WhatsApp Icon
Dorong Transformasi Digital Pengumpulan ZIS, BAZNAS Kota Ambon Ikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026

Ambon, 31 Juli 2026 – BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan dan memperkuat strategi penghimpunan zakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengikuti BAZNAS Fundraising Forum 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (31/7/2026) mulai pukul 08.00 WIT atau 06.00 WIB hingga selesai.

Forum nasional yang terbuka bagi seluruh BAZNAS, LAZ, serta pegiat filantropi di Indonesia ini mengangkat tema "Membangun Ekosistem Digital Fundraising Hub Nasional untuk Meningkatkan Pengumpulan ZIS Nasional."Kegiatan menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi dalam pengembangan strategi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis digital guna menjawab tantangan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat.

Dalam forum tersebut, peserta memperoleh materi dari Fahrudin, S.Sos., M.M., CDM., Kepala Divisi Digital BAZNAS RI, yang memaparkan arah pengembangan ekosistem digital fundraising nasional. Kegiatan diawali dengan pengantar dari H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI, serta dimoderatori oleh Donny Fajar Ramadhan, S.Hum., M.A., Praktisi Senior Fundraising BAZNAS RI. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam forum ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya amil, memperkuat strategi penghimpunan dana ZIS, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kepada muzaki. Melalui forum tersebut, berbagai praktik baik dan inovasi fundraising digital dibagikan sebagai referensi bagi BAZNAS daerah dalam mengembangkan sistem penghimpunan yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan zakat modern. Menurutnya, penguatan ekosistem digital akan memperluas akses masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat.

"BAZNAS Fundraising Forum 2026 memberikan wawasan yang sangat berharga mengenai pentingnya membangun ekosistem digital fundraising yang terintegrasi. BAZNAS Kota Ambon terus berkomitmen mengikuti perkembangan teknologi agar pelayanan kepada para muzaki semakin mudah, cepat, transparan, dan akuntabel. Inovasi digital merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan pengumpulan ZIS secara berkelanjutan," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.

Ia menambahkan bahwa berbagai materi dan pengalaman yang diperoleh selama forum akan menjadi referensi dalam memperkuat strategi penghimpunan zakat di Kota Ambon.

"Kami berharap hasil dari forum ini dapat diimplementasikan dalam pengembangan layanan digital BAZNAS Kota Ambon sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, memperkuat literasi zakat digital, dan meningkatkan penghimpunan dana ZIS demi kesejahteraan umat," tambahnya.

Sementara itu, Jihan Abbas, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menyampaikan bahwa forum tersebut memberikan banyak inspirasi mengenai pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana membangun hubungan yang lebih baik dengan muzaki.

"Digital fundraising bukan sekadar memanfaatkan media teknologi, tetapi juga membangun ekosistem pelayanan yang lebih cepat, aman, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Materi yang disampaikan dalam forum ini memberikan banyak ide dan strategi baru yang dapat kami terapkan untuk memperkuat pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kota Ambon," ungkap Jihan Abbas.

Ia menambahkan bahwa penguatan digitalisasi akan terus menjadi salah satu fokus BAZNAS Kota Ambon dalam mendukung modernisasi pengelolaan zakat dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui partisipasi dalam BAZNAS Fundraising Forum 2026, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta menghadirkan inovasi dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah. Dengan semangat kolaborasi dan transformasi digital, BAZNAS Kota Ambon optimistis dapat meningkatkan penghimpunan ZIS secara berkelanjutan sekaligus memperluas manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan umat di Kota Ambon.

31/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
Perkuat Perencanaan Berbasis Data, BAZNAS Kota Ambon Ikuti Pra-Bimtek Perencanaan Zakat Nasional Tahun 2027

Ambon, 30 Juli 2026 – BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil dengan mengikuti Pra-Bimbingan Teknis (Pra-Bimtek) Perencanaan Zakat Nasional Tahun 2027 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 11.00–14.00 WIT atau 09.00–12.00 WIB, dan diikuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Pra-Bimtek ini merupakan tahapan awal dalam proses penyusunan Dokumen Perencanaan Pengelolaan Zakat Nasional Tahun 2027. Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI memberikan arahan strategis mengenai penyusunan target pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, serta penguatan tata kelola kelembagaan agar seluruh dokumen perencanaan di tingkat daerah selaras dengan arah kebijakan nasional dan pembangunan daerah.

Dari BAZNAS Kota Ambon, kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan dan amil yang membidangi perencanaan sebagai bentuk keseriusan dalam menyusun program kerja Tahun 2027 yang lebih terukur, berbasis data, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Selain mengikuti pemaparan materi, peserta juga memperoleh penjelasan teknis mengenai penyusunan indikator kinerja, target pengelolaan zakat, serta sinkronisasi dokumen perencanaan dengan RPJMD 2025–2029 dan RKPD Tahun 2026.

Sebelum pelaksanaan Pra-Bimtek, setiap BAZNAS daerah diwajibkan memenuhi sejumlah prasyarat, di antaranya mengisi Form Perencanaan Pengelolaan Zakat Nasional Tahun 2027, menyiapkan laporan realisasi kinerja dan anggaran pengelolaan zakat Semester I Tahun 2026, serta melengkapi berbagai dokumen pendukung yang menjadi dasar penyusunan rencana strategis tahun berikutnya.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, mengatakan bahwa proses perencanaan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Menurutnya, setiap program harus dirancang berdasarkan data yang valid agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam Pra-Bimtek Perencanaan Zakat Nasional Tahun 2027 merupakan bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola lembaga. Perencanaan yang baik akan menjadi dasar lahirnya program-program yang tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat yang luas bagi para mustahik maupun masyarakat Kota Ambon secara umum," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.

Ia menambahkan bahwa penyusunan dokumen perencanaan tidak hanya berorientasi pada target pengumpulan zakat, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi program pemberdayaan yang berdampak dan selaras dengan visi pembangunan nasional.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dirancang pada Tahun 2027 memiliki arah yang jelas, indikator yang terukur, serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan umat. Oleh karena itu, seluruh hasil dari Pra-Bimtek ini akan menjadi pedoman penting dalam penyusunan dokumen perencanaan BAZNAS Kota Ambon," tambahnya.

Sementara itu, Jihan Abbas, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dan pengelolaan data menjadi aspek yang sangat penting dalam proses penyusunan perencanaan.

"Data pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang terdokumentasi secara digital menjadi landasan dalam menyusun target yang realistis dan strategi yang tepat. Melalui Pra-Bimtek ini kami memperoleh pemahaman yang semakin kuat mengenai pentingnya integrasi data digital dalam mendukung perencanaan yang akurat dan berkualitas," ungkap Jihan Abbas.

Di sisi lain, Intan, Staf Bidang Pelaporan dan Perencanaan BAZNAS Kota Ambon, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman teknis yang komprehensif mengenai penyusunan dokumen perencanaan sesuai standar yang ditetapkan BAZNAS RI.

"Pra-Bimtek ini memberikan arahan yang sangat jelas mulai dari penyusunan target, analisis capaian kinerja, penyelarasan dengan RPJMD dan RKPD, hingga penyusunan indikator keberhasilan program. Bekal ini akan kami implementasikan dalam penyusunan Dokumen Perencanaan BAZNAS Kota Ambon Tahun 2027 agar semakin sistematis, akuntabel, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," tutur Intan.

Melalui partisipasi aktif dalam Pra-Bimtek Perencanaan Zakat Nasional Tahun 2027, BAZNAS Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan kelembagaan melalui pendekatan berbasis data, kolaboratif, dan selaras dengan kebijakan BAZNAS RI. Dengan perencanaan yang matang, BAZNAS Kota Ambon optimistis dapat menghadirkan program-program zakat yang semakin inovatif, efektif, dan berkelanjutan dalam mewujudkan kesejahteraan umat serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

31/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
Semangat Gotong Royong Warnai Kerja Bakti BAZNAS Kota Ambon, Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Profesional

Ambon, 30 Juli 2026 – Suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat di lingkungan Kantor BAZNAS Kota Ambon pada Kamis (30/7/2026). Seluruh pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon melaksanakan kegiatan kerja bakti sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, nyaman, dan representatif dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pembagian tugas di berbagai titik lingkungan kantor. Pimpinan dan staf bersama-sama membersihkan halaman kantor, merapikan taman, mencabut rumput, membersihkan saluran air, menyapu area sekitar kantor, hingga menata kembali fasilitas kerja agar lebih rapi dan tertata. Suasana kekeluargaan tampak begitu erat ketika seluruh unsur lembaga bekerja, menunjukkan bahwa budaya kerja sama merupakan salah satu nilai yang terus dijaga di lingkungan BAZNAS Kota Ambon.

Kerja bakti tersebut tidak hanya menjadi agenda kebersihan semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap kantor sebagai tempat menjalankan amanah pelayanan umat. Melalui kegiatan sederhana ini, BAZNAS Kota Ambon ingin menanamkan budaya kerja yang disiplin, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menciptakan suasana kerja yang produktif dan harmonis.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, memberikan apresiasi atas kekompakan dan semangat seluruh pimpinan serta staf yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kekompakan yang ditunjukkan menjadi modal penting dalam membangun lembaga yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat.

"Saya sangat mengapresiasi semangat kebersamaan seluruh pimpinan dan staf BAZNAS Kota Ambon yang dengan penuh keikhlasan mengikuti kerja bakti ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya membersihkan lingkungan kantor, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap tempat kita mengabdi. Sebagaimana ajaran Islam menyebutkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, maka menjaga kebersihan lingkungan kerja merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.

Ia menambahkan bahwa kegiatan kerja bakti akan dijadikan sebagai agenda rutin BAZNAS Kota Ambon sehingga budaya hidup bersih dan sehat dapat terus terpelihara.

"Insya Allah kegiatan kerja bakti ini akan kita laksanakan secara rutin. Dengan lingkungan kantor yang bersih, rapi, dan nyaman, pelayanan kepada para muzaki, mustahik, serta seluruh masyarakat akan semakin optimal. Semangat gotong royong ini juga menjadi cerminan budaya kerja yang ingin terus kita bangun di BAZNAS Kota Ambon," tambahnya.

Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kerja bakti merupakan wujud nyata kebersamaan seluruh keluarga besar BAZNAS Kota Ambon dalam menjaga lingkungan kerja yang sehat sekaligus memperkuat budaya organisasi.

"Kerja bakti hari ini menunjukkan bahwa seluruh pimpinan dan staf memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan kerja. Tidak ada sekat antara pimpinan dan staf karena semuanya turun langsung bekerja bersama. Kekompakan seperti ini menjadi energi positif yang akan terus mendukung peningkatan kinerja lembaga serta pelayanan kepada masyarakat," ungkap Jihan Abbas.

Ia juga berharap budaya gotong royong tersebut dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari karakter organisasi yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan pelayanan.

Melalui kegiatan kerja bakti ini, BAZNAS Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya untuk membangun lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman sebagai pondasi dalam memberikan pelayanan zakat, infak, dan sedekah yang semakin profesional, amanah, transparan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Ambon. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh pimpinan dan staf diharapkan menjadi budaya positif yang terus tumbuh dan menginspirasi dalam setiap aktivitas kelembagaan BAZNAS Kota Ambon.

31/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon dan PNM Cabang Ambon Jajaki Kolaborasi Pemberdayaan Mustahik, Perkuat Ekonomi Umat melalui Program Produktif

Ambon, Selasa, 28 Juli 2026 – BAZNAS Kota Ambon terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi. Sebagai wujud komitmen tersebut, BAZNAS Kota Ambon melaksanakan audiensi dengan jajaran pimpinan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Ambon, Selasa (28/7/2026), guna membahas peluang kerja sama dalam mendukung pengembangan usaha produktif bagi para mustahik binaan BAZNAS Kota Ambon.

Audiensi tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Ambon, Hendra Abubakar, didampingi Staf Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Ahmad Wijaya. Kehadiran keduanya mewakili jajaran pimpinan BAZNAS Kota Ambon untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merupakan anak perusahaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan memiliki fokus pada layanan pembiayaan, pendampingan, serta pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro, mikro, dan kecil di Indonesia.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaboratif. Kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan dalam mendukung peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat, khususnya para mustahik yang telah menjadi binaan BAZNAS Kota Ambon.

Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon menyampaikan sebuah proposal program pemberdayaan yang dirancang khusus bagi para mustahik binaan. Proposal tersebut memuat konsep pengembangan usaha produktif yang tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga mengedepankan pembinaan, pendampingan, peningkatan kapasitas usaha, hingga penguatan kemandirian ekonomi mustahik agar mampu berkembang menjadi pelaku usaha yang berdaya saing.

Proposal tersebut diterima dengan baik oleh jajaran pimpinan PT PNM Cabang Ambon. Pihak PNM menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Kota Ambon dalam menghadirkan program pemberdayaan yang terarah dan berkelanjutan. Mereka juga menyatakan akan mempelajari secara mendalam isi proposal tersebut sebagai dasar untuk menyusun bentuk kolaborasi yang dapat direalisasikan pada tahap berikutnya.

Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus utama BAZNAS dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat agar memberikan dampak jangka panjang bagi para penerima manfaat.

"Kami ingin zakat tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih mandiri. Karena itu, BAZNAS Kota Ambon terus membangun sinergi dengan berbagai lembaga, termasuk PT PNM Cabang Ambon, agar program-program pemberdayaan yang kami jalankan memiliki pendampingan yang kuat, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik binaan secara nyata," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah strategis dalam memperluas manfaat zakat serta memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kami berharap proposal yang telah kami sampaikan dapat menjadi awal dari kerja sama yang produktif. Dengan dukungan PT PNM, kami optimistis para mustahik binaan BAZNAS Kota Ambon akan memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya mampu bertransformasi menjadi pribadi yang mandiri bahkan menjadi muzaki di masa depan," tambahnya.

Sementara itu, Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menilai bahwa sinergi antara BAZNAS dan PT PNM memiliki potensi besar dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

"Respons positif dari PT PNM Cabang Ambon menjadi motivasi bagi kami untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai mitra. Program pemberdayaan yang dirancang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada proses pendampingan dan penguatan kapasitas usaha mustahik. Kami berharap kerja sama ini dapat segera diwujudkan sehingga semakin banyak mustahik binaan BAZNAS Kota Ambon yang memperoleh manfaat dan mampu meningkatkan taraf perekonomiannya," ungkap Jihan Abbas.

Audiensi tersebut diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi dalam menindaklanjuti proposal yang telah disampaikan. BAZNAS Kota Ambon optimistis bahwa sinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Ambon akan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan program-program pemberdayaan ekonomi yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan bagi para mustahik di Kota Ambon.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kota Ambon berharap pengelolaan zakat tidak hanya berfokus pada aspek penyaluran bantuan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya pelaku-pelaku usaha baru yang tangguh, mandiri, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kota Ambon.

28/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Perkuat Sinergi dengan Pemkot, Sekkot Apresiasi Kinerja dan Siap Dorong Optimalisasi ZIS

Ambon, Selasa, 28 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Ambon dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon, jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Ambon melaksanakan audiensi dengan Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, di Balai Kota Ambon, Selasa (28/7/2026). Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi sekaligus membahas penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat di Kota Ambon.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, didampingi seluruh unsur pimpinan, yaitu para Wakil Ketua BAZNAS Kota Ambon beserta staf. Pertemuan juga dihadiri oleh Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Kota Ambon, Aulia Waliulu berserta Kasubag Bina Mental Spiritual, Usman Bugis.

Dalam audiensi tersebut, Pimpinan BAZNAS Kota Ambon terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Robby Sapulette atas dilantiknya sebagai Sekretaris Kota Ambon definitif. Selain sebagai bentuk silaturahmi, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk melaporkan perkembangan berbagai program dan capaian BAZNAS Kota Ambon, baik pada aspek pengumpulan, pendistribusian, maupun pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang telah berjalan selama ini.

Ketua BAZNAS Kota Ambon memaparkan bahwa hingga saat ini BAZNAS terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi mustahik. Berbagai inovasi juga terus dilakukan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Menanggapi laporan tersebut, Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, memberikan apresiasi yang tinggi atas berbagai pencapaian yang berhasil diraih BAZNAS Kota Ambon. Menurutnya, peningkatan penghimpunan zakat serta penyaluran bantuan kepada masyarakat merupakan bukti nyata bahwa BAZNAS telah menjalankan amanah dengan baik dan memberikan kontribusi positif dalam mendukung program Pemerintah Kota Ambon dan berharap agar BAZNAS Kota Ambon terus meningkatkan kinerja, memperluas jangkauan pelayanan, serta menghadirkan program-program yang semakin berdampak bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Robby Sapulette juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Pemerintah Kota Ambon. Didampingi Plt. Kabag Kesra, ia menegaskan akan terus mengimbau seluruh pegawai Muslim di lingkungan Pemerintah Kota Ambon, termasuk para guru dan kepala desa, agar aktif menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Ambon sebagai lembaga resmi pengelola zakat.

Dalam keterangannya Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan dukungan penuh yang diberikan oleh Pemerintah Kota Ambon terhadap berbagai program BAZNAS.

"Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Robby Sapulette atas amanah sebagai Sekretaris Kota Ambon definitif. Audiensi ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan perkembangan program dan capaian BAZNAS Kota Ambon. Alhamdulillah, kami mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari Pemerintah Kota Ambon. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, baik dalam pengumpulan maupun pendistribusian zakat agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun.

Ia menambahkan bahwa dukungan Pemerintah Kota Ambon dalam mendorong ASN Muslim, para guru, dan kepala desa untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi zakat di Kota Ambon.

"Komitmen Bapak Sekretaris Kota Ambon untuk terus mengimbau pegawai Muslim, guru, dan kepala desa agar menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Ambon merupakan bentuk sinergi yang sangat kami apresiasi. Insya Allah, dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan BAZNAS, pengelolaan zakat akan semakin optimal sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pembangunan sosial di Kota Ambon," tambahnya.

Audiensi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Pertemuan tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama antara Pemerintah Kota Ambon dan BAZNAS Kota Ambon untuk terus memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan dukungan pemerintah daerah, BAZNAS Kota Ambon optimistis dapat terus meningkatkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta memperluas jangkauan program-program kemaslahatan bagi masyarakat, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan umat dan penguatan kesejahteraan masyarakat Kota Ambon.

28/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Ambon

Berita Terbaru

BAZNAS Ambon Ikuti Kajian “Mengasuh dengan Hati yang Tenang”
BAZNAS Ambon Ikuti Kajian “Mengasuh dengan Hati yang Tenang”
Ambon, 28 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia dengan mengikuti kegiatan pembinaan bertajuk “Mengasuh dengan Hati yang Tenang” yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang menghadirkan narasumber Siti Fathiyah ini dilaksanakan pada pukul 11.00 WIT (09.00 WIB) hingga selesai dan diikuti oleh jajaran amil serta pegawai BAZNAS dari berbagai daerah di Indonesia. Agenda ini merupakan bagian dari pembinaan ruhiyah dan penguatan nilai-nilai spiritual bagi insan BAZNAS, khususnya dalam membangun ketenangan hati dalam mendidik dan membina keluarga. Dalam pemaparannya, Ustadzah Siti Fathiyah menekankan pentingnya menghadirkan ketenangan, kesabaran, serta komunikasi yang penuh empati dalam proses pengasuhan anak. Ia juga mengingatkan bahwa peran orang tua bukan hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai teladan utama dalam pembentukan karakter dan akhlak generasi. Staf Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan seperti ini sangat relevan dan memberikan dampak positif, tidak hanya dalam kehidupan keluarga, tetapi juga dalam menjalankan tugas sebagai amil zakat. “Kegiatan Mengasuh dengan Hati yang Tenang memberikan penguatan spiritual yang sangat kami butuhkan. Sebagai amil, kami tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki ketenangan dan keseimbangan dalam kehidupan pribadi dan keluarga,” ujar Jihan Abbas. Ia menambahkan bahwa nilai-nilai yang disampaikan dalam kajian tersebut selaras dengan semangat pelayanan yang humanis dan penuh empati kepada masyarakat. “Ketika hati tenang dan keluarga harmonis, insyaAllah kinerja kita juga akan lebih optimal. Materi yang disampaikan Ustadzah sangat menyentuh dan aplikatif, terutama dalam mengelola emosi dan membangun komunikasi yang baik dengan anak,” tambahnya. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pengalaman serta tantangan dalam pengasuhan. Suasana diskusi yang hangat mencerminkan antusiasme peserta dalam memperdalam pemahaman tentang pentingnya ketenangan hati sebagai fondasi keluarga sakinah. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kualitas amil yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional. Pembinaan internal seperti ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan keluarga. Dengan mengikuti kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Ambon berharap para amil semakin termotivasi untuk menerapkan nilai-nilai kesabaran, empati, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan visi BAZNAS dalam menghadirkan pelayanan zakat yang tidak hanya akuntabel dan transparan, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kuat. Melalui penguatan ruhiyah dan pembinaan keluarga, diharapkan insan BAZNAS mampu menjadi pribadi yang lebih tenang, bijak, dan profesional dalam mengemban amanah melayani umat.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Ikuti Rapat Teknis Pengendalian Krisis Ramadhan
BAZNAS Ambon Ikuti Rapat Teknis Pengendalian Krisis Ramadhan
Ambon, 27 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon mengikuti Rapat Teknis Protokol Penanganan dan Pengendalian Krisis Komunikasi yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (27/2/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIT (08.00 WIB) tersebut digelar sebagai respons atas berkembangnya isu-isu negatif di masyarakat yang dikhawatirkan dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik dalam menyalurkan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL), khususnya menjelang dan selama bulan suci Ramadhan. Rapat teknis ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia. Agenda utama yang dibahas adalah penyusunan dan penguatan protokol penanganan serta pengendalian krisis komunikasi guna memastikan stabilitas informasi, menjaga reputasi lembaga, serta mempertahankan kepercayaan muzaki. Dalam pemaparannya, narasumber dari BAZNAS RI menekankan pentingnya respons cepat, terukur, dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi krisis komunikasi. Setiap BAZNAS daerah diharapkan memiliki mekanisme internal yang jelas dalam memantau isu, melakukan klarifikasi, serta menyampaikan informasi yang transparan dan akurat kepada masyarakat. Staf Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam rapat teknis ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kesiapan kelembagaan menghadapi dinamika informasi di era digital. “Rapat teknis ini sangat penting bagi kami di daerah, terutama menjelang Ramadhan di mana intensitas penghimpunan zakat meningkat. Kami perlu memastikan bahwa setiap informasi yang beredar dapat disikapi secara bijak, cepat, dan profesional agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” ujar Jihan Abbas. Ia menambahkan bahwa pengendalian krisis komunikasi bukan hanya soal merespons isu, tetapi juga membangun sistem pencegahan yang kuat melalui transparansi dan akuntabilitas program. “Kami di BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk terus menjaga keterbukaan informasi kepada publik. Dengan adanya protokol yang jelas dari BAZNAS RI, kami memiliki panduan yang terstruktur dalam menangani potensi krisis komunikasi, sehingga pelayanan kepada muzaki dan mustahik tetap berjalan optimal,” tambahnya. Dalam diskusi interaktif, peserta juga diberikan simulasi penanganan isu, mulai dari identifikasi sumber informasi, penyusunan pernyataan resmi, hingga strategi komunikasi publik melalui berbagai kanal media. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tim di daerah dalam menghadapi tantangan komunikasi secara profesional dan terukur. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga integritas lembaga serta memperkuat tata kelola zakat yang amanah. Momentum Ramadhan yang identik dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam berzakat menjadi perhatian khusus agar tidak terganggu oleh informasi yang tidak akurat atau menyesatkan. Melalui rapat teknis ini, BAZNAS Kota Ambon menegaskan kesiapan untuk bersinergi dengan BAZNAS RI dalam menjaga stabilitas komunikasi, meningkatkan literasi publik tentang zakat, serta memastikan bahwa seluruh program penghimpunan dan pendistribusian berjalan sesuai prinsip syariah dan peraturan perundang-undangan. Dengan penguatan protokol pengendalian krisis komunikasi, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat tetap terjaga, sehingga manfaat zakat dapat terus dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di Kota Ambon.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Ikuti Konsultasi Online SIMBA Nasional 2026
BAZNAS Ambon Ikuti Konsultasi Online SIMBA Nasional 2026
Ambon, 26 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon mengikuti kegiatan Konsultasi Online Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional melalui Tim Layanan Aplikasi Nasional, Kamis (26/2/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini dimulai pukul 12.00–14.00 WIT (10.00–12.00 WIB) dan diikuti oleh operator SIMBA dari seluruh Indonesia. Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pemahaman teknis, serta optimalisasi penggunaan aplikasi SIMBA dalam mendukung tata kelola zakat yang transparan dan akuntabel. Sebelum sesi tanya jawab dimulai, peserta mendapatkan pemaparan khusus mengenai Pencatatan Transaksi Ramadhan. Materi ini dinilai sangat penting mengingat peningkatan aktivitas penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang signifikan selama bulan suci Ramadhan. Penjelasan tersebut memberikan panduan teknis terkait fitur terbaru serta tata cara pencatatan transaksi agar lebih tertib, akurat, dan sesuai standar pelaporan nasional. Staf Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu operator di daerah dalam menghadapi tantangan teknis di lapangan, khususnya menjelang Ramadhan. “Konsultasi online ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai operator SIMBA di daerah. Banyak kendala teknis yang bisa langsung dikonsultasikan dan dijawab oleh tim pusat, sehingga memudahkan kami dalam memastikan pencatatan transaksi berjalan dengan baik dan sesuai prosedur,” ujar Jihan Abbas. Ia menambahkan bahwa fitur Pencatatan Transaksi Ramadhan menjadi perhatian utama karena volume transaksi biasanya meningkat tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. “Dengan adanya penjelasan khusus tentang Pencatatan Transaksi Ramadhan, kami menjadi lebih siap dalam menginput data penghimpunan dan penyaluran secara real time. Hal ini penting agar laporan yang dihasilkan akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya. Dalam sesi konsultasi, operator dari berbagai daerah diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung terkait kendala penggunaan aplikasi, mulai dari input data muzaki dan mustahik, pengelolaan laporan keuangan, hingga sinkronisasi data. Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI memberikan respons dan solusi secara interaktif, sehingga peserta dapat langsung memahami langkah perbaikan yang diperlukan. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang pengelolaan sistem informasi. SIMBA sebagai sistem terintegrasi nasional memiliki peran strategis dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan integrasi data zakat secara nasional. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh operator SIMBA, termasuk di Kota Ambon, semakin terampil dalam mengoperasikan aplikasi serta mampu mengantisipasi lonjakan transaksi pada periode Ramadhan. Dengan sistem pencatatan yang tertib dan terstandar, pengelolaan zakat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. BAZNAS Kota Ambon menegaskan akan terus berkoordinasi dengan BAZNAS RI guna memastikan seluruh pembaruan sistem dapat diterapkan secara optimal di daerah. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang modern, berbasis digital, dan berorientasi pada pelayanan umat.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Ambon Hadiri Public Expose Inovasi Zakat Nasional 2026
BAZNAS Ambon Hadiri Public Expose Inovasi Zakat Nasional 2026
Ambon, 26 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon mengikuti kegiatan Public Expose: Inovasi dan Arah Baru Zakat yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom pada Kamis (26/2/2026). Kegiatan nasional ini merupakan tindak lanjut dari Surat Nomor B/1001/DKAP-DKPN/KETUA/KD.02.05/II/2026 tentang Koordinasi Dukungan Diseminasi Pengisian University Zakat Index (UZI). Acara yang dimulai pukul 12.00 WIT (10.00 WIB) tersebut menghadirkan jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional serta perwakilan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola zakat nasional berbasis inovasi, riset, dan penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui instrumen University Zakat Index (UZI). Public Expose ini mengangkat berbagai pembaruan kebijakan dan arah strategis pengelolaan zakat nasional. Pada sesi ketiga, secara khusus dibahas mengenai University Zakat Index (UZI), sebuah instrumen yang dirancang untuk mengukur peran dan kontribusi perguruan tinggi dalam pengelolaan dan pengembangan zakat, baik dari sisi edukasi, riset, maupun implementasi program. Staf Badan Amil Zakat Nasional Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah. “Kegiatan ini sangat penting bagi kami di daerah, khususnya dalam memahami arah kebijakan terbaru BAZNAS RI serta implementasi University Zakat Index. Melalui UZI, kita dapat memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi di Kota Ambon dalam membangun ekosistem zakat yang lebih terukur dan berkelanjutan,” ujar Jihan Abbas. Ia menambahkan bahwa pengisian kuesioner UZI yang dapat diakses melalui tautan resmi yang disediakan menjadi langkah awal dalam proses pemetaan dan evaluasi peran kampus dalam mendukung gerakan zakat nasional. “BAZNAS Kota Ambon siap mendukung proses diseminasi dan pengisian University Zakat Index. Kami berharap perguruan tinggi di Ambon dapat berpartisipasi aktif sehingga data yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan potensi dan kontribusi akademisi dalam pengembangan zakat,” lanjutnya. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai inovasi program, digitalisasi layanan zakat, serta strategi penguatan tata kelola berbasis indeks dan data. Diskusi interaktif juga menjadi ruang bagi BAZNAS daerah untuk menyampaikan masukan serta tantangan yang dihadapi di wilayah masing-masing. Partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam forum nasional ini sekaligus mempertegas komitmen dalam mendukung transformasi pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan adanya University Zakat Index, diharapkan lahir kolaborasi yang lebih kuat antara lembaga zakat dan institusi pendidikan tinggi guna mendorong penguatan literasi zakat serta inovasi program pemberdayaan umat. Sebagai lembaga yang mengemban amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kota Ambon, BAZNAS Kota Ambon terus berupaya beradaptasi dengan kebijakan dan inovasi terbaru di tingkat nasional. Kegiatan Public Expose ini menjadi salah satu sarana strategis untuk menyelaraskan program daerah dengan visi besar penguatan zakat Indonesia. Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti hasil Public Expose, termasuk optimalisasi pengisian dan pemanfaatan University Zakat Index sebagai instrumen pengembangan zakat berbasis kampus. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, BAZNAS Kota Ambon berharap pengelolaan zakat di daerah semakin berdampak luas, terukur, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Safari Ramadan 1447 H di Wara: BAZNAS Ambon dan Pemkot Ambon Perkuat Persatuan
Safari Ramadan 1447 H di Wara: BAZNAS Ambon dan Pemkot Ambon Perkuat Persatuan
Ambon – Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi kembali menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Bertempat di Masjid Al Rauf, Wara Kolam Sembilan, Kamis (26/2/2026), kegiatan ini diwarnai dengan penyaluran bantuan sosial serta pesan kuat tentang pentingnya persatuan dan stabilitas daerah. Kegiatan tersebut merupakan titik kedua Safari Ramadan yang diikuti BAZNAS Kota Ambon bersama Pemerintah Kota Ambon. Pada kesempatan itu, BAZNAS menyalurkan 25 paket sembako kepada warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan suci. “Kegiatan Safari Ramadan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat. Penyaluran bantuan di titik kedua ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga selama menjalankan ibadah puasa,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun. Ia menambahkan, kolaborasi antara BAZNAS dan Pemerintah Kota Ambon menjadi kekuatan penting dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi bersama pemerintah kota adalah langkah strategis agar distribusi zakat, infak, dan sedekah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas dan Ayu, yang bersama jajaran memastikan proses penyaluran berjalan tertib dan lancar. Sementara itu, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam sambutannya di hadapan jamaah menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keamanan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Ia mengingatkan bahwa stabilitas keamanan merupakan syarat mutlak bagi tumbuhnya investasi dan terciptanya lapangan kerja di Kota Ambon. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila terjadi persoalan sosial di lingkungan masing-masing. “Keamanan adalah fondasi bagi investasi dan pembukaan lapangan kerja. Jika ada persoalan, jangan bertindak sendiri. Percayakan kepada aparat dan pemerintah untuk menyelesaikannya,” tegasnya. Selain isu keamanan, Wali Kota juga menyoroti persoalan kedisiplinan dalam pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan, terutama di kawasan padat penduduk. Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sebagai bentuk kepedulian nyata, Pemerintah Kota Ambon juga membagikan paket sembako kepada warga terdata guna membantu meringankan beban ekonomi selama bulan Ramadan. Safari Ramadan di Masjid Al Rauf ini diharapkan semakin mempererat hubungan harmonis antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat. Kolaborasi antara BAZNAS dan Pemerintah Kota Ambon menjadi simbol bahwa semangat berbagi dan persatuan tetap terjaga di Kota Ambon, khususnya di bulan penuh berkah. Dengan berlanjutnya rangkaian Safari Ramadan di berbagai titik, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat langsung dari program sosial dan pesan-pesan pembangunan yang disampaikan pemerintah daerah.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti “Ngaji Bareng BAZNAS”, Bahas Makna Pernikahan dan Jawab Keraguan Generasi Muda
BAZNAS Kota Ambon Ikuti “Ngaji Bareng BAZNAS”, Bahas Makna Pernikahan dan Jawab Keraguan Generasi Muda
Ambon, Rabu (25/2/2026) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon mengikuti kegiatan nasional “Ngaji Bareng BAZNAS” bertajuk “Memahami Pernikahan, Mencari Jawaban Atas Ketakutan” yang diselenggarakan secara daring, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Utama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA, serta Muhammad Zidni Ilmi, Lc, Penghulu Ahli Muda KUA Setiabudi. Acara dilaksanakan pukul 16.00 WIB hingga selesai atau pukul 18.00 WIT dan diikuti secara virtual oleh jajaran BAZNAS daerah, termasuk BAZNAS Kota Ambon, melalui tautan resmi yang disediakan panitia. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka untuk menjawab berbagai pertanyaan dan keraguan seputar pernikahan, sekaligus menggali makna sakral dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga yang kokoh secara spiritual dan sosial. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan literasi keislaman dan pembinaan mental spiritual. "Kegiatan Ngaji Bareng BAZNAS ini sangat positif karena membahas persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Kami di BAZNAS Kota Ambon mendukung penuh edukasi keagamaan seperti ini agar masyarakat tidak ragu dalam melangkah menuju pernikahan yang sakinah," ujarnya. Ia menambahkan, selain fokus pada pengelolaan zakat, BAZNAS juga memiliki peran dalam mendukung program edukasi dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami pernikahan tidak hanya sebagai ikatan formal, tetapi juga sebagai ibadah dan tanggung jawab sosial yang besar.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
ZIS Kemenag Ambon Melonjak di Ramadan 2026, BAZNAS: Bukti Nyata Semangat Berbagi
ZIS Kemenag Ambon Melonjak di Ramadan 2026, BAZNAS: Bukti Nyata Semangat Berbagi
Ambon, Rabu (25/2/2026) – Momentum Ramadan 1447 H/2026 M membawa peningkatan signifikan terhadap setoran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari jajaran Kementerian Agama Kota Ambon. Kenaikan ini menjadi bukti nyata tumbuhnya semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan aparatur sipil negara. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon, tren setoran ZIS menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kota Ambon secara aktif mengoordinasikan pengumpulan dana dan memastikan penyetoran berjalan lancar selama Ramadan. Proses pengambilan setoran dilakukan langsung oleh Jihan Abbas, staf pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, yang menerima setoran ZIS dari Bendahara UPZ Kementerian Agama Kota Ambon, Anshar Sahiri, di Kantor Kementerian Agama Kota Ambon. Layanan jemput zakat ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi penghimpunan sekaligus memastikan administrasi berjalan tertib dan akuntabel. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan apresiasi atas peningkatan tersebut. "Peningkatan setoran ZIS dari Kementerian Agama Kota Ambon di bulan Ramadan ini merupakan bukti nyata semangat berbagi dan kepedulian ASN terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kami sangat mengapresiasi komitmen dan konsistensi UPZ dalam mendukung penguatan penghimpunan zakat melalui BAZNAS," ujarnya, Rabu (25/2/2026). Ia menegaskan bahwa dana yang terkumpul akan segera disalurkan kepada para mustahik melalui program-program Ramadan, seperti santunan dhuafa, bantuan paket kebutuhan pokok, dukungan pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi umat di Kota Ambon. "Kami memastikan setiap dana yang dihimpun dikelola secara transparan dan disalurkan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerima," tambah Muhammad Zulkifly Fakaubun. Dengan capaian ini, diharapkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan terus meningkat dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat Kota Ambon.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikut Safari Ramadan Perdana Pemkot Ambon, Salurkan Paket Sembako
BAZNAS Kota Ambon Ikut Safari Ramadan Perdana Pemkot Ambon, Salurkan Paket Sembako
Ambon, 24 Februari 2026 (WIT) — BAZNAS Kota Ambon aktif berpartisipasi dalam Safari Ramadan perdana Pemerintah Kota Ambon 1447 Hijriyah/2026 M yang diselenggarakan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Ambon. Kegiatan pembuka ini berlangsung di halaman Masjid At-Taubah, Waihaong, Selasa (24/2/2026), sekaligus dirangkaikan dengan pembagian paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan. Acara diawali dengan sambutan ucapan selamat datang dari Lurah Waihaong, Muhammad Azhary Pelupessy, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Walikota Ambon, Elly Toisuta. Kedua sambutan ini menutup sesi pembukaan sebelum kegiatan inti dimulai. Fokus BAZNAS Kota Ambon Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, maju menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat. Setelah acara resmi selesai, staf BAZNAS Kota Ambon, termasuk Jihan Abbas, Ayu, dan Wandi Kiat, mengatur penyaluran paket agar tepat sasaran dan tertib. “BAZNAS Kota Ambon hadir bukan sekadar mengikuti kegiatan, tapi memastikan bantuan sosial sampai kepada yang membutuhkan. Kami berkomitmen untuk terus berpartisipasi di titik-titik Safari Ramadan berikutnya,” ujar Zulkifly. Tausiyah Habib Rifqi Al Hamid Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Habib Rifqi Al Hamid. Dalam tausiyahnya, Habib Rifqi menekankan pentingnya sabar, syukur, kepedulian terhadap tetangga, menjaga kedamaian dan kerukunan, serta menjaga kebersihan lingkungan. Sinergi BAZNAS dan Pemkot Ambon Safari Ramadan perdana 1447 H ini akan berlangsung di lima titik berbeda di Kota Ambon. BAZNAS Kota Ambon menegaskan kesiapan untuk berperan aktif di setiap titik, menyalurkan paket sembako, dan mendukung program sosial Pemerintah Kota Ambon. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa BAZNAS bukan hanya lembaga pengelola zakat, tapi juga mitra pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat dan nilai-nilai spiritual di bulan suci,” tutup Muhammad Zulkifly Fakaubun. Dengan keterlibatan aktif di Safari Ramadan perdana Pemkot Ambon, BAZNAS Kota Ambon memastikan setiap paket bantuan tersalurkan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Ambon.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Provinsi Maluku Tetapkan Zakat Fitrah Rp40.000 dan Fidyah Rp54.000, BAZNAS Kota Ambon Siap Sosialisasikan
BAZNAS Provinsi Maluku Tetapkan Zakat Fitrah Rp40.000 dan Fidyah Rp54.000, BAZNAS Kota Ambon Siap Sosialisasikan
Ambon, 24 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Maluku resmi menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah untuk wilayah Maluku tahun 1447 H/2026 M. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Ketua Nomor 01 Tahun 2026 yang ditetapkan di Ambon pada Selasa (24/2/2026), berdasarkan hasil Rapat Pleno Pimpinan. Dalam keputusan yang ditandatangani Ketua BAZNAS Provinsi Maluku, Saiful Almaskaty, Lc., S.HI., M.Si., ditetapkan bahwa kadar zakat fitrah adalah sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras/makanan pokok per jiwa, atau dapat dikonversikan dalam bentuk uang senilai Rp40.000 per jiwa. Sementara itu, nilai fidyah tahun 1447 H/2026 M ditetapkan sebesar Rp54.000 per jiwa. Keputusan tersebut mengacu pada berbagai regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, serta Peraturan Menteri Agama dan Peraturan BAZNAS terkait pengelolaan zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Dalam ketetapannya juga dijelaskan bahwa zakat fitrah dapat ditunaikan sejak awal Ramadan hingga sebelum khatib turun dari mimbar pada khutbah Idulfitri 1 Syawal. BAZNAS Kota Ambon Siap Tindak Lanjut dan Sosialisasi Menanggapi keputusan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti dan menyosialisasikan ketetapan tersebut kepada masyarakat Kota Ambon. “Kami menyambut baik keputusan BAZNAS Provinsi Maluku terkait penetapan zakat fitrah dan fidyah tahun 1447 Hijriah. Ini menjadi pedoman resmi bagi kami dalam pelaksanaan penghimpunan zakat di Kota Ambon,” ujar Zulkifly. Ia menegaskan bahwa penetapan nilai dalam bentuk uang memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajibannya, tanpa menghilangkan ketentuan syariat terkait kadar zakat fitrah dalam bentuk beras atau makanan pokok. “Dengan adanya nilai konversi Rp40.000 per jiwa, masyarakat memiliki kemudahan dalam pembayaran. Namun esensinya tetap sama, yakni menunaikan kewajiban zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya. Strategi Penguatan Pengumpulan Zakat Sementara itu, Staf Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan sosialisasi melalui berbagai kanal informasi, termasuk masjid, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan media sosial resmi. “Kami akan segera menyampaikan informasi ini ke seluruh UPZ dan mitra masjid agar masyarakat mengetahui besaran resmi zakat fitrah dan fidyah tahun ini,” jelas Jihan. Ia menambahkan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi. “Harapannya, dengan adanya ketetapan yang jelas, masyarakat semakin yakin dan percaya untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS sehingga pendistribusian kepada mustahik bisa lebih terkoordinasi dan merata,” ujarnya. Dorong Kepatuhan dan Kepedulian Umat Penetapan zakat fitrah sebesar Rp40.000 per jiwa dan fidyah Rp54.000 per jiwa ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi umat Islam di wilayah Maluku dalam menjalankan kewajiban ibadah Ramadan. BAZNAS Kota Ambon juga mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah tepat waktu, yakni sejak awal Ramadan hingga sebelum pelaksanaan Salat Idulfitri, agar zakat dapat segera didistribusikan kepada para mustahik yang membutuhkan. Dengan adanya keputusan resmi dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Maluku ini, diharapkan pelaksanaan zakat fitrah dan fidyah tahun 1447 H/2026 M di Kota Ambon dan wilayah Maluku secara umum dapat berjalan tertib, terkoordinasi, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Siap Salurkan 20 Paket Sembako di Safari Ramadhan Pemkot, Berbagi Berkah untuk Mustahik Nusaniwe
BAZNAS Kota Ambon Siap Salurkan 20 Paket Sembako di Safari Ramadhan Pemkot, Berbagi Berkah untuk Mustahik Nusaniwe
Ambon, 24 Februari 2026 (WIT) — Tumpukan paket sembako yang telah dikemas rapi menjadi simbol kesiapan BAZNAS Kota Ambon dalam mendukung kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Kota Ambon bertajuk Berbagi Berkah di Bulan Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (24/2/2026) dan dipusatkan di Masjid At Taubah Islamic Center Ambon. Sebanyak 20 paket sembako disiapkan untuk para mustahik yang tersebar di wilayah Kecamatan Nusaniwe. Paket-paket tersebut telah dikemas secara rapi dan siap didistribusikan sebagai bagian dari kolaborasi antara BAZNAS Kota Ambon dan Pemerintah Kota Ambon dalam menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi. Simbol Kepedulian dalam Setiap Kemasan Deretan paket sembako yang tersusun rapi menggambarkan komitmen BAZNAS Kota Ambon dalam menghadirkan bantuan yang terorganisir dan tepat sasaran. Setiap paket berisi kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga penerima manfaat selama bulan suci. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menegaskan bahwa kesiapan paket tersebut merupakan hasil koordinasi dan persiapan yang matang. “Paket-paket ini adalah amanah dari para muzaki yang harus kami salurkan dengan penuh tanggung jawab. Kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan benar-benar sampai kepada mustahik yang berhak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Safari Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. “Ramadan adalah bulan berbagi. Melalui kegiatan ini, kami berharap keberkahan tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga oleh para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS,” tambahnya. Distribusi untuk Mustahik di Nusaniwe Sebanyak 20 paket sembako tersebut akan disalurkan kepada mustahik di wilayah Nusaniwe yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi. Penentuan penerima dilakukan dengan memperhatikan kondisi ekonomi dan kebutuhan riil di lapangan. Staf BAZNAS Kota Ambon, Ayu, menjelaskan bahwa proses pengemasan hingga pendistribusian dilakukan secara tertib dan terencana. “Kami memastikan seluruh paket sudah siap dan terdata dengan baik. Harapannya, bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadan,” jelas Ayu. Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam Safari Ramadhan merupakan bentuk dukungan terhadap program sosial Pemerintah Kota Ambon yang menyentuh langsung masyarakat. Wujud Sinergi untuk Kesejahteraan Umat Kegiatan yang dipusatkan di Masjid At Taubah Islamic Center Ambon ini menjadi wujud nyata sinergi antara BAZNAS Kota Ambon dan Pemerintah Kota Ambon dalam menghadirkan program sosial yang berdampak langsung. Tumpukan paket sembako yang telah dikemas bukan sekadar bantuan material, melainkan representasi kepedulian dan komitmen bersama dalam membangun kesejahteraan umat. Dengan kesiapan tersebut, BAZNAS Kota Ambon optimistis penyaluran bantuan dalam Safari Ramadhan tahun ini akan berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Nusaniwe.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Gelar Konsultasi Online Kantor Digital, BAZNAS Kota Ambon Perkuat Optimalisasi Website Daerah
BAZNAS Gelar Konsultasi Online Kantor Digital, BAZNAS Kota Ambon Perkuat Optimalisasi Website Daerah
Ambon, 24 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia melalui Tim Layanan Aplikasi Nasional menggelar kegiatan Konsultasi Online Kantor Digital pada Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh BAZNAS daerah se-Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Ambon yang diwakili oleh staf, Jihan Abbas. Konsultasi dilaksanakan pukul 13.00–14.00 WIB atau pukul 15.00–16.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) melalui Google Meet. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan penyebaran informasi kepada masyarakat serta mengoptimalkan pemanfaatan fitur Kantor Digital untuk website resmi BAZNAS daerah. Dorong Transformasi Digital Lembaga Zakat Dalam pengantarnya, Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kebutuhan penting dalam tata kelola lembaga zakat modern. Kantor Digital hadir sebagai solusi untuk memudahkan pengelolaan data, publikasi informasi, serta pelaporan secara lebih cepat dan transparan. “Optimalisasi Kantor Digital bukan sekadar pembaruan sistem, tetapi bagian dari transformasi layanan agar lebih responsif, transparan, dan mudah diakses masyarakat,” disampaikan dalam sesi konsultasi tersebut. Melalui platform ini, setiap BAZNAS daerah diharapkan mampu memperbarui konten website secara berkala, mempublikasikan laporan kegiatan, program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, serta memperkuat branding kelembagaan di tingkat lokal. BAZNAS Kota Ambon Siap Maksimalkan Website Daerah Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam sesi konsultasi ini menjadi langkah konkret dalam mendukung penguatan sistem informasi berbasis digital. Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu dalam memahami fitur dan pengelolaan teknis Kantor Digital. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami di daerah. Dengan adanya konsultasi langsung, kami bisa memahami cara memaksimalkan fitur Kantor Digital untuk mendukung publikasi program dan laporan secara lebih profesional,” ujar Jihan Abbas usai mengikuti kegiatan pada pukul 16.00 WIT. Ia menambahkan bahwa optimalisasi website daerah menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat di Kota Ambon. “Website bukan hanya etalase informasi, tetapi juga wujud akuntabilitas kepada masyarakat. Kami ingin memastikan setiap program dan laporan dapat diakses dengan mudah dan transparan,” tambahnya. Tingkatkan Akses Informasi dan Transparansi Dalam sesi konsultasi, peserta juga diberikan ruang untuk bertanya secara langsung terkait kendala teknis maupun pengelolaan konten. Tim Layanan Aplikasi Nasional memberikan panduan teknis serta solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi BAZNAS daerah dalam mengelola website masing-masing. Selain itu, pentingnya konsistensi pembaruan informasi ditekankan sebagai kunci utama keberhasilan implementasi Kantor Digital. Website yang aktif dan informatif dinilai mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Komitmen Menuju Pengelolaan Zakat Modern Kegiatan konsultasi online ini menjadi bagian dari strategi besar BAZNAS RI dalam memperkuat tata kelola berbasis teknologi di seluruh Indonesia. Dengan dukungan sistem digital yang terintegrasi, diharapkan pengelolaan zakat semakin profesional, efektif, dan akuntabel. Partisipasi aktif BAZNAS Kota Ambon menunjukkan komitmen kuat dalam mengikuti perkembangan teknologi demi meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung lancar hingga pukul 16.00 WIT dan ditutup dengan ajakan kepada seluruh BAZNAS daerah untuk terus memaksimalkan penggunaan Kantor Digital sebagai sarana publikasi, pelaporan, dan penguatan kepercayaan publik terhadap lembaga zakat. Dengan langkah ini, BAZNAS optimistis transformasi digital akan semakin memperluas jangkauan layanan dan memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Dorong Model Graduasi Kemiskinan Islami, Staf BAZNAS Kota Ambon Hadiri Pengajian Nasional
BAZNAS Dorong Model Graduasi Kemiskinan Islami, Staf BAZNAS Kota Ambon Hadiri Pengajian Nasional
Ambon, 24 Februari 2026 (WIT) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menggelar Pengajian bertema “Model Graduasi Kemiskinan Islami: Kerangka Awal Pengentasan Kemiskinan yang Terukur dan Berkelanjutan di Lembaga Zakat” pada Selasa (24/2/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini diikuti oleh pengelola zakat dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk perwakilan BAZNAS Kota Ambon yang diwakili oleh staf, Jihan Abbas. Pengajian dimulai pukul 06.00–07.30 WIB atau pukul 08.00–09.30 Waktu Indonesia Timur (WIT), dan difasilitasi oleh Pusdiklat BAZNAS sebagai bagian dari penguatan kapasitas amil dalam merancang program pemberdayaan yang lebih sistematis dan berdampak jangka panjang. Zakat Harus Melahirkan Kemandirian Dalam sesi tersebut, narasumber memaparkan pentingnya pendekatan graduasi kemiskinan Islami sebagai model yang tidak hanya menyalurkan zakat secara produktif, tetapi juga memastikan mustahik mampu keluar dari garis kemiskinan secara terukur, bertahap, dan berkelanjutan. “Zakat tidak cukup hanya produktif. Ia harus transformatif. Mustahik perlu didampingi hingga benar-benar mandiri dan pada saatnya bisa bertransformasi menjadi muzaki,” tegas narasumber dalam pemaparannya. Model graduasi ini menekankan pada beberapa tahapan penting, mulai dari asesmen kondisi awal mustahik, intervensi program berbasis kebutuhan riil, pendampingan intensif, hingga evaluasi berbasis indikator capaian kesejahteraan. Dengan demikian, keberhasilan program tidak lagi diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, melainkan dari perubahan kualitas hidup penerima manfaat. Penguatan Desain Program Pemberdayaan Kegiatan ini juga menyoroti perlunya desain program pemberdayaan yang lebih terstruktur. Lembaga zakat didorong untuk memiliki kerangka kerja yang jelas, indikator capaian yang terukur, serta sistem monitoring dan evaluasi berkelanjutan. “Pengentasan kemiskinan membutuhkan desain yang sistematis dan berbasis data. Lembaga zakat harus mampu memastikan bahwa intervensi yang diberikan benar-benar mengubah kondisi mustahik,” lanjut narasumber. Pendekatan ini sejalan dengan semangat pengelolaan zakat yang strategis dan berdampak luas, bukan sekadar bersifat karitatif. Konsep graduasi juga mengintegrasikan aspek spiritual, ekonomi, dan sosial sebagai satu kesatuan dalam proses pemberdayaan. Komitmen BAZNAS Kota Ambon Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah. Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, menyampaikan bahwa materi yang diperoleh sangat relevan dengan kebutuhan program pemberdayaan di Ambon. “Materi tentang model graduasi kemiskinan Islami sangat membuka wawasan kami. Ini menjadi referensi penting dalam menyusun program pemberdayaan yang lebih terarah dan berkelanjutan di Kota Ambon,” ujar Jihan Abbas usai mengikuti kegiatan pada pukul 09.30 WIT. Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis indikator dan pendampingan berkelanjutan akan menjadi perhatian dalam pengembangan program mustahik ke depan. “Kami ingin memastikan bahwa bantuan zakat tidak berhenti pada penyaluran, tetapi benar-benar mendorong perubahan taraf hidup mustahik secara nyata,” tambahnya. Ikhtiar Bersama Pengelolaan Zakat Strategis Pengajian ini merupakan bagian dari agenda rutin BAZNAS dalam memperkuat kapasitas amil dan pengelola zakat di seluruh Indonesia. Melalui forum berbagi pengetahuan ini, diharapkan terjadi penyamaan visi dalam membangun sistem pengentasan kemiskinan yang terukur dan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kompetensi, BAZNAS optimistis model graduasi kemiskinan Islami dapat menjadi kerangka awal dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang lebih profesional, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat. Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus memperkuat desain program pemberdayaan agar lebih sistematis dan berorientasi pada transformasi mustahik menjadi pribadi yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. Pengajian berlangsung lancar hingga pukul 09.30 WIT, menandai komitmen bersama dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang semakin strategis di berbagai daerah, termasuk di Kota Ambon.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Kemenag Tegaskan: Tidak Ada dan Tidak Pernah Ada Kebijakan Zakat untuk Program MBG
Kemenag Tegaskan: Tidak Ada dan Tidak Pernah Ada Kebijakan Zakat untuk Program MBG
Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menegaskan bahwa tidak ada dan tidak pernah ada kebijakan penggunaan dana zakat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan guna meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Kementerian Agama memastikan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia tetap berpegang pada prinsip syariat Islam dan aturan hukum yang berlaku. Penyaluran zakat merujuk secara tegas pada Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60 yang mengatur delapan golongan (asnaf) penerima zakat, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Berdasarkan ketentuan tersebut, dana zakat hanya diperuntukkan bagi fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Di luar delapan kategori itu, zakat tidak dapat dialihkan untuk program lain. Kemenag menekankan bahwa tata kelola zakat dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Pengawasan terus dilakukan agar dana umat tersalurkan tepat sasaran dan sesuai peruntukannya. Masyarakat pun diimbau untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat. Zakat yang ditunaikan melalui lembaga resmi tetap dijamin keamanannya serta disalurkan sesuai dengan syariat dan regulasi yang berlaku. Dengan pemahaman yang benar mengenai delapan asnaf, diharapkan kepercayaan umat terhadap pengelolaan zakat semakin kuat dan partisipasi dalam menunaikan zakat semakin meningkat.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Tegaskan Zakat Tak untuk MBG, Ketua: “Amanah Umat Harus Sesuai Syariat”
BAZNAS Kota Ambon Tegaskan Zakat Tak untuk MBG, Ketua: “Amanah Umat Harus Sesuai Syariat”
Ambon, Senin 23 Februari 2026 (WIT) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon menegaskan bahwa penyaluran dana zakat harus tetap berpedoman pada ketentuan syariat Islam dan regulasi yang berlaku. Hal ini menyusul penegasan dari Kementerian Agama Republik Indonesia bahwa tidak ada kebijakan penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa pengelolaan zakat merupakan amanah umat yang wajib dijaga akuntabilitas dan kesesuaiannya dengan syariat. “Penyaluran zakat itu ada aturan utamanya dan selalu dijaga kesesuaiannya dengan syariat. Kami memastikan dana zakat tidak digunakan di luar ketentuan delapan asnaf sebagaimana diatur dalam Al-Qur’an dan undang-undang,” tegas Muhammad Zulkifly Fakaubun kepada media, Senin (23/2/2026) pukul 14.45 WIT. Berpegang pada Al-Qur’an dan Undang-Undang Penegasan ini merujuk pada ketentuan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60 yang secara jelas menyebutkan delapan golongan (asnaf) penerima zakat, yakni fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Selain itu, pengelolaan zakat di Indonesia juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang menegaskan bahwa zakat merupakan hak mustahik dan harus disalurkan sesuai peruntukannya. Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa BAZNAS Kota Ambon menjalankan pengelolaan zakat sesuai koridor hukum tersebut. “Zakat adalah hak prioritas delapan golongan mustahik. Tidak boleh dialihkan untuk program lain yang tidak termasuk dalam kategori asnaf. Ini prinsip dasar yang tidak bisa ditawar,” ujarnya. Jaga Kepercayaan Muzakki Menurutnya, klarifikasi dari Kementerian Agama menjadi penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat, khususnya para muzakki. “Kami mengapresiasi penegasan dari Kementerian Agama. Ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Muzakki harus yakin bahwa dana yang mereka titipkan benar-benar sampai kepada yang berhak,” tambahnya. Ia juga menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam pengelolaan zakat di Kota Ambon. “BAZNAS Kota Ambon berkomitmen menjaga tata kelola zakat yang transparan, berkeadilan, dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang dihimpun adalah amanah umat yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Edukasi Asnaf kepada Masyarakat Lebih lanjut, BAZNAS Kota Ambon akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai delapan golongan penerima zakat agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi. Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi langsung, media sosial, hingga khutbah dan kajian keagamaan di berbagai kesempatan. Dengan adanya penegasan ini, masyarakat Kota Ambon diharapkan tidak ragu dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi, karena penyalurannya tetap berlandaskan syariat Islam dan regulasi negara. BAZNAS Kota Ambon memastikan bahwa dana zakat akan terus difokuskan untuk membantu fakir miskin, pemberdayaan ekonomi umat, bantuan pendidikan, kesehatan, serta program sosial lain yang sesuai dengan ketentuan asnaf.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Webinar Tips Sehat Ramadan, Tekankan Pentingnya Nutrisi Berkualitas Saat Puasa
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Webinar Tips Sehat Ramadan, Tekankan Pentingnya Nutrisi Berkualitas Saat Puasa
Ambon, Senin 23 Februari 2026 (WIT) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan wawasan amil melalui partisipasi dalam kegiatan nasional. Kali ini, BAZNAS Kota Ambon melalui stafnya, Jihan Abbas, mengikuti kegiatan BAZNAS Webinar Forum bertajuk “Tips Sehat Selama Ramadan: Peran Nutrisi dalam Kualitas Puasa” yang digelar secara daring pada Senin (23/2/2026). Webinar dimulai pukul 16.00 WIB atau pukul 18.00 WIT dan berlangsung hingga sekitar pukul 19.30 WIT melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, serta Kepala Rumah Sehat BAZNAS Sidoarjo, dr. Yenny Wulandari. Puasa Berkualitas Dimulai dari Nutrisi yang Tepat Dalam sambutannya, Subhan Cholid menekankan bahwa Ramadan bukan hanya momentum peningkatan spiritual, tetapi juga kesempatan menjaga kesehatan fisik. “Puasa yang berkualitas bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana kita mempersiapkan tubuh dengan asupan nutrisi yang tepat agar ibadah berjalan optimal dan produktivitas tetap terjaga,” ujar Subhan Cholid. Ia menambahkan bahwa BAZNAS tidak hanya berperan dalam pengelolaan zakat, tetapi juga memiliki perhatian terhadap aspek kesehatan umat melalui berbagai program, termasuk Rumah Sehat BAZNAS. Sementara itu, dr. Yenny Wulandari dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya keseimbangan gizi saat sahur dan berbuka. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya fokus pada makanan manis saat berbuka. “Tubuh membutuhkan karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan cairan yang cukup. Hindari konsumsi gula berlebihan dan perhatikan pola makan seimbang agar puasa tetap nyaman dan tubuh tidak mudah lemas,” jelas dr. Yenny. Ia juga membagikan tips praktis seperti memperbanyak konsumsi air putih, menghindari gorengan berlebihan, serta menjaga waktu tidur yang cukup selama Ramadan. Komitmen BAZNAS Kota Ambon Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengikuti kegiatan tersebut secara penuh hingga sesi diskusi interaktif. Ia menilai webinar ini sangat relevan menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. “Webinar ini sangat bermanfaat, khususnya bagi kami di daerah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan selama Ramadan. Kesehatan yang baik akan mendukung kualitas ibadah,” ujar Jihan Abbas pada pukul 19.35 WIT usai kegiatan. Menurutnya, materi yang disampaikan narasumber tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kami akan turut menyampaikan pesan-pesan kesehatan ini kepada para mustahik, muzakki, dan masyarakat umum di Kota Ambon, agar Ramadan tahun ini bisa dijalani dengan lebih sehat dan penuh keberkahan,” tambahnya. Edukasi Kesehatan untuk Umat Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian edukasi yang digagas BAZNAS menjelang Ramadan, tidak hanya dalam aspek penguatan zakat, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan mengikuti webinar ini, BAZNAS Kota Ambon menunjukkan keseriusannya dalam mengintegrasikan nilai spiritual dan kesehatan dalam pelayanan kepada umat. Harapannya, masyarakat Kota Ambon dapat menjalani ibadah puasa dengan tubuh yang sehat, pikiran yang jernih, dan semangat berbagi yang semakin kuat.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kelas Hukum BAZNAS Vol. 2, Dalami Sosialisasi SK Nisab Zakat 2026
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kelas Hukum BAZNAS Vol. 2, Dalami Sosialisasi SK Nisab Zakat 2026
Ambon, Senin 23 Februari 2026 (WIT) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon melalui stafnya, Jihan Abbas, mengikuti kegiatan Webinar Kelas Hukum BAZNAS Volume 2 Tahun 2026 yang mengangkat tema “Sosialisasi Surat Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026”. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini dimulai pada pukul 13.00 WIB atau pukul 15.00 WIT dan diikuti oleh pimpinan serta amil BAZNAS, LAZ, dan UPZ dari seluruh Indonesia. Webinar berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIT dengan agenda yang telah tersusun rapi oleh panitia. Webinar ini dibuka dengan laporan dari Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, dilanjutkan sambutan sekaligus pembukaan oleh Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad. Materi utama disampaikan oleh M. Hasbi Zaenal selaku Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL BAZNAS RI. Dalami Substansi SK Nomor 15 Tahun 2026 Kelas Hukum ini menjadi bagian dari upaya penyebarluasan kebijakan terbaru terkait penetapan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 yang telah ditetapkan melalui SK Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026. Dalam paparannya, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menegaskan pentingnya keseragaman pemahaman di seluruh Indonesia. “Penetapan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 ini bertujuan memberikan kemudahan perhitungan serta menjamin keadilan bagi masyarakat. Karena itu, seluruh amil harus memahami substansi kebijakan ini secara utuh,” tegas Noor Achmad dalam sambutannya. Sebagaimana diketahui, nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 ditetapkan setara dengan 85 gram emas atau Rp91.681.728 per tahun, dengan kadar zakat 2,5 persen dari pendapatan bruto. Komitmen BAZNAS Kota Ambon Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengikuti kegiatan ini secara penuh hingga sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan sesuai regulasi. “Webinar ini sangat membantu kami dalam memahami secara teknis dan yuridis SK Nomor 15 Tahun 2026. Dengan pemahaman yang komprehensif, kami bisa menyosialisasikan nilai nisab zakat 2026 kepada masyarakat Kota Ambon secara tepat,” ujar Jihan Abbas pada pukul 17.10 WIT usai kegiatan. Ia menambahkan bahwa Kelas Hukum BAZNAS menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi amil zakat di daerah. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme amil. Melalui kegiatan seperti ini, BAZNAS Kota Ambon semakin siap memberikan layanan zakat yang transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan syariah maupun regulasi,” tambahnya. Dukung Penguatan Literasi dan Kepatuhan Webinar ini tidak hanya membahas angka nisab, tetapi juga landasan hukum yang melatarbelakanginya, mulai dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat hingga regulasi teknis lainnya. Peserta juga diberikan ruang diskusi pada sesi tanya jawab yang berlangsung dari pukul 16.15 hingga 16.50 WIT, sebelum akhirnya ditutup secara resmi. Dengan mengikuti Kelas Hukum Volume 2 Tahun 2026 ini, BAZNAS Kota Ambon menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi hukum zakat serta memastikan kebijakan nasional dapat diterapkan secara optimal di daerah. Kegiatan ini diharapkan berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat pendapatan sesuai ketentuan terbaru, sehingga potensi zakat di Kota Ambon dapat tergali secara maksimal demi kesejahteraan umat.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Nisab Zakat Pendapatan 2026 Resmi Naik, BAZNAS Kota Ambon: “Ini Demi Keadilan dan Kepastian Umat”
Nisab Zakat Pendapatan 2026 Resmi Naik, BAZNAS Kota Ambon: “Ini Demi Keadilan dan Kepastian Umat”
Ambon, Senin 23 Februari 2026 (WIT) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia resmi menetapkan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 melalui Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026. Kebijakan ini langsung disikapi oleh BAZNAS Kota Ambon sebagai langkah strategis untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan perhitungan zakat bagi masyarakat. Keputusan yang ditetapkan di Jakarta pada 21 Februari 2026 dan ditandatangani Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menetapkan bahwa nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 setara dengan 85 gram emas, atau senilai Rp91.681.728,00 per tahun dan Rp7.640.144,00 per bulan apabila ditunaikan setiap bulan. Ketua BAZNAS Kota Ambon, Muhammad Zulkifly Fakaubun, menyampaikan bahwa keputusan ini menjadi pedoman penting dalam pengelolaan zakat di daerah. “Kami di BAZNAS Kota Ambon menyambut baik Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026. Penyesuaian nilai nisab ini penting agar perhitungan zakat pendapatan lebih adil, relevan dengan kondisi ekonomi terkini, dan memberikan kepastian bagi para muzakki,” ujar Muhammad Zulkifly Fakaubun, Senin (23/2/2026) pukul 15.30 WIT. Penyesuaian Berdasarkan Perkembangan Harga Emas Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa emas yang menjadi acuan adalah emas 14 karat (58,33%–62,49% kandungan emas), dengan perhitungan harga emas berdasarkan rata-rata harga selama tahun 2025. Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi dan harga emas, sekaligus mencabut Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 13 Tahun 2025 yang sebelumnya mengatur nilai nisab tahun 2025. Selain menetapkan nilai nisab, keputusan ini juga menegaskan bahwa: Kadar zakat pendapatan dan jasa adalah 2,5%. Objek zakat adalah pendapatan dan jasa bruto. Zakat ditunaikan saat pendapatan diterima. Pembayaran dilakukan melalui amil zakat resmi. Menurut Muhammad Zulkifly Fakaubun, ketentuan bahwa zakat dihitung dari pendapatan bruto perlu dipahami secara utuh oleh masyarakat. “Zakat pendapatan dihitung dari penghasilan bruto dengan kadar 2,5 persen bagi yang telah mencapai nisab. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk berkonsultasi dengan BAZNAS agar perhitungannya tepat dan sesuai ketentuan syariah,” jelasnya. Berlandaskan Regulasi Nasional Keputusan ini merujuk pada sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, serta Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 yang telah diperbarui terakhir dengan PMA Nomor 31 Tahun 2019. Penetapan nisab tahun 2026 juga merupakan hasil dari Keputusan Rapat Pleno Pimpinan BAZNAS RI pada 21 Februari 2026, Rapat Koordinasi bersama Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia pada 10 Februari 2026, serta Musyawarah Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa pada 20 Februari 2026. Muhammad Zulkifly Fakaubun menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga menyangkut aspek keadilan sosial dan kesejahteraan umat. “Penetapan nisab ini mempertimbangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, zakat semakin optimal dihimpun dan didistribusikan untuk membantu mustahik, mengurangi kemiskinan, dan memperkuat ekonomi umat di Kota Ambon,” tegasnya. Komitmen Sosialisasi di Kota Ambon BAZNAS Kota Ambon berkomitmen untuk segera melakukan sosialisasi masif kepada ASN, karyawan swasta, profesional, dan pelaku usaha terkait nilai nisab terbaru tersebut. Langkah ini dinilai penting agar para muzakki memahami bahwa kewajiban zakat pendapatan berlaku ketika penghasilan telah mencapai Rp7.640.144,00 per bulan atau Rp91.681.728,00 per tahun. “Kami akan mengintensifkan edukasi dan literasi zakat, baik melalui media sosial, khutbah, maupun koordinasi dengan instansi pemerintah dan swasta. Transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi prioritas kami,” tambahnya. Dengan mulai berlakunya Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat pendapatan semakin meningkat, sehingga penghimpunan zakat di Kota Ambon pada tahun 2026 dapat tumbuh signifikan dan memberikan dampak sosial yang lebih luas.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kick Off Agenda Ramadan Zakat dan Wakaf 1447 H/2026 M, Perkuat Literasi dan Kolaborasi Nasional
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kick Off Agenda Ramadan Zakat dan Wakaf 1447 H/2026 M, Perkuat Literasi dan Kolaborasi Nasional
Ambon, 23 Februari 2026 (WIT) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Ambon turut ambil bagian dalam kegiatan “Kick Off Agenda Ramadan Zakat dan Wakaf 1447 H/2026 M” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Kegiatan nasional ini mengusung tema “Tebar Manfaat, Ruang Literasi dan Sharing Zakat Wakaf” dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (23/2/2026). Staf BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengikuti kegiatan tersebut dari Ambon pada pukul 12.00 WIT (10.00 WIB), menyesuaikan dengan waktu pelaksanaan yang ditetapkan panitia pusat. Agenda ini menjadi momentum strategis dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan zakat dan wakaf di seluruh Indonesia. Undangan resmi bernomor B-89/Dt.III.IV.I/Kp.02.3/2/2026 tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Waryono atas nama Direktur Jenderal dan atas nama Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Dalam surat tersebut ditegaskan pentingnya partisipasi aktif seluruh lembaga pengelola zakat dan wakaf. “Mengingat pentingnya agenda ini, kami sangat mengharapkan kehadiran Saudara/i pada waktu dan tempat yang telah ditentukan,” demikian bunyi kutipan dalam surat resmi tersebut. Penguatan Kolaborasi Nasional Kegiatan Kick Off ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota, Lembaga Amil Zakat (LAZ), hingga Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan para nazhir di seluruh Indonesia. Partisipasi BAZNAS Kota Ambon menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung program nasional pemberdayaan zakat dan wakaf. Jihan Abbas menyampaikan bahwa keikutsertaan ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan program kerja Ramadan di tingkat daerah dengan kebijakan pusat. “Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman bersama tentang optimalisasi zakat dan wakaf selama Ramadan. Kami di BAZNAS Kota Ambon siap menindaklanjuti arahan pusat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Jihan Abbas dalam keterangannya usai mengikuti kegiatan pada pukul 14.30 WIT. Ia menambahkan bahwa tema tahun ini menekankan pada aspek literasi dan berbagi praktik baik antar lembaga. “Bukan hanya penghimpunan, tetapi juga bagaimana membangun ruang literasi dan berbagi pengalaman pengelolaan zakat dan wakaf yang transparan serta berdampak,” tambahnya. Fokus pada Literasi dan Dampak Sosial Tema “Tebar Manfaat, Ruang Literasi dan Sharing Zakat Wakaf” mencerminkan arah kebijakan yang tidak hanya berfokus pada pengumpulan dana, tetapi juga pada edukasi publik serta penguatan kapasitas kelembagaan. Melalui agenda ini, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf mendorong seluruh stakeholder untuk: Meningkatkan literasi masyarakat tentang zakat dan wakaf. Memperluas jangkauan penerima manfaat. Mengoptimalkan pengelolaan zakat dan wakaf berbasis digital. Membangun kolaborasi lintas lembaga. Kick Off ini juga menjadi titik awal rangkaian program Ramadan yang akan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah, termasuk di Kota Ambon. BAZNAS Kota Ambon berencana mengintegrasikan hasil koordinasi nasional ini ke dalam program distribusi zakat, santunan dhuafa, serta kegiatan edukasi zakat dan wakaf di wilayah setempat. Dengan semangat kebersamaan dan sinergi nasional, BAZNAS Kota Ambon optimistis pelaksanaan Ramadan 1447 H/2026 M akan semakin berdampak luas bagi masyarakat, khususnya para mustahik di Kota Ambon dan sekitarnya.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Perkuat Spirit Ramadhan, BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kajian Refleksi Nasional
Perkuat Spirit Ramadhan, BAZNAS Kota Ambon Ikuti Kajian Refleksi Nasional
Ambon, 21 Februari 2026 (WIT) – Dalam rangka menyambut dan menguatkan nilai spiritual di bulan suci, BAZNAS Kota Ambon turut ambil bagian dalam kegiatan nasional bertajuk Meraih Berkah dalam Kajian Refleksi Ramadhan yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 09.00 WIB atau pukul 11.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) hingga selesai, dan diikuti oleh jajaran amil zakat dari seluruh Indonesia. Dari Kota Ambon, kegiatan ini diikuti sebagai bagian dari penguatan kapasitas spiritual dan pembinaan ruhiyah para pengelola zakat. Kajian refleksi menghadirkan narasumber nasional, Ustadz Muslim Al-Fatih, yang membawakan materi tentang pentingnya menghadirkan kekhusyukan dalam shalat sebagai fondasi pembentukan karakter dan integritas seorang Muslim, khususnya bagi para amil yang mengemban amanah umat. Dalam undangan resmi yang disampaikan oleh BAZNAS RI disebutkan: “Ramadhan adalah momentum untuk kembali menata hati dan memperdalam kedekatan dengan Allah melalui shalat yang khusyuk dan penuh kesadaran.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang transformasi diri untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Perwakilan BAZNAS Kota Ambon menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kajian ini menjadi bagian penting dalam membangun keseimbangan antara profesionalitas kerja dan kekuatan spiritual. “Sebagai pengelola zakat, kami tidak hanya dituntut profesional dan akuntabel, tetapi juga harus memiliki fondasi spiritual yang kuat. Kajian ini menjadi ruang refleksi agar setiap amanah yang kami jalankan bernilai ibadah,” ungkap salah satu peserta dari BAZNAS Kota Ambon. Dalam pemaparannya, Ustadz Muslim Al-Fatih mengajak peserta untuk menjadikan shalat sebagai pusat kesadaran hidup, bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan. Ia menekankan bahwa kekhusyukan lahir dari hati yang bersih dan niat yang tulus. “Shalat yang khusyuk akan melahirkan pribadi yang jujur, amanah, dan penuh empati. Dari sanalah keberkahan hidup bermula,” jelasnya dalam kajian tersebut. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen untuk terus bertumbuh, tidak hanya dalam aspek tata kelola zakat, tetapi juga dalam pembinaan spiritual para amil. Dengan ruhiyah yang kuat, pelayanan kepada muzaki dan mustahik diharapkan semakin optimal dan penuh keikhlasan. Momentum Ramadhan menjadi pengingat bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya instrumen sosial-ekonomi, tetapi juga jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui kajian refleksi ini, BAZNAS Kota Ambon bertekad menjadikan Ramadhan sebagai titik tolak peningkatan integritas, pelayanan, dan keberkahan dalam setiap program yang dijalankan.
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Muzakarah Nasional, Perkuat Standar Nisab Zakat 2026
BAZNAS Kota Ambon Ikuti Muzakarah Nasional, Perkuat Standar Nisab Zakat 2026
Ambon, 20 Februari 2026 (WIT) – BAZNAS Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola zakat dengan mengikuti kegiatan Muzakarah Diskusi Mengenai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh BAZNAS RI melalui Direktorat Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional. Kegiatan yang digelar pada Jumat, 20 Februari 2026 pukul 16.00–18.00 WIB atau 18.00–20.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) ini diikuti oleh pimpinan BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota serta pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting. Partisipasi BAZNAS Kota Ambon dalam forum nasional ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kebijakan dan implementasi zakat di daerah tetap selaras dengan perkembangan regulasi dan dinamika ekonomi terkini, khususnya terkait perubahan harga emas yang berpengaruh terhadap standar nisab zakat pendapatan dan jasa. Dalam undangan resmi yang disampaikan oleh Direktorat Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional BAZNAS RI disebutkan: “Kehadiran dan masukan dari Bapak/Ibu sangat kami harapkan demi penguatan tata kelola zakat nasional yang lebih baik.” Muzakarah ini menjadi ruang ilmiah dan syar’i untuk membahas secara mendalam bagaimana penetapan nisab zakat pendapatan dan jasa pada tahun 2026 dapat tetap relevan dengan kondisi ekonomi masyarakat, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip fiqih zakat. Perwakilan BAZNAS Kota Ambon menyampaikan bahwa forum ini sangat penting untuk memberikan kepastian dan keseragaman pemahaman di seluruh Indonesia. “Kami mengikuti muzakarah ini agar kebijakan dan sosialisasi zakat di Kota Ambon tetap berdasarkan kajian nasional yang komprehensif. Penetapan nisab harus mempertimbangkan aspek syariah dan kondisi ekonomi masyarakat,” ungkap salah satu pimpinan BAZNAS Kota Ambon. Dinamika harga emas sebagai acuan nisab zakat maal maupun zakat pendapatan menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Kenaikan atau penurunan harga emas secara langsung berdampak pada batas minimal harta atau pendapatan yang wajib dizakati. Oleh karena itu, diperlukan kesepahaman nasional agar tidak terjadi perbedaan penafsiran di lapangan. Keikutsertaan BAZNAS Kota Ambon dalam kegiatan ini juga menunjukkan keseriusan dalam menjaga profesionalisme dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Dengan mengikuti arahan dan kajian nasional, diharapkan pelaksanaan zakat pendapatan dan jasa di daerah dapat berjalan lebih terstruktur, transparan, dan sesuai dengan regulasi terbaru. Selain sebagai forum diskusi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi nasional antar pengelola zakat se-Indonesia. Sinergi antara pusat dan daerah dinilai sangat penting untuk memperkuat peran zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. Dengan semangat kolaborasi dan pembaruan kebijakan berbasis kajian, BAZNAS Kota Ambon berkomitmen terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menunaikan zakat sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui tata kelola yang baik dan keseragaman standar nisab, zakat diharapkan semakin optimal dalam menghadirkan kesejahteraan dan keberkahan bagi umat.
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Ambon
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Ambon.

Lihat Daftar Rekening →