Nisab Zakat Pendapatan 2026 Resmi Naik, BAZNAS Kota Ambon: “Ini Demi Keadilan dan Kepastian Umat”
23/02/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Kota Ambon
Ketua BAZNAS Ambon respons penetapan nisab zakat 2026.
Ambon, Senin 23 Februari 2026 (WIT) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia resmi menetapkan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 melalui Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026. Kebijakan ini langsung disikapi oleh BAZNAS Kota Ambon sebagai langkah strategis untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan perhitungan zakat bagi masyarakat.
Keputusan yang ditetapkan di Jakarta pada 21 Februari 2026 dan ditandatangani Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menetapkan bahwa nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 setara dengan 85 gram emas, atau senilai Rp91.681.728,00 per tahun dan Rp7.640.144,00 per bulan apabila ditunaikan setiap bulan.
Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa keputusan ini menjadi pedoman penting dalam pengelolaan zakat di daerah.
“Kami di BAZNAS Kota Ambon menyambut baik Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026. Penyesuaian nilai nisab ini penting agar perhitungan zakat pendapatan lebih adil, relevan dengan kondisi ekonomi terkini, dan memberikan kepastian bagi para muzakki,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun, Senin (23/2/2026) pukul 15.30 WIT.
Penyesuaian Berdasarkan Perkembangan Harga Emas
Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa emas yang menjadi acuan adalah emas 14 karat (58,33%–62,49% kandungan emas), dengan perhitungan harga emas berdasarkan rata-rata harga selama tahun 2025.
Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi dan harga emas, sekaligus mencabut Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 13 Tahun 2025 yang sebelumnya mengatur nilai nisab tahun 2025.
Selain menetapkan nilai nisab, keputusan ini juga menegaskan bahwa:
-
Kadar zakat pendapatan dan jasa adalah 2,5%.
-
Objek zakat adalah pendapatan dan jasa bruto.
-
Zakat ditunaikan saat pendapatan diterima.
-
Pembayaran dilakukan melalui amil zakat resmi.
Menurut Muhammad Zulkifly Fakaubun, ketentuan bahwa zakat dihitung dari pendapatan bruto perlu dipahami secara utuh oleh masyarakat.
“Zakat pendapatan dihitung dari penghasilan bruto dengan kadar 2,5 persen bagi yang telah mencapai nisab. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk berkonsultasi dengan BAZNAS agar perhitungannya tepat dan sesuai ketentuan syariah,” jelasnya.
Berlandaskan Regulasi Nasional
Keputusan ini merujuk pada sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, serta Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 yang telah diperbarui terakhir dengan PMA Nomor 31 Tahun 2019.
Penetapan nisab tahun 2026 juga merupakan hasil dari Keputusan Rapat Pleno Pimpinan BAZNAS RI pada 21 Februari 2026, Rapat Koordinasi bersama Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia pada 10 Februari 2026, serta Musyawarah Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa pada 20 Februari 2026.
Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga menyangkut aspek keadilan sosial dan kesejahteraan umat.
“Penetapan nisab ini mempertimbangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, zakat semakin optimal dihimpun dan didistribusikan untuk membantu mustahik, mengurangi kemiskinan, dan memperkuat ekonomi umat di Kota Ambon,” tegasnya.
Komitmen Sosialisasi di Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk segera melakukan sosialisasi masif kepada ASN, karyawan swasta, profesional, dan pelaku usaha terkait nilai nisab terbaru tersebut.
Langkah ini dinilai penting agar para muzakki memahami bahwa kewajiban zakat pendapatan berlaku ketika penghasilan telah mencapai Rp7.640.144,00 per bulan atau Rp91.681.728,00 per tahun.
“Kami akan mengintensifkan edukasi dan literasi zakat, baik melalui media sosial, khutbah, maupun koordinasi dengan instansi pemerintah dan swasta. Transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi prioritas kami,” tambahnya.
Dengan mulai berlakunya Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat pendapatan semakin meningkat, sehingga penghimpunan zakat di Kota Ambon pada tahun 2026 dapat tumbuh signifikan dan memberikan dampak sosial yang lebih luas.
Berita Lainnya
BAZNAS Kota Ambon Ucapkan Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia: Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur
BAZNAS Kota Ambon Ikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026, Perkuat Komunikasi untuk Membangun Kepercayaan Publik
BAZNAS Kota Ambon Sampaikan Dirgahayu ke-81 Provinsi Maluku: “Maluku Bersatu, Maju Membangun Negeri”
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Fundraising Forum 2026, Perkuat Strategi Kemitraan Sponsorship untuk Optimalisasi Penghimpunan Zakat
BAZNAS Kota Ambon dan MT Alfisyahrin Bersinergi Layani Mustahik Lewat Pengobatan Gratis dan Bantuan Paket Sembako
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Sesi 16, Dalami Update Program “Membasuh Luka Palestina”
Jumat Berkah BAZNAS Kota Ambon Kembali Hadir, 25 Paket Makanan Dibagikan kepada Pekerja Jalanan
BAZNAS Kota Ambon Hadiri Pembukaan LASQI Nusantara Fest 2026, Dorong Seni Islami sebagai Perekat Silaturahmi dan Wujudkan Ambon Madani
Dari Mustahik Menjadi Mandiri, BAZNAS Kota Ambon Dorong Usaha Sembako Warga Air Salobar
BAZNAS Kota Ambon Ikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026, Dalami Transformasi Tata Kelola Keuangan LAZ
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kick-Off IZN dan KDZ 2026, Perkuat Komitmen Pengukuran Dampak Zakat
BAZNAS Kota Ambon Dukung Isbat Nikah, Perkuat Sinergi Kemenag dan Pemkot Ambon dalam Pelayanan Masyarakat
Doa Bersama HUT ke-451 Kota Ambon, BAZNAS Salurkan 50 Paket Sembako untuk Mustahik
Tutup LASQI Nusantara Fest 2026, BAZNAS Kota Ambon Apresiasi Generasi Muda dalam Melestarikan Seni Islami
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Sesi 15, Dalami Reorientasi Pengelolaan Muzaki

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.
Lihat Daftar Rekening →