WhatsApp Icon

BAZNAS RI Siapkan Beasiswa S2 untuk 200 Mahasiswa Palestina, Anggarkan Rp22 Miliar

21/10/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Kota Ambon

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS RI Siapkan Beasiswa S2 untuk 200 Mahasiswa Palestina, Anggarkan Rp22 Miliar

BAZNAS RI siapkan beasiswa S2 bagi 200 mahasiswa Palestina dengan anggaran Rp22 miliar.

AMBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia terus memperluas manfaat zakat melalui sektor pendidikan. Bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, BAZNAS meluncurkan Program Beasiswa Palestina BAZNAS 2026 yang ditujukan bagi 200 mahasiswa asal Palestina untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) di Indonesia.

Program yang melibatkan 33 perguruan tinggi mitra ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Palestina di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan. Melalui pendidikan, para penerima beasiswa diharapkan dapat meningkatkan kapasitas diri, memperluas pengetahuan, serta mempersiapkan diri untuk berkontribusi dalam pembangunan kembali negaranya.

Peluncuran program berlangsung di Gedung Kemdiktisaintek RI, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mujahid, M.Sc., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mujahid, M.Sc., menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu langkah strategis untuk mempersiapkan generasi Palestina agar mampu mengambil peran dalam menentukan masa depan bangsanya.

Menurutnya, program beasiswa ini bukan sekadar memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meraih gelar akademik, tetapi juga menjadi upaya membangun generasi yang berilmu, memiliki karakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakatnya.

Ia berharap kesempatan menempuh pendidikan tinggi di Indonesia dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa Palestina untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mempersiapkan peran mereka dalam membangun masa depan Palestina yang lebih baik.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Ia mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Brian menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kualitas manusia. Kolaborasi antara BAZNAS dan Kemdiktisaintek diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi mahasiswa Palestina untuk mengakses pendidikan tinggi di Indonesia.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa Beasiswa Palestina BAZNAS merupakan bentuk pengembangan skema bantuan untuk masyarakat Palestina.

Menurut Idy, situasi yang masih dihadapi Palestina membuat pelaksanaan bantuan pemulihan secara langsung belum dapat dilakukan secara maksimal. Oleh karena itu, BAZNAS mengambil langkah melalui dukungan pendidikan bagi mahasiswa Palestina yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) dan ingin melanjutkan studi magister di Indonesia.

Untuk merealisasikan program tersebut, BAZNAS telah menyiapkan anggaran sekitar Rp22 miliar bagi 200 mahasiswa Palestina. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS bekerja sama dengan Kemdiktisaintek untuk mengidentifikasi dan menjaring calon penerima beasiswa melalui jaringan perguruan tinggi mitra.

Kesempatan tersebut juga terbuka bagi mahasiswa Palestina yang sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan S1 di Indonesia. Salah satu potensi penerima program adalah mahasiswa Palestina yang pernah mendapatkan beasiswa sarjana di Universitas Lampung (Unila) dan berpeluang melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 melalui program ini.

Dukungan yang diberikan tidak terbatas pada pembiayaan pendidikan. Para penerima beasiswa juga direncanakan memperoleh bantuan biaya hidup, biaya praktikum, pembelian buku, serta pembinaan selama menjalani masa studi. Dukungan menyeluruh tersebut diharapkan membantu mahasiswa agar dapat mengikuti proses perkuliahan dengan baik.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif BAZNAS RI yang membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Palestina. Menurutnya, program ini menunjukkan bahwa zakat dapat memberikan manfaat yang luas, termasuk dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan membuka peluang masa depan bagi mereka yang membutuhkan.

“Program Beasiswa Palestina BAZNAS ini merupakan langkah yang sangat positif dalam menghadirkan manfaat zakat melalui pendidikan. Kami di BAZNAS Kota Ambon mengapresiasi upaya BAZNAS RI bersama Kemdiktisaintek yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa Palestina untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Pendidikan bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga membangun ilmu pengetahuan, karakter, dan kemampuan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat serta bangsa,” ujar Zulkifly.

Ia menambahkan, program tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan zakat perlu terus dikembangkan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mampu mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

“Harapan kami, program seperti ini dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah, dan perguruan tinggi. Dengan pengelolaan zakat yang terarah dan tepat sasaran, kita dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang layak. Semoga para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan kelak menjadi generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat dan negaranya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Zulkifly menilai kerja sama lintas lembaga menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan program pendidikan berbasis zakat. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat memperkuat upaya menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif serta memberikan peluang bagi kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses.

Program Beasiswa Palestina BAZNAS 2026 sekaligus menegaskan komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan pemanfaatan zakat untuk bidang pendidikan. Melalui program ini, zakat diharapkan menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu memberikan dampak jangka panjang, terutama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., S.Ag., M.A., Ph.D., Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta para pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemdiktisaintek RI.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS RI berharap kesempatan pendidikan bagi mahasiswa Palestina dapat semakin terbuka. Lebih dari sekadar bantuan biaya studi, program tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi terdidik yang memiliki pengetahuan, karakter, dan kemampuan untuk berkontribusi bagi masa depan bangsanya.

Biro Media dan Komunikasi Publik (BMKP) BAZNAS RI

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.

Lihat Daftar Rekening →