya, dengan adanya ketetapan yang jelas, masyarakat semakin yakin dan percaya untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS sehingga pendistribusian kepada mustahik bisa lebih terkoordinasi dan merata,” ujarnya. Dorong Kepatuhan dan Kepedulian Umat Penetapan zakat fitrah sebesar Rp40.000 per jiwa dan fidyah Rp54.000 per jiwa ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi umat Islam di wilayah Maluku dalam menjalankan kewajiban ibadah Ramadan. BAZNAS Kota Ambon juga mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah tepat waktu, yakni sejak awal Ramadan hingga sebelum pelaksanaan Salat Idulfitri, agar zakat dapat segera didistribusikan kepada para mustahik yang membutuhkan. Dengan adanya keputusan resmi dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Maluku ini, diharapkan pelaksanaan zakat fitrah dan fidyah tahun 1447 H/2026 M di Kota Ambon dan wilayah Maluku secara umum dapat berjalan tertib, terkoordinasi, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Siap Salurkan 20 Paket Sembako di Safari Ramadhan Pemkot, Berbagi Berkah untuk Mustahik Nusaniwe
BAZNAS Kota Ambon Siap Salurkan 20 Paket Sembako di Safari Ramadhan Pemkot, Berbagi Berkah untuk Mustahik Nusaniwe
Ambon, 24 Februari 2026 (WIT) — Tumpukan paket sembako yang telah dikemas rapi menjadi simbol kesiapan BAZNAS Kota Ambon dalam mendukung kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Kota Ambon bertajuk Berbagi Berkah di Bulan Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (24/2/2026) dan dipusatkan di Masjid At Taubah Islamic Center Ambon. Sebanyak 20 paket sembako disiapkan untuk para mustahik yang tersebar di wilayah Kecamatan Nusaniwe. Paket-paket tersebut telah dikemas secara rapi dan siap didistribusikan sebagai bagian dari kolaborasi antara BAZNAS Kota Ambon dan Pemerintah Kota Ambon dalam menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi. Simbol Kepedulian dalam Setiap Kemasan Deretan paket sembako yang tersusun rapi menggambarkan komitmen BAZNAS Kota Ambon dalam menghadirkan bantuan yang terorganisir dan tepat sasaran. Setiap paket berisi kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga penerima manfaat selama bulan suci. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa kesiapan paket tersebut merupakan hasil koordinasi dan persiapan yang matang. “Paket-paket ini adalah amanah dari para muzaki yang harus kami salurkan dengan penuh tanggung jawab. Kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan benar-benar sampai kepada mustahik yang berhak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Safari Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. “Ramadan adalah bulan berbagi. Melalui kegiatan ini, kami berharap keberkahan tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga oleh para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS,” tambahnya. Distribusi untuk Mustahik di Nusaniwe Sebanyak 20 paket sembako tersebut akan disalurkan kepada mustahik di wilayah Nusaniwe yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi. Penentuan penerima dilakukan dengan memperhatikan kondisi ekonomi dan kebutuhan riil di lapangan. Staf BAZNAS Kota Ambon, Ayu, menjelaskan bahwa proses pengemasan hingga pendistribusian dilakukan secara tertib dan terencana. “Kami memastikan seluruh paket sudah siap dan terdata dengan baik. Harapannya, bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadan,” jelas Ayu. Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam Safari Ramadhan merupakan bentuk dukungan terhadap program sosial Pemerintah Kota Ambon yang menyentuh langsung masyarakat. Wujud Sinergi untuk Kesejahteraan Umat Kegiatan yang dipusatkan di Masjid At Taubah Islamic Center Ambon ini menjadi wujud nyata sinergi antara BAZNAS Kota Ambon dan Pemerintah Kota Ambon dalam menghadirkan program sosial yang berdampak langsung. Tumpukan paket sembako yang telah dikemas bukan sekadar bantuan material, melainkan representasi kepedulian dan komitmen bersama dalam membangun kesejahteraan umat. Dengan kesiapan tersebut, BAZNAS Kota Ambon optimistis penyaluran bantuan dalam Safari Ramadhan tahun ini akan berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Nusaniwe.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Gelar Konsultasi Online Kantor Digital, BAZNAS Kota Ambon Perkuat Optimalisasi Website Daerah
BAZNAS Gelar Konsultasi Online Kantor Digital, BAZNAS Kota Ambon Perkuat Optimalisasi Website Daerah
Ambon, 24 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia melalui Tim Layanan Aplikasi Nasional menggelar kegiatan Konsultasi Online Kantor Digital pada Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh BAZNAS daerah se-Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Ambon yang diwakili oleh staf, Jihan Abbas. Konsultasi dilaksanakan pukul 13.00–14.00 WIB atau pukul 15.00–16.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) melalui Google Meet. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan penyebaran informasi kepada masyarakat serta mengoptimalkan pemanfaatan fitur Kantor Digital untuk website resmi BAZNAS daerah. Dorong Transformasi Digital Lembaga Zakat Dalam pengantarnya, Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kebutuhan penting dalam tata kelola lembaga zakat modern. Kantor Digital hadir sebagai solusi untuk memudahkan pengelolaan data, publikasi informasi, serta pelaporan secara lebih cepat dan transparan. “Optimalisasi Kantor Digital bukan sekadar pembaruan sistem, tetapi bagian dari transformasi layanan agar lebih responsif, transparan, dan mudah diakses masyarakat,” disampaikan dalam sesi konsultasi tersebut. Melalui platform ini, setiap BAZNAS daerah diharapkan mampu memperbarui konten website secara berkala, mempublikasikan laporan kegiatan, program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, serta memperkuat branding kelembagaan di tingkat lokal. BAZNAS Kota Ambon Siap Maksimalkan Website Daerah Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam sesi konsultasi ini menjadi langkah konkret dalam mendukung penguatan sistem informasi berbasis digital. Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu dalam memahami fitur dan pengelolaan teknis Kantor Digital. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami di daerah. Dengan adanya konsultasi langsung, kami bisa memahami cara memaksimalkan fitur Kantor Digital untuk mendukung publikasi program dan laporan secara lebih profesional,” ujar Jihan Abbas usai mengikuti kegiatan pada pukul 16.00 WIT. Ia menambahkan bahwa optimalisasi website daerah menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat di Kota Ambon. “Website bukan hanya etalase informasi, tetapi juga wujud akuntabilitas kepada masyarakat. Kami ingin memastikan setiap program dan laporan dapat diakses dengan mudah dan transparan,” tambahnya. Tingkatkan Akses Informasi dan Transparansi Dalam sesi konsultasi, peserta juga diberikan ruang untuk bertanya secara langsung terkait kendala teknis maupun pengelolaan konten. Tim Layanan Aplikasi Nasional memberikan panduan teknis serta solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi BAZNAS daerah dalam mengelola website masing-masing. Selain itu, pentingnya konsistensi pembaruan informasi ditekankan sebagai kunci utama keberhasilan implementasi Kantor Digital. Website yang aktif dan informatif dinilai mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Komitmen Menuju Pengelolaan Zakat Modern Kegiatan konsultasi online ini menjadi bagian dari strategi besar BAZNAS RI dalam memperkuat tata kelola berbasis teknologi di seluruh Indonesia. Dengan dukungan sistem digital yang terintegrasi, diharapkan pengelolaan zakat semakin profesional, efektif, dan akuntabel. Partisipasi aktif BAZNAS Kota Ambon menunjukkan komitmen kuat dalam mengikuti perkembangan teknologi demi meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung lancar hingga pukul 16.00 WIT dan ditutup dengan ajakan kepada seluruh BAZNAS daerah untuk terus memaksimalkan penggunaan Kantor Digital sebagai sarana publikasi, pelaporan, dan penguatan kepercayaan publik terhadap lembaga zakat. Dengan langkah ini, BAZNAS optimistis transformasi digital akan semakin memperluas jangkauan layanan dan memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Dorong Model Graduasi Kemiskinan Islami, Staf BAZNAS Kota Ambon Hadiri Pengajian Nasional
BAZNAS Dorong Model Graduasi Kemiskinan Islami, Staf BAZNAS Kota Ambon Hadiri Pengajian Nasional
Ambon, 24 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menggelar Pengajian bertema “Model Graduasi Kemiskinan Islami: Kerangka Awal Pengentasan Kemiskinan yang Terukur dan Berkelanjutan di Lembaga Zakat” pada Selasa (24/2/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini diikuti oleh pengelola zakat dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk perwakilan BAZNAS Kota Ambon yang diwakili oleh staf, Jihan Abbas. Pengajian dimulai pukul 06.00–07.30 WIB atau pukul 08.00–09.30 Waktu Indonesia Timur (WIT), dan difasilitasi oleh Pusdiklat BAZNAS sebagai bagian dari penguatan kapasitas amil dalam merancang program pemberdayaan yang lebih sistematis dan berdampak jangka panjang. Zakat Harus Melahirkan Kemandirian Dalam sesi tersebut, narasumber memaparkan pentingnya pendekatan graduasi kemiskinan Islami sebagai model yang tidak hanya menyalurkan zakat secara produktif, tetapi juga memastikan mustahik mampu keluar dari garis kemiskinan secara terukur, bertahap, dan berkelanjutan. “Zakat tidak cukup hanya produktif. Ia harus transformatif. Mustahik perlu didampingi hingga benar-benar mandiri dan pada saatnya bisa bertransformasi menjadi muzaki,” tegas narasumber dalam pemaparannya. Model graduasi ini menekankan pada beberapa tahapan penting, mulai dari asesmen kondisi awal mustahik, intervensi program berbasis kebutuhan riil, pendampingan intensif, hingga evaluasi berbasis indikator capaian kesejahteraan. Dengan demikian, keberhasilan program tidak lagi diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, melainkan dari perubahan kualitas hidup penerima manfaat. Penguatan Desain Program Pemberdayaan Kegiatan ini juga menyoroti perlunya desain program pemberdayaan yang lebih terstruktur. Lembaga zakat didorong untuk memiliki kerangka kerja yang jelas, indikator capaian yang terukur, serta sistem monitoring dan evaluasi berkelanjutan. “Pengentasan kemiskinan membutuhkan desain yang sistematis dan berbasis data. Lembaga zakat harus mampu memastikan bahwa intervensi yang diberikan benar-benar mengubah kondisi mustahik,” lanjut narasumber. Pendekatan ini sejalan dengan semangat pengelolaan zakat yang strategis dan berdampak luas, bukan sekadar bersifat karitatif. Konsep graduasi juga mengintegrasikan aspek spiritual, ekonomi, dan sosial sebagai satu kesatuan dalam proses pemberdayaan. Komitmen BAZNAS Kota Ambon Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah. Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa materi yang diperoleh sangat relevan dengan kebutuhan program pemberdayaan di Ambon. “Materi tentang model graduasi kemiskinan Islami sangat membuka wawasan kami. Ini menjadi referensi penting dalam menyusun program pemberdayaan yang lebih terarah dan berkelanjutan di Kota Ambon,” ujar Jihan Abbas usai mengikuti kegiatan pada pukul 09.30 WIT. Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis indikator dan pendampingan berkelanjutan akan menjadi perhatian dalam pengembangan program mustahik ke depan. “Kami ingin memastikan bahwa bantuan zakat tidak berhenti pada penyaluran, tetapi benar-benar mendorong perubahan taraf hidup mustahik secara nyata,” tambahnya. Ikhtiar Bersama Pengelolaan Zakat Strategis Pengajian ini merupakan bagian dari agenda rutin BAZNAS dalam memperkuat kapasitas amil dan pengelola zakat di seluruh Indonesia. Melalui forum berbagi pengetahuan ini, diharapkan terjadi penyamaan visi dalam membangun sistem pengentasan kemiskinan yang terukur dan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kompetensi, BAZNAS optimistis model graduasi kemiskinan Islami dapat menjadi kerangka awal dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang lebih profesional, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat. Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus memperkuat desain program pemberdayaan agar lebih sistematis dan berorientasi pada transformasi mustahik menjadi pribadi yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. Pengajian berlangsung lancar hingga pukul 09.30 WIT, menandai komitmen bersama dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang semakin strategis di berbagai daerah, termasuk di Kota Ambon.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Kemenag Tegaskan: Tidak Ada dan Tidak Pernah Ada Kebijakan Zakat untuk Program MBG
Kemenag Tegaskan: Tidak Ada dan Tidak Pernah Ada Kebijakan Zakat untuk Program MBG
Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menegaskan bahwa tidak ada dan tidak pernah ada kebijakan penggunaan dana zakat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan guna meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Kementerian Agama memastikan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia tetap berpegang pada prinsip syariat Islam dan aturan hukum yang berlaku. Penyaluran zakat merujuk secara tegas pada Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60 yang mengatur delapan golongan (asnaf) penerima zakat, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Berdasarkan ketentuan tersebut, dana zakat hanya diperuntukkan bagi fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Di luar delapan kategori itu, zakat tidak dapat dialihkan untuk program lain. Kemenag menekankan bahwa tata kelola zakat dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Pengawasan terus dilakukan agar dana umat tersalurkan tepat sasaran dan sesuai peruntukannya. Masyarakat pun diimbau untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat. Zakat yang ditunaikan melalui lembaga resmi tetap dijamin keamanannya serta disalurkan sesuai dengan syariat dan regulasi yang berlaku. Dengan pemahaman yang benar mengenai delapan asnaf, diharapkan kepercayaan umat terhadap pengelolaan zakat semakin kuat dan partisipasi dalam menunaikan zakat semakin meningkat.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Tegaskan Zakat Tak untuk MBG, Ketua: “Amanah Umat Harus Sesuai Syariat”
BAZNAS Kota Ambon Tegaskan Zakat Tak untuk MBG, Ketua: “Amanah Umat Harus Sesuai Syariat”
Ambon, Senin 23 Februari 2026 (WIT) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menegaskan bahwa penyaluran dana zakat harus tetap berpedoman pada ketentuan syariat Islam dan regulasi yang berlaku. Hal ini menyusul penegasan dari Kementerian Agama Republik Indonesia bahwa tidak ada kebijakan penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pengelolaan zakat merupakan amanah umat yang wajib dijaga akuntabilitas dan kesesuaiannya dengan syariat. “Penyaluran zakat itu ada aturan utamanya dan selalu dijaga kesesuaiannya dengan syariat. Kami memastikan dana zakat tidak digunakan di luar ketentuan delapan asnaf sebagaimana diatur dalam Al-Qur’an dan undang-undang,” tegas Muhammad Zulkifly Fakaubun kepada media, Senin (23/2/2026) pukul 14.45 WIT. Berpegang pada Al-Qur’an dan Undang-Undang Penegasan ini merujuk pada ketentuan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60 yang secara jelas menyebutkan delapan golongan (asnaf) penerima zakat, yakni fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Selain itu, pengelolaan zakat di Indonesia juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang menegaskan bahwa zakat merupakan hak mustahik dan harus disalurkan sesuai peruntukannya. Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa BAZNAS Kota Ambon menjalankan pengelolaan zakat sesuai koridor hukum tersebut. “Zakat adalah hak prioritas delapan golongan mustahik. Tidak boleh dialihkan untuk program lain yang tidak termasuk dalam kategori asnaf. Ini prinsip dasar yang tidak bisa ditawar,” ujarnya. Jaga Kepercayaan Muzakki Menurutnya, klarifikasi dari Kementerian Agama menjadi penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat, khususnya para muzakki. “Kami mengapresiasi penegasan dari Kementerian Agama. Ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Muzakki harus yakin bahwa dana yang mereka titipkan benar-benar sampai kepada yang berhak,” tambahnya. Ia juga menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam pengelolaan zakat di Kota Ambon. “BAZNAS Kota Ambon berkomitmen menjaga tata kelola zakat yang transparan, berkeadilan, dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang dihimpun adalah amanah umat yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Edukasi Asnaf kepada Masyarakat Lebih lanjut, BAZNAS Kota Ambon akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai delapan golongan penerima zakat agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi. Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi langsung, media sosial, hingga khutbah dan kajian keagamaan di berbagai kesempatan. Dengan adanya penegasan ini, masyarakat Kota Ambon diharapkan tidak ragu dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi, karena penyalurannya tetap berlandaskan syariat Islam dan regulasi negara. BAZNAS Kota Ambon memastikan bahwa dana zakat akan terus difokuskan untuk membantu fakir miskin, pemberdayaan ekonomi umat, bantuan pendidikan, kesehatan, serta program sosial lain yang sesuai dengan ketentuan asnaf.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Webinar Tips Sehat Ramadan, Tekankan Pentingnya Nutrisi Berkualitas Saat Puasa
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Webinar Tips Sehat Ramadan, Tekankan Pentingnya Nutrisi Berkualitas Saat Puasa
Ambon, Senin 23 Februari 2026 (WIT) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan wawasan amil melalui partisipasi dalam kegiatan nasional. Kali ini, BAZNAS Kota Ambon melalui stafnya, Jihan Abbas, mengikuti kegiatan BAZNAS Webinar Forum bertajuk “Tips Sehat Selama Ramadan: Peran Nutrisi dalam Kualitas Puasa” yang digelar secara daring pada Senin (23/2/2026). Webinar dimulai pukul 16.00 WIB atau pukul 18.00 WIT dan berlangsung hingga sekitar pukul 19.30 WIT melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, serta Kepala Rumah Sehat BAZNAS Sidoarjo, dr. Yenny Wulandari. Puasa Berkualitas Dimulai dari Nutrisi yang Tepat Dalam sambutannya, Subhan Cholid menekankan bahwa Ramadan bukan hanya momentum peningkatan spiritual, tetapi juga kesempatan menjaga kesehatan fisik. “Puasa yang berkualitas bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana kita mempersiapkan tubuh dengan asupan nutrisi yang tepat agar ibadah berjalan optimal dan produktivitas tetap terjaga,” ujar Subhan Cholid. Ia menambahkan bahwa BAZNAS tidak hanya berperan dalam pengelolaan zakat, tetapi juga memiliki perhatian terhadap aspek kesehatan umat melalui berbagai program, termasuk Rumah Sehat BAZNAS. Sementara itu, dr. Yenny Wulandari dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya keseimbangan gizi saat sahur dan berbuka. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya fokus pada makanan manis saat berbuka. “Tubuh membutuhkan karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan cairan yang cukup. Hindari konsumsi gula berlebihan dan perhatikan pola makan seimbang agar puasa tetap nyaman dan tubuh tidak mudah lemas,” jelas dr. Yenny. Ia juga membagikan tips praktis seperti memperbanyak konsumsi air putih, menghindari gorengan berlebihan, serta menjaga waktu tidur yang cukup selama Ramadan. Komitmen BAZNAS Kota Ambon Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengikuti kegiatan tersebut secara penuh hingga sesi diskusi interaktif. Ia menilai webinar ini sangat relevan menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. “Webinar ini sangat bermanfaat, khususnya bagi kami di daerah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan selama Ramadan. Kesehatan yang baik akan mendukung kualitas ibadah,” ujar Jihan Abbas pada pukul 19.35 WIT usai kegiatan. Menurutnya, materi yang disampaikan narasumber tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kami akan turut menyampaikan pesan-pesan kesehatan ini kepada para mustahik, muzakki, dan masyarakat umum di Kota Ambon, agar Ramadan tahun ini bisa dijalani dengan lebih sehat dan penuh keberkahan,” tambahnya. Edukasi Kesehatan untuk Umat Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian edukasi yang digagas BAZNAS menjelang Ramadan, tidak hanya dalam aspek penguatan zakat, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan mengikuti webinar ini, BAZNAS Kota Ambon menunjukkan keseriusannya dalam mengintegrasikan nilai spiritual dan kesehatan dalam pelayanan kepada umat. Harapannya, masyarakat Kota Ambon dapat menjalani ibadah puasa dengan tubuh yang sehat, pikiran yang jernih, dan semangat berbagi yang semakin kuat.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kelas Hukum BAZNAS Vol. 2, Dalami Sosialisasi SK Nisab Zakat 2026
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kelas Hukum BAZNAS Vol. 2, Dalami Sosialisasi SK Nisab Zakat 2026
Ambon, Senin 23 Februari 2026 (WIT) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon melalui stafnya, Jihan Abbas, mengikuti kegiatan Webinar Kelas Hukum BAZNAS Volume 2 Tahun 2026 yang mengangkat tema “Sosialisasi Surat Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026”. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini dimulai pada pukul 13.00 WIB atau pukul 15.00 WIT dan diikuti oleh pimpinan serta amil BAZNAS, LAZ, dan UPZ dari seluruh Indonesia. Webinar berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIT dengan agenda yang telah tersusun rapi oleh panitia. Webinar ini dibuka dengan laporan dari Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, dilanjutkan sambutan sekaligus pembukaan oleh Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad. Materi utama disampaikan oleh M. Hasbi Zaenal selaku Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL BAZNAS RI. Dalami Substansi SK Nomor 15 Tahun 2026 Kelas Hukum ini menjadi bagian dari upaya penyebarluasan kebijakan terbaru terkait penetapan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 yang telah ditetapkan melalui SK Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026. Dalam paparannya, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menegaskan pentingnya keseragaman pemahaman di seluruh Indonesia. “Penetapan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 ini bertujuan memberikan kemudahan perhitungan serta menjamin keadilan bagi masyarakat. Karena itu, seluruh amil harus memahami substansi kebijakan ini secara utuh,” tegas Noor Achmad dalam sambutannya. Sebagaimana diketahui, nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 ditetapkan setara dengan 85 gram emas atau Rp91.681.728 per tahun, dengan kadar zakat 2,5 persen dari pendapatan bruto. Komitmen BAZNAS Kota Ambon Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengikuti kegiatan ini secara penuh hingga sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan sesuai regulasi. “Webinar ini sangat membantu kami dalam memahami secara teknis dan yuridis SK Nomor 15 Tahun 2026. Dengan pemahaman yang komprehensif, kami bisa menyosialisasikan nilai nisab zakat 2026 kepada masyarakat Kota Ambon secara tepat,” ujar Jihan Abbas pada pukul 17.10 WIT usai kegiatan. Ia menambahkan bahwa Kelas Hukum BAZNAS menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi amil zakat di daerah. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme amil. Melalui kegiatan seperti ini, BAZNAS Kota Ambon semakin siap memberikan layanan zakat yang transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan syariah maupun regulasi,” tambahnya. Dukung Penguatan Literasi dan Kepatuhan Webinar ini tidak hanya membahas angka nisab, tetapi juga landasan hukum yang melatarbelakanginya, mulai dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat hingga regulasi teknis lainnya. Peserta juga diberikan ruang diskusi pada sesi tanya jawab yang berlangsung dari pukul 16.15 hingga 16.50 WIT, sebelum akhirnya ditutup secara resmi. Dengan mengikuti Kelas Hukum Volume 2 Tahun 2026 ini, BAZNAS Kota Ambon menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi hukum zakat serta memastikan kebijakan nasional dapat diterapkan secara optimal di daerah. Kegiatan ini diharapkan berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat pendapatan sesuai ketentuan terbaru, sehingga potensi zakat di Kota Ambon dapat tergali secara maksimal demi kesejahteraan umat.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Nisab Zakat Pendapatan 2026 Resmi Naik, BAZNAS Kota Ambon: “Ini Demi Keadilan dan Kepastian Umat”
Nisab Zakat Pendapatan 2026 Resmi Naik, BAZNAS Kota Ambon: “Ini Demi Keadilan dan Kepastian Umat”
Ambon, Senin 23 Februari 2026 (WIT) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia resmi menetapkan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 melalui Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026. Kebijakan ini langsung disikapi oleh BAZNAS Kota Ambon sebagai langkah strategis untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan perhitungan zakat bagi masyarakat. Keputusan yang ditetapkan di Jakarta pada 21 Februari 2026 dan ditandatangani Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menetapkan bahwa nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 setara dengan 85 gram emas, atau senilai Rp91.681.728,00 per tahun dan Rp7.640.144,00 per bulan apabila ditunaikan setiap bulan. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa keputusan ini menjadi pedoman penting dalam pengelolaan zakat di daerah. “Kami di BAZNAS Kota Ambon menyambut baik Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026. Penyesuaian nilai nisab ini penting agar perhitungan zakat pendapatan lebih adil, relevan dengan kondisi ekonomi terkini, dan memberikan kepastian bagi para muzakki,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun, Senin (23/2/2026) pukul 15.30 WIT. Penyesuaian Berdasarkan Perkembangan Harga Emas Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa emas yang menjadi acuan adalah emas 14 karat (58,33%–62,49% kandungan emas), dengan perhitungan harga emas berdasarkan rata-rata harga selama tahun 2025. Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi dan harga emas, sekaligus mencabut Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 13 Tahun 2025 yang sebelumnya mengatur nilai nisab tahun 2025. Selain menetapkan nilai nisab, keputusan ini juga menegaskan bahwa: Kadar zakat pendapatan dan jasa adalah 2,5%. Objek zakat adalah pendapatan dan jasa bruto. Zakat ditunaikan saat pendapatan diterima. Pembayaran dilakukan melalui amil zakat resmi. Menurut Muhammad Zulkifly Fakaubun, ketentuan bahwa zakat dihitung dari pendapatan bruto perlu dipahami secara utuh oleh masyarakat. “Zakat pendapatan dihitung dari penghasilan bruto dengan kadar 2,5 persen bagi yang telah mencapai nisab. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk berkonsultasi dengan BAZNAS agar perhitungannya tepat dan sesuai ketentuan syariah,” jelasnya. Berlandaskan Regulasi Nasional Keputusan ini merujuk pada sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, serta Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 yang telah diperbarui terakhir dengan PMA Nomor 31 Tahun 2019. Penetapan nisab tahun 2026 juga merupakan hasil dari Keputusan Rapat Pleno Pimpinan BAZNAS RI pada 21 Februari 2026, Rapat Koordinasi bersama Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia pada 10 Februari 2026, serta Musyawarah Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa pada 20 Februari 2026. Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga menyangkut aspek keadilan sosial dan kesejahteraan umat. “Penetapan nisab ini mempertimbangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, zakat semakin optimal dihimpun dan didistribusikan untuk membantu mustahik, mengurangi kemiskinan, dan memperkuat ekonomi umat di Kota Ambon,” tegasnya. Komitmen Sosialisasi di Kota Ambon BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk segera melakukan sosialisasi masif kepada ASN, karyawan swasta, profesional, dan pelaku usaha terkait nilai nisab terbaru tersebut. Langkah ini dinilai penting agar para muzakki memahami bahwa kewajiban zakat pendapatan berlaku ketika penghasilan telah mencapai Rp7.640.144,00 per bulan atau Rp91.681.728,00 per tahun. “Kami akan mengintensifkan edukasi dan literasi zakat, baik melalui media sosial, khutbah, maupun koordinasi dengan instansi pemerintah dan swasta. Transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi prioritas kami,” tambahnya. Dengan mulai berlakunya Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat pendapatan semakin meningkat, sehingga penghimpunan zakat di Kota Ambon pada tahun 2026 dapat tumbuh signifikan dan memberikan dampak sosial yang lebih luas.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kick Off Agenda Ramadan Zakat dan Wakaf 1447 H/2026 M, Perkuat Literasi dan Kolaborasi Nasional
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kick Off Agenda Ramadan Zakat dan Wakaf 1447 H/2026 M, Perkuat Literasi dan Kolaborasi Nasional
Ambon, 23 Februari 2026 (WIT) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon turut ambil bagian dalam kegiatan “Kick Off Agenda Ramadan Zakat dan Wakaf 1447 H/2026 M” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Kegiatan nasional ini mengusung tema “Tebar Manfaat, Ruang Literasi dan Sharing Zakat Wakaf” dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (23/2/2026). Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengikuti kegiatan tersebut dari Ambon pada pukul 12.00 WIT (10.00 WIB), menyesuaikan dengan waktu pelaksanaan yang ditetapkan panitia pusat. Agenda ini menjadi momentum strategis dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan zakat dan wakaf di seluruh Indonesia. Undangan resmi bernomor B-89/Dt.III.IV.I/Kp.02.3/2/2026 tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Waryono atas nama Direktur Jenderal dan atas nama Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Dalam surat tersebut ditegaskan pentingnya partisipasi aktif seluruh lembaga pengelola zakat dan wakaf. “Mengingat pentingnya agenda ini, kami sangat mengharapkan kehadiran Saudara/i pada waktu dan tempat yang telah ditentukan,” demikian bunyi kutipan dalam surat resmi tersebut. Penguatan Kolaborasi Nasional Kegiatan Kick Off ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota, Lembaga Amil Zakat (LAZ), hingga Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan para nazhir di seluruh Indonesia. Partisipasi BAZNAS Kota Ambon menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung program nasional pemberdayaan zakat dan wakaf. Jihan Abbas menyampaikan bahwa keikutsertaan ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan program kerja Ramadan di tingkat daerah dengan kebijakan pusat. “Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman bersama tentang optimalisasi zakat dan wakaf selama Ramadan. Kami di BAZNAS Kota Ambon siap menindaklanjuti arahan pusat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Jihan Abbas dalam keterangannya usai mengikuti kegiatan pada pukul 14.30 WIT. Ia menambahkan bahwa tema tahun ini menekankan pada aspek literasi dan berbagi praktik baik antar lembaga. “Bukan hanya penghimpunan, tetapi juga bagaimana membangun ruang literasi dan berbagi pengalaman pengelolaan zakat dan wakaf yang transparan serta berdampak,” tambahnya. Fokus pada Literasi dan Dampak Sosial Tema “Tebar Manfaat, Ruang Literasi dan Sharing Zakat Wakaf” mencerminkan arah kebijakan yang tidak hanya berfokus pada pengumpulan dana, tetapi juga pada edukasi publik serta penguatan kapasitas kelembagaan. Melalui agenda ini, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf mendorong seluruh stakeholder untuk: Meningkatkan literasi masyarakat tentang zakat dan wakaf. Memperluas jangkauan penerima manfaat. Mengoptimalkan pengelolaan zakat dan wakaf berbasis digital. Membangun kolaborasi lintas lembaga. Kick Off ini juga menjadi titik awal rangkaian program Ramadan yang akan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah, termasuk di Kota Ambon. BAZNAS Kota Ambon berencana mengintegrasikan hasil koordinasi nasional ini ke dalam program distribusi zakat, santunan dhuafa, serta kegiatan edukasi zakat dan wakaf di wilayah setempat. Dengan semangat kebersamaan dan sinergi nasional, BAZNAS Kota Ambon optimistis pelaksanaan Ramadan 1447 H/2026 M akan semakin berdampak luas bagi masyarakat, khususnya para mustahik di Kota Ambon dan sekitarnya.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Perkuat Spirit Ramadhan, BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kajian Refleksi Nasional
Perkuat Spirit Ramadhan, BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kajian Refleksi Nasional
Ambon, 21 Februari 2026 (WIT) – Dalam rangka menyambut dan menguatkan nilai spiritual di bulan suci, BAZNAS Kota Ambon turut ambil bagian dalam kegiatan nasional bertajuk Meraih Berkah dalam Kajian Refleksi Ramadhan yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 09.00 WIB atau pukul 11.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) hingga selesai, dan diikuti oleh jajaran amil zakat dari seluruh Indonesia. Dari Kota Ambon, kegiatan ini diikuti sebagai bagian dari penguatan kapasitas spiritual dan pembinaan ruhiyah para pengelola zakat. Kajian refleksi menghadirkan narasumber nasional, Ustadz Muslim Al-Fatih, yang membawakan materi tentang pentingnya menghadirkan kekhusyukan dalam shalat sebagai fondasi pembentukan karakter dan integritas seorang Muslim, khususnya bagi para amil yang mengemban amanah umat. Dalam undangan resmi yang disampaikan oleh BAZNAS RI disebutkan: “Ramadhan adalah momentum untuk kembali menata hati dan memperdalam kedekatan dengan Allah melalui shalat yang khusyuk dan penuh kesadaran.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang transformasi diri untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Perwakilan BAZNAS Kota Ambon menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kajian ini menjadi bagian penting dalam membangun keseimbangan antara profesionalitas kerja dan kekuatan spiritual. “Sebagai pengelola zakat, kami tidak hanya dituntut profesional dan akuntabel, tetapi juga harus memiliki fondasi spiritual yang kuat. Kajian ini menjadi ruang refleksi agar setiap amanah yang kami jalankan bernilai ibadah,” ungkap salah satu peserta dari BAZNAS Kota Ambon. Dalam pemaparannya, Ustadz Muslim Al-Fatih mengajak peserta untuk menjadikan shalat sebagai pusat kesadaran hidup, bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan. Ia menekankan bahwa kekhusyukan lahir dari hati yang bersih dan niat yang tulus. “Shalat yang khusyuk akan melahirkan pribadi yang jujur, amanah, dan penuh empati. Dari sanalah keberkahan hidup bermula,” jelasnya dalam kajian tersebut. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen untuk terus bertumbuh, tidak hanya dalam aspek tata kelola zakat, tetapi juga dalam pembinaan spiritual para amil. Dengan ruhiyah yang kuat, pelayanan kepada muzaki dan mustahik diharapkan semakin optimal dan penuh keikhlasan. Momentum Ramadhan menjadi pengingat bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya instrumen sosial-ekonomi, tetapi juga jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui kajian refleksi ini, BAZNAS Kota Ambon bertekad menjadikan Ramadhan sebagai titik tolak peningkatan integritas, pelayanan, dan keberkahan dalam setiap program yang dijalankan.
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Muzakarah Nasional, Perkuat Standar Nisab Zakat 2026
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Muzakarah Nasional, Perkuat Standar Nisab Zakat 2026
Ambon, 20 Februari 2026 (WIT) – BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola zakat dengan mengikuti kegiatan Muzakarah Diskusi Mengenai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh BAZNAS RI melalui Direktorat Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional. Kegiatan yang digelar pada Jumat, 20 Februari 2026 pukul 16.00–18.00 WIB atau 18.00–20.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) ini diikuti oleh pimpinan BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota serta pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting. Partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam forum nasional ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kebijakan dan implementasi zakat di daerah tetap selaras dengan perkembangan regulasi dan dinamika ekonomi terkini, khususnya terkait perubahan harga emas yang berpengaruh terhadap standar nisab zakat pendapatan dan jasa. Dalam undangan resmi yang disampaikan oleh Direktorat Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional BAZNAS RI disebutkan: “Kehadiran dan masukan dari Bapak/Ibu sangat kami harapkan demi penguatan tata kelola zakat nasional yang lebih baik.” Muzakarah ini menjadi ruang ilmiah dan syar’i untuk membahas secara mendalam bagaimana penetapan nisab zakat pendapatan dan jasa pada tahun 2026 dapat tetap relevan dengan kondisi ekonomi masyarakat, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip fiqih zakat. Perwakilan BAZNAS Kota Ambon menyampaikan bahwa forum ini sangat penting untuk memberikan kepastian dan keseragaman pemahaman di seluruh Indonesia. “Kami mengikuti muzakarah ini agar kebijakan dan sosialisasi zakat di Kota Ambon tetap berdasarkan kajian nasional yang komprehensif. Penetapan nisab harus mempertimbangkan aspek syariah dan kondisi ekonomi masyarakat,” ungkap salah satu pimpinan BAZNAS Kota Ambon. Dinamika harga emas sebagai acuan nisab zakat maal maupun zakat pendapatan menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Kenaikan atau penurunan harga emas secara langsung berdampak pada batas minimal harta atau pendapatan yang wajib dizakati. Oleh karena itu, diperlukan kesepahaman nasional agar tidak terjadi perbedaan penafsiran di lapangan. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini juga menunjukkan keseriusan dalam menjaga profesionalisme dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Dengan mengikuti arahan dan kajian nasional, diharapkan pelaksanaan zakat pendapatan dan jasa di daerah dapat berjalan lebih terstruktur, transparan, dan sesuai dengan regulasi terbaru. Selain sebagai forum diskusi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi nasional antar pengelola zakat se-Indonesia. Sinergi antara pusat dan daerah dinilai sangat penting untuk memperkuat peran zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. Dengan semangat kolaborasi dan pembaruan kebijakan berbasis kajian, BAZNAS Kota Ambon berkomitmen terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menunaikan zakat sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui tata kelola yang baik dan keseragaman standar nisab, zakat diharapkan semakin optimal dalam menghadirkan kesejahteraan dan keberkahan bagi umat.
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Bayar Fidyah Tanpa Ribet, BAZNAS Kota Ambon Hadir Jemput ke Rumah
Bayar Fidyah Tanpa Ribet, BAZNAS Kota Ambon Hadir Jemput ke Rumah
Ambon, 20 Februari 2020 – Komitmen pelayanan terbaik kembali ditunjukkan BAZNAS Kota Ambon dengan menghadirkan layanan jemput fidyah langsung ke rumah warga. Layanan ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin menunaikan kewajiban syariat tanpa harus datang ke kantor. Kali ini, layanan jemput fidyah diberikan kepada Dwi Ana Sakinah yang menunaikan fidyah karena kondisi hamil. Pembayaran fidyah tersebut dijemput langsung oleh staf BAZNAS bidang pengumpulan, Jihan Abbas, di kediamannya di kawasan Batu Merah, Kota Ambon, Jumat (20/2/2020). Dwi Ana Sakinah mengaku memilih menyalurkan fidyah melalui BAZNAS karena dinilai lebih mudah dan praktis. “Saya memilih membayar fidyah di BAZNAS Kota Ambon karena lebih mudah dan praktis. Apalagi dalam kondisi hamil, tentu lebih nyaman jika dijemput langsung ke rumah,” ungkapnya. Fidyah sendiri merupakan kewajiban bagi umat Islam yang tidak dapat melaksanakan puasa Ramadhan karena alasan tertentu yang dibenarkan syariat, termasuk ibu hamil yang mengkhawatirkan kondisi dirinya atau janinnya. Fidyah dibayarkan dengan memberi makan fakir miskin sesuai ketentuan yang berlaku. Staf BAZNAS bidang pengumpulan, Jihan Abbas, menjelaskan bahwa layanan jemput zakat, infak, sedekah, dan fidyah merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat. Jika tidak sempat datang ke kantor, cukup menghubungi kami, dan BAZNAS siap melayani jemput zakat maupun fidyah ke rumah,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa dana yang dihimpun akan dikelola secara transparan, amanah, dan akuntabel, kemudian disalurkan kepada mustahik melalui berbagai program, seperti bantuan sembako, santunan dhuafa, bantuan modal usaha, hingga program kemanusiaan lainnya di Kota Ambon. Layanan jemput ini menjadi bukti bahwa BAZNAS terus berinovasi dalam meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan muzaki. Dengan sistem pelayanan yang profesional serta pengelolaan dana yang bertanggung jawab, masyarakat tidak perlu ragu menunaikan zakat, infak, sedekah, maupun fidyah melalui BAZNAS. Melalui langkah nyata seperti ini, BAZNAS Kota Ambon mengajak seluruh umat Islam untuk tidak menunda kewajiban. Sebab setiap zakat dan fidyah yang ditunaikan bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga menjadi jalan keberkahan, kepedulian sosial, dan solusi bagi sesama yang membutuhkan.
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Dari Batu Merah untuk Umat: Seruan Menggetarkan Hati Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah di BAZNAS Kota Ambon
Dari Batu Merah untuk Umat: Seruan Menggetarkan Hati Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah di BAZNAS Kota Ambon
Ambon, 20 Februari 2026 – Semangat Gerakan Cinta Zakat menggema kuat di Negeri Batu Merah, negeri dengan jumlah penduduk umat Islam terbanyak di Kota Ambon. BAZNAS Kota Ambon menggelar sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi para Ketua RT dan RW se-Negeri Batu Merah, Jumat (20/2/2026), bertempat di Aula Kantor Negeri Batu Merah. Sebagai salah satu negeri terbesar di Kota Ambon, Batu Merah memiliki sekitar 120 RT dan 20 RW. Para Ketua RT dan RW yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Peran mereka dinilai sangat strategis sebagai ujung tombak penyampaian informasi dan edukasi zakat di lingkungan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kota Ambon Muhammad Zulkifly Fakaubun, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan H. Achmad Salim, Wakil Ketua II Hendra Abu Bakar, Wakil Ketua IV Hj. Rabea Kiat, serta staf Jihan Abbas dan Ayu. Turut hadir Sekretaris Negeri Batu Merah sekaligus Ketua UPZ Arlis Lisaholet serta Raja Negeri Batu Merah Ali Hatala. Bukti Nyata Program untuk Umat Sekretaris Negeri Batu Merah sekaligus Ketua UPZ, Arlis Lisaholet, menegaskan bahwa dukungan terhadap BAZNAS merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap persoalan sosial masyarakat. “BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatannya sudah banyak bukti, di antaranya paket sembako, bantuan modal usaha, program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), dan berbagai bantuan sosial lainnya. Ini mesti kita dukung bersama untuk membantu mengatasi persoalan di Kota Ambon, terutama di Negeri Batu Merah,” ujarnya. Ia menambahkan, dengan jumlah 120 RT dan 20 RW, potensi zakat di Batu Merah sangat besar apabila dikelola secara maksimal melalui BAZNAS. Dua UPZ Mandiri Jadi Teladan Di Negeri Batu Merah juga telah berdiri dua UPZ mandiri yang menjadi contoh dan teladan, yakni UPZ Baiturahman Grahara dan UPZ Nurul Iman. Keberadaan keduanya menunjukkan bahwa kesadaran berzakat di tingkat komunitas semakin meningkat dan terorganisir dengan baik. Kehadiran dua UPZ ini diharapkan mampu menginspirasi lingkungan lainnya untuk membentuk unit serupa sehingga Gerakan Cinta Zakat semakin luas dan berdampak nyata. Penghargaan Jadi Pemacu Semangat Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih dalam ajang BAZNAS Kota Ambon Awards 2026. “Kami berterima kasih karena Negeri Batu Merah dianugerahi penghargaan sebagai negeri terbaik pendukung Gerakan Cinta Zakat. Ini menjadi pemacu bagi kami untuk lebih memaksimalkan lagi gerakan cinta zakat di Negeri Batu Merah,” ungkapnya. Transparan, Amanah dan Profesional Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, dalam paparannya menjelaskan dasar hukum dan regulasi pengelolaan zakat serta tata kelola yang transparan, amanah, akuntabel, dan bertanggung jawab. “Pengelolaan zakat di BAZNAS dilakukan secara transparan dan profesional. Kami ingin para muzaki yakin bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan benar-benar sampai kepada yang berhak,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Achmad Salim, memaparkan dalil-dalil kewajiban zakat, keutamaan, ganjaran pahala, serta penjelasan mengenai nisab, haul, dan ketentuan lainnya. “Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana membersihkan harta dan jiwa. Di dalamnya ada keberkahan dan solusi bagi persoalan umat,” jelasnya. Dengan dukungan sekitar 120 RT, 20 RW, serta dua UPZ mandiri yang aktif, Negeri Batu Merah diharapkan semakin kokoh sebagai pusat Gerakan Cinta Zakat di Kota Ambon. Melalui sinergi antara BAZNAS, pemerintah negeri, UPZ, dan masyarakat, zakat, infak, dan sedekah menjadi kekuatan bersama untuk menghadirkan kesejahteraan dan keberkahan bagi umat.
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Hadiri Penguatan Pengumpulan Ramadhan 1447 H, Siap Optimalkan Layanan Zakat di Maluku
BAZNAS Kota Ambon Hadiri Penguatan Pengumpulan Ramadhan 1447 H, Siap Optimalkan Layanan Zakat di Maluku
Ambon, 19 Februari 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon mengikuti kegiatan Penguatan Pengumpulan Ramadhan 1447 H BAZNAS se-Provinsi Maluku yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (19/2/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat kerja teknis persiapan Ramadhan dan digelar melalui Zoom Meeting pada pukul 13.00 WIB atau 15.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) hingga selesai. Forum ini diikuti oleh jajaran BAZNAS kabupaten/kota se-Provinsi Maluku sebagai bagian dari konsolidasi dan penguatan strategi penghimpunan zakat menjelang bulan suci Ramadhan. Partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini diwakili oleh staf, Jihan Abbas. Meski dihadiri oleh perwakilan staf, keikutsertaan tersebut secara kelembagaan merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Ambon dalam menyukseskan program nasional dan provinsi. Dalam penyampaiannya, panitia menegaskan pentingnya sinergi antar-BAZNAS di wilayah Maluku. “Menindaklanjuti rapat kerja teknis persiapan Ramadhan, kami mengundang bapak/ibu untuk hadir dalam penguatan pengumpulan Ramadhan 1447 H BAZNAS se-Provinsi Maluku,” demikian disampaikan dalam undangan resmi. Kegiatan ini membahas strategi optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah selama Ramadhan, termasuk penguatan kampanye, kolaborasi dengan mitra, serta peningkatan pelayanan kepada muzaki. Perwakilan BAZNAS Kota Ambon menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh agenda penguatan tersebut. “Momentum Ramadhan adalah waktu terbaik untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat. Kami siap mengoptimalkan penghimpunan serta memastikan penyaluran tepat sasaran,” ujar perwakilan BAZNAS Kota Ambon. Melalui forum ini, diharapkan terbangun koordinasi yang lebih solid antar-BAZNAS se-Maluku sehingga target penghimpunan Ramadhan 1447 H dapat tercapai secara maksimal. Selain itu, penguatan ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, BAZNAS Kota Ambon terus berupaya menghadirkan pelayanan zakat yang amanah dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Ambon dan sekitarnya.
BERITA19/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Perkuat Tata Kelola Digital, BAZNAS Kota Ambon Ikuti Konsultasi Nasional SIMBA Bersama BAZNAS RI
Perkuat Tata Kelola Digital, BAZNAS Kota Ambon Ikuti Konsultasi Nasional SIMBA Bersama BAZNAS RI
Ambon, 19 Februari 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon mengikuti kegiatan Konsultasi Online SIMBA yang diselenggarakan oleh Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI pada Kamis (19/2/2026). Kegiatan ini berlangsung secara daring pukul 10.00–12.00 WIB atau 12.00–14.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) dan diikuti oleh operator SIMBA dari seluruh Indonesia. Partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam forum nasional ini menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam memperkuat tata kelola zakat berbasis digital serta meningkatkan kapasitas pengelolaan data dan pelaporan secara akuntabel. Dalam undangan resminya, panitia menyampaikan, “Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada rekan-rekan operator SIMBA, kami akan mengadakan konsultasi online. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi rekan-rekan untuk menyampaikan pertanyaan terkait kendala penggunaan SIMBA, yang akan kami jawab secara langsung.” Sebelum sesi tanya jawab, peserta mendapatkan pemaparan materi bertajuk Kupas Tuntas Profiling SIMBA. Materi ini membahas secara mendalam fitur profiling dalam Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), yang berperan penting dalam pengelolaan database muzaki dan mustahik, serta penyusunan laporan yang terintegrasi secara nasional. Perwakilan staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, turut mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari tim pengelola SIMBA di daerah. Keikutsertaan ini mewakili komitmen kelembagaan BAZNAS Kota Ambon dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Dalam pernyataannya, perwakilan BAZNAS Kota Ambon menyampaikan, “Kegiatan konsultasi ini sangat penting untuk memastikan pengelolaan data dan pelaporan zakat di daerah berjalan sesuai standar nasional. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas SDM dan optimalisasi penggunaan SIMBA.” Panitia juga berharap seluruh operator dapat memanfaatkan momentum ini secara maksimal. “Semoga rekan-rekan sekalian bisa mengikuti agenda ini dan bisa menggunakan fitur tersebut secara langsung,” demikian disampaikan dalam penutup undangan resmi. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon semakin menegaskan dukungannya terhadap transformasi digital pengelolaan zakat di Indonesia. Dengan sistem yang terintegrasi dan sumber daya manusia yang kompeten, diharapkan pengelolaan zakat di Kota Ambon semakin transparan, profesional, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan umat. Semangat “Zakat Menguatkan Indonesia” menjadi landasan dalam setiap langkah penguatan sistem dan pelayanan, termasuk melalui partisipasi aktif dalam konsultasi nasional SIMBA ini.
BERITA19/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat