WhatsApp Icon

BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Sesi 16, Dalami Update Program “Membasuh Luka Palestina”

01/09/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Kota Ambon

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Knowledge Sharing Sesi 16, Dalami Update Program “Membasuh Luka Palestina”

BAZNAS Kota Ambon ikuti Knowledge Sharing Sesi 16, dalami Program Membasuh Luka Palestina.

AMBON, 1 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali mengikuti kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing Sesi 16 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI), Selasa, 1 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti secara gratis oleh BAZNAS, LAZ, amil, serta pegiat gerakan zakat.

Knowledge Sharing Sesi 16 kali ini mengangkat tema “Update Program Membasuh Luka Palestina”, sebuah tema kemanusiaan yang menjadi perhatian dalam gerakan filantropi dan zakat. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30–09.00 WIB atau 09.30–11.00 WIT.

Kegiatan menghadirkan dr. Enrina Diah Nurmeirini, Sp.BP-RE, yang merupakan relawan Gaza sekaligus spesialis bedah plastik, sebagai narasumber. Sementara jalannya kegiatan dipandu oleh Anang Fahmi selaku host.

Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan wawasan, kapasitas, dan pemahaman amil terhadap berbagai isu kemanusiaan yang berkaitan dengan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Membuka Wawasan tentang Program Kemanusiaan Palestina

Program “Membasuh Luka Palestina” menjadi salah satu bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang dibangun melalui gerakan zakat dan filantropi. Dalam kegiatan Knowledge Sharing ini, peserta mendapatkan informasi mengenai perkembangan program, kondisi kemanusiaan di Palestina, serta berbagai bentuk upaya yang dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak.

Kehadiran narasumber yang memiliki pengalaman langsung sebagai relawan di Gaza memberikan perspektif yang lebih dekat mengenai kondisi masyarakat Palestina dan tantangan yang dihadapi dalam penanganan persoalan kemanusiaan.

Bagi lembaga zakat, pengetahuan mengenai perkembangan isu kemanusiaan menjadi penting karena zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang menghadapi kondisi sulit, baik di dalam negeri maupun dalam konteks kemanusiaan global.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Knowledge Sharing merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kota Ambon untuk terus memperkuat kapasitas amil dan memahami perkembangan program-program kemanusiaan yang dilaksanakan oleh BAZNAS.

“BAZNAS Knowledge Sharing menjadi ruang yang sangat baik bagi kami untuk terus belajar dan mendapatkan informasi mengenai berbagai program yang dilaksanakan BAZNAS, termasuk Program Membasuh Luka Palestina. Informasi seperti ini penting agar kami dapat memahami perkembangan persoalan kemanusiaan dan memperkuat semangat kepedulian di tengah masyarakat,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.

Menurutnya, persoalan kemanusiaan membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Gerakan zakat dan filantropi memiliki peran penting dalam membangun solidaritas serta menghadirkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Zakat, infak dan sedekah tidak hanya berbicara mengenai aspek ibadah, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan dan kepedulian sosial. Semangat membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi kesulitan harus terus dipelihara melalui kolaborasi dan gerakan kebaikan,” tambahnya.

Pengalaman Relawan Memberikan Perspektif Kemanusiaan

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Knowledge Sharing Sesi 16 adalah pengalaman langsung narasumber sebagai relawan di Gaza.

Kehadiran tenaga profesional yang pernah berada di wilayah tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi yang dihadapi masyarakat Palestina, terutama mereka yang membutuhkan penanganan medis dan dukungan kemanusiaan.

Pengalaman lapangan tersebut menjadi pembelajaran penting bagi peserta karena menunjukkan bahwa persoalan kemanusiaan membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Bantuan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar, tetapi juga mencakup kesehatan, pemulihan, perlindungan, serta dukungan psikososial bagi masyarakat yang terdampak.

Melalui kegiatan Knowledge Sharing, peserta diharapkan dapat memahami bahwa gerakan filantropi membutuhkan pengelolaan yang profesional dan responsif terhadap kondisi di lapangan.

BAZNAS Kota Ambon memandang bahwa pembelajaran semacam ini dapat memperkuat perspektif amil dalam menjalankan tugas pengelolaan dana umat secara amanah dan bertanggung jawab.

Jihan Abbas: Knowledge Sharing Perkuat Kapasitas Amil

Sementara itu, Jihan Abbas, selaku Staf Bidang Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, mengatakan bahwa kegiatan Knowledge Sharing merupakan kesempatan penting bagi amil untuk mendapatkan wawasan baru dari narasumber yang memiliki pengalaman langsung di lapangan.

Menurutnya, materi mengenai program kemanusiaan Palestina juga memberikan pemahaman bahwa pengelolaan dana ZIS harus terus berkembang mengikuti kebutuhan dan tantangan masyarakat.

“Knowledge Sharing Sesi 16 memberikan perspektif yang sangat berharga, khususnya karena narasumber memiliki pengalaman sebagai relawan di Gaza. Dari kegiatan ini kita dapat belajar bagaimana sebuah program kemanusiaan dijalankan dan bagaimana kepedulian masyarakat dapat diorganisasi menjadi gerakan yang memberikan manfaat,” ungkap Jihan Abbas.

Ia juga menilai bahwa perkembangan digital memberikan peluang besar dalam memperkuat komunikasi dan edukasi mengenai gerakan zakat serta program kemanusiaan.

“Digitalisasi dapat menjadi sarana untuk menyampaikan informasi mengenai program kemanusiaan secara lebih cepat dan luas. Karena itu, informasi yang diperoleh melalui Knowledge Sharing seperti ini penting untuk dikomunikasikan kembali kepada masyarakat dengan cara yang baik, edukatif dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Jihan menambahkan bahwa transparansi dan penyampaian informasi yang tepat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga zakat.

“Masyarakat perlu mengetahui bahwa setiap gerakan kebaikan harus dikelola secara amanah. Informasi mengenai program, penerima manfaat dan dampak yang dihasilkan perlu disampaikan secara baik agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat semakin kuat,” tambahnya.

Perkuat Semangat Solidaritas Kemanusiaan

Program “Membasuh Luka Palestina” menjadi salah satu gambaran bagaimana gerakan filantropi dapat mengambil bagian dalam merespons persoalan kemanusiaan. Dukungan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi bagian dari solidaritas untuk membantu mereka yang berada dalam kondisi sulit.

Kegiatan Knowledge Sharing juga menjadi ruang untuk mengingatkan kembali bahwa nilai kepedulian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memiliki kepedulian terhadap sesama. Dalam konteks gerakan zakat, semangat tersebut diwujudkan melalui penghimpunan dan pendayagunaan dana umat untuk membantu mereka yang berhak dan membutuhkan.

BAZNAS Kota Ambon terus berkomitmen untuk mengambil bagian dalam gerakan tersebut dengan memperkuat kapasitas amil, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan para muzaki.

Pentingnya Kolaborasi dalam Gerakan Kemanusiaan

Persoalan kemanusiaan berskala besar membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Lembaga zakat, organisasi kemanusiaan, tenaga profesional, relawan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menghadirkan bantuan.

Knowledge Sharing menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pengetahuan dan pengalaman sehingga para peserta dapat mengambil pelajaran yang dapat diterapkan sesuai dengan kapasitas lembaganya masing-masing.

Bagi BAZNAS Kota Ambon, pembelajaran tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dalam mengembangkan strategi pengumpulan ZIS. Pemahaman terhadap isu dan kebutuhan masyarakat dapat membantu amil dalam menyampaikan pesan zakat dengan lebih relevan dan menyentuh kepedulian masyarakat.

Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa peningkatan kapasitas amil harus terus dilakukan agar pengelolaan zakat semakin profesional.

“Amil harus terus belajar karena tantangan pengelolaan zakat dan persoalan sosial terus berkembang. Melalui Knowledge Sharing seperti ini, kita mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah,” katanya.

Ia juga berharap semangat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dapat terus tumbuh di Kota Ambon.

“Semoga semangat kemanusiaan yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus peduli dan berbagi. Kita berharap gerakan zakat semakin kuat sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Knowledge Sharing sebagai Ruang Berbagi Ilmu dan Pengalaman

BAZNAS Knowledge Sharing secara rutin menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan amil dan pegiat zakat dengan berbagai narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya.

Pelaksanaan Sesi 16 Tahun 2026 dengan tema “Update Program Membasuh Luka Palestina” menunjukkan luasnya cakupan isu yang menjadi perhatian dalam gerakan zakat. Selain membahas pengelolaan zakat secara teknis, kegiatan tersebut juga membuka wawasan peserta mengenai peran zakat dalam merespons persoalan kemanusiaan.

BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kapasitas amil di seluruh daerah semakin kuat.

Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Ambon untuk terus berbagi ilmu, berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Melalui semangat pembelajaran dan kepedulian, BAZNAS Kota Ambon berupaya memastikan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial yang nyata.

Knowledge Sharing Sesi 16 Tahun 2026 akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa gerakan zakat merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan yang membutuhkan profesionalitas, kepedulian, kolaborasi, dan kepercayaan masyarakat.

Dengan terus meningkatkan kapasitas amil serta memperkuat pemanfaatan teknologi digital, BAZNAS Kota Ambon optimistis gerakan zakat dapat semakin dikenal, dipercaya, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.

Lihat Daftar Rekening →