AMBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan zakat melalui optimalisasi penggunaan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA). Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan konsultasi online bersama Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI yang diikuti operator SIMBA dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Ambon.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/3/2026) pukul 10.00–12.00 WIB atau 12.00–14.00 WIT ini dilaksanakan secara daring dan menjadi ruang diskusi bagi para operator SIMBA untuk menyampaikan berbagai kendala teknis serta mendapatkan penjelasan langsung dari tim layanan aplikasi nasional.
Dalam agenda tersebut, Tim Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI yang diwakili oleh Muhammad Sulthan Rafi memberikan pemaparan terkait penggunaan template data kas harian pada aplikasi SIMBA serta penjelasan mengenai proses migrasi kas masuk. Materi ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan akurasi dan efisiensi pencatatan keuangan pada sistem digital yang digunakan oleh BAZNAS di seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan ini, para operator SIMBA mendapatkan pemahaman teknis mengenai cara pengisian dan pengelolaan data kas harian secara lebih sistematis, sehingga proses pelaporan dan pengelolaan keuangan dapat berjalan lebih tertib dan transparan.
Staf Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, Jihan Abbas, mengatakan bahwa kegiatan konsultasi ini sangat membantu para operator SIMBA di daerah dalam memahami berbagai pembaruan fitur serta teknis penggunaan aplikasi yang terus dikembangkan oleh BAZNAS.
“Kegiatan konsultasi online ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai operator SIMBA di daerah, karena kami dapat memperoleh penjelasan langsung dari tim layanan aplikasi nasional terkait penggunaan template data kas harian dan proses migrasi kas masuk pada sistem SIMBA,” ujar Jihan Abbas.
Menurutnya, penguatan kapasitas operator menjadi hal penting agar sistem digital yang digunakan dalam pengelolaan zakat dapat berjalan dengan optimal.
“Dengan adanya penjelasan teknis seperti ini, kami bisa lebih memahami cara penginputan data yang benar sehingga laporan keuangan yang dihasilkan melalui SIMBA dapat lebih akurat, tertib, dan transparan,” tambahnya.
Ia juga menilai bahwa kegiatan konsultasi semacam ini membuka ruang komunikasi yang sangat baik antara operator di daerah dengan tim pengembang aplikasi di tingkat nasional.
“Kami juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang mungkin ditemui dalam penggunaan aplikasi di daerah. Dengan begitu, solusi bisa langsung diberikan oleh tim layanan aplikasi nasional,” jelas Jihan.
SIMBA sendiri merupakan sistem digital yang dikembangkan oleh BAZNAS untuk mendukung pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terintegrasi, mulai dari proses penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan keuangan.
Melalui penguatan penggunaan SIMBA, BAZNAS berupaya memastikan bahwa pengelolaan dana umat dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
BAZNAS Kota Ambon berharap kegiatan konsultasi online ini dapat terus dilakukan secara berkala agar para operator SIMBA di daerah dapat terus meningkatkan kapasitas serta mengikuti perkembangan fitur terbaru dalam sistem digital yang digunakan.
Dengan pemanfaatan teknologi informasi yang semakin optimal, pengelolaan zakat diharapkan dapat menjadi lebih efektif, terpercaya, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan para muzakki di seluruh Indonesia.

