Berita Terbaru
BAZNAS Kota Ambon Terima Pembayaran Fidyah, Dorong Kepatuhan dan Ketenangan Ibadah Ramadan
Ambon, 18 Maret 2026 — BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam melayani umat dengan menerima pembayaran fidyah selama 30 hari penuh di kantor BAZNAS Kota Ambon pada Rabu. Pembayaran fidyah yang diterima oleh staf Ayu ini dilakukan sesuai ketentuan SK Ketua BAZNAS Provinsi Maluku Nomor 001 Tahun 2026, dengan besaran fidyah per hari sebesar Rp54.000.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kota Ambon untuk mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban fidyah sebagai pengganti puasa yang tidak dapat dilakukan karena uzur syar’i. Dengan layanan terpusat di kantor BAZNAS, warga mendapatkan kemudahan, transparansi, dan kepastian pengelolaan fidyah.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menjelaskan pentingnya layanan ini bagi umat muslim yang memiliki keterbatasan fisik atau alasan syar’i lainnya.
“Penerimaan fidyah ini memastikan masyarakat yang tidak dapat berpuasa tetap dapat menunaikan kewajiban dengan mudah dan transparan. Layanan ini kami hadirkan agar ibadah Ramadan tetap khusyuk dan tenang bagi semua,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Sementara itu, Staf Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menambahkan bahwa proses penerimaan fidyah dilakukan secara tertib dan terdokumentasi dengan baik, sehingga seluruh pembayaran dapat tercatat secara akurat.
“Kami memastikan setiap pembayaran fidyah dicatat dengan rapi. Hal ini penting agar seluruh amanah masyarakat dapat dikelola dengan baik, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Jihan Abbas.
Pembayaran fidyah ini juga menjadi momen edukasi bagi masyarakat terkait hak dan kewajiban mereka dalam ibadah, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan fidyah oleh BAZNAS Kota Ambon.
Dengan layanan yang sistematis dan akuntabel, BAZNAS Kota Ambon berharap masyarakat tetap dapat menunaikan kewajiban ibadah dengan tenang, sementara pengelolaan dana fidyah dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima yang membutuhkan.
BERITA19/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Presiden, Wapres, dan Kabinet Tunaikan Zakat, BAZNAS Kota Ambon Dorong Keteladanan di Daerah
Ambon, 18 Maret 2026 — Momentum zakat nasional kembali menjadi sorotan setelah Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan seluruh Kabinet Merah Putih menunaikan zakat melalui BAZNAS RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), dalam kegiatan Zakat Istana bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia.”
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa keteladanan pejabat negara menjadi motivasi bagi masyarakat Ambon dan sekitarnya untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara rutin.
“Penunaian zakat oleh Presiden, Wapres, dan para menteri adalah contoh nyata. Kami di Ambon terdorong untuk terus memudahkan warga menunaikan kewajiban zakat secara tertib, transparan, dan amanah,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Staf pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menegaskan bahwa inspirasi dari Zakat Istana ini mendorong penguatan layanan pengumpulan zakat di daerah, termasuk pendataan muzaki dan kemudahan penyaluran ZIS.
“Kami memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat sistem pengumpulan zakat, memastikan semua pembayaran terekam dengan baik, dan memberi rasa aman serta nyaman bagi masyarakat yang menunaikan kewajiban zakatnya,” ujar Jihan Abbas.
Acara ini dihadiri secara lengkap oleh jajaran Kabinet Merah Putih dan pimpinan BAZNAS RI:
Pimpinan BAZNAS RI:
Ketua: Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.
Wakil Ketua: Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si
Pimpinan lain: Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM; Hj. Saidah Sakwan, M.A; H. Ending Syarifuddin, M.E.; H. Idy Muzayyad, S.H.I, M.Si.; H. Mokhamad Mahdum, Ph.D.; Hj. Neyla Saida Anwar, SS, SE, SH, M.Hum; Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag.; Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si.; Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom., M.M.
Deputi BAZNAS RI:
Deputi I Bidang Pengumpulan: H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM
Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan: Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si
Dalam Zakat Istana, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan zakat yang diterima dan didoakan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid. Presiden menekankan pentingnya penguatan peran BAZNAS:
“Kita juga hari ini telah memberi contoh dengan kita memberikan zakat dan ini menunjukan lagi peran yang sangat penting dari BAZNAS. Lembaga keuangan dan ekonomi dari semua organisasi keagamaan di Indonesia harus kita koordinasikan, kita konsolidasikan, dan kita tingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang sudah ada supaya potensi ekonomi bangsa kita bisa kita kerahkan secara berarti, efisien, dan efektif,” ujar Presiden Prabowo.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan:
“Alhamdulillah hari ini, pada hari ke-23 Ramadan, kami seluruh jajaran BAZNAS menerima secara simbolis pembayaran zakat dari Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, serta seluruh jajaran kabinet. Hal ini memberikan nilai yang sangat luar biasa bagi kami,” ujar Sodik Mudjahid.
BAZNAS Kota Ambon menilai keteladanan nasional ini sebagai motivasi untuk memperkuat layanan zakat di daerah dan mengedukasi masyarakat agar menunaikan kewajiban zakat, infak, dan sedekah.
Acara Zakat Istana berhasil menghimpun dana lebih dari Rp3,8 miliar dari 111 muzaki, menegaskan peran strategis BAZNAS dalam memfasilitasi umat menunaikan zakat secara profesional dan transparan.
Dengan keteladanan ini, BAZNAS Kota Ambon berharap budaya zakat di daerah semakin mengakar, memberi dampak positif bagi penguatan ekonomi umat, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat sebagai instrumen sosial dan spiritual.
BERITA19/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Salurkan Paket Buka Puasa untuk Anak Yatim, Janda, dan Dhuafa di Akhir Ramadan
Ambon, 19 Maret 2026 — Menjelang akhir Ramadan, BAZNAS Kota Ambon kembali menebar kebaikan dengan menyalurkan paket makanan berbuka puasa untuk anak yatim, janda, dan dhuafa yang berada di bawah naungan Yayasan Mawadah Warahmah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026, sebagai wujud nyata pelayanan sosial berbasis fidyah para muzaki yang menyalurkan fidyahnya melalui BAZNAS Kota Ambon.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa penyaluran paket buka puasa di akhir Ramadan menjadi momentum untuk menebarkan kebaikan dan meningkatkan kepedulian sosial.
“Kami bersyukur dapat menyalurkan paket buka puasa di akhir Ramadan. Semoga setiap paket ini menjadi berkah bagi anak yatim, janda, dan dhuafa, serta menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menunaikan fidyah tepat sasaran,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Staf Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menekankan pentingnya akuntabilitas dalam setiap penyaluran fidyah.
“Setiap paket kami pastikan tepat sasaran dan tercatat dengan rapi. Hal ini penting agar amanah para muzaki dapat bermanfaat maksimal bagi mustahik,” ujar Jihan Abbas.
Sementara itu, Staf Penyaluran, Ayu, menambahkan bahwa selain menyalurkan paket makanan, tim BAZNAS juga menyertakan doa untuk para mustahik dan muzaki agar diberi keberkahan.
“Kami mendoakan agar para mustahik yang menerima paket ini selalu diberikan kesehatan dan ketenangan, serta para muzaki yang menyalurkan fidyahnya mendapat balasan pahala yang berlipat dari Allah SWT,” ujar Ayu.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan, para penerima tampak gembira menerima paket berbuka puasa, sementara tim BAZNAS mengingatkan masyarakat akan pentingnya fidyah sebagai bentuk pengganti puasa yang tidak bisa ditunaikan karena uzur syar’i.
Menjelang akhir Ramadan, BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menebar kebaikan, menyalurkan fidyah, zakat, dan sedekah tepat sasaran, sehingga manfaatnya terasa langsung bagi penerima dan menambah keberkahan bagi para muzaki.
Dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan penuh doa, BAZNAS Kota Ambon memastikan bahwa setiap amanah dari muzaki memberikan dampak positif, menumbuhkan kepedulian sosial, dan memperkuat nilai spiritual di bulan suci Ramadan.
BERITA19/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Hadiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim, Tausiah Hikmah Puasa Menguatkan Semangat Berbagi di Ramadan
Ambon, Pemerintah Kota Ambon bersama Majelis Taklim Al-Madinah menggelar kegiatan buka puasa bersama anak yatim sekaligus menyalurkan berkah Ramadan di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Ambon, Karang Panjang, Minggu (15/3/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran BAZNAS Kota Ambon, yakni Ketua BAZNAS Kota Ambon Muhammad Zulkifly Fakaubun, Wakil Ketua III Hj. Sumiyati Kiat, staf BAZNAS Jihan Abbas, serta Ayu yang juga merupakan staf BAZNAS Kota Ambon.
Acara ini juga dihadiri Ketua DPRD Kota Ambon, Wakapolresta Ambon, Sekretaris Kota Ambon, pengurus Majelis Taklim Al-Madinah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kota Ambon.
Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta yang hadir dalam kegiatan tersebut membacakan sambutan tertulis Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Ramadan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu untuk memperkuat empati dan solidaritas sosial.
“Ramadan mengajarkan kita tentang kesederhanaan, kepedulian, dan kebersamaan. Melalui kegiatan seperti ini kita belajar untuk saling berbagi dan mempererat silaturahmi,” kata Ely saat membacakan sambutan wali kota.
Menurutnya, kebersamaan saat berbuka puasa bersama anak yatim merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang harus terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat di Kota Ambon.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Ambon Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk terus mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya yang menyentuh langsung kelompok rentan seperti anak yatim.
“BAZNAS Kota Ambon selalu berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam momentum Ramadan seperti ini. Kegiatan berbagi bersama anak yatim bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengelola dan menyalurkan zakat untuk kesejahteraan umat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat semangat berbagi serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat, kami berharap manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat semakin dirasakan oleh masyarakat luas, terutama anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu di Kota Ambon,” tambah Zulkifly.
Sementara itu, dalam tausiah Ramadan yang disampaikan Ketua BAZNAS Provinsi Maluku Ustad Saiful Almaskaty, jamaah diajak untuk merenungkan hikmah puasa sebagai proses perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik.
Dalam ceramahnya, ia memberikan perumpamaan tentang proses perubahan makhluk hidup sebagai gambaran transformasi spiritual selama bulan Ramadan.
“Puasa itu mengajarkan kita untuk berubah menjadi lebih baik. Seperti ulat yang awalnya hanya merayap di tanah, tetapi ketika ia berproses dan berubah menjadi kupu-kupu, ia bisa terbang dan memberikan keindahan. Begitu juga manusia, Ramadan adalah waktu untuk berproses menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan perumpamaan lain tentang ular yang secara berkala mengganti kulitnya sebagai simbol perubahan dan pembaruan diri.
“Ular itu bisa hidup lebih lama karena dia mampu mengganti kulitnya. Artinya ada proses pembaruan. Begitu juga manusia, Ramadan menjadi kesempatan bagi kita untuk mengganti ‘kulit lama’ kita—kebiasaan buruk, sifat buruk—dengan akhlak yang lebih baik,” jelasnya di hadapan para jamaah.
Selain membahas hikmah puasa, Ustad Saiful juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari iman, khususnya di Kota Ambon yang dikenal sebagai kota yang indah dan memiliki semangat hidup orang basudara.
“Menjaga kebersihan kota adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai kita rajin beribadah tetapi lingkungan kita dipenuhi sampah. Ambon ini kota yang indah, mari kita jaga kebersihannya sebagai bentuk syukur kepada Allah,” pesannya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus hubungan dengan sesama manusia dan lingkungan.
Pemerintah Kota Ambon dalam kegiatan tersebut juga memberikan apresiasi kepada Majelis Taklim Al-Madinah yang dinilai aktif mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan, termasuk dalam penguatan toleransi antar umat beragama.
Pemkot Ambon berharap majelis taklim tersebut dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai program sosial, seperti pencegahan stunting, peningkatan kesehatan anak, serta upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, masyarakat juga diajak untuk menjadikan hari raya sebagai momentum mempererat persaudaraan, saling memaafkan, serta menjaga keharmonisan hidup bersama di Kota Ambon.
Melalui kegiatan berbuka puasa bersama ini, semangat berbagi dan kepedulian sosial diharapkan semakin tumbuh, sehingga nilai-nilai kebersamaan yang diajarkan selama bulan Ramadan dapat terus terjaga dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Kota Ambon.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Hadirkan Ramadhan Health Talk, Dorong Umat Jaga Kesehatan Demi Ibadah Maksimal di 10 Hari Terakhir
Ambon, 14 Maret 2026 (WIT) — Menjelang fase paling istimewa di bulan suci Ramadan, yaitu 10 hari terakhir yang penuh keberkahan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menghadirkan program edukatif bertajuk Ramadhan Health Talk. Webinar ini mengangkat tema “Tubuh Sehat, Ibadah Nikmat” yang menghadirkan dokter sekaligus figur publik kesehatan, Lula Kamal, M.Sc., sebagai narasumber utama.
Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom pada Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 11.00 WIT ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Webinar tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa, khususnya saat memasuki fase akhir Ramadan yang identik dengan peningkatan intensitas ibadah seperti qiyamul lail, tadarus Al-Qur’an, hingga i’tikaf.
Dalam pemaparannya, dr. Lula Kamal menjelaskan bahwa menjaga kondisi tubuh selama berpuasa merupakan kunci agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan optimal. Ia menekankan pentingnya pola makan yang seimbang saat sahur dan berbuka, menjaga hidrasi, serta mengatur waktu istirahat agar tubuh tetap bugar.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan bagi tubuh untuk melakukan detoksifikasi alami. Namun, agar manfaatnya maksimal, kita harus memperhatikan asupan nutrisi yang tepat serta menjaga pola hidup sehat selama Ramadan,” jelas dr. Lula dalam sesi webinar tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak orang mengalami penurunan energi di akhir Ramadan karena pola tidur yang berubah serta aktivitas ibadah yang meningkat. Oleh karena itu, pengaturan waktu tidur, konsumsi makanan bergizi, serta aktivitas fisik ringan tetap diperlukan untuk menjaga stamina.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta, termasuk staf digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, yang turut mengikuti jalannya webinar dari awal hingga akhir. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin tetap produktif sekaligus meningkatkan kualitas ibadah di penghujung Ramadan.
“Webinar Ramadhan Health Talk ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana menjaga kesehatan selama puasa, terutama menjelang 10 hari terakhir Ramadan yang biasanya diisi dengan lebih banyak aktivitas ibadah. Materi yang disampaikan dr. Lula Kamal sangat relevan dan mudah dipahami, sehingga bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Jihan Abbas.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bentuk komitmen BAZNAS dalam memberikan edukasi tidak hanya terkait pengelolaan zakat, tetapi juga dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan umat.
Menurut Jihan, kesehatan fisik merupakan faktor penting agar umat Muslim dapat menjalankan berbagai amalan di bulan Ramadan dengan maksimal. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, umat dapat lebih khusyuk dalam beribadah serta memanfaatkan momen 10 hari terakhir yang diyakini memiliki keutamaan besar, termasuk hadirnya malam Lailatul Qadar.
Program Ramadhan Health Talk sendiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang digagas oleh BAZNAS sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Selain program sosial dan penyaluran zakat, BAZNAS juga berupaya menghadirkan kegiatan edukatif yang dapat meningkatkan kualitas hidup umat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. Dengan tubuh yang sehat, ibadah pun dapat dilakukan dengan lebih nyaman, khusyuk, dan penuh keberkahan hingga akhir bulan Ramadan.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Transformasi Zakat untuk Kemandirian Umat, BAZNAS Gelar Tadarus Zakat Wakaf Sesi 7
Ambon, 13 Maret 2026 (WIT) — Upaya memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat terus didorong oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Melalui kegiatan Tadarus Zakat Wakaf Sesi 7, BAZNAS mengangkat tema “Transformasi Zakat dari Karitatif Menjadi Produktif untuk Penguatan Ekonomi Umat” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 11.00 WIT hingga selesai.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi zakat dan wakaf yang rutin diselenggarakan BAZNAS untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para pengelola zakat di berbagai daerah, mengenai pengelolaan zakat yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Melalui forum ini, peserta diajak untuk mendalami konsep transformasi zakat dari pendekatan karitatif—yang selama ini lebih berfokus pada bantuan langsung—menuju pendekatan produktif yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerima manfaat (mustahik).
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen pembangunan ekonomi umat apabila dikelola secara strategis. Pendayagunaan zakat secara produktif dapat diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan seperti bantuan modal usaha, pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, hingga pendampingan bisnis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pendekatan ini dinilai mampu memberikan dampak yang lebih luas dibandingkan bantuan konsumtif semata. Dengan zakat produktif, mustahik tidak hanya menerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendapatkan peluang untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi dalam jangka panjang.
Selain itu, kegiatan Tadarus Zakat Wakaf ini juga menjadi ruang diskusi bagi para peserta untuk berbagi pengalaman serta strategi dalam mengembangkan program-program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat dan wakaf. Kolaborasi antara lembaga pengelola zakat, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dinilai sangat penting dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, serta berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah Jihan Abbas, staf digitalisasi BAZNAS Kota Ambon. Ia menilai bahwa diskusi dalam Tadarus Zakat Wakaf Sesi 7 memberikan wawasan yang sangat penting bagi para pengelola zakat, khususnya dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi di daerah.
“Kegiatan Tadarus Zakat Wakaf ini sangat memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana zakat dapat dikelola tidak hanya secara karitatif, tetapi juga secara produktif. Dengan pendekatan ini, zakat dapat menjadi solusi jangka panjang untuk membantu masyarakat meningkatkan kemandirian ekonomi,” ujar Jihan Abbas.
Menurutnya, transformasi pengelolaan zakat menjadi lebih produktif merupakan langkah strategis yang perlu terus didorong oleh seluruh lembaga pengelola zakat di Indonesia.
“Melalui kegiatan ini kami mendapatkan banyak wawasan baru mengenai strategi pengelolaan zakat yang lebih inovatif dan berdampak. Harapannya, konsep zakat produktif dapat semakin berkembang sehingga mampu memperkuat ekonomi umat dan membantu mustahik untuk bangkit serta mandiri,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan edukasi seperti Tadarus Zakat Wakaf sangat penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pengelola zakat, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi masyarakat yang semakin kompleks.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BAZNAS berharap literasi masyarakat tentang zakat dan wakaf semakin meningkat serta mendorong optimalisasi pengelolaan zakat di Indonesia. Transformasi zakat dari pendekatan karitatif menuju produktif diyakini dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam mengurangi kemiskinan dan memperkuat ekonomi umat secara berkelanjutan.
Melalui program-program edukatif seperti Tadarus Zakat Wakaf, BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan inovasi dalam pengelolaan zakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Hadiri Buka Puasa Bersama Kemenag Kota Ambon dalam Kegiatan Ramadan Berbagi
Ambon – BAZNAS Kota Ambon menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan program “Ramadan Berbagi” yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Ambon pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Ambon tersebut menjadi momentum kebersamaan di bulan suci Ramadan sekaligus wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bagi BAZNAS Kota Ambon, kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar lembaga, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial yang menjadi bagian penting dari semangat Ramadan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat melalui penyaluran bantuan kepada para penerima manfaat.
Kegiatan Ramadan Berbagi ini merupakan bentuk kepedulian aparatur sipil negara di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon terhadap masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Ambon. Bantuan yang dihimpun kemudian diserahkan secara simbolis kepada penerima manfaat dalam suasana penuh kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon H. R. A. Fachrurrazy Hassannusi, S.Fil.I., M.Si menyampaikan bahwa ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap sesama.
Menurutnya, kegiatan Ramadan Berbagi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan Ramadan yang dapat dirasakan tidak hanya oleh pegawai di lingkungan kantor, tetapi juga oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dalam perspektif BAZNAS Kota Ambon, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting dalam memperkuat hubungan antara lembaga pemerintah dan masyarakat serta menumbuhkan semangat berbagi di tengah kehidupan sosial.
Kehadiran unsur pimpinan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama dalam mendukung berbagai kegiatan sosial keagamaan di daerah. Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Ambon Hj. Rabea Kiat turut mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap program-program sosial yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Kota Ambon.
BAZNAS Kota Ambon menilai bahwa kolaborasi antara lembaga zakat dan Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan program sosial kepada masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, berbagai program berbasis zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain penyaluran bantuan sosial, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan tausiyah singkat yang memberikan penguatan spiritual kepada para peserta. Tausiyah tersebut mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh peserta kemudian melaksanakan buka puasa bersama dalam suasana yang sederhana dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan serta pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon.
BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan berbagi yang dilaksanakan pada bulan Ramadan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan karena tidak hanya mempererat hubungan antar lembaga, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui momentum Ramadan, BAZNAS Kota Ambon juga terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan umat di Kota Ambon.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Kolaborasi Teras Zawa Ramadan 1447 H di Ambon, BAZNAS Kota Ambon Tegaskan Komitmen Tebar Manfaat bagi Masyarakat
Ambon – Kegiatan Teras Zawa Ramadan 1447 Hijriah yang mengusung tema “Tebar Manfaat, Ruang Literasi & Sharing Zakat Wakaf” kembali digelar di Kota Ambon sebagai bagian dari program tahunan di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi berbagai pihak dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program Tebar Harapan Ramadan (THR).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga ruang literasi serta edukasi mengenai zakat dan wakaf bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Teras Zawa melibatkan berbagai unsur di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, lembaga zakat, hingga mitra strategis lainnya.
Ketua panitia kegiatan Teras Zawa, Nur Patima, S.Ag., M.Pd, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara berbagai lembaga dan unit kerja di lingkungan Kementerian Agama Kota Ambon.
Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan menyalurkan paket santunan atau bingkisan Ramadan kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Seluruh paket santunan yang terkumpul kemudian disetorkan melalui Kantor Kementerian Agama Kota Ambon untuk selanjutnya didistribusikan kepada para penerima manfaat. Bantuan tersebut dihimpun dari kontribusi Aparatur Sipil Negara (ASN), madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta berbagai lembaga zakat dan mitra lainnya.
Dalam kegiatan kolaboratif ini, BAZNAS Kota Ambon turut mengambil bagian dengan memberikan kontribusi sebanyak 20 paket santunan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memperluas jangkauan manfaat zakat kepada masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa partisipasi BAZNAS dalam kegiatan Teras Zawa merupakan bentuk komitmen lembaga dalam memperkuat kolaborasi program sosial dan keumatan, khususnya di momentum Ramadan.
“BAZNAS Kota Ambon sangat mengapresiasi kegiatan Teras Zawa Ramadan ini karena menjadi ruang kolaborasi yang baik antara pemerintah, lembaga zakat, serta masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan melalui program ini dapat memberikan manfaat nyata dan membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, khususnya para guru TPQ, janda, fakir miskin, dan anak yatim piatu di Kota Ambon,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menambahkan bahwa Ramadan merupakan momentum terbaik untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin memahami pentingnya zakat sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan. Ketika zakat dikelola secara baik dan kolaboratif, maka manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Selain BAZNAS Kota Ambon, sejumlah lembaga dan unsur lainnya juga turut memberikan kontribusi dalam kegiatan ini. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kota Ambon menyalurkan 20 paket santunan, sementara UPZ Kemenag Kota Ambon memberikan 80 paket santunan yang berasal dari partisipasi para pegawai.
Seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Ambon juga berpartisipasi dengan menyumbangkan 50 paket santunan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan berbagi di bulan Ramadan.
Kontribusi terbesar dalam kegiatan ini berasal dari para Kepala Madrasah se-Kota Ambon yang berhasil menghimpun 1.008 paket santunan untuk disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.
Kolaborasi lintas unsur juga terlihat dari keterlibatan Penyelenggara Katolik yang turut memberikan 4 paket santunan, serta para Penyuluh Agama yang menyumbangkan 100 paket santunan dalam kegiatan sosial tersebut.
Secara keseluruhan, jumlah paket santunan yang berhasil dihimpun dalam kegiatan Teras Zawa Ramadan 1447 H ini mencapai 1.282 paket. Paket-paket tersebut kemudian disalurkan kepada guru-guru TPQ di Kota Ambon, para janda, fakir miskin, serta anak yatim piatu.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi seperti ini sangat penting dalam memperkuat ekosistem pengelolaan zakat di daerah.
“Kegiatan Teras Zawa ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara berbagai pihak dapat memperluas jangkauan manfaat zakat dan sedekah. BAZNAS Kota Ambon selalu mendukung kegiatan yang mendorong literasi zakat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat secara terorganisir dan transparan,” jelas Jihan Abbas.
Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Kota Ambon terus mengembangkan sistem pengumpulan dan digitalisasi zakat agar proses penghimpunan dana sosial keagamaan dapat dilakukan secara lebih efektif dan akuntabel.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, H. R. A. Fachrurrazy Hassannusi, S.Fil.I., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan tersebut.
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperkuat kepedulian sosial serta menunaikan kewajiban zakat sebagai bentuk pembersihan harta sebagaimana yang diperintahkan dalam Al-Qur’an.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan Teras Zawa merupakan program dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melalui Direktorat Zakat dan Wakaf yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun dengan berbagai bentuk kegiatan sosial dan edukatif.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa zakat memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban agama, zakat juga menjadi instrumen sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dalam konsep zakat, terdapat dua istilah penting yang perlu dipahami, yakni haul dan nisab. Haul merupakan masa kepemilikan harta selama satu tahun, sedangkan nisab adalah batas minimal harta yang dimiliki seseorang sehingga diwajibkan untuk mengeluarkan zakat.
Menariknya, kegiatan ini juga menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dan toleransi di Kota Ambon. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan berbagai unsur lintas lembaga bahkan lintas agama yang bersama-sama mendukung kegiatan sosial kemanusiaan ini.
Sebagai penutup, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon secara resmi membuka kegiatan Teras Zawa Ramadan 1447 H dan berharap program ini dapat terus berlanjut setiap tahun.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menebar kebaikan, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat, BAZNAS Kota Ambon berharap program-program berbasis zakat, infak, dan sedekah dapat terus berkembang sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Perkuat Peran Zakat dalam Momentum Selasar Hangat Lintas Agama Joyful Ramadan 1447 H
Ambon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon terus memperkuat perannya dalam mendukung berbagai program sosial dan keagamaan di bulan suci Ramadan. Salah satunya melalui partisipasi dalam kegiatan Selasar Hangat Lintas Agama x Joyful Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dilaksanakan di Aula Hamadi B Husain Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian program nasional Joyful Ramadan 1447 H ini diinisiasi oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dengan mengusung tema “Indonesia Berdaya, Pulih Bersama, Bangkit Berdaya.”
Bagi BAZNAS Kota Ambon, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga pemerintah, lembaga pengelola zakat, serta berbagai elemen masyarakat dalam mendorong program pemberdayaan umat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I yang menekankan pentingnya menghadirkan program Kementerian Agama yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Maluku H. Djumadi Wali, S.Ag, pimpinan tokoh lintas agama, pimpinan organisasi masyarakat Islam, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Maluku Ny. Wulida Tamher Yamin, serta sejumlah pejabat eselon III di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon juga turut ambil bagian sebagai bentuk dukungan terhadap program-program sosial dan pemberdayaan umat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama. Kehadiran unsur pimpinan BAZNAS Kota Ambon menunjukkan komitmen lembaga dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat di daerah.
Kegiatan ini diikuti langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon Muhammad Zulkifly Fakaubun bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Ambon Hj. Rabea Kiat serta Ayu sebagai bagian dari unsur BAZNAS Kota Ambon yang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan Kementerian Agama, khususnya dalam mengembangkan berbagai program sosial yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan Selasar Hangat Lintas Agama x Joyful Ramadan juga dirangkaikan dengan penyerahan paket sembako kepada keluarga Indonesia yang membutuhkan. Bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai kebersamaan yang menjadi semangat utama dalam program Joyful Ramadan.
Selain kegiatan sosial, acara ini juga diisi dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Ustadz H. Abdurrahman Tuanaya, Lc. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pesan tersebut selaras dengan semangat yang terus didorong oleh BAZNAS Kota Ambon dalam memaksimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui pengelolaan zakat yang profesional dan akuntabel, BAZNAS berupaya memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Program Joyful Ramadan 1447 H sendiri merupakan rangkaian kegiatan nasional Kementerian Agama yang berlangsung sejak fase tarhib Ramadan hingga takbir akbar. Program ini dirancang untuk memperkuat harmoni sosial, meningkatkan kualitas layanan keagamaan, serta menghadirkan program pemberdayaan umat yang berdampak nyata bagi masyarakat.
BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat gerakan zakat di daerah. Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif dalam menunaikan zakat serta memperluas manfaatnya bagi kesejahteraan umat.
Melalui momentum Ramadan, BAZNAS Kota Ambon terus mendorong semangat berbagi dan kepedulian sosial agar nilai-nilai keagamaan tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata membantu sesama.
BERITA14/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Gelar Talkshow Ramadhan Kareem, Bahas Perencanaan Keuangan Syariah untuk Masa Depan Keluarga
AMBON – Dalam rangka memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan sebagai waktu untuk memperkuat pemahaman keuangan berbasis syariah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar kegiatan Talkshow Ramadhan Kareem: Solusi Cerdas untuk Hidup Berkah Bersyariah dengan tema “Ingin Masa Depan Keluarga Lebih Tenang dan Berkah?”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (11/3/2026) pukul 13.00–15.00 WIB ini berlangsung secara hybrid, yakni melalui platform Zoom serta secara langsung di Aula Achmad Subianto, Lantai 5 Kantor BAZNAS. Talkshow ini menghadirkan pembahasan seputar pentingnya perencanaan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah agar masyarakat dapat memiliki masa depan yang lebih aman, terencana, dan penuh keberkahan.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bagaimana mengelola keuangan keluarga secara bijak, mulai dari perencanaan finansial, perlindungan keuangan berbasis syariah, hingga optimalisasi ibadah sosial seperti zakat, infak, dan sedekah.
Staf Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan talkshow ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang selaras dengan nilai-nilai syariah.
“Ramadan adalah momentum terbaik bagi kita untuk menata kembali niat, termasuk dalam mengatur dan merencanakan keuangan keluarga. Melalui talkshow ini, masyarakat dapat memperoleh pemahaman bagaimana mengelola keuangan secara bijak dan sesuai prinsip syariah agar kehidupan menjadi lebih tenang dan berkah,” ujar Jihan Abbas.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga membuka ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami keterkaitan antara pengelolaan keuangan yang baik dengan kewajiban sosial keagamaan seperti zakat.
“Perencanaan keuangan yang baik tidak hanya berfokus pada kebutuhan duniawi, tetapi juga memperhatikan kewajiban kita sebagai umat Muslim, seperti menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Dengan begitu, keuangan yang kita miliki tidak hanya kuat secara finansial tetapi juga membawa keberkahan,” tambahnya.
Talkshow ini turut menghadirkan berbagai pembahasan menarik mengenai solusi cerdas dalam mengelola keuangan keluarga secara syariah, termasuk strategi menghadapi tantangan ekonomi serta membangun perencanaan masa depan yang lebih stabil dan terarah.
Selain memberikan edukasi keuangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab, terutama di bulan Ramadan yang identik dengan peningkatan aktivitas ibadah dan kepedulian sosial.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini baik secara langsung maupun daring tampak antusias menyimak berbagai materi yang disampaikan. Mereka juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi serta mengajukan pertanyaan terkait pengelolaan keuangan keluarga berbasis syariah.
Melalui kegiatan Talkshow Ramadhan Kareem ini, BAZNAS berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan yang baik, tidak hanya untuk kesejahteraan keluarga di masa depan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meraih keberkahan dalam kehidupan.
Dengan pengelolaan keuangan yang tepat dan sesuai prinsip syariah, diharapkan masyarakat dapat mewujudkan kondisi finansial yang kuat di dunia sekaligus bernilai ibadah dan membawa keberkahan di akhirat.
BERITA12/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Perkuat Digitalisasi, Operator SIMBA Ikuti Konsultasi Nasional Bahas Template Kas Harian
AMBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan zakat melalui optimalisasi penggunaan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA). Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan konsultasi online bersama Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI yang diikuti operator SIMBA dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Ambon.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/3/2026) pukul 10.00–12.00 WIB atau 12.00–14.00 WIT ini dilaksanakan secara daring dan menjadi ruang diskusi bagi para operator SIMBA untuk menyampaikan berbagai kendala teknis serta mendapatkan penjelasan langsung dari tim layanan aplikasi nasional.
Dalam agenda tersebut, Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI yang diwakili oleh Muhammad Sulthan Rafi memberikan pemaparan terkait penggunaan template data kas harian pada aplikasi SIMBA serta penjelasan mengenai proses migrasi kas masuk. Materi ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan akurasi dan efisiensi pencatatan keuangan pada sistem digital yang digunakan oleh BAZNAS di seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan ini, para operator SIMBA mendapatkan pemahaman teknis mengenai cara pengisian dan pengelolaan data kas harian secara lebih sistematis, sehingga proses pelaporan dan pengelolaan keuangan dapat berjalan lebih tertib dan transparan.
Staf Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan konsultasi ini sangat membantu para operator SIMBA di daerah dalam memahami berbagai pembaruan fitur serta teknis penggunaan aplikasi yang terus dikembangkan oleh BAZNAS.
“Kegiatan konsultasi online ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai operator SIMBA di daerah, karena kami dapat memperoleh penjelasan langsung dari tim layanan aplikasi nasional terkait penggunaan template data kas harian dan proses migrasi kas masuk pada sistem SIMBA,” ujar Jihan Abbas.
Menurutnya, penguatan kapasitas operator menjadi hal penting agar sistem digital yang digunakan dalam pengelolaan zakat dapat berjalan dengan optimal.
“Dengan adanya penjelasan teknis seperti ini, kami bisa lebih memahami cara penginputan data yang benar sehingga laporan keuangan yang dihasilkan melalui SIMBA dapat lebih akurat, tertib, dan transparan,” tambahnya.
Ia juga menilai bahwa kegiatan konsultasi semacam ini membuka ruang komunikasi yang sangat baik antara operator di daerah dengan tim pengembang aplikasi di tingkat nasional.
“Kami juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang mungkin ditemui dalam penggunaan aplikasi di daerah. Dengan begitu, solusi bisa langsung diberikan oleh tim layanan aplikasi nasional,” jelas Jihan.
SIMBA sendiri merupakan sistem digital yang dikembangkan oleh BAZNAS untuk mendukung pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terintegrasi, mulai dari proses penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan keuangan.
Melalui penguatan penggunaan SIMBA, BAZNAS berupaya memastikan bahwa pengelolaan dana umat dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan konsultasi online ini dapat terus dilakukan secara berkala agar para operator SIMBA di daerah dapat terus meningkatkan kapasitas serta mengikuti perkembangan fitur terbaru dalam sistem digital yang digunakan.
Dengan pemanfaatan teknologi informasi yang semakin optimal, pengelolaan zakat diharapkan dapat menjadi lebih efektif, terpercaya, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan para muzakki di seluruh Indonesia.
BERITA12/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Bahas Transformasi Muzaki dan Potensi Zakat Fitrah dalam Public Expose Ramadan
AMBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar kegiatan Public Expose Special Ramadan – Sesi Terakhir yang membahas penguatan sistem zakat nasional melalui kajian strategis terkait transformasi muzaki serta potensi dan pengadministrasian zakat fitrah di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Kamis (12/3/2026) pukul 10.00–12.00 WIB atau 12.00–14.00 WIT dan disiarkan melalui Zoom serta kanal YouTube BAZNAS TV.
Public Expose ini menjadi sesi penutup dari rangkaian diskusi Ramadan yang digelar BAZNAS dengan tujuan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan profil muzaki di Indonesia serta strategi penguatan sistem pengelolaan zakat secara nasional.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS memaparkan dua kajian strategis, yaitu Indeks Transformasi dan Religiusitas Muzaki serta Potensi Zakat Fitrah dan Strategi Pengadministrasian Nasional. Kedua kajian ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan efektivitas penghimpunan dan pengelolaan zakat di Indonesia.
Kajian tersebut dipaparkan oleh sejumlah narasumber, di antaranya Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., Farras Syafiqah, dan Dita Anggraini. Diskusi dipandu oleh moderator Naela Hikmah Thoyyibah yang mengarahkan pembahasan mengenai dinamika perilaku muzaki, potensi zakat fitrah secara nasional, serta strategi penguatan tata kelola zakat yang lebih optimal.
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa transformasi muzaki di Indonesia terus mengalami perkembangan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kewajiban berzakat serta semakin berkembangnya sistem digital dalam pengelolaan zakat.
Kajian mengenai Indeks Transformasi dan Religiusitas Muzaki memberikan gambaran tentang karakteristik muzaki masa kini, termasuk perubahan pola perilaku dalam menunaikan zakat yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital. Sementara itu, kajian mengenai potensi zakat fitrah dan strategi pengadministrasiannya membahas peluang besar penghimpunan zakat fitrah secara nasional serta pentingnya sistem administrasi yang kuat untuk mendukung pengelolaan yang lebih efektif.
Staf Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, yang turut mengikuti kegiatan tersebut mengatakan bahwa kajian yang disampaikan dalam Public Expose ini memberikan wawasan penting bagi pengelola zakat di daerah dalam memahami perkembangan profil muzaki serta strategi penguatan sistem zakat secara nasional.
“Kegiatan Public Expose ini sangat bermanfaat karena memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana karakter dan transformasi muzaki di Indonesia saat ini, sekaligus menunjukkan potensi besar zakat fitrah yang bisa dikelola secara lebih optimal,” ujar Jihan Abbas.
Ia menambahkan bahwa hasil kajian tersebut juga dapat menjadi referensi penting bagi BAZNAS di daerah dalam meningkatkan strategi penghimpunan zakat serta memperkuat pengelolaan zakat berbasis data dan teknologi.
“Melalui kajian ini, kami dapat memahami bagaimana strategi penguatan sistem zakat nasional ke depan, termasuk dalam hal pengadministrasian zakat fitrah yang lebih tertata, transparan, dan terintegrasi dengan sistem digital,” tambahnya.
Menurutnya, penguatan sistem zakat tidak hanya bergantung pada potensi yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan lembaga pengelola zakat dalam mengelola data, memahami karakter muzaki, serta mengembangkan sistem pelayanan yang lebih profesional dan terpercaya.
Public Expose Special Ramadan ini diharapkan dapat menjadi ruang diseminasi ilmu dan informasi strategis bagi para pengelola zakat, akademisi, maupun masyarakat luas yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sistem zakat di Indonesia.
Melalui kajian-kajian tersebut, BAZNAS berharap pengelolaan zakat di Indonesia dapat terus berkembang secara lebih profesional, berbasis riset, serta mampu memaksimalkan potensi zakat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi umat.
BERITA12/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Berbagi Hidangan Buka Puasa untuk Anak Yatim dan Santri Penghafal Al-Qur`an
AMBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menyalurkan paket hidangan buka puasa kepada anak yatim dan santri penghafal Al-Qur’an di Yayasan Mawadah Warahmah Pondok Pesantren Ishaka, Ahuru, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan berbagi tersebut merupakan bagian dari penyaluran dana fidyah yang dihimpun melalui BAZNAS Kota Ambon dari para muzakki yang menitipkan amanah mereka untuk disalurkan kepada yang berhak menerima. Paket hidangan buka puasa yang dibagikan diharapkan dapat membantu serta menghadirkan kebahagiaan bagi para anak yatim dan santri yang sedang menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran pimpinan BAZNAS Kota Ambon turut hadir secara langsung. Wakil Ketua I BAZNAS Kota Ambon, H. Achmad Salim, hadir bersama Wakil Ketua III Hj. Sumiyati Kiat, Wakil Ketua IV Hj. Rabea Kiat, serta staf BAZNAS Jihan Abbas.
H. Achmad Salim bahkan memimpin langsung doa bersama sebelum hidangan buka puasa dibagikan kepada para santri dan anak yatim. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sekaligus amanah dari para muzakki yang mempercayakan penyaluran fidyah melalui BAZNAS.
Paket hidangan buka puasa ini berasal dari fidyah yang dititipkan oleh para muzakki melalui BAZNAS Kota Ambon. Amanah ini kami salurkan kepada anak-anak yatim dan para santri penghafal Al-Qur’an agar mereka juga merasakan kebahagiaan di bulan Ramadan dan mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat semangat berbagi, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah. Ramadan adalah momentum untuk memperbanyak amal kebaikan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi berkah bagi para muzakki yang telah menitipkan fidyahnya, serta membawa kebahagiaan bagi anak-anak kita di pesantren ini.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Ambon, Hj. Sumiyati Kiat, dalam kesempatan tersebut turut memberikan motivasi dan semangat kepada para anak yatim dan santri yang hadir.
Bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat ibadah dan semangat belajar, khususnya bagi para penghafal Al-Qur’an. Sebagai generasi yang luar biasa karena memilih jalan untuk menghafal Al-Qur’an. Tetap semangat menjalani puasa, belajar, dan menghafal Al-Qur’an.
Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh pengurus Yayasan Mawadah Warahmah, Ustadzah Suhanah mengapresiasi kepedulian BAZNAS Kota Ambon yang telah menyalurkan hidangan buka puasa bagi anak-anak yatim dan para santri di pondok pesantren tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota Ambon serta para muzakki yang telah menitipkan fidyahnya. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak yatim dan para santri kami, terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ungkap Ustadzah Suhanah.
Menurutnya, perhatian dan kepedulian seperti ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan para santri, tetapi juga menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar dan menghafal Al-Qur’an.
Para santri dan anak yatim yang hadir tampak antusias dan bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kota Ambon. Kehadiran para pimpinan BAZNAS juga menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka dalam menjalani ibadah puasa serta kegiatan belajar di pesantren.
Program penyaluran fidyah melalui kegiatan berbagi hidangan buka puasa ini merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kota Ambon dalam memastikan bahwa amanah para muzakki dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh semua kalangan, khususnya anak yatim dan para santri yang sedang menuntut ilmu agama.
BERITA12/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ajak Warga Segera Tunaikan Zakat Fitrah
AMBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon mengajak masyarakat untuk segera menunaikan zakat fitrah sebagai bagian dari penyempurna ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Melalui berbagai layanan yang disediakan, BAZNAS Kota Ambon memudahkan masyarakat untuk menyalurkan zakat fitrah secara aman, cepat, dan tepat sasaran.
Ajakan ini disampaikan kepada masyarakat dengan semangat #SahabatBAZNASKotaAmbon agar tidak menunda kewajiban menunaikan zakat fitrah sebelum Hari Raya Idulfitri. Selain sebagai kewajiban bagi setiap Muslim, zakat fitrah juga memiliki makna sosial yang sangat penting karena dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAZNAS Provinsi Maluku Nomor 01 Tahun 2026 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Maluku, besaran zakat fitrah tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp40.000 per jiwa. Penetapan ini menjadi acuan bagi umat Muslim di wilayah Maluku dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah pada bulan Ramadan tahun ini.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa zakat fitrah memiliki peran penting dalam memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu. Melalui zakat fitrah, kita tidak hanya menyempurnakan ibadah puasa, tetapi juga membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan di hari raya,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga mengajak masyarakat Kota Ambon untuk menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat sehingga penyalurannya dapat dilakukan secara terorganisir dan tepat sasaran.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS Kota Ambon. InsyaAllah zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik yang berhak menerima di wilayah Kota Ambon secara transparan dan akuntabel,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa zakat fitrah bukan hanya sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang dapat menghadirkan kebahagiaan bagi sesama, khususnya bagi mereka yang kurang mampu.
“Menunaikan zakat fitrah bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga cara kita membersihkan diri setelah menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Melalui zakat fitrah, kita juga dapat berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Jihan Abbas.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS Kota Ambon dengan nominal Rp40.000 per jiwa sesuai dengan ketetapan yang berlaku di wilayah Maluku.
“Kami mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS Kota Ambon sebesar Rp40.000 per jiwa sebagaimana yang telah ditetapkan oleh BAZNAS Provinsi Maluku. InsyaAllah zakat yang ditunaikan akan disalurkan kepada para mustahik yang berhak menerimanya di Kota Ambon,” tambahnya.
Untuk memudahkan masyarakat, BAZNAS Kota Ambon menyediakan layanan pembayaran zakat fitrah secara online melalui situs resmi di alamat kotaambon.baznas.go.id/bayarzakat.
Selain itu, masyarakat juga dapat menunaikan zakat melalui transfer ke rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 7290868585 atas nama BAZNAS Kota Ambon.
BAZNAS Kota Ambon juga membuka layanan konsultasi dan informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai zakat, infak, dan sedekah. Layanan tersebut dapat diakses melalui WhatsApp di nomor wa.me/6285244177259, melalui email [email protected], maupun melalui kontak telepon di nomor +62813-1457-7058 atau +62821-9756-3577.
Melalui berbagai kemudahan layanan tersebut, BAZNAS Kota Ambon berharap semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat fitrah melalui lembaga resmi sehingga penyalurannya dapat dilakukan secara terorganisir, transparan, dan tepat sasaran kepada para mustahik di Kota Ambon.
“Zakat fitrah adalah ibadah yang tidak hanya berdampak pada diri kita sendiri, tetapi juga memberikan kebahagiaan bagi orang lain saat menyambut Hari Raya Idulfitri. Semoga semakin banyak masyarakat yang menunaikannya melalui BAZNAS Kota Ambon,” tutup Jihan Abbas.
BERITA12/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Transformasi Digital Jadi Sorotan di Pengajian Selasa Pagi BAZNAS, Amil Se-Indonesia Ikuti Sesi Terakhir 2026
Ambon, 10 Maret 2026 (WIT) – Pengajian Selasa Pagi yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali digelar dengan tema besar transformasi digital dalam pengelolaan zakat. Kegiatan yang menjadi sesi ke-9 sekaligus sesi terakhir pada tahun 2026 ini berlangsung secara daring melalui Zoom dan disiarkan langsung di kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa pagi.
Kegiatan yang berlangsung pukul 06.00–07.30 WIB (08.00–09.30 WIT) ini diikuti oleh para amil zakat, pegawai BAZNAS, serta masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu peserta yang turut mengikuti kegiatan tersebut adalah Jihan Abbas, staf BAZNAS, yang mengikuti pengajian sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan wawasan amil zakat.
Pengajian dibuka oleh KH. Achmad Sudrajat, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kegiatan pengajian rutin sebagai sarana peningkatan kompetensi dan spiritualitas para amil.
“Pengajian ini bukan hanya forum menambah ilmu agama, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan penguatan kapasitas amil zakat di seluruh Indonesia,” ujar KH. Achmad Sudrajat dalam sambutannya.
Menurutnya, transformasi dalam pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan sistem administrasi, tetapi juga bagaimana lembaga zakat mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan kepada muzaki dan mustahik.
Sementara itu, materi utama disampaikan oleh KH. M. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa digitalisasi telah menjadi kebutuhan mendesak bagi lembaga pengelola zakat di era modern.
“Transformasi digital adalah keniscayaan. Melalui teknologi, pengelolaan zakat dapat menjadi lebih transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh masyarakat,” jelas KH. M. Nadratuzzaman Hosen.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan sistem digital memungkinkan proses penghimpunan, pencatatan, hingga penyaluran zakat dilakukan secara lebih cepat dan efisien. Hal ini, menurutnya, sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga zakat.
Dalam sesi diskusi, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait penerapan teknologi digital dalam pengelolaan zakat di daerah masing-masing. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung.
Bagi Jihan Abbas, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan terkait perkembangan pengelolaan zakat berbasis teknologi.
“Melalui pengajian ini kami mendapatkan banyak wawasan baru, khususnya bagaimana transformasi digital dapat memperkuat pengelolaan zakat agar lebih efektif dan profesional,” ujarnya.
Program Pengajian Selasa Pagi sendiri telah rutin dilaksanakan sejak tahun 2022 sebagai bagian dari program pengembangan kapasitas amil oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan BAZNAS. Kegiatan ini terbuka bagi publik dan dapat diikuti secara gratis melalui platform daring.
Dengan berakhirnya sesi ke-9 pada tahun 2026 ini, BAZNAS berharap semangat berbagi ilmu dan pengalaman di kalangan amil zakat terus berlanjut, sekaligus mendorong percepatan transformasi digital dalam pengelolaan zakat di Indonesia.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Mengukur Kesehatan Ekosistem Zakat Nasional, BAZNAS Kupas Tuntas Dua Indeks Strategis di Ramadan
Ambon, Selasa (10/3/2026) WIT — Dalam rangka memperkuat transparansi dan tata kelola pengelolaan zakat nasional di bulan suci Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menggelar kegiatan Public Expose Special Ramadan bertajuk “Seberapa Sehat Ekosistem Zakat Kita?” pada Selasa, 10 Maret 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini berlangsung pada pukul 10.00–12.00 WIB atau 12.00–14.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) dan diikuti oleh para pengelola zakat, akademisi, peneliti, serta praktisi filantropi Islam dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Jihan Abbas, staf BAZNAS daerah, yang turut menyimak pemaparan mengenai perkembangan dan evaluasi pengelolaan zakat nasional.
Public expose ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Direktorat Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional BAZNAS RI, yakni Tri Alfiani dan Nono Hartono.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Muhammad Hasbi Zaenal sebagai pembicara utama yang memberikan gambaran strategis mengenai penguatan ekosistem zakat di Indonesia. Diskusi dipandu oleh moderator Zakiyyatul Fadlillah.
Mengukur Kepuasan Stakeholder Zakat
Dalam pemaparannya, Tri Alfiani menjelaskan bahwa Indeks Kepuasan Stakeholder Zakat merupakan salah satu instrumen penting untuk mengetahui tingkat kepuasan para pemangku kepentingan terhadap kinerja lembaga pengelola zakat.
Stakeholder yang dimaksud mencakup berbagai pihak seperti muzaki (pemberi zakat), mustahik (penerima zakat), mitra program, hingga masyarakat umum yang terlibat dalam ekosistem zakat.
“Indeks kepuasan stakeholder zakat menjadi indikator penting untuk menilai bagaimana layanan lembaga zakat dirasakan oleh para pemangku kepentingan. Hasil indeks ini dapat menjadi dasar evaluasi sekaligus perbaikan layanan di masa mendatang,” jelas Tri Alfiani dalam pemaparannya.
Menurutnya, tingkat kepuasan yang tinggi menunjukkan bahwa lembaga zakat telah mampu memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan sesuai dengan harapan masyarakat.
Pentingnya Maturitas Manajemen Risiko
Sementara itu, peneliti BAZNAS lainnya, Nono Hartono, memaparkan mengenai Indeks Maturitas Manajemen Risiko Lembaga Zakat, yang berfungsi untuk mengukur sejauh mana lembaga zakat telah menerapkan sistem manajemen risiko secara efektif.
Indeks ini menilai berbagai aspek penting seperti kebijakan pengelolaan risiko, sistem pengawasan internal, penerapan prosedur operasional, hingga mekanisme mitigasi risiko dalam pengelolaan dana zakat.
“Manajemen risiko merupakan bagian penting dari tata kelola lembaga zakat modern. Dengan sistem yang matang, lembaga zakat dapat mengidentifikasi potensi risiko sejak awal serta memastikan pengelolaan dana umat berjalan dengan aman dan akuntabel,” ujar Nono Hartono.
Ia menambahkan bahwa penerapan manajemen risiko yang baik akan meningkatkan kredibilitas lembaga zakat di mata publik.
Membangun Ekosistem Zakat yang Lebih Kuat
Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional BAZNAS, Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pengukuran melalui berbagai indeks ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem zakat yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.
“Penguatan ekosistem zakat tidak hanya bergantung pada besarnya penghimpunan dana, tetapi juga pada kualitas tata kelola, tingkat kepuasan stakeholder, serta kesiapan lembaga dalam mengelola berbagai risiko,” kata Muhammad Hasbi Zaenal.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BAZNAS pusat, daerah, serta berbagai lembaga zakat lainnya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat secara nasional.
Menambah Wawasan Pengelola Zakat di Daerah
Kegiatan ini mendapat perhatian besar dari para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui forum ini, para pengelola zakat memperoleh wawasan baru mengenai metode pengukuran kinerja lembaga zakat serta strategi penguatan tata kelola.
Jihan Abbas yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa public expose ini memberikan pemahaman yang sangat bermanfaat bagi pengelola zakat di daerah.
“Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan mengenai bagaimana mengukur kualitas layanan zakat serta pentingnya manajemen risiko dalam pengelolaan lembaga zakat,” ujarnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di tingkat daerah.
Dorong Transparansi dan Profesionalisme
Public Expose Special Ramadan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lembaga pengelola zakat dapat terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan sehingga mampu membangun kepercayaan masyarakat serta memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Percepat Integrasi Pembayaran ZIS Lewat Kantor Digital
Ambon, 10 Maret 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Melalui kegiatan Konsultasi Online Kantor Digital BAZNAS yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI pada Selasa (10/3/2026), BAZNAS Kota Ambon mempelajari percepatan proses registrasi Midtrans guna mendukung pengumpulan ZIS secara digital.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Google Meet tersebut dilaksanakan pada pukul 14.05–15.15 WIB atau 16.05–17.15 WIT. Agenda ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi penggunaan Kantor Digital BAZNAS oleh seluruh BAZNAS daerah di Indonesia.
Dalam sesi ini, peserta mendapatkan bimbingan teknis terkait percepatan integrasi sistem pembayaran digital melalui Midtrans agar masyarakat dapat menyalurkan zakat dengan lebih mudah melalui website resmi BAZNAS daerah.
Perwakilan staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengikuti kegiatan tersebut dan didampingi oleh tim dari BAZNAS RI, Romadhona Kusuma, yang memberikan arahan teknis mengenai proses registrasi serta pemanfaatan fitur pembayaran digital.
Jihan Abbas menjelaskan bahwa pemahaman mengenai integrasi Midtrans sangat penting untuk meningkatkan efektivitas layanan digital kepada masyarakat, khususnya dalam mempermudah proses pembayaran ZIS secara online.
“Melalui kegiatan ini kami mempelajari cara mempercepat proses registrasi Midtrans agar pengumpulan zakat, infak, dan sedekah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Ambon bisa berjalan lebih optimal dan mudah diakses oleh masyarakat,” ujar Jihan Abbas.
Selain itu, dalam sesi konsultasi juga dibahas langkah lanjutan yang perlu dilakukan oleh BAZNAS Kota Ambon, yakni melakukan konfirmasi kembali kepada admin Midtrans untuk memastikan proses registrasi akun dapat segera diselesaikan. Hal ini penting agar kode verifikasi Midtrans dapat diterbitkan, sehingga nantinya bisa disinkronkan dengan sistem SIMBA BAZNAS Kota Ambon sebagai bagian dari integrasi layanan pembayaran digital.
Sementara itu, Romadhona Kusuma dari BAZNAS RI menekankan bahwa penguatan layanan digital menjadi langkah strategis dalam meningkatkan transparansi dan kemudahan layanan zakat.
“BAZNAS daerah diharapkan dapat memaksimalkan penggunaan Kantor Digital, termasuk integrasi sistem pembayaran seperti Midtrans, sehingga masyarakat dapat menunaikan ZIS secara cepat, aman, dan transparan melalui platform digital,” kata Romadhona.
Program konsultasi online ini juga bertujuan untuk mempercepat implementasi berbagai fitur dalam sistem Kantor Digital BAZNAS, khususnya pada website BAZNAS daerah. Dengan integrasi pembayaran digital yang lebih cepat, diharapkan penghimpunan dana ZIS dapat meningkat serta menjangkau lebih banyak masyarakat.
BAZNAS Kota Ambon menilai kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem layanan digital lembaga, sekaligus mendukung upaya modernisasi pengelolaan zakat agar lebih efisien dan akuntabel di era digital.
Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi, BAZNAS Kota Ambon optimistis pelayanan kepada masyarakat akan semakin cepat, transparan, dan mudah diakses kapan saja.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Menteri Agama Resmi Lantik Pimpinan BAZNAS RI Periode 2026–2031, Keluarga Besar BAZNAS Kota Ambon Nyatakan Dukungan
Jakarta, 10 Maret 2026 – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi melantik jajaran pimpinan **Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia periode 2026–2031 pada Selasa (10/3/2026) di Jakarta. Pelantikan ini menandai dimulainya masa kepemimpinan baru BAZNAS RI untuk lima tahun ke depan dalam memperkuat pengelolaan zakat nasional.
Dalam susunan kepengurusan tersebut, Dikdik Sodik Mujahid dipercaya sebagai Ketua BAZNAS RI dan Zainut Tauhid Saadi sebagai Wakil Ketua. Selain itu, Presiden Republik Indonesia juga menetapkan sembilan anggota lainnya yang turut mengemban amanah sebagai pimpinan BAZNAS RI.
Adapun nama-nama yang menerima SK Presiden sebagai Anggota BAZNAS RI periode 2026–2031 yakni Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, Neyla Saida Anwar, Abu Rokhmad, Fatoni, serta Mochamad Agus Rofiudin.
Pelantikan tersebut turut mendapat sambutan positif dari keluarga besar BAZNAS di berbagai daerah, termasuk pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon yang menyampaikan ucapan selamat sekaligus dukungan terhadap kepemimpinan baru BAZNAS RI.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru BAZNAS RI dapat terus memperkuat pengelolaan zakat secara nasional serta mempererat sinergi dengan BAZNAS daerah.
“Kami keluarga besar BAZNAS Kota Ambon mengucapkan selamat kepada pimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031 yang telah resmi dilantik. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, mendapat ridha Allah SWT, dan mampu membawa kemajuan bagi pengelolaan zakat di Indonesia,” ujar Zulkifly.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS daerah siap mendukung berbagai program strategis yang dicanangkan oleh BAZNAS RI demi meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan transparan.
“Kami di daerah tentu siap bersinergi dan mendukung kebijakan serta program nasional BAZNAS agar manfaat zakat semakin luas dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Senada dengan itu, staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru dapat terus mendorong inovasi, khususnya dalam pengembangan layanan digital dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap kepemimpinan baru BAZNAS RI dapat terus memperkuat inovasi dan pengembangan sistem digital zakat, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin mudah, cepat, dan transparan,” kata Jihan.
Menurutnya, langkah-langkah transformasi yang dilakukan oleh BAZNAS RI selama ini telah memberikan dampak positif bagi BAZNAS daerah dalam meningkatkan penghimpunan dan pengelolaan zakat secara lebih modern.
Dengan dilantiknya jajaran pimpinan baru ini, diharapkan BAZNAS RI semakin memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat nasional yang terpercaya serta mampu menghadirkan program-program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Hadiri Undangan Ramadhan Berbagi Kemenag, Perkuat Kolaborasi Kepedulian Sosial
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menghadiri kegiatan Ramadhan Berbagi yang digelar oleh Kementerian Agama Kota Ambon sebagai bagian dari agenda nasional di bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Ambon pada Rabu (4/3) ini merupakan kolaborasi serentak di 34 provinsi di Indonesia. Program tersebut bertujuan memperkuat sinergi antar lembaga dalam meningkatkan kepedulian sosial serta berbagi kebahagiaan kepada masyarakat selama bulan Ramadhan.
Dalam kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon diwakili oleh Wakil Ketua IV, Hj. Rabea Kiat, yang hadir bersama sejumlah undangan dari berbagai unsur, antara lain Kepala Seksi Pendis dan Bimas Islam, para kepala madrasah negeri dan swasta se-Kota Ambon, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kota Ambon, kepala KUA kecamatan, serta perwakilan lembaga zakat dan penyuluh agama.
Kepala Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Achmad Hamzah Waliulu, dalam undangannya menyampaikan bahwa kegiatan Ramadhan Berbagi merupakan program kolaboratif yang diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam mengoptimalkan program zakat, infak, dan sedekah, khususnya pada momentum bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Ikuti Tadarus Zakat Wakaf “Ramadan Berdampak”, Perkuat Kompetensi Pengelola ZISWAF
Ambon – Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon mengikuti kegiatan Tadarus Zakat Wakaf: Ramadan Berdampak yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf di bawah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI pada Senin, 9 Maret 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting itu dimulai pukul 09.00 WIB atau 11.00 WIT hingga selesai dan diikuti oleh para pengelola zakat dan wakaf dari berbagai daerah di Indonesia.
Program ini bertujuan untuk mensosialisasikan kebijakan terkait zakat dan wakaf, memperkuat tata kelola lembaga, mengamankan aset wakaf, serta meningkatkan kompetensi para pengelola zakat dan wakaf agar pengelolaannya semakin profesional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Staf Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat bagi para pengelola zakat di daerah, termasuk dalam memperluas wawasan terkait pengelolaan zakat dan wakaf yang baik.
“Program Tadarus Zakat Wakaf ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pengelola zakat di daerah. Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan penguatan terkait kebijakan, tata kelola, serta pengamanan aset wakaf yang penting untuk meningkatkan profesionalitas pengelolaan zakat dan wakaf,” ujar Jihan Abbas.
Ia menjelaskan, penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan hal penting agar pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Menurutnya, keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dana umat serta memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat.
“Kami di BAZNAS Kota Ambon terus berupaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas pengelola zakat agar pelayanan kepada para muzaki dan mustahik semakin baik serta program pemberdayaan yang dijalankan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain memperkaya wawasan para peserta, kegiatan ini juga memberikan E-Certificate bagi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian sesi hingga selesai.
Melalui momentum Ramadan, BAZNAS Kota Ambon berharap semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat kesejahteraan umat.
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.
Lihat Daftar Rekening →