WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Ambon Hadiri Buka Puasa Bersama Kemenag Kota Ambon dalam Kegiatan Ramadan Berbagi

AmbonBAZNAS Kota Ambon menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan program “Ramadan Berbagi” yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Ambon pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Ambon tersebut menjadi momentum kebersamaan di bulan suci Ramadan sekaligus wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bagi BAZNAS Kota Ambon, kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar lembaga, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial yang menjadi bagian penting dari semangat Ramadan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat melalui penyaluran bantuan kepada para penerima manfaat.

Kegiatan Ramadan Berbagi ini merupakan bentuk kepedulian aparatur sipil negara di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon terhadap masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Ambon. Bantuan yang dihimpun kemudian diserahkan secara simbolis kepada penerima manfaat dalam suasana penuh kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon H. R. A. Fachrurrazy Hassannusi, S.Fil.I., M.Si menyampaikan bahwa ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap sesama.

Menurutnya, kegiatan Ramadan Berbagi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan Ramadan yang dapat dirasakan tidak hanya oleh pegawai di lingkungan kantor, tetapi juga oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dalam perspektif BAZNAS Kota Ambon, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting dalam memperkuat hubungan antara lembaga pemerintah dan masyarakat serta menumbuhkan semangat berbagi di tengah kehidupan sosial.

Kehadiran unsur pimpinan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama dalam mendukung berbagai kegiatan sosial keagamaan di daerah. Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Ambon Hj. Rabea Kiat turut mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap program-program sosial yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Kota Ambon.

BAZNAS Kota Ambon menilai bahwa kolaborasi antara lembaga zakat dan Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan program sosial kepada masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, berbagai program berbasis zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain penyaluran bantuan sosial, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan tausiyah singkat yang memberikan penguatan spiritual kepada para peserta. Tausiyah tersebut mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh peserta kemudian melaksanakan buka puasa bersama dalam suasana yang sederhana dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan serta pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon.

BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan berbagi yang dilaksanakan pada bulan Ramadan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan karena tidak hanya mempererat hubungan antar lembaga, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui momentum Ramadan, BAZNAS Kota Ambon juga terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan umat di Kota Ambon.

14/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
Kolaborasi Teras Zawa Ramadan 1447 H di Ambon, BAZNAS Kota Ambon Tegaskan Komitmen Tebar Manfaat bagi Masyarakat

AmbonKegiatan Teras Zawa Ramadan 1447 Hijriah yang mengusung tema Tebar Manfaat, Ruang Literasi & Sharing Zakat Wakaf” kembali digelar di Kota Ambon sebagai bagian dari program tahunan di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi berbagai pihak dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program Tebar Harapan Ramadan (THR).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga ruang literasi serta edukasi mengenai zakat dan wakaf bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Teras Zawa melibatkan berbagai unsur di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, lembaga zakat, hingga mitra strategis lainnya.

Ketua panitia kegiatan Teras Zawa, Nur Patima, S.Ag., M.Pd, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara berbagai lembaga dan unit kerja di lingkungan Kementerian Agama Kota Ambon.

Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan menyalurkan paket santunan atau bingkisan Ramadan kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Seluruh paket santunan yang terkumpul kemudian disetorkan melalui Kantor Kementerian Agama Kota Ambon untuk selanjutnya didistribusikan kepada para penerima manfaat. Bantuan tersebut dihimpun dari kontribusi Aparatur Sipil Negara (ASN), madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta berbagai lembaga zakat dan mitra lainnya.

Dalam kegiatan kolaboratif ini, BAZNAS Kota Ambon turut mengambil bagian dengan memberikan kontribusi sebanyak 20 paket santunan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memperluas jangkauan manfaat zakat kepada masyarakat.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa partisipasi BAZNAS dalam kegiatan Teras Zawa merupakan bentuk komitmen lembaga dalam memperkuat kolaborasi program sosial dan keumatan, khususnya di momentum Ramadan.

BAZNAS Kota Ambon sangat mengapresiasi kegiatan Teras Zawa Ramadan ini karena menjadi ruang kolaborasi yang baik antara pemerintah, lembaga zakat, serta masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan melalui program ini dapat memberikan manfaat nyata dan membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, khususnya para guru TPQ, janda, fakir miskin, dan anak yatim piatu di Kota Ambon,ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.

Ia juga menambahkan bahwa Ramadan merupakan momentum terbaik untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial.

Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin memahami pentingnya zakat sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan. Ketika zakat dikelola secara baik dan kolaboratif, maka manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,tambahnya.

Selain BAZNAS Kota Ambon, sejumlah lembaga dan unsur lainnya juga turut memberikan kontribusi dalam kegiatan ini. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kota Ambon menyalurkan 20 paket santunan, sementara UPZ Kemenag Kota Ambon memberikan 80 paket santunan yang berasal dari partisipasi para pegawai.

Seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Ambon juga berpartisipasi dengan menyumbangkan 50 paket santunan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan berbagi di bulan Ramadan.

Kontribusi terbesar dalam kegiatan ini berasal dari para Kepala Madrasah se-Kota Ambon yang berhasil menghimpun 1.008 paket santunan untuk disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Kolaborasi lintas unsur juga terlihat dari keterlibatan Penyelenggara Katolik yang turut memberikan 4 paket santunan, serta para Penyuluh Agama yang menyumbangkan 100 paket santunan dalam kegiatan sosial tersebut.

Secara keseluruhan, jumlah paket santunan yang berhasil dihimpun dalam kegiatan Teras Zawa Ramadan 1447 H ini mencapai 1.282 paket. Paket-paket tersebut kemudian disalurkan kepada guru-guru TPQ di Kota Ambon, para janda, fakir miskin, serta anak yatim piatu.

Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi seperti ini sangat penting dalam memperkuat ekosistem pengelolaan zakat di daerah.

Kegiatan Teras Zawa ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara berbagai pihak dapat memperluas jangkauan manfaat zakat dan sedekah. BAZNAS Kota Ambon selalu mendukung kegiatan yang mendorong literasi zakat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat secara terorganisir dan transparan,jelas Jihan Abbas.

Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Kota Ambon terus mengembangkan sistem pengumpulan dan digitalisasi zakat agar proses penghimpunan dana sosial keagamaan dapat dilakukan secara lebih efektif dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, H. R. A. Fachrurrazy Hassannusi, S.Fil.I., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan tersebut.

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperkuat kepedulian sosial serta menunaikan kewajiban zakat sebagai bentuk pembersihan harta sebagaimana yang diperintahkan dalam Al-Qur’an.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan Teras Zawa merupakan program dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melalui Direktorat Zakat dan Wakaf yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun dengan berbagai bentuk kegiatan sosial dan edukatif.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa zakat memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai kewajiban agama, zakat juga menjadi instrumen sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dalam konsep zakat, terdapat dua istilah penting yang perlu dipahami, yakni haul dan nisab. Haul merupakan masa kepemilikan harta selama satu tahun, sedangkan nisab adalah batas minimal harta yang dimiliki seseorang sehingga diwajibkan untuk mengeluarkan zakat.

Menariknya, kegiatan ini juga menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dan toleransi di Kota Ambon. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan berbagai unsur lintas lembaga bahkan lintas agama yang bersama-sama mendukung kegiatan sosial kemanusiaan ini.

Sebagai penutup, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon secara resmi membuka kegiatan Teras Zawa Ramadan 1447 H dan berharap program ini dapat terus berlanjut setiap tahun.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menebar kebaikan, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

 

Dengan semangat kolaborasi yang kuat, BAZNAS Kota Ambon berharap program-program berbasis zakat, infak, dan sedekah dapat terus berkembang sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.

14/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Perkuat Peran Zakat dalam Momentum Selasar Hangat Lintas Agama Joyful Ramadan 1447 H

AmbonBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon terus memperkuat perannya dalam mendukung berbagai program sosial dan keagamaan di bulan suci Ramadan. Salah satunya melalui partisipasi dalam kegiatan Selasar Hangat Lintas Agama x Joyful Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dilaksanakan di Aula Hamadi B Husain Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian program nasional Joyful Ramadan 1447 H ini diinisiasi oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dengan mengusung tema Indonesia Berdaya, Pulih Bersama, Bangkit Berdaya.”

Bagi BAZNAS Kota Ambon, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga pemerintah, lembaga pengelola zakat, serta berbagai elemen masyarakat dalam mendorong program pemberdayaan umat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I yang menekankan pentingnya menghadirkan program Kementerian Agama yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Maluku H. Djumadi Wali, S.Ag, pimpinan tokoh lintas agama, pimpinan organisasi masyarakat Islam, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Maluku Ny. Wulida Tamher Yamin, serta sejumlah pejabat eselon III di lingkungan Kementerian Agama.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon juga turut ambil bagian sebagai bentuk dukungan terhadap program-program sosial dan pemberdayaan umat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama. Kehadiran unsur pimpinan BAZNAS Kota Ambon menunjukkan komitmen lembaga dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat di daerah.

Kegiatan ini diikuti langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon Muhammad Zulkifly Fakaubun bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Ambon Hj. Rabea Kiat serta Ayu sebagai bagian dari unsur BAZNAS Kota Ambon yang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan Kementerian Agama, khususnya dalam mengembangkan berbagai program sosial yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian kegiatan Selasar Hangat Lintas Agama x Joyful Ramadan juga dirangkaikan dengan penyerahan paket sembako kepada keluarga Indonesia yang membutuhkan. Bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai kebersamaan yang menjadi semangat utama dalam program Joyful Ramadan.

Selain kegiatan sosial, acara ini juga diisi dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Ustadz H. Abdurrahman Tuanaya, Lc. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pesan tersebut selaras dengan semangat yang terus didorong oleh BAZNAS Kota Ambon dalam memaksimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui pengelolaan zakat yang profesional dan akuntabel, BAZNAS berupaya memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Program Joyful Ramadan 1447 H sendiri merupakan rangkaian kegiatan nasional Kementerian Agama yang berlangsung sejak fase tarhib Ramadan hingga takbir akbar. Program ini dirancang untuk memperkuat harmoni sosial, meningkatkan kualitas layanan keagamaan, serta menghadirkan program pemberdayaan umat yang berdampak nyata bagi masyarakat.

BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat gerakan zakat di daerah. Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif dalam menunaikan zakat serta memperluas manfaatnya bagi kesejahteraan umat.

 

Melalui momentum Ramadan, BAZNAS Kota Ambon terus mendorong semangat berbagi dan kepedulian sosial agar nilai-nilai keagamaan tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata membantu sesama.

14/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Gelar Talkshow Ramadhan Kareem, Bahas Perencanaan Keuangan Syariah untuk Masa Depan Keluarga

AMBON – Dalam rangka memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan sebagai waktu untuk memperkuat pemahaman keuangan berbasis syariah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar kegiatan Talkshow Ramadhan Kareem: Solusi Cerdas untuk Hidup Berkah Bersyariah dengan tema Ingin Masa Depan Keluarga Lebih Tenang dan Berkah?”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (11/3/2026) pukul 13.00–15.00 WIB ini berlangsung secara hybrid, yakni melalui platform Zoom serta secara langsung di Aula Achmad Subianto, Lantai 5 Kantor BAZNAS. Talkshow ini menghadirkan pembahasan seputar pentingnya perencanaan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah agar masyarakat dapat memiliki masa depan yang lebih aman, terencana, dan penuh keberkahan.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bagaimana mengelola keuangan keluarga secara bijak, mulai dari perencanaan finansial, perlindungan keuangan berbasis syariah, hingga optimalisasi ibadah sosial seperti zakat, infak, dan sedekah.

Staf Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan talkshow ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang selaras dengan nilai-nilai syariah.

Ramadan adalah momentum terbaik bagi kita untuk menata kembali niat, termasuk dalam mengatur dan merencanakan keuangan keluarga. Melalui talkshow ini, masyarakat dapat memperoleh pemahaman bagaimana mengelola keuangan secara bijak dan sesuai prinsip syariah agar kehidupan menjadi lebih tenang dan berkah,” ujar Jihan Abbas.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga membuka ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami keterkaitan antara pengelolaan keuangan yang baik dengan kewajiban sosial keagamaan seperti zakat.

Perencanaan keuangan yang baik tidak hanya berfokus pada kebutuhan duniawi, tetapi juga memperhatikan kewajiban kita sebagai umat Muslim, seperti menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Dengan begitu, keuangan yang kita miliki tidak hanya kuat secara finansial tetapi juga membawa keberkahan,” tambahnya.

Talkshow ini turut menghadirkan berbagai pembahasan menarik mengenai solusi cerdas dalam mengelola keuangan keluarga secara syariah, termasuk strategi menghadapi tantangan ekonomi serta membangun perencanaan masa depan yang lebih stabil dan terarah.

Selain memberikan edukasi keuangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab, terutama di bulan Ramadan yang identik dengan peningkatan aktivitas ibadah dan kepedulian sosial.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini baik secara langsung maupun daring tampak antusias menyimak berbagai materi yang disampaikan. Mereka juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi serta mengajukan pertanyaan terkait pengelolaan keuangan keluarga berbasis syariah.

Melalui kegiatan Talkshow Ramadhan Kareem ini, BAZNAS berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan yang baik, tidak hanya untuk kesejahteraan keluarga di masa depan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meraih keberkahan dalam kehidupan.

 

Dengan pengelolaan keuangan yang tepat dan sesuai prinsip syariah, diharapkan masyarakat dapat mewujudkan kondisi finansial yang kuat di dunia sekaligus bernilai ibadah dan membawa keberkahan di akhirat.

12/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Perkuat Digitalisasi, Operator SIMBA Ikuti Konsultasi Nasional Bahas Template Kas Harian

 

AMBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan zakat melalui optimalisasi penggunaan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA). Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan konsultasi online bersama Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI yang diikuti operator SIMBA dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Ambon.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/3/2026) pukul 10.00–12.00 WIB atau 12.00–14.00 WIT ini dilaksanakan secara daring dan menjadi ruang diskusi bagi para operator SIMBA untuk menyampaikan berbagai kendala teknis serta mendapatkan penjelasan langsung dari tim layanan aplikasi nasional.

Dalam agenda tersebut, Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI yang diwakili oleh Muhammad Sulthan Rafi memberikan pemaparan terkait penggunaan template data kas harian pada aplikasi SIMBA serta penjelasan mengenai proses migrasi kas masuk. Materi ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan akurasi dan efisiensi pencatatan keuangan pada sistem digital yang digunakan oleh BAZNAS di seluruh Indonesia.

Melalui kegiatan ini, para operator SIMBA mendapatkan pemahaman teknis mengenai cara pengisian dan pengelolaan data kas harian secara lebih sistematis, sehingga proses pelaporan dan pengelolaan keuangan dapat berjalan lebih tertib dan transparan.

Staf Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan konsultasi ini sangat membantu para operator SIMBA di daerah dalam memahami berbagai pembaruan fitur serta teknis penggunaan aplikasi yang terus dikembangkan oleh BAZNAS.

Kegiatan konsultasi online ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai operator SIMBA di daerah, karena kami dapat memperoleh penjelasan langsung dari tim layanan aplikasi nasional terkait penggunaan template data kas harian dan proses migrasi kas masuk pada sistem SIMBA,” ujar Jihan Abbas.

Menurutnya, penguatan kapasitas operator menjadi hal penting agar sistem digital yang digunakan dalam pengelolaan zakat dapat berjalan dengan optimal.

Dengan adanya penjelasan teknis seperti ini, kami bisa lebih memahami cara penginputan data yang benar sehingga laporan keuangan yang dihasilkan melalui SIMBA dapat lebih akurat, tertib, dan transparan,” tambahnya.

Ia juga menilai bahwa kegiatan konsultasi semacam ini membuka ruang komunikasi yang sangat baik antara operator di daerah dengan tim pengembang aplikasi di tingkat nasional.

Kami juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang mungkin ditemui dalam penggunaan aplikasi di daerah. Dengan begitu, solusi bisa langsung diberikan oleh tim layanan aplikasi nasional,” jelas Jihan.

SIMBA sendiri merupakan sistem digital yang dikembangkan oleh BAZNAS untuk mendukung pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terintegrasi, mulai dari proses penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan keuangan.

Melalui penguatan penggunaan SIMBA, BAZNAS berupaya memastikan bahwa pengelolaan dana umat dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan konsultasi online ini dapat terus dilakukan secara berkala agar para operator SIMBA di daerah dapat terus meningkatkan kapasitas serta mengikuti perkembangan fitur terbaru dalam sistem digital yang digunakan.

Dengan pemanfaatan teknologi informasi yang semakin optimal, pengelolaan zakat diharapkan dapat menjadi lebih efektif, terpercaya, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan para muzakki di seluruh Indonesia.

 
12/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon

Berita Terbaru

BAZNAS Kota Ambon Tebar Berkah di Safari Ramadan Waiheru, Serahkan Paket Sembako untuk Warga
BAZNAS Kota Ambon Tebar Berkah di Safari Ramadan Waiheru, Serahkan Paket Sembako untuk Warga
AMBON — Kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kota Ambon kembali digelar dan kali ini berlangsung di halaman Masjid Baiturrahman, Desa Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan selama bulan suci Ramadan. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon turut ambil bagian dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Sebanyak 20 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan penuh berkah ini. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat. Zulkifly mengatakan bahwa partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam Safari Ramadan merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam menyalurkan bantuan dari dana zakat, infak dan sedekah yang dihimpun. “Ramadan adalah bulan penuh keberkahan dan juga momentum untuk memperkuat kepedulian sosial. Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, BAZNAS Kota Ambon ingin memastikan bahwa bantuan dari zakat, infak dan sedekah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama menjalankan ibadah puasa. “Walaupun jumlahnya terbatas, kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan menjadi berkah bagi kita semua di bulan Ramadan,” tambahnya. Dalam proses penyaluran bantuan tersebut, sejumlah staf BAZNAS Kota Ambon juga turut hadir di lokasi untuk membantu pendistribusian paket sembako, yakni Jihan Abbas, Ayu dan Intan. Kehadiran tim di lapangan memastikan bantuan dapat disalurkan dengan tertib dan tepat sasaran kepada masyarakat yang telah terdata. Kegiatan Safari Ramadan ini diawali dengan sambutan selamat datang dari Kepala Desa Waiheru yang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Waiheru sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Safari Ramadan Pemerintah Kota Ambon. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon serta seluruh pihak yang hadir, termasuk BAZNAS Kota Ambon, karena kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon beserta seluruh rombongan di Desa Waiheru. Kehadiran pemerintah dan berbagai lembaga pada Safari Ramadan ini menjadi kebahagiaan bagi masyarakat kami,” ungkapnya. Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bersilaturahmi bersama masyarakat Waiheru dalam suasana Ramadan. “Kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena atas tuntunan-Nya kita bisa berkumpul dalam kegiatan Safari Ramadan ini,” ujarnya. Menurutnya, Ramadan merupakan bulan penuh rahmat dan ampunan dimana umat Islam berlomba-lomba meningkatkan iman dan takwa serta memperbanyak amal kebaikan. “Di bulan suci ini umat Islam berlomba-lomba beribadah dan berbagi kepada sesama. Perubahan baik yang terjadi selama Ramadan menjadi berkah bagi Kota Ambon,” kata Bodewin. Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, juga berupaya menyemarakkan Ramadan melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk Safari Ramadan yang menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ustaz H. Arsal Tuasikal. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menahan diri selama bulan Ramadan, tidak hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari hawa nafsu serta sikap yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. “Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari amarah, dari perkataan yang tidak baik, serta dari sikap yang dapat menyakiti orang lain,” ujar Ustaz Arsal Tuasikal di hadapan jamaah. Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan sering menghadirkan berbagai persoalan dan ujian. Karena itu, umat Islam diajarkan untuk bersikap bijak dan tidak terburu-buru dalam menyikapi setiap hal yang datang. “Dalam hidup ini banyak hal yang datang kepada kita, baik itu ujian, masalah, maupun kabar yang tidak kita harapkan. Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri, berpikir dengan tenang, dan menyikapi segala sesuatu dengan bijak,” katanya. Menurutnya, kemampuan mengendalikan hawa nafsu merupakan salah satu tujuan utama dari ibadah puasa, sehingga seseorang dapat menjadi pribadi yang lebih sabar dan lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan. “Jika seseorang mampu menahan hawa nafsunya, menahan amarahnya, dan mampu bersabar dalam menghadapi ujian, maka itulah salah satu tanda bahwa puasa yang dijalankannya membawa perubahan yang baik,” tambahnya. Setelah tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz H. Arsal Tuasikal. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar masyarakat Kota Ambon senantiasa diberikan kesehatan, kedamaian, serta keberkahan selama menjalankan ibadah puasa. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Penjabat Sekretaris Kota Ambon beserta para Asisten, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Ambon, Camat Teluk Ambon, Ketua BAZNAS Kota Ambon, Kepala Kantor Urusan Agama Teluk Ambon Baguala, tokoh agama, tokoh masyarakat, para ketua RT/RW, serta warga Desa Waiheru yang memadati halaman Masjid Baiturrahman. Melalui kegiatan Safari Ramadan ini diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta nilai-nilai keagamaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis di Kota Ambon.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Siapkan Program Ramadan, Staf BAZNAS Kota Ambon Ikuti Rapat Teknis Nasional BAZNAS RI
Siapkan Program Ramadan, Staf BAZNAS Kota Ambon Ikuti Rapat Teknis Nasional BAZNAS RI
AMBON — Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan berbagai program sosial selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, staf BAZNAS Kota Ambon mengikuti rapat teknis yang diselenggarakan oleh Direktorat Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota di seluruh Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Ambon, pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIT. Dalam rapat teknis tersebut, staf BAZNAS Kota Ambon Ayu dan Jihan Abbas turut ambil bagian sebagai perwakilan daerah untuk mengikuti arahan serta pemaparan program dari tim pusat terkait pelaksanaan kegiatan selama Ramadan. Dalam paparannya, tim dari BAZNAS RI menjelaskan berbagai program yang akan dilaksanakan selama bulan Ramadan, yang bertujuan memperkuat penyaluran zakat, infak dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Beberapa program yang disampaikan antara lain program buka puasa bersama, santunan anak yatim, hingga program Paket Ramadan Bahagia yang berisi bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat kurang mampu. Staf BAZNAS Kota Ambon, Ayu, mengatakan bahwa rapat teknis ini menjadi bagian penting dalam menyamakan persepsi serta memastikan kesiapan BAZNAS di daerah dalam melaksanakan berbagai program Ramadan. “Rapat teknis ini memberikan banyak arahan dan gambaran mengenai program-program yang akan dilaksanakan selama Ramadan, sehingga kami di daerah dapat menyiapkan pelaksanaannya dengan lebih baik,” ujar Ayu. Ia menjelaskan bahwa program-program yang dipaparkan oleh tim pusat tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan. “Program seperti buka puasa bersama, santunan anak yatim, hingga Paket Ramadan Bahagia sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan dukungan selama menjalankan ibadah puasa,” tambahnya. Sementara itu, staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi BAZNAS daerah dalam memperkuat pengelolaan program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. “Melalui rapat teknis ini kami mendapatkan banyak informasi terkait strategi pelaksanaan program Ramadan serta bagaimana memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran,” ungkap Jihan. Menurutnya, koordinasi antara BAZNAS pusat dan daerah menjadi hal yang sangat penting agar program-program yang dilaksanakan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. “Harapannya, dengan adanya arahan dari BAZNAS RI, BAZNAS Kota Ambon dapat melaksanakan program Ramadan dengan lebih terencana sehingga manfaat zakat, infak dan sedekah benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya. Rapat teknis tersebut juga menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta koordinasi antara BAZNAS pusat dan daerah dalam menjalankan program-program Ramadan. Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon diharapkan semakin siap untuk melaksanakan berbagai kegiatan sosial selama Ramadan 1447 Hijriah, sehingga semangat berbagi dan kepedulian kepada sesama dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Perkuat Layanan Digital, Staf Ikuti Konsultasi Kantor Digital dari BAZNAS RI
BAZNAS Ambon Perkuat Layanan Digital, Staf Ikuti Konsultasi Kantor Digital dari BAZNAS RI
AMBON — Upaya memperkuat pengelolaan layanan digital dan optimalisasi pengumpulan zakat terus dilakukan BAZNAS Kota Ambon. Salah satunya dengan mengikuti kegiatan konsultasi online Kantor Digital yang diselenggarakan oleh Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI, Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut berlangsung pada pukul 15.45–17.15 WIT, menyesuaikan dengan jadwal nasional yang dimulai pukul 13.45–15.15 WIB. Konsultasi ini diikuti oleh berbagai BAZNAS daerah di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemudahan penyebaran informasi kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Dari BAZNAS Kota Ambon, kegiatan ini diikuti oleh staf Jihan Abbas yang turut bergabung dalam sesi konsultasi untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut terkait pengelolaan dan pemanfaatan Kantor Digital BAZNAS. Dalam kegiatan tersebut, tim dari BAZNAS RI memberikan berbagai penjelasan terkait pemanfaatan Kantor Digital sebagai sarana untuk mendukung publikasi informasi serta penguatan layanan digital bagi masyarakat melalui website BAZNAS daerah. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengoptimalan sistem pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui integrasi layanan digital yang semakin berkembang. Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan yang sangat penting bagi BAZNAS daerah dalam mengembangkan sistem layanan berbasis digital. “Kegiatan konsultasi ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan ilmu tambahan terkait pemanfaatan Kantor Digital BAZNAS serta bagaimana mengoptimalkan layanan digital untuk mendukung pengumpulan ZIS,” ujar Jihan. Ia menjelaskan bahwa saat ini BAZNAS Kota Ambon juga sedang melakukan penguatan sistem pengumpulan zakat secara digital dengan memanfaatkan platform pembayaran elektronik. “Saat ini BAZNAS Kota Ambon baru saja melakukan registrasi pada Midtrans, yaitu aplikasi pihak ketiga yang nantinya akan disinkronkan dengan sistem SIMBA BAZNAS Kota Ambon untuk mendukung proses pengumpulan ZIS secara digital,” jelasnya. Menurutnya, integrasi sistem pembayaran digital tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara lebih praktis. “Dengan adanya sistem pembayaran digital yang terintegrasi, masyarakat dapat menyalurkan ZIS dengan lebih mudah dan transparan, sehingga pengelolaan zakat juga menjadi lebih efektif,” tambahnya. Kegiatan konsultasi ini juga menjadi ruang diskusi bagi BAZNAS daerah untuk menyampaikan berbagai kendala maupun kebutuhan teknis dalam pemanfaatan Kantor Digital, sehingga pengelolaannya dapat terus dikembangkan secara optimal. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon diharapkan semakin siap dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat serta meningkatkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah secara lebih modern, transparan, dan akuntabel.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Perkuat Pengelolaan Keuangan, Staf Ikuti Konsultasi SIMBA Bahas Kas Harian
BAZNAS Ambon Perkuat Pengelolaan Keuangan, Staf Ikuti Konsultasi SIMBA Bahas Kas Harian
AMBON — Upaya meningkatkan tata kelola administrasi dan keuangan terus dilakukan BAZNAS Kota Ambon melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan sistem digital. Salah satunya dengan mengikuti kegiatan konsultasi online Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) yang diselenggarakan oleh Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring pada pukul 13.00–15.00 WIT, menyesuaikan dengan jadwal nasional yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB. Konsultasi ini diikuti oleh para operator SIMBA dari BAZNAS provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dari BAZNAS Kota Ambon, kegiatan tersebut diikuti oleh staf Jihan Abbas yang merupakan operator SIMBA di lingkungan BAZNAS Kota Ambon. Dalam kegiatan tersebut, tim dari BAZNAS RI memberikan penjelasan terkait berbagai fitur dalam sistem SIMBA, dengan fokus utama pada fitur menu pencatatan dan pembukuan kas harian yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan lembaga. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai proses closing harian, yaitu tahapan penutupan transaksi keuangan yang dilakukan setiap hari untuk memastikan seluruh pencatatan penerimaan maupun pengeluaran telah tercatat dengan baik dalam sistem. Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan konsultasi ini sangat membantu operator SIMBA di daerah untuk memahami penggunaan fitur-fitur dalam sistem secara lebih optimal. “Melalui kegiatan ini kami mendapatkan penjelasan yang lebih rinci mengenai fitur pencatatan dan pembukuan kas harian di SIMBA, termasuk bagaimana melakukan closing harian secara tepat,” ujar Jihan. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap sistem pencatatan tersebut sangat penting dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di BAZNAS. “Fitur ini sangat membantu dalam memastikan seluruh transaksi tercatat dengan baik setiap hari, sehingga laporan keuangan dapat tersusun dengan lebih rapi, akurat, dan mudah dipantau,” jelasnya. Selain penyampaian materi, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada para operator SIMBA untuk menyampaikan berbagai pertanyaan maupun kendala yang dihadapi dalam penggunaan sistem. “Melalui sesi tanya jawab, operator SIMBA dari berbagai daerah bisa menyampaikan kendala yang dihadapi, sehingga tim dari BAZNAS RI dapat memberikan solusi secara langsung,” tambah Jihan. Kegiatan konsultasi ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam meningkatkan kualitas pelayanan sistem SIMBA kepada seluruh BAZNAS daerah, sekaligus memastikan pengelolaan administrasi dan keuangan zakat berjalan secara transparan, profesional, dan akuntabel. Dengan mengikuti kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon diharapkan semakin mampu mengoptimalkan pemanfaatan sistem SIMBA dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, sehingga tata kelola lembaga dapat berjalan lebih tertib dan terpercaya di mata masyarakat.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Ikuti Public Expose Indeks Zakat Nasional 2025, Bahas Dampak Zakat bagi Pengentasan Kemiskinan
BAZNAS Ambon Ikuti Public Expose Indeks Zakat Nasional 2025, Bahas Dampak Zakat bagi Pengentasan Kemiskinan
AMBON — Upaya memperkuat pemahaman mengenai dampak zakat terhadap kesejahteraan masyarakat terus dilakukan oleh BAZNAS Kota Ambon. Salah satunya melalui partisipasi dalam kegiatan Public Expose Hasil Indeks Zakat Nasional (IZN) 2025 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI, Selasa (3/3/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dan disiarkan melalui YouTube BAZNAS TV serta platform Zoom, dengan jadwal nasional pukul 10.00–11.30 WIB atau 12.00–13.30 WIT. Dari BAZNAS Kota Ambon, kegiatan ini diikuti oleh staf Jihan Abbas yang turut menyimak pemaparan hasil kajian strategis terkait sejauh mana zakat memberikan dampak nyata terhadap pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Public Expose ini mengangkat tema “Sejauh Mana Zakat Memberi Dampak?” dan menjadi forum diseminasi hasil penelitian nasional yang mengukur efektivitas pengelolaan zakat dalam mendukung pembangunan sosial. Dalam kegiatan tersebut dipaparkan dua kajian utama, yakni hasil Indeks Zakat Nasional Tahun 2025 serta kajian mengenai pengentasan kemiskinan berbasis zakat tahun 2025. Sejumlah narasumber hadir untuk memaparkan hasil penelitian tersebut, di antaranya Prof. (H.C.) Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec., Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., Hidayaneu Farchatunissa, M.E., serta Rifdah Nanda Pridayani, S.E.. Kegiatan ini dipandu oleh moderator Rakan. Dalam paparannya, para pemateri menjelaskan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berfokus pada besarnya penghimpunan dana, tetapi juga pada sejauh mana zakat mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan mustahik. Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman yang sangat penting bagi BAZNAS daerah dalam melihat pengelolaan zakat secara lebih komprehensif. “Melalui kegiatan Public Expose ini kami dapat memahami bagaimana zakat tidak hanya diukur dari sisi penghimpunan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Jihan. Ia menambahkan bahwa hasil kajian tersebut dapat menjadi referensi penting bagi BAZNAS daerah dalam memperkuat program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. “Materi yang disampaikan memberikan gambaran bagaimana zakat dapat dimaksimalkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan, sehingga program-program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan berdampak luas,” jelasnya. Menurutnya, hasil penelitian dalam Indeks Zakat Nasional juga menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi BAZNAS daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat. “Harapannya, dengan memahami hasil kajian ini, BAZNAS Kota Ambon dapat semakin memperkuat program pemberdayaan masyarakat sehingga zakat benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mustahik,” tambah Jihan. Kegiatan Public Expose ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam meningkatkan transparansi serta memperluas pemahaman publik mengenai kontribusi zakat dalam pembangunan sosial di Indonesia. Melalui diseminasi hasil kajian tersebut, diharapkan pengelolaan zakat di Indonesia, termasuk di daerah seperti BAZNAS Kota Ambon, dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Ikuti Public Expose Special Ramadan, Bahas Kinerja dan Pemetaan UPZ Desa
BAZNAS Ambon Ikuti Public Expose Special Ramadan, Bahas Kinerja dan Pemetaan UPZ Desa
AMBON — Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengikuti kegiatan Public Expose Special Ramadan yang digelar oleh BAZNAS RI pada Kamis (5/3/2026) pukul 12.00–14.00 WIT. Kegiatan ini menyoroti pengukuran kinerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan pemetaan UPZ Desa di seluruh Indonesia. Public Expose ini menghadirkan diseminasi kajian terkait Indeks Zakat Nasional untuk UPZ (IZN UPZ) serta peta sebaran UPZ Desa sebagai instrumen penguatan tata kelola zakat berbasis data. Kegiatan disiarkan secara daring melalui Zoom dan YouTube BAZNAS TV. Dalam sesi tersebut, para pemateri seperti Aisha Putrina Sari, M.S.M., Indah Hurun Hayana, S.E., dan Devon Ramadhan Delian, B.Comm. memaparkan bagaimana pengukuran kinerja UPZ dilakukan secara terstandar dan bagaimana pemetaan desa berperan dalam optimalisasi pengumpulan zakat. Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan kesannya mengenai kegiatan ini: “Diseminasi ini sangat membantu kami memahami bagaimana pengukuran kinerja UPZ dan pemetaan UPZ Desa dapat menjadi dasar bagi program zakat yang lebih profesional dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Jihan. Ia menambahkan bahwa informasi yang diperoleh akan menjadi panduan penting dalam menyusun strategi pengelolaan zakat di tingkat kota. “Kami bisa menyesuaikan program dan intervensi dengan data yang disediakan, sehingga pendayagunaan zakat lebih tepat sasaran,” tambahnya. Kegiatan ini dipandu oleh moderator Nada Nadiah dan bertujuan meningkatkan pemahaman pengelola zakat tentang pentingnya tata kelola berbasis data, transparansi, dan akuntabilitas dalam menghimpun serta menyalurkan zakat di seluruh Indonesia. Dengan mengikuti Public Expose ini, BAZNAS Kota Ambon diharapkan semakin siap melaksanakan pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak luas, sejalan dengan strategi nasional yang berbasis data dan analisis kinerja UPZ.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Perkuat Ukhuwah Ramadan, BAZNAS Kota Ambon Hadiri Buka Puasa Bersama Negeri Batu Merah
Perkuat Ukhuwah Ramadan, BAZNAS Kota Ambon Hadiri Buka Puasa Bersama Negeri Batu Merah
Ambon — Pemerintah Negeri Batu Merah menggelar kegiatan buka puasa bersama warga di Aula Kantor Negeri, Minggu (1/3/2026), dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Kegiatan bertema “Mempererat Silaturahmi, Memperkuat Persaudaraan, Bersama Membangun Negeri Batu Merah yang Rukun dan Bermartabat” ini dihadiri seluruh elemen masyarakat, unsur TNI/Polri, Raja Negeri Ema, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan lembaga keagamaan, termasuk Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon. Dari BAZNAS Kota Ambon, hadir Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Achmad Salim, yang turut memberikan tausiah menjelang waktu berbuka puasa. Dalam tausiahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan, memperbanyak amal kebajikan, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. “Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang membangun kepekaan sosial dan mempererat ukhuwah. Mari jadikan bulan suci ini sebagai penguat persatuan dan semangat berbagi demi kesejahteraan bersama,” ujar H. Achmad Salim. Sementara itu, Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama sengaja dilaksanakan pada hari ke-11 Ramadan. Menurutnya, masyarakat telah melewati sepuluh hari pertama Ramadan yang penuh rahmat dan ampunan, sehingga momentum ini menjadi saat yang tepat untuk mempererat hubungan antarwarga. “Kita sudah berpuasa 11 hari, artinya kita telah mengamalkan keutamaan 10 malam pertama Ramadan yang merupakan waktu turunnya rahmat Allah dan terbukanya kesempatan besar untuk memperbaiki diri. Selain itu, buka puasa bersama ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Tahun ini kami juga mengundang saudara dari Negeri Ema dan Negeri Passo,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan hubungan dan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah negeri, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan. “Di hari ini kita bisa saling memaafkan dengan hati terbuka. Jika kita bersatu, segala hal dapat tercapai. Namun jika tidak, akan sulit meraih tujuan pembangunan,” tambahnya. Ali Hatala berharap, melalui kegiatan ini, persatuan dan silaturahmi di Negeri Batu Merah semakin kokoh, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang rukun dan bermartabat. Lebih lanjut disampaikan, selain kegiatan buka puasa bersama yang digelar pemerintah negeri, Pemerintah Kota Ambon juga melaksanakan program “Sehari Ramadan” di wilayah Batu Merah yang telah berlangsung di RW 19. Direncanakan, kegiatan safari Ramadan akan dilanjutkan di wilayah Kanawa pada Senin mendatang. Pemerintah negeri juga mengimbau perangkat negeri di tingkat RW dan RT untuk turut mengadakan kegiatan buka puasa bersama di wilayah masing-masing selama Ramadan, sebagai upaya mempererat kebersamaan hingga ke tingkat lingkungan terkecil. BAZNAS Kota Ambon menyambut baik inisiatif tersebut sebagai langkah strategis membangun sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan lembaga keagamaan dalam memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan.
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Safari Ramadan 1447 H di BTN Manusela, BAZNAS Kota Ambon Hadir Tebar Kepedulian
Safari Ramadan 1447 H di BTN Manusela, BAZNAS Kota Ambon Hadir Tebar Kepedulian
Ambon — Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon turut ambil bagian dalam kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah bersama Pemerintah Kota Ambon yang digelar di halaman Masjid Al-Ikhwan BTN Manusela, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Senin (2/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon menyalurkan sebanyak 40 paket sembako kepada warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperkuat peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan serta kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, hadir langsung didampingi staf BAZNAS Jihan Abbas dan jajaran staf lainnya. Kehadiran BAZNAS dalam Safari Ramadan ini merupakan wujud sinergi bersama pemerintah daerah untuk memastikan manfaat zakat dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan. “Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata kolaborasi dalam menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga dan menambah keberkahan di bulan suci,” ujar Zulkifly. Sementara itu, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan ungkapan syukur sekaligus upaya pemerintah untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat. “Kami menyambut bulan suci Ramadan 1447 H dengan penuh suka cita. Safari Ramadan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi wujud kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa momentum Ramadan menjadi ruang memperkuat kebersamaan, membangun persaudaraan, serta menjaga Kota Ambon tetap aman dan damai. Menurutnya, suasana kota yang kondusif akan mendukung kelancaran pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Ambon juga menyerahkan 100 paket sembako kepada warga BTN Manusela sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi di bulan penuh berkah. BAZNAS Kota Ambon menilai Safari Ramadan 1447 H menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai solidaritas sosial. Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu serta tumbuh kesadaran kolektif untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama.
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Perkuat Literasi dan Antisipasi Isu, BAZNAS Kota Ambon Ikuti Pengajian Nasional Bahas Isu Negatif tentang BAZNAS
Perkuat Literasi dan Antisipasi Isu, BAZNAS Kota Ambon Ikuti Pengajian Nasional Bahas Isu Negatif tentang BAZNAS
Ambon — Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon terus meningkatkan kapasitas sumber daya amil melalui partisipasi aktif dalam kegiatan nasional. Kali ini, staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengikuti kegiatan Pengajian – Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman – Sesi 08 Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring, Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia ini mengangkat tema “Menyikapi Isu Negatif Tentang BAZNAS yang Harus Diantisipasi”. Pengajian berlangsung pukul 06.00–07.30 WIB atau 08.00–09.30 WIT dan diikuti oleh jajaran amil BAZNAS dari seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube BAZNAS TV. Materi disampaikan oleh Rizaludin Kurniawan selaku Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, serta dipandu oleh M. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI. Dalam pemaparannya, Rizaludin Kurniawan menekankan pentingnya kesiapan lembaga dalam menghadapi berbagai isu negatif yang berkembang di ruang publik, terutama di era digital yang serba cepat. Transparansi, akuntabilitas, serta penguatan komunikasi publik menjadi kunci utama menjaga kepercayaan masyarakat. Sementara itu, M. Nadratuzzaman Hosen menyoroti peran transformasi digital dalam memperkuat tata kelola dan sistem informasi BAZNAS, sehingga setiap potensi misinformasi dapat diantisipasi dengan data dan narasi yang akurat. BAZNAS Kota Ambon memandang kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan kompetensi amil dalam menjaga marwah lembaga dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan zakat. Keikutsertaan dalam pengajian rutin setiap Selasa ini juga menjadi wujud komitmen untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Dengan semangat amil kompeten, BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus menghadirkan pengelolaan zakat yang amanah, transparan, dan berdampak bagi kesejahteraan umat, khususnya di Kota Ambon.
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
SIARAN PERS BAZNAS Kota Ambon Tentang Penetapan Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 (Standar Emas 14 Karat)
SIARAN PERS BAZNAS Kota Ambon Tentang Penetapan Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 (Standar Emas 14 Karat)
Ambon, 1 Maret 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menyampaikan penjelasan resmi terkait dalil, landasan hukum, serta pertimbangan fikih dan sosiologis dalam penetapan Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 yang mengacu pada standar 85 gram emas 14 karat. Kebijakan ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keseimbangan antara kepentingan muzaki (pembayar zakat) dan mustahik (penerima zakat), sekaligus memastikan fungsi zakat sebagai instrumen jaring pengaman sosial tetap berjalan optimal dan berkeadilan. 1. Landasan Regulasi Penetapan nisab zakat pendapatan dan jasa mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019. Regulasi tersebut menegaskan bahwa nisab zakat pendapatan dan jasa disetarakan dengan 85 gram emas, serta ditunaikan saat penghasilan diterima tanpa menunggu haul (satu tahun kepemilikan). Namun demikian, regulasi tersebut tidak secara eksplisit merinci kadar kemurnian emas (karatase) yang dijadikan acuan. Ketiadaan spesifikasi ini membuka ruang ijtihad dalam konteks fikih kontemporer, khususnya karena objek zakat saat ini mayoritas berupa uang (fiat money) yang tidak lagi berbasis emas fisik secara langsung. 2. Landasan Fikih a. Integrasi Pandangan Mazhab BAZNAS Kota Ambon mempertimbangkan khazanah fikih klasik sebagai berikut: Mazhab Syafi’i dan Hanbali: Mengedepankan prinsip kehati-hatian (ihtiyat) dengan menjadikan emas murni (24 karat) sebagai standar. Mazhab Maliki: Menekankan aspek keberlakuan pasar (rawaj). Emas yang beredar luas dan diterima masyarakat tetap sah sebagai dasar nisab. Mazhab Hanafi: Menggunakan kaidah al-hukm lil ghalib (hukum mengikuti unsur dominan). Apabila kandungan emas ≥50%, maka dihukumi sebagai emas secara utuh. Emas 14 karat memiliki kandungan emas murni sekitar 58%–62%, sehingga secara fikih memenuhi kriteria mazhab Hanafi dan Maliki. b. Pendapat Ulama Kontemporer Sejumlah ulama kontemporer juga menjadi rujukan, di antaranya: Wahbah az-Zuhaili dalam Al-Fiqh al-Isl?m? wa Adillatuhu menegaskan bahwa logam campuran dihukumi sesuai unsur dominannya. Fatwa Dar Al-Ifta Mesir yang dipimpin oleh Shawqi Allam, menggunakan standar emas 21 karat demi menjaga keseimbangan antara muzaki dan mustahik. Sulaiman Ar-Ruhaili, pengajar di Masjid Nabawi, menekankan prinsip yang paling berpihak kepada fakir miskin (ahabbu lil fuqar?’). Saad Al-Khathlan, anggota Kibar Ulama Saudi Arabia, menguatkan pendapat penggunaan standar yang lebih rendah demi memperluas manfaat zakat. Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa dalam konteks barang dagangan dan konversi mata uang, pertimbangan kemaslahatan fakir miskin sangat relevan. 3. Landasan Sosiologis dan Ekonomi a. Realitas Harga Emas 2025–2026 Sepanjang 2025, harga emas global mengalami kenaikan signifikan hingga ±127% dibanding awal 2024. Kenaikan ini tidak sepenuhnya sejalan dengan pertumbuhan pendapatan nasional maupun inflasi. Apabila nisab tetap menggunakan emas 24 karat, potensi penyempitan basis muzaki dapat mencapai ±45%, yang berisiko terhadap keberlangsungan distribusi zakat bagi sekitar 23,36 juta penduduk miskin di Indonesia. b. Standar Kecukupan Nasional Penetapan nisab juga mempertimbangkan: Garis kemiskinan BPS (September 2025): Rp641.443 per kapita. Standar had kifayah: ±Rp979.989 per kapita/bulan. PTKP: Rp4,5 juta/bulan. UMP tertinggi (DKI Jakarta 2026): Rp5,73 juta/bulan. Dengan rata-rata pendapatan nasional ±Rp6,9 juta per bulan, penetapan nisab Rp7,6 juta per bulan dinilai relevan dan proporsional. 4. Penetapan Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa 2026 Melalui Sidang Musyawarah Nasional pada 20 Februari 2026 yang dihadiri pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI), unsur Kementerian Agama RI, ulama, Dewan Pengawas Syariah LAZ, serta perwakilan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota, diputuskan untuk merajihkan pandangan Mazhab Hanafi. Ketetapan Resmi: Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 ditetapkan sebesar: Rp7.600.000 per bulan, atau Rp92.000.000 per tahun, yang disetarakan dengan nilai 85 gram emas 14 karat. Nilai ini naik ±7% dibanding tahun sebelumnya dan dinilai proporsional dengan pertumbuhan upah minimum nasional. 5. Praktik Negara Muslim Secara global, standar nisab bersifat ijtih?diyyah dan kontekstual: India, Pakistan, dan Maroko menggunakan standar perak (lebih inklusif). Mesir dan Brunei Darussalam menggunakan emas 21 karat. Singapura, Kuwait, dan Qatar menggunakan emas 24 karat. Keberagaman ini menunjukkan fleksibilitas syariah dalam menyesuaikan kebijakan zakat dengan realitas ekonomi masing-masing negara. 6. Penegasan dan Harapan BAZNAS Kota Ambon menegaskan bahwa: Penetapan emas 14 karat sah secara fikih berdasarkan kaidah al-hukm lil ghalib. Kebijakan ini tetap berada dalam koridor PMA No. 31 Tahun 2019. Prinsip yang digunakan adalah ahabbu lil fuqar?’ — lebih berpihak kepada kemaslahatan fakir miskin. Nilai nisab Rp7,6 juta per bulan dinilai lebih mencerminkan daya beli dan standar kecukupan riil masyarakat Indonesia saat ini. Dengan kebijakan ini, diharapkan partisipasi muzaki tetap luas dan fungsi zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dapat berjalan secara inklusif, adil, dan berkelanjutan.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
SIARAN PERS Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon Tentang: Kajian Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026
SIARAN PERS Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon Tentang: Kajian Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026
Ambon, Maret 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menyampaikan hasil Kajian Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen penguatan tata kelola zakat yang adil, kontekstual, dan berpihak pada kemaslahatan umat. Zakat sebagai Pilar Filantropi Islam Zakat merupakan rukun Islam ketiga yang memiliki dimensi teologis, sosial, dan ekonomi yang sangat fundamental. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah menetapkan delapan golongan penerima zakat sebagaimana termaktub dalam Surah At-Taubah ayat 60 dan ayat 103. Dalam konteks kekinian, zakat tidak hanya dipahami sebagai ibadah mahdhah, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan sosial yang berperan dalam distribusi kekayaan dan pengurangan ketimpangan. Dengan jumlah penduduk muslim Indonesia yang diproyeksikan melampaui 220 juta jiwa pada 2026, potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp327 triliun per tahun. Potensi terbesar bersumber dari zakat pendapatan dan jasa, seiring transformasi ekonomi nasional dari sektor pertanian menuju sektor jasa, industri, dan profesi modern. Namun, realisasi penghimpunan zakat masih jauh di bawah potensi tersebut. Hal ini menuntut adanya standardisasi dan penguatan kebijakan, khususnya dalam penetapan nisab zakat pendapatan dan jasa agar lebih responsif terhadap dinamika ekonomi masyarakat. Pokok Kajian Nisab 2026 Kajian ini disusun dengan mempertimbangkan tiga pendekatan utama: 1. Landasan Teologis dan Fikih Penetapan nisab tetap merujuk pada ketentuan 85 gram emas sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 yang diperbarui melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019. Dalam perspektif fikih, penggunaan emas 14 karat dinilai sah berdasarkan logika dominasi unsur (al-hukm lil ghalib) dalam Mazhab Hanafi, karena kandungan emasnya di atas 50%, sehingga tetap dikategorikan sebagai dzahab (emas). 2. Analisis Ekonomi 2025–2026 Lonjakan harga emas 24 karat sepanjang 2025 menunjukkan disparitas signifikan jika tetap dijadikan satu-satunya standar. Bila menggunakan standar emas murni, nisab bisa mencapai Rp12–15 juta per bulan, jauh di atas rata-rata pendapatan masyarakat Indonesia yang berada di kisaran Rp6,9 juta per bulan. Hal ini berpotensi mempersempit basis muzaki dan melemahkan fungsi zakat sebagai jaring pengaman sosial. 3. Pendekatan Maqashid Syariah Penetapan nisab harus menjaga keseimbangan antara kepentingan muzaki dan mustahik. Prinsip keadilan menuntut agar kewajiban zakat tidak membebani kelas menengah, namun tetap menjamin perlindungan bagi fakir miskin. Tabel Proyeksi Nisab 2026 (Ringkasan) Berdasarkan harga rata-rata periode haul 2025, diperoleh proyeksi sebagai berikut: Emas 24 karat: ±Rp12,8 juta/bulan Emas 21 karat: ±Rp11,2 juta/bulan Emas 16 karat: ±Rp9 juta/bulan Emas 14 karat: ±Rp7,64 juta/bulan Perak: ±Rp2,4 juta/bulan Beras medium: ±Rp7,62 juta/bulan Dari berbagai opsi tersebut, standar emas 14 karat dinilai paling moderat, proporsional, dan mencerminkan kebutuhan hidup riil masyarakat Indonesia. Kesimpulan BAZNAS Kota Ambon BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa: Standar emas 14 karat merupakan titik temu moderat antara pendekatan fikih klasik dan realitas ekonomi kontemporer. Secara substansi hukum tetap sah sebagai emas (dzahab). Lebih mencerminkan rasa keadilan bagi negara berkembang dengan pendapatan rata-rata Rp6,9 juta per bulan. Menjaga keberlanjutan fungsi zakat sebagai instrumen perlindungan sosial. Untuk jangka panjang, kajian ini juga merekomendasikan penguatan regulasi pada tingkat Peraturan Menteri Agama agar tidak terkunci pada satu standar tunggal, melainkan membuka opsi emas, perak, maupun hasil pertanian (zira’ah). Standar berbasis kebutuhan pokok dinilai lebih stabil dan relevan dengan karakter Indonesia sebagai negara agraris. Selain itu, apabila ke depan opsi nisab perak dipertimbangkan, perlu disertai instrumen Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ) yang mengacu pada UMR/UMK, guna menjaga keadilan bagi muzaki. BAZNAS Kota Ambon menegaskan bahwa zakat adalah instrumen strategis untuk membangun solidaritas sosial, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan keadilan ekonomi. Penetapan nisab 2026 diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara hak mustahik dan kemampuan muzaki, demi terwujudnya kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
BERITA01/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
KH. Achmad Sudrajat Tegaskan: Zakat Bukan untuk MBG, Tapi Menolong Fakir Miskin
KH. Achmad Sudrajat Tegaskan: Zakat Bukan untuk MBG, Tapi Menolong Fakir Miskin
Kota Ambon – Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A., menegaskan pentingnya memahami hakikat zakat sebagai salah satu rukun Islam yang menjadi pondasi dalam menolong fakir miskin. Dalam pernyataannya, KH. Achmad Sudrajat menekankan bahwa zakat memiliki tujuan jelas sesuai dengan Al-Qur’an, yaitu membantu mereka yang membutuhkan. “Zakat adalah instrumen sosial yang diatur dalam Q.S. At-Taubah ayat 60. Fungsinya adalah untuk menolong fakir miskin, bukan untuk membiayai MBG atau kegiatan yang tidak sesuai syariat,” ujarnya. KH. Achmad menjelaskan bahwa kesalahan penggunaan zakat dapat merusak kepercayaan masyarakat dan menurunkan efektivitas zakat sebagai alat pengentasan kemiskinan. “Pengelolaan zakat harus transparan dan tepat sasaran. Zakat harus sampai ke tangan yang berhak menerima, bukan digunakan untuk kepentingan lain,” tambahnya. Lebih lanjut, beliau mendorong BAZNAS di seluruh daerah untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang hakikat zakat, termasuk kategori penerima zakat, tata cara pengumpulan, serta distribusi yang sesuai syariat. “Kita ingin masyarakat yakin bahwa zakat yang mereka salurkan benar-benar bermanfaat bagi sesama yang membutuhkan,” katanya. Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bagi pengelola zakat di tingkat lokal untuk senantiasa menegakkan amanah. Dengan pengelolaan yang tepat, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ritual, tetapi juga sarana efektif untuk meningkatkan kesejahteraan sosial di seluruh lapisan masyarakat. KH. Achmad juga menegaskan, “Mari kita jadikan zakat sebagai jembatan kebaikan, bukan sarana pembiayaan kegiatan yang tidak sesuai syariat. Ini bagian dari tanggung jawab kita sebagai umat Islam.” Dengan penyampaian ini, BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus mengedukasi dan memastikan setiap rupiah zakat digunakan untuk tujuan yang sejalan dengan prinsip syariah, memberdayakan fakir miskin, dan memperkuat ukhuwah sosial di masyarakat.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Prof. H. M. Nadratuzzaman Hosen Tegaskan: Zakat Bukan untuk MBG, Fokus pada Fakir Miskin
Prof. H. M. Nadratuzzaman Hosen Tegaskan: Zakat Bukan untuk MBG, Fokus pada Fakir Miskin
Kota Ambon – Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, MEc, Ph.D., menegaskan bahwa zakat yang dikelola melalui BAZNAS memiliki tujuan yang jelas dan sesuai syariat Islam serta peraturan perundang-undangan. Dalam pernyataannya, Prof. Nadratuzzaman menekankan bahwa zakat tidak diperuntukkan untuk program MBG atau kegiatan lain yang tidak sesuai ketentuan syariah. “Zakat yang terkumpul melalui BAZNAS harus disalurkan kepada fakir miskin dan enam asnaf lainnya sesuai Q.S. At-Taubah ayat 60. Setiap pengelolaan zakat dilakukan dengan pengawasan yang melekat dan ketat,” ujarnya. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam pengelolaan zakat. “Kami memastikan setiap rupiah yang dikumpulkan dari masyarakat tersalurkan secara tepat sasaran, baik untuk fakir miskin, anak yatim, muallaf, gharim, fisabilillah, atau ibnu sabil, sesuai kategori yang diatur dalam syariat dan perundang-undangan,” tambah Prof. Nadratuzzaman. Menurutnya, kesalahan dalam penyaluran zakat dapat merusak kepercayaan masyarakat dan mengurangi efektivitas zakat sebagai instrumen sosial. Oleh karena itu, BAZNAS melakukan pengawasan internal dan audit secara berkala untuk memastikan semua penyaluran sesuai prosedur yang berlaku. “Zakat adalah amanah dari masyarakat. Kami bertanggung jawab untuk memastikan zakat menjadi sarana pemberdayaan fakir miskin dan penerima lainnya, bukan untuk membiayai program yang tidak relevan seperti MBG,” tegasnya. Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh unit BAZNAS di tingkat lokal untuk selalu menegakkan prinsip syariah dalam pengelolaan zakat. Dengan tata kelola yang tepat, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ritual, tetapi juga sarana efektif meningkatkan kesejahteraan sosial, memperkuat solidaritas, dan memajukan kesejahteraan umat. Prof. Nadratuzzaman menutup pernyataannya dengan ajakan kepada masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS secara aman dan tepat sasaran. “Mari jadikan zakat sebagai jembatan kebaikan, yang memberdayakan fakir miskin dan memastikan keberkahan bagi seluruh umat,” pungkasnya.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel
Ambon, 26 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) dalam memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini merupakan implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menegaskan bahwa transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026), ia menyampaikan bahwa operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi. “BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS yang dinilai sejalan dengan aspirasi BAZNAS pusat dan daerah serta amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, khususnya Pasal 34 Ayat 1. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ke depan dimungkinkan pembentukan Dewan Pengawas di tubuh BAZNAS, sebagaimana yang telah ada pada Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini, pengawasan terhadap BAZNAS dilakukan oleh DPR, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Kantor Akuntan Publik (KAP), serta pengawasan internal. Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyatakan bahwa penguatan sistem pengawasan menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam berzakat. “Kami di BAZNAS Kota Ambon sangat mendukung penguatan sistem pengawasan berlapis ini. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Ia menambahkan bahwa prinsip 3 Aman—Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI—menjadi pedoman utama dalam pengelolaan zakat di daerah. “Dengan pengawasan yang semakin kuat dan komprehensif, kami semakin optimis pengelolaan zakat akan lebih profesional dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat,” tambahnya. Staf Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, Jihan Abbas, juga menegaskan pentingnya sistem pengawasan yang jelas dalam menjaga amanah muzaki. “Pengawasan berlapis ini memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa dana zakat yang mereka titipkan benar-benar dikelola secara profesional, diaudit, dan disalurkan tepat sasaran kepada mustahik,” ujar Jihan Abbas. Menurutnya, semakin besar peran dan skala pengelolaan zakat, maka semakin diperlukan sistem kontrol yang kuat dan terstruktur. BAZNAS Kota Ambon memastikan bahwa komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas akan terus diperkuat melalui pelaporan rutin, audit, serta koordinasi dengan BAZNAS RI dan instansi terkait. Langkah ini diharapkan mampu menjaga serta meningkatkan kepercayaan publik, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen strategis dalam mendorong kesejahteraan dan kemandirian umat, khususnya di Kota Ambon.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Ambon, 23 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon menyatakan sikap tegas dan mendukung penuh isi siaran pers yang dikeluarkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) terkait penegasan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagaimana tertuang dalam Siaran Pers Nomor: 102/HUM-BAZ/II/2026 tertanggal Senin, 23 Februari 2026, BAZNAS RI menegaskan bahwa ZIS yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan sepersen pun untuk program MBG. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta menyampaikan bahwa pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Dana ZIS, lanjutnya, hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, serta ibnu sabil. Ketentuan tersebut menjadi rambu utama dalam tata kelola zakat sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian tetap berada dalam koridor syariah. Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa BAZNAS Kota Ambon konsisten menjalankan kebijakan yang sama sebagaimana arahan BAZNAS RI. “Kami memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun di Kota Ambon disalurkan sepenuhnya kepada delapan asnaf sesuai syariat Islam. Tidak ada pengalihan dana untuk program yang tidak termasuk dalam kategori tersebut,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Ia menjelaskan bahwa secara kelembagaan dan sumber pendanaan, program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam. “Prinsip kami jelas, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Seluruh pengelolaan zakat harus sesuai ajaran agama, taat terhadap hukum yang berlaku, dan tetap dalam bingkai kepentingan bangsa,” tambahnya. Staf Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, Jihan Abbas, juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum jelas kebenarannya. BAZNAS menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik,” ujar Jihan Abbas. Ia menegaskan bahwa seluruh dana zakat yang dihimpun BAZNAS Kota Ambon difokuskan pada program pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf. BAZNAS Kota Ambon memastikan amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di Kota Ambon. Dengan komitmen tersebut, BAZNAS Kota Ambon terus memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tetap terpelihara, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Matangkan Teras Zawa dan THR Ramadhan 1447 H
BAZNAS Ambon Matangkan Teras Zawa dan THR Ramadhan 1447 H
Ambon, 26 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon menghadiri rapat koordinasi Kegiatan Teras Zawa Ramadhan 1447 H/2026 yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Kamis (26/2/2026), pukul 09.00 WIT hingga selesai. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari hasil Zoom Meeting pada 23 Februari 2026 bersama Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Badan Amil Zakat Nasional, LAZ, Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan para nazhir, yang membahas agenda nasional Teras Zawa, termasuk program Tebar Harapan Ramadhan (THR). Visi dan Tema Ramadhan 1447 H Teras Zawa tahun ini mengusung tema “Ramadhan Penuh Berkah: Pendayagunaan Zakat untuk Kemandirian Umat.” Tema tersebut menegaskan arah transformasi pengelolaan zakat dari pola karitatif menuju pemberdayaan produktif yang berkelanjutan. Filosofi logo “Joyful Ramadan Mubarak” yang membentuk siluet orang berdoa melambangkan rasa syukur, optimisme, dan kebahagiaan batin dalam menyambut Ramadhan. Rangkaian Agenda Nasional Dalam rapat dipaparkan sejumlah agenda strategis, di antaranya: Kick Off & Edukasi (23 Februari 2026) melalui Zoom bersama BAZNAS, LAZ, BWI, dan nazhir. Tadarus Zakat Wakaf (24 Februari–17 Maret 2026) yang fokus pada edukasi regulasi, perizinan, serta kolaborasi kelembagaan. Semesta Ramadan Asri (28 Februari 2026) di Masjid Negara IKN, berupa pameran produk pemberdayaan dan layanan konsultasi zakat/wakaf. Aksi Sosial & Syiar, termasuk pembagian takjil di Bundaran HI serta dialog lintas agama “Selasar Hangat Lintas Agama” di Jakarta. Tebar Harapan Ramadhan (THR), yakni kick off penyaluran paket bingkisan dan zakat fitrah secara serentak di 34 provinsi pada 11 Maret 2026. Campaign Indonesia Berzakat, ditandai dengan penyerahan zakat oleh Presiden dan pejabat negara di Istana. The “Zero-Zero” Meetup (2 April 2026) sebagai momentum Halal Bihalal dan laporan capaian kinerja Ramadhan. Selain itu, disosialisasikan pula materi strategis seperti empat tahapan pendayagunaan zakat sesuai PMA No. 16 Tahun 2025, percepatan sertifikasi tanah wakaf, mitigasi sengketa aset, serta transformasi pengelolaan zakat yang lebih produktif. Komitmen BAZNAS Kota Ambon Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, H. Achmad Salim, menegaskan kesiapan BAZNAS Kota Ambon dalam menyukseskan agenda nasional tersebut, khususnya program THR. “Rapat Teras Zawa ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pengelola zakat dan wakaf di Maluku. BAZNAS Kota Ambon siap mendukung penuh program Tebar Harapan Ramadhan agar penyaluran paket bingkisan dan zakat fitrah dapat berjalan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar H. Achmad Salim. Ia menambahkan bahwa Ramadhan harus dimanfaatkan sebagai momentum optimalisasi penghimpunan dan pendayagunaan zakat. “Kami terus mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Dengan pengelolaan yang transparan dan sinergi bersama Kemenag, LAZ, dan BWI, insyaAllah zakat tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi mampu mendorong kemandirian umat,” tambahnya. Sinergi dan Penguatan Tata Kelola Rapat juga menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam pelaporan, distribusi logistik, serta publikasi kegiatan. Setiap lembaga diminta menyiapkan data penerima manfaat serta memastikan kesiapan teknis menjelang kick off nasional 11 Maret 2026. Melalui partisipasi aktif dalam forum Teras Zawa, BAZNAS Kota Ambon menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat tata kelola zakat dan wakaf yang terintegrasi, profesional, dan berdampak luas. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan Ramadhan 1447 H menjadi momentum kebangkitan solidaritas sosial serta penguatan peran zakat dalam mewujudkan kesejahteraan umat di Kota Ambon dan Provinsi Maluku secara umum.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Ikuti Kajian “Mengasuh dengan Hati yang Tenang”
BAZNAS Ambon Ikuti Kajian “Mengasuh dengan Hati yang Tenang”
Ambon, 28 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia dengan mengikuti kegiatan pembinaan bertajuk “Mengasuh dengan Hati yang Tenang” yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang menghadirkan narasumber Siti Fathiyah ini dilaksanakan pada pukul 11.00 WIT (09.00 WIB) hingga selesai dan diikuti oleh jajaran amil serta pegawai BAZNAS dari berbagai daerah di Indonesia. Agenda ini merupakan bagian dari pembinaan ruhiyah dan penguatan nilai-nilai spiritual bagi insan BAZNAS, khususnya dalam membangun ketenangan hati dalam mendidik dan membina keluarga. Dalam pemaparannya, Ustadzah Siti Fathiyah menekankan pentingnya menghadirkan ketenangan, kesabaran, serta komunikasi yang penuh empati dalam proses pengasuhan anak. Ia juga mengingatkan bahwa peran orang tua bukan hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai teladan utama dalam pembentukan karakter dan akhlak generasi. Staf Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan seperti ini sangat relevan dan memberikan dampak positif, tidak hanya dalam kehidupan keluarga, tetapi juga dalam menjalankan tugas sebagai amil zakat. “Kegiatan Mengasuh dengan Hati yang Tenang memberikan penguatan spiritual yang sangat kami butuhkan. Sebagai amil, kami tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki ketenangan dan keseimbangan dalam kehidupan pribadi dan keluarga,” ujar Jihan Abbas. Ia menambahkan bahwa nilai-nilai yang disampaikan dalam kajian tersebut selaras dengan semangat pelayanan yang humanis dan penuh empati kepada masyarakat. “Ketika hati tenang dan keluarga harmonis, insyaAllah kinerja kita juga akan lebih optimal. Materi yang disampaikan Ustadzah sangat menyentuh dan aplikatif, terutama dalam mengelola emosi dan membangun komunikasi yang baik dengan anak,” tambahnya. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pengalaman serta tantangan dalam pengasuhan. Suasana diskusi yang hangat mencerminkan antusiasme peserta dalam memperdalam pemahaman tentang pentingnya ketenangan hati sebagai fondasi keluarga sakinah. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kualitas amil yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional. Pembinaan internal seperti ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan keluarga. Dengan mengikuti kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon berharap para amil semakin termotivasi untuk menerapkan nilai-nilai kesabaran, empati, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan visi BAZNAS dalam menghadirkan pelayanan zakat yang tidak hanya akuntabel dan transparan, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kuat. Melalui penguatan ruhiyah dan pembinaan keluarga, diharapkan insan BAZNAS mampu menjadi pribadi yang lebih tenang, bijak, dan profesional dalam mengemban amanah melayani umat.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Ikuti Rapat Teknis Pengendalian Krisis Ramadhan
BAZNAS Ambon Ikuti Rapat Teknis Pengendalian Krisis Ramadhan
Ambon, 27 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon mengikuti Rapat Teknis Protokol Penanganan dan Pengendalian Krisis Komunikasi yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (27/2/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIT (08.00 WIB) tersebut digelar sebagai respons atas berkembangnya isu-isu negatif di masyarakat yang dikhawatirkan dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik dalam menyalurkan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL), khususnya menjelang dan selama bulan suci Ramadhan. Rapat teknis ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia. Agenda utama yang dibahas adalah penyusunan dan penguatan protokol penanganan serta pengendalian krisis komunikasi guna memastikan stabilitas informasi, menjaga reputasi lembaga, serta mempertahankan kepercayaan muzaki. Dalam pemaparannya, narasumber dari BAZNAS RI menekankan pentingnya respons cepat, terukur, dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi krisis komunikasi. Setiap BAZNAS daerah diharapkan memiliki mekanisme internal yang jelas dalam memantau isu, melakukan klarifikasi, serta menyampaikan informasi yang transparan dan akurat kepada masyarakat. Staf Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam rapat teknis ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kesiapan kelembagaan menghadapi dinamika informasi di era digital. “Rapat teknis ini sangat penting bagi kami di daerah, terutama menjelang Ramadhan di mana intensitas penghimpunan zakat meningkat. Kami perlu memastikan bahwa setiap informasi yang beredar dapat disikapi secara bijak, cepat, dan profesional agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” ujar Jihan Abbas. Ia menambahkan bahwa pengendalian krisis komunikasi bukan hanya soal merespons isu, tetapi juga membangun sistem pencegahan yang kuat melalui transparansi dan akuntabilitas program. “Kami di BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus menjaga keterbukaan informasi kepada publik. Dengan adanya protokol yang jelas dari BAZNAS RI, kami memiliki panduan yang terstruktur dalam menangani potensi krisis komunikasi, sehingga pelayanan kepada muzaki dan mustahik tetap berjalan optimal,” tambahnya. Dalam diskusi interaktif, peserta juga diberikan simulasi penanganan isu, mulai dari identifikasi sumber informasi, penyusunan pernyataan resmi, hingga strategi komunikasi publik melalui berbagai kanal media. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tim di daerah dalam menghadapi tantangan komunikasi secara profesional dan terukur. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga integritas lembaga serta memperkuat tata kelola zakat yang amanah. Momentum Ramadhan yang identik dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam berzakat menjadi perhatian khusus agar tidak terganggu oleh informasi yang tidak akurat atau menyesatkan. Melalui rapat teknis ini, BAZNAS Kota Ambon menegaskan kesiapan untuk bersinergi dengan BAZNAS RI dalam menjaga stabilitas komunikasi, meningkatkan literasi publik tentang zakat, serta memastikan bahwa seluruh program penghimpunan dan pendistribusian berjalan sesuai prinsip syariah dan peraturan perundang-undangan. Dengan penguatan protokol pengendalian krisis komunikasi, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat tetap terjaga, sehingga manfaat zakat dapat terus dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di Kota Ambon.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Ikuti Konsultasi Online SIMBA Nasional 2026
BAZNAS Ambon Ikuti Konsultasi Online SIMBA Nasional 2026
Ambon, 26 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon mengikuti kegiatan Konsultasi Online Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional melalui Tim Layanan Aplikasi Nasional, Kamis (26/2/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini dimulai pukul 12.00–14.00 WIT (10.00–12.00 WIB) dan diikuti oleh operator SIMBA dari seluruh Indonesia. Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pemahaman teknis, serta optimalisasi penggunaan aplikasi SIMBA dalam mendukung tata kelola zakat yang transparan dan akuntabel. Sebelum sesi tanya jawab dimulai, peserta mendapatkan pemaparan khusus mengenai Pencatatan Transaksi Ramadhan. Materi ini dinilai sangat penting mengingat peningkatan aktivitas penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang signifikan selama bulan suci Ramadhan. Penjelasan tersebut memberikan panduan teknis terkait fitur terbaru serta tata cara pencatatan transaksi agar lebih tertib, akurat, dan sesuai standar pelaporan nasional. Staf Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu operator di daerah dalam menghadapi tantangan teknis di lapangan, khususnya menjelang Ramadhan. “Konsultasi online ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai operator SIMBA di daerah. Banyak kendala teknis yang bisa langsung dikonsultasikan dan dijawab oleh tim pusat, sehingga memudahkan kami dalam memastikan pencatatan transaksi berjalan dengan baik dan sesuai prosedur,” ujar Jihan Abbas. Ia menambahkan bahwa fitur Pencatatan Transaksi Ramadhan menjadi perhatian utama karena volume transaksi biasanya meningkat tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. “Dengan adanya penjelasan khusus tentang Pencatatan Transaksi Ramadhan, kami menjadi lebih siap dalam menginput data penghimpunan dan penyaluran secara real time. Hal ini penting agar laporan yang dihasilkan akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya. Dalam sesi konsultasi, operator dari berbagai daerah diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung terkait kendala penggunaan aplikasi, mulai dari input data muzaki dan mustahik, pengelolaan laporan keuangan, hingga sinkronisasi data. Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI memberikan respons dan solusi secara interaktif, sehingga peserta dapat langsung memahami langkah perbaikan yang diperlukan. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang pengelolaan sistem informasi. SIMBA sebagai sistem terintegrasi nasional memiliki peran strategis dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan integrasi data zakat secara nasional. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh operator SIMBA, termasuk di Kota Ambon, semakin terampil dalam mengoperasikan aplikasi serta mampu mengantisipasi lonjakan transaksi pada periode Ramadhan. Dengan sistem pencatatan yang tertib dan terstandar, pengelolaan zakat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. BAZNAS Kota Ambon menegaskan akan terus berkoordinasi dengan BAZNAS RI guna memastikan seluruh pembaruan sistem dapat diterapkan secara optimal di daerah. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang modern, berbasis digital, dan berorientasi pada pelayanan umat.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Hadiri Public Expose Inovasi Zakat Nasional 2026
BAZNAS Ambon Hadiri Public Expose Inovasi Zakat Nasional 2026
Ambon, 26 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon mengikuti kegiatan Public Expose: Inovasi dan Arah Baru Zakat yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom pada Kamis (26/2/2026). Kegiatan nasional ini merupakan tindak lanjut dari Surat Nomor B/1001/DKAP-DKPN/KETUA/KD.02.05/II/2026 tentang Koordinasi Dukungan Diseminasi Pengisian University Zakat Index (UZI). Acara yang dimulai pukul 12.00 WIT (10.00 WIB) tersebut menghadirkan jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional serta perwakilan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola zakat nasional berbasis inovasi, riset, dan penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui instrumen University Zakat Index (UZI). Public Expose ini mengangkat berbagai pembaruan kebijakan dan arah strategis pengelolaan zakat nasional. Pada sesi ketiga, secara khusus dibahas mengenai University Zakat Index (UZI), sebuah instrumen yang dirancang untuk mengukur peran dan kontribusi perguruan tinggi dalam pengelolaan dan pengembangan zakat, baik dari sisi edukasi, riset, maupun implementasi program. Staf Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah. “Kegiatan ini sangat penting bagi kami di daerah, khususnya dalam memahami arah kebijakan terbaru BAZNAS RI serta implementasi University Zakat Index. Melalui UZI, kita dapat memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi di Kota Ambon dalam membangun ekosistem zakat yang lebih terukur dan berkelanjutan,” ujar Jihan Abbas. Ia menambahkan bahwa pengisian kuesioner UZI yang dapat diakses melalui tautan resmi yang disediakan menjadi langkah awal dalam proses pemetaan dan evaluasi peran kampus dalam mendukung gerakan zakat nasional. “BAZNAS Kota Ambon siap mendukung proses diseminasi dan pengisian University Zakat Index. Kami berharap perguruan tinggi di Ambon dapat berpartisipasi aktif sehingga data yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan potensi dan kontribusi akademisi dalam pengembangan zakat,” lanjutnya. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai inovasi program, digitalisasi layanan zakat, serta strategi penguatan tata kelola berbasis indeks dan data. Diskusi interaktif juga menjadi ruang bagi BAZNAS daerah untuk menyampaikan masukan serta tantangan yang dihadapi di wilayah masing-masing. Partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam forum nasional ini sekaligus mempertegas komitmen dalam mendukung transformasi pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan adanya University Zakat Index, diharapkan lahir kolaborasi yang lebih kuat antara lembaga zakat dan institusi pendidikan tinggi guna mendorong penguatan literasi zakat serta inovasi program pemberdayaan umat. Sebagai lembaga yang mengemban amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kota Ambon, BAZNAS Kota Ambon terus berupaya beradaptasi dengan kebijakan dan inovasi terbaru di tingkat nasional. Kegiatan Public Expose ini menjadi salah satu sarana strategis untuk menyelaraskan program daerah dengan visi besar penguatan zakat Indonesia. Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti hasil Public Expose, termasuk optimalisasi pengisian dan pemanfaatan University Zakat Index sebagai instrumen pengembangan zakat berbasis kampus. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, BAZNAS Kota Ambon berharap pengelolaan zakat di daerah semakin berdampak luas, terukur, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat