WhatsApp Icon

Hadiri Maulid Nabi MT Silaturahmi Kota Ambon, BAZNAS Ajak Jamaah Manfaatkan 5 Nikmat Sebelum Datang 5 Perkara

01/09/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Kota Ambon

Bagikan:URL telah tercopy
Hadiri Maulid Nabi MT Silaturahmi Kota Ambon, BAZNAS Ajak Jamaah Manfaatkan 5 Nikmat Sebelum Datang 5 Perkara

BAZNAS Kota Ambon hadiri Maulid Nabi MT Silaturahmi, renungkan 5 perkara sebelum 5 perkara.

AMBON, 26 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon turut menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim (MT) Silaturahmi Kota Ambon, pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan tersebut menjadi momentum bagi para jamaah untuk kembali mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menggali nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi kali ini diisi dengan tausiah oleh Ustaz H. Arsal Tuasikal yang mengangkat pesan penting tentang hikmah Maulid Nabi dengan mengingat lima perkara sebelum datang lima perkara. Pesan tersebut menjadi pengingat kepada seluruh jamaah agar senantiasa menghargai waktu, kesehatan, kesempatan, rezeki, serta kehidupan yang telah dianugerahkan Allah SWT.

Kehadiran BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus menjalin silaturahmi dan membangun sinergi dengan berbagai unsur masyarakat, khususnya majelis taklim dan komunitas keagamaan. BAZNAS memandang bahwa kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi memiliki peran penting dalam memperkuat nilai spiritual sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Melalui momentum Maulid Nabi, jamaah diajak untuk tidak hanya mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga memahami dan mengamalkan akhlak serta ajaran yang beliau contohkan, terutama dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, kepedulian, kejujuran, amanah, dan persaudaraan.

Tausiah “Ingat 5 Perkara Sebelum 5 Perkara”

Dalam tausiahnya, Ustaz H. Arsal Tuasikal mengingatkan jamaah mengenai lima perkara yang harus dimanfaatkan sebelum datang lima perkara lainnya. Pesan tersebut merupakan nasihat yang sangat relevan dalam kehidupan setiap Muslim agar tidak menyia-nyiakan nikmat dan kesempatan yang diberikan Allah SWT.

Lima perkara yang dimaksud adalah masa muda sebelum datang masa tua, masa sehat sebelum datang masa sakit, masa kaya sebelum datang masa miskin, masa lapang sebelum datang masa sibuk, serta masa hidup sebelum datang kematian.

Pesan tersebut mengandung makna mendalam bahwa setiap nikmat yang dimiliki manusia pada hakikatnya merupakan kesempatan yang terbatas. Masa muda tidak akan berlangsung selamanya, kesehatan dapat berubah menjadi sakit, kelapangan rezeki dapat berubah menjadi kesempitan, waktu luang dapat berganti dengan kesibukan, dan kehidupan pada akhirnya akan berakhir dengan kematian.

Karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan masa muda dengan memperbanyak amal saleh, menuntut ilmu, bekerja secara baik, dan melakukan kegiatan yang memberikan manfaat. Begitu pula kesehatan hendaknya digunakan untuk beribadah, bekerja, membantu keluarga, serta memberikan manfaat kepada orang lain.

Dalam hal rezeki, kelapangan yang diberikan Allah SWT juga seharusnya menjadi sarana untuk berbagi. Kekayaan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga memiliki dimensi sosial melalui zakat, infak, sedekah, wakaf, maupun berbagai bentuk kepedulian lainnya.

Sementara itu, waktu luang merupakan kesempatan yang sering kali tidak disadari nilainya. Ketika seseorang memiliki kelapangan waktu, hendaknya kesempatan tersebut digunakan untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, mempererat silaturahmi, dan melakukan berbagai aktivitas positif.

Perkara terakhir adalah kehidupan sebelum datang kematian. Pesan ini mengingatkan bahwa kehidupan dunia merupakan kesempatan untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan batas kehidupannya akan berakhir.

BAZNAS: Maulid Nabi Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pesan yang disampaikan dalam tausiah tersebut memiliki keterkaitan erat dengan semangat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen kepedulian sosial.

Menurutnya, ketika seseorang diberikan kelapangan rezeki, maka salah satu bentuk rasa syukur adalah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi kita untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW. Pesan lima perkara sebelum lima perkara mengajarkan kita agar tidak menyia-nyiakan nikmat yang Allah berikan, termasuk nikmat kesehatan, waktu, usia, dan rezeki,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.

Ia menegaskan bahwa semangat berbagi merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Selagi kita diberikan kesehatan dan kelapangan rezeki, mari kita manfaatkan untuk berbuat baik dan membantu sesama. Zakat, infak dan sedekah merupakan salah satu jalan untuk mengubah nikmat yang kita miliki menjadi manfaat bagi orang lain, khususnya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya.

Muhammad Zulkifly juga mengajak masyarakat Kota Ambon untuk menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat.

“Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita tentang kepedulian, kasih sayang, kejujuran dan amanah. Nilai-nilai tersebut harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari agar keberadaan kita dapat memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan dan masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi sebaiknya tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan setiap individu.

Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk mengevaluasi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, mempererat hubungan dengan sesama manusia, serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Jihan Abbas: Jangan Menunggu Kehilangan untuk Menghargai Nikmat

Sementara itu, Jihan Abbas, selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menilai pesan “lima perkara sebelum lima perkara” merupakan nasihat yang sangat sederhana, namun memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan manusia.

Menurutnya, banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan setelah mengalami sakit, baru menghargai waktu ketika kesibukan datang, dan baru menyadari pentingnya rezeki ketika mengalami kesulitan.

“Pesan lima perkara sebelum lima perkara menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghargai setiap nikmat yang diberikan Allah SWT. Jangan menunggu kehilangan kesehatan baru kita ingin berbuat baik, jangan menunggu kehilangan waktu baru kita ingin memperbaiki diri, dan jangan menunggu datangnya kesulitan baru kita belajar berbagi,” ungkap Jihan Abbas.

Ia mengatakan bahwa semangat tersebut juga sejalan dengan upaya BAZNAS Kota Ambon dalam mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian melalui zakat, infak dan sedekah.

“Ketika kita memiliki rezeki dan kelapangan, mari kita jadikan itu sebagai kesempatan untuk berbagi. Melalui zakat, infak dan sedekah, kita dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kemanfaatan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Jihan juga menilai bahwa majelis taklim memiliki peranan penting dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Melalui kegiatan pengajian, tausiah, peringatan hari besar Islam, dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya, majelis taklim dapat menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun kepedulian sosial.

Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian

Kehadiran BAZNAS Kota Ambon dalam Peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan MT Silaturahmi Kota Ambon menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus silaturahmi dengan masyarakat.

BAZNAS Kota Ambon terus mendorong agar semangat keagamaan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah SAW diharapkan dapat diterjemahkan dalam tindakan nyata, termasuk membantu fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, serta masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Dalam konteks tersebut, zakat, infak, dan sedekah menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kepedulian dan pemberdayaan masyarakat. Dana umat yang dikelola secara amanah dapat disalurkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi mustahik.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang dilaksanakan MT Silaturahmi Kota Ambon pada Rabu, 26 Agustus 2026, dengan tausiah Ustaz H. Arsal Tuasikal, diharapkan mampu memberikan penguatan spiritual sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jamaah agar lebih bijaksana dalam menggunakan waktu dan kesempatan.

Lima perkara yang disampaikan menjadi refleksi bahwa kehidupan manusia memiliki batas. Karena itu, selama masih diberikan masa muda, kesehatan, kelapangan rezeki, waktu luang, dan kehidupan, setiap Muslim hendaknya memperbanyak amal kebaikan dan memberikan manfaat kepada sesama.

BAZNAS Kota Ambon mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai kesempatan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak beliau serta menerapkan nilai-nilai kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat Maulid Nabi, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa setiap nikmat adalah amanah dan setiap kesempatan adalah peluang untuk berbuat kebaikan. Sebab, manusia tidak pernah mengetahui kapan lima perkara yang menjadi pengingat tersebut akan datang.

“Mari kita manfaatkan apa yang kita miliki hari ini untuk kebaikan. Selagi masih ada waktu, kesehatan, rezeki dan kesempatan, mari kita perbanyak amal dan berbagi kepada sesama,” pungkas Muhammad Zulkifly Fakaubun.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.

Lihat Daftar Rekening →