Berita Terbaru
Seri Fundraising BAZNAS Pelayanan Donatur sebagai Pilar Keberhasilan Fundraising Modern
Dalam perkembangan fundraising modern, keberhasilan penghimpunan dana tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan kampanye, luasnya jaringan, atau banyaknya kanal donasi yang dimiliki sebuah lembaga. Faktor yang semakin menentukan keberhasilan lembaga justru terletak pada kualitas pelayanan kepada donatur. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap transparansi dan profesionalitas lembaga sosial, pelayanan menjadi wajah utama yang dinilai publik dalam membangun kepercayaan.
Selama ini pembahasan mengenai fundraising sering lebih banyak menitikberatkan pada strategi komunikasi, branding, kampanye media sosial, maupun perluasan kanal penghimpunan. Semua itu memang penting. Namun keberhasilan fundraising tidak akan berkelanjutan apabila tidak diikuti dengan pelayanan donatur yang baik. Banyak donatur tidak berhenti berdonasi karena program lembaga buruk, melainkan karena pengalaman pelayanan yang tidak memuaskan, komunikasi yang lambat, hubungan yang terasa kaku, atau ketidakmampuan lembaga menjaga kedekatan dengan donatur.
Fundraising pada akhirnya bukan sekadar proses menghimpun dana, tetapi membangun hubungan jangka panjang antara lembaga dan masyarakat. Karena itu, pelayanan kepada donatur harus ditempatkan sebagai strategi inti organisasi. Lembaga yang mampu menghadirkan pelayanan yang baik akan lebih mudah membangun loyalitas dan kepercayaan publik. Sebaliknya, lembaga yang mengabaikan pelayanan perlahan akan kehilangan kedekatan emosional dengan donatur meskipun memiliki program yang baik.
Dalam konteks inilah pelayanan donatur menjadi bagian penting dari keberlanjutan fundraising modern. Pelayanan bukan hanya aktivitas administratif, melainkan bagian dari amanah, penghormatan, dan upaya membangun hubungan kemanusiaan yang sehat antara lembaga dan donatur.
Seamless Communication: Membangun Hubungan yang Cepat, Tulus, dan Personal
Salah satu kebutuhan utama pelayanan fundraising modern adalah kemampuan menghadirkan seamless communication atau komunikasi tanpa hambatan dengan donatur. Donatur saat ini hidup di era digital yang serba cepat dan mudah. Mereka terbiasa memperoleh pelayanan instan dari berbagai sektor kehidupan, mulai dari perbankan, perdagangan digital, transportasi, hingga layanan publik lainnya. Perubahan perilaku ini ikut memengaruhi harapan masyarakat terhadap lembaga sosial dan filantropi.
Karena itu, lembaga perlu menghadirkan komunikasi yang cepat, mudah diakses, personal, dan penuh penghormatan. Komunikasi tidak cukup hanya tersedia melalui berbagai kanal seperti WhatsApp, email, media sosial, telepon, website, atau chatbot. Yang paling penting adalah kualitas interaksi yang diberikan kepada donatur.
Donatur tidak ingin diperlakukan sekadar sebagai target penghimpunan atau angka statistik dalam laporan fundraising. Mereka ingin diperlakukan sebagai manusia yang dihargai dan dipercaya. Mereka ingin memperoleh respons yang cepat, jawaban yang jelas, komunikasi yang ramah, dan pendekatan yang personal. Pelayanan yang baik lahir dari ketulusan untuk melayani, bukan semata-mata mengejar target penghimpunan dana.
Dalam banyak kasus, hal-hal sederhana justru sangat menentukan pengalaman donatur. Kecepatan menjawab pesan, kesediaan membantu ketika donatur mengalami kesulitan, atau keramahan dalam komunikasi sering kali lebih bermakna dibanding kampanye besar yang menghabiskan biaya tinggi. Donatur sering kali tidak menuntut sesuatu yang rumit. Mereka hanya ingin merasa dihargai dan diperhatikan.
Karena itu, komunikasi dalam fundraising harus dibangun dengan prinsip cepat, tulus, personal, dan respectful. Hubungan yang dibangun tidak boleh terasa seperti hubungan bisnis semata, melainkan hubungan kemanusiaan yang dilandasi rasa hormat dan kepercayaan.
Pengembangan Produk dan Layanan Donatur
Pelayanan donatur tidak boleh hanya diposisikan sebagai fungsi administratif. Lembaga modern perlu memiliki unit khusus yang fokus menangani pelayanan dan pengembangan pengalaman donatur secara profesional. Tim ini tidak sekadar mengurus administrasi donasi, tetapi menjadi pusat pengembangan customer experience dan loyalitas publik.
Selama ini banyak lembaga terlalu fokus pada penghimpunan dana, sementara pengembangan pelayanan kurang mendapatkan perhatian. Padahal kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan apakah seorang donatur akan tetap loyal atau justru meninggalkan lembaga.
Karena itu, tim layanan donatur harus memiliki fungsi yang lebih strategis. Mereka tidak hanya bertugas mengirim bukti donasi atau mencatat transaksi, tetapi juga mengembangkan berbagai produk layanan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi donatur. Laporan penyaluran program, kartu ucapan, bukti donasi, rekap tahunan, reminder donasi, dashboard donatur, layanan konsultasi, hingga layanan jemput donasi merupakan bagian penting dalam membangun pengalaman pelayanan yang baik.
Lebih jauh lagi, lembaga perlu memahami customer journey atau perjalanan pengalaman donatur. Loyalitas tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi dibangun melalui pengalaman panjang sejak seseorang mengenal lembaga, tertarik pada program, melakukan donasi, menerima pelayanan, memperoleh laporan, hingga akhirnya merasa menjadi bagian dari gerakan sosial yang dijalankan lembaga.
Sayangnya, banyak lembaga hanya fokus pada proses memperoleh donasi, tetapi kurang memperhatikan pengalaman setelah transaksi dilakukan. Padahal justru pada tahap pasca-donasi itulah loyalitas mulai dibangun. Donatur ingin mengetahui bagaimana dana mereka dikelola, apa dampak yang dihasilkan, dan bagaimana lembaga memperlakukan mereka setelah donasi dilakukan.
Karena itu, setiap titik interaksi dengan donatur perlu dirancang secara serius. Kemudahan kanal donasi, kualitas komunikasi, kecepatan pelayanan, kualitas laporan, hingga pengalaman digital menjadi bagian penting dari perjalanan pengalaman donatur.
Dalam perkembangan teknologi saat ini, pengembangan pelayanan juga perlu diarahkan pada transformasi digital. Lembaga perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari sistem CRM berbasis cloud, auto receipt, e-reporting, dashboard donatur, chatbot pelayanan, hingga integrasi omnichannel communication.
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga membuka peluang besar dalam pelayanan fundraising. AI dapat digunakan untuk memahami perilaku donatur, menghadirkan komunikasi yang lebih personal, memberikan rekomendasi program yang sesuai, hingga meningkatkan kecepatan pelayanan melalui chatbot cerdas. Di sisi lain, Internet of Things (IoT) dapat membantu meningkatkan transparansi melalui monitoring distribusi bantuan dan pelaporan program secara real time.
Namun secanggih apa pun teknologi yang digunakan, pelayanan tetap harus dibangun di atas nilai penghormatan kepada manusia. Teknologi harus menjadi alat untuk memudahkan dan memperkuat hubungan dengan donatur, bukan menggantikan sentuhan kemanusiaan.
Pengolahan Data Fundraising sebagai Aset Strategis
Dalam fundraising modern, data donatur dengan semua perilakunya merupakan aset strategis yang sangat penting. Data fundraising ini bukan sekadar kumpulan nama dan nomor kontak, tetapi sumber informasi untuk memahami karakter, kebutuhan, dan perilaku donatur.
Lembaga yang mampu mengelola data dengan baik akan lebih mudah membangun komunikasi yang personal dan tepat sasaran. Pengelolaan data memungkinkan lembaga memahami preferensi program donatur, pola donasi, frekuensi kontribusi, hingga cara komunikasi yang paling efektif.
Karena itu, pengelolaan data tidak boleh dilakukan secara sederhana dan manual. Lembaga perlu membangun sistem database dan CRM yang modern, aman, dan terintegrasi. Pengelolaan data yang baik akan membantu lembaga meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat loyalitas donatur.
Sebaliknya, pengelolaan data yang buruk sering menyebabkan komunikasi yang tidak relevan, kesalahan pelayanan, hingga menurunkan kualitas hubungan dengan donatur. Dalam era digital, kemampuan mengelola data menjadi bagian penting dari profesionalitas lembaga.
Layanan Komplain sebagai Sumber Perbaikan
Salah satu aspek pelayanan yang sering diabaikan dalam fundraising adalah layanan komplain. Banyak lembaga masih memandang keluhan sebagai ancaman atau gangguan. Padahal komplain justru merupakan sumber evaluasi yang sangat penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan.
Donatur yang menyampaikan keluhan sebenarnya masih memiliki kepedulian terhadap lembaga. Mereka masih berharap lembaga memperbaiki diri. Yang lebih berbahaya justru ketika donatur kecewa dan memilih diam lalu meninggalkan lembaga tanpa pernah kembali.
Karena itu, lembaga harus membangun sistem layanan komplain yang mudah diakses, cepat ditindaklanjuti, transparan, dan tidak defensif. Donatur harus merasa bahwa keluhan mereka didengar dan dihargai. Penanganan komplain bukan sekadar menyelesaikan masalah teknis, tetapi menjaga hubungan dan kepercayaan.
Lembaga perlu memiliki standar pelayanan komplain yang jelas, mulai dari mekanisme penerimaan keluhan, target waktu respons, penanggung jawab layanan, hingga evaluasi berkala terhadap masalah yang sering muncul. Keluhan yang ditangani dengan baik justru sering kali menghasilkan loyalitas yang lebih kuat dibanding sebelumnya.
Budaya pelayanan yang sehat adalah budaya yang terbuka terhadap kritik dan menjadikan masukan publik sebagai bagian dari proses perbaikan organisasi.
Penutup: Pelayanan sebagai Ruh Fundraising
Pada akhirnya, keberhasilan fundraising modern tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar kampanye yang dilakukan atau seberapa luas jaringan penghimpunan yang dimiliki. Keberhasilan jangka panjang sangat ditentukan oleh kemampuan lembaga membangun hubungan yang sehat dan manusiawi dengan donatur.
Ada empat hal penting yang menjadi fondasi minimal pelayanan fundraising modern, yaitu seamless communication yang cepat, tulus, personal, dan penuh penghormatan; pengembangan produk dan layanan donatur yang mampu meningkatkan pengalaman pelayanan; pengelolaan data donatur yang profesional dan strategis; serta layanan komplain yang responsif dan berorientasi pada perbaikan.
Keempat hal tersebut bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan dasar dalam membangun fundraising yang berkelanjutan. Lembaga yang mampu menghadirkan pelayanan yang baik akan memperoleh kepercayaan, loyalitas, dan dukungan publik yang lebih kuat.
Fundraising pada akhirnya bukan hanya soal menghimpun dana, tetapi membangun amanah dan hubungan kemanusiaan. Dan dalam hubungan kemanusiaan itulah pelayanan menemukan makna terpentingnya.
BERITA11/05/2026 | M. Arifin Purwakananta
Rapat Pimpinan BAZNAS Kota Ambon Fokus Tingkatkan Kinerja dan Optimalisasi Pengumpulan ZIS
AMBON — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menggelar rapat internal pada Rabu, 6 Mei 2026, dalam rangka membahas pengoptimalisasian kinerja lembaga serta penguatan strategi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Rapat yang berlangsung secara khusus tersebut hanya diikuti oleh unsur pimpinan BAZNAS Kota Ambon sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan program kerja lembaga ke depan.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran pimpinan untuk melakukan pembahasan mendalam terkait capaian program, tantangan pengelolaan, serta langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan dan penghimpunan dana umat di Kota Ambon.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa rapat pimpinan merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola lembaga agar semakin profesional, transparan, dan terpercaya di tengah masyarakat.
“Rapat ini menjadi bagian dari upaya evaluasi dan penguatan internal agar seluruh program dan pelayanan BAZNAS dapat berjalan lebih maksimal. Fokus utama kami adalah bagaimana meningkatkan kinerja lembaga sekaligus mengoptimalkan pengumpulan ZIS demi kesejahteraan umat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menjelaskan bahwa optimalisasi pengumpulan ZIS menjadi salah satu prioritas penting karena dana yang dihimpun akan kembali disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan.
“Semakin optimal penghimpunan ZIS, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, diperlukan strategi yang matang, kolaborasi yang kuat, dan penguatan sistem kerja di internal lembaga,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, pimpinan juga membahas berbagai langkah penguatan koordinasi antarbidang, peningkatan efektivitas pelayanan kepada muzakki, serta inovasi dalam pendekatan penghimpunan dana umat di era digital.
Selain itu, rapat menjadi ruang diskusi untuk menyusun strategi jangka pendek dan jangka panjang dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat melalui lembaga resmi. Menurut Zulkifly, kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam membangun penghimpunan zakat yang berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa BAZNAS Kota Ambon terus hadir sebagai lembaga yang amanah, profesional, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, penguatan internal menjadi hal yang sangat penting,” lanjutnya.
Ia juga berharap seluruh program yang dijalankan BAZNAS Kota Ambon ke depan dapat semakin tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang membutuhkan bantuan dan pemberdayaan.
Melalui rapat pimpinan tersebut, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola lembaga dan meningkatkan kualitas pelayanan demi mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih optimal dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat di Kota Ambon.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Apresiasi Webinar Strategi Digital Kurban, Dorong Optimalisasi Penghimpunan di Era Modern
AMBON — Upaya penguatan penghimpunan dana kurban melalui pemanfaatan platform digital terus menjadi perhatian berbagai lembaga zakat di Indonesia. Salah satunya melalui webinar yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Barat dengan tema “Strategi Optimalisasi Penghimpunan Dana Kurban Melalui WhatsApp” yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026 melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan dan penghimpunan dana kurban secara lebih efektif, terarah, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin berkembang di tengah masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan webinar tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan lembaga zakat saat ini dalam memperkuat strategi fundraising berbasis digital.
“Webinar ini sangat positif karena memberikan wawasan dan strategi baru dalam mengoptimalkan penghimpunan dana kurban melalui platform digital yang dekat dengan masyarakat, khususnya WhatsApp. Ini menjadi langkah penting agar pelayanan dan edukasi kepada masyarakat semakin efektif,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut lembaga zakat untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam pengelolaan program kurban yang lebih modern, cepat, dan transparan.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Dengan pemanfaatan media digital yang tepat, penghimpunan dana kurban dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan kurban melalui lembaga resmi,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas menilai bahwa webinar tersebut menjadi sarana pembelajaran yang sangat penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pengelola zakat dan kurban.
“Materi yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini karena WhatsApp merupakan platform komunikasi yang paling banyak digunakan masyarakat. Strategi penghimpunan melalui media tersebut tentu sangat membantu dalam meningkatkan efektivitas pelayanan dan sosialisasi program kurban,” ungkap Jihan Abbas.
Menurutnya, pendekatan digital dalam fundraising mampu memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus mempermudah proses edukasi dan pelayanan kepada calon pekurban.
“Melalui digitalisasi, informasi program kurban bisa tersampaikan lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran. Ini juga membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berkurban melalui lembaga resmi seperti BAZNAS,” lanjutnya.
BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat kapasitas pengelola zakat di seluruh Indonesia dalam menghadapi tantangan era digital. Selain itu, inovasi dalam strategi penghimpunan dana kurban diharapkan mampu memperluas manfaat program kurban bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan webinar ini juga menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendorong pengelolaan kurban yang lebih profesional, modern, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat di Indonesia.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Fundraising Forum 2026 Jadi Momentum Penguatan Makna Kurban untuk Indonesia
AMBON — Pelaksanaan BAZNAS Fundraising Forum 2026 dengan tema “Kurban Experience: Memberi Makna Lebih untuk Indonesia” mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026 secara virtual melalui Zoom Meeting ini dinilai menjadi wadah strategis untuk memperkuat semangat kolaborasi, edukasi, dan optimalisasi program kurban bagi masyarakat Indonesia.
Forum tersebut diharapkan mampu menghadirkan berbagai gagasan dan inovasi dalam pengelolaan program kurban yang tidak hanya berorientasi pada ibadah semata, tetapi juga memberikan dampak sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang lebih luas bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah positif dalam memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya kurban sebagai instrumen pemberdayaan umat.
“Tema yang diangkat sangat relevan karena kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Forum ini menjadi ruang yang baik untuk memperkuat edukasi dan kolaborasi dalam pengelolaan kurban di Indonesia,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan program kurban yang amanah, profesional, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang masih minim akses pangan bergizi.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa kurban memiliki nilai sosial yang sangat besar. Distribusi hewan kurban yang tepat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempererat solidaritas antar sesama,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas menilai bahwa forum fundraising tersebut juga menjadi momentum penting dalam memperkuat strategi digitalisasi dan penguatan layanan kurban di era modern.
“BAZNAS Fundraising Forum ini sangat bermanfaat karena menghadirkan berbagai perspektif dan pengalaman mengenai pengelolaan kurban yang lebih inovatif dan berdampak luas. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Jihan Abbas.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan program kurban menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan layanan bagi para pekurban.
“Digitalisasi membuat proses pelayanan semakin mudah, cepat, dan transparan. Dengan sistem yang baik, masyarakat akan semakin percaya untuk menyalurkan kurbannya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS,” lanjutnya.
BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan tersebut dapat memberikan inspirasi dan penguatan kapasitas bagi seluruh pengelola zakat dan kurban di Indonesia agar terus menghadirkan program-program yang inovatif, berdaya guna, dan memberikan manfaat nyata bagi umat.
Forum ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat sinergi antar lembaga dan masyarakat dalam membangun semangat berbagi serta kepedulian sosial melalui ibadah kurban yang lebih bermakna untuk Indonesia.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Seminar Ketahanan Pangan Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi, BAZNAS Ambon Apresiasi Materi Dr. Prayudi Syamsuri
AMBON — Seminar yang menghadirkan Staf Ahli Menko Pangan Bidang Manajemen dan Konektivitas pada Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dr. Prayudi Syamsuri berlangsung penuh antusias dan mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Prayudi Syamsuri, SP, M.Si menyampaikan berbagai materi strategis terkait ketahanan pangan, penguatan konektivitas antar sektor, hingga pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pangan nasional yang berkelanjutan.
Materi yang disampaikan dinilai memberikan wawasan baru mengenai tantangan serta peluang pengelolaan pangan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi dinamika ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Menanggapi kegiatan seminar tersebut, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbasmenyampaikan apresiasi atas materi yang dipaparkan oleh Dr. Prayudi Syamsuri. Menurutnya, seminar ini menjadi ruang edukasi yang sangat penting bagi berbagai lembaga, termasuk BAZNAS, dalam memahami isu ketahanan pangan secara lebih komprehensif.
“Materi yang disampaikan oleh Bapak Dr. Prayudi Syamsuri sangat membuka wawasan dan memberikan pemahaman baru tentang pentingnya konektivitas serta sinergi dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ini menjadi hal yang sangat relevan dengan program-program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS,” ujar Jihan Abbas.
Ia menjelaskan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat tidak hanya fokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga terus mendorong program-program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, termasuk di bidang ekonomi dan ketahanan pangan.
“BAZNAS memiliki komitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program produktif. Karena itu, seminar seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkuat perspektif dan strategi kami dalam menjalankan program pemberdayaan umat,” tambahnya.
Jihan juga berharap agar kegiatan seminar dan diskusi strategis semacam ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, lembaga sosial, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pangan di masa depan.
Menurutnya, penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak agar kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat secara merata.
Kegiatan seminar tersebut berlangsung dengan suasana interaktif dan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, akademisi, serta lembaga terkait yang turut berdiskusi mengenai strategi pembangunan pangan dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Fasilitasi Pembayaran DAM Hadyu Jamaah Haji di Tanah Air, Permudah Ibadah dan Tebar Manfaat untuk Umat
AMBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menghadirkan kemudahan layanan bagi masyarakat, khususnya bagi petugas dan jamaah haji yang akan menunaikan pembayaran DAM Hadyu di tanah air. Melalui dukungan dan izin dari Kementerian Haji dan Umrah RI, BAZNAS resmi memfasilitasi pembayaran DAM sesuai Surat Edaran Kementerian Haji Nomor S-50/BN/2026 tentang Pilihan Jenis Haji dan Pelaksanaan Pembayaran DAM.
Program ini menjadi salah satu langkah nyata BAZNAS dalam membantu jamaah menjalankan kewajiban ibadah secara aman, mudah, dan sesuai ketentuan syariah, sekaligus menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di Indonesia.
Dalam skema yang disediakan, jamaah diberikan beberapa pilihan hewan DAM sesuai kebutuhan, yakni Hewan Standar dengan bobot 21–26 kilogram senilai Rp2.450.000, Hewan Medium dengan bobot 27–29 kilogram senilai Rp2.900.000, dan Hewan Premium berbobot 30–33 kilogram seharga Rp3.100.000.
Pembayaran DAM dapat dilakukan melalui rekening resmi BAZNAS di Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 500.511.5180 atas nama Badan Amil Zakat Nasional. Setelah melakukan pembayaran, jamaah diwajibkan melakukan konfirmasi melalui layanan resmi BAZNAS di nomor 0811 8882 1818 untuk proses pencatatan dan penerbitan bukti pembayaran DAM.
Selain melalui transfer, jamaah juga diberikan keleluasaan untuk menunaikan DAM secara langsung, kemudian melakukan konfirmasi kepada layanan BAZNAS agar data pembayaran dapat diverifikasi dan didokumentasikan secara resmi.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi jamaah haji, tetapi juga membawa dampak sosial yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui pelaksanaan DAM Hadyu di tanah air, manfaatnya sangat besar karena daging hasil pemotongan nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus membantu pemenuhan gizi masyarakat,” ujar Jihan Abbas.
Ia juga menambahkan bahwa program ini turut memberikan dampak positif bagi sektor peternakan lokal dan ekonomi masyarakat.
“Selain membantu jamaah dalam proses ibadah, pelaksanaan DAM di Indonesia juga mendukung para peternak hewan lokal sehingga terjadi perputaran ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.
BAZNAS berharap layanan pembayaran DAM Hadyu di tanah air dapat menjadi solusi praktis dan terpercaya bagi para jamaah haji Indonesia. Dengan sistem yang transparan dan terintegrasi, jamaah diharapkan merasa lebih nyaman dan tenang dalam menunaikan kewajiban ibadahnya.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen BAZNAS dalam menghadirkan layanan keagamaan yang profesional, amanah, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Jumat Berkah BAZNAS Kota Ambon, Tebar Kepedulian Lewat Berbagi Makanan untuk Mustahik
AMBON – BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui program Jumat Berkah, dengan menyalurkan paket makanan kepada para mustahik di sejumlah titik di Kota Ambon, Jumat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kota Ambon dalam memperkuat nilai kepedulian sosial sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran makanan dilakukan oleh pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon dengan menyasar kelompok masyarakat yang termasuk dalam kategori mustahik, seperti pekerja harian, lansia, serta warga kurang mampu yang ditemui di beberapa lokasi. Program ini menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan sebagai bentuk implementasi dana zakat, infak, dan sedekah yang telah dipercayakan masyarakat kepada BAZNAS Kota Ambon.
Melalui kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah kehidupan sosial yang terus berkembang. Kehadiran program Jumat Berkah juga menjadi sarana untuk mendekatkan layanan BAZNAS kepada masyarakat secara langsung sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh para penerima manfaat.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Program Jumat Berkah ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS Kota Ambon untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kami berharap makanan yang dibagikan dapat memberikan manfaat, membantu memenuhi kebutuhan para mustahik, serta menjadi penyemangat bagi mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Jihan Abbas.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan semata, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam Islam.
“Kami ingin memastikan bahwa amanah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh para muzaki dapat disalurkan dengan tepat sasaran dan memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui kegiatan sederhana seperti berbagi makanan ini, kami berharap dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan kebersamaan di lingkungan masyarakat Kota Ambon,” tambahnya.
BAZNAS Kota Ambon terus berupaya mengembangkan berbagai program sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program Jumat Berkah menjadi salah satu kegiatan yang secara konsisten dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan kepada umat dan penguatan peran zakat dalam mendukung kesejahteraan sosial.
Dengan dukungan para muzaki dan berbagai pihak, BAZNAS Kota Ambon optimistis dapat terus memperluas jangkauan manfaat program-programnya sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan keberkahan dari pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.
BERITA08/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Seri Fundraising BAZNAS Kampanye Zakat yang Efektif: Menggerakkan, Bukan Sekadar Menyampaikan
Dalam upaya memperluas penghimpunan zakat masyarakat, kampanye bukan lagi pelengkap, melainkan inti dari strategi fundraising. Tanpa kampanye yang kuat, zakat akan tetap berada dalam ruang kesadaran yang sempit—dipahami sebagai kewajiban personal, tetapi belum tumbuh sebagai gerakan sosial. Karena itu, Badan Amil Zakat Nasional di daerah perlu membangun pendekatan komunikasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif: menggerakkan hati, membangun kepercayaan, dan mendorong tindakan nyata.
Kampanye zakat yang baik tidak bisa dilepaskan dari konten yang tepat. Ada beberapa muatan utama yang harus selalu hadir dalam setiap komunikasi fundraising. Pertama adalah penyampaian value zakat itu sendiri—bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan menuju keberkahan hidup. Nilai spiritual ini harus diterjemahkan secara indah dan membumi: bagaimana zakat membersihkan harta, menenangkan jiwa, dan menghadirkan kebahagiaan melalui kepedulian. Di sinilah keindahan menjadi dermawan perlu ditampilkan, bukan sebagai konsep abstrak, tetapi sebagai pengalaman nyata yang bisa dirasakan oleh siapa pun.
Kedua, kampanye harus menjelaskan program kerja secara konkret. Masyarakat tidak cukup diyakinkan dengan ajakan berzakat saja; mereka ingin tahu ke mana zakat mereka disalurkan, siapa yang menerima manfaatnya, dan dampak apa yang dihasilkan. Program-program BAZNAS perlu dikomunikasikan secara jelas, terukur, dan menyentuh. Cerita tentang mustahik yang bangkit, program pemberdayaan yang berhasil, hingga respon terhadap bencana akan memperkuat keyakinan bahwa zakat bukan sekadar ditunaikan, tetapi benar-benar dioptimalkan.
Ketiga, penguatan branding lembaga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. BAZNAS harus hadir sebagai institusi yang terpercaya, profesional, dan dekat dengan masyarakat. Branding bukan sekadar logo atau slogan, tetapi persepsi yang terbentuk dari konsistensi komunikasi, kualitas layanan, dan transparansi pengelolaan. Ketika masyarakat percaya, maka ajakan berzakat akan lebih mudah diterima.
Keempat, kampanye harus secara eksplisit mendorong tindakan. Banyak komunikasi yang berhenti pada tahap edukasi, tetapi tidak sampai pada ajakan konkret. Padahal, tujuan utama fundraising adalah aksi: orang benar-benar menunaikan zakatnya. Karena itu, setiap komunikasi harus diakhiri dengan call to action yang jelas—bagaimana cara berzakat, melalui kanal apa, dan langkah apa yang harus dilakukan. Semakin sederhana dan jelas instruksinya, semakin besar kemungkinan orang akan merespons.
Kelima, komunikasi harus membawa solusi, pencerahan, dan inspirasi. Masyarakat hari ini tidak hanya membutuhkan informasi, tetapi juga harapan. Kampanye zakat harus mampu menjawab persoalan sosial yang ada, sekaligus menunjukkan bahwa zakat adalah bagian dari solusi. Narasi yang inspiratif—tentang perubahan hidup, tentang solidaritas, tentang harapan—akan membuat pesan zakat lebih hidup dan relevan.
Seluruh konten tersebut tidak harus selalu disampaikan melalui ceramah. Di era saat ini, pendekatan komunikasi harus lebih kreatif dan adaptif. Media sosial, video pendek, testimoni, konten visual, kolaborasi dengan komunitas, hingga aktivasi di ruang publik dapat menjadi sarana yang efektif. Setiap daerah memiliki karakteristik audiens yang berbeda, sehingga pendekatan komunikasinya pun harus kontekstual. Yang terpenting bukan medianya, tetapi apakah pesan tersebut sampai dan diterima.
Selain itu, kampanye zakat tidak bisa dilakukan sekali lalu selesai. Komunikasi membutuhkan pengulangan. Pesan yang sama perlu disampaikan berkali-kali, dengan berbagai variasi, hingga benar-benar melekat di benak masyarakat. Inilah yang disebut efektivitas. Terlalu sering kita terjebak pada logika efisiensi—ingin hemat biaya, ingin sekali tayang langsung berdampak. Padahal, dalam komunikasi, yang utama adalah efektivitas: sejauh mana pesan dipahami, dipercaya, dan akhirnya diikuti dengan tindakan.
Karena itu, BAZNAS daerah perlu berani berinvestasi dalam kampanye yang berkelanjutan. Mengulang pesan bukanlah pemborosan, melainkan strategi. Konsistensi komunikasi akan membangun kesadaran, memperkuat kepercayaan, dan pada akhirnya melahirkan kebiasaan berzakat di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, kampanye zakat adalah tentang menggerakkan. Ia bukan hanya menyampaikan kewajiban, tetapi menumbuhkan kesadaran. Bukan hanya mengajak, tetapi memudahkan. Bukan hanya menjelaskan, tetapi menginspirasi. Ketika kampanye dilakukan dengan konten yang tepat, media yang sesuai, dan konsistensi yang terjaga, maka zakat tidak lagi sekadar pesan—ia menjadi gerakan yang hidup di tengah masyarakat.
*) Penulis adalah Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan
BERITA06/05/2026 | M. Arifin Purwakananta
Dorong Kemandirian Mustahik, BAZNAS Kota Ambon Salurkan Bantuan Etalase dan Tambahan Modal untuk Pelaku Usaha Mikro
Ambon – Dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi mustahik, BAZNAS Kota Ambon kembali menyalurkan bantuan produktif berupa etalase dan tambahan modal usaha kepada salah satu penerima manfaat, Rugaya, warga Batu Merah Kepala Air, pada Sabtu (2/5/2026). Rugaya diketahui merupakan pelaku usaha mikro yang menjual makanan di lingkungan tempat tinggalnya.
Bantuan ini merupakan bagian dari program pendayagunaan zakat yang difokuskan pada penguatan usaha kecil agar mampu berkembang dan meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Bidang Pengumpulan, H. Achmad Salim, yang mewakili Wakil Ketua Bidang Penyaluran dan Pendayagunaan, Hendra Abubakar, dan diserahkan langsung kepada penerima manfaat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi mustahik.
“Program bantuan etalase ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendorong mustahik agar bisa naik kelas menjadi pelaku usaha mandiri. Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan daya tarik usaha Ibu Rugaya sehingga penjualannya semakin meningkat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Kota Ambon akan terus memperluas program pemberdayaan berbasis usaha mikro sebagai strategi jangka panjang dalam pengentasan kemiskinan di daerah.
Sementara itu, Jihan Abbas selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon menyampaikan bahwa pendampingan dan pemantauan terhadap penerima manfaat akan terus dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat guna.
“Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga melakukan pemantauan agar usaha yang dijalankan benar-benar berkembang. Harapannya, mustahik seperti Ibu Rugaya bisa meningkatkan pendapatan dan ke depannya menjadi muzaki,” ungkap Jihan Abbas.
Rugaya sendiri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Dengan adanya etalase baru, ia berharap dapat menata dagangannya dengan lebih rapi dan menarik sehingga mampu menarik lebih banyak pembeli.
Program ini menjadi bukti nyata peran BAZNAS Kota Ambon dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil di tingkat lokal.
BERITA05/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Seri Fundraising BAZNAS Berhasil di ASN, Saatnya BAZNAS Daerah Melayani Zakat Masyarakat Luas
Zakat adalah ibadah yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Ia bukan hanya relasi vertikal antara hamba dan Tuhan, tetapi juga instrumen distribusi kesejahteraan yang nyata di tengah masyarakat. Dalam konteks Indonesia, peran Badan Amil Zakat Nasional menjadi sangat strategis karena berada pada titik temu antara mandat syariah dan tata kelola publik. Karena itu, keberhasilan pengelolaan zakat tidak cukup diukur dari sisi penghimpunan semata, tetapi juga dari sejauh mana zakat mampu menjangkau dan menggerakkan masyarakat luas.
Kita patut mengapresiasi capaian BAZNAS daerah yang selama ini berhasil mengoptimalkan penghimpunan zakat dari aparatur negara. Kebijakan pemerintah daerah telah mendorong partisipasi zakat dari ASN, pegawai non-ASN, hingga unsur Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Skema payroll zakat melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terbukti memberikan stabilitas dan kepastian dalam penghimpunan. Ini adalah fondasi penting yang tidak boleh diabaikan, bahkan harus terus diperkuat sebagai model keberhasilan kelembagaan.
Namun, keberhasilan tersebut justru menjadi titik tolak untuk melangkah lebih jauh. Jika pada segmen aparatur pendekatan dilakukan melalui pembentukan UPZ yang sistematis dan terstruktur, maka pada segmen masyarakat umum pendekatannya harus berbeda: lebih terbuka, lebih adaptif, dan lebih proaktif. Zakat masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan sistem, tetapi harus digerakkan melalui kampanye yang luas, kemudahan akses, dan kualitas pelayanan yang unggul.
Di sinilah diperlukan perubahan paradigma. BAZNAS daerah perlu bergerak dari sekadar “menghimpun” menjadi “melayani”. Dari menunggu muzakki datang, menjadi aktif menjemput dan memfasilitasi. Masyarakat umum—mulai dari profesional, pelaku usaha, hingga pekerja informal—adalah potensi besar yang harus disentuh dengan pendekatan yang tepat. Mereka membutuhkan pemahaman yang kuat, kanal yang mudah, dan pengalaman berzakat yang menyenangkan.
Peran dakwah zakat menjadi sangat penting dalam konteks ini. BAZNAS daerah perlu memperluas kampanye zakat secara masif dan kreatif, baik melalui media digital, komunitas, maupun ruang-ruang publik. Edukasi tentang nisab, haul, dan jenis zakat harus dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami. Di saat yang sama, branding BAZNAS sebagai lembaga yang amanah, profesional, dan transparan harus terus diperkuat. Kampanye yang konsisten akan membuka kesadaran, sementara kepercayaan akan menggerakkan partisipasi.
Selain kampanye, aspek kemudahan menjadi faktor penentu. BAZNAS daerah perlu menyediakan berbagai kanal pembayaran zakat dan donasi yang mudah, cepat, dan aman. Mulai dari layanan jemput zakat, konter di pusat keramaian, hingga integrasi dengan kanal digital seperti mobile banking, e-wallet, dan QRIS. Inovasi seperti zakat melalui transaksi belanja, kolaborasi dengan perusahaan, hingga layanan zakat berbasis komunitas perlu terus dikembangkan. Prinsipnya sederhana: semakin mudah seseorang berzakat, semakin besar peluang ia menunaikannya.
Tidak kalah penting, pelayanan prima harus menjadi standar. Zakat masyarakat hanya akan tumbuh jika muzakki merasa dilayani dengan baik. Layanan konsultasi zakat, respons cepat dari customer service, serta transparansi pelaporan harus menjadi prioritas. Muzakki perlu merasakan bahwa mereka dihargai, dimudahkan, dan dilibatkan dalam gerakan kebaikan. Pengalaman positif ini akan menciptakan loyalitas, bahkan mendorong efek berantai melalui rekomendasi dari mulut ke mulut.
Transformasi ini tentu membutuhkan penguatan internal. SDM amil perlu dibekali dengan kemampuan komunikasi, pelayanan, dan pemanfaatan teknologi. Sistem manajemen harus adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas juga harus diperluas agar gerakan zakat memiliki daya jangkau yang lebih besar dan lebih inklusif.
Pada akhirnya, keberhasilan BAZNAS daerah tidak hanya diukur dari angka penghimpunan yang besar, tetapi juga dari luasnya partisipasi masyarakat. Model UPZ telah membuktikan keberhasilan dalam mengelola zakat aparatur. Kini saatnya menghadirkan model yang sama kuatnya untuk masyarakat: melalui kampanye yang luas, kanal yang mudah, dan pelayanan yang membahagiakan.
Keberhasilan di kalangan aparatur adalah pijakan yang kokoh. Kini saatnya melangkah lebih jauh. Saatnya BAZNAS daerah hadir lebih dekat, lebih mudah diakses, dan lebih melayani. Karena zakat, pada hakikatnya, adalah ibadah yang harus dimudahkan, dijemput, dan dihidupkan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.
*) Penulis adalah Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan
BERITA05/05/2026 | M. Arifin Purwakananta
Tingkatkan Kapasitas Amil, BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Nasional tentang Strategi Kampanye Kurban 2026
Ambon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya amil melalui partisipasi aktif dalam kegiatan nasional. Pada Selasa (05/05/2026), jajaran BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing – Sesi 01 Tahun 2026 yang mengangkat tema “Perencanaan Kampanye Kurban dan DAM Nasional”.
Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidang pengumpulan zakat nasional, yakni Fitriansyah Agus Setiawan selaku Direktur Pengumpulan Zakat Perorangan BAZNAS RI dan Mohan selaku Ketua Panitia Kurban BAZNAS RI/Kadiv Pengumpulan ZKL. Acara ini dipandu oleh Hafiza Elvira Nofitariani sebagai host dan diikuti oleh berbagai perwakilan BAZNAS daerah di seluruh Indonesia.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WIB dan memberikan ruang berbagi ilmu serta pengalaman terkait strategi perencanaan kampanye kurban yang efektif, inovatif, serta berdampak luas bagi masyarakat. Materi yang disampaikan menjadi bekal penting bagi para amil dalam menyusun program kurban yang terarah, transparan, dan berdaya guna.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme amil di daerah.
“Melalui kegiatan Knowledge Sharing ini, kami mendapatkan wawasan yang sangat berharga terkait strategi kampanye kurban nasional. Ini menjadi bekal penting bagi kami di daerah untuk menyusun program yang lebih efektif, terukur, dan mampu menjangkau lebih banyak mustahik,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara BAZNAS pusat dan daerah menjadi kunci dalam memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, termasuk dalam momentum kurban yang memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar.
Sementara itu, Jihan Abbas selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon menilai kegiatan ini sangat relevan dengan perkembangan digitalisasi dalam pengelolaan zakat dan kampanye sosial.
“Kegiatan ini sangat membantu kami, khususnya dalam memahami bagaimana merancang kampanye kurban yang adaptif dengan perkembangan digital. Kami belajar bagaimana mengoptimalkan media digital untuk menjangkau muzaki serta meningkatkan kepercayaan publik,” ungkap Jihan Abbas.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis data dan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu poin penting yang dapat diimplementasikan di tingkat daerah guna mendukung efektivitas program pengumpulan.
Kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan terbuka secara gratis bagi seluruh insan BAZNAS di Indonesia. Program ini diinisiasi oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS sebagai bagian dari penguatan kapasitas amil berbasis kompetensi.
Dengan mengikuti kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan kepada muzaki dan mustahik, serta menghadirkan program-program yang lebih inovatif, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA05/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Sampaikan Ucapan Hangat di HUT ke-51 Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena
BAZNAS Kota Ambon menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-51 kepada Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., yang diperingati pada 4 Mei 2026. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian beliau dalam memimpin dan membangun Kota Ambon menuju arah yang lebih baik.
Mewakili seluruh pimpinan dan staf, Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi Wali Kota Ambon agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
“Atas nama pimpinan dan seluruh staf BAZNAS Kota Ambon, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-51 kepada Bapak Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan dalam memimpin Kota Ambon menuju kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menyampaikan bahwa sinergi antara Pemerintah Kota Ambon dan BAZNAS selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam berbagai program sosial, khususnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
“Kami berharap di usia yang ke-51 ini, Bapak Wali Kota semakin sukses dalam mengemban amanah, serta terus memperkuat kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk BAZNAS, dalam menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kota Ambon,” tambahnya.
BAZNAS Kota Ambon juga menilai kepemimpinan Wali Kota Ambon memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif, serta memperhatikan aspek sosial kemasyarakatan, termasuk penguatan peran lembaga zakat dalam membantu masyarakat kurang mampu.
Momentum ulang tahun ini diharapkan menjadi refleksi sekaligus penyemangat bagi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun Kota Ambon yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.
Sebagai mitra pemerintah dalam bidang sosial keagamaan, BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemerintah daerah melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah guna membantu masyarakat yang membutuhkan.
BERITA04/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Ringankan Beban Pendidikan, BAZNAS Kota Ambon Salurkan Bantuan untuk Putri dari Keluarga Kurang Mampu
BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui penyaluran bantuan dana pendidikan. Pada Kamis, 30 April 2026, bantuan diberikan kepada seorang anak bernama Putri yang berasal dari keluarga kurang mampu guna membantu melunasi tunggakan SPP sekolahnya.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kota Ambon dan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Bidang Penyaluran dan Pendayagunaan, Hendra Abubakar. Bantuan tersebut diterima oleh orang tua Putri, yakni ibunya, Risna, yang berdomisili di kawasan Ponogoro Atas, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe.
Bantuan ini merupakan bagian dari program pendidikan BAZNAS Kota Ambon yang bertujuan untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terhambat persoalan biaya.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor prioritas dalam penyaluran zakat karena memiliki dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan membantu adik Putri untuk tetap melanjutkan pendidikan dengan baik. Pendidikan adalah kunci masa depan, dan kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kota Ambon akan terus berupaya menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dengan berzakat, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, termasuk dalam bidang pendidikan seperti yang kita lakukan hari ini,” tambahnya.
Sementara itu, suasana haru dan syukur tampak dari pihak keluarga penerima bantuan. Risna, selaku ibu dari Putri, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kota Ambon atas bantuan yang diberikan.
Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan Putri dapat kembali fokus dalam kegiatan belajar tanpa terbebani masalah biaya pendidikan. BAZNAS Kota Ambon juga menegaskan bahwa program bantuan pendidikan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
BAZNAS Kota Ambon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah sebagai solusi dalam mengatasi berbagai persoalan sosial. Dukungan masyarakat akan sangat membantu BAZNAS dalam menjangkau lebih banyak mustahik dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA04/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Sambut Positif Edaran Pelaksanaan Dam Haji, Dorong Transparansi dan Kepastian Syariah
Surat Edaran Nomor S-50/BN/2026 tentang Pilihan Jenis Haji dan Pelaksanaan Pembayaran Dam mendapat perhatian positif dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kota Ambon. Kebijakan yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memberikan kepastian hukum, edukasi syariah, serta penguatan tata kelola pelaksanaan dam bagi jemaah haji Indonesia.
Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa jemaah haji Indonesia memiliki hak memilih jenis haji yang sah menurut syariat Islam, yakni haji Ifrad, Qiran, dan Tamattu’. Bagi jemaah yang melaksanakan haji Qiran dan Tamattu’, diwajibkan menunaikan dam sesuai ketentuan syariah, baik melalui penyembelihan hadyu maupun puasa sebagai pengganti sesuai ketentuan Al-Qur’an.
Pemerintah juga menegaskan bahwa pelaksanaan penyembelihan dam di Arab Saudi wajib dilakukan melalui jalur resmi Proyek Pemanfaatan Daging Hadyu dan Kurban (Adahi) yang dikelola Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Selain itu, selama regulasi pelaksanaan dam di Tanah Air masih dalam tahap penyusunan, pelaksanaan dam tetap dapat dilakukan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, LAZ, organisasi keagamaan, KBIHU, maupun secara mandiri dengan tetap memperhatikan aspek syariah dan akuntabilitas.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa surat edaran tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola ibadah dam agar lebih tertib, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah.
“Kami menyambut baik Surat Edaran ini karena memberikan kejelasan kepada masyarakat, khususnya jemaah haji Indonesia, terkait pilihan jenis haji dan mekanisme pelaksanaan dam yang benar menurut syariat maupun regulasi yang berlaku,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga penting untuk mencegah praktik pelaksanaan dam yang tidak sesuai aturan dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun syariah di kemudian hari.
“Pelaksanaan dam harus dilakukan secara amanah, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kehadiran aturan yang jelas akan membantu jemaah memahami prosedur yang sah sekaligus menjaga nilai ibadah tetap sesuai ketentuan agama,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan lembaga seperti BAZNAS dalam pelaksanaan dam di Tanah Air menjadi peluang besar untuk memperluas manfaat sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui distribusi daging kepada pihak yang membutuhkan.
“Jika dikelola dengan baik dan profesional, pelaksanaan dam di Tanah Air dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang besar bagi masyarakat, khususnya kaum dhuafa dan mustahik. Ini menjadi bagian dari semangat ibadah yang menghadirkan kemaslahatan umat,” lanjutnya.
Sementara itu, Jihan Abbas selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon menilai bahwa penguatan sistem pelaksanaan dam juga harus diiringi dengan peningkatan transparansi dan pemanfaatan teknologi digital.
“Digitalisasi sangat penting dalam mendukung transparansi pelaksanaan dam, mulai dari pendataan jemaah, proses pembayaran, hingga pelaporan distribusi. Dengan sistem yang baik, kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dam dan zakat akan semakin meningkat,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menilai bahwa penggunaan platform resmi seperti Nusuk Masar dalam pembayaran dam di Arab Saudi menunjukkan pentingnya integrasi sistem digital dalam penyelenggaraan ibadah haji modern.
“Transformasi digital dalam layanan haji menjadi langkah maju untuk memastikan proses berjalan lebih tertib, aman, dan terpantau. Hal ini juga memudahkan jemaah dalam memperoleh kepastian layanan secara resmi,” jelasnya.
Dalam surat edaran tersebut, pemerintah juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada jemaah sejak tahap manasik haji agar masyarakat memahami konsekuensi pilihan jenis haji, kewajiban pembayaran dam, serta tata cara pelaksanaannya yang benar.
Selain itu, pengawasan ketat terhadap praktik pemotongan dam ilegal di Arab Saudi maupun di Tanah Air menjadi perhatian serius pemerintah demi menjaga ketertiban penyelenggaraan ibadah haji dan perlindungan terhadap jemaah.
BAZNAS Kota Ambon berharap kebijakan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan dam yang lebih profesional, transparan, dan sesuai syariat sehingga manfaat ibadah tidak hanya dirasakan secara spiritual oleh jemaah, tetapi juga berdampak sosial bagi masyarakat luas.
BERITA04/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Knowledge Sharing Segera Hadir, BAZNAS Kota Ambon Sambut Positif Ruang Belajar dan Pengembangan SDM Zakat
Program BAZNAS Knowledge Sharing yang akan segera diluncurkan oleh PUSDIKLAT BAZNAS mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kota Ambon. Program yang akan dilaksanakan setiap hari Selasa pukul 08.00 WIB tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pengelola zakat melalui ruang berbagi ilmu, pengalaman, dan pengembangan kompetensi.
Kegiatan yang dikemas dalam suasana diskusi santai namun berbobot ini diharapkan mampu menghadirkan wawasan baru bagi para amil, pengelola zakat, relawan, hingga masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam tentang pengelolaan zakat, pemberdayaan umat, transformasi digital, dan inovasi pelayanan sosial.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi atas hadirnya program tersebut karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan penguatan kualitas SDM zakat di era modern saat ini.
“Program BAZNAS Knowledge Sharing merupakan langkah yang sangat baik dalam membangun budaya belajar dan peningkatan kapasitas di lingkungan pengelola zakat. Kami menyambut positif inisiatif dari PUSDIKLAT BAZNAS ini karena ilmu dan pengalaman harus terus dibagikan agar kualitas pelayanan kepada umat semakin baik,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Menurutnya, pengelolaan zakat saat ini membutuhkan SDM yang tidak hanya memahami aspek syariah, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, manajemen modern, serta tantangan sosial masyarakat yang terus berkembang.
“Amil masa kini harus terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Pengelolaan zakat tidak bisa dilakukan dengan cara-cara lama saja, tetapi perlu inovasi, profesionalisme, dan pemanfaatan teknologi agar manfaat zakat semakin luas dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Program Knowledge Sharing yang diinisiasi PUSDIKLAT BAZNAS juga dianggap menjadi ruang strategis untuk mempererat kolaborasi antarlembaga zakat di Indonesia. Melalui diskusi rutin tersebut, para peserta dapat saling bertukar pengalaman, strategi, hingga solusi dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan zakat di daerah masing-masing.
Sementara itu, Jihan Abbas selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon menilai program ini sangat penting terutama dalam mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan lembaga zakat.
“Di era digital sekarang, peningkatan kapasitas SDM menjadi kebutuhan utama. Program seperti BAZNAS Knowledge Sharing sangat membantu karena memberikan akses pembelajaran yang fleksibel, aktual, dan relevan dengan perkembangan pengelolaan zakat modern,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga mengatakan bahwa penguatan literasi digital bagi amil dan pengelola zakat akan berdampak besar terhadap kualitas layanan dan transparansi lembaga.
“Transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan SDM dalam memahami sistem kerja yang lebih efektif, transparan, dan adaptif. Melalui forum berbagi ilmu seperti ini, kami optimistis kualitas pengelolaan zakat akan semakin meningkat,” lanjutnya.
Selain menjadi ruang pembelajaran, program tersebut juga diharapkan mampu membangun semangat kolaboratif dan budaya berbagi pengetahuan di lingkungan BAZNAS maupun LAZ di seluruh Indonesia. Dengan adanya forum rutin yang menghadirkan berbagai pengalaman praktis dan wawasan baru, penguatan ekosistem zakat nasional dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
BAZNAS Kota Ambon juga mengajak seluruh amil, relawan, serta masyarakat yang tertarik dengan pengembangan zakat dan pemberdayaan umat untuk mengikuti program tersebut agar dapat memperoleh manfaat ilmu dan pengalaman langsung dari para narasumber yang kompeten di bidangnya.
Melalui BAZNAS Knowledge Sharing, diharapkan lahir SDM zakat yang semakin profesional, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pengelolaan zakat di masa depan demi mewujudkan kesejahteraan umat yang lebih luas.
BERITA04/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Amil Zakat di Persimpangan Negara dan Pasar: Profesi Baru yang Menguatkan Ekonomi Umat
Perkembangan pengelolaan zakat di Indonesia terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di balik meningkatnya pengumpulan zakat nasional, terdapat peran besar para amil zakat yang menjadi penghubung antara amanah umat, lembaga pengelola zakat, dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun, di tengah besarnya tanggung jawab tersebut, status profesi amil masih menjadi perbincangan dalam sistem ekonomi dan ketenagakerjaan nasional. Amil zakat bekerja secara profesional, memiliki target, sistem pelaporan, dan menerima imbalan kerja, tetapi mereka juga menjalankan amanah sosial dan nilai ibadah yang tidak sepenuhnya dapat disamakan dengan pekerja biasa maupun aparatur negara.
Berdasarkan data pengelolaan zakat di Indonesia, potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp327 triliun per tahun. Sementara itu, pengumpulan zakat nasional pada tahun 2024 mencapai Rp41,7 triliun dengan dukungan lebih dari 21 ribu amil profesional yang tersebar di berbagai lembaga pengelola zakat di Indonesia.
Dalam ekosistem zakat nasional, pengelolaan zakat dilakukan melalui dua jalur utama, yakni BAZNAS sebagai lembaga negara dan LAZ sebagai lembaga berbasis masyarakat sipil. Keduanya memiliki karakteristik dan sistem kerja berbeda, namun saling melengkapi dalam upaya meningkatkan manfaat zakat bagi umat.
BAZNAS hadir dengan mandat nasional, struktur yang lebih birokratis, serta tanggung jawab menjaga akuntabilitas dan standardisasi pengelolaan zakat. Di sisi lain, LAZ berkembang lebih fleksibel, inovatif, dan dekat dengan masyarakat, sehingga mampu menjangkau muzakki dan mustahik secara lebih dinamis.
Posisi amil sendiri berada dalam ruang hibrida yang unik, yakni di antara negara, pasar, dan kepentingan umat. Dari sisi ketenagakerjaan, amil memiliki kontrak kerja, target, dan struktur organisasi sebagaimana pekerja profesional pada umumnya. Namun pekerjaan mereka tidak didasarkan pada orientasi keuntungan semata, melainkan pada amanah, pelayanan sosial, dan nilai ibadah.
Sementara dari sisi kelembagaan, amil juga menjalankan fungsi publik melalui pengelolaan dana zakat untuk kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, amil bukan Aparatur Sipil Negara dan tidak berada dalam sistem ASN sebagaimana lembaga pemerintahan pada umumnya.
Kondisi ini membuat profesi amil memiliki tantangan tersendiri. Hingga saat ini, standar kesejahteraan, perlindungan kerja, serta sistem pengembangan karier amil di berbagai lembaga masih belum merata. Pada sebagian lembaga, amil telah bekerja dengan sistem profesional yang baik, namun di sisi lain masih terdapat tantangan dalam perlindungan kerja dan keberlanjutan sumber daya manusia.
Apabila status dan penguatan profesi amil tidak mendapat perhatian serius, maka dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas pengelolaan zakat nasional. Standar kerja yang tidak seragam, potensi zakat yang belum optimal, hingga menurunnya kepercayaan publik menjadi risiko yang perlu diantisipasi bersama.
Karena itu, penguatan profesi amil dinilai menjadi langkah penting dalam pembangunan ekonomi zakat nasional. Beberapa langkah strategis yang mulai didorong antara lain penyusunan standar kompetensi nasional amil, sistem pengupahan yang layak, perlindungan kerja, serta penguatan kolaborasi antara BAZNAS dan LAZ.
Sinergi antara negara dan masyarakat sipil dinilai menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem zakat yang sehat dan berkelanjutan. Negara berperan menjaga arah kebijakan, akuntabilitas, dan standardisasi, sementara masyarakat sipil menghadirkan inovasi, kedekatan, serta penguatan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.
Dalam konteks tersebut, amil zakat kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai pelaksana administratif, tetapi mulai berkembang sebagai profesi baru dalam ekonomi zakat modern. Profesi ini membutuhkan kompetensi manajerial, kemampuan sosial, pemahaman syariah, hingga adaptasi terhadap teknologi digital dan tata kelola modern.
Dengan penguatan ekosistem yang kolaboratif dan profesional, zakat diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan kesejahteraan umat secara berkelanjutan di Indonesia.
BERITA04/05/2026 | Deputi BAZNAS RI - M. Arifin Purwakananta, M.I.Kom. - Editor : Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Serukan Semangat Pendidikan untuk Generasi Emas di Hardiknas 2026
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, BAZNAS Kota Ambon menyampaikan ucapan selamat sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat untuk terus mendukung kemajuan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa dan daerah.
Momentum Hardiknas yang diperingati setiap tanggal 2 Mei menjadi pengingat penting bahwa pendidikan memiliki peran besar dalam menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman. BAZNAS Kota Ambon menilai bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa Hari Pendidikan Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan agar tetap dapat mengenyam pendidikan dengan layak.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Pendidikan adalah cahaya masa depan bangsa. Melalui pendidikan, kita membangun generasi yang unggul, berakhlak, dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat. BAZNAS Kota Ambon akan terus berkomitmen mendukung sektor pendidikan melalui berbagai program bantuan pendidikan dan pemberdayaan,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa pendidikan memiliki hubungan erat dengan upaya pengentasan kemiskinan. Menurutnya, akses pendidikan yang baik akan membuka peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan di masa depan.
“Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS, kami berupaya menghadirkan manfaat nyata di bidang pendidikan, termasuk bantuan bagi pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan. Ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa semangat Hardiknas juga harus diiringi dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi di era modern saat ini.
“Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong generasi muda agar terus belajar, berkembang, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif. Pendidikan hari ini tidak hanya berbicara tentang ruang kelas, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi era digital,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga berharap para pelajar di Kota Ambon dapat terus semangat dalam menuntut ilmu dan memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai sarana meningkatkan kreativitas dan kemampuan diri.
“Generasi muda harus menjadi generasi yang cerdas, inovatif, dan tetap menjunjung nilai moral serta budaya lokal. Dengan pendidikan yang baik dan pemanfaatan teknologi yang tepat, kita optimistis masa depan bangsa akan semakin maju,” lanjutnya.
Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, BAZNAS Kota Ambon berharap semangat belajar dan kepedulian terhadap dunia pendidikan terus tumbuh di tengah masyarakat. BAZNAS juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan dapat diakses oleh semua kalangan.
Peringatan Hardiknas tahun ini menjadi refleksi bersama bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan arah kemajuan bangsa di masa mendatang.
BERITA02/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Jamaah Haji Kota Ambon Bersiap Berangkat ke Tanah Suci, BAZNAS Kota Ambon Sampaikan Doa dan Harapan
AMBON — Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti persiapan keberangkatan jamaah calon haji Kota Ambon tahun 2026. Ratusan jamaah dijadwalkan akan memulai perjalanan suci menuju Tanah Suci Makkah pada Rabu, 7 Mei 2026.
Sesuai jadwal, jamaah haji kloter Kota Ambon akan bertolak dari Masjid Raya Al Fatah Ambon menuju Asrama Haji Waiheru pada pukul 10.00 WIT. Selanjutnya, para jamaah akan diberangkatkan menuju Makassar pada pukul 22.00 WIT di hari yang sama sebelum melanjutkan penerbangan langsung menuju Jeddah dan dijadwalkan tiba pada Kamis pagi, 8 Mei 2026.
Menjelang keberangkatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Ambon Muhammad Zulkifly Fakaubun mewakili seluruh pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa bagi seluruh jamaah calon haji Kota Ambon agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kami keluarga besar BAZNAS Kota Ambon mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji kepada seluruh jamaah calon haji Kota Ambon. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga setiap langkah perjalanan para jamaah, memudahkan seluruh proses ibadah, memberikan kesehatan dan kekuatan lahir batin hingga kembali ke tanah air dengan selamat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia mengatakan, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang sangat mulia dan menjadi panggilan istimewa dari Allah SWT bagi umat Muslim yang mendapat kesempatan untuk menunaikannya. Karena itu, para jamaah diharapkan dapat menjaga niat, kekompakan, serta fokus beribadah selama berada di Tanah Suci.
“Kami berharap seluruh jamaah dapat menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan khusyuk dan penuh keikhlasan. Semoga seluruh amal ibadah diterima Allah SWT dan para jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” lanjutnya.
Menurut Zulkifly, keberangkatan jamaah haji bukan hanya menjadi kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Kota Ambon. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan para jamaah agar perjalanan mereka berjalan lancar mulai dari keberangkatan hingga kembali ke daerah asal.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk mendoakan saudara-saudara kita yang akan berangkat ke Tanah Suci agar selalu diberikan perlindungan oleh Allah SWT, dijauhkan dari segala hambatan, dan diberi kemudahan dalam melaksanakan seluruh rukun haji,” katanya.
Selain itu, ia berharap nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji dapat membawa perubahan positif bagi kehidupan pribadi maupun sosial para jamaah setelah kembali ke Kota Ambon.
“Semoga sepulang dari Tanah Suci para jamaah menjadi teladan di tengah masyarakat, membawa semangat persaudaraan, kepedulian, dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
Keberangkatan jamaah calon haji Kota Ambon tahun ini menjadi momentum penuh syukur dan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. Aamiin.
BERITA01/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Transformasi Digital Zakat Menguat, BAZNAS Resmi Terapkan Pedoman Kantor Digital Nasional
Ambon — Upaya modernisasi tata kelola zakat di Indonesia semakin diperkuat dengan terbitnya Keputusan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pedoman Pengelolaan dan Pemanfaatan Kantor Digital. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam mendorong integrasi sistem, transparansi, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat secara digital.
Keputusan yang ditetapkan pada 14 April 2026 ini menegaskan bahwa seluruh BAZNAS, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, wajib mengimplementasikan sistem Kantor Digital sebagai bagian dari ekosistem nasional yang terintegrasi. Kantor Digital sendiri merupakan platform berbasis teknologi yang mendukung pengumpulan, pendistribusian, pelaporan, hingga komunikasi publik secara daring melalui sistem yang terhubung dengan Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SiMBA).
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyambut baik kebijakan tersebut dan menilai bahwa langkah ini akan membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan zakat di daerah.
“Kami melihat keputusan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Dengan sistem digital yang terintegrasi, masyarakat dapat lebih percaya karena seluruh proses, mulai dari penghimpunan hingga penyaluran zakat, dapat dipantau secara real-time,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menambahkan bahwa penerapan Kantor Digital akan memperluas jangkauan pelayanan BAZNAS, terutama dalam menjangkau generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi.
“Digitalisasi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir lebih dekat dengan masyarakat. Ini membuka peluang besar untuk meningkatkan partisipasi muzaki, khususnya dari kalangan milenial dan generasi Z,” tambahnya.
Dalam pedoman tersebut, diatur secara rinci berbagai aspek mulai dari pengajuan, aktivasi, hingga pengelolaan sistem Kantor Digital. Setiap daerah diwajibkan memenuhi persyaratan administratif dan teknis sebelum sistem diaktifkan. Selain itu, pengelolaan hak akses juga diatur secara ketat melalui pembagian peran seperti Super Admin, Humas, dan Petugas Keuangan untuk memastikan keamanan dan ketertiban operasional.
Dari sisi teknis, Kantor Digital juga telah dilengkapi dengan fitur-fitur modern seperti integrasi payment gateway, kalkulator zakat, laporan keuangan digital, hingga layanan komunikasi real-time dengan masyarakat. Seluruh data yang masuk akan tercatat secara otomatis dalam SiMBA, sehingga memudahkan pelaporan nasional dan menjaga akuntabilitas lembaga.
Jihan Abbas, selaku Staf Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menjelaskan bahwa implementasi kebijakan ini membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi yang memadai.
“Kami saat ini tengah mempersiapkan tim operator dan memastikan semua perangkat serta sistem berjalan sesuai standar nasional. Tantangannya ada pada adaptasi, tetapi ini adalah langkah yang harus diambil untuk kemajuan lembaga,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menekankan pentingnya keamanan data dalam pengelolaan Kantor Digital, mengingat sistem ini melibatkan informasi sensitif baik dari muzaki maupun mustahik.
“Perlindungan data pribadi menjadi prioritas utama. Setiap pengguna sistem wajib menjaga kerahasiaan akses dan mematuhi ketentuan yang berlaku agar tidak terjadi pelanggaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, pedoman ini juga mengatur tentang pengelolaan konten dan komunikasi publik melalui Kantor Digital. Setiap berita, siaran pers, maupun kampanye digital harus memenuhi standar jurnalistik, termasuk kelengkapan unsur 5W+1H, penggunaan struktur piramida terbalik, serta penyertaan kutipan resmi dari narasumber yang berwenang.
Selain itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga diperbolehkan sebagai alat bantu dalam penulisan berita, dengan catatan tetap dilakukan verifikasi akhir oleh petugas humas untuk menjaga akurasi informasi.
Dengan diberlakukannya kebijakan ini, diharapkan seluruh BAZNAS daerah dapat bergerak serentak dalam mewujudkan sistem pengelolaan zakat yang modern, transparan, dan terpercaya. Transformasi digital ini tidak hanya menjadi tuntutan zaman, tetapi juga menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan publik serta optimalisasi penghimpunan dana zakat secara nasional.
BAZNAS Kota Ambon sendiri optimistis bahwa implementasi Kantor Digital akan membawa dampak positif dalam jangka panjang, baik dari sisi pelayanan maupun penguatan kelembagaan.
“Kami siap menjalankan pedoman ini secara maksimal demi meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS,” tutup Muhammad Zulkifly Fakaubun.
BERITA30/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Kurban Berkah, Berdayakan Desa: BAZNAS Kota Ambon Ajak Warga Tebar Manfaat Hingga Pelosok
AMBON — Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali mengajak masyarakat untuk menyalurkan hewan kurban melalui program bertema “Kurban Berkah Berdayakan Desa.”Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat kurban yang lebih luas, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan kelompok yang membutuhkan.
Melalui program tersebut, BAZNAS Kota Ambon menyediakan pilihan kurban berupa satu ekor sapi dengan harga Rp13.300.000 dan satu ekor kambing seharga Rp3.500.000. Hewan kurban nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima, termasuk di wilayah desa yang selama ini masih minim distribusi daging kurban.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa tema tahun ini memiliki makna besar dalam membangun semangat berbagi sekaligus memberdayakan masyarakat desa melalui distribusi kurban yang tepat sasaran.
“Melalui tema Kurban Berkah Berdayakan Desa, kami ingin memastikan bahwa ibadah kurban tidak hanya menjadi bentuk ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di desa-desa,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menjelaskan, BAZNAS Kota Ambon berkomitmen menghadirkan pengelolaan kurban yang amanah, transparan, dan profesional agar masyarakat semakin percaya menyalurkan kurbannya melalui lembaga resmi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk bersama-sama berkurban melalui BAZNAS. Insya Allah hewan kurban yang dipercayakan akan dikelola dengan baik dan disalurkan kepada penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, H. Achmad Salim, menuturkan bahwa pihaknya telah membuka layanan penerimaan hewan kurban maupun pembayaran dalam bentuk uang melalui transfer bank guna memudahkan masyarakat.
“Kami memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin berkurban. Hewan kurban dapat langsung diserahkan ke Kantor BAZNAS Kota Ambon pada hari dan jam kerja, atau masyarakat juga bisa menyalurkan dana kurban melalui transfer rekening resmi BAZNAS Kota Ambon,” jelas H. Achmad Salim.
Menurutnya, kemudahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ibadah kurban tahun ini.
“Semakin banyak masyarakat yang ikut berkurban, maka semakin luas pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat desa dan kaum dhuafa,” katanya.
Di sisi lain, Staf Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyalurkan kurban melalui BAZNAS karena seluruh proses dilakukan secara profesional dan sesuai syariat.
“Kami siap membantu masyarakat yang ingin berkurban bersama BAZNAS Kota Ambon. Prosesnya mudah, transparan, dan insya Allah tepat sasaran. Mari bersama-sama menebar keberkahan Iduladha hingga ke desa-desa,” ujar Jihan Abbas.
BAZNAS Kota Ambon juga mengimbau masyarakat agar segera mendaftarkan kurban lebih awal guna mempermudah proses pendataan dan distribusi hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha.
Adapun masyarakat yang ingin berkurban dapat langsung mendatangi Kantor BAZNAS Kota Ambon pada hari dan jam kerja. Selain itu, pembayaran juga dapat dilakukan melalui transfer ke rekening:
Bank Syariah Indonesia (BSI)Nomor Rekening: 7290868585Atas Nama: BAZNAS Kota Ambon
Melalui program Kurban Berkah Berdayakan Desa, BAZNAS Kota Ambon berharap semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan umat terus tumbuh demi menghadirkan manfaat kurban yang lebih luas dan merata bagi masyarakat.
BERITA30/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.
Lihat Daftar Rekening →