BAZNAS Dorong Model Graduasi Kemiskinan Islami, Staf BAZNAS Kota Ambon Hadiri Pengajian Nasional
24/02/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Kota Ambon
Staf BAZNAS Kota Ambon Jihan Abbas ikuti Pengajian BAZNAS via Zoom.
Ambon, 24 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menggelar Pengajian bertema “Model Graduasi Kemiskinan Islami: Kerangka Awal Pengentasan Kemiskinan yang Terukur dan Berkelanjutan di Lembaga Zakat” pada Selasa (24/2/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini diikuti oleh pengelola zakat dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk perwakilan BAZNAS Kota Ambon yang diwakili oleh staf, Jihan Abbas.
Pengajian dimulai pukul 06.00–07.30 WIB atau pukul 08.00–09.30 Waktu Indonesia Timur (WIT), dan difasilitasi oleh Pusdiklat BAZNAS sebagai bagian dari penguatan kapasitas amil dalam merancang program pemberdayaan yang lebih sistematis dan berdampak jangka panjang.
Zakat Harus Melahirkan Kemandirian
Dalam sesi tersebut, narasumber memaparkan pentingnya pendekatan graduasi kemiskinan Islami sebagai model yang tidak hanya menyalurkan zakat secara produktif, tetapi juga memastikan mustahik mampu keluar dari garis kemiskinan secara terukur, bertahap, dan berkelanjutan.
“Zakat tidak cukup hanya produktif. Ia harus transformatif. Mustahik perlu didampingi hingga benar-benar mandiri dan pada saatnya bisa bertransformasi menjadi muzaki,” tegas narasumber dalam pemaparannya.
Model graduasi ini menekankan pada beberapa tahapan penting, mulai dari asesmen kondisi awal mustahik, intervensi program berbasis kebutuhan riil, pendampingan intensif, hingga evaluasi berbasis indikator capaian kesejahteraan. Dengan demikian, keberhasilan program tidak lagi diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, melainkan dari perubahan kualitas hidup penerima manfaat.
Penguatan Desain Program Pemberdayaan
Kegiatan ini juga menyoroti perlunya desain program pemberdayaan yang lebih terstruktur. Lembaga zakat didorong untuk memiliki kerangka kerja yang jelas, indikator capaian yang terukur, serta sistem monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
“Pengentasan kemiskinan membutuhkan desain yang sistematis dan berbasis data. Lembaga zakat harus mampu memastikan bahwa intervensi yang diberikan benar-benar mengubah kondisi mustahik,” lanjut narasumber.
Pendekatan ini sejalan dengan semangat pengelolaan zakat yang strategis dan berdampak luas, bukan sekadar bersifat karitatif. Konsep graduasi juga mengintegrasikan aspek spiritual, ekonomi, dan sosial sebagai satu kesatuan dalam proses pemberdayaan.
Komitmen BAZNAS Kota Ambon
Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah. Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa materi yang diperoleh sangat relevan dengan kebutuhan program pemberdayaan di Ambon.
“Materi tentang model graduasi kemiskinan Islami sangat membuka wawasan kami. Ini menjadi referensi penting dalam menyusun program pemberdayaan yang lebih terarah dan berkelanjutan di Kota Ambon,” ujar Jihan Abbas usai mengikuti kegiatan pada pukul 09.30 WIT.
Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis indikator dan pendampingan berkelanjutan akan menjadi perhatian dalam pengembangan program mustahik ke depan.
“Kami ingin memastikan bahwa bantuan zakat tidak berhenti pada penyaluran, tetapi benar-benar mendorong perubahan taraf hidup mustahik secara nyata,” tambahnya.
Ikhtiar Bersama Pengelolaan Zakat Strategis
Pengajian ini merupakan bagian dari agenda rutin BAZNAS dalam memperkuat kapasitas amil dan pengelola zakat di seluruh Indonesia. Melalui forum berbagi pengetahuan ini, diharapkan terjadi penyamaan visi dalam membangun sistem pengentasan kemiskinan yang terukur dan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kompetensi, BAZNAS optimistis model graduasi kemiskinan Islami dapat menjadi kerangka awal dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang lebih profesional, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus memperkuat desain program pemberdayaan agar lebih sistematis dan berorientasi pada transformasi mustahik menjadi pribadi yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.
Pengajian berlangsung lancar hingga pukul 09.30 WIT, menandai komitmen bersama dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang semakin strategis di berbagai daerah, termasuk di Kota Ambon.
Berita Lainnya
Penutup Safari Ramadhan, BAZNAS Kota Ambon Bersama Pemkot Ambon Tebar Berkah di Negeri Laha
BAZNAS Kota Ambon Ajak Warga Segera Tunaikan Zakat Fitrah
BAZNAS Bahas Transformasi Muzaki dan Potensi Zakat Fitrah dalam Public Expose Ramadan
BAZNAS Kota Ambon Percepat Integrasi Pembayaran ZIS Lewat Kantor Digital
BAZNAS Perkuat Digitalisasi, Operator SIMBA Ikuti Konsultasi Nasional Bahas Template Kas Harian
Ketua BAZNAS Ambon Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Silaturahim dalam Kultum Ramadan

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
