Berita Terbaru
BAZNAS Kota Ambon Salurkan Bantuan Etalase Usaha untuk Mustahik di Air Salobar
AMBON, 26 Juli 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penyaluran bantuan sarana usaha kepada mustahik. Bantuan berupa etalase usaha disalurkan kepada Nurhuda Wailissahalong, salah seorang mustahik yang berdomisili di kawasan Air Salobar, Kota Ambon.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kota Ambon dalam mengoptimalkan pendayagunaan dana zakat melalui program pemberdayaan ekonomi umat. Bantuan sarana usaha diharapkan dapat membantu mustahik mengembangkan usaha yang dijalankan sehingga secara bertahap mampu meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Bantuan etalase tersebut diserahkan secara langsung oleh Ahmad Wijaya, Staf BAZNAS Kota Ambon, kepada Nurhuda Wailissahalong. Penyaluran ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BAZNAS Kota Ambon dalam memberikan dukungan yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada penguatan ekonomi produktif masyarakat.
Etalase usaha menjadi sarana penting bagi pelaku usaha kecil dalam menata dan menampilkan barang dagangan agar lebih tertata, bersih, dan mudah dilihat oleh calon pembeli. Dengan adanya sarana tersebut, penerima manfaat diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan tampilan usaha yang lebih baik.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS untuk mendorong mustahik agar dapat berkembang secara ekonomi dan perlahan menuju kondisi yang lebih mandiri.
“Bantuan etalase ini kami berikan sebagai bentuk ikhtiar BAZNAS Kota Ambon untuk membantu mustahik mengembangkan usahanya. Kami berharap bantuan ini tidak hanya menjadi sarana pendukung usaha, tetapi juga dapat membuka peluang peningkatan pendapatan bagi penerima manfaat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu pendekatan penting dalam pengelolaan zakat. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki diupayakan agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
BAZNAS Kota Ambon terus mendorong agar penyaluran zakat tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat diarahkan untuk membantu mustahik memiliki sumber penghasilan yang lebih baik. Pemberian bantuan sarana usaha menjadi salah satu bentuk dukungan yang diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi penerima.
“Kami ingin zakat yang disalurkan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan. Ketika mustahik mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usaha, maka kita berharap ke depan mereka dapat semakin mandiri secara ekonomi. Inilah salah satu tujuan dari pemberdayaan zakat yang terus kami dorong,” lanjutnya.
Penyerahan bantuan kepada Nurhuda Wailissahalong di kawasan Air Salobar juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Ambon untuk memastikan dana zakat dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kota Ambon melakukan proses pendataan dan penyaluran bantuan berdasarkan kebutuhan penerima manfaat. Hal tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat sesuai dengan kondisi serta kebutuhan mustahik dan memiliki manfaat yang nyata dalam mendukung aktivitas ekonomi mereka.
Ahmad Wijaya selaku Staf BAZNAS Kota Ambon yang menyerahkan bantuan tersebut turut memastikan bahwa etalase dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima. Bantuan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi Nurhuda untuk terus mengembangkan usaha dan meningkatkan produktivitasnya.
Bagi BAZNAS Kota Ambon, keberhasilan program pemberdayaan ekonomi tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang diberikan, tetapi juga dari perkembangan kondisi penerima manfaat setelah mendapatkan bantuan. Karena itu, pendampingan dan perhatian terhadap perkembangan usaha mustahik menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan pemberdayaan.
Muhammad Zulkifly Fakaubun menambahkan bahwa sinergi antara BAZNAS dan masyarakat sangat diperlukan agar program pemberdayaan ekonomi dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kami mengajak para muzaki dan seluruh masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Semakin kuat dukungan masyarakat, semakin besar pula peluang kita untuk membantu lebih banyak mustahik melalui program pemberdayaan yang tepat sasaran,”ungkapnya.
Penyaluran bantuan etalase kepada Nurhuda Wailissahalong di kawasan Air Salobar menjadi salah satu wujud nyata pemanfaatan zakat untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Kota Ambon berharap penerima manfaat dapat menjalankan dan mengembangkan usahanya dengan lebih baik.
BAZNAS Kota Ambon akan terus berupaya menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan mustahik, baik melalui bantuan kebutuhan dasar maupun program pemberdayaan ekonomi. Dengan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, zakat diharapkan dapat menjadi instrumen yang semakin kuat dalam membantu masyarakat keluar dari keterbatasan ekonomi dan menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Penyerahan bantuan etalase usaha kepada Nurhuda Wailissahalong menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola dengan baik dapat hadir secara nyata di tengah masyarakat, memberikan dukungan kepada pelaku usaha kecil, serta membuka peluang bagi mustahik untuk terus berkembang dan meningkatkan taraf kehidupannya.
BERITA10/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Memahami Nisab Zakat Penghasilan 2026: Desil 9 dan 10 Masuk Kelompok Wajib Zakat
AMBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mendorong peningkatan literasi masyarakat mengenai kewajiban zakat penghasilan, termasuk pemahaman tentang nisab, kemampuan ekonomi masyarakat, serta kelompok pendapatan yang telah memenuhi syarat sebagai muzaki.
Hal tersebut tergambar dalam poster informasi mengenai “Piramida Desil & Kewajiban Zakat Penghasilan Berdasarkan Nisab Emas BAZNAS 2026”. Informasi tersebut memberikan gambaran mengenai posisi kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan sekaligus kaitannya dengan kewajiban membayar zakat penghasilan.
Dalam poster tersebut tercantum bahwa Nisab Emas BAZNAS 2026 ditetapkan pada pendapatan minimal Rp7.640.144 per bulan atau Rp91.681.728 per tahun. Berdasarkan angka tersebut, kelompok masyarakat yang berada pada Desil 9 dan Desil 10 disebut sebagai kelompok yang telah memenuhi batas nisab dan masuk dalam kategori wajib zakat.
Sementara itu, kelompok Desil 7–8 dengan pendapatan sekitar Rp3.500.000 hingga Rp7.400.000 per bulan masih berada di bawah nisab sehingga belum termasuk kelompok wajib zakat penghasilan berdasarkan gambaran pada poster tersebut.
Adapun kelompok Desil 5–6 dengan pendapatan sekitar Rp1.500.000 hingga Rp3.500.000 per bulan dikategorikan sebagai kelompok menengah bawah atau aspiring middle. Kelompok ini berada di bawah nisab dan tidak termasuk wajib zakat penghasilan.
Sedangkan kelompok Desil 1–4 yang memiliki pendapatan di bawah Rp1.500.000 per bulan digambarkan sebagai kelompok rentan dan miskin yang justru berada dalam posisi sebagai penerima zakat atau mustahik.
Zakat Bukan Sekadar Kewajiban, tetapi Instrumen Pemerataan
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa informasi mengenai nisab dan pembagian kelompok ekonomi seperti yang tergambar dalam poster penting untuk dipahami masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai siapa yang memiliki kewajiban membayar zakat.
Menurutnya, zakat penghasilan memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Ketika masyarakat yang telah memenuhi nisab menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya, dana tersebut dapat dihimpun dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Informasi mengenai nisab zakat penghasilan ini penting untuk diketahui masyarakat, terutama bagi mereka yang pendapatannya sudah memenuhi batas nisab. Zakat bukan hanya kewajiban kepada Allah SWT, tetapi juga memiliki fungsi sosial untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menjelaskan, keberadaan nisab menjadi salah satu instrumen penting dalam menentukan kewajiban zakat. Dengan adanya batas tersebut, masyarakat dapat mengetahui apakah penghasilan yang diperoleh telah mencapai ketentuan yang menjadi dasar kewajiban zakat.
Desil 9 dan 10 Menjadi Kelompok Wajib Zakat
Salah satu hal yang menarik dari poster tersebut adalah pemetaan masyarakat berdasarkan desil ekonomi. Pada bagian puncak piramida, Desil 10 yang disebut sebagai kelompok kelas atas dan Desil 9 sebagai kelompok kelas menengah atas ditempatkan sebagai kelompok wajib zakat.
Poster memperkirakan masing-masing kelompok tersebut mencakup sekitar 10 persen populasi. Dengan asumsi proporsi penduduk Muslim sekitar 87 persen, masing-masing kelompok diperkirakan mencapai sekitar 24,3 juta jiwa secara nasional sebagaimana tercantum dalam materi tersebut.
Artinya, jika dikaitkan dengan potensi zakat penghasilan, kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang lebih tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat penghimpunan zakat nasional.
Di sisi lain, kelompok Desil 7–8 yang mencakup sekitar 20 persen populasi masih berada di bawah batas nisab. Kelompok tersebut belum termasuk dalam kategori wajib zakat penghasilan berdasarkan angka yang ditampilkan dalam poster.
Pemetaan ini menunjukkan bahwa zakat memiliki hubungan erat dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi memiliki kewajiban untuk mengeluarkan zakat ketika telah memenuhi persyaratan, sementara masyarakat yang berada dalam kondisi kurang mampu dapat menjadi penerima manfaat zakat.
Zakat Berperan dalam Membantu Mustahik
Muhammad Zulkifly Fakaubun menambahkan bahwa tujuan akhir dari pengelolaan zakat bukan hanya menghimpun dana dari muzaki, tetapi memastikan dana tersebut memberikan manfaat yang nyata kepada mustahik.
“Zakat yang dihimpun dari para muzaki pada akhirnya harus kembali memberikan manfaat kepada masyarakat. Karena itu, semakin banyak masyarakat yang sadar dan menunaikan zakat sesuai ketentuan, semakin besar pula peluang kita untuk membantu mustahik melalui berbagai program BAZNAS,” katanya.
Menurutnya, pengelolaan zakat yang baik harus berjalan dari hulu hingga hilir. Dimulai dari edukasi kepada masyarakat, kemudahan dalam menunaikan zakat, pengelolaan dana secara amanah, hingga pendistribusian dan pendayagunaan yang tepat sasaran.
BAZNAS Kota Ambon sendiri memiliki peran dalam mengedukasi masyarakat mengenai zakat sekaligus mengajak para muzaki untuk menunaikan kewajibannya melalui lembaga zakat. Edukasi menjadi penting karena masih terdapat masyarakat yang belum mengetahui batas nisab maupun cara menghitung kewajiban zakat penghasilan.
Pentingnya Memahami Angka Nisab
Poster tersebut juga memberikan gambaran bahwa angka nisab merupakan batas penting dalam menentukan kewajiban zakat. Dengan angka Rp7.640.144 per bulan atau Rp91.681.728 per tahun yang tercantum sebagai nisab emas BAZNAS 2026, masyarakat dapat memiliki gambaran mengenai batas pendapatan yang digunakan dalam materi tersebut.
Namun, masyarakat juga perlu memahami bahwa penentuan kewajiban zakat tidak semata-mata hanya melihat angka pendapatan secara sederhana. Perhitungan zakat penghasilan perlu memperhatikan ketentuan zakat yang berlaku, termasuk metode perhitungan dan dasar pengenaan zakat. Karena itu, bagi masyarakat yang telah berada di sekitar atau di atas batas nisab, konsultasi dengan BAZNAS atau amil zakat dapat membantu memastikan perhitungan zakat dilakukan secara tepat.
Muhammad Zulkifly menegaskan bahwa BAZNAS terbuka memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai kewajiban zakat penghasilan.
“Kami mengajak masyarakat yang sudah memiliki penghasilan dan ingin mengetahui apakah sudah memenuhi nisab untuk tidak ragu berkonsultasi dengan BAZNAS. Dengan memahami ketentuan zakat secara benar, kita dapat menunaikan kewajiban dengan lebih yakin, tertib, dan sesuai dengan ketentuan syariah,” ungkapnya.
Mendorong Kesadaran Muzaki di Kota Ambon
Di tingkat daerah, peningkatan literasi zakat menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Semakin baik pemahaman masyarakat mengenai kewajiban zakat, semakin besar pula potensi penghimpunan dana yang dapat dimanfaatkan untuk program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
BAZNAS Kota Ambon terus mendorong masyarakat yang telah memenuhi ketentuan zakat untuk menunaikan kewajibannya melalui lembaga resmi. Pengelolaan melalui lembaga diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas karena dana yang terkumpul dapat dikelola secara terencana dan disalurkan kepada kelompok yang berhak.
Zakat yang dikelola secara optimal dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan mustahik, mulai dari bantuan kebutuhan dasar hingga program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta berbagai bentuk bantuan sosial lainnya sesuai dengan ketentuan dan program yang dijalankan.
Pada akhirnya, piramida desil yang ditampilkan dalam poster memberikan pesan penting bahwa zakat merupakan bagian dari mekanisme solidaritas sosial dalam masyarakat. Kelompok yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi memiliki kewajiban untuk berbagi melalui zakat, sementara dana tersebut diharapkan dapat membantu kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan.
“Kami berharap edukasi seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa zakat memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan umat. Mari kita jadikan zakat sebagai bagian dari komitmen untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”tutup Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Dengan demikian, informasi dalam poster Piramida Desil & Kewajiban Zakat Penghasilan Berdasarkan Nisab Emas BAZNAS 2026 dapat menjadi bahan edukasi bagi masyarakat untuk lebih memahami hubungan antara tingkat pendapatan, nisab, kewajiban zakat, serta posisi muzaki dan mustahik dalam ekosistem zakat.
Catatan redaksional: angka Rp7.640.144/bulan pada bagian nisab poster berbeda dengan angka batas bawah Desil 9 yang ditulis Rp7.500.000/bulan. Karena itu, angka tersebut sebaiknya dipahami sesuai konteks masing-masing: Rp7.640.144 adalah nisab yang tercantum dalam poster, sedangkan rentang desil merupakan pengelompokan pendapatan.
BERITA10/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Salurkan Etalase Usaha kepada Ernawati di Jalan Baru, Dorong Mustahik Lebih Mandiri
AMBON — 4 Agustus 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan berupa etalase usaha diberikan kepada Ernawati, seorang mustahik yang berada di kawasan Jalan Baru, Kota Ambon.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Ambon dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi mustahik. Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga diarahkan pada dukungan sarana usaha yang dapat dimanfaatkan secara produktif oleh penerima manfaat.
Bantuan etalase diserahkan secara langsung oleh Ahmad Wijaya, Staf BAZNAS Kota Ambon, kepada Ernawati. Kehadiran etalase tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas usaha yang dijalankan Ernawati, khususnya dalam menata dan menampilkan barang dagangan agar lebih rapi, menarik, serta mudah dijangkau oleh konsumen.
Bagi pelaku usaha kecil, sarana pendukung seperti etalase memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas perdagangan. Selain membantu menjaga barang dagangan tetap tertata, etalase juga dapat memberikan tampilan usaha yang lebih baik sehingga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan konsumen dan mendukung perkembangan usaha penerima manfaat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata pendayagunaan zakat untuk membantu mustahik meningkatkan kemampuan ekonominya.
“Bantuan etalase ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Ambon untuk membantu mustahik mengembangkan usahanya. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan menjadi sarana yang mendukung peningkatan pendapatan serta kemandirian ekonomi Ibu Ernawati,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Menurutnya, zakat memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Pengelolaan zakat yang baik tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dapat diarahkan untuk memberikan dukungan produktif yang memungkinkan mustahik memiliki sumber pendapatan.
Melalui bantuan sarana usaha, BAZNAS Kota Ambon berupaya memberikan kesempatan kepada penerima manfaat untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mustahik untuk meningkatkan produktivitas dan secara perlahan membangun kondisi ekonomi keluarga yang lebih baik.
“Kami ingin zakat yang dititipkan oleh para muzaki memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan. Karena itu, ketika ada mustahik yang memiliki usaha dan membutuhkan sarana pendukung, kami berupaya memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya agar usaha tersebut dapat terus berkembang,” jelasnya.
Penyaluran bantuan kepada Ernawati juga menjadi bentuk nyata dari kepedulian BAZNAS Kota Ambon terhadap pelaku usaha kecil di tengah masyarakat. Usaha kecil memiliki peran penting dalam menopang perekonomian keluarga dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat.
Dalam konteks pemberdayaan zakat, dukungan berupa sarana usaha diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan semata. Penerima manfaat diharapkan mampu memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal dan menjadikannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas serta keberlangsungan usaha.
Ahmad Wijaya selaku Staf BAZNAS Kota Ambon menyerahkan bantuan etalase tersebut dengan harapan agar sarana yang diberikan benar-benar dapat digunakan untuk menunjang aktivitas usaha Ernawati. Penyaluran ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BAZNAS memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mustahik.
BAZNAS Kota Ambon terus mendorong pendekatan pemberdayaan dalam pengelolaan zakat. Dengan pendekatan tersebut, mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hariannya, tetapi juga memperoleh dukungan agar memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi.
Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya dilihat dari banyaknya bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana bantuan tersebut mampu memberikan manfaat bagi penerima.
“Yang paling penting adalah bagaimana bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi penerima. Kami berharap Ernawati dapat memanfaatkan etalase ini untuk mendukung usahanya, meningkatkan penghasilan, dan terus berusaha menuju kondisi ekonomi yang lebih mandiri,”tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para muzaki di Kota Ambon, untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Menurutnya, semakin optimal dana ZIS dihimpun dan dikelola, semakin besar pula peluang BAZNAS untuk menghadirkan program pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mengajak para muzaki untuk terus menunaikan zakat melalui BAZNAS. Setiap zakat yang ditunaikan memiliki arti besar bagi mustahik dan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Penyaluran etalase usaha kepada Ernawati di kawasan Jalan Batu menjadi salah satu contoh bagaimana dana zakat dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal sosial yang mendorong penerima manfaat untuk terus mengembangkan usahanya.
BAZNAS Kota Ambon akan terus berupaya memperkuat program pendistribusian dan pendayagunaan zakat dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat. Berbagai bentuk bantuan akan diarahkan agar memberikan manfaat yang tepat sasaran, sekaligus mendukung terciptanya kemandirian dan peningkatan kesejahteraan mustahik.
Dengan semangat zakat untuk pemberdayaan, BAZNAS Kota Ambon berharap bantuan yang disalurkan kepada Ernawati dapat memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan usahanya. Lebih jauh, bantuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses perubahan kondisi mustahik menuju kehidupan yang lebih baik dan mandiri.
BERITA10/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Peluncuran Satu Data ZIS-DSKL, Perkuat Tata Kelola Data Zakat Nasional
AMBON, 6 Agustus 2026 — BAZNAS Kota Ambon turut mengikuti kegiatan Peluncuran Satu Data Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Agama Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh pimpinan dan perwakilan BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Kantor Wilayah Kementerian Agama, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan tata kelola data ZIS-DSKL sebagai salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan nasional.
Kegiatan dimulai pada pukul 13.00 WIB atau 15.00 WIT dan berlangsung hingga selesai. Dalam agenda tersebut, peserta diperkenalkan dengan platform Satu Data ZIS-DSKL, yang diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan data zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya yang lebih terintegrasi, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan tersebut melalui perwakilan Jihan Abbas, selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon. Keikutsertaan ini menjadi bentuk komitmen BAZNAS Kota Ambon untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan, sistem, dan transformasi digital dalam pengelolaan data ZIS-DSKL secara nasional.
Rangkaian kegiatan diawali dengan agenda peluncuran platform Satu Data ZIS-DSKL, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua BAZNAS, sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, serta sambutan Menteri PPN/Kepala Bappenas. Kegiatan juga diisi dengan seremoni peluncuran Satu Data ZIS-DSKL sebagai penanda dimulainya implementasi platform tersebut dalam mendukung penguatan ekosistem data ZIS-DSKL di Indonesia.
Bagi BAZNAS Kota Ambon, penguatan sistem data merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan zakat. Data yang terkelola dengan baik dapat membantu lembaga dalam melakukan pemetaan potensi, pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, hingga evaluasi program secara lebih terukur.
Dalam konteks digitalisasi, ketersediaan data yang terintegrasi juga menjadi semakin penting. Dengan adanya sistem data yang lebih terarah dan terhubung, lembaga pengelola zakat diharapkan mampu menghasilkan informasi yang lebih akurat sekaligus mendukung proses pengambilan keputusan berdasarkan data.
Jihan Abbas menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan mengenai pentingnya integrasi data dalam pengelolaan ZIS-DSKL, khususnya di tengah perkembangan transformasi digital saat ini.
“Peluncuran Satu Data ZIS-DSKL ini menjadi langkah penting dalam membangun tata kelola data yang lebih terintegrasi. Bagi kami di BAZNAS Kota Ambon, penguatan data sangat penting agar proses pengumpulan, pengelolaan, hingga pelaporan ZIS-DSKL dapat dilakukan secara lebih tertib, akurat, dan transparan,” ujar Jihan Abbas.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menyangkut bagaimana data dapat dikelola secara konsisten sehingga mampu memberikan manfaat bagi lembaga maupun masyarakat.
“Data yang baik bukan hanya menjadi kebutuhan administrasi, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan menyusun program yang tepat sasaran. Karena itu, kami melihat Satu Data ZIS-DSKL sebagai bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan zakat ke depan,” tambahnya.
Peluncuran Satu Data ZIS-DSKL juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, BAZNAS, LAZ, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem data sosial keagamaan yang lebih kuat. Kolaborasi tersebut menjadi penting agar potensi ZIS-DSKL dapat dikelola secara optimal dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Bagi BAZNAS Kota Ambon, momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk terus meningkatkan kapasitas dalam bidang pengumpulan dan digitalisasi. Penguatan kemampuan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kualitas data akan terus menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi BAZNAS.
Keikutsertaan dalam kegiatan nasional seperti Peluncuran Satu Data ZIS-DSKL diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan referensi baru yang dapat diterapkan dalam pengelolaan data di tingkat daerah. Dengan demikian, BAZNAS Kota Ambon dapat terus beradaptasi dengan perkembangan sistem digital dan kebijakan nasional dalam pengelolaan ZIS-DSKL.
Kegiatan yang berlangsung secara daring tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam mendukung penguatan tata kelola zakat nasional. Melalui sinergi, integrasi data, dan pemanfaatan teknologi, pengelolaan ZIS-DSKL diharapkan semakin efektif, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat dan pembangunan nasional.
BERITA10/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Tingkatkan Kompetensi Amil Melalui Knowledge Sharing Sesi 13, Pelajari Praktik Baik Pengelolaan ZIS dari Kabupaten Siak
Ambon, 4 Agustus 2026 – Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya amil serta memperkuat tata kelola pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing Sesi 13 Tahun 2026 yang diselenggarakan secara virtual oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI pada Selasa, 4 Agustus 2026, mulai pukul 09.30–11.00 WIT (menyesuaikan dari jadwal 07.30–09.00 WIB).
Kegiatan yang berlangsung melalui platform Zoom ini mengangkat tema "GEMAR Siak Berzakat: Praktik Baik Pengelolaan ZIS Kabupaten Siak Provinsi Riau", sebagai wadah berbagi pengalaman dan strategi dalam meningkatkan penghimpunan zakat melalui inovasi program, penguatan kolaborasi, serta pendekatan yang dekat dengan masyarakat.
Hadir sebagai narasumber H. Samparis Bin Tatan, S.Pd.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Siak, yang memaparkan berbagai kebijakan dan strategi kelembagaan dalam membangun budaya berzakat di Kabupaten Siak. Materi kemudian diperkaya oleh Mahmuda, M.Si., Kepala Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Siak, yang menjelaskan implementasi berbagai inovasi penghimpunan ZIS, penguatan jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), digitalisasi layanan zakat, hingga strategi komunikasi publik yang mampu meningkatkan kepercayaan muzaki.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Randi Swandaru, Ph.D. sebagai host yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif. Peserta dari berbagai BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia diberikan kesempatan untuk berdialog langsung, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan tantangan yang dihadapi di masing-masing daerah.
Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam forum nasional ini menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk terus meningkatkan profesionalisme amil, memperluas wawasan mengenai praktik-praktik terbaik (best practices), serta mengadopsi inovasi yang relevan dalam pengelolaan zakat di daerah.
Melalui sesi Knowledge Sharing ini, peserta memperoleh berbagai pembelajaran mengenai pentingnya membangun ekosistem zakat yang berkelanjutan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan media. Selain itu, penggunaan teknologi digital dalam pelayanan zakat juga menjadi salah satu poin penting yang diharapkan mampu meningkatkan kemudahan layanan bagi masyarakat sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas lembaga.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak inspirasi dan referensi yang dapat diterapkan untuk memperkuat pengelolaan zakat di Kota Ambon.
"Knowledge Sharing ini menjadi ruang belajar yang sangat bermanfaat bagi kami sebagai amil. Berbagai praktik baik yang dipaparkan oleh BAZNAS Kabupaten Siak memberikan inspirasi dalam mengembangkan strategi penghimpunan zakat yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berbasis digital. Kami berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada para muzaki serta memperkuat pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak bagi masyarakat Kota Ambon," ujar Jihan Abbas, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon.
Ia menambahkan bahwa forum seperti ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menjadi sarana membangun jejaring antarlembaga BAZNAS di seluruh Indonesia sehingga setiap daerah dapat saling belajar dan mengembangkan inovasi sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.
BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor utama dalam mewujudkan tata kelola zakat yang modern dan terpercaya. Oleh karena itu, keikutsertaan dalam setiap sesi BAZNAS Knowledge Sharing menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk terus meningkatkan kompetensi amil agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui semangat berbagi ilmu dan pengalaman yang diusung dalam BAZNAS Knowledge Sharing, diharapkan semakin banyak inovasi yang dapat diterapkan di daerah, sehingga pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin optimal dalam mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
BERITA05/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Ketua BAZNAS Kota Ambon Hadiri Supervisi dan Advokasi Social Contracting ATM 2026, Perkuat Sinergi Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria
Ambon, 30 Juli 2026 – Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menghadiri kegiatan Supervisi dan Advokasi Social Contracting Kota Ambon dalam rangka Eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) Tahun 2026 Budget Line (BL) 3203 yang diselenggarakan pada Kamis, 30 Juli 2026, pukul 10.00 WIT, bertempat di Ruang Rapat Darwin, Lantai II Gedung B.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung program nasional eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria melalui pendekatan social contracting, yakni mekanisme kolaborasi antara pemerintah dengan organisasi masyarakat, lembaga sosial, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Kehadiran BAZNAS Kota Ambon dalam forum strategis tersebut merupakan bentuk komitmen lembaga untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, sektor kesehatan, dan berbagai mitra pembangunan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perhatian bersama.
Melalui forum supervisi dan advokasi ini, para peserta memperoleh pemaparan mengenai perkembangan pelaksanaan program eliminasi ATM di Kota Ambon, strategi penguatan implementasi social contracting, serta berbagai langkah kolaboratif yang dapat dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan agar target eliminasi penyakit menular dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa persoalan kesehatan masyarakat merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kesejahteraan umat. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi yang berdampak luas bagi masyarakat.
"BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa isu kesehatan merupakan bagian penting dari upaya pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kami menyambut baik pelaksanaan supervisi dan advokasi ini sebagai ruang untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi yang baik, kita dapat bersama-sama mendukung percepatan eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kota Ambon demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan produktif," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS tidak hanya berfokus pada penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga terus membuka ruang kolaborasi dalam berbagai program kemanusiaan, sosial, pendidikan, maupun kesehatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Jihan Abbas, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menilai keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan tersebut menjadi langkah positif untuk memperluas jejaring kemitraan sekaligus meningkatkan peran lembaga dalam mendukung program-program strategis pemerintah.
"Partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap sinergi seperti ini terus terjalin sehingga program-program kemanusiaan dan kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat yang lebih luas," ungkap Jihan Abbas.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan supervisi dan advokasi tersebut, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah. Semangat kolaborasi yang dibangun diharapkan mampu memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung tercapainya target eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kota Ambon pada tahun-tahun mendatang.
Dengan sinergi yang semakin erat antara pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga filantropi, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan tercipta ekosistem pelayanan yang lebih inklusif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Ambon secara menyeluruh.
BERITA03/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Dorong Transformasi Digital Pengumpulan ZIS, BAZNAS Kota Ambon Ikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026
Ambon, 31 Juli 2026 – BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan dan memperkuat strategi penghimpunan zakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (31/7/2026) mulai pukul 08.00 WIT atau 06.00 WIB hingga selesai.
Forum nasional yang terbuka bagi seluruh BAZNAS, LAZ, serta pegiat filantropi di Indonesia ini mengangkat tema "Membangun Ekosistem Digital Fundraising Hub Nasional untuk Meningkatkan Pengumpulan ZIS Nasional."Kegiatan menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi dalam pengembangan strategi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis digital guna menjawab tantangan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat.
Dalam forum tersebut, peserta memperoleh materi dari Fahrudin, S.Sos., M.M., CDM., Kepala Divisi Digital BAZNAS RI, yang memaparkan arah pengembangan ekosistem digital fundraising nasional. Kegiatan diawali dengan pengantar dari H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI, serta dimoderatori oleh Donny Fajar Ramadhan, S.Hum., M.A., Praktisi Senior Fundraising BAZNAS RI. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam forum ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya amil, memperkuat strategi penghimpunan dana ZIS, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kepada muzaki. Melalui forum tersebut, berbagai praktik baik dan inovasi fundraising digital dibagikan sebagai referensi bagi BAZNAS daerah dalam mengembangkan sistem penghimpunan yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan zakat modern. Menurutnya, penguatan ekosistem digital akan memperluas akses masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat.
"BAZNAS Fundraising Forum 2026 memberikan wawasan yang sangat berharga mengenai pentingnya membangun ekosistem digital fundraising yang terintegrasi. BAZNAS Kota Ambon terus berkomitmen mengikuti perkembangan teknologi agar pelayanan kepada para muzaki semakin mudah, cepat, transparan, dan akuntabel. Inovasi digital merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan pengumpulan ZIS secara berkelanjutan," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa berbagai materi dan pengalaman yang diperoleh selama forum akan menjadi referensi dalam memperkuat strategi penghimpunan zakat di Kota Ambon.
"Kami berharap hasil dari forum ini dapat diimplementasikan dalam pengembangan layanan digital BAZNAS Kota Ambon sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, memperkuat literasi zakat digital, dan meningkatkan penghimpunan dana ZIS demi kesejahteraan umat," tambahnya.
Sementara itu, Jihan Abbas, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menyampaikan bahwa forum tersebut memberikan banyak inspirasi mengenai pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana membangun hubungan yang lebih baik dengan muzaki.
"Digital fundraising bukan sekadar memanfaatkan media teknologi, tetapi juga membangun ekosistem pelayanan yang lebih cepat, aman, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Materi yang disampaikan dalam forum ini memberikan banyak ide dan strategi baru yang dapat kami terapkan untuk memperkuat pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kota Ambon," ungkap Jihan Abbas.
Ia menambahkan bahwa penguatan digitalisasi akan terus menjadi salah satu fokus BAZNAS Kota Ambon dalam mendukung modernisasi pengelolaan zakat dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Melalui partisipasi dalam BAZNAS Fundraising Forum 2026, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta menghadirkan inovasi dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah. Dengan semangat kolaborasi dan transformasi digital, BAZNAS Kota Ambon optimistis dapat meningkatkan penghimpunan ZIS secara berkelanjutan sekaligus memperluas manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan umat di Kota Ambon.
BERITA31/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Perkuat Perencanaan Berbasis Data, BAZNAS Kota Ambon Ikuti Pra-Bimtek Perencanaan Zakat Nasional Tahun 2027
Ambon, 30 Juli 2026 – BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil dengan mengikuti Pra-Bimbingan Teknis (Pra-Bimtek) Perencanaan Zakat Nasional Tahun 2027 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 11.00–14.00 WIT atau 09.00–12.00 WIB, dan diikuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Pra-Bimtek ini merupakan tahapan awal dalam proses penyusunan Dokumen Perencanaan Pengelolaan Zakat Nasional Tahun 2027. Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI memberikan arahan strategis mengenai penyusunan target pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, serta penguatan tata kelola kelembagaan agar seluruh dokumen perencanaan di tingkat daerah selaras dengan arah kebijakan nasional dan pembangunan daerah.
Dari BAZNAS Kota Ambon, kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan dan amil yang membidangi perencanaan sebagai bentuk keseriusan dalam menyusun program kerja Tahun 2027 yang lebih terukur, berbasis data, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Selain mengikuti pemaparan materi, peserta juga memperoleh penjelasan teknis mengenai penyusunan indikator kinerja, target pengelolaan zakat, serta sinkronisasi dokumen perencanaan dengan RPJMD 2025–2029 dan RKPD Tahun 2026.
Sebelum pelaksanaan Pra-Bimtek, setiap BAZNAS daerah diwajibkan memenuhi sejumlah prasyarat, di antaranya mengisi Form Perencanaan Pengelolaan Zakat Nasional Tahun 2027, menyiapkan laporan realisasi kinerja dan anggaran pengelolaan zakat Semester I Tahun 2026, serta melengkapi berbagai dokumen pendukung yang menjadi dasar penyusunan rencana strategis tahun berikutnya.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa proses perencanaan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Menurutnya, setiap program harus dirancang berdasarkan data yang valid agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam Pra-Bimtek Perencanaan Zakat Nasional Tahun 2027 merupakan bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola lembaga. Perencanaan yang baik akan menjadi dasar lahirnya program-program yang tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat yang luas bagi para mustahik maupun masyarakat Kota Ambon secara umum," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa penyusunan dokumen perencanaan tidak hanya berorientasi pada target pengumpulan zakat, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi program pemberdayaan yang berdampak dan selaras dengan visi pembangunan nasional.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dirancang pada Tahun 2027 memiliki arah yang jelas, indikator yang terukur, serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan umat. Oleh karena itu, seluruh hasil dari Pra-Bimtek ini akan menjadi pedoman penting dalam penyusunan dokumen perencanaan BAZNAS Kota Ambon," tambahnya.
Sementara itu, Jihan Abbas, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dan pengelolaan data menjadi aspek yang sangat penting dalam proses penyusunan perencanaan.
"Data pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang terdokumentasi secara digital menjadi landasan dalam menyusun target yang realistis dan strategi yang tepat. Melalui Pra-Bimtek ini kami memperoleh pemahaman yang semakin kuat mengenai pentingnya integrasi data digital dalam mendukung perencanaan yang akurat dan berkualitas," ungkap Jihan Abbas.
Di sisi lain, Intan, Staf Bidang Pelaporan dan Perencanaan BAZNAS Kota Ambon, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman teknis yang komprehensif mengenai penyusunan dokumen perencanaan sesuai standar yang ditetapkan BAZNAS RI.
"Pra-Bimtek ini memberikan arahan yang sangat jelas mulai dari penyusunan target, analisis capaian kinerja, penyelarasan dengan RPJMD dan RKPD, hingga penyusunan indikator keberhasilan program. Bekal ini akan kami implementasikan dalam penyusunan Dokumen Perencanaan BAZNAS Kota Ambon Tahun 2027 agar semakin sistematis, akuntabel, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," tutur Intan.
Melalui partisipasi aktif dalam Pra-Bimtek Perencanaan Zakat Nasional Tahun 2027, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan kelembagaan melalui pendekatan berbasis data, kolaboratif, dan selaras dengan kebijakan BAZNAS RI. Dengan perencanaan yang matang, BAZNAS Kota Ambon optimistis dapat menghadirkan program-program zakat yang semakin inovatif, efektif, dan berkelanjutan dalam mewujudkan kesejahteraan umat serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
BERITA31/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Semangat Gotong Royong Warnai Kerja Bakti BAZNAS Kota Ambon, Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Profesional
Ambon, 30 Juli 2026 – Suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat di lingkungan Kantor BAZNAS Kota Ambon pada Kamis (30/7/2026). Seluruh pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon melaksanakan kegiatan kerja bakti sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, nyaman, dan representatif dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pembagian tugas di berbagai titik lingkungan kantor. Pimpinan dan staf bersama-sama membersihkan halaman kantor, merapikan taman, mencabut rumput, membersihkan saluran air, menyapu area sekitar kantor, hingga menata kembali fasilitas kerja agar lebih rapi dan tertata. Suasana kekeluargaan tampak begitu erat ketika seluruh unsur lembaga bekerja, menunjukkan bahwa budaya kerja sama merupakan salah satu nilai yang terus dijaga di lingkungan BAZNAS Kota Ambon.
Kerja bakti tersebut tidak hanya menjadi agenda kebersihan semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap kantor sebagai tempat menjalankan amanah pelayanan umat. Melalui kegiatan sederhana ini, BAZNAS Kota Ambon ingin menanamkan budaya kerja yang disiplin, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menciptakan suasana kerja yang produktif dan harmonis.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, memberikan apresiasi atas kekompakan dan semangat seluruh pimpinan serta staf yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kekompakan yang ditunjukkan menjadi modal penting dalam membangun lembaga yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat.
"Saya sangat mengapresiasi semangat kebersamaan seluruh pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon yang dengan penuh keikhlasan mengikuti kerja bakti ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya membersihkan lingkungan kantor, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap tempat kita mengabdi. Sebagaimana ajaran Islam menyebutkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, maka menjaga kebersihan lingkungan kerja merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa kegiatan kerja bakti akan dijadikan sebagai agenda rutin BAZNAS Kota Ambon sehingga budaya hidup bersih dan sehat dapat terus terpelihara.
"Insya Allah kegiatan kerja bakti ini akan kita laksanakan secara rutin. Dengan lingkungan kantor yang bersih, rapi, dan nyaman, pelayanan kepada para muzaki, mustahik, serta seluruh masyarakat akan semakin optimal. Semangat gotong royong ini juga menjadi cerminan budaya kerja yang ingin terus kita bangun di BAZNAS Kota Ambon," tambahnya.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kerja bakti merupakan wujud nyata kebersamaan seluruh keluarga besar BAZNAS Kota Ambon dalam menjaga lingkungan kerja yang sehat sekaligus memperkuat budaya organisasi.
"Kerja bakti hari ini menunjukkan bahwa seluruh pimpinan dan staf memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan kerja. Tidak ada sekat antara pimpinan dan staf karena semuanya turun langsung bekerja bersama. Kekompakan seperti ini menjadi energi positif yang akan terus mendukung peningkatan kinerja lembaga serta pelayanan kepada masyarakat," ungkap Jihan Abbas.
Ia juga berharap budaya gotong royong tersebut dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari karakter organisasi yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan pelayanan.
Melalui kegiatan kerja bakti ini, BAZNAS Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya untuk membangun lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman sebagai pondasi dalam memberikan pelayanan zakat, infak, dan sedekah yang semakin profesional, amanah, transparan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Ambon. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh pimpinan dan staf diharapkan menjadi budaya positif yang terus tumbuh dan menginspirasi dalam setiap aktivitas kelembagaan BAZNAS Kota Ambon.
BERITA31/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Salurkan Santunan Beras bagi Mustahik yang Membutuhkan
Ambon, 30 Juli 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan. Pada Kamis, 30 Juli 2026, BAZNAS Kota Ambon menyalurkan santunan berupa beras kepada seorang mustahik yang merupakan hamba Allah dan berada dalam kondisi sangat membutuhkan.
Santunan tersebut diberikan kepada mustahik yang diketahui sama sekali tidak memiliki persediaan beras di rumah serta tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli kebutuhan pokok tersebut. Bantuan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Ambon dalam memastikan masyarakat yang berada dalam kondisi keterbatasan tetap mendapatkan perhatian dan dukungan.
Penyaluran bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kota Ambon dan diserahkan langsung oleh Hendra Abubakar, Wakil Ketua BAZNAS Kota Ambon Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan. Bantuan beras tersebut diharapkan dapat meringankan beban penerima sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa penyaluran bantuan kepada mustahik merupakan bagian dari tanggung jawab BAZNAS dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran.
“BAZNAS Kota Ambon akan terus berupaya hadir bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ketika ada saudara kita yang bahkan tidak memiliki beras dan tidak mampu membelinya, maka sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membantu sesuai dengan kemampuan yang ada,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Menurutnya, kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, bantuan berupa beras diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga memberikan rasa aman bagi mustahik dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Muhammad Zulkifly menambahkan bahwa BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus meningkatkan ketepatan sasaran dalam setiap proses pendistribusian bantuan. Pendataan dan identifikasi kondisi mustahik menjadi bagian penting agar bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin setiap bantuan yang disalurkan memberikan manfaat nyata. Zakat yang ditunaikan oleh para muzaki harus dapat dirasakan oleh mereka yang berhak menerimanya, termasuk untuk kebutuhan pokok seperti pangan,” lanjutnya.
Sementara itu, Hendra Abubakar dalam proses penyaluran menyampaikan bahwa bantuan beras tersebut diberikan sebagai bentuk respons terhadap kondisi mustahik yang mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Penyaluran bantuan di Kantor BAZNAS Kota Ambon berlangsung dengan sederhana namun penuh kepedulian. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk nyata kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang menghadapi kesulitan ekonomi.
BAZNAS Kota Ambon juga terus mendorong agar kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Semakin optimal dana ZIS yang dihimpun, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada para mustahik.
Melalui penyaluran santunan beras ini, BAZNAS Kota Ambon menegaskan bahwa kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kesejahteraan umat. Bantuan sederhana berupa beras diharapkan mampu memberikan manfaat langsung dan membantu meringankan beban mustahik yang sedang berada dalam kondisi sulit.
BAZNAS Kota Ambon mengajak seluruh masyarakat yang memiliki kemampuan untuk terus menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan kolaborasi antara muzaki, BAZNAS, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak mustahik yang dapat dibantu dan diberdayakan menuju kehidupan yang lebih baik.
BERITA30/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon dan PNM Cabang Ambon Jajaki Kolaborasi Pemberdayaan Mustahik, Perkuat Ekonomi Umat melalui Program Produktif
Ambon, Selasa, 28 Juli 2026 – BAZNAS Kota Ambon terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi. Sebagai wujud komitmen tersebut, BAZNAS Kota Ambon melaksanakan audiensi dengan jajaran pimpinan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Ambon, Selasa (28/7/2026), guna membahas peluang kerja sama dalam mendukung pengembangan usaha produktif bagi para mustahik binaan BAZNAS Kota Ambon.
Audiensi tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Ambon, Hendra Abubakar, didampingi Staf Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Ahmad Wijaya. Kehadiran keduanya mewakili jajaran pimpinan BAZNAS Kota Ambon untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merupakan anak perusahaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan memiliki fokus pada layanan pembiayaan, pendampingan, serta pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro, mikro, dan kecil di Indonesia.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaboratif. Kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan dalam mendukung peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat, khususnya para mustahik yang telah menjadi binaan BAZNAS Kota Ambon.
Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon menyampaikan sebuah proposal program pemberdayaan yang dirancang khusus bagi para mustahik binaan. Proposal tersebut memuat konsep pengembangan usaha produktif yang tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga mengedepankan pembinaan, pendampingan, peningkatan kapasitas usaha, hingga penguatan kemandirian ekonomi mustahik agar mampu berkembang menjadi pelaku usaha yang berdaya saing.
Proposal tersebut diterima dengan baik oleh jajaran pimpinan PT PNM Cabang Ambon. Pihak PNM menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Kota Ambon dalam menghadirkan program pemberdayaan yang terarah dan berkelanjutan. Mereka juga menyatakan akan mempelajari secara mendalam isi proposal tersebut sebagai dasar untuk menyusun bentuk kolaborasi yang dapat direalisasikan pada tahap berikutnya.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus utama BAZNAS dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat agar memberikan dampak jangka panjang bagi para penerima manfaat.
"Kami ingin zakat tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih mandiri. Karena itu, BAZNAS Kota Ambon terus membangun sinergi dengan berbagai lembaga, termasuk PT PNM Cabang Ambon, agar program-program pemberdayaan yang kami jalankan memiliki pendampingan yang kuat, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik binaan secara nyata," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah strategis dalam memperluas manfaat zakat serta memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Kami berharap proposal yang telah kami sampaikan dapat menjadi awal dari kerja sama yang produktif. Dengan dukungan PT PNM, kami optimistis para mustahik binaan BAZNAS Kota Ambon akan memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya mampu bertransformasi menjadi pribadi yang mandiri bahkan menjadi muzaki di masa depan," tambahnya.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menilai bahwa sinergi antara BAZNAS dan PT PNM memiliki potensi besar dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
"Respons positif dari PT PNM Cabang Ambon menjadi motivasi bagi kami untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai mitra. Program pemberdayaan yang dirancang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada proses pendampingan dan penguatan kapasitas usaha mustahik. Kami berharap kerja sama ini dapat segera diwujudkan sehingga semakin banyak mustahik binaan BAZNAS Kota Ambon yang memperoleh manfaat dan mampu meningkatkan taraf perekonomiannya," ungkap Jihan Abbas.
Audiensi tersebut diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi dalam menindaklanjuti proposal yang telah disampaikan. BAZNAS Kota Ambon optimistis bahwa sinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Ambon akan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan program-program pemberdayaan ekonomi yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan bagi para mustahik di Kota Ambon.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kota Ambon berharap pengelolaan zakat tidak hanya berfokus pada aspek penyaluran bantuan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya pelaku-pelaku usaha baru yang tangguh, mandiri, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kota Ambon.
BERITA28/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Perkuat Sinergi dengan Pemkot, Sekkot Apresiasi Kinerja dan Siap Dorong Optimalisasi ZIS
Ambon, Selasa, 28 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Ambon dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon, jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Ambon melaksanakan audiensi dengan Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, di Balai Kota Ambon, Selasa (28/7/2026). Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi sekaligus membahas penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat di Kota Ambon.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, didampingi seluruh unsur pimpinan, yaitu para Wakil Ketua BAZNAS Kota Ambon beserta staf. Pertemuan juga dihadiri oleh Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Kota Ambon, Aulia Waliulu berserta Kasubag Bina Mental Spiritual, Usman Bugis.
Dalam audiensi tersebut, Pimpinan BAZNAS Kota Ambon terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Robby Sapulette atas dilantiknya sebagai Sekretaris Kota Ambon definitif. Selain sebagai bentuk silaturahmi, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk melaporkan perkembangan berbagai program dan capaian BAZNAS Kota Ambon, baik pada aspek pengumpulan, pendistribusian, maupun pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang telah berjalan selama ini.
Ketua BAZNAS Kota Ambon memaparkan bahwa hingga saat ini BAZNAS terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi mustahik. Berbagai inovasi juga terus dilakukan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel.
Menanggapi laporan tersebut, Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, memberikan apresiasi yang tinggi atas berbagai pencapaian yang berhasil diraih BAZNAS Kota Ambon. Menurutnya, peningkatan penghimpunan zakat serta penyaluran bantuan kepada masyarakat merupakan bukti nyata bahwa BAZNAS telah menjalankan amanah dengan baik dan memberikan kontribusi positif dalam mendukung program Pemerintah Kota Ambon dan berharap agar BAZNAS Kota Ambon terus meningkatkan kinerja, memperluas jangkauan pelayanan, serta menghadirkan program-program yang semakin berdampak bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Robby Sapulette juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Pemerintah Kota Ambon. Didampingi Plt. Kabag Kesra, ia menegaskan akan terus mengimbau seluruh pegawai Muslim di lingkungan Pemerintah Kota Ambon, termasuk para guru dan kepala desa, agar aktif menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Ambon sebagai lembaga resmi pengelola zakat.
Dalam keterangannya Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan dukungan penuh yang diberikan oleh Pemerintah Kota Ambon terhadap berbagai program BAZNAS.
"Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Robby Sapulette atas amanah sebagai Sekretaris Kota Ambon definitif. Audiensi ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan perkembangan program dan capaian BAZNAS Kota Ambon. Alhamdulillah, kami mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari Pemerintah Kota Ambon. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, baik dalam pengumpulan maupun pendistribusian zakat agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa dukungan Pemerintah Kota Ambon dalam mendorong ASN Muslim, para guru, dan kepala desa untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi zakat di Kota Ambon.
"Komitmen Bapak Sekretaris Kota Ambon untuk terus mengimbau pegawai Muslim, guru, dan kepala desa agar menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Ambon merupakan bentuk sinergi yang sangat kami apresiasi. Insya Allah, dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan BAZNAS, pengelolaan zakat akan semakin optimal sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pembangunan sosial di Kota Ambon," tambahnya.
Audiensi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Pertemuan tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama antara Pemerintah Kota Ambon dan BAZNAS Kota Ambon untuk terus memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan dukungan pemerintah daerah, BAZNAS Kota Ambon optimistis dapat terus meningkatkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta memperluas jangkauan program-program kemaslahatan bagi masyarakat, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan umat dan penguatan kesejahteraan masyarakat Kota Ambon.
BERITA28/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Perkuat Sinergi Antar Daerah, BAZNAS Kota Ambon Terima Kunjungan BAZNAS Kota Tual Bahas Berbagai Program
Ambon, 24 Juli 2026 — BAZNAS Kota Ambon menerima kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi dari jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Tual pada Jumat (24/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Ketua BAZNAS Kota Ambon ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan serta memperkuat sinergi antar BAZNAS di Provinsi Maluku dalam menghadapi berbagai agenda strategis nasional, termasuk persiapan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tahun 2027.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Tual, Moksen Hatim, bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Tual, Hesty Andriyani Fadirubun, S.E. Kehadiran rombongan disambut oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, yang didampingi oleh Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan produktif. Berbagai isu strategis dibahas sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Provinsi Maluku. Salah satu agenda utama yang menjadi fokus pembahasan adalah kesiapan menghadapi Rakornas BAZNAS Tahun 2027, yang diharapkan menjadi forum untuk menyatukan arah kebijakan, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kolaborasi antarlembaga BAZNAS di seluruh Indonesia.
Selain membahas persiapan Rakornas, kedua pimpinan BAZNAS daerah juga berdiskusi mengenai berbagai program unggulan yang dinilai telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, muncul harapan agar sejumlah program yang telah berjalan dengan baik pada periode kepemimpinan sebelumnya tetap dipertahankan dan dikembangkan, di antaranya BAZNAS Award sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pengelolaan zakat serta program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang telah membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak.
Kedua belah pihak juga sepakat bahwa penguatan komunikasi dan koordinasi antarpimpinan BAZNAS di wilayah Provinsi Maluku perlu terus ditingkatkan. Sinergi yang baik diyakini akan memperkuat efektivitas penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan zakat, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi program yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan oleh BAZNAS Kota Tual. Menurutnya, silaturahmi antarlembaga merupakan modal penting dalam membangun kekompakan dan memperkuat peran BAZNAS di daerah.
"Kami menyambut baik kunjungan Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS Kota Tual sebagai bentuk silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antarpimpinan BAZNAS di Provinsi Maluku. Pertemuan seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi, bertukar pengalaman, dan membangun strategi bersama dalam meningkatkan pelayanan kepada umat," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa berbagai program unggulan yang telah memberikan manfaat nyata kepada masyarakat diharapkan tetap menjadi perhatian dalam kebijakan BAZNAS ke depan.
"Kami berharap program-program yang terbukti memberikan dampak positif, seperti BAZNAS Award dan Rumah Layak Huni BAZNAS, dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan. Program-program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan," tambahnya.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menilai pertemuan tersebut menjadi ruang yang sangat baik untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi pengalaman antar BAZNAS daerah.
"Pertemuan ini menjadi momentum yang sangat positif untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarpimpinan BAZNAS di Maluku. Melalui diskusi yang terbuka, kami dapat saling berbagi pengalaman, strategi, serta inovasi dalam pengelolaan zakat sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ungkap Jihan Abbas.
Menurutnya, koordinasi yang berkelanjutan akan menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat di masa mendatang.
"Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus terjalin, tidak hanya dalam persiapan Rakornas Tahun 2027, tetapi juga dalam pelaksanaan berbagai program bersama yang mampu memperkuat penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat di seluruh wilayah Provinsi Maluku," tutupnya.
Melalui pertemuan ini, BAZNAS Kota Ambon dan BAZNAS Kota Tual menegaskan komitmen untuk terus mempererat koordinasi, meningkatkan kolaborasi, serta saling mendukung dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Diharapkan sinergi yang terbangun dapat memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang terpercaya dan semakin dirasakan manfaatnya oleh umat.
BERITA27/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Optimistis Raih Target Pengumpulan, Ikuti Penginputan RKAT Tahun 2027
Ambon, 24 Juli 2026 — Pimpinan BAZNAS Kota Ambon mengikuti Kegiatan Pengisian dan Penginputan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2027 yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan dalam proses penyusunan RKAT BAZNAS Tahun 2027 sebagai upaya menyelaraskan perencanaan program, anggaran, serta target kinerja seluruh BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.
Kegiatan penginputan RKAT dilaksanakan secara online dan diikuti oleh seluruh pimpinan BAZNAS daerah melalui sistem yang telah disiapkan oleh BAZNAS RI. Pelaksanaan kegiatan diikuti oleh BAZNAS Kota Ambon dalam Waktu Indonesia Timur (WIT) sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Melalui proses ini, setiap BAZNAS daerah melakukan pengisian data target penghimpunan, rencana program pendistribusian dan pendayagunaan, serta kebutuhan anggaran operasional sebagai dasar penyusunan RKAT Tahun 2027.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon menetapkan target penghimpunan dana zakat on balance sebesar Rp1,5 miliar pada tahun 2027. Target tersebut disusun berdasarkan hasil evaluasi kinerja tahun sebelumnya, potensi zakat di Kota Ambon, serta berbagai strategi yang akan diimplementasikan guna meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Selain menetapkan target on balance, BAZNAS Kota Ambon juga optimistis mampu meningkatkan capaian off balancemelalui penguatan sinergi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), instansi pemerintah, masjid, lembaga pendidikan, dunia usaha, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya. Optimalisasi digitalisasi layanan zakat, edukasi kepada masyarakat, dan perluasan jejaring kerja sama akan menjadi fokus utama dalam mendukung pencapaian target tersebut.
Tidak hanya berorientasi pada peningkatan penghimpunan, penyusunan RKAT Tahun 2027 juga diarahkan untuk memperkuat efektivitas pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Seluruh potensi yang dimiliki BAZNAS Kota Ambon akan dimaksimalkan agar dana zakat yang dihimpun dapat disalurkan secara tepat sasaran melalui berbagai program di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dakwah, dan advokasi.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa penyusunan dan penginputan RKAT merupakan langkah strategis dalam memastikan seluruh program kerja tahun 2027 memiliki arah yang jelas dan terukur.
"Target penghimpunan on balance sebesar Rp1,5 miliar merupakan komitmen yang ingin kami capai melalui kerja sama seluruh pihak. Kami optimistis target on balance maupun off balance dapat direalisasikan dengan memaksimalkan seluruh potensi zakat yang ada di Kota Ambon, memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada para muzaki," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa peningkatan penghimpunan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendistribusian agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Seluruh potensi yang kami miliki akan dioptimalkan, baik dari sisi penghimpunan maupun pendistribusian. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan program-program yang benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan mustahik dan memperkuat pemberdayaan ekonomi umat di Kota Ambon," tambahnya.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan penginputan RKAT menjadi momentum penting untuk menyusun strategi penghimpunan yang lebih terukur dan berbasis data.
"Melalui kegiatan pengisian dan penginputan RKAT Tahun 2027 ini, kami dapat menyusun perencanaan yang lebih sistematis dan terintegrasi. Target yang ditetapkan bukan hanya menjadi angka, tetapi menjadi motivasi untuk menghadirkan inovasi dalam penghimpunan zakat melalui penguatan digitalisasi, publikasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak," ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menegaskan bahwa transformasi digital akan terus menjadi salah satu instrumen utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.
"Kami akan terus mengembangkan layanan digital dan memperkuat komunikasi publik agar masyarakat semakin mudah menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Ambon. Dengan transparansi dan akuntabilitas yang terus ditingkatkan, kami optimistis target penghimpunan tahun 2027 dapat tercapai sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat," tutupnya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan Pengisian dan Penginputan RKAT Tahun 2027, BAZNAS Kota Ambon semakin menegaskan komitmennya untuk membangun perencanaan yang matang, memperkuat strategi penghimpunan zakat, serta mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS. Dengan semangat profesionalisme, inovasi, dan kolaborasi, BAZNAS Kota Ambon optimistis mampu mencapai target penghimpunan on balance sebesar Rp1,5 miliarsekaligus meningkatkan capaian off balance pada tahun 2027 demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kota Ambon.
BERITA27/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Perdalam Tata Kelola Wakaf melalui NGOPI ZAWA 2026 Bahas Implementasi Isbat Wakaf di Peradilan Agama
Ambon, 24 Juli 2026 — Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan zakat dan wakaf, BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan NGOPI ZAWA (Ngobrol Pintar Zakat dan Wakaf) 2026 segmen Ziswaf Pro yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–11.00 WIB atau 10.00–12.00 WIT ini mengangkat tema "Implementasi Isbat Wakaf di Lingkungan Peradilan Agama". Forum tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para pengelola zakat dan wakaf untuk memahami pentingnya isbat wakaf sebagai instrumen yang memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf sehingga pengelolaannya dapat berlangsung secara tertib, aman, dan berkelanjutan.
Acara menghadirkan Daud Al Wadud, S.E., M.M., Kasubdit Syariah Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, serta Achmad Soleh, S.Pd.I., M.M., Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Agama RI, sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Hanif, Penata Kelola Zakat dan Wakaf, yang mengarahkan jalannya pemaparan materi sekaligus sesi tanya jawab secara interaktif.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa isbat wakaf merupakan salah satu mekanisme hukum yang sangat penting untuk memberikan pengakuan dan kepastian terhadap status harta wakaf, khususnya pada aset yang belum memiliki legalitas yang memadai. Kepastian hukum tersebut akan memperkuat perlindungan terhadap aset wakaf, meminimalkan potensi sengketa, serta mendukung optimalisasi pemanfaatannya bagi kepentingan ibadah dan kesejahteraan masyarakat.
Forum ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pengelola zakat dan wakaf, nazir, serta lembaga peradilan agama dalam mewujudkan tata kelola wakaf yang profesional, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Melalui sesi diskusi, para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait implementasi isbat wakaf di berbagai daerah serta tantangan yang dihadapi dalam proses administrasi dan legalisasi aset wakaf.
Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk terus memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam mendukung penguatan ekosistem zakat dan wakaf di Indonesia. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kota Ambon.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan dalam NGOPI ZAWA memberikan pemahaman yang sangat bermanfaat mengenai aspek hukum pengelolaan wakaf.
"Kegiatan NGOPI ZAWA 2026 memberikan wawasan yang sangat penting mengenai implementasi isbat wakaf sebagai upaya memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf. Pengetahuan ini menjadi bekal yang berharga bagi kami untuk semakin memahami tata kelola wakaf yang profesional, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku," ujar Jihan Abbas.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas melalui forum edukatif seperti NGOPI ZAWA menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan BAZNAS kepada masyarakat.
"Kami berharap ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi referensi dalam membangun sinergi dengan berbagai pihak, sekaligus mendukung pengembangan pengelolaan zakat dan wakaf yang lebih tertib, transparan, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat. BAZNAS Kota Ambon akan terus mengikuti berbagai forum peningkatan kapasitas sebagai bentuk komitmen terhadap transformasi kelembagaan yang profesional," tambahnya.
Melalui partisipasi dalam NGOPI ZAWA 2026, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang zakat dan wakaf. Dengan pemahaman yang semakin baik mengenai aspek hukum dan tata kelola wakaf, diharapkan pengelolaan aset wakaf di Indonesia dapat semakin optimal, memberikan kepastian hukum, serta menjadi instrumen pemberdayaan umat yang berkelanjutan.
BERITA27/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Perkuat Inovasi Penghimpunan Zakat, BAZNAS Kota Ambon Ikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026 Bahas Peran Strategis Perempuan
Ambon, 24 Juli 2026 — BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan di bidang penghimpunan zakat dengan mengikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (24/7/2026).
Mengusung tema "Peran Strategis Perempuan dalam Inovasi Fundraising Zakat", forum ini menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan strategi dalam mengembangkan metode penghimpunan zakat yang inovatif, adaptif, serta berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai atau 07.00 WIT hingga selesai, dan diikuti oleh insan BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta pegiat filantropi dari berbagai daerah di Indonesia.
Forum menghadirkan Dr. Nina Mariani Noor, S.S., M.A., Akademisi Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, sebagai narasumber utama. Kegiatan turut dihadiri oleh H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI, sementara jalannya diskusi dipandu oleh Halimatussa'diah, S.Akun., Praktisi Senior Digital Fundraising BAZNAS RI.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membangun budaya berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Peran tersebut tidak hanya sebagai muzaki maupun relawan, tetapi juga sebagai penggerak inovasi dalam merancang strategi fundraising yang lebih kreatif, inklusif, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat melalui pendekatan digital maupun pemberdayaan komunitas.
Selain penyampaian materi, forum juga menghadirkan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertukar gagasan mengenai tantangan serta peluang pengembangan fundraising zakat di era digital. Berbagai pengalaman dari daerah menjadi referensi penting dalam memperkuat strategi penghimpunan zakat yang berdampak luas bagi peningkatan kesejahteraan umat.
BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam mengembangkan inovasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang selaras dengan perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan masyarakat.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa forum ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya kolaborasi dan pemberdayaan perempuan dalam memperkuat gerakan filantropi Islam.
"BAZNAS Fundraising Forum 2026 memberikan banyak wawasan mengenai bagaimana perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi fundraising zakat. Materi yang disampaikan menjadi inspirasi bagi kami untuk terus mengembangkan pendekatan penghimpunan yang lebih kreatif, inklusif, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital," ujar Jihan Abbas.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas melalui forum nasional menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pengelolaan zakat di daerah.
"Kami berkomitmen mengimplementasikan berbagai pengetahuan yang diperoleh dalam forum ini untuk memperkuat strategi penghimpunan zakat di Kota Ambon. Sinergi, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan kunci agar pengelolaan zakat semakin profesional, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi mustahik maupun para muzaki," tambahnya.
Melalui partisipasi dalam BAZNAS Fundraising Forum 2026, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat terus memperkuat kualitas penghimpunan zakat melalui berbagai inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Forum ini juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring kolaborasi antar pengelola zakat di seluruh Indonesia dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang modern, profesional, dan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan umat.
BERITA27/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Perkuat Kualitas Publikasi Digital Melalui Evaluasi JZC September dan Monitoring Pengelolaan Website Daerah
Ambon, 23 Juli 2026 — BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola informasi dan publikasi digital dengan mengikuti kegiatan Evaluasi Jaringan Zakat Community (JZC) September, Monitoring, dan Pengisian Naskah Website BAZNAS Daerah yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui platform Google Meet pada Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–10.30 WIB (10.00–11.30 WIT) ini menjadi forum penting bagi seluruh pengelola website dan tim publikasi BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas pengelolaan website daerah, memperkuat koordinasi jaringan komunikasi, sekaligus meningkatkan standar penulisan naskah berita yang informatif, akurat, dan sesuai dengan pedoman publikasi BAZNAS RI.
Dalam sesi evaluasi tersebut, peserta memperoleh berbagai masukan mengenai konsistensi penyajian informasi, kelengkapan konten, optimalisasi publikasi program-program zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta strategi meningkatkan jangkauan informasi kepada masyarakat melalui media digital. Selain itu, kegiatan monitoring juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pengelola website daerah sekaligus mencari solusi bersama agar penyampaian informasi kepada publik semakin efektif dan profesional.
BAZNAS Kota Ambon secara aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital kelembagaan. Melalui peningkatan kualitas website, BAZNAS Kota Ambon berupaya menghadirkan informasi yang cepat, transparan, terpercaya, serta mampu mendokumentasikan seluruh program penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat kepada masyarakat.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi ini memiliki peran penting dalam menjaga kualitas publikasi digital agar tetap mengikuti standar nasional yang telah ditetapkan BAZNAS RI.
"Kegiatan evaluasi ini menjadi sarana yang sangat bermanfaat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan website BAZNAS Kota Ambon. Melalui monitoring dan pendampingan dari BAZNAS RI, kami memperoleh berbagai masukan yang dapat diterapkan dalam penyusunan berita, pengelolaan konten, serta penyajian informasi yang lebih informatif, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat," ujar Jihan Abbas.
Ia menambahkan bahwa website merupakan salah satu media strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan akuntabel.
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan publikasi yang berkualitas sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat. Website bukan hanya menjadi media informasi, tetapi juga wajah lembaga dalam menunjukkan berbagai program dan capaian BAZNAS Kota Ambon sehingga kepercayaan muzaki maupun masyarakat dapat terus meningkat," tambahnya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan Evaluasi JZC September, Monitoring, dan Pengisian Naskah Website BAZNAS Daerah ini, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang digitalisasi dan kehumasan, sehingga seluruh informasi mengenai program-program zakat dapat tersampaikan secara luas, cepat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan upaya BAZNAS Kota Ambon dalam mewujudkan tata kelola informasi yang modern, transparan, dan akuntabel sebagai bagian dari penguatan transformasi digital BAZNAS di tingkat daerah.
BERITA27/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ucapkan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Robert Sapulette sebagai Sekretaris Kota Ambon
Ambon, 21 Juli 2026 – Segenap Pimpinan dan Staf Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Roberd Sapulette, ST., MT. sebagai Sekretaris Kota Ambon. Ucapan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap amanah baru yang diemban dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat Kota Ambon.
Pelantikan Sekretaris Kota Ambon diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sebagai pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kota Ambon, Sekretaris Kota memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan penyelenggaraan administrasi pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan publik.
BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat memiliki arti penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan harapannya agar amanah yang diemban oleh Robert Sapulette dapat dijalankan dengan penuh integritas dan dedikasi untuk kemajuan Kota Ambon.
"Atas nama pribadi, pimpinan, dan seluruh keluarga besar BAZNAS Kota Ambon, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Roberd Sapulette, ST., MT. atas pelantikannya sebagai Sekretaris Kota Ambon. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian untuk mewujudkan pemerintahan yang semakin baik serta pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kota Ambon," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Ambon siap terus membangun komunikasi dan kolaborasi bersama Pemerintah Kota Ambon dalam mendukung berbagai program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan umat.
"Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kota Ambon dan BAZNAS Kota Ambon akan semakin erat. Kolaborasi yang baik akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta pemberdayaan ekonomi umat di Kota Ambon,"tambahnya.
Ucapan selamat tersebut juga menjadi wujud komitmen BAZNAS Kota Ambon untuk terus mendukung setiap langkah pemerintah daerah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, BAZNAS Kota Ambon berharap kepemimpinan administrasi di bawah Sekretaris Kota yang baru dapat semakin memperkuat pelaksanaan program-program pembangunan serta membuka ruang kerja sama yang lebih luas demi kemajuan Kota Ambon dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA21/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Sesi 11, Dalami Program Magang ke Jepang Bersama BAZNAS RI dan Kemenaker
Ambon, 21 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dengan mengikuti BAZNAS Knowledge Sharing Sesi 11 Tahun 2026yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 21 Juli 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema "Program Fasilitasi Magang ke Jepang Kerja Sama BAZNAS RI dan Kementerian Ketenagakerjaan" ini berlangsung mulai pukul 09.30–11.00 WIT, menyesuaikan perbedaan waktu dari jadwal nasional 07.30–09.00 WIB. Sesi ini menghadirkan Marwan Hadid, Staf Senior Divisi Pendidikan dan Vokasional BAZNAS RI, sebagai narasumber, dengan dipandu oleh Randi Swandaru, Ph.D. selaku host.
Kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan mengenai salah satu program strategis BAZNAS RI yang berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam membuka peluang peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia melalui program fasilitasi magang ke Jepang. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan kerja, tetapi juga diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang profesional, berdaya saing global, serta memiliki karakter dan etos kerja yang unggul.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa kerja sama antara BAZNAS RI dan Kementerian Ketenagakerjaan merupakan bentuk pemanfaatan dana zakat yang produktif melalui pengembangan kualitas sumber daya manusia. Peserta memperoleh pemahaman mengenai mekanisme program, proses seleksi, pembinaan calon peserta magang, hingga manfaat jangka panjang yang dapat dirasakan setelah kembali ke Indonesia.
Sebagai bagian dari jaringan BAZNAS di daerah, BAZNAS Kota Ambon memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan terkait program-program pemberdayaan yang dapat menjadi inspirasi dalam merancang inovasi pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, pelatihan vokasional, dan pemberdayaan ekonomi.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Knowledge Sharing merupakan sarana penting untuk memperkaya pengetahuan serta memperkuat kapasitas amil dalam menghadirkan program-program yang berdampak bagi masyarakat.
"Materi yang disampaikan pada Knowledge Sharing kali ini memberikan perspektif baru mengenai bagaimana zakat dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program fasilitasi magang ke Jepang menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong lahirnya generasi yang kompeten, mandiri, dan memiliki daya saing internasional. BAZNAS Kota Ambon akan terus mengikuti berbagai forum pembelajaran seperti ini sebagai bekal untuk menghadirkan inovasi pelayanan dan pemberdayaan yang lebih baik bagi masyarakat," ujar Jihan Abbas.
Menurutnya, kegiatan Knowledge Sharing yang rutin diselenggarakan setiap hari Selasa oleh Pusdiklat BAZNAS RI telah menjadi media pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi seluruh amil zakat di Indonesia. Melalui forum tersebut, berbagai praktik baik (best practice), inovasi program, hingga strategi pengelolaan zakat dapat dipelajari dan diadaptasi sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing.
BAZNAS Kota Ambon menilai bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor utama dalam mewujudkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, keikutsertaan dalam berbagai kegiatan pelatihan dan Knowledge Sharing akan terus menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi seluruh amil.
Melalui partisipasi aktif dalam BAZNAS Knowledge Sharing Sesi 11 Tahun 2026, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik, sekaligus memperluas wawasan mengenai berbagai program pemberdayaan yang dapat diimplementasikan di daerah. Semangat berbagi ilmu dan pengalaman yang diusung BAZNAS RI diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antar-BAZNAS se-Indonesia dalam menghadirkan manfaat zakat yang semakin luas dan berkelanjutan bagi umat.
BERITA21/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Salurkan 25 Paket Sembako untuk Mustahik di Waiheru, Dorong Pembentukan UPZ Perkuat Pengelolaan Zakat
Ambon, 16 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat melalui kegiatan penyaluran bantuan sembako kepada para mustahik. Sebanyak 25 paket sembako disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat di Masjid Baiturrahman, Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, pada Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon Muhammad Zulkifly Fakaubun, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan H. Achmad Salim, Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hendra Abubakar, S.Sos, jajaran staf BAZNAS Kota Ambon, serta tokoh masyarakat dan pengurus Masjid Baiturrahman Waiheru.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kota Ambon dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok mustahik sekaligus mempererat hubungan antara BAZNAS dengan masyarakat di tingkat desa.
Suasana kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Para penerima manfaat menyambut dengan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Selain menyerahkan paket sembako, jajaran pimpinan BAZNAS Kota Ambon juga berdialog dengan tokoh masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dan membahas potensi pengembangan pengelolaan zakat di Desa Waiheru.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa penyaluran bantuan sembako merupakan amanah dari para muzaki yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Alhamdulillah, hari ini kami dapat bersilaturahmi sekaligus menyalurkan 25 paket sembako kepada para mustahik di Desa Waiheru. Bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Kota Ambon. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan keluarga penerima dan menjadi penyemangat untuk terus saling peduli dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa Desa Waiheru memiliki potensi ekonomi yang cukup besar untuk mendukung optimalisasi penghimpunan zakat. Keberadaan pasar tradisional dan berbagai aktivitas perdagangan dinilai menjadi peluang strategis untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai perpanjangan tangan BAZNAS di tingkat desa.
"Kami melihat Desa Waiheru memiliki potensi ekonomi yang sangat baik. Adanya pasar serta aktivitas perdagangan yang berkembang menjadi peluang besar untuk meningkatkan penghimpunan zakat. Karena itu, kami berharap ke depan dapat dibentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Desa Waiheru agar pengelolaan zakat semakin dekat dengan masyarakat, penghimpunannya lebih optimal, dan manfaatnya dapat kembali dirasakan oleh masyarakat Waiheru sendiri," tambahnya.
Menurutnya, pembentukan UPZ tidak hanya akan mempermudah penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dengan adanya UPZ, pelayanan zakat dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan menjangkau lebih banyak mustahik.
BAZNAS Kota Ambon terus mendorong terbentuknya UPZ di berbagai masjid, instansi, lembaga, maupun desa sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan penghimpunan zakat. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat diharapkan mampu memperkuat tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan umat.
Tokoh masyarakat Desa Waiheru yang hadir dalam kegiatan tersebut turut mengapresiasi perhatian BAZNAS Kota Ambon terhadap masyarakat. Mereka menyambut baik gagasan pembentukan UPZ di Desa Waiheru sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat sekaligus memperluas manfaatnya bagi warga yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan para muzaki dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, BAZNAS Kota Ambon optimistis dapat memperluas jangkauan pelayanan zakat sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat Kota Ambon.
BERITA21/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.
Lihat Daftar Rekening →