Berita Terbaru
BAZNAS Kota Ambon Ikuti BAZNAS Knowledge Sharing Bahas Tata Kelola dan Dampak Zakat untuk Penguatan BAZNAS Daerah
BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing – Sesi 03 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pukul 07.30–09.00 WIB atau 09.30–11.00 WIT dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta staf BAZNAS daerah dari seluruh Indonesia.
Mengusung tema “Membaca Peta Tata Kelola dan Dampak Zakat untuk Penguatan BAZNAS Daerah”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Hidayaneu Farchatunnisa yang memberikan pemaparan terkait strategi penguatan tata kelola zakat, pengukuran dampak program zakat, serta peningkatan kapasitas kelembagaan BAZNAS daerah dalam menjawab tantangan pengelolaan zakat modern.
Kegiatan tersebut dipandu oleh Hafiza Elvira Nofitariani dan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan berbagi pengalaman antar peserta.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun mengatakan bahwa kegiatan knowledge sharing seperti ini sangat penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan BAZNAS daerah.
“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dalam memberikan pemahaman mengenai tata kelola zakat yang baik, terukur, dan berdampak langsung kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat peran BAZNAS daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada umat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa penguatan tata kelola zakat harus terus dilakukan agar pengelolaan dana umat dapat berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai prinsip syariah serta regulasi yang berlaku.
“BAZNAS Kota Ambon terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan zakat melalui penguatan SDM, digitalisasi, serta peningkatan kapasitas kelembagaan agar manfaat zakat semakin dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak wawasan baru terkait pengukuran dampak program zakat dan pengembangan tata kelola berbasis data.
“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memahami bagaimana pengelolaan zakat tidak hanya fokus pada penghimpunan dan penyaluran, tetapi juga bagaimana mengukur dampak program secara nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menilai bahwa kegiatan knowledge sharing menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan dan memperkuat koordinasi antar BAZNAS daerah di seluBAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing – Sesi 03 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pukul 07.30–09.00 WIB atau 09.30–11.00 WIT dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta staf BAZNAS daerah dari seluruh Indonesia.
Mengusung tema “Membaca Peta Tata Kelola dan Dampak Zakat untuk Penguatan BAZNAS Daerah”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Hidayaneu Farchatunnisa yang memberikan pemaparan terkait strategi penguatan tata kelola zakat, pengukuran dampak program zakat, serta peningkatan kapasitas kelembagaan BAZNAS daerah dalam menjawab tantangan pengelolaan zakat modern.
Kegiatan tersebut dipandu oleh Hafiza Elvira Nofitariani dan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan berbagi pengalaman antar peserta.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun mengatakan bahwa kegiatan knowledge sharing seperti ini sangat penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan BAZNAS daerah.
“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dalam memberikan pemahaman mengenai tata kelola zakat yang baik, terukur, dan berdampak langsung kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat peran BAZNAS daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada umat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa penguatan tata kelola zakat harus terus dilakukan agar pengelolaan dana umat dapat berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai prinsip syariah serta regulasi yang berlaku.
“BAZNAS Kota Ambon terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan zakat melalui penguatan SDM, digitalisasi, serta peningkatan kapasitas kelembagaan agar manfaat zakat semakin dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak wawasan baru terkait pengukuran dampak program zakat dan pengembangan tata kelola berbasis data.
“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memahami bagaimana pengelolaan zakat tidak hanya fokus pada penghimpunan dan penyaluran, tetapi juga bagaimana mengukur dampak program secara nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menilai bahwa kegiatan knowledge sharing menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan dan memperkuat koordinasi antar BAZNAS daerah di seluruh Indonesia.
“Melalui forum ini, kami dapat belajar dari pengalaman dan praktik baik yang diterapkan di berbagai daerah sehingga dapat menjadi referensi untuk pengembangan program dan pelayanan di BAZNAS Kota Ambon,” lanjutnya.
Dengan mengikuti kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola zakat, memperkuat dampak program pemberdayaan umat, serta menghadirkan pelayanan yang lebih inovatif dan profesional bagi masyarakat Kota Ambon.
“Melalui forum ini, kami dapat belajar dari pengalaman dan praktik baik yang diterapkan di berbagai daerah sehingga dapat menjadi referensi untuk pengembangan program dan pelayanan di BAZNAS Kota Ambon,” lanjutnya.
Dengan mengikuti kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola zakat, memperkuat dampak program pemberdayaan umat, serta menghadirkan pelayanan yang lebih inovatif dan profesional bagi masyarakat Kota Ambon.
BERITA21/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Terima Kunjungan Mahasiswa Polnam untuk Penelitian Sistem Prediksi Penerima Bantuan Berbasis Algoritma C4.5
BAZNAS Kota Ambon menerima kunjungan akademik dari mahasiswa Grevio Wouter Dappungan pada Rabu, 20 Mei 2026. Mahasiswa dari Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Informatika Politeknik Negeri Ambon tersebut melakukan kunjungan dalam rangka penelitian dan pengumpulan data untuk penyusunan tugas akhir.
Dalam penelitian tersebut, Grevio Wouter Dappungan mengangkat judul “Sistem Prediksi Kelayakan Penerima Bantuan Modal Usaha Keagamaan di Kota Ambon Menggunakan Algoritma C4.5 Terintegrasi Framework Laravel.” Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem berbasis teknologi informasi yang mampu membantu proses penilaian dan prediksi kelayakan penerima bantuan secara lebih efektif, objektif, dan terstruktur.
Kunjungan berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Ambon dan diterima langsung oleh pimpinan serta staf pengumpulan dan digitalisasi. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa melakukan diskusi, wawancara, dan pengumpulan data terkait mekanisme penyaluran bantuan modal usaha keagamaan yang selama ini dijalankan oleh BAZNAS Kota Ambon.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun menyampaikan apresiasi terhadap inovasi dan semangat mahasiswa dalam mengembangkan sistem berbasis teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan bantuan sosial dan keagamaan.
“Kami menyambut baik penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Politeknik Negeri Ambon ini. Pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pengelolaan bantuan sosial dan zakat merupakan langkah positif yang sangat relevan dengan perkembangan zaman saat ini,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa penerapan sistem digital dan teknologi berbasis data dapat membantu lembaga dalam meningkatkan efektivitas, ketepatan sasaran, serta transparansi dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.
“BAZNAS Kota Ambon terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan sistem digitalisasi dan tata kelola yang profesional. Penelitian seperti ini tentu sangat bermanfaat dan dapat menjadi referensi pengembangan sistem pelayanan ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas mengatakan bahwa kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan dunia akademik menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong inovasi pelayanan berbasis teknologi.
“Kami sangat mendukung penelitian yang menggabungkan teknologi informasi dengan sistem pelayanan sosial dan keagamaan. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat lahir inovasi yang membantu proses seleksi penerima bantuan menjadi lebih cepat, tepat, dan transparan,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS Kota Ambon terus membuka ruang bagi mahasiswa dan akademisi yang ingin melakukan penelitian maupun pengembangan sistem yang berkaitan dengan pengelolaan zakat dan pemberdayaan masyarakat.
BAZNAS Kota Ambon menerima kunjungan akademik dari mahasiswa Grevio Wouter Dappungan pada Rabu, 20 Mei 2026. Mahasiswa dari Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Informatika Politeknik Negeri Ambon tersebut melakukan kunjungan dalam rangka penelitian dan pengumpulan data untuk penyusunan tugas akhir.
Dalam penelitian tersebut, Grevio Wouter Dappungan mengangkat judul “Sistem Prediksi Kelayakan Penerima Bantuan Modal Usaha Keagamaan di Kota Ambon Menggunakan Algoritma C4.5 Terintegrasi Framework Laravel.” Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem berbasis teknologi informasi yang mampu membantu proses penilaian dan prediksi kelayakan penerima bantuan secara lebih efektif, objektif, dan terstruktur.
Kunjungan berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Ambon dan diterima langsung oleh pimpinan serta staf pengumpulan dan digitalisasi. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa melakukan diskusi, wawancara, dan pengumpulan data terkait mekanisme penyaluran bantuan modal usaha keagamaan yang selama ini dijalankan oleh BAZNAS Kota Ambon.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun menyampaikan apresiasi terhadap inovasi dan semangat mahasiswa dalam mengembangkan sistem berbasis teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan bantuan sosial dan keagamaan.
“Kami menyambut baik penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Politeknik Negeri Ambon ini. Pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pengelolaan bantuan sosial dan zakat merupakan langkah positif yang sangat relevan dengan perkembangan zaman saat ini,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa penerapan sistem digital dan teknologi berbasis data dapat membantu lembaga dalam meningkatkan efektivitas, ketepatan sasaran, serta transparansi dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.
“BAZNAS Kota Ambon terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan sistem digitalisasi dan tata kelola yang profesional. Penelitian seperti ini tentu sangat bermanfaat dan dapat menjadi referensi pengembangan sistem pelayanan ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas mengatakan bahwa kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan dunia akademik menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong inovasi pelayanan berbasis teknologi.
“Kami sangat mendukung penelitian yang menggabungkan teknologi informasi dengan sistem pelayanan sosial dan keagamaan. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat lahir inovasi yang membantu proses seleksi penerima bantuan menjadi lebih cepat, tepat, dan transparan,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS Kota Ambon terus membuka ruang bagi mahasiswa dan akademisi yang ingin melakukan penelitian maupun pengembangan sistem yang berkaitan dengan pengelolaan zakat dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kunjungan tersebut, Grevio Wouter Dappungan memperoleh berbagai data dan informasi terkait kriteria penerima bantuan modal usaha keagamaan, mekanisme verifikasi, serta sistem pendataan mustahik yang nantinya akan menjadi dasar dalam pengembangan aplikasi berbasis algoritma C4.5 menggunakan framework Laravel.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pengelola zakat dalam mendukung pengembangan teknologi yang inovatif, adaptif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan sosial keagamaan di Kota Ambon.
Melalui kunjungan tersebut, Grevio Wouter Dappungan memperoleh berbagai data dan informasi terkait kriteria penerima bantuan modal usaha keagamaan, mekanisme verifikasi, serta sistem pendataan mustahik yang nantinya akan menjadi dasar dalam pengembangan aplikasi berbasis algoritma C4.5 menggunakan framework Laravel.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pengelola zakat dalam mendukung pengembangan teknologi yang inovatif, adaptif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan sosial keagamaan di Kota Ambon.
BERITA21/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Terima Kunjungan Mahasiswi Unpatti untuk Penelitian Penerapan PSAK 109
BAZNAS Kota Ambon menerima kunjungan akademik dari mahasiswi Fitriyani Niapele, mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura pada Selasa, 19 Mei 2026. Kunjungan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Ambon dalam rangka pelaksanaan penelitian ilmiah terkait penerapan standar akuntansi zakat.
Dalam penelitian tersebut, Fitriyani Niapele mengangkat judul “Analisis Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Tentang Akuntansi Zakat Pada Badan Amil Zakat Nasional Berdasarkan PSAK No. 109 di BAZNAS Kota Ambon.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana implementasi PSAK 109 diterapkan dalam pengelolaan dan pelaporan dana zakat, infak, dan sedekah di lingkungan BAZNAS Kota Ambon.
Kedatangan mahasiswi tersebut disambut langsung oleh pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon. Dalam suasana penuh keakraban dan keterbukaan, pihak BAZNAS memberikan ruang diskusi serta data yang dibutuhkan guna mendukung kelancaran proses penelitian akademik tersebut.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa yang menjadikan BAZNAS sebagai objek penelitian ilmiah, khususnya dalam bidang akuntansi zakat dan tata kelola keuangan syariah.
“Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa yang ingin mendalami pengelolaan zakat melalui penelitian akademik. Ini menjadi bentuk sinergi yang baik antara dunia pendidikan dan lembaga pengelola zakat. BAZNAS Kota Ambon selalu terbuka terhadap kegiatan penelitian yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan tata kelola zakat yang profesional dan akuntabel,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menegaskan bahwa penerapan PSAK 109 menjadi bagian penting dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat agar dapat dipertanggungjawabkan secara baik kepada masyarakat.
“Penerapan standar akuntansi zakat bukan hanya soal administrasi keuangan, tetapi juga bentuk amanah dan tanggung jawab lembaga kepada para muzakki maupun mustahik. Karena itu, BAZNAS Kota Ambon terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelaporan sesuai standar yang berlaku,” tambahnya.
Sementara itu, staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas menjelaskan bahwa kegiatan penelitian seperti ini sangat penting dalam mendukung penguatan literasi zakat dan pengembangan sistem kelembagaan berbasis teknologi dan akuntansi modern.
“Kami mendukung penuh kegiatan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa, karena selain menjadi bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan, hal ini juga membantu memperkenalkan sistem pengelolaan zakat yang diterapkan di BAZNAS Kota Ambon kepada dunia akademik,” ungkap Jihan Abbas.
Ia menambahkan bahwa digitaBAZNAS Kota Ambon menerima kunjungan akademik dari mahasiswi Fitriyani Niapele, mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura pada Selasa, 19 Mei 2026. Kunjungan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Ambon dalam rangka pelaksanaan penelitian ilmiah terkait penerapan standar akuntansi zakat.
Dalam penelitian tersebut, Fitriyani Niapele mengangkat judul “Analisis Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Tentang Akuntansi Zakat Pada Badan Amil Zakat Nasional Berdasarkan PSAK No. 109 di BAZNAS Kota Ambon.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana implementasi PSAK 109 diterapkan dalam pengelolaan dan pelaporan dana zakat, infak, dan sedekah di lingkungan BAZNAS Kota Ambon.
Kedatangan mahasiswi tersebut disambut langsung oleh pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon. Dalam suasana penuh keakraban dan keterbukaan, pihak BAZNAS memberikan ruang diskusi serta data yang dibutuhkan guna mendukung kelancaran proses penelitian akademik tersebut.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa yang menjadikan BAZNAS sebagai objek penelitian ilmiah, khususnya dalam bidang akuntansi zakat dan tata kelola keuangan syariah.
“Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa yang ingin mendalami pengelolaan zakat melalui penelitian akademik. Ini menjadi bentuk sinergi yang baik antara dunia pendidikan dan lembaga pengelola zakat. BAZNAS Kota Ambon selalu terbuka terhadap kegiatan penelitian yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan tata kelola zakat yang profesional dan akuntabel,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menegaskan bahwa penerapan PSAK 109 menjadi bagian penting dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat agar dapat dipertanggungjawabkan secara baik kepada masyarakat.
“Penerapan standar akuntansi zakat bukan hanya soal administrasi keuangan, tetapi juga bentuk amanah dan tanggung jawab lembaga kepada para muzakki maupun mustahik. Karena itu, BAZNAS Kota Ambon terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelaporan sesuai standar yang berlaku,” tambahnya.
Sementara itu, staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas menjelaskan bahwa kegiatan penelitian seperti ini sangat penting dalam mendukung penguatan literasi zakat dan pengembangan sistem kelembagaan berbasis teknologi dan akuntansi modern.
“Kami mendukung penuh kegiatan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa, karena selain menjadi bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan, hal ini juga membantu memperkenalkan sistem pengelolaan zakat yang diterapkan di BAZNAS Kota Ambon kepada dunia akademik,” ungkap Jihan Abbas.
Ia menambahkan bahwa digitalisasi dan penerapan standar akuntansi yang baik menjadi salah satu fokus BAZNAS Kota Ambon dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.
Dalam kunjungan tersebut, Fitriyani Niapele juga melakukan wawancara dan pengumpulan data terkait sistem pencatatan keuangan, pelaporan dana zakat, serta implementasi PSAK No. 109 dalam operasional BAZNAS Kota Ambon.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan, keterbukaan informasi, serta penguatan tata kelola zakat yang transparan, profesional, dan sesuai prinsip syariah.lisasi dan penerapan standar akuntansi yang baik menjadi salah satu fokus BAZNAS Kota Ambon dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.
Dalam kunjungan tersebut, Fitriyani Niapele juga melakukan wawancara dan pengumpulan data terkait sistem pencatatan keuangan, pelaporan dana zakat, serta implementasi PSAK No. 109 dalam operasional BAZNAS Kota Ambon.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan, keterbukaan informasi, serta penguatan tata kelola zakat yang transparan, profesional, dan sesuai prinsip syariah.
BERITA21/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Gaungkan Semangat Kebangkitan Nasional 2026: “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”
Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang jatuh pada 20 Mei 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui media publikasi resmi yang menampilkan logo BAZNAS Kota Ambon dengan tema nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.”
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat persatuan, kepedulian sosial, serta komitmen bersama dalam menjaga masa depan generasi bangsa. Melalui tema tersebut, BAZNAS Kota Ambon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan perhatian serius terhadap pembinaan generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa semangat kebangkitan nasional tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai ajakan untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, pendidikan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 ini harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga tunas bangsa adalah tanggung jawab bersama. Generasi muda harus dibina dengan nilai keimanan, pendidikan, dan kepedulian sosial agar mampu menjadi generasi yang kuat dalam menjaga kedaulatan negara,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Kota Ambon terus berkomitmen menghadirkan berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan membantu menciptakan generasi yang mandiri, cerdas, dan berakhlak.
“BAZNAS tidak hanya hadir dalam pengelolaan zakat, tetapi juga hadir sebagai bagian dari gerakan membangun bangsa. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kami ingin turut mengambil bagian dalam menjaga masa depan anak-anak bangsa demi Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera,” tambahnya.
Ucapan Hari Kebangkitan Nasional yang dipublikasikan oleh BAZNAS Kota Ambon tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap semangat nasionalisme dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Ambon.
Dengan mengusung pesan “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara,” BAZNAS Kota Ambon berharap seluruh masyarakat dapat terus menjaga semangat gotong royong, memperkuat solidaritas sosial, dan bersama-sama membangun bangsa menuju masa depan yang lebih baik.
BERITA20/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ajak Masyarakat Teladani Semangat Juang Pattimura di Hari Pahlawan Maluku 2026
Ambon — Dalam rangka memperingati Hari Kapitan Pattimura yang jatuh pada 15 Mei 2026, BAZNAS Kota Ambonmenyampaikan ucapan penghormatan dan apresiasi atas perjuangan pahlawan nasional asal Maluku, Kapitan Pattimura, yang telah berjasa besar dalam perjuangan melawan penjajahan demi mempertahankan martabat dan tanah air.
Peringatan Hari Pattimura tahun ini mengusung semangat untuk terus meneladani nilai perjuangan, persatuan, keberanian, serta pengorbanan yang diwariskan oleh Kapitan Pattimura kepada generasi bangsa, khususnya masyarakat Maluku.
Adapun ucapan yang disampaikan oleh BAZNAS Kota Ambon yakni:
“Selamat Memperingati Hari Kapitan Pattimura15 Mei 1817 – 15 Mei 2026Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045.”
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa perjuangan Kapitan Pattimura harus terus menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat dalam membangun daerah dan bangsa.
“Hari Pattimura bukan hanya sekadar mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan semangat persatuan, keberanian, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai perjuangan Pattimura harus terus hidup dalam kehidupan generasi saat ini,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa semangat perjuangan Pattimura sangat relevan dengan upaya membangun kesejahteraan masyarakat dan memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kita harus meneladani semangat juang Kapitan Pattimura dengan terus bekerja, bersatu, dan saling membantu demi mewujudkan Maluku yang maju, sejahtera, dan gemilang menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Menurutnya, perjuangan para pahlawan terdahulu harus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS Kota Ambon.
Melalui momentum peringatan Hari Pattimura, BAZNAS Kota Ambon juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta bersama-sama membangun Maluku yang lebih baik di masa depan.
Semangat perjuangan Kapitan Pattimura diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai tanah air, menjaga nilai kebangsaan, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa Indonesia.
BERITA15/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Fundraising Forum 2026, Bahas Strategi Penghimpunan CSR untuk Kurban
Ambon — BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan “BAZNAS Fundraising Forum 2026 Series II” yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (15/05/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Sukses Fundraising Kurban dengan Strategi Menghimpun CSR Perusahaan” sebagai bagian dari upaya optimalisasi pengumpulan dan potensi penghimpunan kurban melalui kemitraan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Acara berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB atau pukul 09.00 hingga 11.00 WIT dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta amil BAZNAS dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Ambon.
Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi dari Budi Setiawan mengenai strategi fundraising kurban melalui pendekatan kemitraan dengan perusahaan, penguatan komunikasi penghimpunan, serta optimalisasi potensi CSR dalam mendukung program-program sosial dan kemanusiaan BAZNAS. Kegiatan ini dipandu oleh moderator Adhi Kelvianto Septa Pradana.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa kegiatan Fundraising Forum sangat penting dalam meningkatkan kapasitas pengumpulan zakat dan kurban di daerah.
“Kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru terkait strategi penghimpunan dana kurban melalui kerja sama CSR perusahaan. Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pengumpulan dan memperluas manfaat program kurban kepada masyarakat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa sinergi bersama perusahaan melalui program CSR memiliki potensi besar dalam mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan umat yang dijalankan BAZNAS.
“Kami berharap strategi-strategi yang dibagikan dalam forum ini dapat diterapkan dan dikembangkan di daerah sehingga penghimpunan kurban dan program sosial lainnya dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Sementara itu, staf pengumpulan dan digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi sarana penting dalam meningkatkan kemampuan fundraising dan memperkuat inovasi pengumpulan dana sosial keagamaan.
“Melalui forum ini kami mendapatkan pemahaman terkait strategi pendekatan kepada perusahaan, penguatan komunikasi fundraising, serta pentingnya membangun kemitraan CSR yang berkelanjutan untuk mendukung program-program BAZNAS,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menilai bahwa perkembangan pengelolaan zakat dan kurban saat ini membutuhkan inovasi serta kolaborasi yang lebih luas agar penghimpunan dana dapat terus meningkat dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber terkait tantangan serta peluang fundraising kurban di berbagai daerah.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat memperkuat strategi pengumpulan kurban dan zakat melalui berbagai inovasi serta kolaborasi dengan berbagai pihak demi meningkatkan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.
BERITA15/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Evaluasi Triwulan I 2026 Perencanaan ZIS-DSKL Nasional
Ambon — BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan Evaluasi Triwulan I Tahun 2026 Perencanaan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB atau pukul 11.00 hingga 14.00 WIT dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta amil BAZNAS dari berbagai daerah di Indonesia. Dari BAZNAS Kota Ambon, kegiatan ini diikuti langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, Wakil Ketua Bidang Penyaluran dan Pendayagunaan Hendra Abubakar, serta staf pengumpulan dan digitalisasi Jihan Abbas.
Kegiatan evaluasi tersebut dilaksanakan sesuai arahan Ketua BAZNAS RI dan program kerja Direktorat Perencanaan ZIS-DSKL Nasional dalam rangka melakukan evaluasi pelaksanaan RKAT BAZNAS daerah, penelaahan capaian kinerja perencanaan, serta identifikasi berbagai kendala dan tantangan dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara nasional.
Acara diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan oleh MC, dilanjutkan sambutan dari Pimpinan BAZNAS Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi, serta arahan dan pembukaan resmi oleh Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid.
Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan materi Evaluasi Perencanaan RKAT BAZNAS Daerah Triwulan I Tahun 2026 serta penyusunan naskah Rencana Strategis (Renstra) BAZNAS daerah oleh Direktorat Perencanaan ZIS-DSKL Nasional.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa kegiatan evaluasi tersebut sangat penting untuk memperkuat kualitas perencanaan dan pengelolaan program BAZNAS daerah.
“Kegiatan evaluasi ini menjadi bagian penting dalam melihat capaian program yang telah berjalan sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan dalam proses perencanaan dan penganggaran. Dengan evaluasi yang baik, program-program BAZNAS ke depan dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menambahkan bahwa penyusunan perencanaan yang matang sangat berpengaruh terhadap optimalisasi pengelolaan zakat dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini BAZNAS daerah semakin mampu menyusun program yang berkualitas dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat,” tambahnya.
Sementara itu, staf pengumpulan dan digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak pemahaman baru terkait penguatan dokumen perencanaan dan evaluasi program.
“Melalui evaluasi ini, kami mendapatkan banyak informasi terkait penyusunan Renstra, penguatan RKAT, serta pentingnya kelengkapan dokumen perencanaan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program di daerah,” ungkap Jihan Abbas.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman antar-BAZNAS daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan zakat.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan penyampaian hasil laporan Indeks Kualitas Perencanaan Tahun 2025, penugasan PIC perencanaan, serta sesi diskusi dan tanya jawab bersama seluruh peserta.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon berharap mampu meningkatkan kualitas perencanaan, pengelolaan program, dan tata kelola zakat yang lebih profesional, transparan, serta berdampak nyata bagi masyarakat.
BERITA15/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Diskusi Tindak Lanjut Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA Tahun 2026
Ambon — BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan diskusi tindak lanjut Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis KUA Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI melalui Zoom Meeting pada Senin (11/05/2026).
Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 13.30 WIB atau pukul 15.30 WIT dan diikuti oleh jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, BAZNAS, serta LAZ dari berbagai daerah di Indonesia.
Diskusi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA Tahun 2026 sesuai Kepdirjen Bimas Islam Nomor 248 Tahun 2026 dan Pengumuman Nomor B-247/Dj.III.IV/HM.00/05/2026.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan sejumlah tahapan penting program, mulai dari pengusulan titik KUA hingga pelaporan dan evaluasi yang dijadwalkan berlangsung sampai Desember 2026. Program ini bertujuan memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan LAZ di berbagai daerah.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi umat yang digagas pemerintah.
“Kegiatan ini sangat penting karena memberikan pemahaman terkait tahapan pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA Tahun 2026, sekaligus memperkuat koordinasi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan LAZ dalam mendukung pemberdayaan masyarakat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut memiliki potensi besar dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para penerima manfaat yang membutuhkan dukungan usaha dan pemberdayaan ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, staf pengumpulan dan digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa diskusi tersebut memberikan banyak informasi penting terkait mekanisme pelaksanaan program dan kolaborasi lintas lembaga.
“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan penjelasan terkait tahapan program mulai dari pengusulan titik KUA, asesmen penerima manfaat, pelatihan business plan, hingga proses pendampingan dan evaluasi program. Ini menjadi langkah penting dalam mendukung penguatan ekonomi umat berbasis kolaborasi,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam program tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program-program produktif yang berkelanjutan.
Dalam pemaparan kegiatan, dijelaskan bahwa tahapan program dimulai dari pengusulan titik KUA hingga 31 Mei 2026, penetapan titik KUA pada 8 Juni 2026, penandatanganan PKS pada 17 Juni 2026, serta asesmen dan verifikasi lapangan yang melibatkan unsur KUA, Kankemenag, BAZNAS, dan LAZ pada Juli 2026.
Selain itu, program juga mencakup pelatihan business plan, penyaluran bantuan, hingga fase inkubasi berupa pelatihan dan pendampingan kepada penerima manfaat yang akan berlangsung hingga November 2026.
Melalui partisipasi dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama dan berbagai pihak dalam menghadirkan program pemberdayaan ekonomi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
BERITA15/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Launching Kampung Cahaya Zakat untuk Gaza Palestina
Ambon — BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan Launching Kampung Cahaya Zakat BAZNAS di Gaza, Palestina, yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring pada Senin (11/05/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penyampaian perkembangan penyaluran bantuan program “Membasuh Luka Palestina” kepada para donatur yang telah menitipkan bantuan melalui BAZNAS Provinsi maupun BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
Launching Kampung Cahaya Zakat dilaksanakan di Kamp Pengungsian Deir Al Balah, Gaza, Palestina, dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta amil BAZNAS dari berbagai daerah, termasuk BAZNAS Kota Ambon. Acara dimulai pada pukul 14.00 WIB atau pukul 16.00 WIT hingga selesai.
Program Kampung Cahaya Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian dan bantuan kemanusiaan yang diberikan BAZNAS bagi masyarakat Palestina yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan dan solidaritas terhadap perjuangan serta kondisi masyarakat Palestina.
“Kegiatan launching ini menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung perkembangan penyaluran bantuan kemanusiaan yang telah dipercayakan masyarakat melalui BAZNAS. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa dukungan masyarakat Indonesia, termasuk warga Kota Ambon, menunjukkan besarnya rasa kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan para donatur yang telah mempercayakan bantuan kemanusiaan melalui BAZNAS. Semoga bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat besar bagi masyarakat Palestina,” tambahnya.
Sementara itu, staf pengumpulan dan digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa program Kampung Cahaya Zakat merupakan bentuk nyata kepedulian dan komitmen BAZNAS dalam mendukung kemanusiaan global.
“Melalui launching ini, kita dapat melihat bagaimana bantuan masyarakat Indonesia benar-benar disalurkan untuk membantu warga Palestina, khususnya di kamp pengungsian Gaza. Ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki dampak besar dalam membantu sesama,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan semangat solidaritas masyarakat untuk terus mendukung program-program kemanusiaan yang dijalankan BAZNAS.
Acara launching berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti secara antusias oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan perkembangan bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan kepada masyarakat Palestina melalui berbagai program BAZNAS.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program kemanusiaan internasional serta mengajak masyarakat untuk terus menebarkan kepedulian kepada sesama, khususnya bagi masyarakat Palestina yang tengah menghadapi situasi sulit.
BERITA15/05/2026 | Humas BAZNAS Kota AmbonBAZNAS Kota Ambon Ikuti Launching Kampung Cahaya Zakat untuk Gaza Palestina
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Nasional, Bahas Strategi Penguatan Kemendagri untuk BAZNAS Daerah
Ambon — BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan “BAZNAS Knowledge Sharing | Sesi 02 – 2026” yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (12/05/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Strategi Penguatan Kemendagri untuk BAZNAS Daerah” tersebut menghadirkan narasumber A. Fatoni dan dipandu oleh Hafiza Elvira N., MNLM selaku host. Acara berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WIB atau pukul 09.30 hingga 11.00 WIT dan diikuti oleh pimpinan serta amil BAZNAS dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan Knowledge Sharing ini menjadi wadah berbagi ilmu, pengalaman, dan strategi dalam memperkuat kelembagaan BAZNAS daerah, khususnya dalam membangun sinergi bersama pemerintah daerah melalui dukungan Kementerian Dalam Negeri.
Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta peningkatan profesionalisme pengelolaan zakat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas pelayanan zakat di daerah.
“Kegiatan Knowledge Sharing seperti ini sangat penting karena memberikan tambahan wawasan, pengetahuan, dan strategi baru dalam memperkuat kelembagaan BAZNAS daerah, khususnya dalam membangun sinergi bersama pemerintah daerah demi optimalisasi pengelolaan zakat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa perkembangan pengelolaan zakat saat ini membutuhkan penguatan koordinasi, tata kelola yang baik, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar program-program BAZNAS semakin efektif dan tepat sasaran.
“Kami berharap materi yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat menjadi referensi dan bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan, pengumpulan, pendistribusian, dan pemberdayaan zakat di Kota Ambon,” tambahnya.
Sementara itu, staf pengumpulan dan digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman penting mengenai transformasi digital dan penguatan tata kelola lembaga zakat di era modern.
“Knowledge Sharing ini sangat bermanfaat karena memberikan banyak ilmu baru terkait penguatan kelembagaan, tata kelola, serta pentingnya inovasi dan digitalisasi dalam mendukung pelayanan BAZNAS kepada masyarakat,” ungkap Jihan Abbas.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana positif untuk memperluas wawasan dan mempererat komunikasi antar-BAZNAS daerah dalam berbagi pengalaman serta solusi terhadap tantangan pengelolaan zakat di masing-masing wilayah.
Acara berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain pemaparan materi, peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait strategi penguatan kelembagaan dan sinergi dengan pemerintah daerah.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA15/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Tebar Kepedulian, 50 Paket Sembako Disalurkan untuk Mustahik di Batu Merah Kepala Air
Ambon — BAZNAS Kota Ambon kembali melaksanakan kegiatan sosial kemanusiaan dengan menyalurkan 50 paket sembako kepada para mustahik di wilayah kerja UPZ Nurul Iman Batu Merah Kepala Air, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Ambon dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui pendistribusian zakat, infak, dan sedekah kepada warga yang berhak menerima manfaat. Penyaluran bantuan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.
Adapun paket sembako yang dibagikan berisi kebutuhan pokok sehari-hari, di antaranya beras, minyak goreng, tepung terigu, dan susu kental manis. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan para mustahik serta meringankan beban ekonomi masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Alhamdulillah, hari ini BAZNAS Kota Ambon kembali menyalurkan 50 paket sembako kepada para mustahik di wilayah kerja UPZ Nurul Iman Batu Merah Kepala Air. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan memberikan manfaat bagi para penerima,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Ambon akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
“Kami berkomitmen untuk terus menyalurkan amanah zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Sinergi bersama UPZ di berbagai wilayah menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua UPZ Nurul Iman, Rina, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kota Ambon atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Ambon atas bantuan paket sembako yang diberikan kepada para mustahik di wilayah kerja kami. Bantuan ini sangat membantu masyarakat dan menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi mereka,” ungkap Ibu Rina.
Ucapan syukur juga disampaikan oleh salah satu mustahik penerima bantuan yang mengaku sangat terbantu dengan adanya paket sembako tersebut.
“Terima kasih kepada BAZNAS Kota Ambon dan UPZ Nurul Iman atas bantuan sembako ini. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga kami sehari-hari. Semoga semua yang membantu diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah,” ujar salah satu mustahik penerima bantuan.
Menurut masyarakat, bantuan seperti ini sangat dibutuhkan, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga di tengah kondisi ekonomi yang masih cukup berat bagi sebagian warga.
Kegiatan penyaluran sembako tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas sosial dan semangat berbagi kepada sesama, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.
Melalui program-program sosial seperti ini, BAZNAS Kota Ambon berharap manfaat zakat dapat semakin dirasakan oleh masyarakat serta mampu membantu meningkatkan kesejahteraan umat di Kota Ambon.
BERITA15/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Terima Wawancara Mahasiswi UIN AM Sangadji untuk Lengkapi Skripsi Program Z-Mart
Ambon — BAZNAS Kota Ambon menerima kunjungan seorang mahasiswi dari UIN A.M. Sangadji Ambon Fakultas Ekonomi Syariah pada Senin (11/05/2026) dalam rangka wawancara guna melengkapi bahan penyusunan skripsi terkait kemanfaatan program pemberdayaan zakat melalui program Z-Mart di Kota Ambon.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pengumpulan data dan informasi untuk mendukung penyusunan tema skripsi yang membahas sejauh mana manfaat program zakat produktif mampu membantu peningkatan ekonomi masyarakat penerima manfaat di Kota Ambon.
Dalam kesempatan itu, pihak BAZNAS Kota Ambon menerima mahasiswi tersebut dengan baik dan memberikan penjelasan umum mengenai program Z-Mart yang selama ini dijalankan sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan penelitian mahasiswa yang berkaitan dengan pengelolaan zakat dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami menyambut baik mahasiswa yang ingin melakukan penelitian di BAZNAS Kota Ambon, khususnya terkait program-program pemberdayaan zakat. Hal ini tentu menjadi bagian dari pengembangan literasi zakat dan penguatan kajian akademik mengenai manfaat zakat bagi masyarakat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Kota Ambon hanya dapat memberikan keterangan secara singkat dan umum terkait program Z-Mart karena data yang lebih lengkap dan detail berada di tingkat BAZNAS Provinsi Maluku.
“Kami memberikan penjelasan dasar mengenai pelaksanaan program Z-Mart di Kota Ambon. Namun untuk kebutuhan data yang lebih lengkap dan komprehensif guna melengkapi isi skripsinya, mahasiswi tersebut kami arahkan untuk berkoordinasi langsung dengan BAZNAS Provinsi Maluku,” tambahnya.
Sementara itu, staf digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam meneliti program zakat produktif sangat penting dalam memberikan gambaran nyata mengenai dampak sosial dan ekonomi program yang dijalankan BAZNAS.
“Kami berharap penelitian ini dapat menjadi referensi yang baik bagi dunia akademik sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana program pemberdayaan zakat seperti Z-Mart mampu membantu mustahik untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraan mereka,” kata Jihan Abbas.
Menurutnya, sinergi antara lembaga pengelola zakat dan kalangan akademisi perlu terus dibangun agar program-program pemberdayaan dapat dikaji secara ilmiah dan dikembangkan lebih baik di masa mendatang.
Program Z-Mart sendiri merupakan salah satu program unggulan pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang bertujuan membantu pelaku usaha kecil dan mustahik agar memiliki usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Melalui program ini, penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup serta memperkuat perekonomian keluarga.
Melalui kunjungan akademik tersebut, BAZNAS Kota Ambon berharap penelitian yang dilakukan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pengelolaan zakat produktif, sekaligus menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam meningkatkan manfaat program pemberdayaan bagi masyarakat luas.
BERITA15/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Abdul Majid, Wujudkan Kemandirian Ekonomi Mustahik
AMBON — Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, BAZNAS Kota Ambonkembali menyalurkan bantuan modal usaha kepada salah satu mustahik, Abdul Majid, pada 14 April 2026. Bantuan tersebut diberikan guna membantu pengembangan usaha yang sementara dijalankan oleh Abdul Majid agar semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi BAZNAS Kota Ambon yang berfokus pada penguatan usaha kecil masyarakat kurang mampu. Dengan adanya bantuan modal usaha tersebut, diharapkan penerima manfaat dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun mengatakan bahwa bantuan modal usaha merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“BAZNAS Kota Ambon terus berupaya menghadirkan program-program produktif yang dapat membantu masyarakat untuk bangkit dan mandiri. Bantuan modal usaha kepada Abdul Majid ini diharapkan dapat menjadi motivasi agar usaha yang dijalankan semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menegaskan bahwa zakat tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program produktif yang memiliki dampak jangka panjang bagi para mustahik.
“Kami ingin zakat yang dihimpun dari para muzakki dapat benar-benar dirasakan manfaatnya secara luas. Melalui bantuan usaha seperti ini, kami berharap mustahik bisa perlahan meningkatkan taraf ekonominya dan suatu saat dapat menjadi muzakki,” tambahnya.
Abdul Majid selaku penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Ambon atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti untuk menunjang kebutuhan usahanya.
Program bantuan modal usaha ini merupakan salah satu agenda rutin BAZNAS Kota Ambon dalam mendukung pengembangan UMKM masyarakat serta memperkuat ekonomi umat di Kota Ambon. BAZNAS Kota Ambon berharap sinergi antara masyarakat dan para muzakki terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah.
BERITA13/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Siap Optimalkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa
AMBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menyatakan kesiapan dalam mendukung program nasional Kurban Berkah Berdayakan Desa yang diinisiasi BAZNAS RI. Program tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan layanan kurban di seluruh daerah agar dikelola secara mandiri, profesional, dan memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui himbauan resmi dari BAZNAS RI, setiap BAZNAS daerah diminta untuk menyiapkan layanan kurban secara mandiri di wilayah masing-masing, termasuk optimalisasi penghimpunan dana kurban, pengelolaan DAM haji, hingga pencatatan pengumpulan kurban baik on balance maupun off balance melalui aplikasi SIMBA BAZNAS.
Selain itu, BAZNAS RI juga menyiapkan pengolahan daging kurban dalam bentuk kemasan kaleng sebagai langkah strategis memperluas manfaat distribusi kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa program tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola kurban yang lebih modern, terintegrasi, dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Himbauan dari BAZNAS RI ini menjadi penguatan bagi seluruh BAZNAS daerah untuk terus meningkatkan pelayanan kurban secara profesional dan mandiri. Program Kurban Berkah Berdayakan Desa tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pemerataan manfaat kurban,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan kurban melalui lembaga resmi memberikan banyak manfaat, mulai dari penyaluran yang tepat sasaran hingga penguatan ekonomi masyarakat, khususnya peternak lokal dan masyarakat desa.
“Melalui pengelolaan yang baik, kurban dapat menjadi instrumen sosial yang sangat kuat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, BAZNAS Kota Ambon siap mendukung program nasional ini dengan pelayanan yang amanah dan transparan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, H. Achmad Salim menyampaikan bahwa optimalisasi pengumpulan kurban akan terus diperkuat melalui berbagai strategi sosialisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami terus mendorong peningkatan penghimpunan kurban agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Selain itu, keterlibatan BAZNAS daerah dalam program nasional ini juga menjadi bentuk sinergi dalam memperkuat pengelolaan kurban secara terstruktur dan terukur,” jelas H. Achmad Salim.
Ia juga menambahkan bahwa pencatatan pengumpulan kurban melalui aplikasi SIMBA BAZNAS menjadi langkah penting dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana masyarakat.
“Semua pengumpulan kurban, baik on balance maupun off balance, akan dicatat secara sistematis dalam aplikasi SIMBA BAZNAS agar proses pelaporan dan pengelolaan lebih tertib dan terpercaya,” lanjutnya.
Di sisi lain, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas menilai bahwa transformasi digital dalam pengelolaan kurban menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
“Digitalisasi membuat pengelolaan kurban menjadi lebih mudah, transparan, dan cepat. Dengan sistem yang terintegrasi, masyarakat dapat lebih percaya dan nyaman dalam menitipkan kurbannya melalui BAZNAS,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menyampaikan bahwa partisipasi daerah dalam program pengalengan daging kurban dan penghimpunan DAM haji menjadi peluang besar untuk memperluas manfaat program sosial BAZNAS.
“Program ini sangat baik karena manfaat kurban bisa dirasakan lebih luas dan lebih lama, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah,” tambahnya.
BAZNAS Kota Ambon berharap pelaksanaan program Kurban Berkah Berdayakan Desa dapat semakin memperkuat semangat berbagi, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan kurban yang profesional dan berkelanjutan.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Seri Fundraising BAZNAS Pelayanan Donatur sebagai Pilar Keberhasilan Fundraising Modern
Dalam perkembangan fundraising modern, keberhasilan penghimpunan dana tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan kampanye, luasnya jaringan, atau banyaknya kanal donasi yang dimiliki sebuah lembaga. Faktor yang semakin menentukan keberhasilan lembaga justru terletak pada kualitas pelayanan kepada donatur. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap transparansi dan profesionalitas lembaga sosial, pelayanan menjadi wajah utama yang dinilai publik dalam membangun kepercayaan.
Selama ini pembahasan mengenai fundraising sering lebih banyak menitikberatkan pada strategi komunikasi, branding, kampanye media sosial, maupun perluasan kanal penghimpunan. Semua itu memang penting. Namun keberhasilan fundraising tidak akan berkelanjutan apabila tidak diikuti dengan pelayanan donatur yang baik. Banyak donatur tidak berhenti berdonasi karena program lembaga buruk, melainkan karena pengalaman pelayanan yang tidak memuaskan, komunikasi yang lambat, hubungan yang terasa kaku, atau ketidakmampuan lembaga menjaga kedekatan dengan donatur.
Fundraising pada akhirnya bukan sekadar proses menghimpun dana, tetapi membangun hubungan jangka panjang antara lembaga dan masyarakat. Karena itu, pelayanan kepada donatur harus ditempatkan sebagai strategi inti organisasi. Lembaga yang mampu menghadirkan pelayanan yang baik akan lebih mudah membangun loyalitas dan kepercayaan publik. Sebaliknya, lembaga yang mengabaikan pelayanan perlahan akan kehilangan kedekatan emosional dengan donatur meskipun memiliki program yang baik.
Dalam konteks inilah pelayanan donatur menjadi bagian penting dari keberlanjutan fundraising modern. Pelayanan bukan hanya aktivitas administratif, melainkan bagian dari amanah, penghormatan, dan upaya membangun hubungan kemanusiaan yang sehat antara lembaga dan donatur.
Seamless Communication: Membangun Hubungan yang Cepat, Tulus, dan Personal
Salah satu kebutuhan utama pelayanan fundraising modern adalah kemampuan menghadirkan seamless communication atau komunikasi tanpa hambatan dengan donatur. Donatur saat ini hidup di era digital yang serba cepat dan mudah. Mereka terbiasa memperoleh pelayanan instan dari berbagai sektor kehidupan, mulai dari perbankan, perdagangan digital, transportasi, hingga layanan publik lainnya. Perubahan perilaku ini ikut memengaruhi harapan masyarakat terhadap lembaga sosial dan filantropi.
Karena itu, lembaga perlu menghadirkan komunikasi yang cepat, mudah diakses, personal, dan penuh penghormatan. Komunikasi tidak cukup hanya tersedia melalui berbagai kanal seperti WhatsApp, email, media sosial, telepon, website, atau chatbot. Yang paling penting adalah kualitas interaksi yang diberikan kepada donatur.
Donatur tidak ingin diperlakukan sekadar sebagai target penghimpunan atau angka statistik dalam laporan fundraising. Mereka ingin diperlakukan sebagai manusia yang dihargai dan dipercaya. Mereka ingin memperoleh respons yang cepat, jawaban yang jelas, komunikasi yang ramah, dan pendekatan yang personal. Pelayanan yang baik lahir dari ketulusan untuk melayani, bukan semata-mata mengejar target penghimpunan dana.
Dalam banyak kasus, hal-hal sederhana justru sangat menentukan pengalaman donatur. Kecepatan menjawab pesan, kesediaan membantu ketika donatur mengalami kesulitan, atau keramahan dalam komunikasi sering kali lebih bermakna dibanding kampanye besar yang menghabiskan biaya tinggi. Donatur sering kali tidak menuntut sesuatu yang rumit. Mereka hanya ingin merasa dihargai dan diperhatikan.
Karena itu, komunikasi dalam fundraising harus dibangun dengan prinsip cepat, tulus, personal, dan respectful. Hubungan yang dibangun tidak boleh terasa seperti hubungan bisnis semata, melainkan hubungan kemanusiaan yang dilandasi rasa hormat dan kepercayaan.
Pengembangan Produk dan Layanan Donatur
Pelayanan donatur tidak boleh hanya diposisikan sebagai fungsi administratif. Lembaga modern perlu memiliki unit khusus yang fokus menangani pelayanan dan pengembangan pengalaman donatur secara profesional. Tim ini tidak sekadar mengurus administrasi donasi, tetapi menjadi pusat pengembangan customer experience dan loyalitas publik.
Selama ini banyak lembaga terlalu fokus pada penghimpunan dana, sementara pengembangan pelayanan kurang mendapatkan perhatian. Padahal kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan apakah seorang donatur akan tetap loyal atau justru meninggalkan lembaga.
Karena itu, tim layanan donatur harus memiliki fungsi yang lebih strategis. Mereka tidak hanya bertugas mengirim bukti donasi atau mencatat transaksi, tetapi juga mengembangkan berbagai produk layanan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi donatur. Laporan penyaluran program, kartu ucapan, bukti donasi, rekap tahunan, reminder donasi, dashboard donatur, layanan konsultasi, hingga layanan jemput donasi merupakan bagian penting dalam membangun pengalaman pelayanan yang baik.
Lebih jauh lagi, lembaga perlu memahami customer journey atau perjalanan pengalaman donatur. Loyalitas tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi dibangun melalui pengalaman panjang sejak seseorang mengenal lembaga, tertarik pada program, melakukan donasi, menerima pelayanan, memperoleh laporan, hingga akhirnya merasa menjadi bagian dari gerakan sosial yang dijalankan lembaga.
Sayangnya, banyak lembaga hanya fokus pada proses memperoleh donasi, tetapi kurang memperhatikan pengalaman setelah transaksi dilakukan. Padahal justru pada tahap pasca-donasi itulah loyalitas mulai dibangun. Donatur ingin mengetahui bagaimana dana mereka dikelola, apa dampak yang dihasilkan, dan bagaimana lembaga memperlakukan mereka setelah donasi dilakukan.
Karena itu, setiap titik interaksi dengan donatur perlu dirancang secara serius. Kemudahan kanal donasi, kualitas komunikasi, kecepatan pelayanan, kualitas laporan, hingga pengalaman digital menjadi bagian penting dari perjalanan pengalaman donatur.
Dalam perkembangan teknologi saat ini, pengembangan pelayanan juga perlu diarahkan pada transformasi digital. Lembaga perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari sistem CRM berbasis cloud, auto receipt, e-reporting, dashboard donatur, chatbot pelayanan, hingga integrasi omnichannel communication.
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga membuka peluang besar dalam pelayanan fundraising. AI dapat digunakan untuk memahami perilaku donatur, menghadirkan komunikasi yang lebih personal, memberikan rekomendasi program yang sesuai, hingga meningkatkan kecepatan pelayanan melalui chatbot cerdas. Di sisi lain, Internet of Things (IoT) dapat membantu meningkatkan transparansi melalui monitoring distribusi bantuan dan pelaporan program secara real time.
Namun secanggih apa pun teknologi yang digunakan, pelayanan tetap harus dibangun di atas nilai penghormatan kepada manusia. Teknologi harus menjadi alat untuk memudahkan dan memperkuat hubungan dengan donatur, bukan menggantikan sentuhan kemanusiaan.
Pengolahan Data Fundraising sebagai Aset Strategis
Dalam fundraising modern, data donatur dengan semua perilakunya merupakan aset strategis yang sangat penting. Data fundraising ini bukan sekadar kumpulan nama dan nomor kontak, tetapi sumber informasi untuk memahami karakter, kebutuhan, dan perilaku donatur.
Lembaga yang mampu mengelola data dengan baik akan lebih mudah membangun komunikasi yang personal dan tepat sasaran. Pengelolaan data memungkinkan lembaga memahami preferensi program donatur, pola donasi, frekuensi kontribusi, hingga cara komunikasi yang paling efektif.
Karena itu, pengelolaan data tidak boleh dilakukan secara sederhana dan manual. Lembaga perlu membangun sistem database dan CRM yang modern, aman, dan terintegrasi. Pengelolaan data yang baik akan membantu lembaga meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat loyalitas donatur.
Sebaliknya, pengelolaan data yang buruk sering menyebabkan komunikasi yang tidak relevan, kesalahan pelayanan, hingga menurunkan kualitas hubungan dengan donatur. Dalam era digital, kemampuan mengelola data menjadi bagian penting dari profesionalitas lembaga.
Layanan Komplain sebagai Sumber Perbaikan
Salah satu aspek pelayanan yang sering diabaikan dalam fundraising adalah layanan komplain. Banyak lembaga masih memandang keluhan sebagai ancaman atau gangguan. Padahal komplain justru merupakan sumber evaluasi yang sangat penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan.
Donatur yang menyampaikan keluhan sebenarnya masih memiliki kepedulian terhadap lembaga. Mereka masih berharap lembaga memperbaiki diri. Yang lebih berbahaya justru ketika donatur kecewa dan memilih diam lalu meninggalkan lembaga tanpa pernah kembali.
Karena itu, lembaga harus membangun sistem layanan komplain yang mudah diakses, cepat ditindaklanjuti, transparan, dan tidak defensif. Donatur harus merasa bahwa keluhan mereka didengar dan dihargai. Penanganan komplain bukan sekadar menyelesaikan masalah teknis, tetapi menjaga hubungan dan kepercayaan.
Lembaga perlu memiliki standar pelayanan komplain yang jelas, mulai dari mekanisme penerimaan keluhan, target waktu respons, penanggung jawab layanan, hingga evaluasi berkala terhadap masalah yang sering muncul. Keluhan yang ditangani dengan baik justru sering kali menghasilkan loyalitas yang lebih kuat dibanding sebelumnya.
Budaya pelayanan yang sehat adalah budaya yang terbuka terhadap kritik dan menjadikan masukan publik sebagai bagian dari proses perbaikan organisasi.
Penutup: Pelayanan sebagai Ruh Fundraising
Pada akhirnya, keberhasilan fundraising modern tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar kampanye yang dilakukan atau seberapa luas jaringan penghimpunan yang dimiliki. Keberhasilan jangka panjang sangat ditentukan oleh kemampuan lembaga membangun hubungan yang sehat dan manusiawi dengan donatur.
Ada empat hal penting yang menjadi fondasi minimal pelayanan fundraising modern, yaitu seamless communication yang cepat, tulus, personal, dan penuh penghormatan; pengembangan produk dan layanan donatur yang mampu meningkatkan pengalaman pelayanan; pengelolaan data donatur yang profesional dan strategis; serta layanan komplain yang responsif dan berorientasi pada perbaikan.
Keempat hal tersebut bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan dasar dalam membangun fundraising yang berkelanjutan. Lembaga yang mampu menghadirkan pelayanan yang baik akan memperoleh kepercayaan, loyalitas, dan dukungan publik yang lebih kuat.
Fundraising pada akhirnya bukan hanya soal menghimpun dana, tetapi membangun amanah dan hubungan kemanusiaan. Dan dalam hubungan kemanusiaan itulah pelayanan menemukan makna terpentingnya.
BERITA11/05/2026 | M. Arifin Purwakananta
Rapat Pimpinan BAZNAS Kota Ambon Fokus Tingkatkan Kinerja dan Optimalisasi Pengumpulan ZIS
AMBON — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menggelar rapat internal pada Rabu, 6 Mei 2026, dalam rangka membahas pengoptimalisasian kinerja lembaga serta penguatan strategi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Rapat yang berlangsung secara khusus tersebut hanya diikuti oleh unsur pimpinan BAZNAS Kota Ambon sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan program kerja lembaga ke depan.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran pimpinan untuk melakukan pembahasan mendalam terkait capaian program, tantangan pengelolaan, serta langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan dan penghimpunan dana umat di Kota Ambon.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa rapat pimpinan merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola lembaga agar semakin profesional, transparan, dan terpercaya di tengah masyarakat.
“Rapat ini menjadi bagian dari upaya evaluasi dan penguatan internal agar seluruh program dan pelayanan BAZNAS dapat berjalan lebih maksimal. Fokus utama kami adalah bagaimana meningkatkan kinerja lembaga sekaligus mengoptimalkan pengumpulan ZIS demi kesejahteraan umat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menjelaskan bahwa optimalisasi pengumpulan ZIS menjadi salah satu prioritas penting karena dana yang dihimpun akan kembali disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan.
“Semakin optimal penghimpunan ZIS, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, diperlukan strategi yang matang, kolaborasi yang kuat, dan penguatan sistem kerja di internal lembaga,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, pimpinan juga membahas berbagai langkah penguatan koordinasi antarbidang, peningkatan efektivitas pelayanan kepada muzakki, serta inovasi dalam pendekatan penghimpunan dana umat di era digital.
Selain itu, rapat menjadi ruang diskusi untuk menyusun strategi jangka pendek dan jangka panjang dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat melalui lembaga resmi. Menurut Zulkifly, kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam membangun penghimpunan zakat yang berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa BAZNAS Kota Ambon terus hadir sebagai lembaga yang amanah, profesional, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, penguatan internal menjadi hal yang sangat penting,” lanjutnya.
Ia juga berharap seluruh program yang dijalankan BAZNAS Kota Ambon ke depan dapat semakin tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang membutuhkan bantuan dan pemberdayaan.
Melalui rapat pimpinan tersebut, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola lembaga dan meningkatkan kualitas pelayanan demi mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih optimal dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat di Kota Ambon.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Apresiasi Webinar Strategi Digital Kurban, Dorong Optimalisasi Penghimpunan di Era Modern
AMBON — Upaya penguatan penghimpunan dana kurban melalui pemanfaatan platform digital terus menjadi perhatian berbagai lembaga zakat di Indonesia. Salah satunya melalui webinar yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Barat dengan tema “Strategi Optimalisasi Penghimpunan Dana Kurban Melalui WhatsApp” yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026 melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan dan penghimpunan dana kurban secara lebih efektif, terarah, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin berkembang di tengah masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan webinar tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan lembaga zakat saat ini dalam memperkuat strategi fundraising berbasis digital.
“Webinar ini sangat positif karena memberikan wawasan dan strategi baru dalam mengoptimalkan penghimpunan dana kurban melalui platform digital yang dekat dengan masyarakat, khususnya WhatsApp. Ini menjadi langkah penting agar pelayanan dan edukasi kepada masyarakat semakin efektif,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut lembaga zakat untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam pengelolaan program kurban yang lebih modern, cepat, dan transparan.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Dengan pemanfaatan media digital yang tepat, penghimpunan dana kurban dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan kurban melalui lembaga resmi,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas menilai bahwa webinar tersebut menjadi sarana pembelajaran yang sangat penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pengelola zakat dan kurban.
“Materi yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini karena WhatsApp merupakan platform komunikasi yang paling banyak digunakan masyarakat. Strategi penghimpunan melalui media tersebut tentu sangat membantu dalam meningkatkan efektivitas pelayanan dan sosialisasi program kurban,” ungkap Jihan Abbas.
Menurutnya, pendekatan digital dalam fundraising mampu memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus mempermudah proses edukasi dan pelayanan kepada calon pekurban.
“Melalui digitalisasi, informasi program kurban bisa tersampaikan lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran. Ini juga membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berkurban melalui lembaga resmi seperti BAZNAS,” lanjutnya.
BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat kapasitas pengelola zakat di seluruh Indonesia dalam menghadapi tantangan era digital. Selain itu, inovasi dalam strategi penghimpunan dana kurban diharapkan mampu memperluas manfaat program kurban bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan webinar ini juga menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendorong pengelolaan kurban yang lebih profesional, modern, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat di Indonesia.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Fundraising Forum 2026 Jadi Momentum Penguatan Makna Kurban untuk Indonesia
AMBON — Pelaksanaan BAZNAS Fundraising Forum 2026 dengan tema “Kurban Experience: Memberi Makna Lebih untuk Indonesia” mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026 secara virtual melalui Zoom Meeting ini dinilai menjadi wadah strategis untuk memperkuat semangat kolaborasi, edukasi, dan optimalisasi program kurban bagi masyarakat Indonesia.
Forum tersebut diharapkan mampu menghadirkan berbagai gagasan dan inovasi dalam pengelolaan program kurban yang tidak hanya berorientasi pada ibadah semata, tetapi juga memberikan dampak sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang lebih luas bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah positif dalam memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya kurban sebagai instrumen pemberdayaan umat.
“Tema yang diangkat sangat relevan karena kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Forum ini menjadi ruang yang baik untuk memperkuat edukasi dan kolaborasi dalam pengelolaan kurban di Indonesia,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan program kurban yang amanah, profesional, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang masih minim akses pangan bergizi.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa kurban memiliki nilai sosial yang sangat besar. Distribusi hewan kurban yang tepat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempererat solidaritas antar sesama,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas menilai bahwa forum fundraising tersebut juga menjadi momentum penting dalam memperkuat strategi digitalisasi dan penguatan layanan kurban di era modern.
“BAZNAS Fundraising Forum ini sangat bermanfaat karena menghadirkan berbagai perspektif dan pengalaman mengenai pengelolaan kurban yang lebih inovatif dan berdampak luas. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Jihan Abbas.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan program kurban menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan layanan bagi para pekurban.
“Digitalisasi membuat proses pelayanan semakin mudah, cepat, dan transparan. Dengan sistem yang baik, masyarakat akan semakin percaya untuk menyalurkan kurbannya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS,” lanjutnya.
BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan tersebut dapat memberikan inspirasi dan penguatan kapasitas bagi seluruh pengelola zakat dan kurban di Indonesia agar terus menghadirkan program-program yang inovatif, berdaya guna, dan memberikan manfaat nyata bagi umat.
Forum ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat sinergi antar lembaga dan masyarakat dalam membangun semangat berbagi serta kepedulian sosial melalui ibadah kurban yang lebih bermakna untuk Indonesia.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Seminar Ketahanan Pangan Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi, BAZNAS Ambon Apresiasi Materi Dr. Prayudi Syamsuri
AMBON — Seminar yang menghadirkan Staf Ahli Menko Pangan Bidang Manajemen dan Konektivitas pada Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dr. Prayudi Syamsuri berlangsung penuh antusias dan mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Prayudi Syamsuri, SP, M.Si menyampaikan berbagai materi strategis terkait ketahanan pangan, penguatan konektivitas antar sektor, hingga pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pangan nasional yang berkelanjutan.
Materi yang disampaikan dinilai memberikan wawasan baru mengenai tantangan serta peluang pengelolaan pangan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi dinamika ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Menanggapi kegiatan seminar tersebut, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbasmenyampaikan apresiasi atas materi yang dipaparkan oleh Dr. Prayudi Syamsuri. Menurutnya, seminar ini menjadi ruang edukasi yang sangat penting bagi berbagai lembaga, termasuk BAZNAS, dalam memahami isu ketahanan pangan secara lebih komprehensif.
“Materi yang disampaikan oleh Bapak Dr. Prayudi Syamsuri sangat membuka wawasan dan memberikan pemahaman baru tentang pentingnya konektivitas serta sinergi dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ini menjadi hal yang sangat relevan dengan program-program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS,” ujar Jihan Abbas.
Ia menjelaskan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat tidak hanya fokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga terus mendorong program-program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, termasuk di bidang ekonomi dan ketahanan pangan.
“BAZNAS memiliki komitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program produktif. Karena itu, seminar seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkuat perspektif dan strategi kami dalam menjalankan program pemberdayaan umat,” tambahnya.
Jihan juga berharap agar kegiatan seminar dan diskusi strategis semacam ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, lembaga sosial, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pangan di masa depan.
Menurutnya, penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak agar kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat secara merata.
Kegiatan seminar tersebut berlangsung dengan suasana interaktif dan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, akademisi, serta lembaga terkait yang turut berdiskusi mengenai strategi pembangunan pangan dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Fasilitasi Pembayaran DAM Hadyu Jamaah Haji di Tanah Air, Permudah Ibadah dan Tebar Manfaat untuk Umat
AMBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menghadirkan kemudahan layanan bagi masyarakat, khususnya bagi petugas dan jamaah haji yang akan menunaikan pembayaran DAM Hadyu di tanah air. Melalui dukungan dan izin dari Kementerian Haji dan Umrah RI, BAZNAS resmi memfasilitasi pembayaran DAM sesuai Surat Edaran Kementerian Haji Nomor S-50/BN/2026 tentang Pilihan Jenis Haji dan Pelaksanaan Pembayaran DAM.
Program ini menjadi salah satu langkah nyata BAZNAS dalam membantu jamaah menjalankan kewajiban ibadah secara aman, mudah, dan sesuai ketentuan syariah, sekaligus menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di Indonesia.
Dalam skema yang disediakan, jamaah diberikan beberapa pilihan hewan DAM sesuai kebutuhan, yakni Hewan Standar dengan bobot 21–26 kilogram senilai Rp2.450.000, Hewan Medium dengan bobot 27–29 kilogram senilai Rp2.900.000, dan Hewan Premium berbobot 30–33 kilogram seharga Rp3.100.000.
Pembayaran DAM dapat dilakukan melalui rekening resmi BAZNAS di Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 500.511.5180 atas nama Badan Amil Zakat Nasional. Setelah melakukan pembayaran, jamaah diwajibkan melakukan konfirmasi melalui layanan resmi BAZNAS di nomor 0811 8882 1818 untuk proses pencatatan dan penerbitan bukti pembayaran DAM.
Selain melalui transfer, jamaah juga diberikan keleluasaan untuk menunaikan DAM secara langsung, kemudian melakukan konfirmasi kepada layanan BAZNAS agar data pembayaran dapat diverifikasi dan didokumentasikan secara resmi.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi jamaah haji, tetapi juga membawa dampak sosial yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui pelaksanaan DAM Hadyu di tanah air, manfaatnya sangat besar karena daging hasil pemotongan nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus membantu pemenuhan gizi masyarakat,” ujar Jihan Abbas.
Ia juga menambahkan bahwa program ini turut memberikan dampak positif bagi sektor peternakan lokal dan ekonomi masyarakat.
“Selain membantu jamaah dalam proses ibadah, pelaksanaan DAM di Indonesia juga mendukung para peternak hewan lokal sehingga terjadi perputaran ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.
BAZNAS berharap layanan pembayaran DAM Hadyu di tanah air dapat menjadi solusi praktis dan terpercaya bagi para jamaah haji Indonesia. Dengan sistem yang transparan dan terintegrasi, jamaah diharapkan merasa lebih nyaman dan tenang dalam menunaikan kewajiban ibadahnya.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen BAZNAS dalam menghadirkan layanan keagamaan yang profesional, amanah, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.
Lihat Daftar Rekening →