WhatsApp Icon

Mengukur Kesehatan Ekosistem Zakat Nasional, BAZNAS Kupas Tuntas Dua Indeks Strategis di Ramadan

10/03/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Kota Ambon

Bagikan:URL telah tercopy
Mengukur Kesehatan Ekosistem Zakat Nasional, BAZNAS Kupas Tuntas Dua Indeks Strategis di Ramadan

Public Expose BAZNAS bahas kesehatan ekosistem zakat nasional.

Ambon, Selasa (10/3/2026) WIT — Dalam rangka memperkuat transparansi dan tata kelola pengelolaan zakat nasional di bulan suci Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menggelar kegiatan Public Expose Special Ramadan bertajuk “Seberapa Sehat Ekosistem Zakat Kita?” pada Selasa, 10 Maret 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini berlangsung pada pukul 10.00–12.00 WIB atau 12.00–14.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) dan diikuti oleh para pengelola zakat, akademisi, peneliti, serta praktisi filantropi Islam dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Jihan Abbas, staf BAZNAS daerah, yang turut menyimak pemaparan mengenai perkembangan dan evaluasi pengelolaan zakat nasional.

Public expose ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Direktorat Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional BAZNAS RI, yakni Tri Alfiani dan Nono Hartono.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Muhammad Hasbi Zaenal sebagai pembicara utama yang memberikan gambaran strategis mengenai penguatan ekosistem zakat di Indonesia. Diskusi dipandu oleh moderator Zakiyyatul Fadlillah.

Mengukur Kepuasan Stakeholder Zakat

Dalam pemaparannya, Tri Alfiani menjelaskan bahwa Indeks Kepuasan Stakeholder Zakat merupakan salah satu instrumen penting untuk mengetahui tingkat kepuasan para pemangku kepentingan terhadap kinerja lembaga pengelola zakat.

Stakeholder yang dimaksud mencakup berbagai pihak seperti muzaki (pemberi zakat), mustahik (penerima zakat), mitra program, hingga masyarakat umum yang terlibat dalam ekosistem zakat.

“Indeks kepuasan stakeholder zakat menjadi indikator penting untuk menilai bagaimana layanan lembaga zakat dirasakan oleh para pemangku kepentingan. Hasil indeks ini dapat menjadi dasar evaluasi sekaligus perbaikan layanan di masa mendatang,” jelas Tri Alfiani dalam pemaparannya.

Menurutnya, tingkat kepuasan yang tinggi menunjukkan bahwa lembaga zakat telah mampu memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan sesuai dengan harapan masyarakat.

Pentingnya Maturitas Manajemen Risiko

Sementara itu, peneliti BAZNAS lainnya, Nono Hartono, memaparkan mengenai Indeks Maturitas Manajemen Risiko Lembaga Zakat, yang berfungsi untuk mengukur sejauh mana lembaga zakat telah menerapkan sistem manajemen risiko secara efektif.

Indeks ini menilai berbagai aspek penting seperti kebijakan pengelolaan risiko, sistem pengawasan internal, penerapan prosedur operasional, hingga mekanisme mitigasi risiko dalam pengelolaan dana zakat.

“Manajemen risiko merupakan bagian penting dari tata kelola lembaga zakat modern. Dengan sistem yang matang, lembaga zakat dapat mengidentifikasi potensi risiko sejak awal serta memastikan pengelolaan dana umat berjalan dengan aman dan akuntabel,” ujar Nono Hartono.

Ia menambahkan bahwa penerapan manajemen risiko yang baik akan meningkatkan kredibilitas lembaga zakat di mata publik.

Membangun Ekosistem Zakat yang Lebih Kuat

Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional BAZNAS, Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pengukuran melalui berbagai indeks ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem zakat yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

“Penguatan ekosistem zakat tidak hanya bergantung pada besarnya penghimpunan dana, tetapi juga pada kualitas tata kelola, tingkat kepuasan stakeholder, serta kesiapan lembaga dalam mengelola berbagai risiko,” kata Muhammad Hasbi Zaenal.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BAZNAS pusat, daerah, serta berbagai lembaga zakat lainnya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat secara nasional.

Menambah Wawasan Pengelola Zakat di Daerah

Kegiatan ini mendapat perhatian besar dari para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui forum ini, para pengelola zakat memperoleh wawasan baru mengenai metode pengukuran kinerja lembaga zakat serta strategi penguatan tata kelola.

Jihan Abbas yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa public expose ini memberikan pemahaman yang sangat bermanfaat bagi pengelola zakat di daerah.

“Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan mengenai bagaimana mengukur kualitas layanan zakat serta pentingnya manajemen risiko dalam pengelolaan lembaga zakat,” ujarnya.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di tingkat daerah.

Dorong Transparansi dan Profesionalisme

Public Expose Special Ramadan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lembaga pengelola zakat dapat terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan sehingga mampu membangun kepercayaan masyarakat serta memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat