WhatsApp Icon

BAZNAS Kota Ambon Sikapi Resmi Permintaan Maaf Indosat, Tegaskan Pentingnya Kepercayaan Publik terhadap Zakat

14/04/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Kota Ambon

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Kota Ambon Sikapi Resmi Permintaan Maaf Indosat, Tegaskan Pentingnya Kepercayaan Publik terhadap Zakat

BAZNAS Ambon respons resmi permintaan maaf Indosat terkait kampanye IM3

Ambon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon akhirnya memberikan sikap resmi atas pernyataan permohonan maaf yang disampaikan oleh Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terkait kampanye Ramadan dari brand IM3 yang sempat menuai polemik di tengah masyarakat.

Dalam pernyataan resminya, IOH melalui SVP Head of Corporate Communications, Ovidia Nomia, menjelaskan bahwa kampanye tersebut sejatinya bertujuan untuk melindungi pelanggan dari potensi penipuan digital melalui fitur Anti Spam dan Anti Scam. Pihak perusahaan juga menegaskan tidak ada maksud untuk menyinggung nilai-nilai keagamaan maupun lembaga pengelola zakat.

Merespons hal tersebut, Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pihaknya menghargai itikad baik IOH dalam menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

“Kami menerima pernyataan maaf yang telah disampaikan oleh Indosat sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional. Namun demikian, kami juga menekankan bahwa komunikasi publik, khususnya yang berkaitan dengan zakat, harus disampaikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan multitafsir di masyarakat,” ujar Zulkifly.

Ia menambahkan bahwa zakat bukan hanya aspek ibadah, tetapi juga menyangkut kepercayaan sosial yang dibangun melalui kerja panjang lembaga resmi sesuai regulasi yang berlaku.

BAZNAS Kota Ambon menilai bahwa peningkatan kasus penipuan digital selama bulan Ramadan memang menjadi perhatian serius. Data yang disampaikan IOH, yakni peningkatan sebesar 34,7 persen pada tahun 2025, dengan mayoritas kasus terjadi melalui WhatsApp dan panggilan telepon, menjadi indikasi perlunya langkah preventif yang kuat. Namun, pendekatan komunikasi tetap harus mempertimbangkan sensitivitas isu keagamaan.

Wakil Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, H. Achmad Salim, menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat tidak boleh terganggu oleh narasi yang kurang tepat.

“Kami memahami adanya ancaman penipuan digital, tetapi pesan yang disampaikan ke publik harus proporsional. Jangan sampai masyarakat menjadi ragu terhadap lembaga zakat resmi yang selama ini bekerja sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan pengumpulan zakat sangat bergantung pada tingkat kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan dapat menjaga citra dan kredibilitas gerakan zakat nasional.

Sementara itu, staf pengumpulan dan digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyoroti pentingnya edukasi digital yang lebih komprehensif di era saat ini.

“Kami melihat bahwa literasi digital masyarakat masih perlu ditingkatkan. Edukasi tentang cara membedakan antara lembaga resmi dan potensi penipuan harus diperkuat, tanpa menimbulkan ketakutan berlebihan terhadap aktivitas zakat itu sendiri,” jelas Jihan.

Ia juga menyambut baik keterbukaan IOH untuk berkolaborasi dengan lembaga pengelola zakat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital yang aman dan terpercaya.

 

Sebagai penutup, BAZNAS Kota Ambon berharap ke depan sinergi antara perusahaan, lembaga zakat, dan masyarakat dapat terjalin lebih baik. Langkah evaluasi dan penarikan materi kampanye oleh IOH dinilai sebagai bagian dari upaya perbaikan yang patut diapresiasi, sekaligus menjadi pembelajaran bersama dalam menyampaikan pesan publik yang sensitif.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.

Lihat Daftar Rekening →