Berita Terbaru
Jumat Berkah BAZNAS Kota Ambon, Tebar Kepedulian Lewat Berbagi Makanan untuk Mustahik
AMBON – BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui program Jumat Berkah, dengan menyalurkan paket makanan kepada para mustahik di sejumlah titik di Kota Ambon, Jumat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kota Ambon dalam memperkuat nilai kepedulian sosial sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran makanan dilakukan oleh pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon dengan menyasar kelompok masyarakat yang termasuk dalam kategori mustahik, seperti pekerja harian, lansia, serta warga kurang mampu yang ditemui di beberapa lokasi. Program ini menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan sebagai bentuk implementasi dana zakat, infak, dan sedekah yang telah dipercayakan masyarakat kepada BAZNAS Kota Ambon.
Melalui kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah kehidupan sosial yang terus berkembang. Kehadiran program Jumat Berkah juga menjadi sarana untuk mendekatkan layanan BAZNAS kepada masyarakat secara langsung sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh para penerima manfaat.
Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Program Jumat Berkah ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS Kota Ambon untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kami berharap makanan yang dibagikan dapat memberikan manfaat, membantu memenuhi kebutuhan para mustahik, serta menjadi penyemangat bagi mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Jihan Abbas.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan semata, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam Islam.
“Kami ingin memastikan bahwa amanah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh para muzaki dapat disalurkan dengan tepat sasaran dan memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui kegiatan sederhana seperti berbagi makanan ini, kami berharap dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan kebersamaan di lingkungan masyarakat Kota Ambon,” tambahnya.
BAZNAS Kota Ambon terus berupaya mengembangkan berbagai program sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program Jumat Berkah menjadi salah satu kegiatan yang secara konsisten dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan kepada umat dan penguatan peran zakat dalam mendukung kesejahteraan sosial.
Dengan dukungan para muzaki dan berbagai pihak, BAZNAS Kota Ambon optimistis dapat terus memperluas jangkauan manfaat program-programnya sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan keberkahan dari pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.
BERITA08/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Seri Fundraising BAZNAS Kampanye Zakat yang Efektif: Menggerakkan, Bukan Sekadar Menyampaikan
Dalam upaya memperluas penghimpunan zakat masyarakat, kampanye bukan lagi pelengkap, melainkan inti dari strategi fundraising. Tanpa kampanye yang kuat, zakat akan tetap berada dalam ruang kesadaran yang sempit—dipahami sebagai kewajiban personal, tetapi belum tumbuh sebagai gerakan sosial. Karena itu, Badan Amil Zakat Nasional di daerah perlu membangun pendekatan komunikasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif: menggerakkan hati, membangun kepercayaan, dan mendorong tindakan nyata.
Kampanye zakat yang baik tidak bisa dilepaskan dari konten yang tepat. Ada beberapa muatan utama yang harus selalu hadir dalam setiap komunikasi fundraising. Pertama adalah penyampaian value zakat itu sendiri—bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan menuju keberkahan hidup. Nilai spiritual ini harus diterjemahkan secara indah dan membumi: bagaimana zakat membersihkan harta, menenangkan jiwa, dan menghadirkan kebahagiaan melalui kepedulian. Di sinilah keindahan menjadi dermawan perlu ditampilkan, bukan sebagai konsep abstrak, tetapi sebagai pengalaman nyata yang bisa dirasakan oleh siapa pun.
Kedua, kampanye harus menjelaskan program kerja secara konkret. Masyarakat tidak cukup diyakinkan dengan ajakan berzakat saja; mereka ingin tahu ke mana zakat mereka disalurkan, siapa yang menerima manfaatnya, dan dampak apa yang dihasilkan. Program-program BAZNAS perlu dikomunikasikan secara jelas, terukur, dan menyentuh. Cerita tentang mustahik yang bangkit, program pemberdayaan yang berhasil, hingga respon terhadap bencana akan memperkuat keyakinan bahwa zakat bukan sekadar ditunaikan, tetapi benar-benar dioptimalkan.
Ketiga, penguatan branding lembaga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. BAZNAS harus hadir sebagai institusi yang terpercaya, profesional, dan dekat dengan masyarakat. Branding bukan sekadar logo atau slogan, tetapi persepsi yang terbentuk dari konsistensi komunikasi, kualitas layanan, dan transparansi pengelolaan. Ketika masyarakat percaya, maka ajakan berzakat akan lebih mudah diterima.
Keempat, kampanye harus secara eksplisit mendorong tindakan. Banyak komunikasi yang berhenti pada tahap edukasi, tetapi tidak sampai pada ajakan konkret. Padahal, tujuan utama fundraising adalah aksi: orang benar-benar menunaikan zakatnya. Karena itu, setiap komunikasi harus diakhiri dengan call to action yang jelas—bagaimana cara berzakat, melalui kanal apa, dan langkah apa yang harus dilakukan. Semakin sederhana dan jelas instruksinya, semakin besar kemungkinan orang akan merespons.
Kelima, komunikasi harus membawa solusi, pencerahan, dan inspirasi. Masyarakat hari ini tidak hanya membutuhkan informasi, tetapi juga harapan. Kampanye zakat harus mampu menjawab persoalan sosial yang ada, sekaligus menunjukkan bahwa zakat adalah bagian dari solusi. Narasi yang inspiratif—tentang perubahan hidup, tentang solidaritas, tentang harapan—akan membuat pesan zakat lebih hidup dan relevan.
Seluruh konten tersebut tidak harus selalu disampaikan melalui ceramah. Di era saat ini, pendekatan komunikasi harus lebih kreatif dan adaptif. Media sosial, video pendek, testimoni, konten visual, kolaborasi dengan komunitas, hingga aktivasi di ruang publik dapat menjadi sarana yang efektif. Setiap daerah memiliki karakteristik audiens yang berbeda, sehingga pendekatan komunikasinya pun harus kontekstual. Yang terpenting bukan medianya, tetapi apakah pesan tersebut sampai dan diterima.
Selain itu, kampanye zakat tidak bisa dilakukan sekali lalu selesai. Komunikasi membutuhkan pengulangan. Pesan yang sama perlu disampaikan berkali-kali, dengan berbagai variasi, hingga benar-benar melekat di benak masyarakat. Inilah yang disebut efektivitas. Terlalu sering kita terjebak pada logika efisiensi—ingin hemat biaya, ingin sekali tayang langsung berdampak. Padahal, dalam komunikasi, yang utama adalah efektivitas: sejauh mana pesan dipahami, dipercaya, dan akhirnya diikuti dengan tindakan.
Karena itu, BAZNAS daerah perlu berani berinvestasi dalam kampanye yang berkelanjutan. Mengulang pesan bukanlah pemborosan, melainkan strategi. Konsistensi komunikasi akan membangun kesadaran, memperkuat kepercayaan, dan pada akhirnya melahirkan kebiasaan berzakat di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, kampanye zakat adalah tentang menggerakkan. Ia bukan hanya menyampaikan kewajiban, tetapi menumbuhkan kesadaran. Bukan hanya mengajak, tetapi memudahkan. Bukan hanya menjelaskan, tetapi menginspirasi. Ketika kampanye dilakukan dengan konten yang tepat, media yang sesuai, dan konsistensi yang terjaga, maka zakat tidak lagi sekadar pesan—ia menjadi gerakan yang hidup di tengah masyarakat.
*) Penulis adalah Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan
BERITA06/05/2026 | M. Arifin Purwakananta
Dorong Kemandirian Mustahik, BAZNAS Kota Ambon Salurkan Bantuan Etalase dan Tambahan Modal untuk Pelaku Usaha Mikro
Ambon – Dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi mustahik, BAZNAS Kota Ambon kembali menyalurkan bantuan produktif berupa etalase dan tambahan modal usaha kepada salah satu penerima manfaat, Rugaya, warga Batu Merah Kepala Air, pada Sabtu (2/5/2026). Rugaya diketahui merupakan pelaku usaha mikro yang menjual makanan di lingkungan tempat tinggalnya.
Bantuan ini merupakan bagian dari program pendayagunaan zakat yang difokuskan pada penguatan usaha kecil agar mampu berkembang dan meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Bidang Pengumpulan, H. Achmad Salim, yang mewakili Wakil Ketua Bidang Penyaluran dan Pendayagunaan, Hendra Abubakar, dan diserahkan langsung kepada penerima manfaat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi mustahik.
“Program bantuan etalase ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendorong mustahik agar bisa naik kelas menjadi pelaku usaha mandiri. Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan daya tarik usaha Ibu Rugaya sehingga penjualannya semakin meningkat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Kota Ambon akan terus memperluas program pemberdayaan berbasis usaha mikro sebagai strategi jangka panjang dalam pengentasan kemiskinan di daerah.
Sementara itu, Jihan Abbas selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon menyampaikan bahwa pendampingan dan pemantauan terhadap penerima manfaat akan terus dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat guna.
“Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga melakukan pemantauan agar usaha yang dijalankan benar-benar berkembang. Harapannya, mustahik seperti Ibu Rugaya bisa meningkatkan pendapatan dan ke depannya menjadi muzaki,” ungkap Jihan Abbas.
Rugaya sendiri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Dengan adanya etalase baru, ia berharap dapat menata dagangannya dengan lebih rapi dan menarik sehingga mampu menarik lebih banyak pembeli.
Program ini menjadi bukti nyata peran BAZNAS Kota Ambon dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil di tingkat lokal.
BERITA05/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Seri Fundraising BAZNAS Berhasil di ASN, Saatnya BAZNAS Daerah Melayani Zakat Masyarakat Luas
Zakat adalah ibadah yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Ia bukan hanya relasi vertikal antara hamba dan Tuhan, tetapi juga instrumen distribusi kesejahteraan yang nyata di tengah masyarakat. Dalam konteks Indonesia, peran Badan Amil Zakat Nasional menjadi sangat strategis karena berada pada titik temu antara mandat syariah dan tata kelola publik. Karena itu, keberhasilan pengelolaan zakat tidak cukup diukur dari sisi penghimpunan semata, tetapi juga dari sejauh mana zakat mampu menjangkau dan menggerakkan masyarakat luas.
Kita patut mengapresiasi capaian BAZNAS daerah yang selama ini berhasil mengoptimalkan penghimpunan zakat dari aparatur negara. Kebijakan pemerintah daerah telah mendorong partisipasi zakat dari ASN, pegawai non-ASN, hingga unsur Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Skema payroll zakat melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terbukti memberikan stabilitas dan kepastian dalam penghimpunan. Ini adalah fondasi penting yang tidak boleh diabaikan, bahkan harus terus diperkuat sebagai model keberhasilan kelembagaan.
Namun, keberhasilan tersebut justru menjadi titik tolak untuk melangkah lebih jauh. Jika pada segmen aparatur pendekatan dilakukan melalui pembentukan UPZ yang sistematis dan terstruktur, maka pada segmen masyarakat umum pendekatannya harus berbeda: lebih terbuka, lebih adaptif, dan lebih proaktif. Zakat masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan sistem, tetapi harus digerakkan melalui kampanye yang luas, kemudahan akses, dan kualitas pelayanan yang unggul.
Di sinilah diperlukan perubahan paradigma. BAZNAS daerah perlu bergerak dari sekadar “menghimpun” menjadi “melayani”. Dari menunggu muzakki datang, menjadi aktif menjemput dan memfasilitasi. Masyarakat umum—mulai dari profesional, pelaku usaha, hingga pekerja informal—adalah potensi besar yang harus disentuh dengan pendekatan yang tepat. Mereka membutuhkan pemahaman yang kuat, kanal yang mudah, dan pengalaman berzakat yang menyenangkan.
Peran dakwah zakat menjadi sangat penting dalam konteks ini. BAZNAS daerah perlu memperluas kampanye zakat secara masif dan kreatif, baik melalui media digital, komunitas, maupun ruang-ruang publik. Edukasi tentang nisab, haul, dan jenis zakat harus dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami. Di saat yang sama, branding BAZNAS sebagai lembaga yang amanah, profesional, dan transparan harus terus diperkuat. Kampanye yang konsisten akan membuka kesadaran, sementara kepercayaan akan menggerakkan partisipasi.
Selain kampanye, aspek kemudahan menjadi faktor penentu. BAZNAS daerah perlu menyediakan berbagai kanal pembayaran zakat dan donasi yang mudah, cepat, dan aman. Mulai dari layanan jemput zakat, konter di pusat keramaian, hingga integrasi dengan kanal digital seperti mobile banking, e-wallet, dan QRIS. Inovasi seperti zakat melalui transaksi belanja, kolaborasi dengan perusahaan, hingga layanan zakat berbasis komunitas perlu terus dikembangkan. Prinsipnya sederhana: semakin mudah seseorang berzakat, semakin besar peluang ia menunaikannya.
Tidak kalah penting, pelayanan prima harus menjadi standar. Zakat masyarakat hanya akan tumbuh jika muzakki merasa dilayani dengan baik. Layanan konsultasi zakat, respons cepat dari customer service, serta transparansi pelaporan harus menjadi prioritas. Muzakki perlu merasakan bahwa mereka dihargai, dimudahkan, dan dilibatkan dalam gerakan kebaikan. Pengalaman positif ini akan menciptakan loyalitas, bahkan mendorong efek berantai melalui rekomendasi dari mulut ke mulut.
Transformasi ini tentu membutuhkan penguatan internal. SDM amil perlu dibekali dengan kemampuan komunikasi, pelayanan, dan pemanfaatan teknologi. Sistem manajemen harus adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas juga harus diperluas agar gerakan zakat memiliki daya jangkau yang lebih besar dan lebih inklusif.
Pada akhirnya, keberhasilan BAZNAS daerah tidak hanya diukur dari angka penghimpunan yang besar, tetapi juga dari luasnya partisipasi masyarakat. Model UPZ telah membuktikan keberhasilan dalam mengelola zakat aparatur. Kini saatnya menghadirkan model yang sama kuatnya untuk masyarakat: melalui kampanye yang luas, kanal yang mudah, dan pelayanan yang membahagiakan.
Keberhasilan di kalangan aparatur adalah pijakan yang kokoh. Kini saatnya melangkah lebih jauh. Saatnya BAZNAS daerah hadir lebih dekat, lebih mudah diakses, dan lebih melayani. Karena zakat, pada hakikatnya, adalah ibadah yang harus dimudahkan, dijemput, dan dihidupkan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.
*) Penulis adalah Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan
BERITA05/05/2026 | M. Arifin Purwakananta
Tingkatkan Kapasitas Amil, BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Nasional tentang Strategi Kampanye Kurban 2026
Ambon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya amil melalui partisipasi aktif dalam kegiatan nasional. Pada Selasa (05/05/2026), jajaran BAZNAS Kota Ambon mengikuti kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing – Sesi 01 Tahun 2026 yang mengangkat tema “Perencanaan Kampanye Kurban dan DAM Nasional”.
Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidang pengumpulan zakat nasional, yakni Fitriansyah Agus Setiawan selaku Direktur Pengumpulan Zakat Perorangan BAZNAS RI dan Mohan selaku Ketua Panitia Kurban BAZNAS RI/Kadiv Pengumpulan ZKL. Acara ini dipandu oleh Hafiza Elvira Nofitariani sebagai host dan diikuti oleh berbagai perwakilan BAZNAS daerah di seluruh Indonesia.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WIB dan memberikan ruang berbagi ilmu serta pengalaman terkait strategi perencanaan kampanye kurban yang efektif, inovatif, serta berdampak luas bagi masyarakat. Materi yang disampaikan menjadi bekal penting bagi para amil dalam menyusun program kurban yang terarah, transparan, dan berdaya guna.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme amil di daerah.
“Melalui kegiatan Knowledge Sharing ini, kami mendapatkan wawasan yang sangat berharga terkait strategi kampanye kurban nasional. Ini menjadi bekal penting bagi kami di daerah untuk menyusun program yang lebih efektif, terukur, dan mampu menjangkau lebih banyak mustahik,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara BAZNAS pusat dan daerah menjadi kunci dalam memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, termasuk dalam momentum kurban yang memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar.
Sementara itu, Jihan Abbas selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon menilai kegiatan ini sangat relevan dengan perkembangan digitalisasi dalam pengelolaan zakat dan kampanye sosial.
“Kegiatan ini sangat membantu kami, khususnya dalam memahami bagaimana merancang kampanye kurban yang adaptif dengan perkembangan digital. Kami belajar bagaimana mengoptimalkan media digital untuk menjangkau muzaki serta meningkatkan kepercayaan publik,” ungkap Jihan Abbas.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis data dan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu poin penting yang dapat diimplementasikan di tingkat daerah guna mendukung efektivitas program pengumpulan.
Kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan terbuka secara gratis bagi seluruh insan BAZNAS di Indonesia. Program ini diinisiasi oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS sebagai bagian dari penguatan kapasitas amil berbasis kompetensi.
Dengan mengikuti kegiatan ini, BAZNAS Kota Ambon berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan kepada muzaki dan mustahik, serta menghadirkan program-program yang lebih inovatif, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA05/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Sampaikan Ucapan Hangat di HUT ke-51 Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena
BAZNAS Kota Ambon menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-51 kepada Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., yang diperingati pada 4 Mei 2026. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian beliau dalam memimpin dan membangun Kota Ambon menuju arah yang lebih baik.
Mewakili seluruh pimpinan dan staf, Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi Wali Kota Ambon agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
“Atas nama pimpinan dan seluruh staf BAZNAS Kota Ambon, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-51 kepada Bapak Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan dalam memimpin Kota Ambon menuju kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menyampaikan bahwa sinergi antara Pemerintah Kota Ambon dan BAZNAS selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam berbagai program sosial, khususnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
“Kami berharap di usia yang ke-51 ini, Bapak Wali Kota semakin sukses dalam mengemban amanah, serta terus memperkuat kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk BAZNAS, dalam menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kota Ambon,” tambahnya.
BAZNAS Kota Ambon juga menilai kepemimpinan Wali Kota Ambon memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif, serta memperhatikan aspek sosial kemasyarakatan, termasuk penguatan peran lembaga zakat dalam membantu masyarakat kurang mampu.
Momentum ulang tahun ini diharapkan menjadi refleksi sekaligus penyemangat bagi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun Kota Ambon yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.
Sebagai mitra pemerintah dalam bidang sosial keagamaan, BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemerintah daerah melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah guna membantu masyarakat yang membutuhkan.
BERITA04/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Ringankan Beban Pendidikan, BAZNAS Kota Ambon Salurkan Bantuan untuk Putri dari Keluarga Kurang Mampu
BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui penyaluran bantuan dana pendidikan. Pada Kamis, 30 April 2026, bantuan diberikan kepada seorang anak bernama Putri yang berasal dari keluarga kurang mampu guna membantu melunasi tunggakan SPP sekolahnya.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kota Ambon dan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Bidang Penyaluran dan Pendayagunaan, Hendra Abubakar. Bantuan tersebut diterima oleh orang tua Putri, yakni ibunya, Risna, yang berdomisili di kawasan Ponogoro Atas, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe.
Bantuan ini merupakan bagian dari program pendidikan BAZNAS Kota Ambon yang bertujuan untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terhambat persoalan biaya.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor prioritas dalam penyaluran zakat karena memiliki dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan membantu adik Putri untuk tetap melanjutkan pendidikan dengan baik. Pendidikan adalah kunci masa depan, dan kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kota Ambon akan terus berupaya menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dengan berzakat, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, termasuk dalam bidang pendidikan seperti yang kita lakukan hari ini,” tambahnya.
Sementara itu, suasana haru dan syukur tampak dari pihak keluarga penerima bantuan. Risna, selaku ibu dari Putri, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kota Ambon atas bantuan yang diberikan.
Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan Putri dapat kembali fokus dalam kegiatan belajar tanpa terbebani masalah biaya pendidikan. BAZNAS Kota Ambon juga menegaskan bahwa program bantuan pendidikan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
BAZNAS Kota Ambon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah sebagai solusi dalam mengatasi berbagai persoalan sosial. Dukungan masyarakat akan sangat membantu BAZNAS dalam menjangkau lebih banyak mustahik dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA04/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Sambut Positif Edaran Pelaksanaan Dam Haji, Dorong Transparansi dan Kepastian Syariah
Surat Edaran Nomor S-50/BN/2026 tentang Pilihan Jenis Haji dan Pelaksanaan Pembayaran Dam mendapat perhatian positif dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kota Ambon. Kebijakan yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memberikan kepastian hukum, edukasi syariah, serta penguatan tata kelola pelaksanaan dam bagi jemaah haji Indonesia.
Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa jemaah haji Indonesia memiliki hak memilih jenis haji yang sah menurut syariat Islam, yakni haji Ifrad, Qiran, dan Tamattu’. Bagi jemaah yang melaksanakan haji Qiran dan Tamattu’, diwajibkan menunaikan dam sesuai ketentuan syariah, baik melalui penyembelihan hadyu maupun puasa sebagai pengganti sesuai ketentuan Al-Qur’an.
Pemerintah juga menegaskan bahwa pelaksanaan penyembelihan dam di Arab Saudi wajib dilakukan melalui jalur resmi Proyek Pemanfaatan Daging Hadyu dan Kurban (Adahi) yang dikelola Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Selain itu, selama regulasi pelaksanaan dam di Tanah Air masih dalam tahap penyusunan, pelaksanaan dam tetap dapat dilakukan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, LAZ, organisasi keagamaan, KBIHU, maupun secara mandiri dengan tetap memperhatikan aspek syariah dan akuntabilitas.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa surat edaran tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola ibadah dam agar lebih tertib, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah.
“Kami menyambut baik Surat Edaran ini karena memberikan kejelasan kepada masyarakat, khususnya jemaah haji Indonesia, terkait pilihan jenis haji dan mekanisme pelaksanaan dam yang benar menurut syariat maupun regulasi yang berlaku,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga penting untuk mencegah praktik pelaksanaan dam yang tidak sesuai aturan dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun syariah di kemudian hari.
“Pelaksanaan dam harus dilakukan secara amanah, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kehadiran aturan yang jelas akan membantu jemaah memahami prosedur yang sah sekaligus menjaga nilai ibadah tetap sesuai ketentuan agama,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan lembaga seperti BAZNAS dalam pelaksanaan dam di Tanah Air menjadi peluang besar untuk memperluas manfaat sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui distribusi daging kepada pihak yang membutuhkan.
“Jika dikelola dengan baik dan profesional, pelaksanaan dam di Tanah Air dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang besar bagi masyarakat, khususnya kaum dhuafa dan mustahik. Ini menjadi bagian dari semangat ibadah yang menghadirkan kemaslahatan umat,” lanjutnya.
Sementara itu, Jihan Abbas selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon menilai bahwa penguatan sistem pelaksanaan dam juga harus diiringi dengan peningkatan transparansi dan pemanfaatan teknologi digital.
“Digitalisasi sangat penting dalam mendukung transparansi pelaksanaan dam, mulai dari pendataan jemaah, proses pembayaran, hingga pelaporan distribusi. Dengan sistem yang baik, kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dam dan zakat akan semakin meningkat,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menilai bahwa penggunaan platform resmi seperti Nusuk Masar dalam pembayaran dam di Arab Saudi menunjukkan pentingnya integrasi sistem digital dalam penyelenggaraan ibadah haji modern.
“Transformasi digital dalam layanan haji menjadi langkah maju untuk memastikan proses berjalan lebih tertib, aman, dan terpantau. Hal ini juga memudahkan jemaah dalam memperoleh kepastian layanan secara resmi,” jelasnya.
Dalam surat edaran tersebut, pemerintah juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada jemaah sejak tahap manasik haji agar masyarakat memahami konsekuensi pilihan jenis haji, kewajiban pembayaran dam, serta tata cara pelaksanaannya yang benar.
Selain itu, pengawasan ketat terhadap praktik pemotongan dam ilegal di Arab Saudi maupun di Tanah Air menjadi perhatian serius pemerintah demi menjaga ketertiban penyelenggaraan ibadah haji dan perlindungan terhadap jemaah.
BAZNAS Kota Ambon berharap kebijakan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan dam yang lebih profesional, transparan, dan sesuai syariat sehingga manfaat ibadah tidak hanya dirasakan secara spiritual oleh jemaah, tetapi juga berdampak sosial bagi masyarakat luas.
BERITA04/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Knowledge Sharing Segera Hadir, BAZNAS Kota Ambon Sambut Positif Ruang Belajar dan Pengembangan SDM Zakat
Program BAZNAS Knowledge Sharing yang akan segera diluncurkan oleh PUSDIKLAT BAZNAS mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kota Ambon. Program yang akan dilaksanakan setiap hari Selasa pukul 08.00 WIB tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pengelola zakat melalui ruang berbagi ilmu, pengalaman, dan pengembangan kompetensi.
Kegiatan yang dikemas dalam suasana diskusi santai namun berbobot ini diharapkan mampu menghadirkan wawasan baru bagi para amil, pengelola zakat, relawan, hingga masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam tentang pengelolaan zakat, pemberdayaan umat, transformasi digital, dan inovasi pelayanan sosial.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi atas hadirnya program tersebut karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan penguatan kualitas SDM zakat di era modern saat ini.
“Program BAZNAS Knowledge Sharing merupakan langkah yang sangat baik dalam membangun budaya belajar dan peningkatan kapasitas di lingkungan pengelola zakat. Kami menyambut positif inisiatif dari PUSDIKLAT BAZNAS ini karena ilmu dan pengalaman harus terus dibagikan agar kualitas pelayanan kepada umat semakin baik,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Menurutnya, pengelolaan zakat saat ini membutuhkan SDM yang tidak hanya memahami aspek syariah, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, manajemen modern, serta tantangan sosial masyarakat yang terus berkembang.
“Amil masa kini harus terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Pengelolaan zakat tidak bisa dilakukan dengan cara-cara lama saja, tetapi perlu inovasi, profesionalisme, dan pemanfaatan teknologi agar manfaat zakat semakin luas dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Program Knowledge Sharing yang diinisiasi PUSDIKLAT BAZNAS juga dianggap menjadi ruang strategis untuk mempererat kolaborasi antarlembaga zakat di Indonesia. Melalui diskusi rutin tersebut, para peserta dapat saling bertukar pengalaman, strategi, hingga solusi dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan zakat di daerah masing-masing.
Sementara itu, Jihan Abbas selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon menilai program ini sangat penting terutama dalam mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan lembaga zakat.
“Di era digital sekarang, peningkatan kapasitas SDM menjadi kebutuhan utama. Program seperti BAZNAS Knowledge Sharing sangat membantu karena memberikan akses pembelajaran yang fleksibel, aktual, dan relevan dengan perkembangan pengelolaan zakat modern,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga mengatakan bahwa penguatan literasi digital bagi amil dan pengelola zakat akan berdampak besar terhadap kualitas layanan dan transparansi lembaga.
“Transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan SDM dalam memahami sistem kerja yang lebih efektif, transparan, dan adaptif. Melalui forum berbagi ilmu seperti ini, kami optimistis kualitas pengelolaan zakat akan semakin meningkat,” lanjutnya.
Selain menjadi ruang pembelajaran, program tersebut juga diharapkan mampu membangun semangat kolaboratif dan budaya berbagi pengetahuan di lingkungan BAZNAS maupun LAZ di seluruh Indonesia. Dengan adanya forum rutin yang menghadirkan berbagai pengalaman praktis dan wawasan baru, penguatan ekosistem zakat nasional dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
BAZNAS Kota Ambon juga mengajak seluruh amil, relawan, serta masyarakat yang tertarik dengan pengembangan zakat dan pemberdayaan umat untuk mengikuti program tersebut agar dapat memperoleh manfaat ilmu dan pengalaman langsung dari para narasumber yang kompeten di bidangnya.
Melalui BAZNAS Knowledge Sharing, diharapkan lahir SDM zakat yang semakin profesional, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pengelolaan zakat di masa depan demi mewujudkan kesejahteraan umat yang lebih luas.
BERITA04/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Amil Zakat di Persimpangan Negara dan Pasar: Profesi Baru yang Menguatkan Ekonomi Umat
Perkembangan pengelolaan zakat di Indonesia terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di balik meningkatnya pengumpulan zakat nasional, terdapat peran besar para amil zakat yang menjadi penghubung antara amanah umat, lembaga pengelola zakat, dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun, di tengah besarnya tanggung jawab tersebut, status profesi amil masih menjadi perbincangan dalam sistem ekonomi dan ketenagakerjaan nasional. Amil zakat bekerja secara profesional, memiliki target, sistem pelaporan, dan menerima imbalan kerja, tetapi mereka juga menjalankan amanah sosial dan nilai ibadah yang tidak sepenuhnya dapat disamakan dengan pekerja biasa maupun aparatur negara.
Berdasarkan data pengelolaan zakat di Indonesia, potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp327 triliun per tahun. Sementara itu, pengumpulan zakat nasional pada tahun 2024 mencapai Rp41,7 triliun dengan dukungan lebih dari 21 ribu amil profesional yang tersebar di berbagai lembaga pengelola zakat di Indonesia.
Dalam ekosistem zakat nasional, pengelolaan zakat dilakukan melalui dua jalur utama, yakni BAZNAS sebagai lembaga negara dan LAZ sebagai lembaga berbasis masyarakat sipil. Keduanya memiliki karakteristik dan sistem kerja berbeda, namun saling melengkapi dalam upaya meningkatkan manfaat zakat bagi umat.
BAZNAS hadir dengan mandat nasional, struktur yang lebih birokratis, serta tanggung jawab menjaga akuntabilitas dan standardisasi pengelolaan zakat. Di sisi lain, LAZ berkembang lebih fleksibel, inovatif, dan dekat dengan masyarakat, sehingga mampu menjangkau muzakki dan mustahik secara lebih dinamis.
Posisi amil sendiri berada dalam ruang hibrida yang unik, yakni di antara negara, pasar, dan kepentingan umat. Dari sisi ketenagakerjaan, amil memiliki kontrak kerja, target, dan struktur organisasi sebagaimana pekerja profesional pada umumnya. Namun pekerjaan mereka tidak didasarkan pada orientasi keuntungan semata, melainkan pada amanah, pelayanan sosial, dan nilai ibadah.
Sementara dari sisi kelembagaan, amil juga menjalankan fungsi publik melalui pengelolaan dana zakat untuk kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, amil bukan Aparatur Sipil Negara dan tidak berada dalam sistem ASN sebagaimana lembaga pemerintahan pada umumnya.
Kondisi ini membuat profesi amil memiliki tantangan tersendiri. Hingga saat ini, standar kesejahteraan, perlindungan kerja, serta sistem pengembangan karier amil di berbagai lembaga masih belum merata. Pada sebagian lembaga, amil telah bekerja dengan sistem profesional yang baik, namun di sisi lain masih terdapat tantangan dalam perlindungan kerja dan keberlanjutan sumber daya manusia.
Apabila status dan penguatan profesi amil tidak mendapat perhatian serius, maka dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas pengelolaan zakat nasional. Standar kerja yang tidak seragam, potensi zakat yang belum optimal, hingga menurunnya kepercayaan publik menjadi risiko yang perlu diantisipasi bersama.
Karena itu, penguatan profesi amil dinilai menjadi langkah penting dalam pembangunan ekonomi zakat nasional. Beberapa langkah strategis yang mulai didorong antara lain penyusunan standar kompetensi nasional amil, sistem pengupahan yang layak, perlindungan kerja, serta penguatan kolaborasi antara BAZNAS dan LAZ.
Sinergi antara negara dan masyarakat sipil dinilai menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem zakat yang sehat dan berkelanjutan. Negara berperan menjaga arah kebijakan, akuntabilitas, dan standardisasi, sementara masyarakat sipil menghadirkan inovasi, kedekatan, serta penguatan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.
Dalam konteks tersebut, amil zakat kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai pelaksana administratif, tetapi mulai berkembang sebagai profesi baru dalam ekonomi zakat modern. Profesi ini membutuhkan kompetensi manajerial, kemampuan sosial, pemahaman syariah, hingga adaptasi terhadap teknologi digital dan tata kelola modern.
Dengan penguatan ekosistem yang kolaboratif dan profesional, zakat diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan kesejahteraan umat secara berkelanjutan di Indonesia.
BERITA04/05/2026 | Deputi BAZNAS RI - M. Arifin Purwakananta, M.I.Kom. - Editor : Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Serukan Semangat Pendidikan untuk Generasi Emas di Hardiknas 2026
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, BAZNAS Kota Ambon menyampaikan ucapan selamat sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat untuk terus mendukung kemajuan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa dan daerah.
Momentum Hardiknas yang diperingati setiap tanggal 2 Mei menjadi pengingat penting bahwa pendidikan memiliki peran besar dalam menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman. BAZNAS Kota Ambon menilai bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa Hari Pendidikan Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan agar tetap dapat mengenyam pendidikan dengan layak.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Pendidikan adalah cahaya masa depan bangsa. Melalui pendidikan, kita membangun generasi yang unggul, berakhlak, dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat. BAZNAS Kota Ambon akan terus berkomitmen mendukung sektor pendidikan melalui berbagai program bantuan pendidikan dan pemberdayaan,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa pendidikan memiliki hubungan erat dengan upaya pengentasan kemiskinan. Menurutnya, akses pendidikan yang baik akan membuka peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan di masa depan.
“Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS, kami berupaya menghadirkan manfaat nyata di bidang pendidikan, termasuk bantuan bagi pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan. Ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa semangat Hardiknas juga harus diiringi dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi di era modern saat ini.
“Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong generasi muda agar terus belajar, berkembang, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif. Pendidikan hari ini tidak hanya berbicara tentang ruang kelas, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi era digital,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga berharap para pelajar di Kota Ambon dapat terus semangat dalam menuntut ilmu dan memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai sarana meningkatkan kreativitas dan kemampuan diri.
“Generasi muda harus menjadi generasi yang cerdas, inovatif, dan tetap menjunjung nilai moral serta budaya lokal. Dengan pendidikan yang baik dan pemanfaatan teknologi yang tepat, kita optimistis masa depan bangsa akan semakin maju,” lanjutnya.
Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, BAZNAS Kota Ambon berharap semangat belajar dan kepedulian terhadap dunia pendidikan terus tumbuh di tengah masyarakat. BAZNAS juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan dapat diakses oleh semua kalangan.
Peringatan Hardiknas tahun ini menjadi refleksi bersama bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan arah kemajuan bangsa di masa mendatang.
BERITA02/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Jamaah Haji Kota Ambon Bersiap Berangkat ke Tanah Suci, BAZNAS Kota Ambon Sampaikan Doa dan Harapan
AMBON — Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti persiapan keberangkatan jamaah calon haji Kota Ambon tahun 2026. Ratusan jamaah dijadwalkan akan memulai perjalanan suci menuju Tanah Suci Makkah pada Rabu, 7 Mei 2026.
Sesuai jadwal, jamaah haji kloter Kota Ambon akan bertolak dari Masjid Raya Al Fatah Ambon menuju Asrama Haji Waiheru pada pukul 10.00 WIT. Selanjutnya, para jamaah akan diberangkatkan menuju Makassar pada pukul 22.00 WIT di hari yang sama sebelum melanjutkan penerbangan langsung menuju Jeddah dan dijadwalkan tiba pada Kamis pagi, 8 Mei 2026.
Menjelang keberangkatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Ambon Muhammad Zulkifly Fakaubun mewakili seluruh pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa bagi seluruh jamaah calon haji Kota Ambon agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kami keluarga besar BAZNAS Kota Ambon mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji kepada seluruh jamaah calon haji Kota Ambon. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga setiap langkah perjalanan para jamaah, memudahkan seluruh proses ibadah, memberikan kesehatan dan kekuatan lahir batin hingga kembali ke tanah air dengan selamat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia mengatakan, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang sangat mulia dan menjadi panggilan istimewa dari Allah SWT bagi umat Muslim yang mendapat kesempatan untuk menunaikannya. Karena itu, para jamaah diharapkan dapat menjaga niat, kekompakan, serta fokus beribadah selama berada di Tanah Suci.
“Kami berharap seluruh jamaah dapat menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan khusyuk dan penuh keikhlasan. Semoga seluruh amal ibadah diterima Allah SWT dan para jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” lanjutnya.
Menurut Zulkifly, keberangkatan jamaah haji bukan hanya menjadi kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Kota Ambon. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan para jamaah agar perjalanan mereka berjalan lancar mulai dari keberangkatan hingga kembali ke daerah asal.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk mendoakan saudara-saudara kita yang akan berangkat ke Tanah Suci agar selalu diberikan perlindungan oleh Allah SWT, dijauhkan dari segala hambatan, dan diberi kemudahan dalam melaksanakan seluruh rukun haji,” katanya.
Selain itu, ia berharap nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji dapat membawa perubahan positif bagi kehidupan pribadi maupun sosial para jamaah setelah kembali ke Kota Ambon.
“Semoga sepulang dari Tanah Suci para jamaah menjadi teladan di tengah masyarakat, membawa semangat persaudaraan, kepedulian, dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
Keberangkatan jamaah calon haji Kota Ambon tahun ini menjadi momentum penuh syukur dan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. Aamiin.
BERITA01/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Transformasi Digital Zakat Menguat, BAZNAS Resmi Terapkan Pedoman Kantor Digital Nasional
Ambon — Upaya modernisasi tata kelola zakat di Indonesia semakin diperkuat dengan terbitnya Keputusan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pedoman Pengelolaan dan Pemanfaatan Kantor Digital. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam mendorong integrasi sistem, transparansi, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat secara digital.
Keputusan yang ditetapkan pada 14 April 2026 ini menegaskan bahwa seluruh BAZNAS, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, wajib mengimplementasikan sistem Kantor Digital sebagai bagian dari ekosistem nasional yang terintegrasi. Kantor Digital sendiri merupakan platform berbasis teknologi yang mendukung pengumpulan, pendistribusian, pelaporan, hingga komunikasi publik secara daring melalui sistem yang terhubung dengan Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SiMBA).
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyambut baik kebijakan tersebut dan menilai bahwa langkah ini akan membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan zakat di daerah.
“Kami melihat keputusan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Dengan sistem digital yang terintegrasi, masyarakat dapat lebih percaya karena seluruh proses, mulai dari penghimpunan hingga penyaluran zakat, dapat dipantau secara real-time,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia juga menambahkan bahwa penerapan Kantor Digital akan memperluas jangkauan pelayanan BAZNAS, terutama dalam menjangkau generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi.
“Digitalisasi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir lebih dekat dengan masyarakat. Ini membuka peluang besar untuk meningkatkan partisipasi muzaki, khususnya dari kalangan milenial dan generasi Z,” tambahnya.
Dalam pedoman tersebut, diatur secara rinci berbagai aspek mulai dari pengajuan, aktivasi, hingga pengelolaan sistem Kantor Digital. Setiap daerah diwajibkan memenuhi persyaratan administratif dan teknis sebelum sistem diaktifkan. Selain itu, pengelolaan hak akses juga diatur secara ketat melalui pembagian peran seperti Super Admin, Humas, dan Petugas Keuangan untuk memastikan keamanan dan ketertiban operasional.
Dari sisi teknis, Kantor Digital juga telah dilengkapi dengan fitur-fitur modern seperti integrasi payment gateway, kalkulator zakat, laporan keuangan digital, hingga layanan komunikasi real-time dengan masyarakat. Seluruh data yang masuk akan tercatat secara otomatis dalam SiMBA, sehingga memudahkan pelaporan nasional dan menjaga akuntabilitas lembaga.
Jihan Abbas, selaku Staf Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menjelaskan bahwa implementasi kebijakan ini membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi yang memadai.
“Kami saat ini tengah mempersiapkan tim operator dan memastikan semua perangkat serta sistem berjalan sesuai standar nasional. Tantangannya ada pada adaptasi, tetapi ini adalah langkah yang harus diambil untuk kemajuan lembaga,” ungkap Jihan Abbas.
Ia juga menekankan pentingnya keamanan data dalam pengelolaan Kantor Digital, mengingat sistem ini melibatkan informasi sensitif baik dari muzaki maupun mustahik.
“Perlindungan data pribadi menjadi prioritas utama. Setiap pengguna sistem wajib menjaga kerahasiaan akses dan mematuhi ketentuan yang berlaku agar tidak terjadi pelanggaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, pedoman ini juga mengatur tentang pengelolaan konten dan komunikasi publik melalui Kantor Digital. Setiap berita, siaran pers, maupun kampanye digital harus memenuhi standar jurnalistik, termasuk kelengkapan unsur 5W+1H, penggunaan struktur piramida terbalik, serta penyertaan kutipan resmi dari narasumber yang berwenang.
Selain itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga diperbolehkan sebagai alat bantu dalam penulisan berita, dengan catatan tetap dilakukan verifikasi akhir oleh petugas humas untuk menjaga akurasi informasi.
Dengan diberlakukannya kebijakan ini, diharapkan seluruh BAZNAS daerah dapat bergerak serentak dalam mewujudkan sistem pengelolaan zakat yang modern, transparan, dan terpercaya. Transformasi digital ini tidak hanya menjadi tuntutan zaman, tetapi juga menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan publik serta optimalisasi penghimpunan dana zakat secara nasional.
BAZNAS Kota Ambon sendiri optimistis bahwa implementasi Kantor Digital akan membawa dampak positif dalam jangka panjang, baik dari sisi pelayanan maupun penguatan kelembagaan.
“Kami siap menjalankan pedoman ini secara maksimal demi meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS,” tutup Muhammad Zulkifly Fakaubun.
BERITA30/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Kurban Berkah, Berdayakan Desa: BAZNAS Kota Ambon Ajak Warga Tebar Manfaat Hingga Pelosok
AMBON — Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali mengajak masyarakat untuk menyalurkan hewan kurban melalui program bertema “Kurban Berkah Berdayakan Desa.”Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat kurban yang lebih luas, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan kelompok yang membutuhkan.
Melalui program tersebut, BAZNAS Kota Ambon menyediakan pilihan kurban berupa satu ekor sapi dengan harga Rp13.300.000 dan satu ekor kambing seharga Rp3.500.000. Hewan kurban nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima, termasuk di wilayah desa yang selama ini masih minim distribusi daging kurban.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa tema tahun ini memiliki makna besar dalam membangun semangat berbagi sekaligus memberdayakan masyarakat desa melalui distribusi kurban yang tepat sasaran.
“Melalui tema Kurban Berkah Berdayakan Desa, kami ingin memastikan bahwa ibadah kurban tidak hanya menjadi bentuk ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di desa-desa,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menjelaskan, BAZNAS Kota Ambon berkomitmen menghadirkan pengelolaan kurban yang amanah, transparan, dan profesional agar masyarakat semakin percaya menyalurkan kurbannya melalui lembaga resmi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk bersama-sama berkurban melalui BAZNAS. Insya Allah hewan kurban yang dipercayakan akan dikelola dengan baik dan disalurkan kepada penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, H. Achmad Salim, menuturkan bahwa pihaknya telah membuka layanan penerimaan hewan kurban maupun pembayaran dalam bentuk uang melalui transfer bank guna memudahkan masyarakat.
“Kami memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin berkurban. Hewan kurban dapat langsung diserahkan ke Kantor BAZNAS Kota Ambon pada hari dan jam kerja, atau masyarakat juga bisa menyalurkan dana kurban melalui transfer rekening resmi BAZNAS Kota Ambon,” jelas H. Achmad Salim.
Menurutnya, kemudahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ibadah kurban tahun ini.
“Semakin banyak masyarakat yang ikut berkurban, maka semakin luas pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat desa dan kaum dhuafa,” katanya.
Di sisi lain, Staf Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyalurkan kurban melalui BAZNAS karena seluruh proses dilakukan secara profesional dan sesuai syariat.
“Kami siap membantu masyarakat yang ingin berkurban bersama BAZNAS Kota Ambon. Prosesnya mudah, transparan, dan insya Allah tepat sasaran. Mari bersama-sama menebar keberkahan Iduladha hingga ke desa-desa,” ujar Jihan Abbas.
BAZNAS Kota Ambon juga mengimbau masyarakat agar segera mendaftarkan kurban lebih awal guna mempermudah proses pendataan dan distribusi hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha.
Adapun masyarakat yang ingin berkurban dapat langsung mendatangi Kantor BAZNAS Kota Ambon pada hari dan jam kerja. Selain itu, pembayaran juga dapat dilakukan melalui transfer ke rekening:
Bank Syariah Indonesia (BSI)Nomor Rekening: 7290868585Atas Nama: BAZNAS Kota Ambon
Melalui program Kurban Berkah Berdayakan Desa, BAZNAS Kota Ambon berharap semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan umat terus tumbuh demi menghadirkan manfaat kurban yang lebih luas dan merata bagi masyarakat.
BERITA30/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Serahkan Laporan Tahunan 2025 dan Data Mustahik ke Kanwil Kemenag Maluku
Ambon – Dalam upaya memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menyerahkan Laporan Tahunan 2025 serta data mustahik kepada Bidang Bimas Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Kamis (30/4/2026).
Penyerahan dokumen tersebut dilakukan oleh Saka 3 BAZNAS Kota Ambon di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Ambon dalam meningkatkan tertib administrasi, pemutakhiran data, serta memastikan pengelolaan zakat berjalan sesuai syariat Islam, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa pelaporan dan pemutakhiran data merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.
“Penyerahan laporan tahunan dan data mustahik ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kota Ambon untuk terus menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat berjalan sesuai aturan syariat serta ketentuan administrasi yang berlaku,” ujar Zulkifly.
Ia juga menambahkan bahwa data mustahik yang valid sangat penting dalam mendukung ketepatan sasaran program-program bantuan sosial dan pemberdayaan umat yang dijalankan BAZNAS.
“Melalui pemutakhiran data, kami berharap bantuan zakat dapat semakin tepat sasaran, menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat di Kota Ambon,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pelaporan dan Keuangan BAZNAS Kota Ambon, Hj. Sumiyati Kiat, menjelaskan bahwa penyusunan laporan tahunan dilakukan secara sistematis dan mengedepankan prinsip akuntabilitas keuangan.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelaporan keuangan agar sesuai dengan standar pengelolaan zakat yang profesional. Laporan tahunan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban kami kepada pemerintah, muzaki, dan masyarakat atas amanah yang telah dipercayakan kepada BAZNAS Kota Ambon,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola zakat di daerah.
“Kolaborasi dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku sangat penting untuk memastikan data dan laporan yang disampaikan dapat terintegrasi dengan baik serta mendukung penguatan pengawasan dan pelayanan zakat,” lanjut Sumiyati.
Di sisi lain, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa proses digitalisasi data terus dilakukan guna mempermudah pelayanan dan pengelolaan informasi mustahik maupun muzaki.
“Kami terus melakukan pembaruan data secara berkala agar informasi yang dimiliki BAZNAS tetap akurat dan relevan. Digitalisasi ini juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan zakat yang lebih cepat, efektif, dan modern,” ujar Jihan.
Ia berharap upaya tersebut dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan zakat sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS Kota Ambon.
Dengan diserahkannya Laporan Tahunan 2025 dan data mustahik tersebut, BAZNAS Kota Ambon berharap pengelolaan zakat di wilayah Kota Ambon dapat terus berkembang secara profesional, terpercaya, dan semakin memberikan manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA30/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
“Ketika Sholat Tak Lagi Terasa: BAZNAS Ambon Ajak Masyarakat ‘Pulang’ Lewat Workshop Reconnect Series 02”
Ambon, 25 April 2026 (WIT) — Di tengah rutinitas ibadah yang kerap dijalankan secara konsisten, tidak sedikit umat yang merasakan kehampaan dalam sholat. Gerakan tetap dilakukan, bacaan tetap dilantunkan, namun hati terasa jauh dan tidak benar-benar hadir. Fenomena inilah yang menjadi latar belakang digelarnya Workshop Reconnect Lewat Sholat – Series 02 oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu pagi pukul 11.00 WIT (09.00 WIB) ini menghadirkan Ust. Muslim Al-Fatihsebagai narasumber utama. Workshop ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran bagi peserta untuk kembali menemukan makna terdalam dari ibadah sholat.
Dalam suasana yang khusyuk dan penuh kehangatan, para peserta diajak memahami bahwa sholat bukan sekadar kewajiban yang harus ditunaikan, melainkan pertemuan spiritual antara hamba dan Sang Pencipta. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya kehadiran hati, kesadaran penuh, serta koneksi batin dalam setiap gerakan dan bacaan sholat.
Staf Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, yang turut mengikuti kegiatan ini, menyampaikan kesan mendalamnya terhadap workshop tersebut.
“Sering kali kita merasa sudah menjalankan sholat dengan baik, tapi ternyata hati kita belum benar-benar hadir. Workshop ini mengingatkan saya bahwa yang terpenting bukan hanya gerakan, tetapi bagaimana kita bisa benar-benar ‘bertemu’ dengan Allah dalam setiap sholat,” ujar Jihan Abbas.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang kerap terjebak dalam rutinitas tanpa makna.
“Melalui workshop ini, saya merasa diajak untuk kembali memperbaiki kualitas ibadah secara perlahan. Ini bukan tentang menjadi sempurna, tetapi tentang terus berusaha menghadirkan hati dalam setiap sujud,” lanjutnya.
Workshop ini juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Ambon dalam menghadirkan program pembinaan spiritual yang tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga penguatan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman baru, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa sholat bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan sebuah perjalanan untuk benar-benar kembali dan terhubung dengan Allah SWT.
Sebagaimana pesan yang diangkat dalam kegiatan ini, “yang kita cari bukan sekadar menggugurkan, tapi benar-benar bertemu.”
BERITA29/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
“Strategi Baru Pengumpulan Kurban dan DAM: BAZNAS Gelar Kajian Nasional untuk Perkuat Kolaborasi Amil”
Ambon, 28 April 2026 (WIT) — Upaya mengoptimalkan potensi pengumpulan kurban dan DAM terus diperkuat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui penyelenggaraan Kajian Fundraising yang diikuti oleh pimpinan dan amil dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini berlangsung secara daring pada Selasa pagi pukul 10.00–12.30 WIT (07.00–09.30 WIB) melalui platform Zoom.
Kajian ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pengelola zakat, khususnya dalam menghadapi momentum ibadah kurban yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan penghimpunan dana umat. Selain itu, pembahasan mengenai DAM (denda haji) juga menjadi perhatian penting dalam upaya optimalisasi penghimpunan berbasis syariah.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi dan profesionalisme dalam pengelolaan dana umat.
“Pengumpulan kurban dan DAM bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana amanah umat ini dapat dikelola secara transparan, efektif, dan memberikan dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kajian ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidangnya, antara lain Rizaludin Kurniawan, Arifin Purwakananta, serta Mohan. Mereka memaparkan berbagai strategi penguatan fundraising, mulai dari pemanfaatan teknologi digital, peningkatan literasi masyarakat, hingga pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap lembaga zakat.
Dalam sesi diskusi, para peserta juga diajak untuk berbagi pengalaman serta tantangan di daerah masing-masing, sehingga tercipta pertukaran ide yang konstruktif dan aplikatif.
Staf Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, yang turut mengikuti kegiatan ini, mengungkapkan bahwa kajian tersebut memberikan wawasan baru terkait strategi penghimpunan dana berbasis digital.
“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kami di daerah didorong untuk lebih kreatif dan adaptif dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pengumpulan kurban dan DAM,” ujar Jihan Abbas.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antar unit BAZNAS menjadi kunci dalam mencapai target penghimpunan yang optimal.
“Melalui kajian ini, saya melihat pentingnya sinergi antar BAZNAS di seluruh Indonesia. Dengan kolaborasi yang kuat, potensi yang besar ini bisa dimaksimalkan untuk kemaslahatan umat,” tambahnya.
Kajian ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat baru bagi seluruh amil zakat untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja penghimpunan, khususnya menjelang musim kurban. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan kolaboratif, BAZNAS optimistis dapat memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA29/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Gelar Kelas Hukum Vol. 3 Tahun 2026, Perkuat Regulasi Pembentukan LAZ Secara Nasional
Ambon, 27 April 2026 (WIT) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan strategis bertajuk Kelas Hukum Volume 3 Tahun 2026 dengan fokus pada sosialisasi Peraturan BAZNAS Nomor 1 Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Senin (27/4/2026) mulai pukul 11.00 WIT (09.00 WIB) hingga selesai, dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia.
Undangan resmi dengan nomor B/482/BPAH-BHKL/SESU/KD.02.05/IV/2026 tersebut ditujukan kepada pimpinan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, serta lembaga amil zakat (LAZ) di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman serta implementasi kebijakan terkait pemberian rekomendasi BAZNAS dalam pembentukan LAZ dan pembukaan perwakilan LAZ.
Acara dibuka dengan laporan dari Sekretaris Utama BAZNAS RI, dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Ketua BAZNAS RI. Materi utama disampaikan oleh Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI yang menguraikan secara rinci isi dan penerapan Peraturan BAZNAS Nomor 1 Tahun 2025. Sesi tanya jawab menjadi ruang interaktif bagi peserta untuk mendalami berbagai aspek regulasi yang disosialisasikan.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan tata kelola zakat yang lebih tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan proses pembentukan LAZ serta pembukaan perwakilannya dapat berjalan lebih sistematis dan terstandarisasi.
Salah satu peserta dari BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas selaku staf digitalisasi, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai sosialisasi tersebut sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman teknis dan regulatif di daerah.
“Kelas hukum ini sangat penting bagi kami di daerah, karena memberikan pemahaman yang lebih jelas terkait prosedur dan regulasi pembentukan LAZ. Ini juga membantu kami dalam proses digitalisasi dan tata kelola yang lebih baik di BAZNAS Kota Ambon,” ujar Jihan Abbas.
Kegiatan ditutup dengan penegasan kembali pentingnya sinergi antara BAZNAS pusat dan daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat nasional.
Dengan terselenggaranya Kelas Hukum Vol. 3 ini, BAZNAS berharap seluruh lembaga terkait dapat mengimplementasikan kebijakan secara efektif demi meningkatkan kepercayaan publik serta dampak sosial yang lebih luas.
BERITA29/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Gaungkan “Kurban Berkah Berdayakan Desa”, Dorong Transformasi Sosial dari Daerah
Ambon, 17 April 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar konferensi pers bertajuk “Kurban Berkah Berdayakan Desa” pada Jumat (17/4/2026) pukul 14.30 WIT hingga selesai. Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube dan menghadirkan jajaran pimpinan BAZNAS RI sebagai narasumber utama.
Acara ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., Pimpinan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si., CFRM., serta Deputi II Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan komitmen BAZNAS dalam memperkuat program kurban sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi desa.
Dalam paparannya, Ketua BAZNAS RI menekankan bahwa program “Kurban Berkah Berdayakan Desa” bukan sekadar distribusi daging kurban, melainkan upaya strategis untuk mendorong kemandirian masyarakat desa. Program ini dirancang agar manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil.
“Program kurban ini kami arahkan untuk menjadi motor penggerak ekonomi desa. Tidak hanya konsumtif, tetapi juga produktif dan berdaya guna dalam jangka panjang,” ujar salah satu pimpinan BAZNAS RI dalam konferensi tersebut.
Di tingkat daerah, dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun. Ia menilai bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal.
“Kami di BAZNAS Kota Ambon siap mengimplementasikan program ini secara maksimal. Kurban tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga solusi sosial untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa,” tegas Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Sementara itu, Jihan Abbas selaku staf pengumpulan dan digitalisasi menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung keberhasilan program. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan kurban.
“Digitalisasi memungkinkan proses pengumpulan hingga distribusi kurban menjadi lebih transparan, cepat, dan tepat sasaran. Ini juga meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS,” ungkap Jihan Abbas.
Melalui pendekatan kolaboratif antara pusat dan daerah, BAZNAS berharap program ini mampu menjangkau lebih banyak desa di seluruh Indonesia. Selain itu, penguatan sistem digital diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam berkurban secara mudah dan aman.
Konferensi pers ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam program kurban tahun ini, dengan semangat berbagi dan pemberdayaan yang lebih luas.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan ulang kegiatan ini, dapat mengakses siaran langsung melalui tautan berikut: https://youtube.com/live/tx6troUtKwk?feature=share
BERITA22/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
“Habis Gelap Terbitlah Terang”, BAZNAS Ambon Gaungkan Semangat Kartini untuk Pemberdayaan Perempuan
Ambon, Selasa 21 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, BAZNAS Kota Ambon menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan.
Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran perempuan dalam pembangunan, termasuk dalam penguatan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). BAZNAS Kota Ambon menilai bahwa perempuan memiliki kontribusi besar, baik sebagai penggerak keluarga maupun sebagai bagian dari komunitas sosial yang aktif.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, dalam keterangannya menyampaikan bahwa semangat Kartini harus terus dihidupkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan zakat dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat Hari Kartini 21 April 2026. Semangat ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ harus menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya perempuan, untuk terus maju, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan umat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kota Ambon juga terus mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagai program pemberdayaan yang dikelola oleh lembaga.
“Perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya dalam keluarga tetapi juga dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Melalui program-program BAZNAS, kami berupaya membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang dan berdaya,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini sangat relevan dengan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui zakat.
“Semangat Kartini adalah tentang perjuangan, pendidikan, dan kemandirian. Nilai-nilai ini sejalan dengan misi BAZNAS dalam membantu masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar lebih mandiri secara ekonomi dan sosial,” jelasnya.
Peringatan Hari Kartini juga menjadi pengingat bahwa peran perempuan dalam pengelolaan zakat semakin penting, baik sebagai muzakki (pemberi zakat) maupun mustahik (penerima manfaat) yang diberdayakan melalui berbagai program produktif.
Dengan mengusung semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang”, BAZNAS Kota Ambon berharap perempuan di Kota Ambon dapat terus bangkit, berinovasi, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Hari Kartini bukan sekadar peringatan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen dalam memberdayakan perempuan. BAZNAS Kota Ambon optimistis, dengan semangat Kartini, perempuan akan terus menjadi pilar penting dalam membangun kesejahteraan umat.
BERITA21/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.
Lihat Daftar Rekening →