WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Ambon dan MT Alfisyahrin Bersinergi Layani Mustahik Lewat Pengobatan Gratis dan Bantuan Paket Sembako

AMBON — Upaya menghadirkan kepedulian dan pelayanan langsung kepada masyarakat terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon. Bersama Majelis Taklim (MT) Alfisyahrin Negeri Batu Merah, BAZNAS Kota Ambon menggelar kegiatan sosial berupa pengobatan gratis dan pemberian santunan paket sembako kepada mustahik, Kamis, 3 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara BAZNAS Kota Ambon dan unsur masyarakat dalam memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan. Pengobatan gratis diberikan sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan, sementara santunan paket sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok para mustahik.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Ketua I H. Achmad Salim, Wakil Ketua II Hendra Abubakar, dan Wakil Ketua IV Hj. Rabea Kiat. Turut mendukung kegiatan tersebut sejumlah staf BAZNAS Kota Ambon, yaitu Jihan Abbas, Ayu, dan Ahmad Wijaya.

Kehadiran jajaran pimpinan dan staf BAZNAS menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa kegiatan pengobatan gratis dan penyaluran bantuan sembako merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, khususnya para mustahik.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan pangan, tetapi juga kesehatan. Karena itu, program sosial yang menggabungkan pelayanan kesehatan dan bantuan kebutuhan pokok dinilai memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat penerima.

“BAZNAS Kota Ambon ingin terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya melalui bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga dengan memberikan perhatian terhadap kesehatan. Karena kesehatan dan kebutuhan pangan merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat,” ujar Fakaubun.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dapat memperluas manfaat program BAZNAS. Menurutnya, MT Alfisyahrin memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi dan kepedulian terhadap masyarakat di lingkungan Negeri Batu Merah.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada MT Alfisyahrin Negeri Batu Merah yang telah berkolaborasi bersama BAZNAS Kota Ambon. Ketika lembaga zakat dan masyarakat bergerak bersama, insyaallah manfaat yang diberikan akan semakin luas dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Pengobatan gratis yang dilaksanakan dalam kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka tanpa harus memikirkan biaya pelayanan. Bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, fasilitas seperti ini dinilai sangat berarti karena dapat membantu mereka memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan lebih awal.

Sementara itu, bantuan berupa paket sembako diberikan kepada mustahik sebagai bentuk santunan sekaligus dukungan terhadap kebutuhan rumah tangga. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran keluarga penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Fakaubun menegaskan bahwa setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS merupakan amanah dari masyarakat. Oleh sebab itu, pengelolaan dan pendistribusiannya dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.

“Dana yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS adalah amanah. Tugas kami adalah mengelolanya dengan sebaik-baiknya dan menyalurkannya kepada mereka yang berhak menerima, sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial semacam ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah dalam membantu sesama. Menurutnya, semangat berbagi tidak hanya membangun kepedulian sosial, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Semangat untuk saling membantu harus terus tumbuh. Zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan baik bisa menjadi kekuatan untuk membantu masyarakat dalam berbagai kondisi,” kata Fakaubun.

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kota Ambon terus berupaya memastikan program yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini penting agar bantuan yang diberikan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan penerima manfaat.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Raja Negeri Batu Merah tersebut juga memperlihatkan dukungan dari pemerintah negeri terhadap berbagai bentuk pelayanan sosial yang diberikan kepada masyarakat. Kehadiran Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, sebagai tuan rumah turut memperkuat suasana kebersamaan antara BAZNAS, MT Alfisyahrin, dan masyarakat setempat.

Bagi BAZNAS Kota Ambon, keterlibatan masyarakat dalam setiap program sosial merupakan modal penting untuk menciptakan gerakan kepedulian yang lebih kuat. Kolaborasi dengan majelis taklim, komunitas, pemerintah negeri, serta berbagai unsur masyarakat lainnya dinilai mampu memperluas jangkauan penerima manfaat.

Fakaubun berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat langsung sekaligus menjadi penyemangat bagi para mustahik agar tetap optimistis dalam menjalani kehidupan.

“Kami berharap para mustahik yang menerima layanan dan bantuan hari ini dapat merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ada kepedulian dari BAZNAS, MT Alfisyahrin, dan masyarakat yang ingin bersama-sama membantu dan meringankan beban mereka,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk terus menunaikan zakat dan memperbanyak infak serta sedekah melalui lembaga yang amanah. Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, BAZNAS akan memiliki ruang yang lebih besar untuk menjalankan berbagai program sosial, kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.

“Mari kita terus menjaga semangat berbagi. Semakin besar kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah, semakin besar pula manfaat yang bisa kita berikan kepada para mustahik,” ajaknya.

Kegiatan pengobatan gratis dan santunan paket sembako tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana zakat dapat dihadirkan dalam bentuk pelayanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh perhatian dalam aspek kesehatan.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mengoptimalkan amanah dana umat melalui program-program yang memberikan manfaat nyata.

Sinergi bersama MT Alfisyahrin Negeri Batu Merah diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan sosial berikutnya. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, keberadaan BAZNAS diharapkan semakin dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan.

Pada akhirnya, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar pengobatan gratis dan penyaluran sembako, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan. BAZNAS Kota Ambon dan MT Alfisyahrin Negeri Batu Merah menunjukkan bahwa kebersamaan dapat menjadi kekuatan dalam membantu masyarakat sekaligus mewujudkan nilai-nilai zakat sebagai instrumen kemaslahatan umat.

05/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
Doa Bersama HUT ke-451 Kota Ambon, BAZNAS Salurkan 50 Paket Sembako untuk Mustahik

AMBON — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon Tahun 2026 diisi dengan kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial. Pemerintah Kota Ambon menggelar Doa Bersama untuk Ambon di Gedung Islamic Center, Jumat (4/9/2026), sebagai momentum untuk memanjatkan doa sekaligus memperkuat semangat kebersamaan bagi kemajuan Kota Ambon.

Kegiatan yang diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama Islam tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta. Doa bersama menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-451 Kota Ambon yang mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju.”

Pelaksanaan doa bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual pemerintah dan masyarakat untuk memohon keberkahan, perlindungan serta kedamaian bagi Kota Ambon. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Ambon menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama memiliki arti penting karena menjadi sarana untuk menyatukan niat dan harapan bagi masa depan Kota Ambon. Menurutnya, semangat persaudaraan dan kebersamaan harus terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat.

Doa bersama yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan HUT Kota Ambon tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar seluruh masyarakat agar berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi daerah dapat dihadapi dengan semangat persatuan serta senantiasa disertai doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” yang diangkat dalam peringatan HUT tahun ini juga menjadi pesan penting bagi seluruh masyarakat. Ambon Bersih tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut upaya membangun tata kelola pemerintahan yang baik serta menjaga kebersihan hati dan pikiran dari berbagai hal yang dapat merusak persatuan.

Sementara itu, semangat Maluku Sehat menggambarkan cita-cita untuk mewujudkan masyarakat yang sehat secara menyeluruh, baik dari segi fisik, mental maupun sosial. Sebagai ibu kota Provinsi Maluku, Kota Ambon memiliki posisi strategis dalam mendorong terciptanya masyarakat yang sehat, produktif dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Adapun pesan Indonesia Maju mengandung harapan agar seluruh pembangunan yang dilaksanakan di Kota Ambon dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan Provinsi Maluku sekaligus mendukung pembangunan nasional.

Dalam doa bersama tersebut, berbagai harapan turut dipanjatkan untuk Kota Ambon. Di antaranya agar keamanan dan kedamaian daerah tetap terjaga, hubungan harmonis antarumat beragama semakin kuat, serta seluruh pemimpin diberikan kebijaksanaan, kekuatan dan integritas dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Doa juga dipanjatkan agar masyarakat Kota Ambon senantiasa diberikan kesehatan, kesejahteraan, keselamatan serta perlindungan dari berbagai musibah, bencana dan ancaman yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.

BAZNAS Kota Ambon Hadir dengan Bantuan Sosial

Selain menjadi momentum doa bersama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan aksi kepedulian sosial melalui penyaluran 50 paket sembako dari BAZNAS Kota Ambon kepada para mustahik.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Ambon untuk mengoptimalkan dana zakat, infak dan sedekah agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Paket sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para penerima manfaat sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.

Penyaluran bantuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, bersama Wakil Ketua III Hj. Sumiyati Kiat dan Wakil Ketua IV Hj. Rabea Kiat. Turut hadir pula staf BAZNAS Kota Ambon, yakni Jihan Abbas, Ayu, Wandi, Intan, dan Ahmad Wijaya.

Kehadiran jajaran pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap rangkaian peringatan HUT Kota Ambon sekaligus wujud komitmen lembaga untuk terus menghadirkan program yang memberi manfaat kepada masyarakat.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa peringatan HUT Kota Ambon merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat rasa syukur sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian.

“HUT Kota Ambon bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan kota ini, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkuat doa, kebersamaan dan kepedulian kepada sesama,” ujar Fakaubun.

Menurutnya, doa dan ikhtiar sosial merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Harapan dan doa yang dipanjatkan bagi Kota Ambon perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kita berdoa agar Kota Ambon selalu diberikan kedamaian, keamanan dan keberkahan. Namun doa tersebut juga harus disertai ikhtiar. Salah satu ikhtiar yang dapat kita lakukan adalah menghadirkan kepedulian melalui penyaluran zakat, infak dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan,”ungkapnya.

Fakaubun menambahkan, penyaluran 50 paket sembako kepada mustahik merupakan bentuk tanggung jawab BAZNAS dalam mengelola dan mendistribusikan dana umat secara tepat sasaran.

Ia menjelaskan bahwa dana yang dikelola BAZNAS berasal dari kepercayaan masyarakat yang menunaikan zakat maupun memberikan infak dan sedekah. Amanah tersebut kemudian diwujudkan dalam berbagai program sosial untuk membantu masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan.

“Setiap dana yang masuk ke BAZNAS adalah amanah dari masyarakat. Karena itu, kami harus memastikan bahwa amanah tersebut dikelola dengan baik dan disalurkan kepada mereka yang berhak. Bantuan 50 paket sembako ini adalah salah satu bentuk nyata dari amanah tersebut,”jelasnya.

Lebih jauh, Fakaubun menilai bahwa semangat yang terkandung dalam tema HUT ke-451 Kota Ambon sangat relevan dengan misi BAZNAS dalam membantu masyarakat.

Menurutnya, konsep Ambon Bersih dapat dimaknai sebagai upaya bersama untuk membangun lingkungan dan kehidupan sosial yang lebih baik. Sementara Maluku Sehat dapat diwujudkan melalui berbagai langkah yang mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan kepedulian terhadap kelompok rentan.

“Tema HUT Kota Ambon tahun ini mengandung pesan yang sangat kuat. Bersih bukan hanya lingkungan, tetapi juga bagaimana kita menjaga amanah, kejujuran dan persaudaraan. Sehat juga bukan hanya tubuh, tetapi bagaimana masyarakat dapat hidup dengan sejahtera dan saling peduli,”tutur Fakaubun.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan doa bersama tersebut dapat terus dipertahankan dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan di Kota Ambon.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap program pembangunan maupun pelayanan sosial dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, begitu juga BAZNAS. Kita membutuhkan sinergi dengan semua pihak. Ketika pemerintah, lembaga sosial dan masyarakat bergerak bersama, maka manfaatnya akan lebih besar dan dirasakan oleh lebih banyak orang,” katanya.

Zakat sebagai Wujud Kepedulian

Fakaubun juga menegaskan bahwa keberadaan BAZNAS tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan zakat, tetapi juga bagaimana dana umat tersebut mampu memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

Menurutnya, penyaluran sembako kepada mustahik dalam momentum HUT Kota Ambon menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap masyarakat yang masih membutuhkan dukungan.

“Kami ingin memastikan bahwa di tengah berbagai kemajuan yang sedang dibangun, masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perhatian. Zakat, infak dan sedekah harus hadir sebagai salah satu instrumen yang membantu meringankan beban mereka,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan kepercayaan terhadap gerakan zakat. Menurutnya, semakin besar partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak dan sedekah, maka semakin banyak pula masyarakat yang dapat dibantu melalui berbagai program BAZNAS.

“Mari kita jadikan momentum HUT Kota Ambon ini sebagai kesempatan untuk memperkuat kepedulian. Zakat, infak dan sedekah yang kita keluarkan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” ajaknya.

Penyerahan 50 paket sembako tersebut menjadi salah satu rangkaian penting yang melengkapi pelaksanaan Doa Bersama untuk Ambon. Kegiatan tidak hanya memberikan ruang bagi ASN dan masyarakat untuk berdoa bagi kemajuan daerah, tetapi juga menghadirkan aksi nyata melalui kepedulian sosial.

Bagi para mustahik, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Lebih dari sekadar bantuan materi, penyaluran sembako juga menjadi bentuk perhatian dan kepedulian yang menunjukkan bahwa masyarakat yang membutuhkan tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Ambon.

Momentum HUT ke-451 Kota Ambon pun diharapkan menjadi titik penguatan komitmen bersama untuk membangun daerah yang lebih bersih, sehat, aman, harmonis dan sejahtera.

Melalui doa, kerja nyata dan semangat kolaborasi, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

BAZNAS Kota Ambon akan terus berupaya hadir melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak dan sedekah. Dengan dukungan masyarakat dan sinergi bersama pemerintah serta berbagai pihak, BAZNAS optimistis manfaat dana umat dapat terus diperluas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Doa Bersama untuk Ambon akhirnya tidak hanya menjadi sebuah kegiatan dalam rangka memperingati usia Kota Ambon yang ke-451 tahun, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan harapan, mempererat persaudaraan dan memperkuat kepedulian sosial.

Semangat tersebut diharapkan menjadi energi bersama dalam perjalanan Kota Ambon menuju masa depan yang lebih baik, sejalan dengan tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju.”

05/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Salurkan 40 Paket Sembako untuk Korban Kebakaran Negeri Batu Merah

AMBON — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, terus diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan. Salah satunya datang dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon yang menyalurkan bantuan berupa 40 paket sembako kepada warga yang menjadi korban kebakaran, Rabu (2/9/2026).

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS Kota Ambon terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Bantuan diserahkan kepada Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, untuk selanjutnya diberikan kepada para warga terdampak yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, didampingi jajaran pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I H. Achmad Salim, Wakil Ketua II Hendra Abubakar, Wakil Ketua III Hj. Sumiyati Kiat, serta Wakil Ketua IV Hj. Rabea Kiat.

Selain jajaran pimpinan, hadir pula staf BAZNAS Kota Ambon, yakni Jihan Abbas, Intan, Ayu, dan Ahmad Wijaya, yang turut mendukung pelaksanaan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menjelaskan bahwa kehadiran BAZNAS dalam situasi kebencanaan merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk ikut mendukung upaya Pemerintah Kota Ambon dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, BAZNAS Kota Ambon tidak hanya berfokus pada penyaluran zakat dalam bentuk bantuan sosial rutin, tetapi juga berupaya hadir ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat, termasuk musibah kebakaran dan bencana lainnya.

“BAZNAS adalah lembaga pemerintah nonstruktural. Karena itu, salah satu tugas kami adalah mendukung kerja-kerja Pemerintah Kota Ambon, termasuk ketika ada masyarakat yang terdampak musibah dan membutuhkan bantuan,” ujar Fakaubun.

Ia menyampaikan, bantuan yang disalurkan BAZNAS Kota Ambon berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat kepada BAZNAS untuk dikelola dan disalurkan kepada mereka yang berhak menerima.

Sebagian sumber dana tersebut, lanjutnya, juga berasal dari zakat, infak, dan sedekah para aparatur sipil negara (ASN) muslim di lingkungan Pemerintah Kota Ambon. Seluruh dana yang dihimpun kemudian dikelola secara profesional, amanah, transparan, dan diarahkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.

Fakaubun menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas kemanusiaan, BAZNAS senantiasa mengedepankan nilai kepedulian dan kemanusiaan. Bantuan kebencanaan diberikan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan lembaga, tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang terdampak.

“Bantuan BAZNAS tidak mengenal suku, ras maupun agama. Ketika terjadi bencana dan masyarakat membutuhkan pertolongan, kami akan berupaya hadir memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan BAZNAS,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon tidak hanya menyalurkan 40 paket sembako, tetapi juga memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat musibah kebakaran tersebut. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan moril sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.

Fakaubun menyadari bahwa bantuan yang diberikan mungkin belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan para korban. Namun, ia berharap perhatian tersebut dapat memberikan sedikit kelegaan bagi warga yang saat ini masih berada di tempat pengungsian.

“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Kami juga berharap mereka tetap tabah dan kuat dalam menghadapi ujian ini. Mudah-mudahan kondisi mereka segera pulih dan ke depan bisa kembali mendapatkan tempat tinggal yang layak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fakaubun mengatakan bahwa respons terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Ambon dalam menjalankan amanah umat.

Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga mempunyai peran sosial yang besar dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan. Oleh karena itu, BAZNAS terus berupaya memastikan dana umat dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi penerima manfaat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong, terutama ketika terjadi musibah yang membutuhkan perhatian bersama.

“Kami akan terus berusaha hadir ketika masyarakat Kota Ambon mengalami musibah. Tentunya setiap bantuan disesuaikan dengan kemampuan BAZNAS, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita tidak membiarkan masyarakat menghadapi musibah seorang diri,” tambah Fakaubun.

Raja Negeri Batu Merah Apresiasi Kepedulian BAZNAS

Sementara itu, Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Ambon yang telah memberikan perhatian kepada warganya yang terdampak musibah kebakaran.

Ali menjelaskan bahwa para korban hingga saat ini masih berada di tempat pengungsian, salah satunya di Aula Kantor Negeri Batu Merah. Dalam kondisi tersebut, kebutuhan terhadap makanan dan bahan pokok menjadi salah satu hal yang sangat diperlukan oleh para pengungsi.

Menurutnya, bantuan 40 paket sembako yang disalurkan BAZNAS Kota Ambon memiliki arti penting bagi masyarakat yang sedang menjalani masa pemulihan pascakebakaran.

“Saya selaku Raja Negeri Batu Merah dan kepala pemerintahan negeri menyampaikan apresiasi dan terima kasih sepenuhnya kepada BAZNAS Kota Ambon yang sudah datang memberikan bantuan kepada warga kami yang saat ini berada di Aula Kantor Negeri Batu Merah,” ujar Ali.

Ia menilai kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah menunjukkan adanya kepedulian dan perhatian terhadap kondisi warga, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat kebakaran.

Ali berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi selama berada di tempat penampungan.

“Mudah-mudahan bantuan yang diberikan ini dapat memberikan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan bapak dan ibu yang sedang berada di tempat pengungsian,” tuturnya.

Atas kepedulian tersebut, Ali juga mendoakan agar seluruh jajaran BAZNAS Kota Ambon senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalankan tugas, serta mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT.

“Mudah-mudahan Allah SWT membalas segala kebaikan dan kepedulian dari BAZNAS Kota Ambon. Semoga BAZNAS Kota Ambon ke depan terus menjadi lembaga yang hadir dan melihat kebutuhan masyarakat kecil di Kota Ambon,” harapnya.

Penyaluran bantuan ini sekaligus mempertegas peran BAZNAS Kota Ambon dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan serta kepedulian sosial. Melalui penyaluran yang tepat sasaran, dana umat diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk mereka yang tengah menghadapi kondisi darurat akibat bencana.

BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Ambon, pemerintah negeri, serta berbagai pihak dalam merespons kebutuhan masyarakat. Kehadiran lembaga zakat di tengah situasi kebencanaan diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan semangat kepada para korban untuk bangkit dan kembali menata kehidupan mereka.

Bagi BAZNAS Kota Ambon, bantuan kepada korban kebakaran Negeri Batu Merah bukan sekadar penyerahan paket sembako, tetapi juga merupakan wujud nyata dari amanah masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk dikelola dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Melalui semangat zakat untuk kemanusiaan dan kepedulian bersama, BAZNAS Kota Ambon berharap masyarakat yang terdampak musibah dapat segera bangkit, memperoleh tempat tinggal yang layak, serta kembali menjalani kehidupan dengan penuh harapan.

02/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Dukung Isbat Nikah, Perkuat Sinergi Kemenag dan Pemkot Ambon dalam Pelayanan Masyarakat

Ambon, 24 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung berbagai upaya peningkatan pelayanan sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kehadiran Wakil Ketua I BAZNAS Kota Ambon, H. Achmad Salim, yang mewakili Ketua BAZNAS Kota Ambon dalam acara Isbat Nikah yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ambon dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, bertempat di Gedung Asari Al-Fatah, Kota Ambon. Kehadiran BAZNAS Kota Ambon menjadi bagian dari dukungan terhadap sinergi lintas lembaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang administrasi dan kepastian hukum perkawinan.

Program Isbat Nikah memiliki arti penting bagi masyarakat yang telah melangsungkan pernikahan secara agama, namun belum memiliki pencatatan perkawinan secara resmi. Melalui proses isbat nikah, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengakuan hukum atas pernikahannya melalui penetapan pengadilan agama, sehingga selanjutnya dapat mengurus dokumen administrasi kependudukan dan dokumen perkawinan secara resmi.

Bagi BAZNAS Kota Ambon, keterlibatan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat kolaborasi dalam mendukung program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. BAZNAS tidak hanya berfokus pada aspek penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS), tetapi juga terus mendorong terbangunnya kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka memperluas manfaat pelayanan sosial dan keagamaan.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS dalam kegiatan Isbat Nikah merupakan bentuk dukungan terhadap pelayanan masyarakat yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sosial dan administrasi keluarga.

“BAZNAS Kota Ambon sangat mendukung kegiatan Isbat Nikah yang dilaksanakan melalui kolaborasi Kementerian Agama Kota Ambon dan Pemerintah Kota Ambon. Kegiatan ini memiliki manfaat yang sangat penting bagi masyarakat, karena memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi pasangan yang telah melangsungkan pernikahan namun belum tercatat secara administratif,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.

Menurutnya, sinergi antara lembaga pemerintah, lembaga keagamaan, dan lembaga sosial seperti BAZNAS menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan pelayanan yang lebih menyeluruh kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat terus dikembangkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus diperkuat. BAZNAS Kota Ambon siap mendukung program-program yang memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan penguatan kesejahteraan, pelayanan sosial, dan kehidupan keagamaan masyarakat Kota Ambon,” tambahnya.

Sementara itu, Jihan Abbas, selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menilai kehadiran BAZNAS dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi dan hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak, khususnya instansi pemerintah dan lembaga keagamaan.

Menurut Jihan, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar berbagai program pelayanan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Kehadiran BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan Isbat Nikah ini menunjukkan bahwa kolaborasi antarlembaga sangat penting dalam memberikan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami melihat kegiatan ini sebagai bentuk sinergi positif antara Kemenag, Pemerintah Kota Ambon, dan BAZNAS dalam menghadirkan kemudahan serta kepastian bagi masyarakat,”ungkap Jihan Abbas.

Ia menambahkan, dari sisi komunikasi dan digitalisasi, berbagai kegiatan kolaboratif yang melibatkan BAZNAS juga penting untuk disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi sekaligus informasi mengenai peran BAZNAS dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan di Kota Ambon.

“Kami akan terus mendukung penyebarluasan informasi mengenai kegiatan dan kolaborasi BAZNAS, sehingga masyarakat dapat mengetahui bahwa BAZNAS hadir bersama pemerintah dan mitra lainnya dalam berbagai upaya pelayanan dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kota Ambon H. Achmad Salim hadir mewakili Ketua BAZNAS Kota Ambon. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan dukungan kelembagaan BAZNAS terhadap pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi Kemenag Kota Ambon bersama Pemkot Ambon.

BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa pelayanan administrasi perkawinan tidak hanya berkaitan dengan aspek legalitas, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan perlindungan hak-hak keluarga. Kepemilikan dokumen perkawinan yang sah dapat membantu masyarakat dalam mengakses berbagai kebutuhan administrasi, termasuk dokumen kependudukan, pendidikan anak, layanan sosial, hingga berbagai urusan hukum dan pemerintahan lainnya.

Karena itu, kegiatan Isbat Nikah menjadi salah satu bentuk pelayanan yang memiliki nilai strategis bagi masyarakat. Dengan adanya kepastian hukum terhadap status perkawinan, keluarga dapat menjalani kehidupan sosial dan administrasi dengan lebih tertib serta memperoleh perlindungan hak secara lebih baik.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Asari Al-Fatah tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong antarlembaga dalam memberikan pelayanan publik. Sinergi Kemenag Kota Ambon dan Pemkot Ambon yang didukung berbagai pihak diharapkan mampu menghadirkan solusi atas persoalan administratif yang masih dihadapi sebagian masyarakat.

BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, organisasi keagamaan, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kemanfaatan bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem pelayanan sosial dan keagamaan di Kota Ambon.

Melalui kehadiran dalam kegiatan Isbat Nikah ini, BAZNAS Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian dalam berbagai agenda yang memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan upaya BAZNAS dalam membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata, sinergi kelembagaan, serta pengelolaan ZIS yang diarahkan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ke depan, BAZNAS Kota Ambon berharap sinergi bersama Kemenag Kota Ambon dan Pemerintah Kota Ambon dapat terus ditingkatkan melalui berbagai program strategis lainnya, sehingga keberadaan lembaga-lembaga pelayanan publik dan sosial dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Ambon.

01/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, BAZNAS Kota Ambon Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah

Ambon, 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Kota Ambon.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjalanan hidup, perjuangan, keteladanan, serta akhlak mulia Rasulullah SAW. Lebih dari sekadar mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, peringatan Maulid diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang beliau ajarkan dalam kehidupan sehari-hari.

BAZNAS Kota Ambon mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi yang sangat kuat dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam membangun kepedulian, kejujuran, amanah, persaudaraan, dan semangat berbagi.

“Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kejujuran, amanah, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.

Menurutnya, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW merupakan landasan penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Semangat kepedulian kepada kaum dhuafa, anak yatim, fakir miskin, serta masyarakat yang membutuhkan juga merupakan bagian dari nilai yang terus diupayakan BAZNAS melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

“Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk senantiasa peduli terhadap sesama dan menghadirkan kemanfaatan. Semangat inilah yang juga terus kami implementasikan melalui berbagai program BAZNAS Kota Ambon, agar zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan mustahik,” tambahnya.

Muhammad Zulkifly juga mengajak para muzaki, donatur, dan seluruh masyarakat untuk menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat semangat berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan perubahan nyata dalam perilaku dan kehidupan sosial masyarakat.

“Mari kita maknai Maulid Nabi bukan hanya dengan memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi dengan berusaha menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan kita. Semoga kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW dapat diwujudkan melalui amal kebaikan dan kepedulian kepada sesama,” tuturnya.

Sementara itu, Jihan Abbas, selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, mengatakan bahwa momentum Maulid Nabi Muhammad SAW juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi dan digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan ruang yang luas bagi lembaga zakat untuk menyampaikan pesan keagamaan, edukasi zakat, serta nilai-nilai sosial yang diajarkan Rasulullah SAW kepada masyarakat secara lebih luas.

“Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, kepedulian, kejujuran, dan kebermanfaatan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk terus kita gaungkan di tengah masyarakat, termasuk melalui media digital,” ungkap Jihan Abbas.

Ia menambahkan bahwa semangat Rasulullah SAW dalam membangun kepedulian sosial dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk meningkatkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah.

“Kami berharap semangat Maulid Nabi dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk berbagi dan peduli kepada sesama. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat ikut menghadirkan manfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H juga menjadi momentum bagi BAZNAS Kota Ambon untuk terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan zakat yang amanah, profesional, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalankan amanah menjadi nilai yang sangat penting dalam pengelolaan zakat. BAZNAS sebagai lembaga yang diberikan mandat untuk mengelola zakat terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan dana umat secara bertanggung jawab serta penyaluran yang diarahkan kepada mereka yang berhak menerima.

Dalam kehidupan Rasulullah SAW, kepedulian terhadap kaum lemah dan masyarakat yang membutuhkan menjadi salah satu nilai penting yang patut diteladani. Karena itu, semangat Maulid Nabi diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang dapat diwujudkan melalui kepedulian dan gotong royong.

BAZNAS Kota Ambon juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai kesempatan mempererat ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh keberkahan.

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M.

Semoga dengan meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW, seluruh umat Islam senantiasa diberikan kekuatan untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan sesama.

“Dengan semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita hadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan dan terus menebarkan kebaikan,” pungkas Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun.

01/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon

Berita Terbaru

BAZNAS Kota Ambon dan MT Alfisyahrin Bersinergi Layani Mustahik Lewat Pengobatan Gratis dan Bantuan Paket Sembako
BAZNAS Kota Ambon dan MT Alfisyahrin Bersinergi Layani Mustahik Lewat Pengobatan Gratis dan Bantuan Paket Sembako
AMBON — Upaya menghadirkan kepedulian dan pelayanan langsung kepada masyarakat terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon. Bersama Majelis Taklim (MT) Alfisyahrin Negeri Batu Merah, BAZNAS Kota Ambon menggelar kegiatan sosial berupa pengobatan gratis dan pemberian santunan paket sembako kepada mustahik, Kamis, 3 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara BAZNAS Kota Ambon dan unsur masyarakat dalam memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan. Pengobatan gratis diberikan sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan, sementara santunan paket sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok para mustahik. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Ketua I H. Achmad Salim, Wakil Ketua II Hendra Abubakar, dan Wakil Ketua IV Hj. Rabea Kiat. Turut mendukung kegiatan tersebut sejumlah staf BAZNAS Kota Ambon, yaitu Jihan Abbas, Ayu, dan Ahmad Wijaya. Kehadiran jajaran pimpinan dan staf BAZNAS menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa kegiatan pengobatan gratis dan penyaluran bantuan sembako merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, khususnya para mustahik. Menurutnya, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan pangan, tetapi juga kesehatan. Karena itu, program sosial yang menggabungkan pelayanan kesehatan dan bantuan kebutuhan pokok dinilai memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat penerima. “BAZNAS Kota Ambon ingin terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya melalui bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga dengan memberikan perhatian terhadap kesehatan. Karena kesehatan dan kebutuhan pangan merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat,” ujar Fakaubun. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dapat memperluas manfaat program BAZNAS. Menurutnya, MT Alfisyahrin memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi dan kepedulian terhadap masyarakat di lingkungan Negeri Batu Merah. “Kami menyampaikan apresiasi kepada MT Alfisyahrin Negeri Batu Merah yang telah berkolaborasi bersama BAZNAS Kota Ambon. Ketika lembaga zakat dan masyarakat bergerak bersama, insyaallah manfaat yang diberikan akan semakin luas dan tepat sasaran,” ungkapnya. Pengobatan gratis yang dilaksanakan dalam kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka tanpa harus memikirkan biaya pelayanan. Bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, fasilitas seperti ini dinilai sangat berarti karena dapat membantu mereka memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan lebih awal. Sementara itu, bantuan berupa paket sembako diberikan kepada mustahik sebagai bentuk santunan sekaligus dukungan terhadap kebutuhan rumah tangga. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran keluarga penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Fakaubun menegaskan bahwa setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS merupakan amanah dari masyarakat. Oleh sebab itu, pengelolaan dan pendistribusiannya dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. “Dana yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS adalah amanah. Tugas kami adalah mengelolanya dengan sebaik-baiknya dan menyalurkannya kepada mereka yang berhak menerima, sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial semacam ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah dalam membantu sesama. Menurutnya, semangat berbagi tidak hanya membangun kepedulian sosial, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Semangat untuk saling membantu harus terus tumbuh. Zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan baik bisa menjadi kekuatan untuk membantu masyarakat dalam berbagai kondisi,” kata Fakaubun. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kota Ambon terus berupaya memastikan program yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini penting agar bantuan yang diberikan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan penerima manfaat. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Raja Negeri Batu Merah tersebut juga memperlihatkan dukungan dari pemerintah negeri terhadap berbagai bentuk pelayanan sosial yang diberikan kepada masyarakat. Kehadiran Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, sebagai tuan rumah turut memperkuat suasana kebersamaan antara BAZNAS, MT Alfisyahrin, dan masyarakat setempat. Bagi BAZNAS Kota Ambon, keterlibatan masyarakat dalam setiap program sosial merupakan modal penting untuk menciptakan gerakan kepedulian yang lebih kuat. Kolaborasi dengan majelis taklim, komunitas, pemerintah negeri, serta berbagai unsur masyarakat lainnya dinilai mampu memperluas jangkauan penerima manfaat. Fakaubun berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat langsung sekaligus menjadi penyemangat bagi para mustahik agar tetap optimistis dalam menjalani kehidupan. “Kami berharap para mustahik yang menerima layanan dan bantuan hari ini dapat merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ada kepedulian dari BAZNAS, MT Alfisyahrin, dan masyarakat yang ingin bersama-sama membantu dan meringankan beban mereka,” tuturnya. Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk terus menunaikan zakat dan memperbanyak infak serta sedekah melalui lembaga yang amanah. Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, BAZNAS akan memiliki ruang yang lebih besar untuk menjalankan berbagai program sosial, kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. “Mari kita terus menjaga semangat berbagi. Semakin besar kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah, semakin besar pula manfaat yang bisa kita berikan kepada para mustahik,” ajaknya. Kegiatan pengobatan gratis dan santunan paket sembako tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana zakat dapat dihadirkan dalam bentuk pelayanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh perhatian dalam aspek kesehatan. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mengoptimalkan amanah dana umat melalui program-program yang memberikan manfaat nyata. Sinergi bersama MT Alfisyahrin Negeri Batu Merah diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan sosial berikutnya. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, keberadaan BAZNAS diharapkan semakin dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan. Pada akhirnya, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar pengobatan gratis dan penyaluran sembako, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan. BAZNAS Kota Ambon dan MT Alfisyahrin Negeri Batu Merah menunjukkan bahwa kebersamaan dapat menjadi kekuatan dalam membantu masyarakat sekaligus mewujudkan nilai-nilai zakat sebagai instrumen kemaslahatan umat.
BERITA05/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Doa Bersama HUT ke-451 Kota Ambon, BAZNAS Salurkan 50 Paket Sembako untuk Mustahik
Doa Bersama HUT ke-451 Kota Ambon, BAZNAS Salurkan 50 Paket Sembako untuk Mustahik
AMBON — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon Tahun 2026 diisi dengan kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial. Pemerintah Kota Ambon menggelar Doa Bersama untuk Ambon di Gedung Islamic Center, Jumat (4/9/2026), sebagai momentum untuk memanjatkan doa sekaligus memperkuat semangat kebersamaan bagi kemajuan Kota Ambon. Kegiatan yang diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama Islam tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta. Doa bersama menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-451 Kota Ambon yang mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju.” Pelaksanaan doa bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual pemerintah dan masyarakat untuk memohon keberkahan, perlindungan serta kedamaian bagi Kota Ambon. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di daerah. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Ambon menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama memiliki arti penting karena menjadi sarana untuk menyatukan niat dan harapan bagi masa depan Kota Ambon. Menurutnya, semangat persaudaraan dan kebersamaan harus terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat. Doa bersama yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan HUT Kota Ambon tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar seluruh masyarakat agar berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi daerah dapat dihadapi dengan semangat persatuan serta senantiasa disertai doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” yang diangkat dalam peringatan HUT tahun ini juga menjadi pesan penting bagi seluruh masyarakat. Ambon Bersih tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut upaya membangun tata kelola pemerintahan yang baik serta menjaga kebersihan hati dan pikiran dari berbagai hal yang dapat merusak persatuan. Sementara itu, semangat Maluku Sehat menggambarkan cita-cita untuk mewujudkan masyarakat yang sehat secara menyeluruh, baik dari segi fisik, mental maupun sosial. Sebagai ibu kota Provinsi Maluku, Kota Ambon memiliki posisi strategis dalam mendorong terciptanya masyarakat yang sehat, produktif dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Adapun pesan Indonesia Maju mengandung harapan agar seluruh pembangunan yang dilaksanakan di Kota Ambon dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan Provinsi Maluku sekaligus mendukung pembangunan nasional. Dalam doa bersama tersebut, berbagai harapan turut dipanjatkan untuk Kota Ambon. Di antaranya agar keamanan dan kedamaian daerah tetap terjaga, hubungan harmonis antarumat beragama semakin kuat, serta seluruh pemimpin diberikan kebijaksanaan, kekuatan dan integritas dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat. Doa juga dipanjatkan agar masyarakat Kota Ambon senantiasa diberikan kesehatan, kesejahteraan, keselamatan serta perlindungan dari berbagai musibah, bencana dan ancaman yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat. BAZNAS Kota Ambon Hadir dengan Bantuan Sosial Selain menjadi momentum doa bersama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan aksi kepedulian sosial melalui penyaluran 50 paket sembako dari BAZNAS Kota Ambon kepada para mustahik. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Ambon untuk mengoptimalkan dana zakat, infak dan sedekah agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Paket sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para penerima manfaat sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga. Penyaluran bantuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, bersama Wakil Ketua III Hj. Sumiyati Kiat dan Wakil Ketua IV Hj. Rabea Kiat. Turut hadir pula staf BAZNAS Kota Ambon, yakni Jihan Abbas, Ayu, Wandi, Intan, dan Ahmad Wijaya. Kehadiran jajaran pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap rangkaian peringatan HUT Kota Ambon sekaligus wujud komitmen lembaga untuk terus menghadirkan program yang memberi manfaat kepada masyarakat. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa peringatan HUT Kota Ambon merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat rasa syukur sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian. “HUT Kota Ambon bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan kota ini, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkuat doa, kebersamaan dan kepedulian kepada sesama,” ujar Fakaubun. Menurutnya, doa dan ikhtiar sosial merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Harapan dan doa yang dipanjatkan bagi Kota Ambon perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat kepada masyarakat. “Kita berdoa agar Kota Ambon selalu diberikan kedamaian, keamanan dan keberkahan. Namun doa tersebut juga harus disertai ikhtiar. Salah satu ikhtiar yang dapat kita lakukan adalah menghadirkan kepedulian melalui penyaluran zakat, infak dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan,”ungkapnya. Fakaubun menambahkan, penyaluran 50 paket sembako kepada mustahik merupakan bentuk tanggung jawab BAZNAS dalam mengelola dan mendistribusikan dana umat secara tepat sasaran. Ia menjelaskan bahwa dana yang dikelola BAZNAS berasal dari kepercayaan masyarakat yang menunaikan zakat maupun memberikan infak dan sedekah. Amanah tersebut kemudian diwujudkan dalam berbagai program sosial untuk membantu masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan. “Setiap dana yang masuk ke BAZNAS adalah amanah dari masyarakat. Karena itu, kami harus memastikan bahwa amanah tersebut dikelola dengan baik dan disalurkan kepada mereka yang berhak. Bantuan 50 paket sembako ini adalah salah satu bentuk nyata dari amanah tersebut,”jelasnya. Lebih jauh, Fakaubun menilai bahwa semangat yang terkandung dalam tema HUT ke-451 Kota Ambon sangat relevan dengan misi BAZNAS dalam membantu masyarakat. Menurutnya, konsep Ambon Bersih dapat dimaknai sebagai upaya bersama untuk membangun lingkungan dan kehidupan sosial yang lebih baik. Sementara Maluku Sehat dapat diwujudkan melalui berbagai langkah yang mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan kepedulian terhadap kelompok rentan. “Tema HUT Kota Ambon tahun ini mengandung pesan yang sangat kuat. Bersih bukan hanya lingkungan, tetapi juga bagaimana kita menjaga amanah, kejujuran dan persaudaraan. Sehat juga bukan hanya tubuh, tetapi bagaimana masyarakat dapat hidup dengan sejahtera dan saling peduli,”tutur Fakaubun. Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan doa bersama tersebut dapat terus dipertahankan dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan di Kota Ambon. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap program pembangunan maupun pelayanan sosial dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, begitu juga BAZNAS. Kita membutuhkan sinergi dengan semua pihak. Ketika pemerintah, lembaga sosial dan masyarakat bergerak bersama, maka manfaatnya akan lebih besar dan dirasakan oleh lebih banyak orang,” katanya. Zakat sebagai Wujud Kepedulian Fakaubun juga menegaskan bahwa keberadaan BAZNAS tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan zakat, tetapi juga bagaimana dana umat tersebut mampu memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Menurutnya, penyaluran sembako kepada mustahik dalam momentum HUT Kota Ambon menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap masyarakat yang masih membutuhkan dukungan. “Kami ingin memastikan bahwa di tengah berbagai kemajuan yang sedang dibangun, masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perhatian. Zakat, infak dan sedekah harus hadir sebagai salah satu instrumen yang membantu meringankan beban mereka,” tegasnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan kepercayaan terhadap gerakan zakat. Menurutnya, semakin besar partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak dan sedekah, maka semakin banyak pula masyarakat yang dapat dibantu melalui berbagai program BAZNAS. “Mari kita jadikan momentum HUT Kota Ambon ini sebagai kesempatan untuk memperkuat kepedulian. Zakat, infak dan sedekah yang kita keluarkan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” ajaknya. Penyerahan 50 paket sembako tersebut menjadi salah satu rangkaian penting yang melengkapi pelaksanaan Doa Bersama untuk Ambon. Kegiatan tidak hanya memberikan ruang bagi ASN dan masyarakat untuk berdoa bagi kemajuan daerah, tetapi juga menghadirkan aksi nyata melalui kepedulian sosial. Bagi para mustahik, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Lebih dari sekadar bantuan materi, penyaluran sembako juga menjadi bentuk perhatian dan kepedulian yang menunjukkan bahwa masyarakat yang membutuhkan tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Ambon. Momentum HUT ke-451 Kota Ambon pun diharapkan menjadi titik penguatan komitmen bersama untuk membangun daerah yang lebih bersih, sehat, aman, harmonis dan sejahtera. Melalui doa, kerja nyata dan semangat kolaborasi, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita tersebut. BAZNAS Kota Ambon akan terus berupaya hadir melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak dan sedekah. Dengan dukungan masyarakat dan sinergi bersama pemerintah serta berbagai pihak, BAZNAS optimistis manfaat dana umat dapat terus diperluas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Doa Bersama untuk Ambon akhirnya tidak hanya menjadi sebuah kegiatan dalam rangka memperingati usia Kota Ambon yang ke-451 tahun, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan harapan, mempererat persaudaraan dan memperkuat kepedulian sosial. Semangat tersebut diharapkan menjadi energi bersama dalam perjalanan Kota Ambon menuju masa depan yang lebih baik, sejalan dengan tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju.”
BERITA05/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Salurkan 40 Paket Sembako untuk Korban Kebakaran Negeri Batu Merah
BAZNAS Kota Ambon Salurkan 40 Paket Sembako untuk Korban Kebakaran Negeri Batu Merah
AMBON — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, terus diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan. Salah satunya datang dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon yang menyalurkan bantuan berupa 40 paket sembako kepada warga yang menjadi korban kebakaran, Rabu (2/9/2026). Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS Kota Ambon terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Bantuan diserahkan kepada Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, untuk selanjutnya diberikan kepada para warga terdampak yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, didampingi jajaran pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I H. Achmad Salim, Wakil Ketua II Hendra Abubakar, Wakil Ketua III Hj. Sumiyati Kiat, serta Wakil Ketua IV Hj. Rabea Kiat. Selain jajaran pimpinan, hadir pula staf BAZNAS Kota Ambon, yakni Jihan Abbas, Intan, Ayu, dan Ahmad Wijaya, yang turut mendukung pelaksanaan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menjelaskan bahwa kehadiran BAZNAS dalam situasi kebencanaan merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk ikut mendukung upaya Pemerintah Kota Ambon dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, BAZNAS Kota Ambon tidak hanya berfokus pada penyaluran zakat dalam bentuk bantuan sosial rutin, tetapi juga berupaya hadir ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat, termasuk musibah kebakaran dan bencana lainnya. “BAZNAS adalah lembaga pemerintah nonstruktural. Karena itu, salah satu tugas kami adalah mendukung kerja-kerja Pemerintah Kota Ambon, termasuk ketika ada masyarakat yang terdampak musibah dan membutuhkan bantuan,” ujar Fakaubun. Ia menyampaikan, bantuan yang disalurkan BAZNAS Kota Ambon berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat kepada BAZNAS untuk dikelola dan disalurkan kepada mereka yang berhak menerima. Sebagian sumber dana tersebut, lanjutnya, juga berasal dari zakat, infak, dan sedekah para aparatur sipil negara (ASN) muslim di lingkungan Pemerintah Kota Ambon. Seluruh dana yang dihimpun kemudian dikelola secara profesional, amanah, transparan, dan diarahkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Fakaubun menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas kemanusiaan, BAZNAS senantiasa mengedepankan nilai kepedulian dan kemanusiaan. Bantuan kebencanaan diberikan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan lembaga, tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang terdampak. “Bantuan BAZNAS tidak mengenal suku, ras maupun agama. Ketika terjadi bencana dan masyarakat membutuhkan pertolongan, kami akan berupaya hadir memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan BAZNAS,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon tidak hanya menyalurkan 40 paket sembako, tetapi juga memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat musibah kebakaran tersebut. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan moril sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit. Fakaubun menyadari bahwa bantuan yang diberikan mungkin belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan para korban. Namun, ia berharap perhatian tersebut dapat memberikan sedikit kelegaan bagi warga yang saat ini masih berada di tempat pengungsian. “Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Kami juga berharap mereka tetap tabah dan kuat dalam menghadapi ujian ini. Mudah-mudahan kondisi mereka segera pulih dan ke depan bisa kembali mendapatkan tempat tinggal yang layak,” ungkapnya. Lebih lanjut, Fakaubun mengatakan bahwa respons terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Ambon dalam menjalankan amanah umat. Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga mempunyai peran sosial yang besar dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan. Oleh karena itu, BAZNAS terus berupaya memastikan dana umat dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi penerima manfaat. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong, terutama ketika terjadi musibah yang membutuhkan perhatian bersama. “Kami akan terus berusaha hadir ketika masyarakat Kota Ambon mengalami musibah. Tentunya setiap bantuan disesuaikan dengan kemampuan BAZNAS, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita tidak membiarkan masyarakat menghadapi musibah seorang diri,” tambah Fakaubun. Raja Negeri Batu Merah Apresiasi Kepedulian BAZNAS Sementara itu, Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Ambon yang telah memberikan perhatian kepada warganya yang terdampak musibah kebakaran. Ali menjelaskan bahwa para korban hingga saat ini masih berada di tempat pengungsian, salah satunya di Aula Kantor Negeri Batu Merah. Dalam kondisi tersebut, kebutuhan terhadap makanan dan bahan pokok menjadi salah satu hal yang sangat diperlukan oleh para pengungsi. Menurutnya, bantuan 40 paket sembako yang disalurkan BAZNAS Kota Ambon memiliki arti penting bagi masyarakat yang sedang menjalani masa pemulihan pascakebakaran. “Saya selaku Raja Negeri Batu Merah dan kepala pemerintahan negeri menyampaikan apresiasi dan terima kasih sepenuhnya kepada BAZNAS Kota Ambon yang sudah datang memberikan bantuan kepada warga kami yang saat ini berada di Aula Kantor Negeri Batu Merah,” ujar Ali. Ia menilai kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah menunjukkan adanya kepedulian dan perhatian terhadap kondisi warga, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat kebakaran. Ali berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi selama berada di tempat penampungan. “Mudah-mudahan bantuan yang diberikan ini dapat memberikan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan bapak dan ibu yang sedang berada di tempat pengungsian,” tuturnya. Atas kepedulian tersebut, Ali juga mendoakan agar seluruh jajaran BAZNAS Kota Ambon senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalankan tugas, serta mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT. “Mudah-mudahan Allah SWT membalas segala kebaikan dan kepedulian dari BAZNAS Kota Ambon. Semoga BAZNAS Kota Ambon ke depan terus menjadi lembaga yang hadir dan melihat kebutuhan masyarakat kecil di Kota Ambon,” harapnya. Penyaluran bantuan ini sekaligus mempertegas peran BAZNAS Kota Ambon dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan serta kepedulian sosial. Melalui penyaluran yang tepat sasaran, dana umat diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk mereka yang tengah menghadapi kondisi darurat akibat bencana. BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Ambon, pemerintah negeri, serta berbagai pihak dalam merespons kebutuhan masyarakat. Kehadiran lembaga zakat di tengah situasi kebencanaan diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan semangat kepada para korban untuk bangkit dan kembali menata kehidupan mereka. Bagi BAZNAS Kota Ambon, bantuan kepada korban kebakaran Negeri Batu Merah bukan sekadar penyerahan paket sembako, tetapi juga merupakan wujud nyata dari amanah masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk dikelola dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Melalui semangat zakat untuk kemanusiaan dan kepedulian bersama, BAZNAS Kota Ambon berharap masyarakat yang terdampak musibah dapat segera bangkit, memperoleh tempat tinggal yang layak, serta kembali menjalani kehidupan dengan penuh harapan.
BERITA02/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Dukung Isbat Nikah, Perkuat Sinergi Kemenag dan Pemkot Ambon dalam Pelayanan Masyarakat
BAZNAS Kota Ambon Dukung Isbat Nikah, Perkuat Sinergi Kemenag dan Pemkot Ambon dalam Pelayanan Masyarakat
Ambon, 24 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung berbagai upaya peningkatan pelayanan sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kehadiran Wakil Ketua I BAZNAS Kota Ambon, H. Achmad Salim, yang mewakili Ketua BAZNAS Kota Ambon dalam acara Isbat Nikah yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ambon dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, bertempat di Gedung Asari Al-Fatah, Kota Ambon. Kehadiran BAZNAS Kota Ambon menjadi bagian dari dukungan terhadap sinergi lintas lembaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang administrasi dan kepastian hukum perkawinan. Program Isbat Nikah memiliki arti penting bagi masyarakat yang telah melangsungkan pernikahan secara agama, namun belum memiliki pencatatan perkawinan secara resmi. Melalui proses isbat nikah, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengakuan hukum atas pernikahannya melalui penetapan pengadilan agama, sehingga selanjutnya dapat mengurus dokumen administrasi kependudukan dan dokumen perkawinan secara resmi. Bagi BAZNAS Kota Ambon, keterlibatan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat kolaborasi dalam mendukung program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. BAZNAS tidak hanya berfokus pada aspek penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS), tetapi juga terus mendorong terbangunnya kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka memperluas manfaat pelayanan sosial dan keagamaan. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS dalam kegiatan Isbat Nikah merupakan bentuk dukungan terhadap pelayanan masyarakat yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sosial dan administrasi keluarga. “BAZNAS Kota Ambon sangat mendukung kegiatan Isbat Nikah yang dilaksanakan melalui kolaborasi Kementerian Agama Kota Ambon dan Pemerintah Kota Ambon. Kegiatan ini memiliki manfaat yang sangat penting bagi masyarakat, karena memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi pasangan yang telah melangsungkan pernikahan namun belum tercatat secara administratif,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Menurutnya, sinergi antara lembaga pemerintah, lembaga keagamaan, dan lembaga sosial seperti BAZNAS menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan pelayanan yang lebih menyeluruh kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat terus dikembangkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. “Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus diperkuat. BAZNAS Kota Ambon siap mendukung program-program yang memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan penguatan kesejahteraan, pelayanan sosial, dan kehidupan keagamaan masyarakat Kota Ambon,” tambahnya. Sementara itu, Jihan Abbas, selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menilai kehadiran BAZNAS dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi dan hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak, khususnya instansi pemerintah dan lembaga keagamaan. Menurut Jihan, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar berbagai program pelayanan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas. “Kehadiran BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan Isbat Nikah ini menunjukkan bahwa kolaborasi antarlembaga sangat penting dalam memberikan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami melihat kegiatan ini sebagai bentuk sinergi positif antara Kemenag, Pemerintah Kota Ambon, dan BAZNAS dalam menghadirkan kemudahan serta kepastian bagi masyarakat,”ungkap Jihan Abbas. Ia menambahkan, dari sisi komunikasi dan digitalisasi, berbagai kegiatan kolaboratif yang melibatkan BAZNAS juga penting untuk disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi sekaligus informasi mengenai peran BAZNAS dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan di Kota Ambon. “Kami akan terus mendukung penyebarluasan informasi mengenai kegiatan dan kolaborasi BAZNAS, sehingga masyarakat dapat mengetahui bahwa BAZNAS hadir bersama pemerintah dan mitra lainnya dalam berbagai upaya pelayanan dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kota Ambon H. Achmad Salim hadir mewakili Ketua BAZNAS Kota Ambon. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan dukungan kelembagaan BAZNAS terhadap pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi Kemenag Kota Ambon bersama Pemkot Ambon. BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa pelayanan administrasi perkawinan tidak hanya berkaitan dengan aspek legalitas, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan perlindungan hak-hak keluarga. Kepemilikan dokumen perkawinan yang sah dapat membantu masyarakat dalam mengakses berbagai kebutuhan administrasi, termasuk dokumen kependudukan, pendidikan anak, layanan sosial, hingga berbagai urusan hukum dan pemerintahan lainnya. Karena itu, kegiatan Isbat Nikah menjadi salah satu bentuk pelayanan yang memiliki nilai strategis bagi masyarakat. Dengan adanya kepastian hukum terhadap status perkawinan, keluarga dapat menjalani kehidupan sosial dan administrasi dengan lebih tertib serta memperoleh perlindungan hak secara lebih baik. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Asari Al-Fatah tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong antarlembaga dalam memberikan pelayanan publik. Sinergi Kemenag Kota Ambon dan Pemkot Ambon yang didukung berbagai pihak diharapkan mampu menghadirkan solusi atas persoalan administratif yang masih dihadapi sebagian masyarakat. BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, organisasi keagamaan, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kemanfaatan bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem pelayanan sosial dan keagamaan di Kota Ambon. Melalui kehadiran dalam kegiatan Isbat Nikah ini, BAZNAS Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian dalam berbagai agenda yang memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan upaya BAZNAS dalam membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata, sinergi kelembagaan, serta pengelolaan ZIS yang diarahkan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan. Ke depan, BAZNAS Kota Ambon berharap sinergi bersama Kemenag Kota Ambon dan Pemerintah Kota Ambon dapat terus ditingkatkan melalui berbagai program strategis lainnya, sehingga keberadaan lembaga-lembaga pelayanan publik dan sosial dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Ambon.
BERITA01/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, BAZNAS Kota Ambon Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah
Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, BAZNAS Kota Ambon Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah
Ambon, 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Kota Ambon. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjalanan hidup, perjuangan, keteladanan, serta akhlak mulia Rasulullah SAW. Lebih dari sekadar mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, peringatan Maulid diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang beliau ajarkan dalam kehidupan sehari-hari. BAZNAS Kota Ambon mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat kepedulian terhadap sesama. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi yang sangat kuat dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam membangun kepedulian, kejujuran, amanah, persaudaraan, dan semangat berbagi. “Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kejujuran, amanah, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Menurutnya, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW merupakan landasan penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Semangat kepedulian kepada kaum dhuafa, anak yatim, fakir miskin, serta masyarakat yang membutuhkan juga merupakan bagian dari nilai yang terus diupayakan BAZNAS melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. “Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk senantiasa peduli terhadap sesama dan menghadirkan kemanfaatan. Semangat inilah yang juga terus kami implementasikan melalui berbagai program BAZNAS Kota Ambon, agar zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan mustahik,” tambahnya. Muhammad Zulkifly juga mengajak para muzaki, donatur, dan seluruh masyarakat untuk menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat semangat berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan perubahan nyata dalam perilaku dan kehidupan sosial masyarakat. “Mari kita maknai Maulid Nabi bukan hanya dengan memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi dengan berusaha menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan kita. Semoga kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW dapat diwujudkan melalui amal kebaikan dan kepedulian kepada sesama,” tuturnya. Sementara itu, Jihan Abbas, selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, mengatakan bahwa momentum Maulid Nabi Muhammad SAW juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi dan digital. Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan ruang yang luas bagi lembaga zakat untuk menyampaikan pesan keagamaan, edukasi zakat, serta nilai-nilai sosial yang diajarkan Rasulullah SAW kepada masyarakat secara lebih luas. “Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, kepedulian, kejujuran, dan kebermanfaatan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk terus kita gaungkan di tengah masyarakat, termasuk melalui media digital,” ungkap Jihan Abbas. Ia menambahkan bahwa semangat Rasulullah SAW dalam membangun kepedulian sosial dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk meningkatkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. “Kami berharap semangat Maulid Nabi dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk berbagi dan peduli kepada sesama. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat ikut menghadirkan manfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelasnya. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H juga menjadi momentum bagi BAZNAS Kota Ambon untuk terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan zakat yang amanah, profesional, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalankan amanah menjadi nilai yang sangat penting dalam pengelolaan zakat. BAZNAS sebagai lembaga yang diberikan mandat untuk mengelola zakat terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan dana umat secara bertanggung jawab serta penyaluran yang diarahkan kepada mereka yang berhak menerima. Dalam kehidupan Rasulullah SAW, kepedulian terhadap kaum lemah dan masyarakat yang membutuhkan menjadi salah satu nilai penting yang patut diteladani. Karena itu, semangat Maulid Nabi diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang dapat diwujudkan melalui kepedulian dan gotong royong. BAZNAS Kota Ambon juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai kesempatan mempererat ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh keberkahan. Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M. Semoga dengan meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW, seluruh umat Islam senantiasa diberikan kekuatan untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan sesama. “Dengan semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita hadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan dan terus menebarkan kebaikan,” pungkas Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun.
BERITA01/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Hadiri Maulid Nabi MT Silaturahmi Kota Ambon, BAZNAS Ajak Jamaah Manfaatkan 5 Nikmat Sebelum Datang 5 Perkara
Hadiri Maulid Nabi MT Silaturahmi Kota Ambon, BAZNAS Ajak Jamaah Manfaatkan 5 Nikmat Sebelum Datang 5 Perkara
AMBON, 26 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon turut menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim (MT) Silaturahmi Kota Ambon, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan tersebut menjadi momentum bagi para jamaah untuk kembali mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menggali nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan Maulid Nabi kali ini diisi dengan tausiah oleh Ustaz H. Arsal Tuasikal yang mengangkat pesan penting tentang hikmah Maulid Nabi dengan mengingat lima perkara sebelum datang lima perkara. Pesan tersebut menjadi pengingat kepada seluruh jamaah agar senantiasa menghargai waktu, kesehatan, kesempatan, rezeki, serta kehidupan yang telah dianugerahkan Allah SWT. Kehadiran BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus menjalin silaturahmi dan membangun sinergi dengan berbagai unsur masyarakat, khususnya majelis taklim dan komunitas keagamaan. BAZNAS memandang bahwa kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi memiliki peran penting dalam memperkuat nilai spiritual sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui momentum Maulid Nabi, jamaah diajak untuk tidak hanya mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga memahami dan mengamalkan akhlak serta ajaran yang beliau contohkan, terutama dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, kepedulian, kejujuran, amanah, dan persaudaraan. Tausiah “Ingat 5 Perkara Sebelum 5 Perkara” Dalam tausiahnya, Ustaz H. Arsal Tuasikal mengingatkan jamaah mengenai lima perkara yang harus dimanfaatkan sebelum datang lima perkara lainnya. Pesan tersebut merupakan nasihat yang sangat relevan dalam kehidupan setiap Muslim agar tidak menyia-nyiakan nikmat dan kesempatan yang diberikan Allah SWT. Lima perkara yang dimaksud adalah masa muda sebelum datang masa tua, masa sehat sebelum datang masa sakit, masa kaya sebelum datang masa miskin, masa lapang sebelum datang masa sibuk, serta masa hidup sebelum datang kematian. Pesan tersebut mengandung makna mendalam bahwa setiap nikmat yang dimiliki manusia pada hakikatnya merupakan kesempatan yang terbatas. Masa muda tidak akan berlangsung selamanya, kesehatan dapat berubah menjadi sakit, kelapangan rezeki dapat berubah menjadi kesempitan, waktu luang dapat berganti dengan kesibukan, dan kehidupan pada akhirnya akan berakhir dengan kematian. Karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan masa muda dengan memperbanyak amal saleh, menuntut ilmu, bekerja secara baik, dan melakukan kegiatan yang memberikan manfaat. Begitu pula kesehatan hendaknya digunakan untuk beribadah, bekerja, membantu keluarga, serta memberikan manfaat kepada orang lain. Dalam hal rezeki, kelapangan yang diberikan Allah SWT juga seharusnya menjadi sarana untuk berbagi. Kekayaan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga memiliki dimensi sosial melalui zakat, infak, sedekah, wakaf, maupun berbagai bentuk kepedulian lainnya. Sementara itu, waktu luang merupakan kesempatan yang sering kali tidak disadari nilainya. Ketika seseorang memiliki kelapangan waktu, hendaknya kesempatan tersebut digunakan untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, mempererat silaturahmi, dan melakukan berbagai aktivitas positif. Perkara terakhir adalah kehidupan sebelum datang kematian. Pesan ini mengingatkan bahwa kehidupan dunia merupakan kesempatan untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan batas kehidupannya akan berakhir. BAZNAS: Maulid Nabi Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pesan yang disampaikan dalam tausiah tersebut memiliki keterkaitan erat dengan semangat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen kepedulian sosial. Menurutnya, ketika seseorang diberikan kelapangan rezeki, maka salah satu bentuk rasa syukur adalah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi kita untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW. Pesan lima perkara sebelum lima perkara mengajarkan kita agar tidak menyia-nyiakan nikmat yang Allah berikan, termasuk nikmat kesehatan, waktu, usia, dan rezeki,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Ia menegaskan bahwa semangat berbagi merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. “Selagi kita diberikan kesehatan dan kelapangan rezeki, mari kita manfaatkan untuk berbuat baik dan membantu sesama. Zakat, infak dan sedekah merupakan salah satu jalan untuk mengubah nikmat yang kita miliki menjadi manfaat bagi orang lain, khususnya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya. Muhammad Zulkifly juga mengajak masyarakat Kota Ambon untuk menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat. “Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita tentang kepedulian, kasih sayang, kejujuran dan amanah. Nilai-nilai tersebut harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari agar keberadaan kita dapat memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan dan masyarakat,” tuturnya. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi sebaiknya tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan setiap individu. Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk mengevaluasi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, mempererat hubungan dengan sesama manusia, serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Jihan Abbas: Jangan Menunggu Kehilangan untuk Menghargai Nikmat Sementara itu, Jihan Abbas, selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menilai pesan “lima perkara sebelum lima perkara” merupakan nasihat yang sangat sederhana, namun memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan manusia. Menurutnya, banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan setelah mengalami sakit, baru menghargai waktu ketika kesibukan datang, dan baru menyadari pentingnya rezeki ketika mengalami kesulitan. “Pesan lima perkara sebelum lima perkara menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghargai setiap nikmat yang diberikan Allah SWT. Jangan menunggu kehilangan kesehatan baru kita ingin berbuat baik, jangan menunggu kehilangan waktu baru kita ingin memperbaiki diri, dan jangan menunggu datangnya kesulitan baru kita belajar berbagi,” ungkap Jihan Abbas. Ia mengatakan bahwa semangat tersebut juga sejalan dengan upaya BAZNAS Kota Ambon dalam mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian melalui zakat, infak dan sedekah. “Ketika kita memiliki rezeki dan kelapangan, mari kita jadikan itu sebagai kesempatan untuk berbagi. Melalui zakat, infak dan sedekah, kita dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kemanfaatan di tengah masyarakat,” jelasnya. Jihan juga menilai bahwa majelis taklim memiliki peranan penting dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Melalui kegiatan pengajian, tausiah, peringatan hari besar Islam, dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya, majelis taklim dapat menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun kepedulian sosial. Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Kehadiran BAZNAS Kota Ambon dalam Peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan MT Silaturahmi Kota Ambon menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus silaturahmi dengan masyarakat. BAZNAS Kota Ambon terus mendorong agar semangat keagamaan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah SAW diharapkan dapat diterjemahkan dalam tindakan nyata, termasuk membantu fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, serta masyarakat yang membutuhkan dukungan. Dalam konteks tersebut, zakat, infak, dan sedekah menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kepedulian dan pemberdayaan masyarakat. Dana umat yang dikelola secara amanah dapat disalurkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi mustahik. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang dilaksanakan MT Silaturahmi Kota Ambon pada Rabu, 26 Agustus 2026, dengan tausiah Ustaz H. Arsal Tuasikal, diharapkan mampu memberikan penguatan spiritual sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jamaah agar lebih bijaksana dalam menggunakan waktu dan kesempatan. Lima perkara yang disampaikan menjadi refleksi bahwa kehidupan manusia memiliki batas. Karena itu, selama masih diberikan masa muda, kesehatan, kelapangan rezeki, waktu luang, dan kehidupan, setiap Muslim hendaknya memperbanyak amal kebaikan dan memberikan manfaat kepada sesama. BAZNAS Kota Ambon mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai kesempatan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak beliau serta menerapkan nilai-nilai kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat Maulid Nabi, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa setiap nikmat adalah amanah dan setiap kesempatan adalah peluang untuk berbuat kebaikan. Sebab, manusia tidak pernah mengetahui kapan lima perkara yang menjadi pengingat tersebut akan datang. “Mari kita manfaatkan apa yang kita miliki hari ini untuk kebaikan. Selagi masih ada waktu, kesehatan, rezeki dan kesempatan, mari kita perbanyak amal dan berbagi kepada sesama,” pungkas Muhammad Zulkifly Fakaubun.
BERITA01/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kick-Off IZN dan KDZ 2026, Perkuat Komitmen Pengukuran Dampak Zakat
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kick-Off IZN dan KDZ 2026, Perkuat Komitmen Pengukuran Dampak Zakat
AMBON, 28 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon turut mengikuti kegiatan Kick-Off Pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kajian Dampak Zakat (KDZ) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI) secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 08.30–11.00 WIB atau 10.30–13.00 WIT tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan pengukuran IZN dan KDZ Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga November 2026. Agenda ini diikuti oleh unsur BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota. Pengukuran IZN dan KDZ menjadi salah satu instrumen penting dalam melihat perkembangan pengelolaan zakat sekaligus mengukur kontribusi dan dampak zakat terhadap kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Kota Ambon turut mengambil bagian dalam agenda tersebut sebagai bentuk komitmen untuk mendukung proses pengukuran dan evaluasi pengelolaan zakat secara nasional. Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi BAZNAS Kota Ambon untuk memperkuat pemahaman mengenai indikator, mekanisme, serta tahapan pengukuran IZN dan KDZ Tahun 2026. IZN dan KDZ Jadi Instrumen Evaluasi Pengelolaan Zakat Indeks Zakat Nasional merupakan instrumen yang digunakan untuk melihat kinerja dan perkembangan pengelolaan zakat secara lebih terukur. Melalui sejumlah indikator yang ditetapkan, pengukuran IZN diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pengelolaan zakat sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi lembaga pengelola zakat. Sementara itu, Kajian Dampak Zakat menjadi bagian penting untuk mengetahui sejauh mana program dan pendayagunaan zakat memberikan perubahan terhadap kehidupan penerima manfaat atau mustahik. Dengan demikian, pelaksanaan IZN dan KDZ tidak hanya berorientasi pada pengumpulan data, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola zakat yang semakin efektif, terukur, akuntabel, dan berorientasi pada dampak. Bagi BAZNAS Kota Ambon, keterlibatan dalam pengukuran tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan, terutama yang berkaitan dengan pendistribusian dan pendayagunaan zakat kepada masyarakat. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pengukuran IZN dan KDZ memiliki arti penting bagi lembaga zakat karena dapat menjadi instrumen untuk melihat sejauh mana pengelolaan zakat telah memberikan manfaat kepada masyarakat. “Pengukuran IZN dan Kajian Dampak Zakat merupakan bagian penting dalam mengevaluasi kinerja pengelolaan zakat. Bagi BAZNAS Kota Ambon, kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat kembali proses yang telah dilakukan sekaligus memastikan bahwa zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat yang nyata bagi mustahik,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Menurutnya, data dan hasil pengukuran yang akurat akan membantu BAZNAS dalam menentukan langkah perbaikan dan pengembangan program di masa mendatang. “Kami berharap pelaksanaan IZN dan KDZ Tahun 2026 dapat memberikan gambaran yang objektif mengenai pengelolaan dan dampak zakat. Hasilnya tentu akan menjadi bahan penting bagi BAZNAS Kota Ambon untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki maupun mustahik,” tambahnya. Dorong Pengelolaan Zakat yang Lebih Terukur Muhammad Zulkifly menegaskan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan sistem yang baik, mulai dari proses penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan, hingga pelaporan dan evaluasi. Seluruh tahapan tersebut perlu dilakukan secara profesional agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat terus terjaga. Menurutnya, pengukuran IZN dan KDZ juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat budaya evaluasi di lingkungan BAZNAS. “Zakat harus dikelola secara amanah, profesional dan terukur. Kita tidak hanya berbicara mengenai berapa besar zakat yang berhasil dihimpun dan disalurkan, tetapi juga bagaimana zakat tersebut mampu memberikan perubahan dan meningkatkan kualitas kehidupan mustahik,” jelasnya. Ia berharap seluruh proses pengukuran dapat berjalan dengan baik melalui dukungan dan partisipasi aktif seluruh lembaga zakat yang menjadi bagian dari pelaksanaan IZN dan KDZ Tahun 2026. BAZNAS Kota Ambon Siap Dukung Pelaksanaan Pengukuran Sementara itu, Jihan Abbas, selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, mengatakan bahwa pelaksanaan IZN dan KDZ membutuhkan dukungan data yang akurat dan terdokumentasi dengan baik. Menurutnya, digitalisasi memiliki peran penting dalam mendukung proses pengumpulan, pengolahan, serta penyediaan data yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pengukuran. “Kick-Off IZN dan KDZ Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi BAZNAS Kota Ambon untuk mempersiapkan seluruh data dan informasi yang dibutuhkan. Dari sisi pengumpulan dan digitalisasi, kami akan terus mendukung proses tersebut agar data yang disampaikan dapat lebih tertib, akurat dan sesuai dengan kebutuhan pengukuran,” ungkap Jihan Abbas. Ia menambahkan bahwa pengelolaan data yang baik tidak hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan evaluasi, tetapi juga dapat membantu lembaga dalam mengambil keputusan dan menyusun program secara lebih tepat sasaran. “Data bukan hanya menjadi kebutuhan administrasi, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan program. Dengan data yang baik, kita dapat mengetahui kondisi mustahik, melihat perkembangan program, serta mengukur sejauh mana manfaat zakat benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya. Jihan juga menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan zakat di daerah. Kick-Off Menjadi Awal Rangkaian Pengukuran IZN dan KDZ Dalam agenda Kick-Off tersebut, BAZNAS RI menyampaikan bahwa pengukuran IZN dan KDZ Tahun 2026 akan dilaksanakan pada periode Agustus hingga November 2026. Seluruh BAZNAS dan LAZ yang menjadi bagian dari proses tersebut diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif sesuai dengan tahapan dan pedoman yang telah ditetapkan. Peserta juga diarahkan untuk mempelajari pedoman pelaksanaan survei yang telah disediakan sebagai acuan dalam proses pengukuran. Pedoman tersebut menjadi salah satu instrumen penting agar pelaksanaan pengumpulan data dapat berjalan secara seragam dan sesuai dengan ketentuan. Bagi BAZNAS Kota Ambon, kegiatan Kick-Off ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait pelaksanaan pengukuran IZN dan KDZ, termasuk berbagai aspek yang perlu dipersiapkan oleh masing-masing lembaga. Keterlibatan aktif BAZNAS Kota Ambon diharapkan dapat mendukung tersedianya data yang valid mengenai kondisi pengelolaan zakat di daerah serta dampak program zakat terhadap penerima manfaat. Menguatkan Kepercayaan Publik Melalui Data dan Dampak Pengelolaan zakat yang semakin berkembang membutuhkan sistem evaluasi yang mampu menunjukkan kinerja lembaga secara objektif. Karena itu, IZN dan KDZ menjadi bagian dari upaya membangun pengelolaan zakat yang tidak hanya berorientasi pada jumlah penghimpunan, tetapi juga pada kualitas pelayanan dan dampak yang dihasilkan. BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam pengelolaan zakat. Kepercayaan tersebut perlu dijaga melalui transparansi, akuntabilitas, pelayanan yang baik, serta pelaporan yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasil pengukuran nantinya diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengembangan program zakat di berbagai daerah, termasuk Kota Ambon. Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, BAZNAS dapat mengidentifikasi berbagai aspek yang sudah berjalan baik sekaligus menemukan ruang perbaikan untuk meningkatkan efektivitas program. Muhammad Zulkifly Fakaubun kembali menegaskan bahwa BAZNAS Kota Ambon siap mendukung pelaksanaan IZN dan KDZ Tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen memperkuat tata kelola zakat. “BAZNAS Kota Ambon siap berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan IZN dan KDZ Tahun 2026. Kami berharap seluruh proses ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan data serta kajian yang bermanfaat bagi pengembangan pengelolaan zakat, khususnya dalam meningkatkan manfaat bagi masyarakat dan mustahik,” pungkasnya. Dengan mengikuti Kick-Off Pengukuran IZN dan KDZ Tahun 2026, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat melalui data, evaluasi, dan pengukuran dampak yang lebih sistematis. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah awal menuju proses pengukuran yang akan berlangsung hingga November 2026. BAZNAS Kota Ambon siap mengambil bagian dalam setiap tahapan dengan mengedepankan ketepatan data, koordinasi, profesionalitas, dan semangat untuk terus meningkatkan kemanfaatan zakat bagi masyarakat Kota Ambon.
BERITA01/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Fundraising Forum 2026, Perkuat Strategi Kemitraan Sponsorship untuk Optimalisasi Penghimpunan Zakat
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Fundraising Forum 2026, Perkuat Strategi Kemitraan Sponsorship untuk Optimalisasi Penghimpunan Zakat
AMBON, 28 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon terus memperkuat kapasitas dan strategi dalam mengembangkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui peningkatan wawasan, kolaborasi, serta pengembangan jejaring kemitraan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI), Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan yang terbuka bagi BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta para pegiat filantropi tersebut dilaksanakan secara daring dan dimulai pukul 06.00 WIB atau 08.00 WIT, hingga selesai. BAZNAS Fundraising Forum 2026 mengangkat tema “Strategi Sukses Penyelenggaraan Event Fundraising Melalui Optimalisasi Kemitraan Sponsorship.” Tema tersebut menjadi pembahasan penting di tengah kebutuhan lembaga zakat untuk terus melakukan inovasi dalam menghimpun dana ZIS sekaligus membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Kegiatan ini menghadirkan Firman Taufik, S.Pd., M.Si., Kepala Divisi Infak Operasional BAZNAS RI, sebagai narasumber. Forum juga mendapatkan pengantar dari H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan, serta dipandu oleh Faris Fadlurrahman, S.I.Kom., Praktisi Fundraising BAZNAS RI, selaku moderator. Forum berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, serta tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali berbagai strategi dan pengalaman dalam penyelenggaraan event fundraising. Strategi Fundraising Terus Berkembang Perkembangan dunia filantropi menuntut lembaga zakat untuk tidak hanya mengandalkan metode penghimpunan konvensional. Lembaga perlu membangun strategi yang kreatif, inovatif, terukur, dan mampu menjangkau calon muzaki serta donatur melalui berbagai kanal. Salah satu strategi yang dibahas dalam forum adalah optimalisasi kemitraan sponsorship dalam penyelenggaraan kegiatan fundraising. Kemitraan dengan perusahaan, lembaga, komunitas, maupun pihak lainnya dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas jangkauan kegiatan sekaligus memperkuat sumber daya dalam pelaksanaan program penghimpunan. Konsep tersebut menempatkan sponsorship bukan sekadar sebagai dukungan pembiayaan kegiatan, tetapi sebagai bagian dari strategi membangun hubungan jangka panjang dengan mitra. Karena itu, diperlukan perencanaan event yang matang, penawaran kerja sama yang jelas, serta kemampuan lembaga dalam menunjukkan manfaat dan dampak dari kegiatan yang dilaksanakan. Bagi BAZNAS Kota Ambon, materi yang disampaikan dalam forum tersebut menjadi tambahan wawasan yang dapat dipertimbangkan untuk pengembangan strategi fundraising di daerah. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas fundraising menjadi salah satu hal penting dalam meningkatkan penghimpunan ZIS dan memperluas kemanfaatan program BAZNAS. “BAZNAS Fundraising Forum 2026 memberikan banyak perspektif dan wawasan yang sangat relevan bagi pengembangan fundraising. Strategi kemitraan sponsorship dapat menjadi salah satu pendekatan yang kita kembangkan untuk memperluas jejaring, meningkatkan kolaborasi, dan pada akhirnya memperkuat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Menurutnya, kemitraan harus dibangun dengan prinsip saling memberikan manfaat dan tetap berorientasi pada tujuan sosial serta kemanfaatan masyarakat. “Kemitraan bukan hanya tentang mendapatkan dukungan, tetapi bagaimana membangun hubungan yang saling menguntungkan, transparan dan berkelanjutan. BAZNAS harus mampu menawarkan program yang jelas, memiliki dampak, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada para mitra dan masyarakat,” tambahnya. Event Fundraising sebagai Ruang Kolaborasi Muhammad Zulkifly menilai bahwa penyelenggaraan event fundraising dapat menjadi ruang untuk mempertemukan lembaga zakat dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu sosial dan pemberdayaan masyarakat. Melalui event yang dikemas secara baik, lembaga zakat dapat memperkenalkan program, menyampaikan dampak penyaluran ZIS, sekaligus membangun kedekatan dengan muzaki, donatur, perusahaan, komunitas, dan masyarakat luas. Menurutnya, event fundraising harus dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial, tetapi memiliki tujuan penghimpunan yang jelas dan memberikan pengalaman positif bagi para peserta maupun mitra. “Event fundraising harus memiliki konsep yang kuat dan tujuan yang jelas. Kita ingin setiap kegiatan bukan hanya ramai dari sisi pelaksanaan, tetapi juga mampu menghasilkan dampak, baik dalam penghimpunan maupun dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat,”jelasnya. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari forum tersebut dapat diimplementasikan dalam pengembangan strategi fundraising BAZNAS Kota Ambon. “Kami berharap hasil dari forum ini dapat diterapkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan BAZNAS Kota Ambon. Yang paling penting adalah bagaimana kita dapat terus berinovasi dalam fundraising tanpa meninggalkan prinsip amanah, transparansi dan akuntabilitas,” tuturnya. Jihan Abbas: Digitalisasi Perkuat Strategi Fundraising Sementara itu, Jihan Abbas, selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, mengatakan bahwa strategi fundraising saat ini memiliki hubungan yang erat dengan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, digitalisasi memberikan peluang besar bagi lembaga zakat untuk memperkenalkan program, membangun komunikasi dengan masyarakat, memperluas jaringan calon muzaki, serta mendokumentasikan dampak program secara lebih efektif. “Materi dalam BAZNAS Fundraising Forum 2026 sangat relevan dengan kebutuhan lembaga zakat saat ini. Strategi kemitraan sponsorship dapat kita kombinasikan dengan penguatan digitalisasi, sehingga event fundraising tidak hanya berlangsung secara offline, tetapi juga dapat dikembangkan melalui berbagai kanal digital,” ungkap Jihan Abbas. Ia menjelaskan bahwa dokumentasi dan publikasi kegiatan menjadi salah satu aspek yang penting dalam membangun kepercayaan. Masyarakat dan mitra perlu mengetahui bagaimana sebuah program dilaksanakan, siapa penerima manfaatnya, serta dampak yang dihasilkan. “Digitalisasi dapat membantu kita menyampaikan cerita dan dampak program secara lebih luas. Ketika masyarakat dapat melihat secara jelas manfaat dari zakat yang mereka tunaikan, hal itu dapat memperkuat kepercayaan sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan lebih banyak pihak,”jelasnya. Jihan juga menilai bahwa pemanfaatan media digital dapat menjadi sarana untuk mengembangkan komunikasi fundraising yang lebih kreatif dan mudah diterima oleh generasi saat ini. “Ke depan, fundraising harus semakin kreatif. Kita perlu menggabungkan kekuatan komunikasi, digitalisasi, storytelling, dan kemitraan agar pesan tentang zakat dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas,” tambahnya. Perkuat Kemitraan dengan Berbagai Pihak BAZNAS Fundraising Forum 2026 juga memberikan pemahaman bahwa keberhasilan fundraising tidak hanya ditentukan oleh kemampuan lembaga dalam meminta dukungan, tetapi juga oleh kemampuan membangun hubungan dan memberikan nilai kepada mitra. Kemitraan sponsorship membutuhkan komunikasi yang profesional, proposal yang menarik, target yang jelas, serta kemampuan lembaga dalam menjelaskan manfaat kerja sama. Mitra perlu mendapatkan gambaran yang konkret mengenai tujuan kegiatan, sasaran penerima manfaat, bentuk eksposur, serta dampak sosial yang dapat dihasilkan. Dalam konteks BAZNAS, kemitraan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Semakin luas jejaring kemitraan yang dibangun, semakin besar pula peluang untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat kepada mustahik. BAZNAS Kota Ambon sendiri terus berupaya meningkatkan kualitas penghimpunan ZIS dengan memperkuat komunikasi dan membangun sinergi bersama berbagai pihak. Partisipasi dalam forum nasional seperti BAZNAS Fundraising Forum menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan referensi dan praktik baik dari berbagai pengalaman pengelolaan fundraising. Tingkatkan Profesionalisme Pengelolaan Fundraising Pengelolaan fundraising yang profesional menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan muzaki dan donatur. Setiap strategi penghimpunan harus dibangun dengan memperhatikan aspek transparansi, akuntabilitas, pelayanan, komunikasi, serta keberlanjutan hubungan dengan para pihak yang terlibat. Karena itu, BAZNAS Kota Ambon memandang peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai kebutuhan yang harus terus dilakukan. Forum-forum pembelajaran seperti BAZNAS Fundraising Forum menjadi ruang bagi para amil dan pegiat filantropi untuk bertukar pengalaman dan memperoleh wawasan baru. Kehadiran BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen untuk terus mengikuti perkembangan strategi fundraising nasional dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat di Kota Ambon. Melalui pemanfaatan strategi kemitraan sponsorship yang tepat, dukungan digitalisasi, serta penguatan komunikasi dan pelayanan, BAZNAS Kota Ambon diharapkan mampu memperluas jaringan fundraising dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat. Pada akhirnya, tujuan utama dari seluruh strategi tersebut adalah memastikan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam gerakan zakat dan semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada mustahik. Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa inovasi dalam fundraising harus selalu berjalan beriringan dengan amanah dan tanggung jawab. “Kita harus terus belajar dan berinovasi, tetapi tetap berpegang pada prinsip amanah. Fundraising yang kuat harus dibangun dengan kepercayaan, pelayanan yang baik, kemitraan yang sehat, serta bukti nyata bahwa dana yang dihimpun memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. Dengan mengikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas fundraising, memperluas kemitraan, memanfaatkan teknologi digital, dan menghadirkan inovasi dalam pengelolaan ZIS. Semangat kolaborasi yang dibangun melalui forum tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi BAZNAS Kota Ambon untuk terus menghadirkan strategi penghimpunan yang kreatif, profesional dan berkelanjutan, sehingga gerakan zakat semakin kuat dan manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat Kota Ambon.
BERITA01/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Hadiri Pembukaan LASQI Nusantara Fest 2026, Dorong Seni Islami sebagai Perekat Silaturahmi dan Wujudkan Ambon Madani
BAZNAS Kota Ambon Hadiri Pembukaan LASQI Nusantara Fest 2026, Dorong Seni Islami sebagai Perekat Silaturahmi dan Wujudkan Ambon Madani
AMBON, 28 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon turut mengambil bagian dalam pembukaan LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026 yang digelar di Islamic Center Kota Ambon, Jumat, 28 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Ambon, Hj. Sumiyati Kiat, hadir mewakili BAZNAS Kota Ambon sekaligus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan yang mengangkat seni dan budaya Islami sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta membangun kehidupan masyarakat Kota Ambon yang madani. Mengusung tema “Melalui Seni dan Budaya Islami, Merajut Silaturahmi, Membangun Ambon yang Madani,”LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya yang bernuansa Islami, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitasnya melalui berbagai kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Acara pembukaan tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena. Kehadiran berbagai unsur pemerintah daerah, lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, serta masyarakat Kota Ambon menunjukkan adanya dukungan bersama terhadap upaya pengembangan seni dan budaya Islami di daerah. Seni dan Budaya Islami sebagai Sarana Membangun Silaturahmi LASQI Nusantara Fest tidak hanya dipandang sebagai sebuah ajang perlombaan atau festival seni semata, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan di tengah masyarakat. Seni Islami memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan moral, keagamaan, dan nilai-nilai kebaikan dengan cara yang kreatif dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui seni, pesan tentang persaudaraan, toleransi, akhlak, kepedulian, dan kecintaan kepada agama dapat disampaikan secara lebih menarik, khususnya kepada generasi muda. Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan semangat membangun masyarakat Kota Ambon yang religius, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Kehadiran BAZNAS Kota Ambon menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan yang memiliki nilai positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. BAZNAS memandang bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui aspek ekonomi, tetapi juga membutuhkan penguatan spiritual, moral, budaya, serta silaturahmi antarmasyarakat. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan yang memadukan seni, budaya, dan nilai-nilai Islam dapat menjadi sarana positif untuk memperkuat karakter masyarakat. “BAZNAS Kota Ambon memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan LASQI Nusantara Fest Tahun 2026. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ruang untuk menampilkan seni dan budaya Islami, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Ia menilai bahwa semangat membangun Ambon yang madani perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat melalui berbagai kegiatan yang dapat memperkuat kehidupan keagamaan dan sosial. “Membangun Ambon yang madani membutuhkan kolaborasi dan kebersamaan. Seni dan budaya Islami dapat menjadi salah satu media untuk menyatukan masyarakat, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan pesan-pesan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,”tambahnya. BAZNAS Dorong Generasi Muda Aktif dalam Kegiatan Positif Muhammad Zulkifly juga menekankan pentingnya memberikan ruang yang luas kepada generasi muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang positif dan produktif. Menurutnya, generasi muda merupakan bagian penting dalam menentukan arah kehidupan sosial dan budaya di masa mendatang. Karena itu, kegiatan seperti LASQI Nusantara Fest perlu terus didukung agar dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkuat nilai keagamaan. “Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan dan kreativitas dalam seni, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang baik. Nilai-nilai Islam harus menjadi bagian dari kehidupan, sehingga kreativitas dan prestasi dapat berjalan seiring dengan pembentukan karakter,” tuturnya. BAZNAS Kota Ambon juga melihat bahwa kegiatan keagamaan dan kebudayaan dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sosial yang lebih harmonis. Ketika masyarakat memiliki ruang untuk bertemu, berinteraksi, dan berkreasi bersama, maka hubungan sosial dan rasa persaudaraan dapat semakin kuat. Jihan Abbas: Digitalisasi Dapat Memperluas Gaung Seni Islami Sementara itu, Jihan Abbas, selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan informasi mengenai kegiatan keagamaan dan kebudayaan seperti LASQI Nusantara Fest. Menurutnya, dokumentasi dan publikasi melalui media digital dapat membuat kegiatan positif di tengah masyarakat lebih mudah diketahui oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda. “LASQI Nusantara Fest merupakan kegiatan yang sangat positif untuk terus dipublikasikan secara luas. Dengan dukungan digitalisasi, berbagai penampilan, kreativitas dan pesan-pesan Islami yang ada dalam kegiatan ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda,” ungkap Jihan Abbas. Ia menambahkan bahwa media digital saat ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi dan inspirasi. “Kita dapat memanfaatkan media digital untuk menyebarkan nilai-nilai positif dari kegiatan seni dan budaya Islami. Dengan cara ini, pesan tentang silaturahmi, persaudaraan, akhlak dan kehidupan yang madani dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas,” jelasnya. Menurut Jihan, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, komunitas seni, dan masyarakat menjadi penting untuk menciptakan ekosistem kegiatan positif yang dapat berkembang secara berkelanjutan. Dukungan BAZNAS terhadap Penguatan Kehidupan Keagamaan Kehadiran Wakil Ketua III BAZNAS Kota Ambon, Hj. Sumiyati Kiat, pada pembukaan LASQI Nusantara Fest 2026 menunjukkan komitmen BAZNAS untuk terus hadir dalam berbagai kegiatan yang memiliki nilai keagamaan dan sosial di Kota Ambon. Sebagai lembaga yang memiliki mandat dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS tidak terlepas dari upaya membangun masyarakat yang memiliki kepedulian, solidaritas, dan semangat kebersamaan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pesan yang terkandung dalam tema LASQI Nusantara Fest Tahun 2026. Seni dan budaya Islami dapat menjadi sarana untuk mempertemukan berbagai lapisan masyarakat sekaligus memperkuat silaturahmi. Pembangunan Ambon yang madani membutuhkan masyarakat yang memiliki karakter kuat, saling menghargai, serta mampu menjaga hubungan baik antarsesama. Karena itu, kegiatan keagamaan dan kebudayaan memiliki peranan penting sebagai bagian dari pembangunan sosial. BAZNAS Kota Ambon berharap LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026 dapat menjadi agenda yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Selain menjadi ruang kompetisi dan apresiasi seni, kegiatan tersebut diharapkan dapat melahirkan inspirasi serta mendorong masyarakat untuk semakin mencintai seni dan budaya Islami. Kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka ruang bagi para generasi muda untuk menunjukkan potensi dan kreativitas mereka. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, bakat-bakat muda di bidang seni Islami dapat terus dikembangkan sehingga mampu membawa nama baik Kota Ambon pada tingkat yang lebih tinggi. Merajut Silaturahmi, Membangun Ambon yang Madani Tema “Melalui Seni dan Budaya Islami, Merajut Silaturahmi, Membangun Ambon yang Madani” menjadi pesan utama yang diharapkan tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Merajut silaturahmi berarti membangun hubungan yang kuat, saling menghargai, dan menjaga persaudaraan. Sementara membangun Ambon yang madani berarti menciptakan kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kebaikan, keadaban, toleransi, kepedulian, dan semangat kebersamaan. BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini terus didorong melalui berbagai program sosial dan keagamaan. Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang dapat memperkuat kepedulian dan solidaritas masyarakat. Melalui kegiatan seperti LASQI Nusantara Fest, diharapkan semakin banyak ruang positif yang mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan. Ruang-ruang tersebut penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah perkembangan zaman. Muhammad Zulkifly Fakaubun kembali menegaskan bahwa BAZNAS Kota Ambon siap mendukung berbagai kegiatan yang memiliki dampak positif terhadap kehidupan masyarakat. “Kami berharap LASQI Nusantara Fest dapat terus berkembang dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkarya, bersilaturahmi dan memperkuat nilai-nilai keislaman. BAZNAS Kota Ambon akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat kehidupan sosial serta keagamaan di Kota Ambon,” pungkasnya. Pembukaan LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026 di Islamic Center Kota Ambon pada Jumat, 28 Agustus 2026, menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat sinergi berbagai pihak untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih religius, harmonis, dan berbudaya. Dengan semangat seni dan budaya Islami, kegiatan tersebut diharapkan mampu terus merajut silaturahmi dan menjadi bagian dari perjalanan bersama dalam mewujudkan Ambon yang madani.
BERITA01/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Tutup LASQI Nusantara Fest 2026, BAZNAS Kota Ambon Apresiasi Generasi Muda dalam Melestarikan Seni Islami
Tutup LASQI Nusantara Fest 2026, BAZNAS Kota Ambon Apresiasi Generasi Muda dalam Melestarikan Seni Islami
AMBON, 30 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon turut hadir dalam acara penutupan LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026 yang berlangsung di Islamic Center Kota Ambon, Ahad, 30 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Ambon, Hj. Sumiyati Kiat, hadir mewakili BAZNAS Kota Ambon sekaligus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan yang mengedepankan seni dan budaya Islami sebagai sarana mempererat silaturahmi serta membangun kehidupan masyarakat Kota Ambon yang madani. LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026 mengusung tema “Melalui Seni dan Budaya Islami, Merajut Silaturahmi, Membangun Ambon yang Madani.” Tema tersebut menjadi landasan penting dalam pelaksanaan festival yang tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, kebudayaan, persaudaraan, dan kreativitas masyarakat. Acara penutupan ini sekaligus menjadi puncak dari seluruh rangkaian LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026. Kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang hadir bersama unsur pemerintah daerah, pengurus LASQI, peserta, pendamping, tokoh agama, serta masyarakat. Suasana penutupan berlangsung meriah sekaligus penuh rasa syukur. Setelah melewati berbagai rangkaian kegiatan dan kompetisi, para peserta akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menerima apresiasi atas kerja keras, latihan, serta penampilan yang telah mereka berikan. Apresiasi bagi Para Pemenang Salah satu agenda utama dalam acara penutupan adalah pengumuman juara dan pemberian hadiah kepada para pemenang. Pengumuman hasil perlombaan dibacakan oleh Ketua LASQI Kota Ambon, Abas Rumadan. Pengumuman tersebut menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh para peserta dan pendukung. Para peserta yang berhasil meraih juara kemudian mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah dicapai selama mengikuti LASQI Nusantara Fest Tahun 2026. Pemberian hadiah bukan sekadar bentuk penghargaan terhadap hasil kompetisi, tetapi juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengembangkan bakat di bidang seni dan budaya Islami. Bagi peserta yang belum meraih juara, keikutsertaan dalam festival tetap menjadi pengalaman yang berharga. Proses latihan, persiapan, keberanian tampil, serta kesempatan berinteraksi dengan peserta lainnya merupakan bagian dari pembelajaran yang dapat menjadi bekal untuk mengikuti kegiatan serupa pada masa mendatang. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya Islami. “BAZNAS Kota Ambon mengapresiasi pelaksanaan LASQI Nusantara Fest Tahun 2026. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas dan kecintaan terhadap seni serta budaya Islami,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Ia menilai tema yang diangkat dalam festival tersebut memiliki pesan yang sangat kuat, terutama dalam konteks mempererat hubungan antarmasyarakat dan membangun karakter generasi muda. “Tema melalui seni dan budaya Islami, merajut silaturahmi, membangun Ambon yang madani merupakan sebuah pesan yang sangat positif. Seni dan budaya dapat menjadi media untuk mempererat persaudaraan sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlak yang baik,”tambahnya. BAZNAS Dorong Pembinaan Generasi Muda Muhammad Zulkifly mengatakan, pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat perlu memberikan ruang yang sehat bagi generasi muda untuk berkembang. Menurutnya, kegiatan yang menggabungkan unsur seni, budaya, dan keagamaan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengarahkan generasi muda kepada aktivitas yang produktif. “Generasi muda harus diberikan ruang untuk berkreasi dan menunjukkan potensi mereka. Kegiatan seperti LASQI sangat baik karena anak-anak dan generasi muda dapat menyalurkan bakatnya dalam kegiatan yang positif, sekaligus belajar tentang disiplin, kerja keras, persaudaraan dan nilai-nilai keagamaan,” jelasnya. Ia berharap para pemenang tidak berhenti pada pencapaian yang diperoleh dalam festival tersebut, tetapi terus berlatih dan meningkatkan kualitas diri. “Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan seluruh peserta. Juara adalah sebuah pencapaian yang harus disyukuri, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana prestasi itu menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang,” tuturnya. Seni Islami sebagai Media Dakwah dan Pendidikan LASQI Nusantara Fest juga memiliki nilai penting dalam memperkenalkan seni Islami kepada masyarakat. Seni seperti qasidah, kaligrafi, dan berbagai bentuk ekspresi budaya Islami dapat menjadi media dakwah yang dikemas secara kreatif. Melalui seni, pesan-pesan tentang kebaikan, akhlak, persaudaraan, kasih sayang, dan kecintaan kepada agama dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih mudah diterima oleh masyarakat. BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa penguatan kehidupan keagamaan masyarakat perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan. Tidak hanya melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui seni, budaya, pendidikan, komunitas, dan berbagai ruang kreatif yang dekat dengan masyarakat. Kehadiran Hj. Sumiyati Kiat dalam acara penutupan tersebut sekaligus menunjukkan dukungan BAZNAS Kota Ambon terhadap kegiatan yang memiliki nilai sosial dan keagamaan serta mampu mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Silaturahmi sebagai Kekuatan Masyarakat Tema “Merajut Silaturahmi” yang diangkat dalam LASQI Nusantara Fest juga menjadi pesan penting bagi kehidupan masyarakat Kota Ambon. Silaturahmi memiliki peran dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Melalui pertemuan dan interaksi yang positif, masyarakat dapat saling mengenal, menghargai, dan memperkuat persaudaraan. Festival seperti LASQI menjadi salah satu ruang yang memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk bertemu dalam suasana kebersamaan. Para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar menghargai kemampuan satu sama lain. Semangat tersebut diharapkan dapat terus dibawa ke luar arena festival dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa membangun masyarakat madani membutuhkan kebersamaan dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat. “Ambon yang madani tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kebersamaan, silaturahmi, kepedulian dan semangat untuk saling memberikan manfaat. Karena itu, kegiatan seperti LASQI harus kita dukung bersama,” katanya. Menurutnya, nilai-nilai tersebut juga memiliki hubungan dengan semangat yang dibangun BAZNAS melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Zakat bukan hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat kepedulian sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Semangat berbagi dan membantu sesama merupakan bagian dari upaya menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera. Penutupan Menjadi Awal untuk Terus Berkarya Dengan ditutupnya LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026 oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, maka berakhir pula rangkaian kegiatan festival yang telah menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan bakat dan kreativitas dalam seni Islami. Namun, berakhirnya festival diharapkan bukan menjadi akhir dari semangat berkarya. Para peserta diharapkan terus berlatih, para pembina terus memberikan pendampingan, dan masyarakat terus memberikan dukungan terhadap perkembangan seni dan budaya Islami. Pengumuman juara yang dibacakan oleh Ketua LASQI Kota Ambon, Abas Rumadan, serta pemberian hadiah kepada para pemenang menjadi penutup yang memberikan apresiasi kepada mereka yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Bagi BAZNAS Kota Ambon, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat dukungan terhadap berbagai aktivitas yang memiliki nilai keagamaan, sosial, pendidikan, dan kebudayaan. “Kami berharap LASQI terus menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan. Bukan hanya mencari pemenang, tetapi juga membangun generasi yang memiliki kemampuan, kreativitas dan akhlak. Semoga semangat ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi Kota Ambon,” pungkas Muhammad Zulkifly Fakaubun. BAZNAS Kota Ambon berharap semangat yang dibangun melalui LASQI Nusantara Fest Tahun 2026 dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Seni dan budaya Islami diharapkan semakin mendapat ruang untuk berkembang, sementara silaturahmi dan persaudaraan masyarakat semakin kuat. Melalui tema “Melalui Seni dan Budaya Islami, Merajut Silaturahmi, Membangun Ambon yang Madani,” LASQI Nusantara Fest Tahun 2026 tidak hanya menjadi sebuah festival, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun masyarakat yang berkarakter, religius, kreatif, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.
BERITA01/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Sesi 16, Dalami Update Program “Membasuh Luka Palestina”
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Sesi 16, Dalami Update Program “Membasuh Luka Palestina”
AMBON, 1 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali mengikuti kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing Sesi 16 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI), Selasa, 1 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti secara gratis oleh BAZNAS, LAZ, amil, serta pegiat gerakan zakat. Knowledge Sharing Sesi 16 kali ini mengangkat tema “Update Program Membasuh Luka Palestina”, sebuah tema kemanusiaan yang menjadi perhatian dalam gerakan filantropi dan zakat. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30–09.00 WIB atau 09.30–11.00 WIT. Kegiatan menghadirkan dr. Enrina Diah Nurmeirini, Sp.BP-RE, yang merupakan relawan Gaza sekaligus spesialis bedah plastik, sebagai narasumber. Sementara jalannya kegiatan dipandu oleh Anang Fahmi selaku host. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan wawasan, kapasitas, dan pemahaman amil terhadap berbagai isu kemanusiaan yang berkaitan dengan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Membuka Wawasan tentang Program Kemanusiaan Palestina Program “Membasuh Luka Palestina” menjadi salah satu bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang dibangun melalui gerakan zakat dan filantropi. Dalam kegiatan Knowledge Sharing ini, peserta mendapatkan informasi mengenai perkembangan program, kondisi kemanusiaan di Palestina, serta berbagai bentuk upaya yang dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak. Kehadiran narasumber yang memiliki pengalaman langsung sebagai relawan di Gaza memberikan perspektif yang lebih dekat mengenai kondisi masyarakat Palestina dan tantangan yang dihadapi dalam penanganan persoalan kemanusiaan. Bagi lembaga zakat, pengetahuan mengenai perkembangan isu kemanusiaan menjadi penting karena zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang menghadapi kondisi sulit, baik di dalam negeri maupun dalam konteks kemanusiaan global. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Knowledge Sharing merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kota Ambon untuk terus memperkuat kapasitas amil dan memahami perkembangan program-program kemanusiaan yang dilaksanakan oleh BAZNAS. “BAZNAS Knowledge Sharing menjadi ruang yang sangat baik bagi kami untuk terus belajar dan mendapatkan informasi mengenai berbagai program yang dilaksanakan BAZNAS, termasuk Program Membasuh Luka Palestina. Informasi seperti ini penting agar kami dapat memahami perkembangan persoalan kemanusiaan dan memperkuat semangat kepedulian di tengah masyarakat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Menurutnya, persoalan kemanusiaan membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Gerakan zakat dan filantropi memiliki peran penting dalam membangun solidaritas serta menghadirkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. “Zakat, infak dan sedekah tidak hanya berbicara mengenai aspek ibadah, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan dan kepedulian sosial. Semangat membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi kesulitan harus terus dipelihara melalui kolaborasi dan gerakan kebaikan,” tambahnya. Pengalaman Relawan Memberikan Perspektif Kemanusiaan Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Knowledge Sharing Sesi 16 adalah pengalaman langsung narasumber sebagai relawan di Gaza. Kehadiran tenaga profesional yang pernah berada di wilayah tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi yang dihadapi masyarakat Palestina, terutama mereka yang membutuhkan penanganan medis dan dukungan kemanusiaan. Pengalaman lapangan tersebut menjadi pembelajaran penting bagi peserta karena menunjukkan bahwa persoalan kemanusiaan membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Bantuan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar, tetapi juga mencakup kesehatan, pemulihan, perlindungan, serta dukungan psikososial bagi masyarakat yang terdampak. Melalui kegiatan Knowledge Sharing, peserta diharapkan dapat memahami bahwa gerakan filantropi membutuhkan pengelolaan yang profesional dan responsif terhadap kondisi di lapangan. BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa pembelajaran semacam ini dapat memperkuat perspektif amil dalam menjalankan tugas pengelolaan dana umat secara amanah dan bertanggung jawab. Jihan Abbas: Knowledge Sharing Perkuat Kapasitas Amil Sementara itu, Jihan Abbas, selaku Staf Bidang Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, mengatakan bahwa kegiatan Knowledge Sharing merupakan kesempatan penting bagi amil untuk mendapatkan wawasan baru dari narasumber yang memiliki pengalaman langsung di lapangan. Menurutnya, materi mengenai program kemanusiaan Palestina juga memberikan pemahaman bahwa pengelolaan dana ZIS harus terus berkembang mengikuti kebutuhan dan tantangan masyarakat. “Knowledge Sharing Sesi 16 memberikan perspektif yang sangat berharga, khususnya karena narasumber memiliki pengalaman sebagai relawan di Gaza. Dari kegiatan ini kita dapat belajar bagaimana sebuah program kemanusiaan dijalankan dan bagaimana kepedulian masyarakat dapat diorganisasi menjadi gerakan yang memberikan manfaat,” ungkap Jihan Abbas. Ia juga menilai bahwa perkembangan digital memberikan peluang besar dalam memperkuat komunikasi dan edukasi mengenai gerakan zakat serta program kemanusiaan. “Digitalisasi dapat menjadi sarana untuk menyampaikan informasi mengenai program kemanusiaan secara lebih cepat dan luas. Karena itu, informasi yang diperoleh melalui Knowledge Sharing seperti ini penting untuk dikomunikasikan kembali kepada masyarakat dengan cara yang baik, edukatif dan bertanggung jawab,” jelasnya. Jihan menambahkan bahwa transparansi dan penyampaian informasi yang tepat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga zakat. “Masyarakat perlu mengetahui bahwa setiap gerakan kebaikan harus dikelola secara amanah. Informasi mengenai program, penerima manfaat dan dampak yang dihasilkan perlu disampaikan secara baik agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat semakin kuat,” tambahnya. Perkuat Semangat Solidaritas Kemanusiaan Program “Membasuh Luka Palestina” menjadi salah satu gambaran bagaimana gerakan filantropi dapat mengambil bagian dalam merespons persoalan kemanusiaan. Dukungan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bagian dari solidaritas untuk membantu mereka yang berada dalam kondisi sulit. Kegiatan Knowledge Sharing juga menjadi ruang untuk mengingatkan kembali bahwa nilai kepedulian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memiliki kepedulian terhadap sesama. Dalam konteks gerakan zakat, semangat tersebut diwujudkan melalui penghimpunan dan pendayagunaan dana umat untuk membantu mereka yang berhak dan membutuhkan. BAZNAS Kota Ambon terus berkomitmen untuk mengambil bagian dalam gerakan tersebut dengan memperkuat kapasitas amil, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan para muzaki. Pentingnya Kolaborasi dalam Gerakan Kemanusiaan Persoalan kemanusiaan berskala besar membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Lembaga zakat, organisasi kemanusiaan, tenaga profesional, relawan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menghadirkan bantuan. Knowledge Sharing menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pengetahuan dan pengalaman sehingga para peserta dapat mengambil pelajaran yang dapat diterapkan sesuai dengan kapasitas lembaganya masing-masing. Bagi BAZNAS Kota Ambon, pembelajaran tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dalam mengembangkan strategi pengumpulan ZIS. Pemahaman terhadap isu dan kebutuhan masyarakat dapat membantu amil dalam menyampaikan pesan zakat dengan lebih relevan dan menyentuh kepedulian masyarakat. Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa peningkatan kapasitas amil harus terus dilakukan agar pengelolaan zakat semakin profesional. “Amil harus terus belajar karena tantangan pengelolaan zakat dan persoalan sosial terus berkembang. Melalui Knowledge Sharing seperti ini, kita mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah,” katanya. Ia juga berharap semangat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dapat terus tumbuh di Kota Ambon. “Semoga semangat kemanusiaan yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus peduli dan berbagi. Kita berharap gerakan zakat semakin kuat sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya. Knowledge Sharing sebagai Ruang Berbagi Ilmu dan Pengalaman BAZNAS Knowledge Sharing secara rutin menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan amil dan pegiat zakat dengan berbagai narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya. Pelaksanaan Sesi 16 Tahun 2026 dengan tema “Update Program Membasuh Luka Palestina” menunjukkan luasnya cakupan isu yang menjadi perhatian dalam gerakan zakat. Selain membahas pengelolaan zakat secara teknis, kegiatan tersebut juga membuka wawasan peserta mengenai peran zakat dalam merespons persoalan kemanusiaan. BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kapasitas amil di seluruh daerah semakin kuat. Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Ambon untuk terus berbagi ilmu, berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Melalui semangat pembelajaran dan kepedulian, BAZNAS Kota Ambon berupaya memastikan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial yang nyata. Knowledge Sharing Sesi 16 Tahun 2026 akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa gerakan zakat merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan yang membutuhkan profesionalitas, kepedulian, kolaborasi, dan kepercayaan masyarakat. Dengan terus meningkatkan kapasitas amil serta memperkuat pemanfaatan teknologi digital, BAZNAS Kota Ambon optimistis gerakan zakat dapat semakin dikenal, dipercaya, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA01/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Perkuat Pelayanan dan Tata Kelola, BAZNAS Kota Ambon Gelar Rapat Harian Bahas Penyaluran Bantuan hingga Persiapan IZN dan KDZ
Perkuat Pelayanan dan Tata Kelola, BAZNAS Kota Ambon Gelar Rapat Harian Bahas Penyaluran Bantuan hingga Persiapan IZN dan KDZ
AMBON, 1 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon melaksanakan rapat harian pimpinan dan staf pada Selasa, 1 September 2026. Rapat tersebut menjadi bagian dari agenda koordinasi internal untuk memastikan berbagai program dan kegiatan BAZNAS Kota Ambon dapat dipersiapkan dan dilaksanakan secara terarah, amanah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam rapat yang berlangsung sepanjang 1 September 2026, pimpinan bersama staf membahas sejumlah agenda prioritas, mulai dari persiapan penyaluran bantuan di beberapa lokasi, termasuk rencana bantuan bagi masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Batu Merah, persiapan kegiatan doa untuk Kota Ambon dalam rangka HUT Kota Ambon ke-451, hingga persiapan penginputan Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kajian Dampak Zakat (KDZ) Tahun 2026. Rapat harian tersebut menjadi ruang koordinasi bagi pimpinan dan staf untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi kesiapan setiap agenda, serta menentukan langkah tindak lanjut yang perlu dilakukan. Koordinasi dilakukan agar setiap kegiatan dapat berjalan sesuai perencanaan dan tetap mengedepankan prinsip ketepatan sasaran, transparansi, serta akuntabilitas. Bahas Persiapan Penyaluran Bantuan di Sejumlah Lokasi Salah satu agenda utama yang dibahas dalam rapat adalah persiapan penyaluran bantuan di beberapa lokasi yang telah menjadi perhatian BAZNAS Kota Ambon. Dalam pembahasan tersebut, pimpinan dan staf memberikan perhatian khusus terhadap rencana penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di Batu Merah. Musibah kebakaran dapat memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan masyarakat. Selain kehilangan tempat tinggal dan harta benda, warga terdampak juga menghadapi kebutuhan mendesak untuk memenuhi keperluan sehari-hari setelah kejadian. BAZNAS Kota Ambon berupaya hadir melalui penyaluran bantuan sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar untuk meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit. Persiapan penyaluran dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek, termasuk koordinasi lapangan, pendataan penerima manfaat, kesiapan bantuan, mekanisme distribusi, hingga dokumentasi dan pelaporan. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa bantuan bagi masyarakat terdampak musibah merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. “Kami terus melakukan persiapan penyaluran bantuan di beberapa tempat, termasuk untuk saudara-saudara kita yang terdampak musibah kebakaran di Batu Merah. Prinsipnya, kami ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dapat membantu meringankan kebutuhan mereka,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari amanah dana masyarakat yang harus dikelola secara bertanggung jawab. “Setiap bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari masyarakat yang dititipkan kepada BAZNAS. Karena itu, proses pendataan, persiapan, penyaluran hingga pelaporannya harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai ketentuan,” tambahnya. Persiapan Doa untuk HUT Kota Ambon ke-451 Selain membahas agenda penyaluran bantuan, rapat harian pimpinan dan staf juga membahas persiapan doa untuk Kota Ambon dalam rangka memperingati HUT Kota Ambon ke-451. Momentum HUT Kota Ambon menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan panjang Kota Ambon sekaligus memanjatkan doa dan harapan bagi masa depan kota. BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa pembangunan daerah membutuhkan ikhtiar bersama, termasuk dukungan spiritual dan doa masyarakat. Melalui doa, diharapkan Kota Ambon senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, keberkahan, serta masyarakat yang semakin sejahtera. Persiapan kegiatan doa menjadi salah satu bagian dari agenda yang dikoordinasikan dalam rapat harian. Pimpinan dan staf membahas berbagai kebutuhan agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan makna dalam momentum peringatan HUT Kota Ambon ke-451. Muhammad Zulkifly Fakaubun menyampaikan harapannya agar usia Kota Ambon yang ke-451 menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat. “Di usia Kota Ambon yang ke-451 ini, kita berharap Ambon terus diberikan keberkahan, keamanan, kedamaian dan kemajuan. Kita juga berdoa agar seluruh masyarakat dapat hidup dengan lebih sejahtera serta hubungan kebersamaan dan persaudaraan terus terjaga,” ungkapnya. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam mendukung pembangunan Kota Ambon. “Pembangunan kota adalah tanggung jawab bersama. BAZNAS Kota Ambon akan terus mengambil bagian sesuai dengan tugas dan perannya, terutama melalui pengelolaan zakat, infak dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya. Matangkan Persiapan Penginputan IZN dan KDZ Agenda lainnya yang menjadi fokus dalam rapat adalah persiapan penginputan Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kajian Dampak Zakat (KDZ) Tahun 2026. Pengukuran IZN dan KDZ menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pengelolaan zakat. Karena itu, kesiapan data dan dokumen menjadi perhatian utama BAZNAS Kota Ambon. Dalam rapat, pimpinan bersama staf membahas berbagai kebutuhan data yang harus dipersiapkan, termasuk melakukan pengecekan terhadap kelengkapan informasi yang akan digunakan dalam proses penginputan. Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penginputan dapat berlangsung secara tertib dan akurat. Data yang lengkap dan sesuai akan membantu proses pengukuran sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi BAZNAS Kota Ambon. Muhammad Zulkifly Fakaubun menjelaskan bahwa IZN dan KDZ bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen untuk melihat perkembangan pengelolaan zakat dan dampaknya terhadap masyarakat. “Persiapan IZN dan KDZ harus kita lakukan dengan serius. Data yang kita input harus lengkap, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, karena hasilnya akan menjadi bagian dari evaluasi terhadap kinerja pengelolaan zakat di BAZNAS Kota Ambon,” katanya. Ia menambahkan bahwa pengukuran dampak zakat juga penting untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat kepada mustahik. “Kita tidak cukup hanya mengetahui berapa dana yang dihimpun dan disalurkan. Kita juga harus melihat dampaknya terhadap mustahik. Apakah bantuan dan program yang kita jalankan mampu membantu meningkatkan kondisi kehidupan mereka. Karena itu, data dan evaluasi menjadi sangat penting,” jelasnya. Koordinasi Internal untuk Memperkuat Kinerja Rapat harian pimpinan dan staf menjadi salah satu mekanisme penting dalam memastikan setiap agenda BAZNAS Kota Ambon dapat berjalan secara terkoordinasi. Setiap program memiliki tahapan yang harus dipersiapkan secara matang. Dengan koordinasi yang baik, potensi kendala dapat diantisipasi sejak awal dan setiap bagian dapat menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing. Dalam rapat tersebut, pimpinan dan staf juga memastikan bahwa agenda penyaluran bantuan, kegiatan doa untuk HUT Kota Ambon, serta persiapan IZN dan KDZ dapat berjalan secara beriringan tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan masing-masing kegiatan. Menurut Muhammad Zulkifly Fakaubun, kerja sama internal menjadi salah satu kunci dalam menjaga kualitas pelayanan BAZNAS kepada masyarakat. “Saya selalu menekankan kepada seluruh jajaran bahwa pekerjaan di BAZNAS adalah kerja bersama. Setiap bagian memiliki peran dan tanggung jawab. Karena itu, koordinasi harus terus kita lakukan agar semua agenda dapat berjalan dengan baik,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan BAZNAS berkaitan dengan amanah masyarakat. “Kita harus bekerja dengan penuh amanah dan profesional. Apa yang kita kerjakan bukan hanya untuk lembaga, tetapi menyangkut amanah para muzaki dan kepentingan mustahik. Karena itu, setiap proses harus kita jaga dengan sebaik-baiknya,” tambahnya. Respons Cepat dan Tata Kelola yang Akuntabel Pembahasan mengenai bantuan bagi korban kebakaran di Batu Merah menunjukkan pentingnya kemampuan BAZNAS dalam merespons kondisi masyarakat secara cepat sekaligus tetap menjaga tata kelola yang baik. Di satu sisi, masyarakat yang terdampak musibah membutuhkan bantuan sesegera mungkin. Namun di sisi lain, proses penyaluran tetap harus dilakukan berdasarkan data dan mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, rapat harian menjadi ruang untuk memastikan kedua aspek tersebut dapat berjalan secara seimbang. BAZNAS Kota Ambon terus berupaya agar setiap bantuan yang diberikan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh penerima. Prinsip ketepatan sasaran menjadi salah satu perhatian utama dalam setiap proses pendistribusian. Menatap Agenda BAZNAS ke Depan Rangkaian pembahasan dalam rapat harian pada 1 September 2026 menunjukkan bahwa BAZNAS Kota Ambon terus bergerak dalam berbagai bidang, mulai dari pelayanan langsung kepada masyarakat hingga penguatan tata kelola kelembagaan. Persiapan bantuan untuk korban kebakaran menjadi wujud kepedulian sosial. Persiapan doa HUT Kota Ambon ke-451 menjadi bentuk dukungan spiritual dan kebersamaan untuk kota. Sementara persiapan IZN dan KDZ menjadi bagian dari upaya memperkuat evaluasi dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Ketiga agenda tersebut menjadi bagian dari perjalanan BAZNAS Kota Ambon dalam menjalankan amanah masyarakat. Muhammad Zulkifly Fakaubun berharap seluruh jajaran BAZNAS Kota Ambon dapat terus menjaga semangat pelayanan dan meningkatkan kualitas kerja. “Harapan kami, seluruh agenda yang sudah dibahas dapat dilaksanakan dengan baik. Kita ingin BAZNAS Kota Ambon semakin kuat dalam memberikan pelayanan, semakin tepat dalam menyalurkan bantuan, dan semakin baik dalam tata kelola serta pelaporan,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan BAZNAS tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. “Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kita adalah sejauh mana kehadiran BAZNAS memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, mari kita terus bekerja dengan ikhlas, profesional, amanah dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya. Melalui rapat harian pimpinan dan staf pada Selasa, 1 September 2026, BAZNAS Kota Ambon terus memperkuat koordinasi internal untuk memastikan berbagai agenda kelembagaan dapat berjalan secara optimal. Dengan mengedepankan amanah, profesionalitas, ketepatan sasaran, dan akuntabilitas, BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, serta memperkuat tata kelola zakat agar semakin memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA01/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Pra-RAKORNAS 2026, Perkuat Evaluasi Kinerja dan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Pra-RAKORNAS 2026, Perkuat Evaluasi Kinerja dan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT
Ambon — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon mengikuti kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS yang diselenggarakan oleh BAZNAS Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti oleh BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia tersebut berlangsung mulai pukul 08.00–12.00 WIB atau 10.00–14.00 WIT. Pra-RAKORNAS menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan pelaksanaan RAKORNAS BAZNAS sekaligus menjadi forum koordinasi untuk mengevaluasi perkembangan program dan kinerja BAZNAS di berbagai daerah. BAZNAS Kota Ambon turut mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan BAZNAS RI serta meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di tingkat daerah. Keikutsertaan ini juga menjadi kesempatan bagi jajaran BAZNAS Kota Ambon untuk memperoleh informasi strategis terkait arah kebijakan dan evaluasi program BAZNAS secara nasional. Kegiatan diawali dengan sambutan dan laporan dari Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Hj. Saidah Sakwan, MA. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mujahid, M.Sc. Salah satu agenda utama dalam Pra-RAKORNAS adalah pemaparan materi oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi, H. Syarifuddin, S.Ag., ME, dengan materi mengenai Evaluasi Pencapaian RAKAT 2026 pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan berbagai rencana dan target kerja BAZNAS dapat berjalan sesuai dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan. Melalui evaluasi, setiap daerah dapat melihat capaian, mengidentifikasi kendala, serta menyusun langkah perbaikan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan zakat. Bagi BAZNAS Kota Ambon, agenda evaluasi tersebut menjadi momentum untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas kelembagaan. Pengelolaan zakat tidak hanya membutuhkan penghimpunan yang optimal, tetapi juga perencanaan program, pendistribusian, pendayagunaan, pelaporan dan komunikasi publik yang terintegrasi. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam Pra-RAKORNAS menjadi kesempatan penting bagi BAZNAS Kota Ambon untuk menyelaraskan program daerah dengan arah kebijakan BAZNAS secara nasional. “Pra-RAKORNAS ini sangat penting bagi kami karena menjadi ruang untuk melihat kembali capaian dan perkembangan program yang telah dilaksanakan. Dari evaluasi tersebut, kita dapat mengetahui apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujar Zulkifly. Menurutnya, evaluasi tidak semata-mata dimaknai sebagai penilaian terhadap capaian, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat. Setiap target yang telah ditetapkan perlu diikuti dengan upaya nyata agar manfaat pengelolaan zakat semakin dirasakan oleh para mustahik. “Kami di BAZNAS Kota Ambon akan terus berupaya melakukan perbaikan dan penguatan program. Evaluasi menjadi bagian penting agar setiap amanah yang diberikan masyarakat dapat kita kelola dengan lebih baik, transparan dan memberikan manfaat yang semakin luas,” lanjutnya. Selain agenda evaluasi, Pra-RAKORNAS BAZNAS juga diisi dengan penggalangan bantuan untuk korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Agenda tersebut menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian gerakan zakat terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Zulkifly menilai penggalangan bantuan tersebut merupakan bentuk nyata dari semangat kemanusiaan yang harus terus dijaga dalam gerakan zakat nasional. Menurutnya, ketika terjadi bencana, seluruh elemen masyarakat perlu bergandengan tangan untuk membantu meringankan beban para korban. “Penggalangan bantuan untuk saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan. BAZNAS memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut hadir ketika masyarakat mengalami musibah dan membutuhkan bantuan,” ungkapnya. Ia berharap semangat kepedulian tersebut dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam momentum bencana, tetapi juga dalam berbagai kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. “Kami berharap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Ini juga menjadi pengingat bahwa kekuatan gerakan zakat terletak pada kepedulian dan kebersamaan kita dalam membantu sesama,” tutur Zulkifly. Pra-RAKORNAS juga menjadi forum untuk memperkuat koordinasi antara BAZNAS RI dengan BAZNAS di seluruh Indonesia. Koordinasi tersebut diperlukan agar kebijakan dan program pengelolaan zakat dapat diterapkan secara efektif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. BAZNAS Kota Ambon memandang forum nasional tersebut sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat. Melalui koordinasi yang baik, diharapkan berbagai program BAZNAS dapat berjalan semakin terarah dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam Pra-RAKORNAS 2026 juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan diri menghadapi agenda RAKORNAS BAZNAS. Berbagai hasil evaluasi dan pembahasan dalam forum tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah strategis ke depan. Pada akhirnya, Pra-RAKORNAS BAZNAS bukan hanya menjadi forum koordinasi kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat semangat kolaborasi, evaluasi dan kepedulian sosial dalam gerakan zakat nasional. BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, memperkuat koordinasi dengan BAZNAS RI, serta menghadirkan program yang semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Ambon. Waktu pelaksanaan: Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 10.00–14.00 WIT, secara daring melalui Zoom Meeting.
BERITA22/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Jumat Berkah BAZNAS Kota Ambon Kembali Hadir, 25 Paket Makanan Dibagikan kepada Pekerja Jalanan
Jumat Berkah BAZNAS Kota Ambon Kembali Hadir, 25 Paket Makanan Dibagikan kepada Pekerja Jalanan
Ambon — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali melanjutkan program Jumat Berkah dengan berbagi makanan kepada masyarakat yang membutuhkan di sejumlah titik di wilayah dalam Kota Ambon, Jumat pagi, 7 Agustus 2026. Program Jumat Berkah merupakan salah satu kegiatan rutin BAZNAS Kota Ambon yang dilaksanakan satu kali dalam sebulan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara langsung di tengah masyarakat. Pada pelaksanaan Jumat Berkah kali ini, BAZNAS Kota Ambon menyalurkan sebanyak 25 paket makanan kepada masyarakat yang beraktivitas dan bekerja di ruang-ruang publik, khususnya para tukang becak, pengemis, petugas kebersihan atau tukang sapu jalan, serta masyarakat lainnya yang ditemui di sepanjang kawasan dalam Kota Ambon. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Wakil Ketua BAZNAS Kota Ambon, H. Achmad Salim, bersama staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas dan Ayu. Tim bergerak pada Jumat pagi dengan menyambangi sejumlah lokasi yang menjadi tempat aktivitas masyarakat sasaran, sehingga bantuan dapat diberikan secara langsung kepada penerima. Jumat Berkah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan berbagi makanan, tetapi juga menjadi sarana bagi BAZNAS Kota Ambon untuk membangun kedekatan dengan masyarakat serta melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat yang berada di lapangan. Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Ambon untuk terus menjaga semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui kegiatan yang sederhana namun memberikan manfaat secara langsung. “Jumat Berkah ini merupakan kegiatan rutin BAZNAS Kota Ambon yang kami laksanakan satu kali dalam sebulan. Sasaran kami adalah masyarakat yang sehari-hari bekerja dan beraktivitas di jalan, seperti tukang becak, tukang sapu, pengemis dan masyarakat lainnya yang membutuhkan,” ujar Jihan. Menurutnya, pembagian makanan pada Jumat pagi juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat agar terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya dirasakan melalui bantuan dalam bentuk program pemberdayaan, tetapi juga melalui perhatian sederhana yang diberikan secara konsisten. “Kami berharap 25 paket makanan yang dibagikan pada Jumat ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan dan membantu memenuhi kebutuhan makan bagi para penerima. Yang paling penting adalah bagaimana semangat berbagi ini terus berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa program Jumat Berkah merupakan wujud nyata dari kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat, terutama mereka yang sehari-hari berada dalam kondisi rentan dan menggantungkan penghasilan dari pekerjaan di jalanan. Menurut Zulkifly, BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat dan memastikan kehadiran BAZNAS dapat memberikan manfaat secara nyata. “Jumat Berkah adalah bentuk kepedulian BAZNAS Kota Ambon kepada masyarakat. Mungkin bantuan yang diberikan sederhana, hanya berupa makanan, tetapi di dalamnya ada nilai kepedulian, perhatian dan semangat untuk berbagi kepada sesama,” kata Zulkifly. Ia menambahkan, sasaran program tersebut dipilih dengan mempertimbangkan masyarakat yang banyak menghabiskan waktu bekerja di ruang publik dan terkadang luput dari perhatian. Karena itu, BAZNAS Kota Ambon berupaya hadir secara langsung dengan memberikan makanan sekaligus menyapa dan berinteraksi dengan mereka. “Kami ingin memastikan bahwa BAZNAS hadir bukan hanya di kantor, tetapi juga hadir di tengah masyarakat. Para tukang becak, petugas kebersihan, pengemis dan masyarakat yang bekerja di jalan juga merupakan bagian dari masyarakat yang harus kita perhatikan. Semoga kegiatan ini menjadi amal kebaikan dan terus memberikan manfaat,” ungkapnya. Pelaksanaan Jumat Berkah pada Jumat, 7 Agustus 2026, menjadi bagian dari kesinambungan kegiatan sosial BAZNAS Kota Ambon. Dengan penyaluran sebanyak 25 paket makanan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Selain memberikan manfaat langsung kepada penerima, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Ambon dalam menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin, BAZNAS berupaya menunjukkan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat kembali hadir dalam berbagai bentuk kemanfaatan bagi masyarakat. BAZNAS Kota Ambon juga mengajak seluruh masyarakat, para muzaki, donatur, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial untuk bersama-sama memperkuat gerakan berbagi. Sebab, setiap kepedulian yang diberikan, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan sosial yang lebih baik dan penuh keberkahan. Dengan semangat Jumat Berkah, BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan rutin tersebut dapat terus dipertahankan dan dikembangkan, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
BERITA19/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026, Perkuat Komunikasi untuk Membangun Kepercayaan Publik
BAZNAS Kota Ambon Ikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026, Perkuat Komunikasi untuk Membangun Kepercayaan Publik
Ambon — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon mengikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan yang terbuka bagi BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta para pegiat filantropi tersebut mengangkat tema “Menguatkan Kepercayaan Lembaga (BAZNAS dan LAZ) dengan Komunikasi Efektif.” Kegiatan dimulai pada pukul 06.00 WIB atau 08.00 WIT dan berlangsung hingga selesai. Forum ini menjadi ruang pembelajaran dan berbagi pengalaman bagi para pengelola zakat, khususnya dalam memperkuat strategi komunikasi kelembagaan sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. BAZNAS Kota Ambon turut mengikuti forum tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas pengelolaan fundraising, komunikasi publik, serta digitalisasi informasi kelembagaan. Kehadiran BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini diikuti oleh Jihan Abbas selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi, yang mengikuti materi, diskusi, serta sesi tanya jawab bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Forum menghadirkan Ndari Rumiwidyawati, M.A.P., Kepala Biro Media dan Komunikasi Publik BAZNAS RI, sebagai narasumber. Sementara pengantar forum disampaikan oleh H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI. Adapun kegiatan dipandu oleh Heri Mulyadi, S.E., Praktisi Senior Fundraising BAZNAS RI, selaku moderator. Pembahasan mengenai komunikasi efektif dinilai sangat relevan dengan perkembangan pengelolaan zakat saat ini. Lembaga zakat tidak hanya dituntut mampu menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi mengenai program, aktivitas, serta dampak penyaluran secara transparan, mudah dipahami, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Bagi BAZNAS Kota Ambon, penguatan komunikasi menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya pemanfaatan media digital sebagai sarana menyampaikan informasi kepada masyarakat. Publik membutuhkan informasi yang cepat, jelas, akurat, dan konsisten mengenai berbagai program serta aktivitas lembaga. Jihan Abbas mengatakan bahwa forum tersebut memberikan perspektif penting mengenai hubungan antara fundraising dan komunikasi publik. Menurutnya, kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui kinerja lembaga, tetapi juga melalui bagaimana lembaga mampu mengomunikasikan kinerja tersebut secara tepat. “Komunikasi yang efektif menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Ketika informasi mengenai program, penghimpunan dan penyaluran zakat disampaikan secara jelas dan transparan, masyarakat akan lebih mudah memahami apa yang dilakukan oleh lembaga,” ujar Jihan. Ia menambahkan bahwa materi yang diperoleh dalam BAZNAS Fundraising Forum 2026 dapat menjadi referensi bagi BAZNAS Kota Ambon dalam mengembangkan strategi komunikasi digital, khususnya dalam menyampaikan berbagai kegiatan fundraising dan program pendayagunaan kepada masyarakat. “Bagi kami di BAZNAS Kota Ambon, forum ini sangat bermanfaat karena memberikan banyak pembelajaran yang dapat diimplementasikan, terutama dalam penguatan komunikasi melalui media digital. Informasi yang baik harus dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami, menarik, tetapi tetap akurat dan sesuai dengan fakta,” lanjutnya. Menurut Jihan, pengelolaan media dan digitalisasi tidak dapat dipisahkan dari aktivitas fundraising. Media menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan program, membangun kedekatan dengan muzaki dan donatur, sekaligus menunjukkan dampak nyata dari dana ZIS yang dikelola oleh lembaga. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyambut baik keikutsertaan jajaran BAZNAS Kota Ambon dalam forum yang diselenggarakan BAZNAS RI tersebut. Ia menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam mendorong pengelolaan zakat yang semakin profesional. “Kami menyambut baik kegiatan BAZNAS Fundraising Forum ini. Penguatan komunikasi merupakan hal yang sangat penting karena kepercayaan masyarakat menjadi salah satu modal utama dalam pengelolaan zakat. Semakin baik komunikasi yang dibangun, semakin kuat pula hubungan antara lembaga dengan para muzaki, donatur dan masyarakat,” kata Zulkifly. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Kota Ambon terus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan lembaga, termasuk dalam aspek pengumpulan, pelayanan, komunikasi publik dan pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, seluruh aspek tersebut harus berjalan secara beriringan agar pelayanan kepada muzaki maupun mustahik semakin optimal. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan program yang baik, tetapi juga harus mampu menyampaikan program tersebut kepada masyarakat dengan cara yang tepat. Masyarakat perlu mengetahui bagaimana zakat yang mereka tunaikan dikelola dan memberikan manfaat. Karena itu, komunikasi yang efektif, transparan dan konsisten harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya. Lebih lanjut, Zulkifly berharap ilmu dan wawasan yang diperoleh melalui forum nasional tersebut dapat diterapkan di lingkungan BAZNAS Kota Ambon, terutama dalam memperkuat strategi fundraising dan publikasi kelembagaan. Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan peluang yang besar bagi lembaga zakat untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Namun, peluang tersebut harus diiringi dengan kemampuan mengelola informasi secara profesional agar pesan yang disampaikan benar-benar memberikan pemahaman dan membangun kepercayaan. “Kami berharap setiap pembelajaran dari forum seperti ini tidak berhenti pada kegiatan mengikuti acara saja, tetapi dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan peningkatan kapasitas SDM dan komunikasi yang semakin baik, kami optimistis BAZNAS Kota Ambon dapat terus meningkatkan pelayanan dan kepercayaan masyarakat,” ungkap Zulkifly. BAZNAS Fundraising Forum 2026 kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan narasumber serta menggali berbagai pengalaman dan strategi yang dapat diterapkan di masing-masing lembaga. Forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, LAZ dan para pegiat filantropi di Indonesia. Dengan adanya ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman, diharapkan gerakan zakat nasional dapat terus berkembang dengan mengedepankan profesionalisme, transparansi, komunikasi yang efektif, serta pelayanan yang berorientasi pada kemanfaatan masyarakat. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam BAZNAS Fundraising Forum 2026 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kualitas kelembagaan. Melalui peningkatan kapasitas SDM dan pemanfaatan komunikasi digital yang semakin baik, BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus membangun kepercayaan masyarakat serta memperluas manfaat zakat, infak dan sedekah bagi para mustahik di Kota Ambon. Waktu pelaksanaan: Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 06.00 WIB atau 08.00 WIT hingga selesai, secara daring melalui Zoom Meeting.
BERITA19/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Sesi 15, Dalami Reorientasi Pengelolaan Muzaki
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Sesi 15, Dalami Reorientasi Pengelolaan Muzaki
Ambon — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali mengikuti kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing Sesi 15 Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh BAZNAS Republik Indonesia melalui Zoom Meeting, Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan yang mengangkat tema “Reorientasi Pengelolaan Muzaki” tersebut berlangsung pada pukul 07.30–09.00 WIB atau 09.30–11.00 WIT. Forum ini menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi jajaran BAZNAS di seluruh Indonesia untuk meningkatkan wawasan, kapasitas, serta kualitas pengelolaan zakat, khususnya dalam membangun hubungan yang lebih baik dengan muzaki. Pada kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon turut mengikuti rangkaian pemaparan materi dan diskusi yang disampaikan oleh Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRMD., Pimpinan BAZNAS RI, sebagai narasumber. Sementara kegiatan dipandu oleh Hafiza Elvira Nofitariani, S.Kep., MNLM, selaku host. Kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing yang dilaksanakan secara rutin setiap Selasa tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam memperkuat kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia pengelola zakat. Melalui forum berbagi pengetahuan dan pengalaman, para peserta dari berbagai BAZNAS dan lembaga zakat dapat memperoleh wawasan baru yang relevan untuk diterapkan sesuai kebutuhan di daerah masing-masing. Tema “Reorientasi Pengelolaan Muzaki” dinilai sangat penting karena muzaki merupakan salah satu unsur utama dalam keberlangsungan gerakan zakat. Pengelolaan muzaki tidak hanya berkaitan dengan bagaimana lembaga menghimpun dana zakat, tetapi juga bagaimana membangun hubungan, memberikan pelayanan, menjaga komunikasi, serta mempertahankan kepercayaan muzaki secara berkelanjutan. Bagi BAZNAS Kota Ambon, pembahasan tersebut menjadi relevan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang menunaikan zakat, infak dan sedekah. Pengelolaan muzaki yang baik diharapkan dapat menciptakan hubungan yang lebih kuat antara lembaga dengan para muzaki sekaligus mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa materi yang disampaikan dalam Knowledge Sharing Sesi 15 memberikan pemahaman penting mengenai perlunya melihat muzaki bukan hanya sebagai pihak yang menunaikan zakat, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan zakat yang perlu mendapatkan pelayanan dan komunikasi secara berkelanjutan. “Reorientasi pengelolaan muzaki mengingatkan kita bahwa hubungan dengan muzaki tidak berhenti setelah zakat ditunaikan. Lembaga perlu membangun komunikasi, memberikan pelayanan yang baik, serta menyampaikan informasi mengenai manfaat zakat secara konsisten agar kepercayaan muzaki terus terjaga,” ujar Jihan. Menurutnya, perkembangan teknologi dan digitalisasi juga memberikan peluang besar bagi BAZNAS untuk meningkatkan pelayanan kepada muzaki. Pemanfaatan media digital dapat membantu lembaga dalam menyampaikan informasi program, laporan kegiatan, edukasi zakat hingga berbagai bentuk komunikasi lainnya secara lebih cepat dan luas. “Digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan muzaki saat ini. Kita perlu memanfaatkan media dan teknologi untuk memberikan informasi yang mudah diakses, transparan dan menarik. Dengan begitu, muzaki dapat mengetahui bagaimana zakat yang mereka tunaikan dikelola dan memberikan manfaat kepada mustahik,” tambahnya. Jihan menilai bahwa materi dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi bagi BAZNAS Kota Ambon untuk terus memperbaiki pola pelayanan dan komunikasi dengan muzaki. Menurutnya, kualitas komunikasi yang baik dapat membantu membangun kedekatan antara lembaga dengan masyarakat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pengelolaan muzaki merupakan bagian strategis dalam penguatan kelembagaan BAZNAS. Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui pelayanan yang profesional, transparansi pengelolaan serta komunikasi yang baik. “Muzaki adalah bagian penting dalam ekosistem zakat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan baik, profesional dan penuh tanggung jawab. Kepercayaan yang diberikan oleh muzaki harus kita jaga dengan memastikan dana yang ditunaikan dikelola secara amanah dan memberikan manfaat yang nyata,” kata Zulkifly. Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Ambon terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki, baik melalui pendekatan langsung maupun pemanfaatan teknologi digital. Hal tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang sekaligus memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi dan layanan zakat. “Kami di BAZNAS Kota Ambon terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada muzaki. Tidak hanya dalam hal penghimpunan, tetapi juga bagaimana memberikan informasi, membangun komunikasi dan menunjukkan dampak dari zakat yang telah ditunaikan. Ini penting agar masyarakat semakin percaya dan semakin yakin untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS,” ungkapnya. Menurut Zulkifly, kegiatan Knowledge Sharing yang diselenggarakan secara rutin oleh BAZNAS RI memberikan manfaat besar bagi BAZNAS di daerah. Setiap materi yang diberikan dapat menjadi tambahan wawasan untuk meningkatkan kualitas kerja sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap praktik pengelolaan zakat yang telah berjalan. “Kami mengapresiasi kegiatan Knowledge Sharing yang secara rutin dilaksanakan BAZNAS RI. Forum seperti ini memberikan kesempatan bagi kami di daerah untuk terus belajar dan mendapatkan perspektif baru. Harapannya, setiap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan zakat di BAZNAS Kota Ambon,” lanjut Zulkifly. Kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing Sesi 15 Tahun 2026 berlangsung dalam suasana interaktif dengan penyampaian materi dan pembahasan mengenai berbagai aspek pengelolaan muzaki. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman melalui diskusi bersama narasumber. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian BAZNAS Knowledge Sharing yang dapat diikuti secara gratis oleh BAZNAS, LAZ, amil zakat, serta para pegiat gerakan zakat. Forum ini sekaligus menjadi sarana untuk berbagi ilmu dan pengalaman antar-pengelola zakat dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta memperkuat strategi pengumpulan zakat. Reorientasi pengelolaan muzaki diharapkan dapat mendorong perubahan pendekatan dari sekadar hubungan transaksional menjadi hubungan kelembagaan yang lebih berkelanjutan, berbasis pelayanan, komunikasi, kepercayaan dan kemanfaatan. Dengan pengelolaan muzaki yang semakin baik, BAZNAS Kota Ambon optimistis partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat dapat terus meningkat. Pada akhirnya, penguatan hubungan dengan muzaki akan turut memperbesar potensi zakat yang dapat dihimpun dan disalurkan untuk meningkatkan kesejahteraan para mustahik di Kota Ambon. Waktu pelaksanaan: Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 09.30–11.00 WIT melalui Zoom Meeting.
BERITA19/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ucapkan Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia: Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur
BAZNAS Kota Ambon Ucapkan Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia: Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur
Ambon — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 kepada seluruh masyarakat Indonesia. Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur,” BAZNAS Kota Ambon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta bersama-sama mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia yang semakin berdaulat, adil dan makmur. Ucapan tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mewakili seluruh pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon. “Atas nama pimpinan dan seluruh staf BAZNAS Kota Ambon, kami mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Semoga momentum kemerdekaan ini semakin memperkuat persatuan dan semangat kita untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Menurut Zulkifly, peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneruskan cita-cita kemerdekaan melalui kontribusi nyata sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. Sebagai lembaga yang memiliki mandat dalam pengelolaan zakat, BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat melalui penghimpunan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak dan sedekah secara amanah, profesional dan bertanggung jawab. “Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Bagi BAZNAS, salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah memastikan zakat yang dihimpun dapat dikelola dengan amanah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada para mustahik,” jelasnya. Zulkifly menambahkan, nilai keadilan dan kemakmuran yang menjadi bagian dari tema kemerdekaan memiliki keterkaitan erat dengan semangat pengelolaan zakat. Zakat merupakan instrumen sosial yang mendorong kepedulian, pemerataan manfaat dan pemberdayaan masyarakat yang membutuhkan. Melalui berbagai program pendistribusian dan pemberdayaan, BAZNAS Kota Ambon terus berupaya menghadirkan manfaat zakat kepada masyarakat, baik melalui bantuan konsumtif maupun program yang diarahkan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mustahik. “Zakat memiliki semangat untuk menghadirkan keadilan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, melalui pengelolaan zakat yang baik, kami ingin terus mengambil bagian dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya,” ungkap Zulkifly. Ia juga mengajak masyarakat Kota Ambon untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia sebagai sarana memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan dan meningkatkan semangat gotong royong. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, lembaga sosial, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan berbagai elemen lainnya. “Mari kita isi kemerdekaan dengan persatuan, kepedulian dan karya nyata. Dari Kota Ambon, kita bersama-sama menebarkan kebaikan dan memberikan kontribusi terbaik untuk Indonesia,” tuturnya. BAZNAS Kota Ambon juga berharap semangat Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kepedulian sosial. Semangat berbagi dan membantu sesama menjadi salah satu nilai yang perlu terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat. Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus menjadi pengingat bagi jajaran BAZNAS Kota Ambon untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Pimpinan dan seluruh staf BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kemerdekaan, BAZNAS Kota Ambon mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan menguatkan kepedulian sosial demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang semakin adil dan sejahtera. Atas nama pimpinan dan seluruh staf BAZNAS Kota Ambon, kami mengucapkan: DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 “INDONESIA BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR” Semoga Indonesia senantiasa menjadi bangsa yang kuat, bersatu, berdaulat, menjunjung keadilan, serta mampu mewujudkan kemakmuran bagi seluruh rakyat.
BERITA19/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Sampaikan Dirgahayu ke-81 Provinsi Maluku: “Maluku Bersatu, Maju Membangun Negeri”
BAZNAS Kota Ambon Sampaikan Dirgahayu ke-81 Provinsi Maluku: “Maluku Bersatu, Maju Membangun Negeri”
Ambon — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Maluku, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menyampaikan ucapan Dirgahayu Provinsi Maluku ke-81 kepada seluruh masyarakat Maluku, baik yang berada di Maluku maupun di berbagai penjuru tanah air. Mengusung tema “Maluku Bersatu, Maju Membangun Negeri,” momentum HUT ke-81 Provinsi Maluku menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, gotong royong dan optimisme dalam membangun Maluku yang semakin maju, sejahtera dan berdaya saing. Ucapan tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mewakili seluruh jajaran pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon. “Atas nama pimpinan dan seluruh staf BAZNAS Kota Ambon, kami mengucapkan Dirgahayu Provinsi Maluku ke-81. Semoga momentum ini semakin memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat Maluku untuk terus maju dan bersama-sama membangun negeri,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Menurut Zulkifly, tema “Maluku Bersatu, Maju Membangun Negeri” memiliki makna yang sangat kuat karena kemajuan daerah membutuhkan persatuan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Perbedaan latar belakang, wilayah, profesi maupun kondisi sosial harus menjadi kekuatan bersama untuk membangun Maluku. Ia mengatakan, semangat persatuan juga sejalan dengan nilai-nilai kepedulian sosial yang terus dikembangkan BAZNAS melalui berbagai program pengelolaan zakat, infak dan sedekah. “Persatuan merupakan kekuatan utama dalam membangun Maluku. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kebersamaan, saling membantu dan memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan peran masing-masing. BAZNAS juga akan terus mengambil bagian melalui pengelolaan zakat yang amanah dan program-program yang memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelasnya. Sebagai lembaga yang memiliki tugas dalam pengelolaan zakat, BAZNAS Kota Ambon terus berkomitmen untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong pemberdayaan para mustahik. Zulkifly menilai bahwa pembangunan Maluku tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat, lembaga, organisasi, dunia usaha dan berbagai elemen lainnya. “Membangun Maluku bukan hanya tugas pemerintah. Kita semua memiliki peran dan tanggung jawab. Baik melalui pekerjaan, pelayanan, pendidikan, kegiatan sosial maupun melalui kepedulian kepada sesama, semuanya dapat menjadi bagian dari kontribusi untuk kemajuan Maluku,” ungkapnya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan HUT ke-81 Provinsi Maluku sebagai momentum memperkuat semangat persaudaraan dan gotong royong. Menurutnya, semangat membangun negeri harus dimulai dari lingkungan terdekat dengan menghadirkan kepedulian dan memberikan manfaat bagi sesama. “Mari kita jadikan momentum HUT ke-81 Provinsi Maluku sebagai energi baru untuk terus bersatu, saling mendukung dan bergerak bersama. Dari Kota Ambon, mari kita terus menebarkan kebaikan dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Maluku,” tutur Zulkifly. Lebih lanjut, BAZNAS Kota Ambon berharap semangat Maluku Bersatu, Maju Membangun Negeri dapat menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan persatuan yang selama ini menjadi kekuatan penting dalam kehidupan masyarakat Maluku. Persatuan juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan masyarakat yang saling mendukung dan memiliki kepedulian terhadap sesama, berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi secara bersama-sama. Dalam konteks pengelolaan zakat, BAZNAS Kota Ambon akan terus berupaya memperkuat perannya dalam membantu masyarakat melalui penghimpunan dan penyaluran zakat, infak dan sedekah secara profesional, transparan dan amanah. Zakat diharapkan tidak hanya memberikan bantuan dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Momentum HUT ke-81 Provinsi Maluku juga menjadi refleksi bagi jajaran BAZNAS Kota Ambon untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Pimpinan dan seluruh staf berkomitmen untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta terus menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Atas nama pimpinan dan seluruh staf, BAZNAS Kota Ambon menyampaikan apresiasi dan doa terbaik bagi Provinsi Maluku. Semoga Maluku semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, persatuan semakin kuat, serta seluruh pembangunan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. DIRGAHAYU PROVINSI MALUKU KE-81 “MALUKU BERSATU, MAJU MEMBANGUN NEGERI” Atas nama Pimpinan dan seluruh Staf BAZNAS Kota Ambon, kami mengucapkan selamat HUT ke-81 Provinsi Maluku. Semoga Maluku senantiasa menjadi daerah yang rukun, maju, sejahtera dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
BERITA19/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Dari Mustahik Menjadi Mandiri, BAZNAS Kota Ambon Dorong Usaha Sembako Warga Air Salobar
Dari Mustahik Menjadi Mandiri, BAZNAS Kota Ambon Dorong Usaha Sembako Warga Air Salobar
Ambon, 30 Juli 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Tidak hanya memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, BAZNAS Kota Ambon juga mendorong para mustahik agar mampu bangkit secara ekonomi dan secara bertahap menjadi masyarakat yang mandiri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan modal usaha kepada salah seorang mustahik yang berdomisili di kawasan Air Salobar, Kota Ambon, pada Kamis, 30 Juli 2026. Mustahik tersebut sebelumnya berada dalam kondisi ekonomi yang membutuhkan bantuan. Namun, dengan semangat dan niat untuk mengubah kehidupannya, ia mulai merintis usaha kecil dari rumah dengan berjualan berbagai kebutuhan sembako. Langkah tersebut menjadi sebuah ikhtiar positif untuk keluar dari keterbatasan ekonomi. Melihat adanya kemauan dan kesungguhan mustahik dalam membangun usaha, BAZNAS Kota Ambon memberikan dukungan berupa bantuan modal usaha yang diharapkan dapat membantu mengembangkan usaha kecil yang telah dirintis. Bantuan tersebut disalurkan di Kantor BAZNAS Kota Ambon oleh Hendra Abubakar, Wakil Ketua BAZNAS Kota Ambon Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Ambon untuk mengarahkan pendistribusian zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat memberikan dampak pemberdayaan bagi mustahik. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa kemauan mustahik untuk berusaha dan mengubah kondisi kehidupannya merupakan hal yang patut mendapatkan dukungan. “Kami sangat mengapresiasi niat dan kemauan mustahik untuk bangkit. Ketika seorang mustahik sudah memiliki kemauan untuk berusaha, maka BAZNAS hadir memberikan dukungan agar ikhtiar tersebut dapat berkembang dan memberikan perubahan bagi kehidupannya,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Menurutnya, pemberian modal usaha merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang diarahkan untuk membantu mustahik agar memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan. Dengan adanya usaha yang dikelola secara mandiri, diharapkan penerima manfaat tidak selamanya berada dalam posisi sebagai penerima bantuan. “Harapan kami, bantuan modal usaha ini bukan hanya membantu usaha sembako yang sedang dijalankan, tetapi menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi. Kita ingin mustahik dapat perlahan-lahan meningkatkan pendapatannya, memenuhi kebutuhan keluarganya, dan pada waktunya bisa keluar dari kondisi mustahik,” lanjutnya. Usaha sembako yang dirintis dari rumah tersebut menjadi contoh bahwa perubahan kondisi ekonomi dapat dimulai dari langkah sederhana. Dengan kemauan, kerja keras, serta dukungan yang tepat, peluang untuk meningkatkan taraf hidup tetap terbuka. BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa pemberdayaan ekonomi mustahik perlu dilakukan dengan memperhatikan potensi dan kemampuan masing-masing penerima manfaat. Bantuan modal tidak hanya diberikan sebagai bentuk bantuan sesaat, tetapi diharapkan menjadi stimulan agar mustahik dapat mengembangkan aktivitas ekonomi yang telah dijalankan. Dalam konteks tersebut, usaha sembako yang dijalankan mustahik di kawasan Air Salobar menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk membangun kemandirian. Usaha yang dijalankan dari rumah memungkinkan penerima manfaat memperoleh penghasilan dari aktivitas ekonomi yang dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya. Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa BAZNAS Kota Ambon akan terus berupaya memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang nyata dan tepat sasaran. “Dana zakat yang dipercayakan masyarakat kepada BAZNAS harus kita kelola dan salurkan dengan sebaik-baiknya. Ketika ada mustahik yang memiliki semangat untuk mengubah nasib melalui usaha, kita harus memberikan ruang dan dukungan agar mereka bisa berkembang,” tegasnya. Ia juga berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk memperkuat usaha yang telah dirintis. Keberhasilan program pemberdayaan, menurutnya, tidak hanya diukur dari bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan dan perkembangan kehidupan mustahik setelah menerima bantuan. Sementara itu, Hendra Abubakar dalam penyaluran bantuan tersebut memastikan bahwa bantuan modal usaha diberikan sebagai bentuk dukungan BAZNAS Kota Ambon terhadap ikhtiar mustahik dalam meningkatkan kondisi ekonominya. Ia berharap usaha sembako yang dijalankan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi penerima bantuan maupun masyarakat di sekitarnya. Penyaluran bantuan modal usaha ini sekaligus memperkuat peran BAZNAS Kota Ambon dalam menjalankan fungsi pendistribusian dan pendayagunaan zakat secara produktif. Zakat diharapkan tidak hanya hadir untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Kisah mustahik di kawasan Air Salobar ini menjadi gambaran bahwa semangat untuk bangkit dapat tumbuh dari lingkungan keluarga dan rumah sendiri. Dari usaha kecil menjual sembako, terdapat harapan besar untuk meningkatkan pendapatan, membangun kemandirian, dan memperbaiki taraf kehidupan. BAZNAS Kota Ambon akan terus mendorong berbagai bentuk program pemberdayaan yang dapat membuka peluang bagi mustahik untuk berkembang. Dengan dukungan para muzaki dan masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, manfaat ZIS diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong mereka menuju kemandirian. Bantuan modal usaha yang disalurkan pada Kamis, 30 Juli 2026, menjadi salah satu wujud nyata bahwa zakat dapat menjadi jalan perubahan. Dari seorang mustahik yang membutuhkan bantuan, tumbuh semangat untuk berusaha dan memperbaiki kehidupan. BAZNAS Kota Ambon berharap ikhtiar tersebut terus berkembang hingga penerima manfaat mampu berdiri secara mandiri dan kelak dapat menjadi muzaki yang turut membantu sesama.
BERITA13/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026, Dalami Transformasi Tata Kelola Keuangan LAZ
BAZNAS Kota Ambon Ikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026, Dalami Transformasi Tata Kelola Keuangan LAZ
AMBON, 7 Agustus 2026 — BAZNAS Kota Ambon kembali mengikuti kegiatan BAZNAS Fundraising Forum 2026yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan antarlembaga pengelola zakat dalam meningkatkan kualitas tata kelola, akuntabilitas, serta kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat. BAZNAS Fundraising Forum 2026 kali ini mengangkat tema “Success Story LAZ Taman Zakat: Transformasi Off Balance Sheet ke On Balance Sheet”. Kegiatan tersebut membahas pengalaman dan proses transformasi pencatatan keuangan yang dilakukan oleh LAZ Taman Zakat, khususnya perubahan dari sistem pencatatan Off Balance Sheet menuju On Balance Sheet. Kegiatan dimulai pada pukul 06.00 WIB atau 08.00 WIT dan berlangsung hingga selesai. BAZNAS Kota Ambon mengikuti forum tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam pengelolaan zakat, khususnya pada aspek tata kelola kelembagaan, administrasi, pencatatan, serta pelaporan. Dalam forum tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai pentingnya sistem pencatatan keuangan yang sesuai dengan prinsip tata kelola lembaga pengelola zakat. Transformasi dari Off Balance Sheet ke On Balance Sheet menjadi salah satu pembahasan utama karena berkaitan erat dengan bagaimana lembaga dapat menyajikan kondisi keuangan secara lebih komprehensif dan transparan. Pembahasan tersebut juga memberikan perspektif bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas penghimpunan dan pendistribusian dana kepada mustahik. Di sisi lain, terdapat tanggung jawab kelembagaan untuk memastikan setiap proses pengelolaan dana dilakukan secara tertib, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada para muzaki maupun pemangku kepentingan. Perwakilan BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi, menyampaikan bahwa forum tersebut memberikan pembelajaran penting bagi lembaga, terutama dalam melihat keterkaitan antara pencatatan keuangan dengan peningkatan kepercayaan masyarakat. “BAZNAS Fundraising Forum ini memberikan banyak pembelajaran bagi kami, khususnya mengenai pentingnya tata kelola dan pencatatan keuangan yang baik. Transformasi dari Off Balance Sheet ke On Balance Sheet menunjukkan bahwa pengelolaan dana zakat harus didukung dengan sistem yang transparan, tertib, dan akuntabel,” ujar Jihan Abbas. Menurut Jihan, penguatan tata kelola keuangan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Muzaki perlu mendapatkan keyakinan bahwa dana yang dititipkan melalui lembaga pengelola zakat dikelola sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kepercayaan muzaki tidak hanya dibangun melalui program yang dirasakan manfaatnya oleh mustahik, tetapi juga melalui tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, pembelajaran seperti ini sangat relevan bagi BAZNAS Kota Ambon untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” tambahnya. Forum tersebut juga memberikan pemahaman bahwa transformasi pencatatan keuangan membutuhkan kesiapan kelembagaan, baik dari sisi sumber daya manusia, sistem administrasi, maupun pemanfaatan teknologi. Seluruh unsur tersebut perlu berjalan secara selaras agar proses pencatatan dan pelaporan dapat menghasilkan informasi yang akurat dan mudah dipahami. Bagi BAZNAS Kota Ambon, keikutsertaan dalam forum nasional seperti ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pengetahuan yang diperoleh dari berbagai praktik baik lembaga pengelola zakat lainnya dapat menjadi referensi dalam melakukan evaluasi dan pengembangan sistem kerja di tingkat daerah. Selain membahas aspek pencatatan, forum ini juga memperlihatkan bahwa penguatan tata kelola dapat menjadi bagian dari strategi fundraising. Ketika sebuah lembaga mampu menunjukkan sistem pengelolaan dana yang profesional, transparan, dan akuntabel, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga diharapkan semakin meningkat. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Dengan meningkatnya kepercayaan muzaki, potensi dana yang dapat dihimpun dan selanjutnya disalurkan untuk program pemberdayaan serta kesejahteraan masyarakat juga semakin besar. Jihan menambahkan bahwa pengalaman LAZ Taman Zakat yang dibagikan dalam forum tersebut dapat menjadi referensi bagi lembaga lain dalam melakukan penguatan sistem internal. “Kami berharap pengalaman yang dibagikan dalam forum ini dapat menjadi referensi dan motivasi bagi BAZNAS Kota Ambon untuk terus memperkuat sistem internal. Setiap proses perbaikan harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan memastikan manfaat zakat semakin luas dirasakan oleh mustahik,” jelasnya. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam BAZNAS Fundraising Forum 2026 sekaligus menunjukkan komitmen untuk terus mengikuti perkembangan pengelolaan zakat di tingkat nasional. Forum berbagi pengalaman seperti ini dinilai penting untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, dan mendorong lahirnya praktik-praktik pengelolaan zakat yang semakin profesional. Melalui penguatan tata kelola, transparansi pencatatan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi digital, BAZNAS Kota Ambon terus berupaya membangun sistem pengelolaan zakat yang amanah dan terpercaya. Kegiatan BAZNAS Fundraising Forum 2026 berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 7 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIT atau 06.00 WIB hingga selesai. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Ambon untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap perkembangan tata kelola lembaga zakat demi meningkatkan kepercayaan masyarakat dan optimalisasi manfaat zakat bagi umat.
BERITA10/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.

Lihat Daftar Rekening →